Anda di halaman 1dari 37

TINEA KORPORIS ET

KRURIS
Pembimbing : Dr. H. Zulilham, Sp.KK
Oleh : Patriot Buana Vidayu Putra

PENDAHULUAN
Tinea korporis et kruris merupakan
infeksi jamur dermatofita pada kulit yang
penyakitnya disebut dermatofitosis.
Dermatofitosis ini disebabkan oleh tiga
jamur, yaitu Epidermophyton, trichopyton
dan microsporum.

Pada umumnya gambaran


dermatofitosis terdiri atas berbagai
macam ruam kulit(polimorf) berupa papul
sering eritroskuama,berbatas tegas
dengan bagian pinggir lebih aktif dan
bagian tengah sedikit tenang , disertai
rasa gatal. Akibat garukan bisa timbul
perubahan lain seperti infeksi sekunder.

DEFINISI

Tinea korporis adalah infeksi jamur


dermatofita pada kulit halus atau yang tidak
berambut (glabrous skin) seperti pada daerah
wajah,badan dan lengan.

Tinea kruris adalah infeksi jamur dermatofita


yang mengenai lipat paha, daerah genitalia,
daerah perineum, bokong dan daerah perut
bawah

ETIOLOGI

Tinea korporis penyebab terseringnya


adalah Microsporum canis, trichophyton
rubrum, trichopyton mentagrophites,tinea
tonsurans.

Tinea Kruris penyebab terseringnya


adalah epidermophyton floccosum dan
trichophyton rubrum.

PATOGENESIS

Terkena
Kontak

Perlekatan
pada
keratinosit

Menembus
diantara sel

Reaksi
peradangan

Melawan
respon imun

Peningkatan
Turn Over
keratinosit

GEJALA
KLINIS

TINEA KORPORIS

Gatal, terutama bila


berkeringat.
Lesi bulat lonjong berbatas
tegas. Lesi berada pada : kulit
halus atau yang tidak
berambut(glabrous skin)
seperti
wajah,badan,punggung dan
lengan.
Pinggir berbatas tegas dan
polisiklik.
Eritema
Skuama
Papul

TINEA KRURIS
Gatal, terutama bila
berkeringat.
Lesi bulat lonjong berbatas
tegas. Lesi berada pada :
mengenai lipatan paha,
daerah genitalia, daerah
perineum, bokong dan daerah
perut bagian bawah.
Pinggir berbatas tegas dan
polisiklik.
Eritema
Skuama
Papul

DIAGNOSIS

Berdasarkan :anamnesa, pemeriksaan klinis dan


pemeriksaan penunjang.
Anamnesa : didapatkan rasa gatal ,sangat
mengganggu dan gatal bertambah apabila
berkeringat. Kemudian karena gatal dan digaruk
maka timbul luka hingga keropeng.
gambaran klinis yang khas tampak lesi yang
berupa bercak eritematosa kecil, berskuama,
berbatas tegas dengan tepi yang aktif yang
berbentuk polisiklik dan bagian tengah lebih tenang

PEMERIKSAAN LAB
Pemeriksaan penunjang yaitu
dilakukan pemeriksaan KOH 10%.

DIAGNOSIS
BANDING

DIAGNOSA BANDING
Tinea korporis
pitriasis rosea

psoriasi

psoriasi vulgaris

intertigonosa

Tinea Kruris

Eritrasma
dermatitis

seboroik

PENATALAKSANAA
N

UMUM
Penatalaksanaan dilakukan secara umum maupun
secara khusus. Penatalaksanaan secara umum yaitu
memberikan edukasi dan saran seperti :
Menghindari Keringat yang berlebih.
Menghindari pakaian yang panas dan tidak
menyerap keringat.
Menjaga kebersihan tubuh.
Usahakan mengganti pakaian dalam sesering
mungkin sehabis mandi pagi sore.

KHUSUS
SISTEMIK

TOPIKAL
Obat topikal diberikan derivate

Pengobatan sistemik terhadap tinea

imidazole : Klotrimazol 1% krim,

korporis et kruris hanya dibeikan atas

Mikonazol 2% krim, ketokonazole


2% krim, bifonazole 1%. Bahan

indikasi tertentu.misalnya lesi yang luas,


karena pemakaian obat topikal saja
sudah cukup efektif. Obat sistemik yang

keratolitik : whittfield(asam silisilat

dipakai griseofulvin, dosis dewasa 50

3%, asam benzoate 6% dalam

mg/hari, dosis anak-anak 10

petrolatum). Obat ini dioleskan 2

-20mg/KgBB/hari selama 2-6 minggu.

kali dalam sehari sampai lesi kulit


membaik, biasanya 4 minggu.

Ketokonazole 200 mg/hari dalam 3


minggu. Itrakonazole 100 mg/hari selama
2 minggu.

PROGNOSIS

Baik. Perbaikan pada penyakit akan terjadi jika


pengobatan yang teratur dan dapat menghindari
faktor pemberat.

LAPORAN KASUS

Pasien Datang ke
poliklinik Kulit dan
kelamin RSUD. Dr.
Pirngadi Medan.
3 Juni 2013

Nama : Hasby Hernando


Umur : 19 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Suku : Batak
Agama : Islam
Pekerjaan : Mahasiswa
Kegemaran : Olahraga

Keluhan utama : Bercak hitam disertai gatal pada punggung sejak 1 bulan
yang lalu.

Riwayat penyakit : Awalnya timbul bercak merah disertai bintil dan sisik
halus dipinggir bercak pada punggung sejak 1 bulan yang lalu. Bercak dan
bintil disertai gatal. Gatal terutama saat berkeringat dan cuaca panas.
Karena gatal, OS menggaruknya sehingga bintil menjadi luka. Lamakelamaan bercak meluas. Kemudian bercak tersebut menyebar di
selangkangan kiri dan kanan disertai rasa gatal dan juga meluas.
Sebelumnya OS juga pernah mengalami hal yang sama pada daerah
selangkangan 1 tahun yang lalu tapi sembuh dengan diberikan salep yang
dibeli dari apotik. Bercak-bercak ini sudah pernah diobati OS dengan salep
antijamur. Namun, keluhan tidak kunjung hilang dan gatal semakin hebat
sehingga OS memutuskan untuk datang ke poliklinik Kulit dan kelamin RS
Pirngadi Medan.

Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak Dijumpai


Riwayat Penyakit Terdahulu : OS
mengeluhkankeluhan yang sama di lipat paha 1
tahun yang lalu dan sembuh.
Riwayat Pemakaian Obat : OS menggunakan salep
antijmur.
Ruam : primer : Plak hiperpigmentasi
Papul
Sekunder : Skuama Halus

Lokalisasi : regio lumbalis dextra et sinistra, regio


subinguinalis dextra et sinistra.

Pemeriksaan KOH 10% : Hifa(+) , Spora (+)

Diagnosa banding penyakit ini adalah Tinea


Korporis et kruris, Ptiriasis Rosea, dermatits
Seboroik.

Penatalaksanaan :
Umum :
Menjaga kebersihan tubuh
Mengurangi keringat yang berlebih
Menghindari cuaca panas
Mengurangi kelembaban
Memakai pakaian yang menyerap keringat dan
mengganti pakaian dalam sesering mungkin

Topikal :
Ketokonazole krim (Formyco)2% dioles 1x/hari.
Sistemik :
Ketokonazole 200 mg Tab(formyco) 1x1hari
Cetirizin 2HCL 10 mg Tab (OZEN) 1x1hari

DISKUSI

Diagnosis tinea korporis et kruris pada pasien ini ditegakkan


berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan
anamnesa dijumpai keluhan utama bercak hitam disertai rasa
gatal pada punggung sejak 1 bulan yang lalu. Awalnya timbul
bercak merah disertai bintil dan sisik halus dipinggir bercak pada
punggung sejak 1 bulan yang lalu. Bercak dan bintil disertai
gatal. Gatal terutama saat berkeringat dan cuaca panas. Karena
gatal, Os menggaruknya sehingga bintil tadi menjadi luka. Lama
kelamaan bercak meluas.
HAL
INI
SESUAI
DENGAN
KEPUSTAKAAN
YA N G
M E N YATA KA N
BAHWA
PA D A
TINEA
KORPORIS
K E LU H A N N YA B E R U PA R A S A G A T A L T E R U T A M A J I K A
B E R K E R I N G A T.
LESI
BULAT
ATA U
LONJONG
,
B E R BATA S T E G A S T E R D I R I ATA S E RI T E M A , S KUA M A ,
KADANG-KADANG
D IS E RTAI
VESIKEL
DAN
PA P U L
D I T E P I D A N T I N E A K R U R I S K E LU H A N B E R U PA R A S A
G AT A L YA N G H E B AT A PA B I L A B E R K E R I N G AT M U L A MULA
LESI
INI
B E R U PA
BERCAK
E RI TE MATO SA,
YA N G L A M A K E L A M A A N M E LU A S S E H I N G G A D A PAT
M E L I P U T I S K R O T U M , P U B I S , G LU T E A B A H K A N PA H A .

Lokalisasinya Regio lumbalis dextra et


sinistra, Regio subinguinalis dextra et sinistra.
H A L I N S E S UA I D E N G A N K E PU S TA KA A N
YA N G
M E N YATA KA N
B A H WA
T E M PA T
PREDILEKSI
TINEA
KORPORIS
ADALAH
PA D A
PUNGGUNG,
WA J A H , B A D A N
DAN
L E N G A N.
PREDILEKSI
TINEA
KRURIS
ADALAH
PA D A
L I PA T
PA H A ,
DAERHA
G E N I TA L I A , D A E R A H P E R I N E U M , B O KO N G
D A N D A E R A H P E R U T B AWA H

diagnosis banding dari pasien ini adalah Tinea


Kroporis et kruris , pitriasi rosea dan
Deramtitis Seboroik
H A L I N I S E S UA I D E N G A N K E PU S TA KA A N
YA N G
ME NY E B UT KA N
B A H WA
TINEA
KORPORIS
DIDIAGNOSA
BANDING
DENGAN
PITRIASIS
ROSEA,PSORIASI
V U L G A R I S, D E R M AT I T I S S E B O R O I K . T I N E A
KRURIS
D A PA T
DIDAGNOSA
BANDING
DENGAN
PSORIASI
INTERTIGONOSA,
E R I T R A S M A , D E R M AT I T I S S E B O R O I K .

Penatalaksanaan pasien ini diberikan Krim


kotekonazole, tablet kotekonazole dan
antihistamin.
HA L INI SESUAI D E NGA N
K E P U S TA K A A N

LESI DI BADAN

LESI DI LIPAT PAHA

Terimakasih