Anda di halaman 1dari 13

Laporan Praktikum Mikrobiologi Lingkungan

Pemeriksaan Kualitas Bakteriologis Udara Ruangan

Oleh: Kelompok I
Aviandri Naie Caesar Zulbadri
Eva Febrianti
Helma Nurfauziah
Irnanda Agratama
M. Hafidh As-Shidqi
Nursani
Ovaria Suwandi
Safitriani Marbun
Vero Dosandy
Yuanita Purnama
Tingkat: I1
Dosen Pembimbing: Hj. Erni M. Yatim, M.Pd
Instruktur Pembimbing: Sari Arlinda, SKM

Jurusan Kesehatan Lingkungan


Politeknik Kesehatan KemenKes Padang
Tahun 2010

Lembaran Pengesahan Laporan Praktikum


Mikrobiologi Lingkungan
Pemeriksaan Bakteriologis Udara Ruangan
Hari/ tanggal : Kamis / 22 Oktober 2010
Jam

: 08.30 s/d 12.30

Tempat: Ruang Akademik


Praktikum

: Membuat media

Hari/ tanggal : Jumat / 23 Oktober 2010


Jam

: 11.30 s/d 14.30

Tempat: Ruang kelas I1


Praktikum

: Pewarnaan Ziehl Neelsen ( Pewarnaan Tahan Asam )

Menyetujui
Dosen Pembimbing

Instruktur Pembimbing

Hj. Erni M. Yatim, M.Pd

Sari Arlinda, SKM

Kata Pangantar
Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena akhirnya
kami bisa menyelesaikan penulisan laporan praktikum Pemeriksaan Kualitas
Bakteriologis Udara Ruang. Bagi kami mahasiswa/ mahasiswa Poltekkes KemenKes
Padang Jurusan Kesehatan Lingkungan, laporan ini nantinya berguna sebagai salah
satu sumber mencari bahan pelajaran mata kuliah kami. Khususnya mata kuliah
Mikrobiologi Lingkungan.
Laporan ini kami buat berdasarkan hasil praktikum Pemeriksaan Kualitas
Bakteriologis Udara Ruang, yang dilaksanakan pada tanggal 22 dan 23 Oktober
2010. Tujuan dari laporan ini adalah agar kami bisa mengetahui dan melakukan
pemeriksaan kualitas bakteriologis udara ruang.
Dengan adanya praktikum dan laporan Pemeriksaan Kualitas Bakteriologis
Udara Ruang ini, kami berharap bisa melaksanakan pratikum-pratikum pemeriksaan
bakteri udara ruang lain nantinya di hari lain dan ruangan lainnya. Agar nantinya
berguna bagi diri kami. Baik dalam kehidupan sehari-hari maupun akademis.

Padang, Oktober 2010

Kelompok I

Daftar Isi
LEMBARAN PENGESAHAN LAPORAN

KATA PENGANTAR

ii

DAFTAR ISI

iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Tujuan

BAB II ISI

A. Alat dan Bahan

B. Cara Kerja

BAB III HASIL PENGAMATAN

BAB IV PENUTUP

18

Kesimpulan

18

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Habitat mikroorganisme antara lain di dalam tanah, air, dan udara. Namun
sebenarnya udara bukanlah habitat asli dari mikroba. Jika diudara terdapat mikroba,
ini diakibatkan oleh kontaminasi dari zat-zat lain. Jadi, mikroba yang ada diudara
hanya berupa kontaminan dan spora jamur yang tersebar secara alamiah. Bakteri dan
virus dapat berada di ruang akibat pemeliharaan ruangan dan bangunan yang tidak
memadai. Pemeliharaan ruang bangunan yang baik dapat mencegah penularan
penyakit yang ditularkan melalui udara, termasuk infeksi Nosokomial. Udara
mengandung berbagai mikroba yang luar biasa banyaknya dan jumlahnya, ini
tergantung pada lokasi spesifik ruangannya.
Upaya pencegahan penyakit yang ditularkan melalui udara antara lain menjaga
kualitas dan melakukan pengukuran kualitas udara dari segi bakteriologis. Adapun
persyaratan kualitas udara yang pernah dibuat oleh pemerintah adalah persyaratan
kualitas udara di rumah sakit yang di atur dalam Kepmenkes RI No.1204/ Menkes/
SK/ X/ 2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.
Untuk setiap ruangan (ukuran 2 x 3) yang di uji sediakan dua agar cawan yang
berisi nutrien agar steril. Masing-masing agar cawan (terbuka) di letakkan secara
terpisah pada beberapa tempat di dalam ruangan tertutup selama 30 menit. Kemudian
cawan ditutup dan di inkubasi pada suhu 30C selama 2 - 3 hari. Inkubasi di lakukan
pada posisi cawan terbalik. Koloni yang tumbuh pada masing-masing agar cawan
dihitung dan dirata-ratakan. Dari data tersebut dapat dihitung densitas bakteri.
Densitas mikroba di udara adalah jumlah mikroba yang jatuh pada permukaan seluas
1 kubik feet selama 1 jam:
jumlah koloni 60 menit
144 in 2

Densitas bakteri diudara: cawan petri 30 menit luas cawan in 2

B.

Tujuan
Tujuan umum:
Mahasiswa mampu melakukan pengukuran kualitas bakteriologis
udara ruangan
Tujuan khusus:
1. Mahasiswa mampu melakukan pembuatan media.
2. Mahasiswa mampu melakukan sterilisasi.
3. Mahasiswa mampu melakukan pengambilan sampel udara ruangan.
4. Mahasiswa mampu melakukan pembiakan bakteri.
5. Mahasiswa mampu melakukan perhitungan jumlah kuman udara ruangan.
6. Mahasiswa mampu membedakan morfologi bakteri udara ruangan.
7. Mahasiswa mampu mengidentifikasi morfologi bakteri udara ruangan
secara mikroskopis.

BAB II
ISI
A. Alat dan Bahan
Praktikum dilaksanakan selama dua hari:
hari pertama, merupakan praktikum pembuatan media habitan bakteri.
Media yang dibuat adalah media nutrien agar
hari kedua, merupakan praktikum pewarnaan tahan asam bakteri.

Alat

Jumlah

Erlenmeyer
Neraca
Gelas kimia 100 ml
Petridish
Batang Pengaduk
Water Bath
Gelas Ukur 100 ml
Termometer
Inkubator
Autoklaf
Sendok Porselen
Lampu Spiritus
Ose
Pinset
Objek Glass
Pipet Tetes
Bak Pewarna
Mikroskop
Coloni Counter

1 buah
1 buah
1 buah
10 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
3 buah
10 buah
10 buah
10 buah
3 buah
3 buah
3 buah
1 buah

Bahan

Banyak

Nutrien agar
Aquades

4 gram
5 botol pijit

Karbol fuksin

3 tetes tiap objek glass

Asam Alkohol

3 tetes tiap objek glass

Biru metilen

3 tetes tiap objek glass

Minyak immersion

1 tetes tiap objek glass

Xylol

1 botol

Kertas Saring/ Tisu


Kertas Koran

1 lembar
2 lembar

B. Cara Kerja
I. Membuat Nutrien Agar
1. Timbang nutrien agar sesuai dengan kebutuhan, dimana untuk satu
cawan petri dibutuhkan nutrien agar 12,5 15 ml. Maka untuk 10
cawan petri , nutrien agarnya adalah 15 ml x 10 = 150 ml.
Dibulatkan menjadi 200 ml

200 ml x 20 = 4 gr
1000

2. Masukkan kedalam erlenmeyer dan ditambah aquades 200 ml. Aduk


sampai rata lalu panaskan di dalam water bath sampai suhu 100 o C.
3. Tuang agar kedalam cawan petri dengan ketebalan maksimal 3 mm.
4. Bungkus petridish dengan kertas koran .
5. Masukkan semua alat dan bahan kedalam autoklaf, sterilisasi dengan
suhu 121o C selama 15 menit.
6. Keluarkan alat dan bahan dari autoklaf
7. Tunggu beberapa saat sampai agarnya membeku , kemudian lakukan
pengambilan sampel.

Cara pengambilan sampel


a. Pengambilan sampel dilakukan secara aseptis.
b. Letakkan petridish pada ruangan yang telah ditentukan dalam
keaadaan terbuka ( jumlah petri sesuai dengan luas ruangan )
c. Lakukan pengambilan sampel selama 30 menit.
d. Tutup kembali petridish dan bawa ke laboratorium
e. Inkubasi dalam inkubator pada suhu 30oC 35oC selama 2 x 24
jam.

Penghitungan jumlah angka kuman


Hitung koloni yang ada dengan menggunakan koloni counter atau hitung
dengan mata telanjang. Jumlah angka kuman diperoleh dengan menggunakan
rumus densitas bakteri

II. Pewarnaan Tahan Asam Ziehl Neelsen ( Pewarnaan Tahan


Asam )
1. Membuat preparat ulas
-

Cuci

bersih

objek

glass

dengan

menggunakan deterjen dan air. Sehingga objek glass bersih dari


lemak.
-

Jepit objek glass dengan pinset

Keringkan objek glass dengan cara di


flambir dan di fiksasi.

Beri satu tetes aquades pada objek


glass

Ambil sampel bakteri pada koloni


bakteri dengan menggunakan ose yang telah dipanaskan sampai
berpijar, letakkan ke objek glass.

2. Tutup preparat ulas dengan kertas saring / tisu


3. Tambahkan larutan karbol fuksin, kemudian panaskan sampai
menguap 5 menit.
4. Buang kertas saring, kemudian bilas menggunakan aquades.

5. Lunturkan dengan asam alkohol dan diamkan selama 20 detik dalam


bak pewarna kemudian bilas dengan aquades.
6. Warnai dengan biru metilen kemudian diamkan selama 1 menit, bilas
dan keringkan dengan cara ditepuk-tepuk menggunakan tissu.

BAB III
HASIL PENGAMATAN
Pengambilan sampel dilaksanakan dialam ruang kelas I1. Tiap mahasiswa
bertanggung jawab atas satu buah petridish. Dengan posisi tiap petridish sebagai
berikut:
Pengerjaan Proyek

Pembangunana Gedung Kampus

Poltekkes Kemenkes Padang

WC

Gudang

10
Pintu Masuk

Petridish 1, 2, dan 3 diletakkan didepan kelas, tepatnya didepan papan tulis.


Dinding di depan kelas memiliki jendela dan lobang-lobang ventilasi udara pada
jendelanya. Dan dibalik dinding tersebut terdapat proyek pengerjaan pembangunan
gedung kampus Poltekkes KemenKes Padang.

Petridish 4 diletakkan dekat WC dan gudang penyimpanan meja-meja serta


kursi-kursi yang akan digunakan dalam perkuliahan. Sementara petridish 5, 6, dan 7
di letakkan garis tengah ruangan yang segaris dengan petridish 4. Petridish 8, 9, dan
10 deletakkan dibagian belakan segaris dengan pintu masuk ruangan kelas.
Berikut nama-nama mahasiswa serta nomor petrisdish yang para mahasiswa
pertanggung jawabkan:
Nomor Petridish

Nama Mahasiswa

Petridish 1

Nursani

Petridish 2

Yuanita Purnama

Petridish 3

Vero Dosandy

Petridish 4

Safitriani Marbun

Petridish 5

Irnanda Agratama

Petridish 6

M. Hafidh As-Shidqi

Petridish 7

Ovaria Suwandi

Petridish 8

Aviandri Naie Caesar Z

Petridish 9

Helma Nurfauziah

Petridish 10

Eva Febrianti

BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Media yang digunakan adalah Nutrien Agar. Dengan berat media agar yang dibuat
4 gr dan campuran aquades 200 ml. Kemudian dipanaskan ke dalam waterbath,
selanjutnya di sterilisasi dan tahap terakhir di bekukan.
Sterilisasi dilakukan dengan cara memasukkan petridish yang telah berisi Nutrien
Agar ke dalam autoklaf dengan suhu 1210 C = 249,80 F selama 15 menit.
Pengambilan sampel dilakukan dengan cara membiarkan petridish berisi Nutrien
Agar yang sudah steril ke ruangan yang akan diuji kualitas bakteriologis udaranya
selama 30 menit. Dengan jarak petridish dengan lantai kira-kira 1 m.
Pembiakan bakteri terjadi pada saat inkubasi petridish yang telah diambil
sampelnya di dalam inkubator. Dilakukan selama 2 x 24 jam dengan suhu inkubator.
Penghitungan jumlah koloni menggunakan koloni counter atau mata telanjang.
Hitung banyak koloni yang terdapat pada petridish yang sudah di inkubasi selama 2 x
24 jam dengan suhu 30oC 35oC, kemudian masukkan ke dalam rumus densitas
bakteri udara ruangan.
Morfologi bakteri udara ruangan dapat dilihat dengan cara permberiaan
pewarnaan Ziehl Neelsen pada koloni bakteri yang terdapat pada sampel nutrien
agar yang telah dilakukan 2 hari sebelumnya. Pewarnaannya menggunakan karbol
fuksin, asam alkohol, dan biru metilen. Dimana warna-warna yang mewarnai tubuh
bakteri menandakan tahan atau tidaknya bakteri tersebut terhadap asam. Warna merah
menandakan bakteri tersebut tahan terhadap asam, dan warna biru menandakan
bakteri tersebut tidak tahan asam. Bakteri yang telah diberlakukan pewarnaan tahan
asam kemudian dilihat morfologinya dengan menggunakan mikroskop.

Morfologi udara ruangan dilihat menggunakan mikroskop. Dengan pembesaran


lensa 100 x kita bisa melihat bentuk-bentuk dari bakteri yang terdapat pada sampel
koloni bakteri yang telah kita dapat. Adapun bentuk-bentuk bakteri yang didapat
adalah berbentuk kokus pada bakteri yang tidak tahan asam dan bakteri berbentuk
basil dan spiril pada bakteri yang tahan asam. Jumlah koloni bakteri yang tahan asam
3 petridish dan Jumlah koloni bakteri yang tidak tahan asam 6 petridish dan satu buah
petridish lainnya yang memiliki bakteri-bakteri yang tahan asam dan tidak tahan
asam.