Anda di halaman 1dari 5

IDENTIFIKASI JENIS-JENIS TANAH DI INDONESIA

A. BAGAIMANA PROSES TERBENTUKNYA TANAH


Tanah adalah salah satu bagian bumi yang terdapat pada permukaan bumi dan terdiri dari massa padat, cair , dan gas.
Tanah terjadi karena adanya pelapukan batuan dan tumbuhan yang prosesnya ratusan tahun. Tanah terjadi karena
pelapukan batuan, ada tiga cara pelapukan batuan yaitu:
1. Pelapukan Mekanik
Pelapukan mekanik merupakan pelapukan yang terjadi secara mekanik atau melalui proses fisika. Pelapukan
mekanik hanya mengubah bentuk atau wujud bendanya. Dalam proses pelapukan mekanik susunan kimia batuan
tersebut tidak berubah. Hanya ukurannya saja yang berubah. Pelapukan ini dapat disebabkan oleh perubahan suhu.
2. Pelapukan Kimia
kimia mengalami perubahan kimia secara tetap maupun sementara. Pelapukan ini dapat kamu amati pada
perkaratan besi. Besi berubah warna menjadi kemerah-merahan dan menjadi rapuh.
3. Pelapukan Biologi
Pernahkah kamu melihat lumut tumbuh di permukaan batuan? Tumbuhnya lumut pada batuan mengakibatkan
batuan pecah dan menjadi hancur kemudian menjadi butiran kecil yang halus. Pelapukan biologi juga dilakukan oleh
bakteridan organism kecil yang ada didalam tanah. Jadi pelapukan biologi disebabkan oleh aktivitas makhluk hidup.
B. BAGAIMANA MENGIDENTIFIKASI JENIS-JENIS TANAH
Jadi setiap tempat mempunyai jenis tanah yang berbeda. Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan iklim, vegetasi,
jenis batuan local dan pengaruh lingkungan lainnya. Berikut adalah jenis tanah di Indonesia
1. Tanah Humus
Tanah humus adalah tanah yang sangat subur terbentuk dari lapukan daun dan batang pohon di hutan hujan
tropis yang lebat.

2. Tanah Pasir
Tanah pasir adalah tanah yang bersifat kurang baik bagi pertanian yang terbentuk dari batuan beku serta batuan
sedimen yang memiliki butir kasar dan berkerikil.

3. Tanah Alluvial
Tanah aluvial adalah tanah yang dibentuk dari lumpur sungai yang mengendap di dataran rendah yang memiliki
sifat tanah yang subur dan cocok untuk lahan pertanian.

4. Tanah Podzolit
Tanah podzolit adalah tanah subur yang umumnya berada di pegunungan dengan curah hujan yang tinggi dan
bersuhu rendah / dingin.

5. Tanah Vulkanik
Tanah vulkanis adalah tanah yang terbentuk dari lapukan materi letusan gunung berapi yang subur mengandung
zat hara yang tinggi. Jenis tanah vulkanik dapat dijumpai di sekitar lereng gunung berapi.

6. Tanah Laterit
Tanah laterit adalah tanah tidak subur yang tadinya subur dan kaya akan unsur hara, namun unsur hara tersebut
hilang karena larut dibawa oleh air hujan yang tinggi. Contoh : Kalimantan Barat dan Lampung.

7. Tanah Mediteran
Tanah mediteran adalah tanah sifatnya tidak subur yang terbentuk dari pelapukan batuan yang kapur. Contoh :
Nusa Tenggara, Maluku, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

8. Tanah Gambut
Tanah organosol adalah jenis tanah yang kurang subur untuk bercocok tanam yang merupakan hasil bentukan
pelapukan tumbuhan rawa. Contoh : rawa Kalimantan, Papua dan Sumatera.

Fungsi Tanah

Untuk produksi biomassa yaitu tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran.


Sebagai habitat biologi dan konservasi genetik
Sebagai sumber daya energi
Sebagai sumber keindahan

Tekstur Susunan Tanah


Tekstur kasar misalnya pasir
Tekstur agak kasar misalnya lempung berpasir
Tekstur halus misalnya tanah liat berdebu

Bagian-Bagian Lapisan Tanah


Lapisan atas
Lapisan yang bet=rasal dari batu batuan dan sisa makhluk hidup yang telah mati dan mengalami
pelapukan,tanahnya paling subur dan bisa dimanfaatkan untuk pertanian
Lapisan tengah
Berasal dari bebatuan yang proses pelapukannya mengalami pengikisan oleh air sehingga bahan lapisan itu
mengendap karena kandungan airnya banyak maka tanah dilapisan tengah ini sangat liat dan dikenal dengan tanah
liat.
Lapisan bawah
Lapisan tanah yang terdiri dari bongkahan batu dan bebatuan yang telah melapuk sehingga pada lapisan bawah ini
ada dua jenis bahan pembentuk yaitu batuan yang belum melapuk dan yang sudah melapuk.

Gambar Lapisan Tanah