Anda di halaman 1dari 73

Ari Sudarsono, M.

Fis

SISTEM LIMFATIK
Terdiri atas :
Pembuluh Limfe
Nodus limfatik
Organ limfatik
Nodul limfatik
Sel limfatik
Cairan yang terdapat pada pembuluh limfe
disebut
limfe
02/07/15

Sistem Limfatik mempunyai fungsi :

Transportasi kelebihan cairan intersisial ke


aliran darah
Transportasi diet lipid
Merupakan tempat limfosit
Meningkatkan respon imun

02/07/15

Komponen pembuluh Limfe


1. Kapiler Limfe

- merupakan pembuluh limfe kecil yang


merupakan tempat pertama dari jaringan
limfe
- tubulus yang terdapat sepanjang jaringan
kapiler, kecuali di dalam sumsum tulang
merah dan susunan saraf pusat

02/07/15

02/07/15

Terdiri atas selapis endotelium, tetapi


membran basalis lebih tipis dan diameter
lebih besar
Filamen yang berbentuk jangkar mengikat
sel endotelia ke struktur yang berdekatan
Sel endotelial yang overlap berperan sebagai
katup
Bila tekanan cairan intertitialis meningkat,
cairan masuk ke kapiler limfe dan sel
endotelial menutup
Cairan yang sudah masuk, tidak bisa kembali
lagi kejaringan

02/07/15

02/07/15

- Usus halus mempunyai kapiler limfatik yang

spesial yang dinamakan lacteal


- Lacteal
= mengangkut cairan intertitial
= lipid
= vitamin larut dalam lipid
- Limfe pada tractus ini seperti susu dan
disebut juga chyle

02/07/15

Pembuluh Limfe
Merupakan muara kapiler limfe
Menyerupai vena kecil yang terdiri atas 3

lapis dan mempunyai katup pada lumen yang


mencegah cairan limfe kembali kejaringan
kontraksi otot yang berdekatan juga
mencegah limfe keluar dari pembuluh

02/07/15

02/07/15

Beberapa pembuluh limfe berhubungan dengan


nodulilimfatisi yang terdapat pada organ
Pembuluh limfe aferen membawa limfe ke Nn
LL yang menyaringnya dari benda asing
Setelah disaring, limfe dikeluarkan melalui
pembuluh limfe eferen

02/07/15

Trunkus Limfatikus
- Terdiri atas : bagian kiri dan kanan
- Merupakan muara dari pembuluh limfe
- Terdiri atas :

= Trunkus yugularis
menerima limfe dari kepala dan leher
= Trunkus subclavia
menerima limfe dari exterminitas
superior, glandula mama, dinding thorax
superficialis

02/07/15

= Trunkus Bronchomediastinalis
menerima limfe dari struktur thorax
bagian dalam
= Trunkus Intestinalis
menerima limfe dari struktur abdomen
= Trunkus Lumbalis
menerima limfe dari extremitas inferior,
dinding abdomino perlvic dan organ
perlvis

02/07/15

02/07/15

Duktus Limfatikus
Merupakan muara trunkus limfatikus
Mengembalikan limfe ke sirkulasi vena
Terdiri atas :

Duktus Limfatikus Destra


= lokasi : dekat clavicula
= bermuara ke pertemuan V. Subclavia
dextra dan V. Yugularis interna dextra
= menerima limfe dari truncus lymphaticus
leher
dan kepala kanan, ext superior kanan dan
bagian kanan thorax
02/07/15

02/07/15

Ductus Thoracicus
- Panjang 37,5 45 cm
- Basis terletak pada bagian anterior vert.

lumbalis 2 yang dinamakan cysterna chyli


yang memerima limfe dari :
= truncus lumbalis
= usus halus

02/07/15

- Ductus thoracicus memanjang dari cysterna chyli

di anterior corpus vertebra menuju pertemuan V.


Subclavia kiri dan V. Yugularis interna kiri
- Menerima limfe dari :
= bagian kiri leher dan kepala
= bagian kiri extremitas Sup
= bagian kiri thorax
= bagian tubuh inferior diaphragma

02/07/15

Nodul Lympatic (Lymphatic Follicles)


-

02/07/15

Kelompok sel limfatik yang diselubungi oleh


matrix extra celluler
Bagian tengah disebut pusat benih
(germinal center) yang berisi proliferasi
limfosit B dan makrofag
Limfosit T terdapat diluar pusat benih
Berfungsi menyaring dan membunuh
antigen

Malt (Mucosa-Associated Lymphatic


Tissue)

- Kumpulan Nodul Lymphatic yang terdapat

dilamina propria mucosa tractus


gastrointestinalis, respiratorius genitalis dan
urinarius
- Bila ada antigen, akan menginisiasi respon
imun
- Sangat banyak di ileum, yang disebut peyer
patches

02/07/15

02/07/15

Tonsil

Merupakan kelompok sel limfatik dan matrix

extra seluler yang dibungkus oleh capsul


jaringan pemyambung, tapi tidak lengkap
Terdiri atas:
= bagian tengah (germinal center)
= Crypti, pinggir yang menonjol
Ditemukan dipharyngeal yaitu :
= tonsil pharyngeal (adenoid), dibagian
posterior
naso pharynx
= tonsil palatina, posteo lateral cavum oral
= tonsil lingualis, sepanjang 1/3 posterior lidah
02/07/15

02/07/15

Nodus Lymphaticus
Terdapat sepanjang jalur pembuluh limfe

berupa benda oval atau bulat yang kecil


Ditemukan berkelompok yang menerima limfe
dari bagian tubuh
Fungsi utama menyaring antigen dari limfe
dan menginisiasi respon imun

02/07/15

02/07/15

Terdiri atas :
Cortex
terdiri dari atas nodul limfatik
Medulla
mempunyai untaian sel limfatik yang disokong
oleh jaringan ikat disebut medullary cords
sinus medullaris
berupa rongga
Vasa aferen membawa limfe ke nodus da vasa
eferen membawa limfe keluar dari nodus

02/07/15

02/07/15

Thymus
Terletak di mediastinum anterior berupa 2

lobus
Pada bayi dan anak-anak, timus agak
besar dan sampai ke mediastinum superior
Timus terus berkembang sampai pubertas
mencapai berat 30 -50 gr
Kemudian mengalami regresi dan
digantikan oleh jaringan lemak
Pada orang dewasa timus mengalami
atrofi dan hampir tidak berfungsi
02/07/15

02/07/15

Limpa (Spleen)
Terletak di Quadran atas kiri abdomen, di

inferior diaphragma yang memanjang dari iga 9


11
Terletak dilateralis ginjal dan posterolateral
gaster
Bagian posterolateral disebut permukaan
diaphragmatic dan bagian antero medeoial
berisi hillus dimana A, V dan Nervus, masukkeluar melalui hillus ini
Limpa disuplai oleh A. Splenicus

02/07/15

02/07/15

Struktur Limpa
Capsul

= terdiri atas jaringan pengikat yang


iregular yang membungkus limpa
= capsul akan menjulur kedalam
dinamakan trabecula dimana akan
berjalan A dan V trabecularis
= Sel disekitar trabecula akan terbagi
menjadi
- Pulpa Alba
- Pulpa Rubra, yang mengelilingi pulpa putih
02/07/15

02/07/15

Pulpa Alba
Dihubungkan dengan arteri yang mensuplai

limpa
Terdiri atas kelompok sel limfatik (limfosit T, B
dan Makrofag)
Dipusat kelompok terdapat A. Centaralis

02/07/15

Pulpa Rubra
Dihubungkan dengan vena yang

mensuplai limpa
Terdiri atas :
= Splenic Cords
mengandung eritrosit, platelet, makrofag
dan sel plasma
= Splenic Sinusoid
berperan sebagai kapiler yang membawa
darah
02/07/15

02/07/15

Fungsi Limpa
Menginisiasi respon imun bila ada antigen

didalam darah
Reservoir eritrosit dan platelet
Memfagosit eritrosit dan platelet yang
defectiv
Phagosit bacteri dan benda asing lainnya

02/07/15

02/07/15

SISTEM PERTAHANAN TUBUH

PENDAHULUAN
Disekitar kita banyak bahan organik dan anorganik,

benda hidup maupub benda mati setiap saat bisa


menginfeksi tubuh mampu menimbulkan penyakit,
kerusakan jaringan.
Tubuh mempunyai sistem imunitas= gabungan sel,
molekul dan jaringan yang berperan dalam resistensi
terhadap bahan atau zat yang masuk ke dalam tubuh
Reaksi yang dikoordinasikan sel-sel dan molekul
terhadap benda asing yg masuk ke dalam tubuh =
respon imun
Sistem imum penting untuk pertahanan tubuh.

A. Macam-macam sistem pertahanan tubuh

Immunity Types
A summary of innate and acquired immunity
INNATE IMMUNITY
Rapid responses to a
broad range of microbes

External defenses

Invading
microbes
(pathogens)

ACQUIRED IMMUNITY
Slower responses to
specific microbes

Internal defenses

Skin

Phagocytic cells

Mucous membranes

Antimicrobial proteins

Secretions

Inflammatory response
Natural killer cells

Humoral response
(antibodies)
Cell-mediated response
(cytotoxic
lymphocytes)

1. PERTAHANAN ALAMIAH (NONSPESIFIK)

Tidak ditujukan kepada mikroba tertentu, ada dan berfungsi


sejak lahir
Pertahanan terdepan menghadapi serangan mikroba
Mekanismenya tidak punya kekhususan
Mekanisme fisiologis komponen normal yang selalu
ditemukan pada orang sehat.
Meliputi pertahanan fisik/mekanik, pertahanan biokimia,
pertahanan humoral, pertahanan seluler.

a. Pertahanan fisik rintangan fisik

kulit, membran mukosa yang melapisi saluran, sel-sel


epitel bersilia pertahanan terdepan.

b. Pertahanan Biokimia

Kelenjar minyak, keringat , getah lambung, getah usus,


air mata dan getah mukosa lain = bahan kimia merubah
pH = bahan kimia membatasi pertumbuhan patogen

PERTAHANAN FISIK

PERTAHANAN ALAMIAH (NONSPESIFIK

lanjutan ..

c. Pertahanan seluler
Pertahanan lapis ke dua
Tergantung proses fagositosis oleh neutrofil, monosit,
eosinofil
1) Neutrofil (60-70% dari leukosit)
Sel yang dihancurkan mikroba, mengirim sinyal kimiawi

menarik neutrofil keluar dari darah memasuki jaringan


terinfeksi menelan dan menghancurkan mikroba.
Neutrofil berumur pendek cenderung merusak diri sendiri.

2) Monosit (5% dari leukosit)


sebentar di dalam darah jaringan berubah menjadi makrofag

dengan psedopodium menjulur dan menempel ke polisakarida


permukaan kuman dan menelan dihancurkan dengan lisozim
Makrofag ada yang bermigrasi ke seluruh tubuh.
Ada yang permanen dalam jaringan makrofag alveoli paru, sel
mesoglea ginjal, sel Kuffer hati, sel mikroglia otak, sel histiosit

Mekanisme fagositosis

a. Makrofag menjulurkan pseudopodia ke bakteri penginfeksi


b. Bakteri terperangkap oleh pseudopodia, dihancurkan oleh enzim
lisozim
c. Proses fagositosis

3). Eosinofil (1.5% dari leukosit)


Memfagosit patogen berukuran besar cacing, protozoa
Mampu menghasilkan enzim perusak granula sitoplasma

parasit

Pada pertahanan alamiah (NONSPESIFIK), selain sel-sel


fagosit ada juga sel pembunuh alami (Natural Killer
Cell), yang meliputi limfosit granula besar, fungsi utamanya
merusak sel tubuh yang diserang virus dan sel tumor.

d. Pertahanan Humoral
Pertahanan oleh bahan yang terdapat di dalam sirkulasi

darah
Meliputi :Komplemen, interferon, CRP (C Reactive
Protein), kolektin, lisozim

1) Komplemen

Diproduksi hepatosit dan monosit


Terdiri atas beberapa protein, bila diaktifkan memberikan
proteksi terhadap infeksi dan berperan dlm respon inflamasi.
Fungsi komplemen :
a. Menghancurkan membran sel bakteri
b. Faktor kemotatik yg menggerakkan makrofag ke tempat
bakteri
c. Mengikat permukaan bakteri yang memudahkan makrofag
untuk mengenal dan memakannya (opsonifikasi)

2). Interferon = anti virus.

Dapat menginduksi sel-sel di sekitar sel yg terinfeksi virus


resisten
Sitokin yg berupa glikoprotein, diproduksi makrofag aktif, sel
pembunuh alami, berbagai sel tubuh yang mengandung
nukleus respon terhadap infeksi virus.

3). C- Reaktive Protein (CRP)


Protein yang kadarnya dalam darah akan meningkat bila tjd infeksi
akut respon pertahanan non spesifik.

Mekanisme interferon melawan virus :


a. Virus menginfeksi sel b. Gen interferon di dalam sel teraktifkan
c. Sel membuat interferon d. Interferon memasuki sel tetangga yang sehat
e. Interferon menstimulasi sel tetangga memproduksi protein anti viral

4). Kolektin
Protein mengikat hidrat arang pada permukaan kuman

5). Lisozim
Protein lizosom dalam ludah, air mata, sekresi
mukosa
dapat melisis sel mikroba.

e. Respon Peradangan
Kerusakan

jaringan ( luka kecelakaan, operasi,


transplantasi, infeksi) jalan masuk kuman
memicu peradangan terlokalisir.
Di daerah luka arteriole prakapiler = berdilatasi,
venule pasca kapiler menyempit pembesaran kapiler
darah bocor ke jaringan bengkak memerah sekitar
luka.
Respon peradangan dimulai sinyal kimiawi (senyawa
kimia, benda asing, atau histamin)
Histamin = dihasilkan tubuh sebagai respon kerusakan
jaringan basofil

Histamin

merangsang pembesaran dan peningkatan


permeabilitas kapiler perlukaan,
Leukosit dan sel jaringan yang rusak mengeluarkan
prostaglandin meningkatkan aliran darah ke
jaringan yg luka mempercepat pengiriman dan
penyerapan zat.
Misal ion Ca mempercepat pembekuan darah luka
tertutup , menghambat penyebaran mikroba.
Peningkatan aliran dan permeabilitas lokal
peningkatan migrasi sel fagositik dimulai 1 jam
setelah sebelum diperantarai kemokin
Fagositosis dimulai neutrofil diikuti monosit yang
akan berkembang menjadi makrofag jaringan.
Makrofag fagositosis terhadap patogen
Neutrofil dan jaringan rusak melisis menjadi nanah.

Respon Peradangan
a. Jaringan terluka, pelepasan cairan berupa histamin
b. Pembuluh darah membesar, fagosit (makrofag dan neutrofil)
bergerak menuju luka
c. Fagosit memakan patogen, sel tidak terinfeksi.

Bila luka menyebar (sistemik) sel-sel yg rusak

mengeluarkan sinyal berupa zat kimia melepas


neutrofil lebih banyak dari sumsum tulang belakang
jumlah dalam darah meningkat beberapa jam dari
peradangan awal.
Respon sistemik lain demam. Toksin patogen
merangsang timbulnya demam
Leukosit lain menghasilkan pirogen termostat
tubuh.
Suhu tubuh yang tinggi :
a. menghambat kerja enzim metabolit.
b. menghambat pertumbuhan beberapa mikroba
c. memudahkan fagositosis meningkatkan reaksi kimia
tubuh meningkatkan perbaikan luka.

2. Sistem pertahanan Spesifik


Pertahanan tubuh yang mampu mengenali benda asing

oleh tubuh dengan respon sensitasi sel-sel imum.


Sensitasi penyebab sel atau organisme menjadi
lebih aktif.
terhadap antigen.
Antigen zat yang dpt menstimuli sel limfosit B
memproduksi protein antibodi.
Antibodi hanya dapat mengenali antigen yang pernah
masuk ke tubuh pertahanan spesifik.
Dilakukan oleh leukosit jenis limfosit berasal dari
pluripoten sumsum tl. Belakang atau hati janin.
Awalnya limfosit serupa berkembang limfosit T
dan limfosit B

Perkembangan limfosit menjadi sel T dan


sel B.
a. Limfosit dari sumsum tulang pindah
ke timus sel T pertahanan
seluler
b. Limfosit tidak pindah sel B
pertahanan humoral.

Sel B dan sel T mengenali antigen


krn reseptor antigen yang terikat
pada membran selnya.
Reseptor sel B protein
transmembran (antibodi membran)
Reseptor sel T strukturnya sama
dengan protein transmembran.
Sel T dan sel B memiliki 100.000
reseptor spesifikasi sama persis.
Mula-mula limfosit dibentuk sangat
beragam kontak dg antigen
membentuk reseptor dg spesifikasi
khusus mampu merespon
bermacam-macam antigen

a.

Proses Pembentukan Limfosit

a. Limfosit terseleksi sel B dan sel T memiliki


reseptor mampu berinteraksi dg antigen
b. Limfosit berdeferensiasi membelah menjadi
dua klon ( sel efektor (Supressor) berumur
pendek dan sel memori berumur panjang)
c. Perbanyakan dan deferensiasi ( saat terinfeksi
antigen = respon kekebalan primer) perlu
waktu 10 17 hr, bg limfosit terseleksi untuk
membangkitkan respon sel efektor pada awal
tubuh terinfeksi antigen
d. Sel B dan sel T terseleksi membangkitkan sel
efektor B dan sel T
e. Sel efektor B membentuk sel plasma
menghasilkan antibodi. Saat sel efektor B aktif
individu sakit, gejala hilang ketika sel T
membersihkan antigen dari tubuh
f. Bila tubuh terinfeksi lagi respon lebih cepat
disebut respons kekebalan sekunder.
g. Jumlah antibodi lebih banyak, afinitas terhadap
antigen lebih besar.
h. Kemampuan membangkitkan kekebalan sekunder dasar mekanisme memori imunologi

b. Penanda Permukaan sel


Sel T memiliki interaksi dg sekelompok molekul asli yg tersusun
dr glikoprotein permukaan sel = kompleks histokompabilitas
mayor = mayor histocompability (MHC), pada manusia
Human Leucosit antigen.
MHC ada dua macam : MHC kelas I = pada sel-sel tak berinti,
MHC kelas II = khusus sel-sel kekebalan makrofag, sel B, sel T
yg telah diaktifkan, sel tymus.
MHC berfungsi mengirim antigen ke sel T
Sel T ada dua jenis : sel T sitotoksik (Tc), sel T helper (Th)
masing-masing membuat kontak spisifik dg molekul MHC pada
permukaan sel tubuh.
Sel Tc reseptor terikat fragmen antigen yg dikirim MHC kelas
I
Sel Th reseptor terikat fragmen antigen yg dikirim MHC kelas
II
MHC + fragmen antigen kompleks MHC-antigen dpt dikenali
reseptor antigen spesifik sel T.
Makrofag berinteraksi dg antigen MHC kelas II agar dikenali
oleh sel Tc.
Antigen akan dihancurkan set T dengan bantuan sel Th.

Penanda sel MHC kelas I yg menyediakan antigen ke sel T

c. Sistem Pertahanan Humoral


Melibatkan sel B yg berasal dari sel asal multipoten di ss.tl.

belakang.
Sel B bertemu benda asing berproliferasi, berdiferensiasi,
berkembang plasma --. Membentuk antibodi.
Antibodi pertahanan tubuh dari infeksi ekstraseluler, virus,
bakteri, dan toksinnya.
Sel B penghasil antibodi pp> peredaran darah dan limfa.
c. Sistem Pertahanan seluler
Yg berperan sel T (Tc dan Th) pertahanan mikroba
intraseluler.
Sel terinfeksi antigen makrofag menelan dan
menghancurkan antigen.
MHC kelas II yg disintesis bergerak menuju ke permukaan
makrofag dan mengikat protein antigen.

Sistem Pertahanan Humoral


lanjutan.
Protein Antigen dikenali oleh sel Th dengan perantaraan CD4

(protein permukaan sel Th).


Sel Th teraktifasi mensekresikan sitokin, untuk
mengaktifkan limfosit lain.
Contoh sitokin IL-II (interleukin-II) mengaktifkan sel B
untuk kontak dengan antigen berdiferensiasi menjadi sel
plasma mensekresikan antibodi.
IL-II juga membantu sel T sitotoksik menghancurkan
antigen.

Peranan sel T teraktivasi dalam sistem imunitas

B. Antigen dan Antibodi


1. Antigen
Benda asing yang dapat merangsang respon sistem pertahanan

tubuh.
Fungsional antigen dibedakan menjadi : imunogen dan hapten.
Imunogen = antigen yg dpt merangsang pertahanan tubuh
sangat kuat imunitas protektif terhadap organisme patogen.
Hapten determinasi antigen yg dapat mengikat/bereaksi dg
antibodi, ttp tdk dapat merangsang pembentukan antibodi
secara langsung. (misal bergabung dg oligosakarida)
Determinan antigen = bagian antigen yg dpt menginduksi
pembentukan antibodi.
Antigen dapat dibedakan menurut sifat kimianya :
1). Polisakarida : hidrat arang dan glikoprotein umumnya
permukaan mikroba
2). Lipid : tidak imunogenik, bila diikat protein pembawa mjd
imunogenik
3). Asam nukleat : tdk imunogenik, bila diikat protein pembawa
imunogenik.
4). Protein : umumnya imunogenik.

2. Antibodi
Merupakan protein globin yg dikenal dengan

Imunoglobulin (Ig)
Dibentuk oleh sel plasma dari proliferasi sel B stlh kontak
dg antigen.
Antibodi baru mengikat antigen secara spesifik.
Sebuah molekul antibodi umumnya memiliki dua tempat
pengikatan antigen , masing-masing terdiri atas 4 rantai
polipeptida 2 rantai berat (heavy chain), 2 rantai
ringan (light
chain).Keduanya
dihubungkan
jembatan
disulfida membentuk
molekul bbntk huruf Y daerah V
memiliki asam amino berfariasi
tergantung antibodinya

Interaksi antara daerah V dengan epitop(bagian antigen

yang menginduksi antibodi)= cara kerja enzim dan


substrat.
Daerah ekor antibodi daerah konstan
bertanggungjawab :
a. atas persebaran antibodi
b. mekanisme pembuangan
antigen yg diperantarainya
- menentukan kelas antibodi
Limakelas antibodi :

BENTUK-BENTUK ANTIBODI
Klas

Tempat

Fungsi

IgG

Bentuk antibodi utama


di sirkulasi

Mengikat patogen, mengaktifkan


komplemen, meningkatkan
fagositosis

IgM

Di sirkulasi, antibodi
terbesar

Aktifkan komplemen,
menggumpalkan sel

IgA

Di saliva dan susu

Mencegah patogen menyerang sel


epitel traktus digestivus dan
respiratori.

Ig D

Di sirkulasi dan
jumlahnya paling
rendah

Menandai kematuran sel B

Ig E

Membran berikatan
Bertanggung jawab dalam respon
dengan reseptor basofil alergi dan melindungi dari serangan
dan sel mast dalam
parasit cacing
jaringan

C. Kegagalan Sistem Pertahanan Tubuh


1. Penyakit Autoimun
Sistem pertahanan = benteng dari serangan
Kadangkala sistem imun merusak tubuh autoimun
Autoimun terjadi karena sistem kekebalan tubuh salah sasaran

menyerang jaringan, sel, organ sendiri terjadi peradangan


tempat sistem imun menyerang patogen.
Autoimum dipicu :
a. Makrofag dan neutrofil : bersirkulasi dalam darah memantau
zat asing mengepung dan merusak dg molekul beracun. Bila
molekul beracun diproduksi berlebihan juga merusak jaringan
tubuh.
- Autoimum granulomatosis Wegener menyerang pembuluh
darah
- Autoimum arthritis reumatoid merusak sendi
b. Sel T mengeluarkan sitokin dan kemokin. Kelebihan
kemokin di persendian dirongga sendi diserbu sel perusak
(makrofag, neutrofil, sel T)

Kegagalan Sistem Pertahanan Tubuh

lanjutan .

c. Sel B membuat kesalahan dengan tidak memproduksi


antibodi terhadap antigen asing, tetapi menyerang jaringan
tubuh
a). Myasthemia gravis : lemah otot autoantibodi
menyerang saraf penstimuli gerakan otot
b). Pemphigus vulgaris : autoantibodi salah perintah
menyerang sel kulit melepuh.
d. Saat antibodi berikatan dg antigen di aliran darah
membentuk jaringan berkisi-kisi = kompleks imum
memicu peradangan dlm pembuluh darah, menghambat
aliran darah, merusak ginjal.
Contoh lupus eritematosus.

2. Alergi Bahan penyebab alergi = alergen


kegagalan sistem imum tubuh hipersensitif bereaksi secara

imunologi benda asing nonimunogenik (lingkungan, dan


bahan-bahan lain)
Alergi diwariskan

Kedua orangtua menderita gjl alergi 25-30% alergi.


Kedua orangtua alergi 60-70% alergi.
Penyebab alergi : makanan, debu, serbuk sari, bulu hewan,
sabun, bahan kimia=logam, kutu, suhu, kapuk, obat-obatan.
Alergi berulang sering menyerang sistem saraf pusat sakit
kepala berulang, pusing, susah tidur, gangguan perilaku,
susah tidur, susah bicara,

3. Penyakit Imunodefisiensi

Mestinya sistem kekebalan siap setiap saat


Karena sesuatu dan lain hal mengalami penekanan
(imunosupresi) sampai hilang kekebalan (imunodefisiensi)
Macam imunodefisiensi :
a. Imunosupresi : akibat proses komplikasi biologis penyakit
lain dlm tubuh, misal maltrusi, kanker, penyakit infeksi.
Maltrusi protein berasosiasi dengan penurunan kekebalan
tubuh thd patogen menimbulkan infeksi, abnormalisasi
dan kematian bayi, anak-anak, orang dewasa.

Mekanisme imunodefisiensinya belum jelas, diperkirakan


Protein, Lemak, vitamin, mineral memberi dampak negatif

perkembangan sel dlm sistem imum


Penderita kanker stadium lanjut, mudah terkena infeksi
rusaknya sistem imum.Tumor sumsum tl. belakang, leukemia
perkembangan limfosit terganggu.
Limfoma ganas = penyakit Hodgkin tubuh gagal membentuk
reaksi hipersensitif dilakukan injeksi kulit dg berbagai antigen,
pasien pernah terpapar antigen ttt, misal toksoid, Candida.

b. Imunodefisiensi iatragonik
Sering diakibatkan oleh terapi obat menginaktifkan limfosit.
Zat kemoterapi kanker umumnya toksik terhadap limfosit,

prekursor monosit dan granulosit.


Kemoterapi dan radiasi kanker sering diikuti imunosupresi
atau resiko infeksi.
Pemberian kortikosterol dan antibiotika siklosporin A
pengobatan radang/penolakan transplantasi jaringan/organ.

d. Penerapan sistem Pertahanan Tubuh


1.

Antibodi Monoklonal
Usaha manusia dengan teknik hibridoma/rekayasa
genetika
satu klon atau satu jenis antibodi.

Penerapan sistem Pertahanan Tubuh


lanjutan..
a. Antigen disuntikkan ke seekor tikus

d.

Tubuh tikus membentuk antibodi thdp antigen


Sel plasma yang dibentuk sel B diambil intinya dikawinkan
dengan sel embrional
sel akan berproliferasi membentuk sel sel baru yang
menghasilkan antibodi yang diharapkan.
Antibodimonoklonal dpt digunakan sebagai obat penyembuh
berbagai penyakit sesuai jenis penyakitnya

2.

Produksi Interferon secara Rekayasa Genetika

b.
c.

dapat diproduksi secara invitro.


dapat digunakan sebagai antivirus

3. Proses Pembuatan Vaksin

Dilakukan dengan mengambil bagian tubuh atau


produk patogen sebagai antigen seseorang
merangsang
Pembentukan antibodi.

Beberapa Istilah :
Imunokompeten (immunocompetence) adalah kemampuan

tubuh untuk mengembangkan respon kekebalan terhadap


infeksi atau penyakit. Imunokompeten diukur untuk melihat
seberapa baik tubuh dapat melawan penyakit tertentu.
Immunocompromised (imunitas lemah) adalah kondisi
abnormal di mana kemampuan seseorang untuk melawan
infeksi menurun. Hal ini dapat disebabkan oleh proses
penyakit, obat-obatan tertentu, atau kondisi yang hadir saat
lahir.
Imunosupresi adalah melemahnya sistem kekebalan tubuh
yang menyebabkan penurunan kemampuan untuk melawan
infeksi dan penyakit.