Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Seiring berkembangnya zaman, pola pikir manusia mengenai
gambaran tubuhnya sendiri juga semakin berubah, dimana individu cenderung
mengindikasikan bahwa seseorang yang memiliki penampilan fisik yang
bagus akan memperoleh penghargaan yang lebih dari lingkungan (Cash,
1990). Oleh karena itu banyak orang yang rela untuk merubah penampilan
atau bentuk tubuhnya agar menjadi lebih ideal.
Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna sering
merasa tidak puas, terutama mengenai penampilan fisiknya sendiri.
Bagaimana perasaan seseorang mengenai penampilan fisik inilah yang disebut
dengan gambaran tubuh (Valencia, 2008). Cash & Deagle (dalam Jones, 2002)
mendefinisikan gambaran tubuh sebagai derajat kepuasan individu terhadap
dirinya secara fisik yang mencakup ukuran, bentuk, dan penampilan umum.
Harga diri pada manusia dipengaruhi oleh pengalaman, pola asuh,
lingkungan dan status sosial ekonomi (Coopersmith dalam Burn, 1998).
Lingkungan memberi dampak besar kepada individu melalui hubungan yang
baik antara individu dengan orang tua, teman sebaya, dan lingkungan sekitar
sehingga menumbuhkan rasa aman dan nyaman dalam penerimaan sosial dan
harga dirinya (Yusuf dalam Burn, 1998). Pada masa dewasa, lingkungan
sekitar, teman sebaya, serta media massa mempunyai pengaruh yang sangat
besar bagi kehidupan seorang pria, sehingga hubungan sosial yang terjalin

antaranya semakin meningkat intensitas seorang pria untuk membandingkan


dirinya dengan apa yang dilihatnya (Kurnia, 2004).
Memiliki harga diri yang baik merupakan harapan setiap orang dan
tidak lepas dari harapan Mahasiswa karena mahasiswa adalah sebuah masa
dewasa muda yang mengharapkan gambaran body image yang baik yang
dapat

meningkatkan

harga

dirinya.

Kemampuan

mahasiswa

untuk

memperoleh gambaran tubuh idealnya tentu berbeda dari pola aktivitas


olahraga dan pola makan mereka sehari hari. Penampilan fisik merupakan
penyumbang yang kuat pada harga diri seseorang (Santrock, 1998).
STIkes Madani Yogyakarta terletak di daerah Wonosari km. 10,
Karanggayam Piyungan, Bantul adalah sebuah perguruan tinggi ilmu
kesehatan berbasis islam yang menekankan ilmu agama kepada mahasiswa
agar disamping mahasiswa professional dalam bidang kesehatan juga dapat
berdakwah kepada masyarakat sesuai dengan visi dan misi stikes madani.
STIKes Madani Yogyakarta memiliki program wajib asrama kepada semua
mahasiswa baik putra maupun putri terkecuali bagi yang telah menikah
diperbolehkan untuk tinggal diluar asrama karena stikes madani memiliki
program untuk membekali mahasiswa dengan ilmu agama islam dengan
lingkungan yang islami agar selain mahasiswa professional dibidangnya juga
dapat mengamalkan dan mengajarkan ilmu agama yang telah didapat selama
belajar di Stikes Madani kepada masyarakat kelak. Asrama stikes madani
Yogyakarta juga memfasilitasi semua yang dibutuhkan oleh mahasiswa dari

kebutuhan jasmani seperti, menyediakan makan tiga kali dalam sehari,


olahraga tenis meja, volley, bulu tangkis dan kebutuhan rohani seperti
mushola tempat ibadah mahasiswa, al-quran, buku-buku agama, kajian setiap
hari sabtu-minggu dan bulletin mingguan.
Asrama Stikes Madani Yogyakarta yang dihuni oleh 53 mahasiswa
prodi keperawatan dan farmasi dari semester awal sampai semester akhir.
Target peneliti mengambil sample dari semua mahasiswa yang sudah cukup
lama tinggal diasrama bukan dari mahasiswa baru yang tinggal diasrama
stikes madani Yogyakarta. Peneliti melakukan wawancara kepada 10 orang
mahasiswa mengenai berat badan mereka selama tinggal diasrama dan
didapatkan hasil 3 diantara mereka mengaku mengalami penambahan berat
badan karena kurangnya aktivitas olahraga yang mereka lakukan dan mereka
ingin memiliki tubuh ideal dengan melakukan diet yang bisa mengecilkan
pinggang dan perut mereka, mereka kurang percaya diri dengan bagian tubuh
yang mereka miliki karena sering diejek gendut dan buncit oleh teman teman
sekamar dan 7 diantara mereka mengalami penurunan berat badan karena
factor pola makan karena selama diasrama harus makan seadanya yang
disediakan diasrama ada juga beberapa diantara mereka yang menahan tidak
makan karena kehilangan nafsu makan. Mereka merasa khawatir dengan
turunnya berat meraka yang tidak sesuai dengan tubuh ideal yang mereka
inginkan dan mereka berkeinginan untuk melakukan program menambah

berat badan namun factor makanan tidak mendukung dan financial yang
dimiliki juga terbatas.
Dari data yang didapatkan diatas maka dapat disimpulkan bahwa
kurangnya aktivitas olahraga dan pola makan dapat mempengaruhi berat
badan dan timbul kurang puas pada bagian tubuh yang dimiliki. Dari data
diatas peneliti ingin menghubungkan antara body image dan harga diri pada
mahasiswa yang tinggal diasrama putra stikes madani Yogyakarta.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya,
maka permasalahan dalam penelitian ini adalah adakah hubungan antara
gambaran tubuh dengan harga diri.
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara body
image dengan harga diri.
2. Tujuan Khusus
a. Mengidentifikasi tentang gambaran diri.
b. Mengidenifikasi hal-hal yang berkaitan dengan harga diri.
c. Mengidentifikasi karakteristik perilaku
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Secara teoritis,

penelitian

ini

diharapkan

dapat

menambah

peembangan ilmu keperawatan jiwa yang berkaitan dengan Body Image


dan harga diri.
2. Manfaat Praktis
a. Dari penelitian ini diharapkan dapat diketahui apakah ada hubungan
antara body image dengan harga diri pada mahasiswa putra Stikes

Madani Yogyakarta, sehingga dengan demikian dapat dilakukan tindak


lanjut sebagai prevensi terhadap masalah-masalah yang akan muncul.
b. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi peneliti lain
untuk meneliti lebih lanjut mengenai hubungan body image dan harga
diri pada mahasiswa Putra Stikes Madani Yogyakarta.
c. Bagi para pembaca, khususnya masyarakat diharapkan dapat
menerima keadaan fisiknya dan dapat mengembangkannya secara
efektif sehingga nantinya tidak mengarahkan mereka pada perilakuperilaku negatif dan dapat memiliki penilaian yang baik terhadap
dirinya.

E. Keaslian Penelitian
1. Muhammad Ridha (2012), dalam penelitiannya tentang Hubungan Antara
Body Image dengan Penerimaan Diri Pada Mahasiswa Aceh di
Yogyakarta. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan antara Body
Image dengan Penerimaan Diri pada Mahasiswa Aceh yang tinggal di
Asrama Yogyakarta. Metode analisis data dengan menggunakan teknik
korelasi Product Moment dari Pearson. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara Body Image dan
Penerimaan Diri pada Mahasiswa Aceh yang berada di Asrama Provinsi
Yogyakarta.

2. Frida Ayu Vebriana (2012), dalam penelitiannya tentang Hubungan


Penerimaan Body Image dengan Kepercayaan Diri Pada Siswi Kelas X
dan XI SMK Negeri 4 Yogyakarta. Tujuan penelitian untuk mengetahui
hubungan antara penerimaan body image dengan kepercayaan diri.
Metode Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode
korelasi. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif dan
signifikan antara penerimaan body image dengan kepercayaan diri pada
siswi kelas X dan XI SMK Negeri 4 Yogyakarta.
3. Anita Puspita Sari (2011), dalam penelitiannya tentang Hubungan Antara
Citra Tubuh Terhadap Harga Diri Pada Ibu Postpartum Primipara di
Puskesmas Megangsan Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain
penelitian non eksperimental dengan pendekatan cross sectional. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara
citra tubuh dengan harga diri pada ibu postpartum primipara di Puskesmas
Mergangsan Yogyakarta.
Perbedaan antara penelitian sebelumnya dengan penelitian yang
dilakukan peneliti saat ini adalah peneliti mencari Hubungan Antara Body
Image dengan Harga Diri. Penelitian ini dilakukan di Asrama Putra
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Madani Yogyakarta. Rancangan
penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional.