Anda di halaman 1dari 46

Arteriosklerosis

Ns. Ditha Astuti P, S.Kep

Latar Belakang
Bila jantung berdenyut 70 kali /
menit
Sekali denyut 70cc darah 5 liter
Curah
Jantung
70cc darah mengitari 100.000 km
pembuluh
berdenyut 100.000 x/hari
2,5 milyar x/ sepanjang hidup
memompakan darah lebih dari 227

PENYAKIT JANTUNG
KORONER
Pembunuh No. 1 di Dunia
PJK

15 JUTA

DIARE

5 JUTA

KANKER

4,8 JUTA

TBC

3 JUTA
Angka Kematian / Tahun

Pendahuluan
Arteriosklerosis adl pengerasan
dinding arteri sehingga dinding arteri
menebal dan kaku , yg menimbulkan
peny. Jantung oklusif
Ateroskerosis adl salah satu bentuk dr
arterioskelosis, terjadi pembentukan
plaque dalam dinding arteri

Lanjutan ..

Penyakit jantung koroner adl


terjadinya arteroskerosis pada arteri
koroner.
Sindrome koroner akut adl
terminologi oprasional utk simptom
klinis akibat terjadinya iskemik
miokard akut
Akibatnya diameter lumen
semakin mengecil, mengakibatkan
aliran darah terhambat sehingga

Aterosklerosis
aterosklerosis adalah suatu
proses inflamasi/infeksi, dimana
awalnya ditandai dengan adanya
kelainan dini pada lapisan
endotel, pembentukan sel busa
dan fatty streks, pembentukan
fibrous cups dan lesi lebih lanjut,
dan proses pecahnya plak
aterosklerotik yang tidak stabil.

Proses Aterosklerosis yang


Progresif
Normal

Fatty
streak

Fibrous
plaque

Atherosclerotic
plaque

Plaque
rupture/
fissure &
thrombosis

Angina Tak
Stabil
MI

}ACS

Ischemic
stroke/TIA

Critical leg
ischemia

Keluhan klinis (-)


Angina Stabil
Intermittent claudication

Bertambahnya Umur
ACS, acute coronary syndrome; TIA, transient ischemic attack

Kematian
Akibat Kardiovaskular

Faktor Resiko
(tidak dapat dimodifikasi )

Genetik
Usia
Jenis kelamin
Post Menopous

Faktor Resiko
Dapat Dimodifikasi

Hipertensi
DM
Kolesterol
Merokok
Obesitas
Tidak olahraga

Manifestasi Klinis
Sakit dada sebelah kiri (kdg menjalar
keleher dan lengan kiri)
Sesak Napas
Perasaan denyut jantung tidak
teratur
Pucat
Pulsasi perifer menurun/ tdk ada
Waktu pengisisn kapiler memanjang
(> 3 detik)

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
KOLESTEROL
TRIGLISERID
LDL
HDL
GULA DARAH

PENATALAKSANAAN
GAYA HIDUP SEHAT
RUTIN CHECK UP
DIET RENDAH LEMAK
BERHENTI MEROKOK
LATIHAN

Klasifikasi Tekanan Darah


(usia diatas 18 tahun)
Klasifikasi

Sistolik

Diastolik

Normal

< 120

< 80

Pre hipertensi

120 - 139

80-89

Stage I
Hipertensi
Stage II
Hipertensi

140 -159

90-99

> 160

>100

Batas Kadar Lipid Dalam darah


Komponen Lipid
Kolesterol Total

Batasan
(mg/dl)
< 200
200 239

Kolesterol LDL

Trigliserida

Yang di inginkan
Batasan tinggi

> 240

Tinggi

< 100

Optimal

100 -129

Mendekati optimal

130 159

Batasan tinggi

160 189

Tinggi

> 190
Kolesterol HDL

Klasifikasi

Sangat tinggi

< 40

Rendah

> 60

Tinggi

< 150

Normal

150 199

Batasan tinggi

200 499

Tinggi

Angina Pektoris
Angina pectoris adalah suatu syndrome yang ditandai
dengan rasa tidak enak yang berulang di dada dan
daerah lain sekitarnya yang berkaitan yang disebabkan
oleh ischemia miokard tetapi tidak sampai terjadi
nekrosis
Klasifikasi
Stabil angina : nyeri akan hilang dengan istirahat
atau nitrat dan gejala gejala konsisten
Prizmetal atau vasopastik : biasanya terjadi pada
saat istirahat atau sedikit aktivitas dan sering terjadi
pada waktu malam hari
Unstabil angina : nyeri terjadi saat istirahat, tidak
hilang dengan dengan istirahat dan berespon lambat
terhadap nitrogliserin

Patofisiologi

Biasanya disebabkan oleh atherosclerotic


coronary artery disease
Vasospasme koroner spontan seperti
terpapar udara/cuaca dingin, stress
emosional, obat obatan vasokontriktor
atau cocaine
(saat terjadi iskemia ATP dipecah
adenosin reseptor A1 di cardiac afferent
nerve endings spinal talamus ke
kortek serebrei nyeri dipresepsikan )

Manifestasi Klinis
Nyeri dada 3 5 menit, nyeri pada
substernal : nyeri seperti tertekan,
berat, tertindih dan sesak
Nyeri menyebar ke bagian lain
seperti dagu, bagian belakan dan
lengan
Berkeringat (diaphoresis)
fisiologi dasar saat terjadi
peningkatan kerja tubuh ;
kecemasan

Lanjutan
Tachycardia pompa jantung meningkat
mencoba untuk memenuhi kebutuhan
oksigen seperti disebabkan kecemasan
meningkat
Kesulitan bernafas, nafas pendek
dyspnea) peningkatan denyut nadi
peningkatan pernafasan dan peningkatan
oksigenasi
Cemas otot jantung tidak cukup
mendapatkan oksigen, pasien menjadi not
getting enough oxygen to heart muscle, the
patient becomes gelisah

Evaluasi Diagnostik
EKG selama serangan :
Gelombang T inverted mulai terjadi iskemia,
dimana terjadi pengurangan aliran darah karena
obstruksi pembuluh darah, biasaya tanda
pertama
ST segmen berubah menunjukan injuri otot
jantung (miokardium)

LAB: Troponin, CK-MB dimana enzim yang


dikeluarkan oleh kerusakan jaringan jantung
2- 6 jam setelah serangan.

Ronsen ; untuk mengetahui tanda tanda gagal


jantung
Holter monitoring : portable EKG 24 48 jam untuk
memonitor jantung
Coronary arteriography untuk menentuk plaque
arteri koroner
Kolesterol untuk mengevaluasi risiko
Peningkatan risiko dengan peningkatan kolesterol total,
peningkatan low-density lipoproteins (LDL), increased
triglycerides dan penurunan high-density lipoproteins. (HDL).

Echocardiogram or stress-echo untuk abnormalitas


gerakan dinding akibat iskemia
Lab tidak emergensi : pemeriksaan darah lengkap
digunakan untuk mengetahu status elektrolit, ginjal,
keseimbangan asam basa, gula darah dan tingkat
kalsium, Prothrombin Time (PT/INR), Activated Partial
Throboplastin Time

TREATMENT
Oksigen 2 4 liter
Beta-adrenergic blockermenurunkan kerja jantung dan
arrhythmia obat - obat nya : Propranolol, nadolol, atenolol,
metoprolol.
Nitrates membantu dalam oksigenasi di otot jantung
Nitroglycerinsublingual tablets atau spray; timed-release
tablets.
Topical nitroglycerin ditempelkan
Aspirin untuk efek antiplatelet
Analgesic seperti morphine intravenously selama nyeri
akut. Pengobatan yang bereaksi cepat saat diberikan untuk
menurunkan kebutuhan oksigen dan menurunkan nyeri

Unstable Angina Pectoris


(UAP)

Diagnosa ini dapat ditegakkan jika


terdapat 2 atau 3 kriteria berikut
1. Keluhan
Nyeri dada yang hilang timbul, lama
nyeri < 30 menit, keluhan disertai
keringat dingin, mual dan kadang2
muntah. Umumnya nyeri menyebar
ke leher, bahu dan lengan.

2. Laboratorium
CKMB
Akan mengalami peningkatan tetapi
masih kurang dari 2x nilai normal
Troponin T
Nilai Troponin T masih dalam batas
normal
Cttn : nilai normal
CKMB : < 25 U/L
Troponin T : 0-0, 03 mg/dl

Lanjutan
3. Gambaran EKG
Menilai UKG diperlukan rekaman 12-19
lead (tidak bisa 1 lead)
Ciri-ciri nilai EKG UAP:
Gelombang T inverted
Segment ST depresi dan gel T inverted

Infark Miokard
LEBIH DIKENAL SBG SERANGAN JANTUNG
MENYEBABKAN KEMATIAN OTOT JANTUNG
TERJADI KARENA BENDUNGAN SBAGIAN ATAU
TOTAL DARI ARTERI KORONARIA SUPPLAI DARAH
KE OTOT JANTUNG BERKURANG KERUSAKAN
OTOT JANTUNG
PERKEMBANGAN; ISCHEMIK (BBRP JAM)
NEKROSIS INFARK

TANDA DAN GEJALA


NYERI DADA MENYEBAR KE LENGAN,
BAHU, LEHER, DAGU, ATAU PUNGGUNG
SESAK NAPAS,
PUSING,
BERKERINGAT
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
EKG, TROPONIN T, MYOGLOBIN, CKMB, MAGNESIUM SERUM

Klasifikasi Miokard Infark


1. Non St Elevasi Mikoard Infark
2. St Elevasi Miokard Infark
3. Old Miokard Infark

Gambaran Miokard Infark


1. Keluhan
nyeri dada hilang timbul , lama nyeri >
30 menit. Keluhan disertai keringat
dingin, mual dan kadang muntah. Nyeri
umumnya menyebar ke leher, bahu dan
lengan
2. Laboratorium
. CKMB mengalami peningkatan > 2x nilai
normal
. Troponin T melebihi nilai N

3. Gambaran EKG
a. NSTEMI
. Segmen ST depresi
. Gel T inverted
b. STEMI
1) Akut Stemi
. Segment St elevasi
. Gel T inverted
. Gel Q patologis
. Onsetnya < 24 jam
2) Recent Stemi
. Segment St elevasi
. Gel T inverted
. Gel Q patologis
. Onsetnya > 24 jam

c. OMI
1) Lab : CKMB dan Troponin T sudah
kembali normal
2) EKG :
Segmen ST kembali isoelektris
Gel T kembali normal
Gel G tetap patalogis (menetap
seumur hidup)

PENATALAKSANAAN
BEDREST
OKSIGEN
MONITOR TANDA VITAL, SATURASI
OKSIGEN, INTAKE-OUTPUT
OBAT; ASPIRIN, MORPHIN, THROMBOLITIK,
NITRATE, VASODILATOR, BETA BLOKER,
ANTIKOAGULAN
DIET RENDAH NATRIUM, LEMAK,
KOLESTEROL, KALIUM, NO CAFFEINE
PEMBATASAN CAIRAN
PENGUKURAN BB HARIAN

Terapi lain Penyakit Jantung


koroner
Percutaneous transluminal coronary
angioplasty. Prosedur non surgical dengan
tube yang panjang dan balloon kecil
melalui pembuluh darah yang menyempit
Coronary artery stent. Mempertahankan
arteri tetap terbuka
Coronary artery bypass graph (CABG).
Low-cholesterol, low-sodium, and low-fat
diet.

Pencegahan

Tidak merokok
Kurangi kelebihan berat badan
Makanan yang tidak berlebihan
Olah raga teratur dan rutin
Istirahat yang cukup
Kontrol ketat kolesterol, termasuk
tekanan darah dan gula darah
Sering melakukan kontrol kesehatan
bila mempunyai faktor risiko

Sekian

Selamat belajar