Anda di halaman 1dari 36

SISTEM

PENCERNAAN
dr. Nanik Marfuati

PENCERNAAN DAN ABSORBSI


- Enzim Pencernaan
- Proses Absorbsi Makanan
- Kelainan/Gangguan Absorbsi
NUTRISI
- KH, Protein, Lemak
- Vitamin, Mineral, Serat, Air

Pencernaa
n

Adalah sebuah proses metabolisme pada


makhluk hidup yang memproses sebuah
zat, dalam rangka untuk mengubah secara
kimia atau mekanik sesuatu zat menjadi
nutrisi.
Proses Pencernaan / Digesti adalah proses
pemecahan terhadap bahan makanan dari
bentuk alami menjadi bentuk molekular
yang siap diserap melalui dinding usus.

Pencernaan dibagi lima proses terpisah:


1. Injesti: Menaruh makanan di mulut
2. Pencernaan mekanik: Mastikasi, penggunaan gigi untuk
merobek dan menghancurkan makanan, dan
menyalurkan ke perut.
3. Pencernaan kimia: Penambahan kimiawi (asam, 'bile',
enzim, dan air) untuk memecah molekul kompleks
menjadi struktur sederhana
4. Penyerapan: Gerakan nutrisi dari sistem pencernaan ke
sistem sirkulasi darah dan pembuluh limfe melalui
osmosis, transport aktif, dan difusi
5. Penyingkiran: Penyingkiran material yang tidak dicerna
dari saluran pencernaan melalui defekasi.

Tahap I

Tahap II

Tahap III

Pencernaan
Bahan Makanan

Pencernan berawal di
dalam rongga mulut
Saliva/liur diproduksi oleh 3 kelenjar liur ( kel.
parotis, submandibularis, sublingualis)
Terdiri atas sekitar 99,5 % air dan sisanya terdiri
atas zat anorganik (ion-ion Ca, Mg, Na, Cl) dan zat
organik (musin & enzim ptialin/amilase)
Musin (suatu glikoprotein) bekerja sebagai
pelumas saat mengunyah dan menelan makanan
Nilai pH air liur 6,8
-Amilase liur dapat menghidrolisis zat pati dan
glikogen menjadi maltosa dan oligosakarida
Rangsangan pengeluaran saliva : reflek, mekanis,
kimiawi.

PENCERNAAN DALAM LAMBUNG


Cairan lambung terdiri atas 99,4 %
air, sisanya yaitu zat anorganik
(Asam HCl, NaCl, Fosfat) dan zat
organik (musin, enzim pepsin, renin,
lipase)

pH 1.0 - 2.0

Fungsi asam HCl :

1. Mengaktifkan pepsinogen menjadi


pepsin
2. Memudahkan absorbsi Fe
3. Merangsang pengeluaran sekretin
(duodenum)
4. Membunuh kuman

Protein

pepton dan proteosa


Enzim pepsin

Lipid

Gliserol asam lemak


enzim lipase

Kasein susu

Para kasein
enzim renin

Bolus makanan

timus (bubur usus) masuk ke usus

PROSES PENCERNAAN DIDALAM


USUS

Usus halus terdiri atas duodenum, jejenum, ileum


(penyerapan zat makanan)
Doudenum berhubungan dengan saluran getah
pankreas dan empedu
Pankreas menghasilkan enzim tripsin, amilase,
lipase yang disalurkan ke duodenum

Getah empedu dihasilkan oleh hati, ditampung dalam


kantung empedu disalurkan ke duodenum untuk
menguraikan lemak menjadi asam lemak dan gliserol
Hormon yang dibentuk oleh duodenum karena
masuknya makanan yang bersifat asam yaitu
sekretin, pankreozimin, kolesistokinin dan
enterokinin

Fungsi cairan empedu :


1. Emulsi lemak
2. Mengaktifkan lipase dalam cairan
pankreas
3. Membantu absorbsi asam lemak,
kolesterol, vitamin D, K, dan karoten
4. Merangsang aliran cairan empedu dari hati
5. Menjaga agar kolesterol tetap larut dalam
cairan empedu

Usus Besar
Bahan makanan bahan sisa terdiri
atas air dan selulosa ( bahan makanan
yang tidak dapat tercerna)
Fungsi usus besar adalah mengatur
kadar air pada sisa makanan
Banyak mikroorganisme yang
membantu membusukkan sisa
makanan
Sisa makanan yang tidak terpakai oleh
tubuh + gas berbau disebut faeces
keluar lewat anus

Sumber
Sekresi

Enzim

Kelenjar liur Amilase


:
saliva
saliva
Kelenjar
lingual

Lipase
lingual

Metode
Pengaktifan, pH
optimal

Substrat

Perlu ion klorida,


Maltosa dan
Pati, glikogen
pH 6,8
olikogakarida

pH 3,0-6,0

Hub. Ester
Asam lemak
primer pd sn3dan 1,2triasilgliserol diasilgliserol

pepsinogenpepsin
Protein
Oleh HCl,pH 1,0-2,0

Pepsin A, B
Kelenjar
lambung

Produk Akhir

Lipase
lambung

= lipase lingual

Renin

pH 4,0 ; Ca

Peptida

= lipase lingual
= lipase lingua

Kasein susu Parakasein

Tripsin

pH 5,2-6,0 dan
pH 7,9

Polipeptida,
Protein, Peptida
Dipeplida

Kimotripsin

pH 8,0

Protein, PeptidaSamadengan tripsin

Elastase

Proelastase diubah
Polipeptida,
Protein, Peptida
tripsin
Dipeplida

Pankreas

Kimus
Karboksipeptidase
asam
duodenum
produksi: Amilase pankreas
Sekretin
&KolesistoLipase
kinin

Prokarboksipeptidase
Polipeptida
diaktifkan tripsin

Peptida yg lebih
rendah

pH 7,1

Oligosakarida

Pati, Glikogen

Diaktifkan grm emp


Ester primer
,fosfolipid,kolipase
triasilgliserol
pH 8,0

Asam lemak,
2-mono-asilgliserol,
gliserol

Lipase yg diaktifkanDiaktifkan garam


Grm empedu
empedu

Triasilgliserol,
ester

Asam lemak bebas,


vitamin,kolesterol

Ribonuklease

RNA

Nukleotida

Deoksiribonuklease

DNA

Nukleotida

Hidrolase ester
kolesteril

Diaktifkan garam
empedu

Ester kolesterol

Kolesterol bebas
plus asam lemak

Fosfolipase A

Proenzim

Fosfolipid

Asam lemak,
lisofosfolipid

Hati dan
kandung
empedu

Usus Kecil

Komplek garam
empedu,asam
lemak & misel

Garam empedu
dan alkali

lemak

Aminopeptidase,
dipeptidase

Polipeptida pada
Peptida,
rantai dipeptida
Asam amino

Sukrase

pH 5,0-7,0

Sukrosa

Fruktosa, Glukosa

Maltase

pH 5,8-6,2

Maltosa

Glukosa

Laktase

pH 5,4-6,0

Laktosa

Glukosa, Galakto

Trehalosa

Glukosa

Trehalase
Fosfatase

pH 8,6

Fosfat organik Fosfat bebas

Isomaltase

1,6 glukosida Glukosa

Polinukleotidase

Asam nukleat Nukleotida

Nukleosidase

Nukleosida

Basa purin/pirimi
Pentosa fosfat

Enzim Pencernaan
Pencernaan makanan secara kimiawi
terjadi dengan bantuan zat kimia tertentu.
Enzim pencernaan merupakan zat kimia
yang berfungsi memecahkan molekul
bahan makanan yang kompleks dan
besar menjadi molekul yang lebih
sederhana dan kecil,sehingga
memungkinkan darah dan cairan getah
bening (limfe) mengangkut ke seluruh sel
yang membutuhkan.
Sifat enzim : bekerja pada substrat , suhu
dan keasaman (pH) tertentu. Suatu enzim
tidak dapat bekerja pada substrat lain.

Macam-macam enzim
pencernaan
1.Enzim amilase / ptyalin
Enzim amilase dihasilkan oleh kelenjar
ludah (parotis) di mulut dan kelenjar
pankreas. Kerja enzim amilase yaitu :

2. Enzim pepsin
Enzim pepsin dihasilkan oleh kelenjar di
lambung berupa pepsinogen. Selanjutnya
pepsinogen bereaksi dengan asam lambung
menjadi pepsin. Cara kerja enzim pepsin yaitu :

3. Enzim renin
Enzim renin dihasilkan oleh kelenjar di dinding
lambung. Fungsi enzim renin untuk
mengendapkan kasein dari air susu. Kasein
merupakan protein susu, sering disebut keju.
Setelah kasein diendapkan dari air susu maka
zat dalam air susu dapat dicerna.

4. Enzim tripsin
Enzim tripsin dihasilkan oleh kelenjar pancreas dan
dialirkan ke dalam usus dua belas jari (duodenum).
Cara kerja enzim tripsin yaitu :
Pepton tripsin--polipeptidaaminopeptidase--asam amino

5. Enzim lipase
Enzim lipase dihasilkan oleh kelenjar pankreas dan kemudian
dialirkan ke dalam usus dua belas jari (duodenum). Enzim lipase
juga dihasilkan oleh lambung, tetapi jumlahnya sangat sedikit.
Cara kerja enzim lipase yaitu :
Lipid

asam lemak dan gliserol


enzim lipase

6. Enzim maltase
Enzim maltase terdapat di usus dua belas
jari, berfungsi memecah molekul maltosa
menjadi molekul glukosa dapat
diangkut oleh darah ke
seluruh sel yang membutuhkan.
Maltosa

glukosa
enzim maltase

7. Asam khlorida (HCl)


Asam khlorida (HCl) sering dikenal dengan sebutan asam
lambung, dihasilkan oleh kelenjar didalam dinding lambung.
Asam khlorida berfungsi untuk membunuh mikroorganisme
tertentu yang masuk bersama-sama makanan. Produksi
asam khlorida yang tidak stabil dan cenderung berlebih,
dapat menyebabkan radang lambung yang sering disebut
penyakit mag.
8. Cairan empedu
Cairan empedu dihasilkan oleh hati dan ditampung dalam
kantong empedu. Empedu mengandung zat warna bilirubin
dan biliverdin yang menyebabkan kotoran sisa pencernaan
berwarna kekuningan. Empedu berasal dari rombakan sel
darah merah (erithrosit) yang tua atau telah rusak dan tidak
digunakan untuk membentuk sel darah merah yang baru.
Fungsi empedu yaitu memecah molekul lemak menjadi
butiran-butiran yang lebih halus sehingga membentuk suatu
emulsi. Lemak yang sudah berwujud emulsi ini selanjutnya
akan dicerna menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana
lagi.

ABSORBSI
Transport bahan yang diserap oleh usus
terjadi melalui dua lintasan:
a. sistem portal hepatik yang berjalan
langsung menuju hati dan mengangkut
nutrien larut air
b. pembuluh limfe, yang menuju darah melalui
duktus torasikus dan mengangkut nutrien
yang larut dalam lemak.

Absorbsi Karbohidrat
1.Transport aktif
Transpor aktif berarti melawan garis gradien
konsentrasi.konfigurasi yang diperlukan bagi
trnspor aktif OH pada atom karbon 2 harus
mempunyai konfigurasi sama pada glukosa dan
gugus metil harus ada atau metil tersubtitusi
harus ada pada atom karbon 5.
2. Transpor terfasilitasi menggunakan pembawa
untuk memudahkan pemindahan suatu zat
seperti monosakarida melintasi membran turun
dari konsentasi tinggi ke konsentasi yang rendah.

Transpor glukosa, fluktosa dan galaktosa

Absorbsi lipid
Senyawa 2-monoasilgliserol, asam lemak, dan
sejumlah kecil senyawa 1-monoasilgliserol
meninggalkan fase minyak pada emulsi lipid
dan berdifusi ke dalm misel yang bercampur
serta liposom yang terdiri dari garam empedu,
fosfatidil kolin, dan kolesterol, dilapisi getah
empedu. Karena bersifat larut air, misel
memungkinkan produk pencernaan diangkut
melewati lingkungan akeosa lumen usus
menuju brush border sel mukosa tempat produk
tersebut diserap ke dalam epitel usus. Garam
empedu berlanjut mengalir ke dalam ileum,
tempat sebagian besar darinya diserap ke
dalam sirkulasi enterohepatik oleh suatu
transport aktif.

Absorbsi Protein
Protein diserap sebagai asam amino oleh usus
kemudian masuk ke dalam vena porta
Mekanisme transport asam amino serupa
dengan sistem transport glukosa
Glukosa, vitamin larut air, asam amino, mineral
diserap villi usus halus dibawa oleh
pembuluh darah
Asam lemak, gliserol, vitamin larut lemak
diserap villi usus halus pembuluh limfe
pembuluh darah

Kelainan / Gangguan
Sistem Pencernaan
Parotitis (gondong), kelenjar ludah bengkak
Xerotosmia, produksi saliva turun/mulut kering
Tukak Lambung, luka bagian dalam lambung
Appendiksitis/ infeksi usus buntu
Diare, infeksi bakteri/protozoa pada usus besar
Kelainan pada absorbsi lipid : Kiluria, Kilotoraks,
Defisiensi kolipase
Batu empedu
Intoleransi laktosa, Defisiensi gizi
Konstipasi/sembelit, akibat penyerapan air yang
kurang

TERIMA KASIH

Enzim merupakan zat yang dibutuhkan untuk


membantu kelangsungan reaksi kimia.
Tanpanya, vitamin, mineral, dan hormon tidak
dapat berfungsi dan proses penyerapan nutrisi
tidak dapat terjadi. Karena itu enzim adalah zat
yang bertanggung jawab terhadap kesehatan
dan proses metabolisme di dalam tubuh.
Tubuh kita memerlukan enzim untuk terus
dapat bertahan hidup, melakukan aktivitas, dan
melawan serangan penyakit.

Ada dua golongan utama enzim pada tubuh kita.


Pertama, Enzim Pencernaan (Digestive Enzymes).
Enzim pencernaan terdapat di sepanjang saluran
pencernaan, yaitu di kelenjar air liur, usus halus, usus
besar, lambung, dan pankreas. Jika diibaratkan mereka
seperti Pasukan Khusus yang beroperasi untuk
mempermudah kerja enzim metabolisme.
Kedua, adalah Enzim Metabolisme (Metabolic
Enzymes). Enzim ini terdapat di seluruh tubuh yang
bertanggung jawab untuk menyusun, memperbaiki dan
membentuk kembali sel sel dan proses kimiawi di dalam
tubuh, seperti siklus menstruasi dan kekebalan tubuh.

Fungsi saliva (air liur)


Air liur memulai proses pencernaan karbohidrat di mulut melalui
kerja amilase liur, suatu enzim yang memecah polisakarida menjadi
disakarida.
Air liur mempermudah proses menelan dengan membasahi partikelpartikel makanan, sehingga mereka saling menyatu serta
menghasilkan pelumasan karena adanya mukus yang kental dan
licin
Air liur memiliki efek antibakteri melalui efek ganda, pertama oleh
lisozim suatu enzim yang melisiskan atau menghancurkan bakteri
tertentu kedua dengan membilas bahan makanan yang mungkin
digunakan oleh bakteri.
Air liur berfungsi sebagai pelarut untuk molekul-molekul yang
merangsang papil pengecap, sehingga kita dapat merasakan rasa
makanan.
Air liur membantu kita dalam berbicara dengan membasahi lidah dan
bibir.
Air liur berperan penting dalam higiene mulut dengan membantu
kebersihan mulut dan gigi. Karena air liur terus menerus membilas
sisa makanan yang tersisa di mulut.
Air liur memiliki senyawa penyangga bikarbonat yang menetralkan
asam di makanan dan asam yang dihasilkan oleh flora normal yang
ada di mulut, untuk mencegah karies gigi.