Anda di halaman 1dari 75

MODUL AJAR

ARSITEKTUR KOMPUTER

Jurusan Teknik Elektro


Politeknik Negeri Malang

Disusun :
M. NANAK ZAKARIA, ST MT
Nip. 197106111999031004

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


POLITEKNIK NEGERI MALANG
2013

LEMBAR PENGESAHAN
Judul Buku Ajar/Job Sheet

: Arsitektur Komputer

Mata Kuliah

: Arsitektur Komputer

Kode Mata Kuliah

: RTT 116

Untuk Mahasiswa

: Prodi Teknik Telekomunikasi

Semester

: I ( Satu )

Alokasi waktu

: 4 Jam.

Jumlah SKS

: 2 SKS.

Nama Penulis

: M. Nanak Zakaria, ST, MT

NIP.

: 197106111999031004

Pangkat/ Golongan

: Penata / III d

Jabatan

: Lektor

Instansi

: Jurusan Teknik Elekro Politeknik Negeri Malang

Malang,

September 2013

Menyetujui,
Ketua Prog Studi T. Telekomunikasi,

Penulis,

M. Junus, ST, MT
NIP. 197206191999031002

M. Nanak Zakaria, ST, MT


NIP. 197106111999031004
Mengetahui,
Ketua Jurusan Teknik Elektro

Supriatna Adhisuwignjo, ST, MT


NIP. 197101081999031001

Modul Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria Polinema

hal 2

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat yang tak terhitung
banyaknya. Sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada teladan kita Rosulullah Muhammad SAW
beserta keluarga, sahabat dan umatnya yang senantiasa mengikuti jalan beliau hingga akhir jaman.

Buku Ajar ini disusun sebagai salah satu syarat panduan untuk mahasiswa Program Studi Teknik
Telekomunikasi Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Malang. Dengan berhasil diselesaikannya buku
ini, maka penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
1.

Bapak Ir. Tundung Subali Padma, MT, sebagai Direktur Politeknik Negeri Malang.

2.

Bapak Ir. Supriatna Adhisuwignjo, ST, MT, sebagai Ketua Jurusan Teknik Elektro.

3.

Bapak M. Junus, ST, MT sebagai Ketua Program Studi Teknik Telekomunikasi.

4.

Semua pihak yang telah banyak membantu dalam penyelesaian buku ajar ini.

Penyusun menyadari bahwa buku panduan ini masih jauh dari sempurna, maka saya sangat
mengharapkan kritik dan saran demi kemajuan dan pengembangan lebih lanjut. Namun di tengah
ketidaksempurnaan itu penyusun masih berharap semoga buku ajar ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.
Amien Ya Robbal Alamien.

Malang,

September 2013

Penulis

Modul Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria Polinema

hal 3

DAFTAR ISI
Halaman

HALAMAN JUDUL ................................................................................... i


LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................... ii
KATA PENGANTAR .................................................................................. iii
DAFTAR ISI ................................................................................................ iv

BAB I : PERKEMBANGAN HARDWARE KOMPUTER


1.1 Definisi Komputer ................................................................ 6
1.2 Sistem Komputer .................................................................. 7
1.3 Struktur dan Fungsi Komputer ............................................. 3
1.4 Input Device ......................................................................... 4
1.5 Output Device ...................................................................... 9
1.6 CPU ...................................................................................... 10
1.7 Memori ................................................................................ 13
1.8 Bus ........................................................................................ 15
1.9 Pemrosesan Instruksi ............................................................ 16
1.10 Media Penyimpan Eksternal ................................................ 16

BAB II : MATEMATIKA BINER


2.1 Dasar Sistem Bilangan ......................................................... 22
2.2 Mengenal Konsep Bilangan Biner dan Desimal .................. 22
2.3 Mengubah Angka Biner ke Desimal .................................... 23
2.4 Mengubah Angka Desimal ke Biner .................................... 24
2.5 Perhitungan Biner ................................................................. 25
2.6 Komplemen .......................................................................... 28
2.7 Sistem Oktal dan Heksa Desimal ....................................... 29

BAB III : LOGIKA ARITMATIKA PADA SISTEM BINER


3.1 Pembagian ............................................................................ 31
Modul Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria Polinema

hal 4

3.4 Perkalian ............................................................................... 36

BAB IV : MINIMUM SISTEM KOMPUTER


4.1 Mikroprosesor ...................................................................... 39
4.2 Minimum Sistem Komputer ................................................. 42
4.3 Sistem Motherboard Komputer ............................................ 43
4.4 ROM BIOS .......................................................................... 46
4.5 Memory ................................................................................ 46
4.6 Slot Ekspansion .................................................................... 48
4.7 Sistem Bus ............................................................................ 51

BAB V : SISTEM OPERASI BUS


5.1 Siklus Bus Yang Dikendalikan Prosesor .............................. 53
5.2 Siklus Bus DMA .................................................................. 54

BAB VI : PROGRAMMABLE PERIPHERAL INTERFACE 8255


6.1 Mode 0 .................................................................................. 60
6.2 Mode 1 .................................................................................. 63
6.3 Mode 2 .................................................................................. 64

Modul Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria Polinema

hal 5

BAB I
PERKEMBANGAN HARDWARE KOMPUTER

MATERI
1. Definisi Komputer
2. Sistem Komputer
3. Struktur dan fungsi komputer
4. Input Device
5. Output Device
6. CPU (Central Processing Unit)
7. Memory
8. Sistem Bus
9. Pemrosesan Instruksi
STANDAR KOMPETENSI
Mengerti sejarah perkembangan hardware komputer
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Mahasiswa mengerti konsep struktur dan fungsi komputer

Seluruh aspek kehidupan manusia saat ini tidak dapat dilepaskan dari
teknologi, khususnya teknologi komputer. Dapat dilihat bahwa untuk menuliskan suatu
dokumen, orang cenderung sudah meninggalkan mesin ketik manual dan sudah
digantikan perannya oleh komputer. Kasir di suatu pertokoan besar (supermarket) sudah
menggunakan peralatan otomatis berupa komputer yang didisain khusus untuk keperluan
itu. Kumpulan lagu-lagu yang sebelumnya hanya dapat didengarkan melalui media kaset
atau piringan hitam, saat ini sudah mulai dikemas dalam bentuk compact disk (CD) yang
dapat didengarkan dengan menggunakan komputer multimedia. Belum lagi
perkembangan teknologi komputer di bidang kesehatan yang maju sangat pesat untuk
membantu diagnosa penyakit dan proses penyembuahnnya. Dan masih banyak lagi
bidang-bidang kehidupan manusia yang saat ini sudah menggunakan peralatan komputer.

1.1 Definisi Komputer


Istilah komputer mempunyai arti yang luas dan berbeda bagi setiap
orang.Istilah komputer (computer) diambil dari bahasa Latin computare yang berarti
menghitung (to compute/to reckon).
Menurut Blissmer (1985), komputer adalah suatu alat elektronik yang mampu melakukan
beberapa tugas, yaitu menerima input, memproses input sesuai dengan instruksi yang
Modul Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria Polinema

hal 6

diberikan, menyimpan perintah-perintah dan hasil pengolahannya, serta menyediakan output


dalam bentuk informasi.
Sedangkan menurut Sanders (1985), komputer adalah sistem elektronik untuk
memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya
secara otomatis menerima dan

menyimpan data input, memprosesnya, dan

menghasilkan output berdasarkan instruksi-instruksi yang telah tersimpan di dalam


memori. Dan masih banyak lagi ahli yang mencoba mendefinisikan secara berbeda tentang
komputer. Namun, pada intinya dapat disimpulkan bahwa komputer adalah suatu
peralatan elektronik yang dapat menerima input, mengolah input, memberikan
informasi, menggunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer, dapat
menyimpan program dan hasil pengolahan, serta bekerja secara otomatis.
Dari definisi tersebut terdapat tiga istilah penting, yaitu input (data), pengolahan
data, dan informasi (output). Pengolahan data dengan menggunakan komputer dikenal
dengan nama pengolahan data elektronik (PDE) atau electronic data processing (EDP).
Data adalah kumpulan kejadian yang diangkat dari suatu kenyataan (fakta), dapat berupa
angka-angka, huruf, simbol-simbol khusus, atau gabungan dari ketiganya. Data masih
belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut.
Pengolahan data merupakan suatu proses manipulasi dari data ke dalam bentuk
yang lebih berguna dan lebih berarti, yaitu berupa suatu informasi. Dengan demikian,
informasi adalah hasil dari suatu kegiatan pengolahan data yang memberikan bentuk
yang lebih bermakna dari suatu fakta. Oleh karena itu, pengolahan data elektronik
adalah proses manipulasi dari data ke dalam bentuk yang lebih bermakna berupa suatu
informasi dengan menggunakan suatu alat elektronik, yaitu komputer.

1.2. Sistem Komputer


Supaya komputer dapat digunakan untuk mengolah data, maka harus berbentuk
suatu sistem yang disebut dengan sistem komputer. Secara umum, sistem terdiri dari
elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan
suatu tujuan pokok dari sistem tersebut.
Tujuan pokok dari sistem komputer adalah mengolah data untuk menghasilkan
informasi sehingga perlu didukung oleh elemen-elemen yang terdiri dari perangkat keras
(hardware), perangkat lunak (software), dan brainware. Perangkat keras adalah peralatan
komputer itu sendiri, perangkat lunak adalah program yang berisi perintah-perintah
untuk melakukan proses tertentu, dan brainware adalah manusia yang terlibat di dalam
Modul Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria Polinema

hal 7

mengoperasikan serta mengatur sistem komputer.


Ketiga elemen komputer tersebut harus saling berhubungan dan membentuk satu
kesatuan. Perangkat keras tanpa perangkat lunak tidak akan berarti apa-apa, hanya berupa
benda mati. Kedua perangkat keras dan lunak juga tidak dapat berfungsi jika
tidak ada manusia yang mengoperasikannya.

1.3. Struktur dan Fungsi Komputer


Struktur komputer didefinisikan sebagai cara-cara dari tiap komponen saling terkait.
Struktur sebuah komputer secara sederhana, dapat digambarkan dalam diagram blok pada
Gambar 1.1.

Gambar 1.1 Struktur Komputer


Sedangkan fungsi komputer didefinisikan sebagai operasi masing-masing komponen
sebagai bagian dari struktur. Adapun fungsi dari masing-masing komponen dalam
struktur di atas adalah sebagai berikut:
1. Input Device (Alat Masukan)
Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukan
data atau perintah ke dalam komputer

2. Output Device (Alat Keluaran)


Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran
sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa hard-copy (ke kertas), softcopy (ke monitor), ataupun berupa suara.

3. I/O Ports
Bagian ini digunakan untuk menerima ataupun mengirim data ke luar sistem.
Peralatan input dan output di atas terhubung melalui port ini.

Modul Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria Polinema

hal 8

4. CPU (Central Processing Unit)


CPU merupakan otak sistem

komputer,

dan

memiliki

dua

bagian

fungsi

operasional, yaitu: ALU (Arithmetical Logical Unit) sebagai pusat pengolah data,
dan CU (Control Unit) sebagai pengontrol kerja komputer.

5. Memori
Memori terbagi menjadi dua bagian yaitu memori internal dan memori eksternal.
Memori internal berupa RAM (Random Access Memory) yang berfungsi untuk
menyimpan program yang kita olah untuk sementara waktu, dan ROM (Read Only
Memory) yaitu memori yang hanya bisa dibaca dan berguna sebagai penyedia
informasi pada saat komputer pertama kali dinyalakan.

6. Data Bus
Adalah jalur-jalur perpindahan data antar modul dalam sistem komputer. Karena
pada suatu saat tertentu masing-masing saluran hanya dapat membawa 1 bit data,
maka jumlah saluran menentukan jumlah bit yang dapat ditransfer pada suatu saat.
Lebar data bus ini menentukan kinerja sistem secara keseluruhan. Sifatnya
bidirectional, artinya CPU dapat membaca dan menerima data melalui data bus ini.
Data bus biasanya terdiri atas 8, 16, 32, atau 64 jalur paralel.

7. Address Bus
Digunakan untuk menandakan lokasi sumber ataupun tujuan pada proses transfer
data. Pada jalur ini, CPU akan mengirimkan alamat memori yang akan ditulis atau
dibaca.Address bus biasanya terdiri atas 16, 20, 24, atau 32 jalur paralel.

8. Control Bus
Control Bus digunakan untuk mengontrol penggunaan serta akses ke Data Bus dan
Address Bus. Terdiri atas 4 sampai 10 jalur paralel.

1.4. Input Device


Input device adalah alat yang digunakan untuk menerima input dari luar
sistem, dan dapat berupa signal input atau maintenance input. Di dalam sistem
komputer, signal input berupa data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer,
sedangkan maintenance input berupa program yang digunakan untuk mengolah data
Modul Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria Polinema

hal 9

yang dimasukkan. Dengan demikian, alat input selain digunakan untuk memasukkan data
juga untuk memasukkan program.
Beberapa alat input mempunyai fungsi ganda, yaitu disamping sebagai alat input
juga berfungsi sebagai alat output sekaligus. Alat yang demikian disebut sebagai
terminal. Terminal dapat dihubungkan ke sistem komputer dengan menggunakan kabel
langsung atau lewat alat komunikasi.
Terminal dapat digolongkan menjadi non intelligent terminal, smart terminal,
dan

intelligent terminal. Non intelligent terminal hanya berfungsi sebagai alat

memasukkan input dan penampil output, dan tidak bisa diprogram karena tidak
mempunyai alat pemroses. Peralatan seperti ini juga disebut sebagai dumb terminal. Smart
terminal mempunyai alat pemroses dan memori di dalamnya sehingga input yang terlanjur
dimasukkan dapat dikoreksi kembali. Walaupun demikian, terminal jenis ini tidak dapat
diprogram oleh pemakai, kecuali oleh pabrik pembuatnya. Sedangkan intelligent terminal
dapat diprogram oleh pemakai.
Peralatan yang hanya berfungsi sebagai alat input dapat digolongkan menjadi alat
input langsung dan tidak langsung. Alat input langsung yaitu input yang dimasukkan
langsung diproses oleh alat pemroses, sedangkan alat input tidak langsung melalui media
tertentu sebelum suatu input diproses oleh alat pemroses.
Alat input langsung dapat berupa papan ketik (keyboard), pointing device
(misalnya mouse, touch screen, light pen, digitizer graphics tablet), scanner (misalnya
magnetic ink character recognition, optical data reader atau optical character recognition
reader), sensor (misalnya digitizing camera), voice recognizer (misalnya microphone).
Sedangkan alat input tidak langsung misalnya keypunch yang dilakukan melalui media
punched card (kartu plong), key-to-tape yang merekam data ke media berbentuk pita (tape)
sebelum diproses oleh alat pemroses, dan key-to-disk yang merekam data ke media
magnetic disk (misalnya disket atau harddisk) sebelum diproses lebih lanjut.

Penggunaan Keyboard
Penciptaan keyboard komputer di ilhami oleh penciptaan mesin ketik yang dasar
rancangannya di buat dan di patenkan oleh Christopher Latham pada tahun 1868 dan
banyak dipasarkan pada tahun 1877 oleh Perusahaan Remington.
Keyboard komputer pertama disesuaikan dari kartu pelubang (punch

card)

dan

teknologi pengiriman tulisan jarak jauh (Teletype). Tahun 1946 komputer ENIAC
menggunakan pembaca kartu pembuat lubang (punched card reader) sebagai alat input
Modul Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria Polinema

hal 10

dan output. Bila mendengar kata keyboard maka pikiran kita tidak lepas dari adanya
sebuah komputer, karena keyboard merupakan sebuah papan yang terdiri dari
tombol-tombol

untuk mengetikkan kalimat dan simbol-simbol khusus lainnya pada

komputer. Keyboard dalam bahasa Indonesia artinya papan tombol jari atau papan tuts.
Pada keyboard terdapat tombol-tombol huruf (alphabet) A - Z, a - z, angka
(numeric) 0 - 9, tombol dan karakter khusus seperti : ` ~ @ # $ % ^ & * ( ) _ - + = < > / , . ?
: ; \ |, tombol fungsi (F1 F12),

serta

tombol-tombol

khusus

lainnya

yang

jumlah seluruhnya adalah 104 tuts. Sedangkan pada Mesin ketik jumlah tutsnya adalah 52
tuts. Bentuk keyboard umumnya persegi panjang, tetapi saat ini model keyboard sangat
variatif. Dahulu orang banyak yang menggunakan mesin ketik baik yang biasa maupun
mesin ketik listrik. Keyboard mempunyai kesamaan bentuk dan fungsi dengan mesin
ketik. Perbedaannya terletak pada hasil output atau tampilannya. Bila kita menggunakan
mesin ketik, kita tidak dapat menghapus atau membatalkan apa-apa saja yang sudah
ketikkan dan setiap satu huruf atau simbol kita ketikkan maka hasilnya langsung kita lihat
pada kertas. Tidak demikian dengan keyboard. Apa yang kita ketikkan hasil atau
keluarannya dapat kita lihat di layar monitor terlebih dahulu, kemudian kita dapat
memodifikasi atau melakukan perubahan-perubahan bentuk tulisan, kesalahan ketikan
dan yang lainnya. Keyboard dihubungkan ke komputer dengan sebuah kabel yang
terdapat pada keyboard. Ujung kabel tersebut dimasukkan ke dalam port yang terdapat
pada CPU komputer.

Penggunaan Mouse
Pada dasarnya, penunjuk (pointer) yang dikenal dengan sebutan "Mouse" dapat digerakkan
kemana saja berdasarkan arah gerakan bola kecil yang terdapat dalam mouse. Jika
kita membuka dan mengeluarkan bola kecil yang terdapat di belakang mouse, maka akan
terlihat 2 pengendali gerak di dalamnya. Kedua pengendali gerak tersebut dapat bergerak
bebas dan mengendalikan pergerakan penunjuk, yang satu searah horisontal (mendatar)
dan satu lagi vertikal (atas dan bawah).
Jika kita hanya menggerakkan pengendali horisontal maka penunjuk hanya akan
bergerak secara horisontal saja pada layar monitor komputer. Dan sebaliknya jika
penunjuk vertikal yang digerakkan, maka penunjuk (pointer) hanya bergerak secara
vertikal saja dilayar monitor. Jika keduanya kita gerakkan maka gerakan penunjuk
(pointer) akan menjadi diagonal. Jika bola kecil dimasukkan kembali, maka bola itu
akan menyentuh dan menggerakkan kedua pengendali gerak tersebut sesuai dengan arah
Modul Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria Polinema

hal 11

mouse yang kita gerakkan. Pada sebagian besar mouse terdapat tiga tombol, tetapi
umumnya hanya dua tombol yang berfungsi, yaitu tombol paling kiri dan yang paling
kanan. Pengaruh dari penekanan tombol atau yang di kenal dengan istilah Click ini
tergantung pada obyek (daerah) yang kita tunjuk. Komputer akan mengabaikan
penekanan tombol (click) bila tidak mengenai area atau obyek yang tidak penting.
Kemudian dalam penggunaan mouse juga kita kenal istilah "Drag" yang artinya
menggeser atau menarik. Apabila kita menekan tombol paling kiri tanpa melepaskannya
dan sambil menggesernya, salah satu

akibatnya

obyek

tersebut

berpindah

atau

menjadi pindah (tersalin) ke obyek lain dan terdapat kemungkinan lainnya.


Kemungkinan-kemungkinan ini tergantung pada jenis program aplikasi apa yang kita
jalankan. Mouse terhubung dengan komputer dengan sebuah kabel yang terdapat pada
mouse. Ujung kabel tersebut dimasukkan dalam port yang terdapat di CPU komputer.

Penggunaan Scanner
Scanner adalah suatu alat elektronik yang fungsinya mirip dengan mesin
fotokopi. Mesin fotocopy hasilnya dapat langsung di lihat pada kertas sedangkan
scanner hasilnya ditampilkan pada layar monitor komputer dahulu kemudian baru
dapat dirubah dan dimodifikasi sehingga tampilan dan hasilnya menjadi bagus yang
kemudian dapat disimpan sebagai file text, dokumen dan gambar.
Bentuk dan ukuran scanner bermacam-macam, ada yang besarnya seukuran
dengan kertas folio ada juga yang seukuran postcard, bahkan yang terbaru, berbentuk pena
yang baru diluncurkan oleh perusahaan WizCom Technologies Inc. Scanner berukuran
pena tersebut bisa menyimpan hingga 1.000 halaman teks cetak dan kemudian
mentransfernya ke sebuah komputer pribadi (PC). Scanner berukuran pena tersebut
dinamakan Quicklink. Pena scanner itu berukuran panjang enam inci dan beratnya sekitar
tiga ons. Scanner tersebut menurut WizCom dapat melakukan pekerjaannya secara acak
lebih cepat dari scanner yang berbentuk datar.
Data yang telah diambil dengan scanner itu, bisa dimasukkan secara langsung ke
semua aplikasi komputer yang mengenali teks ASCII. Perbedaan tiap scanner dari
berbagai merk terletak pada pemakaian teknologi dan resolusinya. Pemakaian teknologi
misalnya penggunaan tombol-tombol digital dan teknik pencahayaan.

Cara kerja Scanner :


Ketika kamu menekan tombol mouse untuk memulai Scanning, yang terjadi adalah :
Modul Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria Polinema

hal 12

1. Penekanan tombol mouse dari komputer menggerakkan pengendali kecepatan pada


mesin scanner. Mesin yang terletak dalam scanner tersebut mengendalikan proses
pengiriman ke unit
2.

scanning.

Kemudian unit scanning menempatkan proses pengiriman ke tempat atau jalur yang
sesuai untuk langsung memulai scanning.

3. Nyala lampu yang terlihat pada Scanner menandakan bahwa kegiatan scanning sudah
mulai dilakukan.
4. Setelah nyala lampu sudah tidak ada, berarti proses scan sudah selesai dan hasilnya
dapat dilihat pada layar monitor.
5. Apabila hasil atau tampilan teks / gambar ingin dirubah, kita dapat merubahnya
dengan menggunakan software-software aplikasi yang ada. Misalnya dengan
photoshop, Adobe dan lain- lain. pot scanned.

Ada dua macam perbedaan scanner dalam memeriksa gambar yang berwarna yaitu :
1. Scanner yang hanya bisa satu kali meng-scan warna dan menyimpan semua warna pada
saat itu saja.
2. Scanner yang langsung bisa tiga kali digunakan untuk menyimpan beberapa warna.
Warna-warna tersebut adalah merah, hijau dan biru.

Scaner yang disebut pertama lebih cepat dibandingkan dengan yang kedua, tetapi
menjadi kurang bagus jika digunakan untuk reproduksi warna. Kebanyakan scanner
dijalankan pada 1-bit (binary digit / angka biner), 8-bit (256 warna), dan 24 bit (lebih
dari

16 juta warna). Nah, bila kita membutuhkan hasil yang sangat baik maka

dianjurtkan menggunakan scanner dengan bit yang besar agar resolusi warna lebih banyak
dan bagus.

Digital Camera
Salah satu input device yang sedang marak belakangan ini adalah digital camera.
Dengan adanya alat ini, kita dapat lebih mudah memasukan data berupa gambar apa saja,
dengan ukuran yang relatif cukup besar, ke dalam komputer kita. Digital camera yang
beredar di pasaran saat ini ada berbagai macam jenis, mulai dari jenis camera untuk
mengambil gambar statis, sampai dengan camera yang dapat merekam gambar dinamis
seperti video.

Modul Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria Polinema

hal 13

Mic (Microphone)
Kalau camera digunakan untuk memasukkan input berupa gambar (dan suara), maka mic
digunakan hanya untuk memasukkan input berupa suara. Penggunaan mic tentu saja
memerlukan perangkat keras tambahan untuk menerima input suara tersebut yaitu
sound card, dan speaker untuk mendengarkan hasil rekaman suara.

1.5. Output Device


Output yang dihasilkan dari pemroses dapat digolongkan menjadi empat bentuk, yaitu
tulisan (huruf, angka, simbol khusus), image (dalam bentuk grafik atau gambar), suara, dan
bentuk lain yang dapat dibaca oleh mesin (machine-readable form). Tiga golongan
pertama adalah output yang dapat digunakan langsung oleh manusia, sedangkan
golongan terakhir biasanya digunakan sebagai input untuk proses selanjutnya dari
komputer.

Peralatan output dapat berupa:


Hard-copy device, yaitu alat yang digunakan untuk mencetak tulisan dan image pada
media keras seperti kertas atau film.
Soft-copy device, yaitu alat yang digunakan untuk menampilkan tulisan dan image pada
media lunak yang berupa sinyal elektronik.
Drive device atau driver, yaitu alat yang digunakan untuk merekam simbol dalam
bentuk yang hanya dapat dibaca oleh mesin pada media seperti magnetic disk atau
magnetic tape. Alat ini berfungsi ganda, sebagai alat output dan juga sebagai alat input.
Output bentuk pertama sifatnya adalah permanen dan lebih portable (dapat lepas dari
alat outputnya dan dapat dibawa ke mana-mana). Alat yang umum digunakan untuk ini
adalah printer, plotter, dan alat microfilm. Sedangkan output bentuk kedua dapat berupa
video display, flat panel, dan speaker. Dan alat output bentuk ketiga yang menggunakan
media magnetic disk adalah disk drive, dan yang menggunakan media magnetic tape
adalah tape drive.

Printer dan Plotter


Printer dan plotter adalah jenis hard-copy device, karena keluaran hasil proses
dicetak di atas kertas. Printer memiliki berbagai macam bentuk dan ukuran, serta
ketajaman hasil cetak. Ukuran kertas yang dapat digunakan pun beragam. Tetapi, untuk
mencetak di atas kertas dengan ukuran yang sangat besar, digunakanlah plotter.
Modul Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria Polinema

hal 14

Monitor
Monitor adalah salah satu jenis soft-copy device, karena keluarannya adalah
berupa signal elektronik, dalam hal ini berupa gambar yang tampil di layar monitor.
Gambar yang tampil adalah hasil pemrosesan data ataupun informasi masukan.
Monitor memiliki berbagai ukuran layar seperti layaknya sebuah televisi. Tiap merek
dan ukuran monitor memiliki tingkat resolusi yang berbeda. Resolusi ini lah yang akan
menentukan ketajaman gambar yang dapat ditampilkan pada layar monitor. Jenis-jenis
monitor saat ini sudah sangat beragam, mulai dari bentuk yang besar dengan layar
cembung, sampai dengan bentuk yang tipis dengan layar datar (flat).

Infocus
Infocus

hampir

sama

dengan

monitor. Fungsinya

adalah

untuk

menampilkan gambar/visual hasil pemrosesan data. Hanya saja, infocus memerlukan


obyek lain sebagai media penerima pancaran singnal-signal gambar yang dipancarkan.
Media penerima tersebut

sebaiknya

memiliki

permukaan datar dan berwarna putih

(terang). Biasanya yang digunakan adalah dinding putih, whiteboard, ataupun kain/layar
putih yang dibentangkan.

1.6. CPU (CENTRAL PROCESSING UNIT)


CPU merupakan tempat pemroses instruksi-instruksi program, yang pada komputer
mikro disebut dengan micro-processor (pemroses mikro). Pemroses ini berupa chip
yang terdiri dari ribuan hingga jutaan IC. Dalam dunia dagang, pemroses ini diberi
nama sesuai dengan keinginan pembuatnya dan umumnya ditambah dengan nomor seri,
misalnya dikenal pemroses Intel 80486 DX2-400 (buatan Intel dengan seri 80486 DX2-400
yang dikenal dengan komputer 486 DX2), Intel Pentium 100 (dikenal dengan komputer
Pentium I), Intel Pentium II-350, Intel Pentium III-450, Intel Celeron 333, AMD K-II, dan
sebagainya. Masing-masing produk ini mempunyai kelebihan dan kekurangan masingmasing.
CPU terdiri dari dua bagian utama yaitu unit kendali (control unit) dan unit
aritmatika dan logika (ALU). Disamping itu, CPU mempunyai beberapa alat penyimpan
yang berukuran kecil yang disebut dengan register.

CU (Control Unit) / Unit Kendali


Modul Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria Polinema

hal 15

Unit ini bertugas mengatur dan mengendalikan semua peralatan yang ada pada
sistem komputer. Unit kendali akan mengatur kapan alat input menerima data dan
kapan data diolah serta kapan ditampilkan pada alat output.

Unit

ini

juga

mengartikan instruksi-instruksi dari program komputer, membawa data dari alat input
ke memori utama, dan mengambil data dari memori utama untuk diolah. Bila ada instruksi
untuk perhitungan aritmatika atau perbandingan logika, maka unit kendali akan
mengirim instruksi tersebut ke ALU. Hasil dari pengolahan data dibawa oleh unit
kendali ke memori utama lagi untuk disimpan, dan pada saatnya akan disajikan ke
alat output. Dengan demikian tugas dari unit kendali ini adalah:
Mengatur dan mengendalikan alat-alat input dan output.
Mengambil instruksi-instruksi dari memori utama.
Mengambil data dari memori utama

(jika diperlukan) untuk diproses.

Mengirim instruksi ke ALU bila ada perhitungan aritmatika atau perbandingan


logika serta mengawasi kerja dari ALU.
Menyimpan hasil proses ke memori utama.

ALU (Arithmatic and Logic Unit)


Tugas utama dari ALU adalah melakukan semua perhitungan aritmatika
(matematika) yang terjadi sesuai dengan instruksi program. ALU melakukan semua
operasi aritmatika dengan dasar penjumlahan sehingga sirkuit elektronik yang digunakan
disebut adder.
Tugas lain dari ALU adalah melakukan keputusan dari suatu operasi logika sesuai
dengan instruksi program. Operasi logika meliputi perbandingan dua operand dengan
menggunakan operator logika tertentu, yaitu sama dengan (=), tidak sama dengan, kurang
dari (<), kurang atau sama dengan (<=), lebih besar dari (>), dan lebih besar atau sama
dengan (>=).

Register
Register merupakan alat penyimpanan kecil yang mempunyai kecepatan akses
cukup tinggi, yang digunakan untuk menyimpan data dan instruksi yang sedang diproses
sementara data dan instruksi lainnya yang menunggu giliran untuk diproses masih
disimpan di dalam memori utama. Secara analogi, register ini dapat diibaratkan sebagai
ingatan di otak bila kita melakukan pengolahan data secara manual, sehingga otak dapat
diibaratkan sebagai CPU, yang berisi ingatan-ingatan, satuan kendali yang mengatur
Modul Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria Polinema

hal 16

seluruh kegiatan tubuh dan mempunyai tempat untuk melakukan perhitungan dan
perbandingan logika. Program yang berisi kumpulan dari instruksi-instruksi dan data
diletakkan di memori utama yang diibaratkan sebagai sebuah meja. Kita mengerjakan
program tersebut dengan memproses satu per satu instruksi-instruksi yang ada di
dalamnya, dimulai dari instruksi yang pertama dan berurutan hingga yang terakhir.
Instruksi ini dibaca dan diingat (instruksi yang sedang diproses disimpan di
register).
Misalnya instruksi berbunyi HITUNG C = A + B, maka kita membutuhkan data untuk nilai
A dan B yang masih ada di meja (tersimpan di memori utama). Data ini dimaca dan masuk
ingatan kita (data yang sedang diproses disimpan di register), yaitu misalnya A bernilai 2
dan B bernilai 3. Saat ini ingatan otak kita telah tersimpan suatu instruksi, nilai A, dan nilai
B, sehingga nilai C dapat dihitung yaitu sebesar 5 (proses perhitungan ini dilakukan di
ALU). Hasil dari perhitungan ini perlu dituliskan kembali ke meja (hasil pengolahan
disimpan kembali ke memori utama). Setelah semua selesai, kemungkinan data, program,
dan hasilnya disimpan secara permanen untuk keperluan di lain hari sehingga perlu
disimpan di dalam lemari kabinet (penyimpanan sekunder).
Dengan demikian, ada tiga macam memori yang dipergunakan di dalam sistem komputer,
yaitu:
1. Register, digunakan untuk menyimpan instruksi dan data yang sedang diproses.
2.

Main memory, dipergunakan untuk menyimpan instruksi dan data yang akan
diproses dan hasil pengolahan.

3. Secondary storage, dipergunakan untuk menyimpan program dan data secara


permanen.
Ada banyak register yang terdapat pada CPU dan masing-masing sesuai dengan
fungsinya. Di bawah ini akan diberikan penjelasan secara garis besar dari masing-masing
register:
1. Instruction Register (IR) digunakan untuk menyimpan instruksi yang sedang diproses.
2. Program Counter (PC) adalah register yang digunakan untuk menyimpan alamat
lokasi dari memori utama yang berisi instruksi yang sedang diproses. Selama
pemrosesan instruksi oleh CPU, isi dari PC diubah menjadi alamat dari memori
utama yang berisi instruksi berikutnya yang mendapat giliran akan diproses,
sehingga bila pemrosesan sebuah instruksi selesai maka jejak instruksi selanjutnya
di memori utama dapat dengan mudah didapatkan.
3. General purpose register, yaitu register yang mempunyai kegunaan umum
Modul Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria Polinema

hal 17

yang berhubungan dengan data yang sedang diproses. Sebagai contoh, register
jenis ini yang digunakan untuk menampung data yang sedang diolah disebut
dengan operand register, sedang untuk menampung hasil pengolahan disebut
accumulator.
4. Memory data register (MDR) digunakan untuk menampung data atau instruksi
hasil pengiriman dari memori utama ke CPU atau menampung data yang akan
direkam ke memori utama dari hasil pengolahan oleh CPU.
5. Memory address register (MAR) digunakan untuk menampung alamat data atau
instruksi pada memori utama yang akan diambil atau yang akan diletakkan.

Sebagai tambahan dari register, beberapa CPU menggunakan suatu cache memory yang
mempunyai kecepatan sangat tinggi dengan tujuan agar kerja dari CPU lebih efisien dan
mengurangi waktu yang terbuang. Tanpa cache memory, CPU akan menunggu sampai
data atau instruksi diterima dari memori utama, atau menunggu hasil pengolahan
selesai dikirim ke memori utama baru proses selanjutnya bisa dilakukan. Padahal
proses dari memori utama lebih lambat dibanding kecepatan register sehingga akan
banyak waktu terbuang. Dengan adanya cache memory, sejumlah blok informasi pada
memori utama dipindahkan ke cache memory dan selanjutnya CPU akan selalu
berhubungan dengan cache memory.

Array Processor
Bila sejumlah besar dari perhitungan harus dilakukan, maka untuk mempercepat proses
biasanya dipergunakan unit tambahan yang disebut dengan array processor atau coprocessor. Unit ini terpisah dari unit lainnya yang dapat ditambahkan pada pemroses
utamanya. Dengan perkembangan teknologi sekarang, unit pemroses tambahan ini sudah
tidak diperlukan lagi karena pemroses mikro yang ada sudah
perhitungan

mampu menangani

dengan kemampuan dan kecepatan yang sangat tinggi. Teknologi

pemroses tambahan ini diperlukan untuk komputer-komputer mikro lama, misalnya


yang masih menggunakan pemroses utama seri 8088 hingga 80486.

1.7. MEMORI
CPU hanya dapat menyimpan data dan instruksi di register yang berukuran
kecil sehingga tidak dapat menyimpan semua informasi yang dibutuhkan untuk
keseluruhan proses program. Untuk mengatasi hal ini, maka CPU harus dilengkapi
Modul Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria Polinema

hal 18

dengan alat penyimpan yang berkapasitas lebih besar yaitu memori utama. Unit ini
dapat dibayangkan sebagai sekumpulan kotak-kotak

yang

masing-masing

dapat

menyimpan sepenggal informasi baik berupa data maupun instruksi. Tiap-tiap lokasi dari
kotak ditunjukkan oleh suatu alamat (address), yaitu berupa nomor yang menunjukkan
lokasi tertentu dari kotak memori.
Ukuran memori ditunjukkan oleh satuan byte, misalnya 1 Mb, 4 Mb, 8 Mb, atau
bahkan adayang sampai 256 Mb. Pada umumnya 1 byte memori terdiri dari 8 - 32 bit
(binary digit), yaitu banyaknya digit biner (0 atau 1) yang mampu disimpan dalam satu kotak
memori.

Random Access Memory (RAM)


Semua data dan program yang dimasukkan melalui alat input akan disimpan terlebih
dahulu di memori utama, khususnya RAM, yang dapat diakses secara acak (dapat
diisi/ditulis, diambil, atau dihapus isinya) oleh pemrogram. Struktur RAM terbagi menjadi
empat bagian utama, yaitu:
1. Input storage, digunakan untuk menampung input yang dimasukkan melalui alat
input.
2. Program storage, digunakan untuk menyimpan semua instruksi-instruksi program
yang akan diakses.
3. Working storage, digunakan untuk menyimpan data yang akan diolah dan
hasil pengolahan.
4. Output storage, digunakan untuk menampung hasil akhir dari pengolahan data yang
akan ditampilkan ke alat output.
Input yang dimasukkan melalui alat input akan ditampung terlebih dahulu di input
storage. Bila input tersebut berupa program maka akan dipindahkan ke program storage,
dan bila berbentuk data maka akan dipindahkan ke working storage. Hasil dari pengolahan
juga ditampung terlebih dahulu di working storage dan bila akan ditampilkan ke alat output
maka hasil tersebut dipindahkan ke output storage.

Read Only Memory (ROM)


Dari namanya, ROM hanya dapat dibaca sehingga pemrogram tidak bisa mengisi
sesuatu ke dalam ROM. ROM sudah diisi oleh pabrik pembuatnya berupa sistem operasi
yang terdiri dari programprogram pokok yang diperlukan oleh sistem komputer, seperti
misalnya program untuk mengatur penampilan karakter di layar, pengisian tombol kunci
Modul Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria Polinema

hal 19

papan ketik untuk keperluan kontrol tertentu, dan bootstrap program. Program bootstrap
diperlukan pada saat pertama kali sistem komputer diaktifkan. Proses mengaktifkan
komputer pertama kali ini disebut dengan booting, yang dapat berupa cold booting atau
warm booting.
Cold booting merupakan proses mengaktifkan sistem komputer pertama kali
untuk mengambil program bootstrap dari keadaan listrik komputer mati (off) menjadi
hidup (on). Sedangkan warm booting merupakan proses pengulangan pengambilan
program bootstrap pada saat komputer masih hidup dengan cara menekan tiga tombol
tombol pada papan ketik sekaligus, yaitu Ctrl, Alt, dan Del. Proses ini biasanya dilakukan
bila sistem komputer macet, daripada harus mematikan aliran listrik komputer dan
menghidupkannya kembali.
Instruksi-instruksi yang tersimpan di ROM disebut dengan microinstruction atau
firmware karena hardware dan software dijadikan satu oleh pabrik pembuatnya. Isi dari
ROM ini tidak boleh hilang atau rusak karena bila terjadi demikian, maka sistem
komputer tidak akan bisa berfungsi. Oleh karena itu, untuk mencegahnya maka
pabrik pembuatnya merancang ROM sedemikian rupa sehingga hanya bisa dibaca, tidak
dapat diubah-ubah isinya oleh orang lain. Selain itu, ROM bersifat non volatile supaya
isinya tidak hilang bila listrik komputer dimatikan.
Pada kasus yang lain memungkinkan untuk merubah isi ROM, yaitu dengan cara
memprogram kembali instruksi-instruksi yang ada di dalamnya. ROM jenis ini berbentuk
chip yang ditempatkan pada rumahnya yang mempunyai jendela di atasnya. ROM yang
dapat diprogram kembali adalah PROM (Programmable Read Only Memory), yang hanya
dapat diprogram satu kali dan selanjutnya tidak dapat diubah kembali. Jenis lain adalah
EPROM (Erasable Programmable Read Only Memory) yang dapat dihapus dengan sinar
ultraviolet serta dapat diprogram kembali berulang-ulang. Disamping itu, ada juga
EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory) yang dapat dihapus
secara elektronik dan dapat diprogram kembali.

1.8. BUS
Hubungan antara CPU dengan memori utama ataupun dengan alat-alat input/output
(I/O) dilakukan melalui suatu jalur yang disebut dengan bus. Hubungan antara CPU
dengan memori utama melalui jalur bus yang dilekatkan pada MDR, MAR, dan unit
kendali dalam CPU. Sedangkan bus yang menghubungkan CPU dengan alat-alat I/O
tidak dilekatkan langsung ke alat-alat I/O, tetapi dapat dilakukan melalui suatu alat I/O
Modul Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria Polinema

hal 20

port atau DMA controller atau I/O channel. Bus merupakan suatu sirkuit yang merupakan
jalur transportasi informasi antara dua atau alat-alat dalam sistem komputer. Bus yang
menghubungkan antara CPU dengan memori utama disebut dengan internal bus,
sedang yang menghubungkan CPU dengan alat-alat I/O disebut external bus. Di dalam
internal bus, hubungan antara CPU dengan memori utama dilakukan melalui data bus
yang dihubungkan dengan MDR, dan melalui address bus yang dihubungkan dengan
MAR, serta melalui control bus yang dihubungkan dengan control unit.

1.9. PEMROSESAN INSTRUKSI


Jika pemrogram menginginkan CPU untuk mengerjakan sesuatu, maka harus
ditulis suatu instruksi yang dapat dipahami oleh CPU. Kumpulan dari instruksi inilah yang
disebut dengan program. Program yang akan diproses dan data yang akan diolah oleh CPU
harus diletakkan terlebih dahulu di memori utama. Proses ini yang biasa kita lakukan
dengan mengetikkan nama program pada prompt DOS, atau meng-klik ikon pada sistem
operasi Windows. Instruksi-instruksi yang dapat diproses oleh CPU adalah instruksiinstruksi yang sudah dalam bentuk bahasa mesin.
Tahap pertama dari pemrosesan suatu instruksi oleh CPU disebut dengan instruction
fetch, yaitu proses CPU mengambil atau membawa instruksi dari memori utama ke
CPU. Tahap selanjutnya (kedua) disebut instruction execute, yaitu proses dari CPU untuk
mengerjakan instruksi yang sudah diambil dari memori utama dan sudah berada di IR
register. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tahap pertama disebut waktu
instruksi (instruction time), dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tahap
kedua disebut waktu eksekusi (execution time). Sedangkan total waktu yang dibutuhkan
untuk kedua tahap tersebut dinamakan waktu siklus (cycle time).
Beberapa pabrik komputer mengukur kecepatan CPU berdasarkan lamanya melakukan
satu siklus mesin yang diukur dengan satuan megahertz (MHz), dimana satu MHz
berarti dapat diselesaikan satu juta siklus per detiknya. Suatu pengukur waktu yang
disebut dengan clock akan berdetak untuk tiap-tiap siklus yang dilakukan. Misalnya
suatu pemroses 16 MHz berarti clock akan berdetak sebanyak 16 juta kali tiap detiknya.

1.10. MEDIA PENYIMPANAN (MEMORI) EKSTERNAL


Memori eksternal adalah perangkat keras untuk melakukan operasi penulisan,
pembacaan dan penyimpanan data, di luar komponen utama yang telah disebutkan di
atas. Contoh dari memori eksternal adalah floppy disk, harddisk, cd-rom, dvd.
Modul Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria Polinema

hal 21

Hampir semua memori eksternal yang banyak dipakai belakangan ini berbentuk
disk/piringan sehingga operasi data dilakukan dengan perputaran piringan tersebut. Dari
perputaran ini, dikenal satuan rotasi piringan yang disebut RPM (Rotation Per Minute).
Makin cepat perputaran, waktu akses pun semakin cepat,namu makin besar juga tekanan
terhadap piringan sehingga makin besar panas yang dihasilkan. Untuk media berkapasitas
besar dikenal beberapa sitem yang ukuran RPM nya sebagai berikut

3600 RPM

Pre-IDE

5200 RPM

IDE

5400 RPM

IDE/SCSI

7200 RPM

IDE/SCSI

10000 RPM SCSI

Setiap memori eksternal memiliki alat baca dan tulis yang disebut head (pada harddisk)
dan side (pada floppy). Tiap piringan memiliki dua sisi head/side, yaitu sisi 0 dan sisi 1.
Setiap head/side dibagi menjadi lingkaran lingkaran konsentris yang disebut track.
Kumpulan track yang sama dari seluruh head yang ada disebut cylinder. Suatu track
dibagi lagi menjadi daerah-daerah lebih kecil yang disebut sector.

Gambar 1.2 Tracks, Cylinders, Sectors

Modul Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria Polinema

hal 22

Floppy Disk
Floppy disk drive yang menjadi standar pemakaian terdiri dari 2 ukuran yaitu
5.25 dan 3.5 yang masing-masing memiliki 2 tipe kapasitas Double Density (DD) dan
High Density (HD). Floppy disk 5.25 kapasitasnya adalah 360 Kbytes (untuk DD) dan
1.2 Mbytes (untuk HD). Sedangkan floppy disk 3.5 kapasitasnya 720 Kbytes (untuk DD)
dan 1.44 Mbytes (u ntuk HD). Kapasitas yang dapat ditampung oleh floppy disk memang
cenderung

kecil,

apalagi

jika

dibandingkan

dengan kebutuhan transfer dan

penyimpanan data yang makin lama makin besar. Floppy disk hanya dapat menyimpan
file teks, karena keterbatasan kapasitas. Walaupun demikian, penulisan pada floppy
disk dapat dilakukan berulang-ulang, walaupun memakan waktu yang relatif lama.

Z IP Drive
Keterbatasan kapasitas pada floppy disk mendorong lahirnya teknologi baru
yang disebut dengan Iomega Zip Drive. Perangkat ini terdiri dari floppy drive dan
cartridge floppy khusus, yang mampu menampung samapai hampir 100MB data. Jumlah
ini jelas memungkinkan untuk menampung file multimedia dan grafik (biasanya
berukuran mega bytes), yang sebelumnya tidak dimungkinkan untuk disimpan dalam
floppy disk.

Harddisk
Harddisk memiliki komponen-komponen : piringan logan (platter), head,
rangakaian elektronik, rangkaian penguat, DSP (digital signal precessor), chip memory,
konektor, spindle, dan actuator arm motor controller. Kapasitas harddisk bermacammacam, mulai dari ukuran Mbytes sampai dengan Gbytes. Ukuran kapasitas yang sangat
besar ini sangat menguntungkan dalam hal penyimpanan data. Seperti halnya floppy disk
dan Iomega Zip drive, harddisk juga dapat menangani penulisan berulang kali dengan
kecepatan yang relatif jauh lebih cepat dibandingkan dengan floppy disk. Tapi
sayangnya, terdapat kendala
dalam segi mobilitas, karena untuk memindah-mindahkan harddisk berarti harus
membongkar CPU (harddisk tersimpan di dalam CPU). Ternyata, kendala ini telah dapat
diatasi dengan adanya konsep Removable Harddisk. Hardsik dibentuk berupa cartridge,
yang dipasang pada removable rack yang terambung pada power supplay dan kabel data
IDE Interface-nya.

Modul Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria Polinema

hal 23

CD-ROM
Mulai

tahun 1983

sistem

penyimpanan

data

di

optical

disc

mulai

diperkenalkan dengan diluncurkannya Digital Audio Compact Disc. Sejak saat itu
mulai berkembanglah teknologi penyuimpanan pada optical disc.
CD-ROM terbuat dari resin (polycarbonate) dan dilapisi permukaan yang sangat
reflektif seperti alumunium. Informasi direkam secara digital sebagai lubang-lubang
mikroskopis pada permukaan yang reflektif. Proses ini dilakukan degan menggunakan
laser yang berintensitas tinggi. Permukaan yang berlubang ini kemudian dilapisi oleh
lapisan bening. Informasi dibaca dengan menggunakan laser berintensitas rendah yang
menyinari lapisan bening tersebut sementara motor memutar disk. Intensitas laser tersebut
berubah setelah mengenai lubanglubang tersebut kemudian terefleksikan dan dideteksi
oleh fotosensor yang kemudian dikonversi menjadi data digital. Penulisan data pada CDROM hanya dapat dilakukan sekali saja. Walaupun demikian, optical disk ini memiliki
keunggulan dari segi mobilitas. Bentuknyayang kecil dan tipis memudahkannya untuk
dibawa-bawa. Kapasitas penyimpanannya pun cukup besar, yaitu 650 Mbytes. Sehingga
media ini biasanya digunakan untuk menyimpan data-data sekali tulis saja, seperti
installer, file lagu (mp3), ataupun data statik lainnya.

DVD (Digital Versatile Disc)


DVD adalah generasi lanjutan dari teknologi penyimpanan dengan menggunakan
media optical disc. DVD memiliki kapastias yang jauh lebih besar daripada CD-ROM
biasa, yaitu mencapai 9 Gbytes. Teknologi DVD ini sekarang banyak dimanfaatkan secara
luas oleh perusahaan musik dan film besar, sehingga menjadikannya sebagai produk
elektronik yang paling diminati dalam kurun waktu 3 tahun sejak diperkenalkan pertama
kali. Perkembangan teknologi DVD-ROM pun lebih cepat dibandingkan CD-ROM. 1x
DVD-ROM memungkinkan rata-rata transfer data 1.321 MB/s dengan rata-rata burst
transfer 12 MB/s.

Modul Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria Polinema

hal 24

Semakin besar cache (memori buffer) yang dimiliki DVD-ROM, semakin cepat
penyaluran data yang dapat dilakukan.
DVD menyediakan format yang dapat ditulis satu kali ataupun lebih, yang disebut
dengan Recordable DVD, dan memiliki 6 macam versi, yaitu :

DVD-R for General, hanya sekali penulisan

DVD-R for Authoring, hanya sekali penulisan

DVD-RAM, dapat ditulis berulang kali

DVD-RW, dapat ditulis berulang kali

DVD+RW, dapat ditulis berulang kali

DVD+R, hanya sekali penulisan

Setiap versi DVD recorder dapat membaca DVD-ROM disc, tetapi memerlukan
jenis disc yang berbeda untuk melakukan pembacaan. Kompatibilatas antara jenis
recorder dengan jenis disc dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Modul Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria Polinema

hal 25

Modul Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria Polinema

hal 26

BAB II
MATEMATIKA BINER

MATERI
1. Dasar Sistem Bilangan
2. Mengenal konsep Bilangan
3. Konversi sistem bilangan
4. Perhitungan sistem Biner
5. Sistem Komplemen
STANDAR KOMPETENSI
Mengerti tentang matematika biner
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Mahasiswa mengerti konsep perhitungan matematika biner
2.1. Dasar Sistem Bilangan
Pada system bilangan desimal, anda pasti akan sangat mudah menandai

dan

menghitung, karena memang hal ini berkenaan dengan perhitungan sehari-hari. Penulis tidak
menklaim bahwa perhitungan biner itu susah, akan tetapi lebih terutama karena faktor kebiasaan
saja. Sebagai contoh dari bilangan desimal, untuk angka 157:
157 (10) = (1 x 100) + (5 x 10) + (7 x 1)
Akan dijelaskan pula proses penjumlahan, pengurangan, dan perkalian bilangan biner.

2.2. Mengenal Konsep Bilangan Biner dan Desimal


Perbedaan mendasar dari metoda biner dan desimal adalah berkenaan dengan basis. Jika
desimal berbasis 10 (X10) berpangkatkan 10x, maka untuk bilangan biner berbasiskan 2 (X2)
menggunakan perpangkatan 2 x. Sederhananya anda perhatikan contoh di bawah ini!
Untuk Desimal:
14(10) = (1 x 101) + (4 x 100)
= 10 + 4
= 14
Untuk Biner:
1110(2)

= (1 x 23) + (1 x 22) + (1 x 21) + (0 x 20)


=8+4+2+0
= 14

Diharapkan pada sub bagian ini anda benar-benar memahami bagaimana konsep pengubahan
Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 27

dari biner ke desimal sehingga nantinya anda tidak akan mengalami kesulitan pada
materi

selanjutnya

yaitu

pada

proses

penambahan,

pengurangan,

maupun

perkalian.
Bentuk umum dari bilangan biner dan bilangan desimal adalah :

Sekarang kita balik lagi ke contoh soal di atas! Darimana kita dapatkan angka desimal 14(10)
menjadi angka biner 1110(2)? Mari kita lihat lagi pada bentuk umumnya!

Pertama sekali, kita jumlahkan angka pada desimal sehingga menjadi


14. anda lihat angka-angka yang menghasilkan angka 14 adalah 8, 4, dan 2!
Untuk angka-angka yang membentuk angka 14 (lihat angka yang diarsir), diberi sign biner
1, sebaliknya diberi sign 0.
Sehingga

kalau

dibaca

dari

kanan,

angka

desimal

14

akan

menjadi

00001110 (terkadang dibaca 1110) pada angka biner nya.

2.3. Mengubah Angka Biner ke Desimal


Perhatikan contoh!
1. 11001101(2)

Note:
Angka desimal 205 didapat dari penjumlahan angka yang di arsir (128+64+8+4+1)
Setiap biner yang bertanda 1 akan dihitung, sementara biner yang bertanda 0 tidak
dihitung, alias 0 juga.
2. 00111100(2)
Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 28

3. 11111111(2)

4.11000000(2)

2.4. Mengubah Angka Desimal ke Biner


Untuk mengubah angka desimal menjadi angka biner digunakan metode pembagian
dengan angka 2 sambil memperhatikan sisanya.
1. 205(10)
205 : 2

= 102 sisa 1

102 : 2

= 51 sisa 0

51 : 2

= 25 sisa 1

25 : 2

= 12 sisa 1

12 : 2

= 6 sisa 0

:2

= 3 sisa 0

:2

= 1 sisa 1

1 sebagai sisa akhir 1


Note:
Untuk menuliskan notasi binernya, pembacaan dilakukan dari bawah yang berarti
11001101(2)
2. 60(10)
Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 29

60 : 2

= 30 sisa 0

30 : 2

= 15 sisa 0

15 : 2

= 7 sisa 1

:2

= 3 sisa 1

:2

= 1 sisa 1

1 sebagai sisa akhir 1


Note:
Dibaca dari bawah menjadi 111100(2) atau lazimnya dituliskan dengan 00111100(2).
Ingat bentuk umumnnya mengacu untuk 8 digit! Kalau 111100 (ini 6 digit) menjadi
00111100 (ini sudah 8 digit).
3. 14(10)
14 : 2

= 7 sisa 0

:2

= 3 sisa 1

:2

= 1 sisa 1

1 sebagai sisa akhir 1


Note:
Dibaca dari bawah 1110(2) atau dituliskan 00001110(2) dengan 8 digit.

2.5. Perhitungan Biner


Pada bagian ini kita akan membahas penjumlahan dan pengurangan biner. Perkalian
biner adalah pengulangan dari penjumlahan; dan kita juga akan membahas pengurangan biner
berdasarkan ide atau gagasan komplemen.

2.5.1. Penjumlahan Biner


Penjumlahan biner tidak begitu beda jauh dengan penjumlahan desimal. Perhatikan contoh
penjumlahan desimal antara 167 dan 235!

Seperti bilangan desimal, bilangan biner juga dijumlahkan dengan cara yang sama. Pertama-tama
yang harus dicermati adalah aturan pasangan digit biner berikut:
0+0=0
Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 30

0+1=1
1 + 1 = 0 dan menyimpan 1
sebagai

catatan

bahwa

jumlah

dua

yang

terakhir

adalah

1 + 1 + 1 = 1 dengan menyimpan 1
Dengan hanya menggunakan penjumlahan-penjumlahan di atas, kita dapat melakukan
penjumlahan biner seperti ditunjukkan di bawah ini:

Untuk

memudahkan, angka desimalnya juga penulis sertakan, walaupun sekarang tanpa

disertai angka desimal tersebut.


Menghitung penjumlahan biner yang terdiri dari 5 bilangan!
11101

bilangan 1)

10110

bilangan 2)

1100

bilangan 3)

11011

bilangan 4)

1001
bilangan 5)
-------- +
untuk menjumlahkannya, kita hitung berdasarkan aturan yang berlaku, dan untuk lebih
mudahnya perhitungan dilakukan bertahap!

2.5.2. Pengurangan Biner


Untuk memahami konsep pengurangan biner, kita harus mengingat kembali
perhitungan desimal (angka biasa), kita mengurangkan digit desimal dengan digit desimal yang
lebih kecil. Jika digit desimal yang dikurangkan lebih kecil daripada digit desimal yang
akan dikurangi, maka terjadi konsep peminjaman. Digit tersebut akan meminjam 1 dari
Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 31

digit sebeleh kirinya.


Pengurangan biner dapat dilaksanakan dengan cara yang sama. Tapi untuk menghindarkan
kebingungan silahkan lihat Bentuk Umum pengurangan berikut:
0-0=0
1-0=1
1-1=0
0 - 1 = 1 dengan meminjam 1 dari digit disebelah kirinya!
Untuk pengurangan biner dapat dilakukan dengan cara yang sama. Coba perhatikan bentuk
pengurangan berikut:

Pada contoh di atas tidak terjadi konsep peminjaman. Perhatikan contoh berikut!

Pada soal yang kedua ini kita pinjam 1 dari kolom 3, karena ada selisih 0-1 pada kolom ke-2.
Hitung desimal 800046 - 397261!

7999
800046
3972 61 4027 05
Perhatikan bahwa kita meminjam 1 dari kolom keenam untuk kolom kedua, karena kolom
ketiga, keempat dan kolom kelima adalah nol. Setelah meminjam, kolom ketiga, keempat, dan
kelima menjadi: 10 - 9 = 1
Hal ini juga berlaku dalam pengurangan biner, kecuali bahwa setelah meminjam kolom
nol akan mengandung: 10 - 1 = 1
Sebagai contoh pengurangan bilangan biner 110001-1010 akan diperoleh hasil sebagai berikut:
110001
10 10 1001 11

Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 32

2.6. Komplemen
Salah satu metoda yang dipergunakan dalam pengurangan pada komputer yang
ditransformasikan menjadi penjumlahan dengan menggunakan minusradiks-komplemen satu
atau komplemen radiks. Pertama-tama marilah kita bahas komplemen di dalam sistem desimal,
dimana komplemen-komplemen tersebut secara berurutan disebut dengan komplemen
sembilan dan komplemen sepuluh (komplemen di dalam system biner disebut dengan
komplemen satu dan komplemen dua). Sekarang yang paling penting adalah menanamkan
prinsip ini:
Komplemen sembilan dari bilangan desimal diperoleh dengan mengurangkan masingmasing digit desimal tersebut ke bilangan 9, sedangkan komplemen sepuluh adalah komplemen
sembilan ditambah 1
Lihat contoh nyatanya!
Bilangan Desimal

123

651

914

Komplemen Sembilan

876

348

085

Komplemen Sepuluh

877

349

086

ditambah dengan 1!

Perhatikan hubungan diantara bilangan dan komplemennya adalah simetris. Jadi, dengan
memperhatikan contoh di atas, komplemen 9 dari 123 adalah 876

dengan

sederhana

menjadikan jumlahnya = 9 (1+8=9, 2+7=9, 3+6=9)! Sementara komplemen 10 didapat dengan


menambahkan 1 pada komplemen 9, berarti 876+1=877!
Pengurangan desimal dapat dilaksanakan dengan penjumlahan komplemen sembilan plus
satu, atau penjumlahan dari komplemen sepuluh!

893
893
321
678 (komp. 9)
---- ---- +
572
1571
1
---- +
572 angka 1 dihilangkan!

893
679 (komp. 10)
---- +
1572

Analogi yang bisa diambil dari perhitungan komplemen di atas adalah, komplemen satu
dari bilangan biner diperoleh dengan jalan mengurangkan masing-masing digit biner tersebut
ke bilangan 1, atau dengan bahasa sederhananya mengubah masing-masing 0 menjadi 1
atau sebaliknya mengubah masing-masing 1 menjadi 0. Sedangkan komplemen dua adalah satu
plus satu.
Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 33

Bilangan Biner

110011

101010

011100

Komplemen Satu

001100

010101

100011

Komplemen Dua

001101

010110

100100

dapat

dijelaskan dengan

Pengurangan biner 110001 - 1010

Alasan

teoritis

mengapa

cara

komplemen

ini

dilakukan,

memperhatikan sebuah speedometer mobil/motor dengan empat digit sedang membaca nol!

Jika sekarang kita tambahkan -1 pada pembacaan tersebut; yakni jika speedometer kita
putar kembali 1 mil, maka pembacaan akan berubah menjadi!

2.7. Sistem Oktal dan Heksa Desimal


Bilangan

oktal

adalah

bilangan

dasar

delapan,

sedangkan

bilangan

heksadesimal atau sering disingkat menjadi heksa ini adalah bilangan berbasis enam belas.
Karena oktal dan heksa ini merupakan pangkat dari dua, maka mereka memiliki hubungan
yang sangat erat.
Untuk menepis kebingungan, silahkan dipelajari contoh-contoh yang diberikan!
1. Ubahlah bilangan oktal 63058 menjadi bilangan biner!

2. Ubahlah bilangan heksa 5D9316 menjadi bilangan biner!

Note:
Jadi bilangan biner untuk heks 5D9316 adalah 0101110110010011
3. Ubahlah bilangan biner 1010100001101 menjadi bilangan oktal!
Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 34

Note:
Kelompokkan bilangan biner yang bersangkutan menjadi 3-bit mulai dari
kanan!
4. Ubahlah bilangan biner 101101011011001011 menjadi bilangan heksa!

Tabel 2.1 Digit Oktal

Tabel 2.2 Digit Heksadesimal

Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 35

BAB III
LOGIKA ARITMATIKA PADA SISTEM BINER

MATERI
1. Dasar Pembagian
2. Dasar Perkalian
STANDAR KOMPETENSI
Mengerti tentang logika aritmatika pada sistem biner
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Mahasiswa mengerti konsep perhitungan pembagian dan perkalian pada matematika biner

3.1. Pembagian
Proses pembagian pada sistem biner menggunakan proses pembagian berekor yaitu sebagai
berikut:
- Kurangi bilangan yang dibagi dengan kelipatan pembagi yang berbobot tertinggi
- Jumlah kelipatan x bobot yang merupakan hasil bagin dijumlahkan dengan hasil bagin-1
- Bila sisa bagi (bilangan yang dibagi - kelipatan pembagi berbobot tertinggi) >=
pembagi, lakukan step 1 dan 2 hingga diperoleh kelipatan pembagi berbobot tertinggi <
pembagi
- Hasil Bagi dan sisa bagi telah ditemukan. Perbedaan antara proses desimal dengan biner
adalah bobot bilangannya, bila pada proses desimal bobot bilangan adalah merupakan
kepangkatan dari 10, maka pada proses biner, bobot bilangan adalah merupakan
kepangkatan dari 2.
Pada proses pembagian di atas terdapat dua buah proses yaitu
- Pengurangan terhadap kelipatan pembagi berbobot tertinggi
- Penjumlahan hasil bagi dengan hasil bagi sebelumnya setiap kali terjadi pengurangan
dengan terhadap kelipatan pembagi berbobot tertinggi terjadi.

Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 36

Gambar 3.1 Pembagian

Pengurangan terhadap kelipatan pembagi berbobot tertinggi


Kelipatan pembagi berbobot tertinggi adalah sebagai berikut:
- Pada bilangan yang akan dibagi 40 atau 28H atau 0010 1000 biner dengan
pembagi 0011 biner maka kelipatan pembagi
- Apabila sebuah pointer digeser satu per satu dari bagian MSB ke kanan, maka akan
ditemukan sebuah bilangan yang >= pembagi saat pointer menunjuk bit ke 3 yaitu
00101 biner yang merupakan bilangan terhitung dari MSB hingga bit 3.

- Bilangan biner 0101 dapat dikurangi dengan bilangan pembagi sebanyak sekali, oleh
karena itu kelipatan pembagi adalah 1 x pembagi atau 0011.
- Di belakang bit ketiga masih ada 3 buah bit lagi yaitu bit 2, bit 1 dan bit 0 oleh karena
Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 37

itu bobot dari bilangan adalah kepangkatan 3 dari dasar bilangan atau 23
- Di sini telah ditemukan bahwa kelipatan pembagi berbobot tertinggi untuk bilangan 0010
1000

biner

dengan

pembagi

0011

biner

adalah

0011

1000

= 0011000 atau 3 x 23 = 24

Untuk melakukan proses pengurangan antara bilangan yang dibagi dengan kelipatan
pembagi berbobot tertinggi pada mikrokontroler, maka hal ini dapat dilakukan
dengan:
- Menggeser ke kiri bilangan yang dibagi ke suatu memori tertentu yang selanjutnya
digunakan untuk menyimpan sisa bagi sebanyak 8 kali bila bilangan yang diproses hanya
menempati area 8 bit.
- Mengurangi isi memori sisa bagi dengan bilangan pembagi saat ditemukan isi memori sisa
bagi >= bilangan pembagi
- Isi memori sisa bagi adalah merupakan pengurangan dari bilangan yang dibagi dengan
kelipatan pembagi berbobot tertinggi
- Contoh:

Gambar 3.2
Proses pengurangan yang terjadi pada sistem pembagian berekor
Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 38

- Pada proses di
bilangan

atas,

pembagi

tanpa

melakukan

maka,

proses

bila

setelah

(0011)

yang

pertama

pengurangan

ini

sudah

ditemukan

dengan

isi

kali

sisa

pergeseran

pembagi

merupakan

memori

pada

pengurangan

bagi >=

terus

dilakukan

step-step

berikutnya

bilangan

yang

dibagi

dengan kelipatan pembagi berbobot tertinggi, hal ini disebabkan karena:


i. Pada saat isi memori sisa bagi dikurangi dengan pembagi maka proses pengurangan
antara bilangan yang dibagi dengan kelipatan pembagi telah dilakukan.
ii. Pergeseran yang dilakukan pada step-step berikutnya adalah merupakan perkalian
hasil pada step i dengan bobot tertinggi yaitu dalam contoh di atas adalah 23
- Namun

pada

kelipatan
dari

sistem

pembagi

pembagian

bilangan

<

pembagi,

dengan kelipatan
dengan

pembagian

berekor,

berbobot

tertinggi

bilangan

pembagi. Saat

maka

Sisa

proses

terus

Pembagian

diulang
sisa

tersebut

pembagi berbobot tertinggi.

melakukan

pengurangan

terhadap

dari

Hal
bilangan

pengurangan
hingga

ditemukan

pembagian
harus
ini

terhadap

masih

selalu
dapat

pembagi

sisa
>=

dikurangi
dilakukan

setiap

kali

ditemukan isi memori sisa bagi >= bilangan pembagi.


- Seperti

yang

tampak

pada

contoh

di

atas,

proses

pengurangan

pada

memori sisa bagi juga berlangsung pada step 6 dan step 8. Pada step-step
tersebut

isi

memori

sisa

bagi

dikurangi

dengan

kelipatan

pembagi

berbobot

tertinggi saat itu. Contohnya pada step 6, isi memori sisa bagi dikurangi
dengan 0011 x 0100 atau 3 x 22 di mana 3 adalah kelipatan pembagi dan 22
adalah

bobot

tertinggi

dari

kelipatan

pembagi

yang

diperoleh

dengan

sisa

bagi yang ada saat itu.


Penjumlahan

hasil

bagi

dengan

hasil

bagi

sebelumnya

setiap

kali

terjadi

pengurangan dengan terhadap kelipatan pembagi berbobot tertinggi terjadi. Dalam


mikrokontroler, hal ini dapat dilakukan dengan:
- Menggeser ke kiri isi memori hasil bagi sebanyak 8 x bila bilangan yang diproses hanya
menempati area 8 bit.
- Menambah satu (increment) memori hasil bagi setiap kali ditemukan isi memori sisa bagi
>= bilangan pembagi.
Seperti yang terlihat pada gambar 3.1, proses pengurangan sisa bagi (karena memori sisa
bagi >= bilangan pembagi) terjadi pada step 5, step 6 dan step 8, maka hanya pada stepstep tersebut saja
Modul - Arsitektur Komputer

terjadi increment dan pergeseran ke kiri sedangkan pada step 7 hanya


M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 39

dilakukan pergeseran ke kiri seperti pada gambar 3.3.

Gambar 3.3 Penjumlahan Hasil Bagi


Pada step 1 hingga 4 sebetulnya juga terdapat proses pergeseran ke kiri, namun pada saat itu isi
memori hasil bagi hanyalah 0000 0000 saja sehingga proses pergeseran tidak mengubah isi
memori tersebut.
Pada step 5 terlihat terdapat penambahan angka 1 dan selanjutnya angka tersebut terus bergeser ke
kiri sebanyak 3x hingga akhir step, hal ini ekivalen dengan penambahan 1 x 1000 atau 1 x 23

Pada step 6 terlihat terdapat penambahan angka 1 dan selanjutnya angka tersebut terus bergeser ke
kiri sebanyak 2x hingga akhir step, hal ini ekivalen dengan penambahan 1 x 100 atau 1 x 22
Pada step 5 terlihat terdapat penambahan angka 1 dan selanjutnya angka tersebut terus bergeser ke
kiri sebanyak 0x atau tidak bergeser hingga akhir step, hal ini ekivalen dengan penambahan 1 x
1 atau 1 x 20

Maka total penjumlahan hasil bagi adalah 1 x 1000 + 1 x 100 + 1 x 1 = 1101 biner

Alur Program dalam Mikrokontroler

Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 40

Gambar 3.4. Alur Program Pembagian


3.2. Perkalian
Proses perkalian dilakukan dengan menggunakan mengalikan bilangan yang akan dikali
dengan masing-masing bobot dari pengali.

Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 41

Gambar 3.5. Proses Perkalian

Pada gambar di atas tampak sebuah pointer pada bilangan pengali bergeser ke kiri sedangkan
bilangan yang akan dikali bergeser ke kiri saat step kedua (untuk mengali dengan 21)
Pada mikrokontroler pergeseran ke kiri pointer pada bilangan pengali dapat dilakukan dengan
menggeser ke kanan bilangan pengali beserta carry flag, sedangkan pergeseran ke kiri
bilangan yang dikali tetap dilakukan dengan menggeser ke kiri isi memori bilangan yang akan
dikali.
Oleh karena itu, proses perkalian dapat dilakukan dengan:
- Menggeser ke kanan bilangan pengali beserta carry
- Setiap kali carry flag = 1, di mana ekivalen dengan pointer menunjuk ke bit yang bukan 0
(gambar 4), maka jumlahkan bilangan yang dikali dengan hasil kali
- Geser kiri bilangan yang akan dikali baik terjadi atau tidak terjadi carry.
- Proses dilakukan sebanyak jumlah bit dari bilangan yang diproses.
- Hasil perkalian akan tersimpan di memori hasil kali

Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 42

Gambar 3.6. Alur Program Perkalian

Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 43

BAB IV
MINIMUM SISTEM KOMPUTER

MATERI
1. Dasar Sistem Mikroprosesor
2. Sistem Motherboard Komputer
3. DMA (Direct Memory Access
4. Sistem Interrupt
STANDAR KOMPETENSI
Mengerti tentang sistem mikroprosesor
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Mahasiswa mengerti konsep DMA dan sistem Interrupt
4.1. Mikroprosesor.
Mikroprosesor merupakan piranti semikonduktor yang terdiri dari rangkaian logika yang
dibuat menggunakan teknologi VLSI atau ULSI. Mikroprosesor mampu untuk melaksanakan
fungsi-fungsi perhitungan dan membuat pertimbangan-pertimbangan untuk merubah urutan
didalam pelaksanaan programnya.
Blok diagram dari prosesor 8 bit ditunjukan pada gambar 4.1. Dari blok diagram ini
terlihat bagian bagian dalam dari prosesor dan jalur penghubung antara prosesor dengan device
lain berupa bus data, bus alamat dan bus kontrol.

Gambar 4.1. Blok diagram mikroprosesor 8 bit prosesor


Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 44

Secara umum bagian dari mikroprosesor terdiri dari 3 yaitu :


- arithmetic logic unit : bagian ini berfungsi melaksanakan operasi arimatika seperti
penjumlahan, pengurangan dan operasi-operasi logika seperti operasi AND, OR serta XOR.
- Register Unit : register di dalam prosesor berfungsi untuk menyimpan data sementara
selama pelaksanaan program. Beberapa register dapat diakses oleh pemakai melalui
instruksi. Contoh-contoh register yang ada di dalam prosesor yaitu : akumulator, register
data memori, register alamat memori, register instruksi dan lain-lain.
- Control unit : unit ini berfungsi memberikan daur waktu yang diperlukan dan sinyal kontrol
untuk keperluan seluruh operasi di dalam prosesor. Unit ini mengontrol data antara prosesor
dengan peripheral lain (memori maupun unit I/O).
Perkembangan teknologi semikonduktor menjadi tulang punggung dari perkembangan
teknologi mikroprosesor. Perkembangan mikroprosesor untuk keluaran Intel untuk keluarga x86
sampai Pentium III yang menunjukan perbedaan bus data, register internal, tegangan catu,
kapasitas memori dan pemakaian memori cache, dapat dilihat dalam table 4.1. Dari table tersebut
terlihat bahwa prosesor yang digunakan sebagai komponen utama komputer pertama merupakan
prosesor 8 bit, dan prosesor sekarang merupakan prosesor 32 bit. Dari perkembangan prosesor
tersebut juga diketahui bahwa tidak selamanya lebar jalur data (bus data) sama dengan register,
misalkan prosesor 8088 yang merupakan prosesor 16 bit, namun bus datanya 8 bit. Sedangkan
prosesor generasi Pentium merupakan prosesor 32 bit namun bus datanya 64 bit.
Perkembangan Mikroprosesor dari keluarga 80X86 dengan melihat perbandingan jumlah
transistor dalam satu chip, kecepatan frekuensi clock dan kemampuan lain dapat dilihat dalam
tabel 4.1.

Tabel 4.1. Perkembangan prosesor dilihat dari jumlah transistor dan kecepatan clock.
Tahun

1971

1972

1974
1978

Prosesor

Keterangan

merupakan prosesor komersial pertama


4004
yang dibuat oleh Intel. Digunakan oleh
Busicom calculator
Merupakan porsesor Intel dengan bus data
8008
8 bit. Prosesor ini dipasang pada komputer
generasi pertama yang dinamakan Mark-8.
Merupakan prosesor Intel 8 bit berikutnya
8080
yang dijadikan sebagai otak dari komputer
generasi pertama yang disebut Altair
Merupakan prosesor yang dipasang pada
8086-8088
IBM PC dan meraih angka penjualan yang

Modul - Arsitektur Komputer

Speed

Jumlah
Transistor

108KHz

2,300

200KHz

3,500

2MHz

6,000

5MHz,
8MHz,

29,000

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 45

1982

80286

1985

386

1989

Intel 486?
DX

1993

Pentium I

1997

Pentium
II

1999

1999

2000

Celeron

Pentium
III

Pentium 4

Modul - Arsitektur Komputer

sangat sukses
Merupakan
prosesor
yang
menjalankan hampir semua
pemrograman pada saat itu

10MHz
dapat 6MHz,
bahasa 8MHz,
10MHz,
12.5MHz
merupakan prosesor 32 bit yang mampu
16MHz,
melaksanakan 5 juta instruksi perdetik dan
20MHz,
dapat menjalankan system opersi berbasis
25MHz,
windorws
yang
dapat
melakukan
33MHz
multitasking
Merupakan prosesor 32 bit pertama yang 25MHz,
didalam nya sudah dilengkapi dengan 33MHz,
coprocessor.
50MHz
Merupakan
prosesor
yang
dapat
menjalankan system operasi windows 32
60MHz,
bit. Dapat menjalankan aplikasi-aplikasi
66MHz
pengolahan suara, pengolahan gambar
dengan kemampuan yang bagus
Merupakan prosesor yang dilengkapi chace
memory dengan kecepatan tinggi dan 200MHz,
didukung dengan teknologi MMX, yang 233MHz,
mampu melakukan pengolahan data teks, 266MHz,
data gambar, suara audio maupun gambar 300MHz
bergerak video
Merupakan prosesor yang didesain untuk
266MHz.
memnuhi kalangan pasar tertentu dengan
Sekarang
fasilitas standar misalnya untuk bermain
500MHz
game atau untuk keperluan pengajaran
to
perangkat lunak.
1.10GHz
Merupakan prosesor Intel yang dibuat
dengan teknologi 0.25 micron, sehingga
mampu menampung jumlah prosesor yang
lebih banyak. Prosesor ini mampu
melakukan proses pengolahan data gambar
3D, data video dan aplikasi pengenalan
suara.
Prosesor ini dibuat dengan teknologi 0.18
microns.
Intel's first microprocessor, the 4004, ran at
108 kilohertz (108,000 hertz), Denga
prosesor ini maka dimungkinkan untuk
menjalankan aplikasi-aplikasi berat seperti
layanan TV lewat internet, pengolahan real
time untuk audio dan video, pengolahan
real time grafik 3D dan aplikasi
multimedia lainnya

134,000

275,000

1.2 juta

3.1 juta

7.5 juta

7.5 juta,
19 juta
27juta,dan
44 juta
transistors.

650MHz
to
1.2GHz

1.30GHz,
1.40GHz,
1.50GHz,
1.70GHz,
1.80GHz
sampai
3G

M. Nanak Zakaria - Polinema

9.5 juta

42 juta

hal 46

4.2. Minimum Sistem Komputer.


Sebuah minimum sistem komputer yang umum, terdiri dari 4 bagian yaitu : prosesor,
unit memori, unit input/output dan sistem bus. Prosesor merupakan piranti utama dari sistem
komputer yang memegang kendali seluruh operasi sistem komputer. Unit memori umumnya
terdiri dari ROM (read only memory) dan RAM (random acces memory). ROM digunakan utuk
menyimpan data atau program yang bersifat permanen, karena meskipun catu dayanya
dihilangkan, namun data yang ada tidak akan hilang. Sementara itu RAM dapat ditulisi dan
dibaca. Namun data yang ada akan hilang jika catu daya yang diberikan dimatikan. Sebagai pintu
komunikasi dengan perangkat diluar komputer, maka digunakan unit masukan dan keluaran.
Unit masukan yang paling sederhana pada minimum system komputer data berupa keyboard
matrik. Sedangkan unit keluaran yang paling sederhana dari minimum system komputer dapat
berupa seven segmen atau LCD. Yang menghubungkan satu piranti dengan piranti lain di dalam
sistem komputer digunakan sistem bus yang terdiri dari bus data, bus alamat dan bus kontrol.

Input
unit

Prosesor

Output
unit

SISTEM BUS

Memori unit

Gambar 4.2. Blok diagram minimum sistem computer

Sebuah minimum sistem menggunakan prosesor 8088/8086 diperlihatkan pada gambar


4.3.

Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 47

Gambar 4.3. Minimum sistem komputer menggunakan prosesor 8086

4.3. Sistem Motherboard Komputer


Pada dasarnya seluruh piranti utama dan pembantu dari sistem komputer terhubung dan
terkendali semuanya dalam papan utama yang disebut dengan Mother Board. Pada sistem
Mother Board terdapat piranti-piranti, antara lain:
1. Mikroprosesor
2. DMA Controller
3. Interrupt Controller
4. ROM-BIOS
5. Memory
6. Expansion Slot Bus
7. Bus
Dari perangkat-perangkat pada system motherboard tersebut dapat dijelaskan sebagai
berikut:
1. Mikroprosesor.
Mikroprosesor merupakan komponen utama dari sistem komputer. Dari komputer
generasi pertama hingga komputer sekarang, telah mengalami beberapa tahap evolusi.
Evolusi pertama terkait dengan penambahan jalur terdapat bus data dan bus alamat yang
Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 48

terkait langsung dengan kecepatan transfer data dari prosesor ke memori utama serta
kapasitas memori yang bisa digunakan. Evolusi ke dua berhubungan dengan penambahan
cache memori dan coprosesor secara internal dalam prosesor. Evolusi ketiga terkait dengan
penambahan fitur teknologi yang memungkinkan pengolahan dan transfer data multimedi
(MMX), pengolahan gambar 3D dan pengolahan real time pda prosesor Pentium IV. Secara
garis besar perkembangan prosesor dari era 8086 sampai Pentium III dapat dilihat pada tabel
4.1.

2. DMA Controller
Pada PC. DMA Controller digunakan untuk transfer data antara dua peripheral
secara langsung, tanpa melibatkan mikroprosesor. Teknik ini digunakan untuk
mempertinggi kecepatan transfer data antar peripheral. Salah satu contoh dari penggunaan
DMA ini adalah operasi pada disk drive. DMA controller menggunakan IC. 8237-5 dari
Intel. Ilustrasi dari proses DMA ditunjukan pada gambar berikut :
Address
Latches
AD0-AD15

ADDRESS BUS

ALE

MEMORY

PROSESOR

DATA BUS

DATA BUS
CONTROL BUS
HLDA

HOLD(2)
CONTROL
BUS

DREQ(1)

DMA
CONTROLLER

HLDA(3)

PERIPHERAL
DEVICE

DACK0

Gambar 4.4. Proses transfer data dengan DMA

Dengan fasilitas DMA (direct memory access), maka memungkinkan I/O Port data
mengakses data pada memori secara langsung tanpa melalui proses yang dikendalikan oleh
prosesor. Jika suatu device menginginkan transfer data menggunakan fasilitas DMA, maka
device tersebut dapat meminta layanan tersebut dengan mengirimkan sinyal DREQ ke DMA
Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 49

controller. Permintaan layanan DMA ini akan diteruskan oleh DMA controller ke prosesor
dengan mengirimkan sinyal HOLD. Jika siklus dalam kondisi free, maka prosesor akan
menyetujui permintaan layanan DMA ini dengan mengirimkan sinyal HLDA ke DMA
controller. Dengan adanya sinyal ini, berarti kendali system bus yang semula dipegang
prosesor sekarang dikendalikan oleh DMA kontroler. Sehingga device dapat mengakses
data langsung ke memori tanpa melalui siklus yang dikendalikan prosesor
Pada PC XT, terdapat 4 chanel DMA. Yaitu DMA Chanel 0 - 3. Sedangkan pada PC AT
sampai PC generasi terbaru menggunakan 8 chanel DMA.
Penjelasan dari masing-masing DMA dapat dilihat pada tabel dibawah.

Chanel DMA

Fungsi

Kosong

Kosong

Floppy Disk

Kosong

Cascade DMA controller

kosong

Kosong

kosong

3. Interrupt Controller
Dalam

desain

sistem

mikroprosesor,

sistem

interrupt

digunakan

untuk

mendapatkan prioritas pengerjaan oleh mikroprosesor. Interrupt ini dibangkitkan oleh


interrupt controller 8259, yang berfungsi untuk memprioritaskan

suatu device yang

meminta layanan transfer data. Pada PC XT, terdapat 8 chanel interrupt. Sedangkan pada
PC AT keatas, jumlah interrupt adalah sebanya 16, yang berasal dari cascade dua buah
interrupt controller 8259. Penjelasan tentaing interrupt yang telah digunakan pada sistem
board yang dapat dilihat pada tabel dibawah.
Interrupt

Hardware yang menggunakan

System timer

Keyboard

Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 50

Cascade IRQ 8 15

Serial port 2

Serial port 1

Parallel port 2

Floppy Disk

Parallel port 1

Real time clock

Kosong

10

Kosong

11

Kosong

12

PS/2 Mouse

13

Math coprosessor

14

Hard disk (IDE 1)

15

Hard disk (IDE 2)

4. ROM BIOS
Pada PC. ROM BIOS berisi program vang harus dilakukan pada saat komputer
pertama kali dihidupkan untuk melakukan POST Test. Selain itu, BIOS juga berisi
konfigurasi dari komputer yang digunakan. Pada PC XT, BIOS bersifat tetap, dan tidak
dapat diubah-ubah oleh user. Namun semenjak era PC AT, BIOS dapat diatur oleh user
sesuai dengan keinginan. Sehingga memudahkan dalam penambahan hardware yang
memerlukan BIOS sebagai sarana untuk bekerja. Sebagai contoh adalah pengaturan IDE
controller.

5. MEMORY
Pada PC dikenal 2 macam memori, yaitu Main Memory dan Cache Memory.
- Main Memony (RAM)
Pada PC, RAM yang digunakan adalah berjenis DRAM dan digunakan untuk menyimpan
data sementara, baik berupa program maupun data untuk diproses oleh processor. Pada PC
model terbaru, telah diperkenalkan RAM dalanm bentuk SIMM (Single in Line Memory
Modul). Dimana setiap SIMM telah memiliki kapasitas tertentu dan dengan bentuk modul
akan memudahkan pemasangan RAM maupun untuk mengupgrade RAM.
Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 51

Gambar 3.5. memperlihatkan konfigurasi pin SIMM 30 pin. Memori dengan SIMM 30
pin mulai digunakan pada komputer dengan prosesor 80386 sampai 80486.

Gambar 4.5. memperlihatkan konfigurasi pin SIMM 30 pin.

SIMM 30 pin digunakan mulai pada komputer dengan prosesor X386 dan X486.
Sedangkan pada era komputer dengan prosesor Pentium, jenis memori yang digunakan
yaitu SIMM dengan 72 pin (EDO RAM : Extended data output) dan SDRAM dengan slot
DIMM (dual in line memori modul) dengan jumlah pin 168 dengan jalur data 64 bit.
Ketika faktor pengali antara clock prosesor dengan memori utama semakin besar,
untuk memperbesar bandwidh transfer data antara memori utama dengan prosesor maka
diperkenalkanlah model memori DDR SDRAM (Double date rate SDRAM) yang
menggunakan slot DIMM dengan jumlah pin 184 pin denan bus data 128 bit.

- Cache Memory
Berbeda dengan Main Memory, Cache memory digunakan untuk menyediakan
data yang sering diakses oleh CPU. Cache memory menggunakan chip memori yang
berjenis Statik (SRAM). Chip ini lebih cepat dibandingkan dengan RAM Dinamik.
Kecepatan SRAM dapat mencapai 15 ns, ini jauh lebih cepat dibandingkan dengan
DRAM vang maksimum kecepatannya adalah 60 ns (untuk EDO RAM).

Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 52

6. Slot Expansion
Sampai saat ini telah diperkenalkan 4 jenis slot expansion bus yang banyak digunakan
pada personal Computer. Jenis-jenis tersebut adalah
ISA (Industry Standard Architecture)
Bus ini diperkenalkan pada tahun 1984 pada saat diperkenalkannya PC XT. Pada
awalnya ISA bus hanya mcmiliki 8 bit bus data yang digunakan pada PC XT. Natmun
pada perkembangan selanjutnya, lebar data ditingkatkan menjadi 16 bit yang disebut
AT bus. Kecepatan maksimum bus ini adalah sebesar 8 MHz. Dengan kecepatan
transfer data maksimurn 8 Mega bytes per second.

EISA ( Extended Industry Standard Architecture )


Bus EISA diperkenalkan pada tahim 1988, dan masih kompatibel dengan Bus ISA. Bus
ini memiliki lebar data sebesar 32 bit dengan kecepatan bus scbesar 8 MHz.. Kecepatan
transfer data maksimurn pada Bus EISA adalah scbcsar 33 Mega bytes per second.

VL-Bus 1.0 (Vesa Local Bus )


VL-Bus diperkenalkan pada tahun 1993 oleh Video Electronic Standar Assosiation.
VL-Bus rnerupakan lokal bus yang dipergunakan untuk mempertinggi kccepatan
transfer data dari Bus ISA. Bus ini memiliki lebar data sebesar 32 Bit Dcngan kecepatan
33 atau 40 MHz. Kecepatan transfer data yang dapat dicapai oleh VL-Bus adalah
sebesar 33 Mbps pada 33 MHz Dan 48 Mbps pada 40 MHz. Pada versi berikutnya
(VL-Bus 2.0) diperkirakan kecepatan transfer data maksimum yang dapat dicapai
adalah sebesar 267 MBps pada 150 MHz.

PC1 1.0 (Peripheral Component Interconect)


PC1 Bus diperkenalkan tahun l993 oleh Intel untuk mengatasi Bottle Neck yang timbul
karena lebar data processor Iebih besar dari lebar data pada Bus. Bus ini merniliki
kecepatan 33 MHz. Dan lebar data sebesar 32 bit dan 64 bit. Kecepatan transfer data
maksimum yang dapat dicapai oleh bus ini adalah 132 Mbps pada lebar data sebesar 32
bit. dan 264 MBps pada lebar data sebesar 64 bit
Sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan sistem diluar komputer, maka dalam
sistem motherboard disediakan slot ekspasi. Mulai dari adanya komputer IBM PC XT
hingga sekarang slot ekspasi ini mengalami perkembangan. Pada awalnya slot ekspasi
Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 53

menggunakan standar ISA (industrial standard architecture), kemudian dikenal standar


EISA, Local Bus dan PCI. Konfigurasi dari slot ekspasi dengan standar ISA ditunjukan pada
gambar 3.6.

GND
RESET DRV
+5 V DC
IRQ2
-5 V DC
DRQ2
-12 V DC
TDK DIPAKAI
+12 V DC
GND
MEMW
MEMR
IOW
IOR
DACK3
DRQ3
DACK1
DRQ1
DACK0
CLK
IRQ7
IRQ6
IRQ5
IRQ4
IRQ3
DACK2
T/C
ALE
+5 V DC
OSC
GND

B1
B2
B3
B4
B5
B6
B7
B8
B9
B10
B11
B12
B13
B14
B15
B16
B17
B18
B19
B20
B21
B22
B23
B24
B25
B26
B27
B28
B29
B30
B31

A1
A2
A3
A4
A5
A6
A7
A8
A9
A10
A11
A12
A13
A14
A15
A16
A17
A18
A19
A20
A21
A22
A23
A24
A25
A26
A27
A28
A29
A30
A31

I/O CH CK
D7
D6
D5
D4
D3
D2
D1
D0
I/O CH RDY
AEN
A19
A18
A17
A16
A15
A14
A13
A12
A11
A10
A9
A8
A7
A6
A5
A4
A3
A2
A1
A0

Gambar 4.6. Slot ekspansi IBM-PC


Pada Personal Computer terdapat slot ekspansi yang fungsi masing-masing pin slot adalah
sebagai berikut :
a. OSC / Oscillator
Output clock 14,31818 Mhz dengan 50% duty cycle.
b. Reset DRV
Output reset (aktif tinggi) yang dapat digunakan untuk mereset sistem saat power-up atau
sistem reset.
c. CLK / Sistem clock
Output clock 4,77 MHz untuk mode normal dan 8 Mhz untuk TURBO, dengan 33% duty
cycle.
d. A0 - A19
Addres bus memory dan I/O. Diciptakan oleh prosesor atau DMA controler.
Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 54

e. D0 - D7
Data bus directional.
f. ALE (Addres Latch Enable)
Sinyal output yang dihasilkan oleh chip 8288 sistem controler yang menginformasikan
bahwa alamat dari yang dihasilkan prosesor valid.
g. I/O Chk
Sinyal input untuk memberitahukan adanya error parity pada memory atau peralatan I/O
(aktif low).
h. I/O Chrdy
Sinyal input untuk meminta perpanjangan siklus memory atau siklus I/O, maksimal 10
clock (aktif low).
i. IRQ 2 - IRQ 7(Interrupt Request)
Sinyal input untuk proses interupsi. Proses interupsi dilakukan dengan menaikkan level
dari 0 ke 1 dan menahannya sampai adanya sinyal acknowledge.
j. IOR / IOW
Sinyal output sebagai tanda terjadinya operasi baca tulis pada I/O (aktif rendah).
k. MEMR / MEMW
Sinyal output sebagai tanda terjadinya operasi baca tulis pada memory (aktif rendah).
l. DRQ0 DRQ3 (DMA request)
Sinyal input untuk meminta pelayanan DMA (aktif high) dan dipertahankan sampai
sinyal DACK aktif.
m. DACK0 DACK3 (DMA Acknowledge)
Sinyal DMA acknowledge yang memberitahukan proses DMA telah selesai dilakukan.
n. AEN (Addres Enable)
Bila AEN dalam kondisi high berarti sinyal alamat berasal dari DMA (bukan prosesor)
o. T/C (Terminal Count)
Sinyal output yang mengeluarkan pulsa setiap akhir transfer DMA.
p. Card select
Sinyal input yang menandakan acknowledge dari card pada slot 8
q. Power Supply
Terdiri dari 4 level tegangan yaitu +5V, -5V, +12V, dan -12V, serta ground.

Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 55

7. Sistem BUS
Bus pada system komputer merupakan kumpulan dari jalur-jalur yang
menghubungkan dari satu bagian ke bagian lain. System bus ada 3 : bus data, alamt dan
kontrol. Walaupun pada perkembangannya istilih BUS cenderung diartikan sebagai bus
data. Pada system komputer ada beberapa jenis bus yaitu : Bus prosesor, Bus memori, Bus
local I/O dan Standar I/O bus. Bus prosesor dan memori lebarnya 64 bit. Sedangkan I/O
BUS ada yang 32 bit dan ada yang 16 bit. Selain lebar datanya, pada setiap bus memiliki
kecepatan transfer data yang berbeda-beda.

Gambar 4.7. Sistem bus pada komputer Pentium II


Pada komputer dengan prosesor 8088 sampai 80486 antara bus prosesor dengan
bus memori mempunyai kecepatan clock yang sama (tidak ada factor pengali). Sedangkan
mulai komputer 80486 sampai sekarang terdapat factor pengali antara clock bus prosesor
CPU dengan clock pada bus memori yang besarnya bervariasi seperti pada Tabel 4.1.

Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 56

Pada komputer sekarang pengendali bus dilakukan oleh Chipset yang mengatur
transfer data dari satu bagian ke bagian lain. Sebagai ilustrasi pada Gambar 4.7. terlihat
blok diagram dari sistembus komputer Pentium II.

Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 57

BAB V
SISTEM OPERASI BUS

MATERI
1. Siklus Bus Yang Dikendalikan Prosesor
2. Siklus Bus DMA
STANDAR KOMPETENSI
Mengerti tentang siklus Bus yang dikendalikan Prosesor dan DMA
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Mahasiswa mengerti konsep timing chat pada proses yang terjadi sistem komputer

Pada sistem bus komputer, data dikirimkan selama suatu siklus bus tertentu. Siklus bus
ini digunakan untuk mentransfer data antara memori, unit keluaran/masukan dan prosesor.
Secara umum ada dua klasifikasi siklus bus, yaitu siklus bus yang dikendalikan oleh
prosesor dan siklus bus yang dikendalikan oleh DMA controller. Ketika prosesor
membangkitkan siklus bus, maka siklus bus ini akan menggerakan sistem bus dengan
mengaktifkan alamat memori atau port I/O, mengontrol arah aliran data dan menentu-kan
sumber atau tujuan pengiriman data. Ada lima siklus bus yang dikendalikan oleh prosesor yaitu :
Tipe siklus bus
Memory Read

Tujuan
Pros. membaca data atau instruksi

Arah aliran data


Memori ke prosesor

Memory Write

Prosesor menulis data

Prosesor ke memori

I/O Read
I/O Write
Interupt
Acknowledge

Prosesor membaca data dari I/O


Prosesor mengirim data ke I/O
Mengirim data interupt ke
prosesor

I/O ke prosesor.
Prosesor ke I/O
8259 ke prosesor

Ketika DMA controller beroperasi, maka prosesor akan keluar dari sistem bus dan DMA
cotroller akan mengendalikan sistem bus. Siklus bus yang dikendalikan oleh DMA controller ada
dua yaitu :

Tipe siklus bus


DMA write I/O

Tujuan

Arah aliran data

Mengirim data dari memori Memori ke I/O


ke perangkat I/O

DMA read I/O


Modul - Arsitektur Komputer

Mengirim data dari perangkat I/O ke memori


M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 58

I/O ke memori

5.1. Siklus Bus yang Dikendalikan Prosesor


5.1. 1.Siklus Bus Pembacaan Memori
Data yang dibaca dari memori dapat merupakan data atau instruksi. Ilustrasi siklus
pembacaan data dari memori ditunjukkan pada Gambar 5.1.
T1

T2

T3

T4

Siklus pembacaan data dari memori


dimulai pada T1 dengan aktifnya sinyal

Clock
ALE

Bus Alamat
MEMR
MEMW

ALE. Tepi akhir dari sinyal ini (T1)


menunjukan bahwa
alamat

memori

bus alamat berisi

yang

akan

dibaca

datanya. Kemudian pada T2 sinyal


MEMR aktif, yang berarti siklus yang

I/O R

akan

I/O W

pembacaan data pada memori. Aktifnya

dijalankan

adalah

siklus

Data
I/O CH RDY

sinyal MEMR ini diikuti dengan keluarnya data

dari memori (sesuai

Gambar 5.1. Siklus pembacaan data dari memori


dengan alamat yang aktif) ke bus data. Kemudian pada awal T4 prosesor akan membaca data
yang ada di bus data tersebut. Dan Siklus pembacaan data dari memori berakhir dengan
berakhirnya T4.

5.1.2. Siklus Bus Penulisan Memori


Siklus penulisan data ke memori dimulai pada T1 dengan aktifnya sinyal ALE. Tepi
akhir dari sinyal ini (T1) menunjukan bahwa bus alamat berisi alamat memori yang akan ditulisi
data. Kemudian pada T2 sinyal MEMW aktif, yang berarti siklus yang akan dijalankan adalah
siklus penulisan data ke memori. Aktifnya sinyal MEMW ini diikuti oleh prosesor dengan
meletakan data yang akan ditulis ke bus data dan

Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 59

T1

T2

T3

T4

Cloc
k ALE
Bus AAlamat
MEMR
MEMW
I/O R
I/O W
Data
I/O CH
RDY

Gambar 5.2. Siklus penulisan data ke memori


kemudian meneruskan dengan menuliskan data tersebut ke memori Dan Siklus penulisan data
memori berakhir dengan berakhirnya T4.

5.1.3. Siklus Bus Pembacaan I/O


Siklus pembacaan data dari
T1

T2

T3

Tw

T4

I/O dimulai pada T1 dengan


aktifnya sinyal ALE. Tepi

Clock

akhir dari sinyal ini (T1)

ALE

menunjukan bahwa
Bus Alamat
MEMR

bus

alamat berisi alamat I/O


yang akan dibaca datanya.

MEMW

Kemudian pada T2 sinyal

I/O R

I/OR aktif, yang berarti

I/O W

siklus yang akan dijalankan

Data

adalah siklus pembacaan


I/O CH RDY

data pada I/O. Aktifnya


sinyal

I/OR

ini

akan

direspon oleh I/O dengan


Gambar 5.3. Siklus pembacaan data dari I/O

mem-berikan datanya ke

bus data. Kemudian pada awal T4 prosesor akan membaca data yang ada di bus data tersebut.
Dan siklus pembacaan data dari I/O berakhir dengan berakhirnya T4.

5.1.4. Siklus Bus Penulisan I/O


Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 60

Siklus penulisan data ke I/O dimulai pada T1 dengan aktifnya sinyal ALE. Tepi akhir dari sinyal
ini (T1) menunjukan bahwa bus alamat berisi alamat I/O yang akan ditulisi data. Kemudian pada
T2 sinyal I/OW aktif, yang berarti siklus yang akan dijalankan adalah siklus penulisan data ke
I/O. Aktifnya sinyal I/OW ini mengisyaratkan agar I/O mengam-bil data yang ada di bus data.
Sehingga segera setelah T2 prosesor membirikan data ke bus data dan selang beberapa waktu I/O
mengambilnya. Dan Siklus penulisan data ke I/O berakhir dengan berakhirnya T4.
Pada siklus pembacan dari I/O dan penulisan data ke I/O, antara T3 dan T4 terdapat Tw
yang merupakan waktu tunda yang secara otomatis ditambahkan oleh prosesor.
T1

T2

T3

Tw

T4

Clock
ALE

Bus Alamat
MEMR
MEMW
I/O R
I/O W
Data
I/O CH RDY

Gambar 5.4. Siklus penulisan data ke I/O

5.2. Siklus BUS DMA


Dengan fasilitas DMA (direct memory access), maka memungkinkan I/O Port data
mengakses data pada memori secara langsung tanpa melalui proses yang dikendalikan oleh
prosesor. Fasilitas DMA ini dikendalikan oleh Chip 8237 produksi Intel. Blok diagram dari
proses DMA ditunjukan pada Gambar 2.5.
Jika suatu device menginginkan transferdata menggunakan fasilitas DMA, maka device
tersebut dapat meminta layanan tersebut dengan mengirimkan sinyal DREQ ke DMA controller.
Permintaan layanan DMA ini akan diteruskan oleh DMA controller ke prosesor dengan
mengirimkan sinyal HOLD. Jika siklus dalam kondisi free, maka prosesor akan menyetujui
permintaan layanan DMA ini dengan mengirimkan sinyal HLDA ke DMA controller. Dengan
adanya sinyal ini, berarti kendali system bus yang semula dipegang prosesor
Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

sekarang
hal 61

dikendalikan oleh DMA kontroler. Sehingga device dapat mengakses data langsung ke memori
tanpa melalui siklus yang dikendalikan prosesor.
Address
Latches
ADDRESS
BUS

AD0-AD15

MEMORY

ALE
PROSESOR

DATA BUS

DATA BUS

CONTROL BUS

HLDA HOLD

CONTROL
BUS

HLDA

DMA
CONTROLLE
R

PERIPHERA
L
DEVICE

DREQ
DACK
0
Gambar 2.5. Proses berlangsungnya siklus DMA

Siklus bus yang dikendalikan oleh DMA controller ada dua yaitu :

Tipe siklus bus


DMA
memory

Tujuan

Arah aliran data

write Mengirim data dari perangkat I/O ke memori


I/O ke memori

DMA read memory Mengirim data dari memori Memori ke I/O


ke perangkat I/O

5.2.1. Siklus Penulisan Memori dengan DMA


Setelah prosesor mengirimkan sinyal HLDA, maka kendali system bus dikendalikan oleh
DMA kontroler. Pada S1 AEN aktif, dan bus alamat berisi alamat port I/O yang akan dibaca
datanya. Aktifnya AEN ini diikuti dengan aktifnya sinyal DACK pada akhir S 1, sinyal ini
merupakan jawaban dari DMA controller bahwa pelayanan penulisan data ke memori dengan
Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 62

DMA disetujui dan siap untuk dilaksanakan. Kemudian diikuti dengan aktifnya sinyal I/OR
pada S2, sehingga data dari port I/O dibaca oleh PC melalui DMA. Kemudian pada S 3 sinyal
MEMW aktif, sehingga data yang berasal dari I/O tadi akan dituliskan oleh DMA controller ke
memori. Saat sebelum akhir S4 data yang berasal dari port I/O telah dituliskan ke memori,
sehingga sinyal I/OR dan MEMW kembali tidak aktif pada akhir S4
S0

S1

S2

S3

SW

S4

S1

Clock
HLDA
AEN
Bus Alamat
I/O R
MEMW
I/O W

MEMR

Data dari i I/O ke memori

Data
I/O CH RDY

DMA BUS CYCLE


DACK 0 1 2 3

Gambar 5.6. Siklus Penulisan Memori dengan DMA

5.2.2. Siklus Pembacaan Memori dengan DMA


Setelah prosesor mengirimkan sinyal HLDA, maka kendali system bus dikendalikan oleh
DMA kontroler. Pada S1 AEN aktif, dan bus alamat berisi alamat memori yang akan dibaca
datanya. Aktifnya AEN ini diikuti dengan aktifnya sinyal DACK pada akhir S1, sinyal ini
merupakan jawaban dari DMA controller bahwa pelayanan pembacaan data dari memori dengan
DMA disetujui dan siap untuk dilaksanakan. Kemudian diikuti dengan aktifnya sinyal MEMR
pada S2, sehingga data dari memori dibaca oleh PC melalui DMA. Kemudian pada S3 sinyal
I/OW aktif, sehingga data yang berasal dari memori tadi akan dituliskan oleh DMA controller

Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 63

ke I/O. Saat sebelum akhir S4 data yang berasal dari memori telah dituliskan ke port I/O,
sehingga sinyal MEMW dan I/OR kembali tidak aktif pada akhir S4.
S0

S1

S2

S3

SW

S4

S1

Clock
HLDA
AEN
Bus Alamat
MEMR
I/OW
MEMW

Data dari i memori ke I/O

I/OR
Data
I/O CH RDY
DMA BUS CYCLE
DACK 0 1 2 3

Gambar 3.7. Siklus Pembacaan Memori dengan DMA

Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 64

BAB VI
PROGRAMMABLE PERIPHERAL INTERFACE (PPI) 8255

MATERI
Sistem pemrograman pada PPI 8255
STANDAR KOMPETENSI
Mengerti tentang piranti input dan output melalui interface PPI 8255
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Mahasiswa mengerti konsep pemrograman PPI 8255
PPI 8255 merupakan komponen Input/Output paralel dalam satu Chip yang mempunyai
fungsi serbaguna dan bersifat dapat diprogram (programmable) sesuai dengan kebutuhan. PPI
memiliki 24 pin I/O yang terdiri dari tiga port, yaitu port A (delapan bit), port B (delapan bit)
dan port C (delapan bit). Port A dan port C Upper (PC4-PC7) tergabung dalam grup kontrol A.
Sedangkan port B dan port C lower (PC0-PC3) tergabung dalam grup kontrol B. PPI 8255 dapat
dioperasikan dalam 3 mode, yaitu mode 0, mode 1, dan mode 2.
Mode 0 = Basic Input/Output.
Mode 1 = Strobed Input/Output.
Mode 2 = Bidirectional Bus.

GROUP A
CONTROL

GROUP A
PORTA
(8)

PA7-PA0

GROUP A
PORTC
UPPER
(4)

PC7-PC4

GROUP B
PORTC
LOWER
(4)

PC3-PC0

+5v
GND

D7-D0

DATA BUS
BUFFER

8 BIT INTERNAL BUS DATA

/RD
/WR

READ/WRITE
CONTROL
LOGIC

A1

A0
RST

GROUP B
CONTROL

GROUP B
PORTB
(8)

PB7-PB0

/CS

Gambar 6.1. Diagram Blok PPI 8255


Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 65

Kontrol Word Register berfungsi menentukan mode dari port dan arah aliran datanya. IC
8255 adalah paralel interface serbaguna yang terdiri dari 3 port I/O dengan masing-masing port
8 bit. Dikatakan paralel karena dapat diolah sekaligus 8 bit. Secara singkat keuntungan IC ini
adalah dapat memperbanyak jalur data CPU/komputer menjadi 3 port I/O. Dengan demikian
komputer memungkinkan untuk melayani aneka alat dengan perantara port I/O ini.
Diagram blok PPI 8255 ditunjukkan oleh Gambar 6.1. Dari Gambar tersebut, dapat
dijelaskan fungsi tiap-tiap penyemat sebagai berikut :
CS merupakan penyemat masukan yang berfungsi untuk mengaktifkan PPI 8255.
Penyemat ini akan dihubungkan dengan dekoder alamat untuk menentukkan alamat
peralatan ini dan aktif berlogika rendah .
RD (read) merupakan penyemat masukan yang memberi tanda operasi pembacaan data
dari PPI oleh mikrokontroler dan aktif rendah.
WR (write), penyemat masukan yang memberi tanda operasi penulisan data dari
mikrokontroler ke PPI 8255 dan aktif rendah
D7-D0 merupakan bus data bidirectional yang berfungsi sebagai jalur data masuk atau
keluar. Data yang ditulis ke PPI atau yang dibaca oleh mikrokontroler melalui jalur ini.
A1-A0 merupakan penyemat masukan yang berguna untuk memilih salah satu port atau
register kontrol yang dapat dihubungi langsung. Kombinasi data A1A0 menentukan port
tujuan operasi baca tulis. Kombinasi data A1A0 dan mode operasinya ditunjukkan oleh
Tabel 3.1.
Reset merupakan penyemat masukan yang berguna untuk mereset PPI.
Mode kerja PPI dapat diklasifikasikan menjadi 3 mode kerja, yaitu :
1. Mode pertama (mode 0, input/output biasa). Masing-masing port A dan B digunakan sebagai
8 bit input atau output saja dan port C sebagai 4 bit.
2. Mode kedua (mode1, strobe input/output). Port A dan B berfungsi sebagai port input/output
data, sedangkan port C sebagai pembawa sinyal status.
3. Mode ketiga (mode 2, strobe bidirectional input/output ). Pada mode ini, hanya port A yang
dapat digunakan sebagai input sekaligus output atau saluran dua arah (bidirectional) yang
dilengkapi dengan sinyal jabat tangan. Lima bit saluran port C digunakan sebagai kontrol
port A, sedangkan port B sebagai mode 0 atau mode 1.

Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 66

Tabel 6.1. Operasi Dasar PPI 8255


A1

A0

RD

WR

CS

Input Operation (READ)

Port A

Data Bus

Port B

Data Bus

Port C

Data Bus

Output Operation (write)


0

Data Bus

Port A

Data Bus

Port B

Data Bus

Port C

Bus Data

Control

Disable Function
X

Data Bus

Illegal Condition

Data Bus

D7

D6

D5

D4

D3

D2

D1

3-State

3-State

D0

GROUP B
PORT C (BAWAH)
1 = MASUKAN
0 = KELUARAN
PORT B
1 = MASUKAN
0 = KELUARAN
PEMILIHAN MODE
0 = MODE 0
1 = MODE 1

GROUP A
PORT C (ATAS)
1 = MASUKAN
0 = KELUARAN
PORT A
1 = MASUKAN
0 = KELUARAN
PEMILIHAN MODE
00 = MODE 0
01 = MODE 1
1X = MODE 2

FLAG PEMILIHAN MODE


1 = AKTIF
Gambar 6.2. Fungsi masing-masing
bit register kontrol

Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 67

Mode kerja PPI 8255 dapat dilaksanakan dengan mengatur struktur bit register kontrol.
Fungsi masing-masing bit register kontrol sebagaimana ditunjukkan oleh Gambar 6.2. Register
kontrol PPI akan teralamati bila A0 = 1 dan A1 = 1. Didalam register kontrol terdapat Control
word yang dibagi menjadi 2 grup. Grup A mendefinisikan mode port A dan 4 bit port C atas
(PC4-PC7), sedangkan grup B mendefinisikan mode port B dan 4 bit port C bawah (PC3-PC0) .
6.1. Mode 0
Mode yang paling sederhana pada PPI 8255 yaitu mode 0. Baik port A, port B dan Port C
dapat beroperasi pada mode ini. Pada mode ini data dibaca dari port atau dituliskan ke port PPI
8255 tanpa menggunakan sinyal handshaking. Sehingga data dibaca atau ditulis tergantung
dengan instruksi dari program yang sedang dijalankan. Misal diinginkan membaca data dari port
PPI, maka langkah pertama program harus memilih port mana yang akan dibaca dan kemudian
memberikan sinyal low pada RD. Sesaat sebelum sinyal RD kembali high, maka data pada port
yang dibaca akan berada pada bus komputer. Demikian sebaliknya untuk operasi penulisan.
Komputer menyiapkan dahulu data yang akan dituliskan, kemudian dipilih port mana yang akan
menerima data. Dengan memberikan sinyal aktif low pada WR, maka data dari komputer
tersebut akan berada pada port PPI yang dituju.
Lebih jelas dengan operasi baca dan tulis pada mode 0 dapat dilihat pada Gambar 6.3.

Gambar 6.3. Time diagram operasi baca tulis pada mode 0

Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 68

Pada mode 0 yang dapat diatur arah aliran data nya ada 4 port yaitu : Port A, Port B, Port C
lower dan Port C Upper. Sehingga jika semua port dioperasikan pada mode 0, maka terdapat 16
konfigurasi yang mungkin digunakan. Paga Gambar 6.4. diberikan contoh dua buah konfigurasi
dari PPI 8255 pada mode 0.

(a)

(b)

Gambar 6.4. Dua buah konfigurasi dari PPI 8255 pada mode 0.

Pada Gambar 6.4.a. Port A dioperasikan sebagai jalur keluaran, Port B dioperasikan
sebagai jalur keluaran, Port C upper dioperasikan sebagai jalur keluaran dan Port C lower
dioperasikan sebagai jalur keluaran, sehingga control word nya yaitu 80H.
Pada Gambar 6.4.b. Port A dioperasikan sebagai jalur keluaran, Port B dioperasikan
sebagai jalur masukan, Port C upper dioperasikan sebagai jalur keluaran dan Port C lower
dioperasikan sebagai jalur keluaran, sehingga control word nya yaitu 82H.

6.2. Mode 1
Port PPI 8255 yang bisa dioperasikan pada mode 1 hanya port A dan Port B saja. Karena
jika port A dan Port B dioperasikan pada mode 1, maka port C berfungsi sebagai jalur sinyal
handshaking. Operasi mode 1 merupakan operasi transfer data secara handshaking baik untuk
pembacaan data maupun untuk penulisan data. Untuk operasi pembacaan data ada 3 sinyal yang
harus diperhatikan :
1. sinyal STB (strobe) : merupakan sinyal aktif low masukan ke PPI yang berasal dari
device diluar.
2. Sinyal IBF (input buffer full) : merupakan sinyal aktif high keluaran dari PPI. Sinyal ini
merupakan sinyal pemberitahuan bahwa data dari luar sudah dibaca dan berada dibuffer
PPI.
Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 69

3. Sinyal INTR (interrupt) : merupakan sinyal aktif high keluaran dari PPI yang digunakan
untuk menginterupsi komputer sebagai pemberitahuan bahwa ada data pada buffer PPI
yang harus dibaca komputer.

Time diagram operasi pembacaan data (input) pada mode 1 PPI 8255 ditunjukan pada
Gambar 6.5. Untuk operasi pembacaan data berarti data berasal dari system diluar komputer (jika
PPI 8255 digunakan sebagai penghubung antarmuka antara system komputer dengan system
diluar komputer). Dari time diagram terlihat bahwa jika system di luar komputer akan mengirim
data ke komputer (untuk dibaca), maka system tersebut harus memberitahukan ke PPI dengan
sinyal strobe (aktif low). Saat strobe kembali high, maka data sudah berada pada buffer PPI, hal
ini ditandai dengan aktifnya sinyal IBF (input buffer full) dari PPI. Selanjutnya PPI akan
menginterupsi komputer dengan sinyal INTR aktif high, agar komputer membaca data yang ada
pada buffer PPI. Komputer merespon sinyal interupsi tersebut dengan memilih alamat port dan
mengaktifkan sinyal RD. Ketika sinyal RD kembali high, maka data dari buffer PPI sudah
berada di bus data komputer. Bersamaan dengan ini IBF kembali tidak aktif, dan ini sebagai
pemebritahuan bagi system diluar komputer untuk mengirimkan data berikutnya, dengan
mengirim strobe lagi. Pada operasi pembacaan mode 1, system diluar komputer tidak boleh
mengirimkan data sebelum ada sinyal IBF tidak aktif. Jika ini dilakukan data tersebut tidak akan
direspon atau akan hilang, karena buffer dalam kondidi terkunci.

Gambar 6.5. Time diagram mode 1 PPI 8255 untuk operasi masukan

Untuk operasi penulisan / keluaran data ada 3 sinyal yang harus diperhatikan :

Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 70

1. Sinyal OBF (output buffer full) : merupakan sinyal aktif low keluaran dari PPI. Sinyal ini
merupakan sinyal pemeberitahuan bahwa data dari komputer berada di buffer PPI dan
harus segera dibaca oleh device keluaran.
2. Sinyal INTR (interrupt) : merupakan sinyal aktif high keluaran dari PPI yang digunakan
untuk menginterupsi komputer. Pada operasi keluaran, ketika ada data yang dituliskan ke
port PPI oleh komputer, maka sinyal INTR tidak aktif. Sinyal ini akan kembali aktif
ketika data sudah dibaca device keluaran.
3. Sinyal ACK (acknowledge) : merupakan sinyal aktif low dari device keluaran sebagai
tanda bahwa data sudah dibaca oleh device keluaran.
Time diagram operasi penulisan data (output) pada mode 1 PPI 8255 ditunjukan pada Gambar
6.6. pada operasi penulisan, sinyal INTR dari PPI akan aktif jika komputer tidak mengirimkan
data. Operasi penulisan data diawali dengan mengaktifkan alamt port yang akan ditulisi oleh
komputer dan menyiapkan data yang akan dituliskan. Ketika sinyal WR aktif, maka sinyal OBF
akan aktif dan INTR dari PPI tidak aktif. Sinyal OBF merupakan sinyal keluaran dari PPI yang
digunakan sebagai pemberitahuan bagi system di luar komputer bahwa ada data kiriman dari
komputer. Sehingga jika sinyal ini aktif, maka system di luar komputer segera dapat membaca
data tersebut. Setelah data dibaca, maka system tersebut harus memberitahukan bahwa data
sudah dibaca dengan mengirimkan sinyal ACK. Ketika ada sinyal ACK, maka OBF tidak aktif.
Ketika sinyal ACK kembali tidak aktif, maka PPI akan menginterupsi komputer agar
mengirimkan data berikutnya. Dengan cara ini komputer akan mengirimkan data jika memang
ada sinyal interupsi melalui PPI 8255.

Gambar 6.5. Time diagram mode 1 PPI 8255 untuk operasi keluaran.
Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 71

(a)

(b)

Gambar 6.6. Dua buah konfigurasi dari PPI 8255 pada mode 1.
Pada Gambar 6.6.a. Port A dioperasikan sebagai jalur masukan mode 1 dan Port B
dioperasikan sebagai jalur keluaran mode 1, sehingga control word yang dapat digunakan yaitu
bias B4H, BCH, B5H atau BDH
Pada Gambar 6.6.b. Port A dioperasikan sebagai jalur keluaran mode 1 dan Port B
dioperasikan sebagai jalur masukan mode 1, sehingga control word yang dapat digunakan yaitu
bias B6H, B7H, BFH atau BEH

4.3. Mode 2
Mode 2 merupakan mode yang memungkinkan PPI melakukan lalulintas data secara dua
arah. Yang dapat dioperasikan pada mode ini hanya port A saja. Untuk operasi transfer data dua
arah secara handshaking diperlukan 5 sinyal sekaligus. Sehingga ketika port A dioperasikan pada
mode 2, maka port C hanya tersisa 3 jalur yang dapat digunakan sebagai jalur I/O. Time diagram
operasi mode 2 ditunjukan pada Gambar 6.7.

Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 72

Gambar 6.7. Time diagram operasi mode 2

Ketika port A dioperasikan pada mode 2, port B dapat dioperasikan pada mode 0 atau
mode 1. Operasi port yang berbeda mode seperti ini dikenal dengan nama mode gabungan.
Sebagai contoh pada Gambar 4.8.a. memeperlihatkan mode gabungan dengan port A mode 2 dan
port B berfungsi sebagai masukan mode 0. sedangkan Gambar 6.8.a. memeperlihatkan mode
gabungan dengan port A mode 2 dan port B berfungsi sebagai keluaran mode 0.

(a)

(b)

Gambar 6.8. Gabungan Mode 2 dan mode 0


Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 73

Gambar 6.9.a. memeperlihatkan mode gabungan dengan port A mode 2 dan port B
berfungsi sebagai keluaran mode 1. sedangkan Gambar 6.9.a. memeperlihatkan mode gabungan
dengan port A mode 2 dan port B berfungsi sebagai masukan mode 1.

(a)

(b)

Gambar 6.9. Gabungan Mode 2 dan mode 1

Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 74

Modul - Arsitektur Komputer

M. Nanak Zakaria - Polinema

hal 75