Anda di halaman 1dari 17

CASE REPORT

SKIZOAFEKTIF TIPE MANIK

PENYUSUN:
Ulandari

1102010282

PEMBIMBING :
dr. Ayesha Devina, Sp.KJ

KEPANITERAAN ILMU KESEHATAN JIWA


RUMAH SAKIT JIWA DR.SOEHARTO HEERDJAN
PERIODE 29 DESEMBER 2014 1 FEBRUARI 2015
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI
1

STATUS PSIKIATRI

Nomor rekam medis

: xxxxxx

Nama Pasien

: Tn. S

Nama dokter yang merawat

: dr.Ayesha Devina, Sp.KJ

Masuk RS pada tanggal

: 9 Januari 2015

Rujukan/ datang sendiri/ keluarga : Diantar oleh keluarga


Riwayat perawatan

: - Tanggal 1 Mei 14 Mei 2013 dirawat di RSJSH


-Tanggal 20 Mei 5 Juli 2013 dirawat di RSJSH
-Tanggal 25 Oktober 9 November 2013 dirawat di RSJSH
-Tanggal 19 November 14 desember 2013 dirawat di RSJSH
-Tanggal 17 desember 2014 6 Januari 2015 dirawat di RSJSH

I.

II.

IDENTITAS PASIEN
Nama
Tempat & tanggal lahir
Jenis kelamin
Suku bangsa
Agama
Pendidikan
Pekerjaan

: Tn.S
: Jakarta, 24 Agustus 1975
: Laki-laki
: Sunda
: Islam
: SLTA
: Pernah bekerja di salah satu perusahaan selama 2 tahun dan
sekarang sudah tidak bekerja lagi.
Status perkawinan
: Belum menikah
Alamat
: Cipulir
RIWAYAT PSIKIATRIK
Autoanamnesis
Tanggal 9 Januari 2015, pukul 12.30 12.45, di ruang elang RSJSH
Tanggal 10 Januari 2015, pukul 11.00 12.00 di ruang elang RSJSH
Tanggal 12 Januari 2015, pukul 10.30 11.20 di ruang elang RSJSH
Tanggal 13 Januari 2015, pukul 10.00 11.00 di ruang elang RSJSH
Alloanamnesis
Tanggal 9 Januari 2015, pukul 12.45 13.20, di ruang elang RSJSH dengan Tn.U
(ayah kandung pasien, umur 78 tahun)
2

A. Keluhan Utama
Pasien bicara kacau sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit
B. Riwayat Gangguan Sekarang
Pasien datang ke Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan (RSJSH) diantar oleh ayah
dan ibu pasien pada tanggal 9 Januari 2015 dengan bicara kacau sejak 3 hari sebelum
masuk rumah sakit. Pasien diceritakan marah-marah, mengamuk, bicara sendiri disertai
teriakan histeris. Pasien berbicara dengan kalimat yang tidak nyambung yang dikeluarkan
dari mulut pasien dan adanya unsur pengancaman. Pasien mengancam ingin bunuh orang
sekitarnya tetapi tidak pernah dilakukan. Tidak hanya itu, pasien juga punya ide untuk
bunuh diri karena bisikan-bisikan yang ia dengar.
Menurut ayah kandung pasien, pasien sering dikatakan gila oleh keponakannya
tetapi pasien marahnya ke adik ipar. Hal ini yang membuat pasien marah dan mengamuk.
Ayah pasien juga tidak mengerti mengapa pasien sangat tidak menyukai kakak kandung
dan kakak/adik iparnya. Selain itu, pasien juga punya ide untuk bunuh diri. Menurut
keterangan ayah kandung pasien, ada seseorang yang membisikkan kepada pasien untuk
loncat dari jembatan tetapi tidak pernah dilakukannya.
Setiap hari pasien selalu minum obat yang diberikan dokter kepada dirinya secara
teratur. Ayah pasien selalu memantau anaknya dalam meminum obat. Setelah obat habis,
pasien sangat sulit untuk diajak ke rumah sakit karena dipemikiran pasien jika dibawa ke
rumah sakit menandakan bahwa dirinya akan dirawat inap lagi.
Selain itu, ayah kandung pasien juga mengatakan bahwa pasien sering sekali
keluyuran tengah malam dan sering merokok. Ayah pasien telah melarang anaknya untuk
tidak merokok tetapi pasien marah jika tidak diberikan rokok.
Saat dilakukan wawancara dengan pasien, pasien terlihat tenang dan berespon
dengan baik. Menurut keterangan yang didapat oleh pasien, pasien dibawa oleh keluarga
ke Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan karena dirinya dituduh mencuri dimana saat itu
ia diberi uang oleh seseorang yang ia tidak ketahui itu siapa. Pasien menganggap orang
tersebut adalah temannya karena ia merupakan anak Bung Tomo yang identik dengan
mempunyai teman banyak. Kemudian uang tersebut dititipkan kepada kedua
orangtuanya. Setelah kejadian itu, pasien dibawa ke rumah sakit. Hal inilah yang menjadi
alasan bagi pasien mengapa ia dibawa ke rumah sakit.

Pasien menambahkan dirinya mendengar suara bisikan-bisikan dari udara.


Bisikan-bisikan tersebut berbunyi seperti suara orchestra yang mempunyai arti dibalik
irama tersebut. Suara ini kadang-kadang terdengar oleh pasien dan terdengar dimana saja
saat ia berada. Pasien mengatakan jika ia mendengar bunyi tersebut menandakan sesuatu
akan terjadi pada dirinya. Sewaktu ia mau masuk ke rumah sakit, pasien mendengarkan
bisikan suara tersebut dari udara yang mengatakan bahwa ia akan masuk rumah sakit lagi
dan kejadian tersebut benar-benar terjadi menurut pasien. Pasien merasa dirinya sedang
dikejar-kejar mau dibunuh oleh seseorang. Orang tersebut tidak dapat dideskripsikan oleh
pasien. Menurut pasien, ia dikejar-kejar oleh orang dikarenakan orang-orang disekitarnya
iri terhadap dirinya. Pasien merasa dirinya berbakti kepada orangtua, meringankan
pekerjaan orangtua dengan cara memberikan uang kerjanya kepada orangtua. Dari hal
tersebut banyak orang yang tidak menyukai dirinya. Jadi menurut pasien, banyak orang
yang ingin menjatuhkan dirinya.
Tidak hanya itu, pasien selalu curiga dengan orang-orang yang ada dirumahnya.
Ia merasa barang-barang yang ia miliki dicuri diam-diam oleh seseorang saat ia tidur.
Pasien tidak mau menyebutkan siapa nama orangnya karena tidak baik menceritakan
kejelekan orang lain. Pasien juga tidak membalas perbuatan orang tersebut karena bagi
dirinya hanya allah yang pantas membalas keburukan orang tersebut.
Pasien juga menambahkan bahwa dirinya sering melihat bayangan-bayangan di
sekitarnya. Bayangan tersebut seperti orang yang memakai jubah berwarna putih dan
bersorban dan tidak pernah menyuruh untuk melakukan sesuatu. Bayangan tersebut
hanya ia sendiri yang bisa melihat. Selain itu pasien juga sering melihat bayanganbayangan seperti hantu. Pasien tidak pernah takut melihat bayangan tersebut bahkan
dilawan dengan membacakan ayat-ayat al-quran. Pasien merasa bahwa ada arwah yang
memasuki dirinya berkali-kali saat ia berada di mesjid. Arwah tersebut menganggu
dirinya saat solat. Setelah kejadian itu, pasien disuruh oleh ayahnya untuk tidak datang ke
mesjid lagi. Pasien juga menambahkan bahwa setelah tamat SLTA, ia disegani oleh orang
banyak dan suka melakukan tawuran. Pasien mengatakan bahwa ia membakar
Universitas Indonesia dengan menggunakan balok. Pasien tidak pernah takut oleh
siapapun saat itu.

Selama 4 hari di Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan, pasien terlihat rajin dalam
melakukan kebersihan diruangannya sendiri, rasa sosial yang tinggi dan dapat berbagi
dengan teman-temannya. Pasien merasa suara bisikan-bisikannya mulai berkurang dan
dapat tidur dengan nyenyak.
C. Riwayat Gangguan Sebelumnya
1. Gangguan psikiatrik
Menurut ayah kandung pasien, setelah tamat SLTA, pasien langsung
melamar pekerjaan di salah satu kantor yang terletak dekat dengan rumah pasien
dan diterima di tempat tersebut. Pasien sudah bekerja 2 tahun di kantor tersebut.
Dengan kerja keras dan tekun, pasien mendapatkan kenaikan gaji dan ingin
disekolahkan oleh atasannya. Mendengar kabar itu, salah satu teman pasien iri
terhadap dirinya mengenai hal tersebut. Setelah kejadian itu, pasien merasa seperti
ada yang mau menusuk dirinya dari belakang. Saat pasien pulang ke rumah,
tingkah laku pasien aneh dan membakar semua barang-barang yang ada
disekitarnya termasuk baju yang ia kenakan saat itu.
Semenjak kejadian itu, pasien mulai mendengarkan adanya bisikanbisikan yang menganggu hidupmu. Bisikan-bisikan tersebut menyuruh pasien
untuk bunuh diri. Waktu itu, pasien pernah disuruh untuk melompat dari jembatan
tetapi pasien tidak sampai untuk melakukan hal tersebut. Selain itu, pasien juga
merasa dirinya sedang dikejar-kejar seseorang untuk dibunuh.
Pada tahun 2010, keluarga pasien sempat mengajak pasien ke paranormal
untuk mengeluarkan jin yang ada ditubuhnya. Karena pasien lebih sering
berbicara sendiri, marah-marah dan mengamuk. Saat dibawa ke paranormal,
dilakukan sistem bekam. Bagi keluarga pasien, dengan dibekam dapat
mengurangi keanehan tingkah laku dari pasien.
Dari mulai sakit sampai dirawat sekarang, rentang waktunya kira-kira 6
tahun. Pasien pernah dirawat di rumah sakit jiwa di bogor pada tahun 2012.
Pasien sudah 5 kali masuk ke rumah sakit jiwa Soeharto Heerdjan dengan keluhan
yang sama. Dalam segi pengobatan, pasien selalu meminum obat secara teratur
yang diberikan oleh dokter kepada dirinya.
2. Riwayat gangguan medik

Pasien tidak pernah mengalami sakit yang serius saat kecil. Pasien tidak
pernah kejang baik saat kecil maupun sesudah dewasa. Pasien tidak pernah
mengalami kecelakaan hingga kepalanya terbentur. Riwayat hipertensi, diabetes
melitus, penyakit jantung juga tidak pernah dialami pasien. Di keluarga pasien
juga tidak ada yang mengalami hal yang sama dengan pasien.
3. Riwayat penggunaan zat psikoaktif
Pasien selalu mengkonsumsi rokok setiap hari. Dalam sehari pasien bisa
menghabiskan 2 batang. Pasien tidak pernah mengkonsumsi alkohol maupun
obat-obatan terlarang.

4. Riwayat grafik gangguan sebelumnya

2012

2013

2014
2015

Keterangan :
Tahun 2012 pernah dirawat di RSJ bogor
Tanggal 1 Mei 14 Mei 2013 dirawat di RSJSH
Tanggal 20 Mei 5 Juli 2013 dirawat di RSJSH
Tanggal 25 Oktober 9 November 2013 dirawat di RSJSH
Tanggal 19 November 14 desember 2013 dirawat di RSJSH
Tanggal 17 desember 2014 6 Januari 2015 dirawat di RSJSH
D. Riwayat Kehidupan Pribadi
1. Riwayat Prenatal dan Perinatal
Selama kehamilan ibu pasien tidak pernah mengalami gangguan
kesehatan. Ibu pasien selalu kontrol rutin kehamilan ke dokter maupun ke
puskesmas. Pasien lahir secara spontan pervaginam dengan letak sungsang, cukup
bulan dan ditolong oleh dokter. Ibu pasien lupa berat lahir pasien saat lahir.
6

2. Riwayat Perkembangan Kepribadian


a) Masa kanak
Masa ini dilalui dengan baik, pasien tergolong anak sehat dengan proses
tumbuh kembang dan tingkah laku sesuai anak seusianya.
b) Masa remaja
Menurut ayah kandung pasien, pasien termasuk anak yang manja sewaktu
usia remaja dikarenakan ia anak keempat dari 4 bersaudara. Semasa
remajanya tidak ada masalah. Pasien dapat melewati masa remajanya
dengan baik. Tidak ada maalah komunikasi dan hubungan dengan
keluarga dan juga teman / orang lain. Pasien mempunyai banyak teman
dan lebih sering dirumah.
c) Masa dewasa
Pasien tidak mengalami masalah dalam berinteraksi dengan orang lain,
dan juga lingkungan sekitar. Pasien dapat melakukan aktivitas bahkan
bekerja dengan baik. Setelah tamat dari SLTA dan kemudian bekerja,
pasien mendapatkan beberapa tekanan yang membuat tingkah laku pasien
menjadi aneh.
3. Riwayat Pendidikan
Selama disekolah, pasien termasuk anak yang rajin dan disenangi oleh banyak
guru. Pasien selalu mendapatkan rangking 1 saat duduk dibangku SD. Dalam
berhubungan dengan teman, pasien sangat baik dan mau berbagi jika pasien
mempunyai makanan yang berlebih kepada temannya.
4. Riwayat Pekerjaan
Setelah tamat SLTA, pasien melamar pekerjaan di salah satu kantor yang terletak
dekat dengan rumah pasien dan kemudian diterima sebagai cleaning service.
Hubungan pasien dengan rekan kerjanya baik dan tidak pernah ada masalah.
Tetapi pada saat ia mendapatkan kenaikan gaji dari atasannya dikarenakan ia
bekerja dengan tekun dan rajin, hubungan pasien dengan teman kerjanya menjadi
tidak baik. Semenjak hal tersebut, tingkah laku pasien menjadi aneh dan curiga
setiap semua orang yang berada disekitarnya.
5. Kehidupan Beragama

Pasien mengatakan bahwa dirinya beragama islam. Sebelum sakit, pasien rajin
dalam melaksanakan solat wajib 5 waktu. Tidak hanya itu, pasien juga
mengerjakan solat sunah seperti solat malam. Selain itu pasien juga belajar
mengaji saat masih kecil.
6. Kehidupan perkawinan
Sebelum sakit, pasien memiliki teman perempuan yang sangat dekat atau disebut
sebagai pacar yang sudah dijalani beberapa tahun. Setelah pasien sakit,
perempuan ini tetap menunggu pasien selama 5 tahun. Melihat keadaan tersebut,
ayah pasien menyuruh untuk meninggalkan pasien dikarenakan pasien sakit
gangguan jiwa. Sampai sekarang, pasien belum menikah.
E. Riwayat Keluarga
Pasien merupakan anak dari pasangan Tn.Y dan Ny.X. Pasien merupakan anak keempat
dari 4 bersaudara. Pasien memiliki 1 kakak laki-laki dan 2 kakak perempuan. Pasien
tinggal bersama ayah, ibu, keponakan.
GENOGRAM

Keterangan :
: Laki - laki
: Pasien
:Perempuan
F. Situasi Kehidupan Sosial Sekarang
Pasien tinggal bersama orangtua dan keponakannya di rumah milik sendiri. Setelah tamat
SLTA, pasien mencari pekerjaan untuk meringankan pekerjaan ayahnya. Uang hasil
pekerjaannya selalu diberikan kepada kedua orangtuanya untuk mencukupi kebutuhan.
Pasien mengatakan bahwa uang yang didapatkan
G. Persepsi Pasien Tentang Dirinya dan Kehidupan
8

Pasien mengatakan bahwa dirinya tidak sakit.


III.

STATUS MENTAL (tanggal 10 Januari 2015, pukul 11.00 WIB)


A. Deskripsi Umum
1. Penampilan Umum
Pasien seorang laki-laki, berusia 39 tahun, berpenampilan fisik sesuai usia
berkulit sawo matang, berambut hitam lurus. Pada saat wawancara pasien
mengenakan baju seragam pasien RSJ Soeharto Heerdjan, terlihat cukup bersih
dan rapih. Pasien duduk tenang di hadapan pewawancara, kontak mata dan
konsentrasi baik.
2. Kesadaran
a) Kesadaran sensorium/ neurologik : Composmentis
b) Kesadaran psikiatrik : Tampak terganggu
3. Perilaku dan Aktivitas Motorik
a) Sebelum wawancara : Pasien sedang duduk di ruang elang
b) Selama wawancara : Pasien duduk dengan tenang di depan pemeriksa,
terdapat kontak mata antara pasien dengan pemeriksa. Perhatian pasien
mudah teralih ketika ada temannya yang lewat. Semua pertaanyaan dapat
dijawab dengan baik oleh pasien.
c) Sesudah wawancara : Pasien mengambil makanan dan mengangkat galon
untuk minum.
4. Sikap Terhadap Pemeriksa
Pasien bersikap kooperatif
5. Pembicaraan
a) Cara berbicara : pasien berbicara spontan dan jelas
b) Gangguan berbicara : tidak ada gangguan
B. Alam Perasaan (Emosi)
1. Suasana perasaan (mood) : mania
2. Afek : Terbatas
C. Gangguan Persepsi
1. Halusinasi : Halusinasi auditorik (+) pasien mendengar bisikan dari langit seperti
suara orchestra dimana jika mendengarkan suara itu menandakan kejadian yang
akan terjadi. Halusinasi visual (+) pasien pernah melihat bayangan orang yang
memakai jubah putih dan bersorban yang berada didepannya.
2. Ilusi : Tidak ada
3. Depersonalisasi : Tidak ada
9

4. Derealisasi : Tidak ada


D. Sensorium dan Kognitif (Fungsi Intelektual)
1. Taraf pendidikan : Sesuai dengan tingkat pendidikan (SLTA)
2. Pengetahuan umum : Baik (Mengetahui nama presiden Indonesia saat ini)
3. Kecerdasan : Rata-rata
4. Konsentrasi : Cukup baik
5. Orientasi
a) Waktu : Baik (pasien dapat membedakan pagi, siang, dan malam)
b) Tempat : Baik (pasien dapat menyebutkan tempat sekarang dimana ia
berada dan dirawat)
c) Orang : Baik (Pasien mengetahui sedang diwawancara oleh dokter muda).
d) Situasi : Baik (Pasien mengetahui situasi sekitar, saat wawancara
berlangsung).
6. Daya ingat
a) Jangka panjang : Baik
b) Jangka pendek : Baik (pasien dapat mengingat nama pemeriksa yang
diberitahu oleh pemeriksa beberapa jam yang lalu).
c) Segera : Baik (Pasien dapat mengulang jenis-jenis benda yang disebutkan
oleh pemeriksa).
7. Pikiran abstraktif : Baik (mengetahui makna ada udang dibalik batu).
8. Visuospatial : Baik (dapat menggambar jam)
9. Bakat kreatif : ingin menjadi vokalis band
10. Kemampuan menolong diri sendiri : Baik (pasien makan, mandi, dan berpakaian
sendiri)
E. Proses pikir
1. Arus pikir
a) Produktifitas : flight of ideas
b) Kontinuitas : inkoheren
c) Hendaya bahasa : tidak ada
2. Isi pikir
a) Preokupasi dalam pikiran : tidak ada
b) Waham : waham kejar (+) pasien seakan-akan ada yang mengejar dirinya
untuk dibunuh, waham kebesaran (+) pasien mengatakan bahwa dirinya
hebat dan berkuasa setelah tamat SLTA dimana ia membakar universitas
Indonesia dengan menggunakan balok, thought of insertion (+) pasien
c)
d)
e)
f)

merasa ada arwah yang memasuki dirinya beberapa kali.


Obsesi : tidak ada
Fobia : tidak ada
Gagasan rujukan : tidak ada
Gagasan pengaruh : tidak ada
10

F. Pengendalian Impuls
Baik (saat wawancara)
G. Daya Nilai
a) Daya nilai sosial : Baik (pasien berbagi makanan dengan temannya )
b) Uji daya nilai : Baik (pasien akan mengembalikan dompet ke kantor polisi apabila
menemukan dompet yang terjatuh di jalanan).
c) Daya nilai realitas : Terganggu (adanya halusinasi dan waham)
H. Tilikan
Derajat 1 (pasien merasa dirinya tidak sakit)
I. Realibilitas
Tidak dapat dipercaya
IV.

PEMERIKSAAN FISIK
A. Status Internus
1. Keadaan Umum
: Baik, tampak tidak sakit
2. Kesadaran
: Compos mentis
3. Tekanan darah
: 110/80
4. Nadi
: 82 x/menit
5. Pernapasan
: 22 x/menit
6. Suhu
: 36,7oC
7. Bentuk tubuh
: Normal
8. Sistem kardiovaskular: Bunyi jantung I/II murni regular, murmur (-),
gallop (-)
9. Sistem respiratorius

: suara napas vesicular bronchial kanan dan kiri

sama, ronkhi -/-. Wheezing -/10. Sistem gastro-intestinal : bising usus normal (+), nyeri tekan (-)
11. Sistem musculo-sceletal: tidak ada kelainan
12. Sistem urogenital
: tidak ada kelainan
B. Status neurologik
1. Saraf cranial (I-XII)
2. Gejala rangsang meningeal
3. Mata
4. Pupil
5. Oftalmoscopy
6. Motorik
7. Sensibilitas
8. Sistem saraf vegetative
9. Fungsi luhur
10. Gangguan khusus
V.

: tidak ada kelainan


: tidak dilakukan
: conjungtiva anemis -/-, sclera ikterik -/: isokor
: tidak dilakukan
: lengan 5/5, tungkai 5/5
: +/+
: tidak dilakukan
: tidak dilakukan
: tidak ada

PEMERIKSAAN PENUNJANG
11

HEMATOLOGI
Hemoglobin
Eritrosit
Leukosit
LED
Hitung Jenis :
Basofil
Eosinofil
Batang
Segmen
Limfosit
Monosit
Trombosit
Hematokrit

ELEKTROLIT
Natrium
Kalium
Chlorida

KIMIA
DARAH
GDS
SGOT
SGPT
Ureum
Kreatinin
Uric acid
VI.

15.1
5.1
7.640
10

Nilai Normal
LK
PR
11.3-16.0
10.0-14.0
3.6-5.3
3.2-4.6
4000-10.000
<15
<20

g/dl
Juta/mm3
mm3
mm/1 jam

0
5*
0
51
34
10*

0-1
1-3
2-6
50 - 70
20 - 40
2-8

%
%
%
%
%
%

289.000
43

130.000 - 450.000
33 - 48
30 - 42

U/L
g%

Hasil

Hasil

Nilai Normal
LK

139
4.4
102

Hasil
145
33
25
13
0.8
6.9

PR
135 - 148
3.5 4.5
98 107

PR
<180

<38
<41

<32
<31
15 45

0.7 1.2
3.4 7.0

Satuan
mmol/L
mmol/L
mmol/L

Nilai Normal
LK

Satuan

0.5 0.9
2.4 5.7

Satuan
mg/dl
U/L
U/L
mg/dl
mg/dl
mg/dl

IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA


Telah diperiksa seorang laki-laki, Tn.S, berusia 39 tahun, diantar oleh ayah dan
ibu kandung pasien dengan keluhan bicara kacau sejak 3 hari sebelum masuk rumah
sakit. Selain itu pasien juga marah-marah, mengamuk, menganggu warga, bicara sendiri
yang disertai dengan teriakan histeris dan keluyuran tengah malam. Pasien mengatakan
mendengar adanya bisikan yang berasal dari udara. Bisikan yang didengar seperti suara
12

orchestra yang mempunyai arti dibalik irama tersebut bagi pasien. Pasien juga merasa ada
yang mengejar-ngejar dirinya untuk dibunuh oleh orang yang tidak dapat dideskripsi oleh
dirinya dikarenakan orang tersebut iri terhadap kehidupannya. Pasien merasa barangbarang yang ia miliki dicuri diam-diam oleh seseorang saat ia tidur. Pasien juga sering
melihat bayang-bayangan disekitarnya seperti orang yang memakai jubah berwarna putih
dan bersorban dan sering juga melihat penampakan hantu yang menganggu dirinya jika
ingin tidur. Pasien merasa ada arwah yang memasuki dirinya berkali-kali saat ia berada di
mesjid. Pasien merasa dirinya yang membakar Universitas Indonesia dengan
menggunakan balok.
Terdapat riwayat pasien pernah dirawat di RSJSH 5 kali sejak tahun 2013 dengan
keluhan yang sama. Pasien selalu mengkonsumsi rokok setiap hari dimana dalam sehari
menghabiskan 2 batang/hari.
Dari pemeriksaan Psikiatri ditemukan penampilan fisik sesuai usia, rapi, bersih,
berkulit sawo matang dan berambut hitam. Mood manik, Afek terbatas, proses piker
flight of ideas (+), terdapat halusinasi auditorik (+), halusinasi visual (+), waham kejar
(+), waham kebesaran (+), delusion of influence (+) . Daya nilai realitanya terganggu
(adanya halusinasi dan waham). Tilikannya derajat 1 (pasien merasa dirinya tidak sakit).
Pada pemeriksaan fisik tidak didapatkan kelainan.
VII.

FORMULASI DIAGNOSTIK
Susunan formulasi diagnostik ini berdasarkan iktisar penemuan bermakna dengan urutan
untuk evaluasi multi aksial, sebagai berikut :
Axis I
Berdasarkan iktisar penemuan bermakna kasus ini dapat dinyatakan mengalami gangguan
jiwa karena adanya :
Gejala kejiwaan berupa :
Waham kejar
Waham kebesaran
Halusinasi visual
Halusinasi auditorik
Afek manik
Logore
Gangguan jiwa ini sebagai Gangguan Mental Non Organik karena :
Tidak ada gangguan kesadaran
Tidak ada gangguan fungsi kognitif

13

Tidak ada penyakit organik yang diduga berkaitan dengan gangguan

kejiwaannya
Menurut PPDGJ III, Gangguan Mental Non Organik psikosis ini termasuk skizofrenia
karena, memenuhi kriteria diagnostik yaitu;
Terdapat adanya halusinasi auditorik dan visual
Terdapat adanya waham kejar, dan waham kebesaran
Gejala-gejala diatas terjadi dalam kurun waktu 1 bulan atau lebih
Skizoafektif tipe manik karena memenuhi kriteria diagnostik yaitu

Memenuhi kriteria umum skizofrenia, adanya gejala-gejala khas dalam kurun

waktu 1 bulan atau lebih


Terdapat halusinasi visual dan auditorik
Terdapat waham kejar, waham kebesaran
Terdapat gangguan afek yang menonjol yaitu afek manik

Axis II
Tidak ditemukan gangguan kepribadian dan tidak ada retardasi mental. Kepribadian
premorbid pasien adalah pribadi yang senang menolong sesama teman.
Axis III
Pada kasus ini tidak ditemukan adanya gangguan organik dan gangguan fisik.
Axis IV
Problem psikososial : Merasa tertekan dengan orang-orang yang ada disekitarnya.
Axis V
Skala GAF current = 60-51 (gejala sedang, disabilitas sedang)
Skala GAF masuk rumah sakit = 50-41 (gejala berat, disabilitas berat)
Skala GAF HLPY = 60-51 (gejala sedang, disabilitas sedang)

VIII.

EVALUASI MULTIAKSIAL

Aksis I

: F 25.0 ( skizoafektif tipe manik )

Aksis II

: tidak ada gangguan kepribadian dan tidak ada retardasi mental

Aksis III

: tidak ada gangguan organik dan gangguan fisik

Aksis IV

: adanya stressor pada lingkungan keluarga dan teman.

Aksis V

: Skala GAF current = 60-51 (gejala sedang, disabilitas sedang)


14

Skala GAF masuk rumah sakit = 50-41 (gejala berat, disabilitas berat)
Skala GAF HLPY = 60-51 (gejala sedang, disabilitas sedang)
IX.

X.

XI.

DAFTAR MASALAH
Organobiologik : Tidak ditemukan kelainan organik dan faktor herediter
Psikologis
: Ditemukan adanya halusinasi auditorik, halusinasi visual,
waham kejar, waham kebesaran dan afek manik.
Sosiobudaya : Masalah sosial dengan orang-orang sekitar.
PROGNOSIS
Quo ad vitam
: Dubia ad bonam
Quo ad sanasionam : Dubia ad malam
Quo ad functionam : Dubia ad bonam
TERAPI
Terapi Farmakologis

Risperidon
2x2mg

Efek terapi : merupakan obat antipsikosis untuk gejala negatif (menarik


diri,pasien suka menyendiri) dan gejala positif( waham,halusinasi, bicara
kacau)
Dosis : diberikan sesuai dosis anti psikosis yaitu 2x 2mg
Efek samping:
1. sedasi dan inhibisi psikomotor ( rasa mengantuk, kewaspadaan
berkurang, kinerja psikomotor menurun, kemampuan kognitif
menurun)
2. gangguan otonomik( hipotensi, mulut kering, sulit miksi, hidung
tersumbat)
3. gangguan Ekstrapiramidal: distonia, akatisia, sindrom Parkinson :
rigiditas, tremor, bradikinesia)
4. efek samping irreversible: gerakan involunter berulang: lidah,
mulut, rahang, anggota gerak)

Triheksilphenidil
(THP) 2x2mg

Efek terapi : Diberikan Triheksilphenidil untuk mencegah efek samping


dari obat anti-psikosisnya (seperti Parkinson, akathisia, diskinesia).
Antikolinergik, mencegah munculnya efek samping extrapiramidal akibat
pemakaian anti psikosis high potensial
Dosis : Diberikan 2x2mg

15

Seroquel
1x300mg

Efek terapi : Merupakan obat antipsikosis golongan atipikal yang dapat


mengobati gejala psikosis dan manic yang menyertai gangguan bipolar.
Komposisi : quetiapine fumarat
Dosis : Diberikan 1x300 mg

Dephakote
1x500 mg

Efek terapi : Terapi episode manik akut atau campuran yang


berhubungan dengan gangguan bipolar dengan atau tanpa disertai dengan
psikosis.
Komposisi : natrium valproat
Dosis : Diberikan 1x500 mg

Terapi non farmakologis


Intervensi Psikososial
Terapi ini diberikan kepada pasien apabila kondisi pasien tenang dan cukup kooperatif
untuk berkomunikasi.
Antara bentuk terapi yang dijalankan adalah seperti berikut:
a.

Psikoterapi suportif

Psikoterapi ini dapat dilakukan dalam bentuk bimbingan serta terapi kelompok
seperti groupingdan morning meeting. Pendekatan lain yang bisa dilakukan adalah
dengan cara:
Ventilasi : pasien diberikan kesempatan untuk meluahkan isi hatinya.
Sugesti : menanamkan kepada pasien bahwa gejala-gejala gangguannya
akan hilang.
Reassurance : meyakinkan kembali kemampuan pasien bahwa dia sanggup
mengatasi masalahnya.
Bimbingan
: memberikan bimbingan yang praktis yang berhubungan
dengan masalah kesehatan jiwa pasien agar pasien lebih bersemangat
mengatasinya.

b. Psikoterapi edukatif

Memberikan informasi kepada pasien dan edukasi mengenai penyakit

yang dideritanya, gejala-gejala, dampak, pengobatan, komplikasi, prognosis, dan

16

risiko kekambuhan agar pasien tetap taat meminum obat dan segera datang ke dokter
bila timbul gejala serupa di kemudian hari.

Memotivasi pasien untuk berobat teratur

Menasihati pasien supaya lebih banyak mendekati lingkungan secara

perlahan-lahan

Memberikan terapi suportif yang telah dilakukan dengan tujuan untuk

memberikan dorongan, motivasi, dan memperkuatkan pertahanan diri pasien.


Melalui terapi ini diharapkan pasien dapat menemukan kembali rasa percaya diri dan
memperkuatkan pertahanan diri terhadap masalah-masalah yang dihadapi.
Memberi edukasi untuk membantu pasien agar dapat mengerti keadaan yang
sekarang dan mengatasi permasalahan yang ada dan menyesuaikan diri dengan
lingkungannya.
Kepada keluarga, dilakukan edukasi terhadap Keluarga
Melakukan konseling keluarga. Dimana dalam keluarga diberi pemahaman bahwa
pasien masih tetap membutuhkan dukungan dari pihak keluarga agar penyembuhan
pasien lebih cepat.
Edukasi kepada keluarga tentang pentingnya dukungan keluarga dan pentingnya
rutinitas minum obat dalam proses kesembuhan pasien.

Sosioterapi
Memberi kesempatan kepada pasien untuk berinteraksi sosial dalam kegiatan di dalam rumah
sakit seperti memberi pekerjaan yang kecil kepada pasien supaya pasien dapat bertanggungjawab
dengan pekerjaan yang diberikan atau kegiatan keagamaan sesuai kepercayaan yang dianut.

17