Anda di halaman 1dari 8

PROTOKOL

VALIDASI PROSES PRODUKSI

Nama Produk
Sediaan
Ukuran Batch
No. Batch
No. Prosedur

: PROPRIL TABLET
: Tablet Lepas Lambat
:
:
:

PROTOKOL VALIDASI PROSES UNTUK SEDIAAN TABLET


Protokol Validasi Proses untuk Produksi Propril Tablet
No. Protokol
: ..
Tanggal
: ..
I. Deskripsi Produk
:
I.1 Nama Produk
: Propril Tablet
I.2 Kode Produk
: Tablet
I.3 Bentuk Sediaan
: Tablet Lepas Lambat
I.4 Besar Bets : (300 Tablet Lepas Lambat)
I.5 No. Bets
:
I.6 Komposisi
1. Kaptopril
2. Na. Alginat
3. Kalsium Asetat
4. Gom Xanthan
5. PVP K-30
6. Aerosil
7. Talk
8. Magnesium Stearat
I.7 Lokasi Pembuatan
I.8 Dokumen Produksi Induk
I.9 Tanggal Pembuatan

Per tablet (mg)


50,00
150,00
42,50
42,50
7,50
0,25
4,75
2,50
300,00
: Grey Area atau ruang kelas III
:
:

Validasi adalah suatu tindakan pembuktian dengan cara yang sesuai bahwa tiap
bahan, proses, prosedur, kegiatan, sistem perlengkapan, atau mekanisme yang digunakan
dalam produksi dan pengawasan akan senatiasa mencapa hasil yang diinginkan sesuai dengan
CPOB. Validasi merupakan bagian dari program Penjaminan Mutu (Quality Assurance)
sebagai upaya untuk memberikan jaminan terhadap khasiat (efficacy), kualitas (quality) dan
keamanan (safety) produk-produk industri farmasi.
Validasi terhadap PROPRIL TABLET dilakukan dengan alasan bahwa produk ini
merupakan produk baru yang belum pernah dipasarkan sebelumnya. Dari pertimbangan
tersebut, sehingga perlu dilakukan validasi proses produksi terhadap produk PROPRIL
TABLET lepas lambat. Jenis validasi yang digunakan adalah validasi prospektif.

Validasi prospektif merupakan validasi proses produksi yang dilakukan untuk


produk-produk baru (belum pernah diproduksi/dipasarkan sebelumnya). Dilakukan pada tiga
batch pertama secara berurutan.
Sebelum pelaksanaan validasi, harus disusun protocol validasi sebagai dokumen
validasi yang berfungsi sebagai panduan pelaksanaan validasi. Protocol validasi memuat garis
besar proses produksi, identifikasi sejumlah parameter kritis yang mempengaruhi mutu
produk yang dihasilkan, rencana pengambilan contoh agar didapat sampel yang tepat, rencana
pengujian selama proses produksi, analisa hasil uji dan kriteria penerimaan dari produk yang
bersangkutan. Seluruh peralatan, prosedur dan personel yang terkait dengan pelaksanaan
validasi proses produksi ini adalah sama dengan proses produksi batch-batch secara normal
(running batch).
I.
II.

Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab


Tujuan Pelaksanaan Validasi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

III.

Memberikan dokumentasi secara tertulis bahwa prosedur produksi yang berlaku dan
digunakan dalam proses produksi rutin (batch processing record), senantiasa mencapai
hasil yang diinginkan secara terus-menerus (konsisten).
Mengidentifikasi dan mengurangi problem (masalah) yang terjadi selama proses
produksi.
Memperkecil kemungkinan terjadinya proses ulang (reworking process)
Menjamin mutu produk yang dihasilkan.
Meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap obat yang digunakan.
Meningkatkan efektivitas dan efisiensi produksi.
Meningkatkan keuntungan perusahaan.

Ruang Lingkup Validasi


Dokumen Validasi Proses Produksi ini berlaku untuk PROPRIL TABLET.
a.

b.

Quality Assurance (QA)


1. Bersama-sama dengan bagian produksi dan QC menentukan parameter uji dan
kriteria penerimaan.
2. Membuat kesimpulan dari hasil analisa dan menentukan langkah selanjutnya.
3. Memberikan persetujuan dalam laporan validasi.
Quality Control (QC)
1. Bertanggung jawab terhadap pengambilan sampel sesuai Rencana Pengambilan
Sampel yang telah ditentukan.
2. Memastikan bahwa setiap prosedur pengujian yang dilakukan sesuai dengan
Prosedur Tetap Pengujian yang berlaku.
3. Memastikan bahwa seluruh peralatan yang digunakan untuk pengujian telah
dikalibrasi/dikualifikasi.
4. Memastikan bahwa personel yang melaksanakan pengujian benar-benar telah
berpengalaman dan qualified melaksanakan pengujian.
5. Memastikan bahwa Prosedur Penetapan Kadar Zat Aktif produk yang bersangkutan
telah divalidasi dan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
6. Memastikan bahwa seluruh sampel yang akan diuji ditangani dengan baik.

c.
1.
2.
3.

Produksi
Memproduksi produk yang divalidasi sebanyak tiga batch berurutan sesuai dengan
prosedur pembuatan (batch record) yang telah ditetapkan.
Memastikan bahwa seluruh peralatan yang digunakan untuk proses produksi telah
dibersihkan sesuai dengan Prosedur Tetap Pembersihan yang berlaku dan tersimpan
dengan baik.
Memastikan bahwa seluruh proses produksi dilakukan dan tahap-tahap kritis selama
proses produksi dipantau dengan cermat.

4.
5.

IV.

Membantu bagian Quality Control (QC) mengambil bagian sampel (contoh) sesuai
dengan Rencana Pengambilan Sampel yang telah ditetapkan.
Memastikan bahwa produk antara yang dihasilkan pada setiap proses produksi
tersimpan dengan aman dan tidak tercemar atau mencemari produk lain.

Garis Besar Proses Produksi

Penimbangan
PVP K-30
Ethanol 95%

Pencampuran Awal
Pengambilan sampel

Captopril
Na. Alginat
Kalsium Asetat
GOM Xanthan

Granulasi Basah

Pengayakan Basah Dengan ayakan 12 mesh

Pengeringan
Pengambilan sampel
Pengayakan Kering ayakan 16 mesh
Aerosil
Talk
Magnesium Stearat
PVP K-30

Pencampuran II

Pengayakan

Pencetakan

Pengemasan

Obat Jadi

VII. Penentuan Parameter Kritis


No.
1

Langkah
Produksi
Penimbangan

Pencampuran

Granulasi
basah

Bahan Baku
a. Kaptopril
b. Na. Alginat
c. Kalsium Asetat
d. Gom Xanthan
e. PVP K-30
f. Aerosil
g. Talk
h. Magnesium Stearat
a. PVP K-30
b. Etanol 95%
a.

Kaptopr

Alat/Mesin

Parameter Kritis

Timbangan

a. Kebersihan
b. Kebenaran kualitas bahan
baku
c. Kebenaran kuantitas bahan
baku

Wadah
stainless
steel
Super Mixer

a. Lama pengadukan
b. Kecepatan pengadukan

homogenitas campuran

Jumlah bahan pengikat


Viskositas pengikat
Lama pengadukan
Kecepatan pengadukan
Loading capacity
Kecepatan Chopper

a. Pemerian granul
b. Kerapuhan
c. Dissolusi
d. Kekerasan
e. Waktu hancur
f. Profil pemampatan
g. Kecepatan alir granul
h.Persen kompressibilitas

Oscillating
Granulator
Fluid Bed
Dryer

Ukuran mesh

a.Distribusi ukuran partikel


b.Rendemen
a. Kadar air granul
b. Rendemen

il
b.

Na.
Alginat

c.

Kalsium
Asetat

d.

Gom
Xanthan

Pengayakan

Granul tahap III

Pengeringan

Granul tahap IV

Pengayakan

Granul tahap V

Pencampuran

a.Aerosil
b.Talk
c.Magnesium stearat
d.PVP K-30

Pengayakan

Campuran tahap VI

Oscillating
Granulator

10

Pencetakan

Campuran tahap VII

Mesin cetak
Stokes tipe
592-2

VIII.

Oscillating
Granulator
Wadah
kantong
plastik

Rencana Pengambilan Sampel


a.

Tahap Pencampuran Awal

a. Ruangan khusus
b. Suhu pengeringan
c. Lama Pengeringan
ukuran mesh

Pengujian
(Test Method)
organoleptis
catatan kalibrasi
cemaran mikroba

lama pengocokan

a.distribusi ukuran partikel


b.rendemen
homogenitas campuran

Ukuran mesh

Distribusi ukuran partikel

a. tekanan
b. kecepatan putaran mesin
c. tooling

a. pemerian
b. dimensi tablet
c. Keseragaman bobot
d. Keseragaman zat aktif
e. Kekerasan
f. Disolusi
g. Waktu hancur
h. Kerapuhan
i. Rendemen
j. Diameter tablet

Pengambilan sampel dilakukan dari 3 titik dalam mesin Super Mixer sebelum proses
granulasi basah, yaitu kiri atas, tengah dan kanan bawah. Pengambilan masing-masing
sampel sebanyak 10 gram dan dimasukkan ke dalam kantong plastik kemudian ditutup
rapat.

Tampak atas
b.

Tahap Pengeringan Granul


Pengambilan sampel dilakukan dari 3 titik dalam Fluid Bed Dryer, yaitu kiri atas, tengah
dan kanan bawah. Pengambilan masing-masing sampel sebanyak 10 gram dan
dimasukkan ke dalam kantong plastik kemudian ditutup rapat.

Tampak atas
c.

Tampak samping

Tahap Pencampuran Akhir


Pengambilan sampel dilakukan dari 3 titik dalam mesin Drum Mixer sebelum
pencampuran akhir, yaitu kiri atas, tengah dan kanan bawah. Pengambilan masingmasing sampel sebanyak 20 gram dan dimasukkan ke dalam kantong plastik kemudian
ditutup rapat.

Tampak atas

d.

Tampak samping

Tampak samping

Tahap Pencetakan
Pengambilan sampel dilakukan dari 3 titik, yaitu awal, tengah dan akhir selama proses
pencetakan. Pengambilan masing-masing sampel sebanyak 50 tablet dan dimasukkan ke
dalam kantong plastik kemudian ditutup rapat.

Tampak atas

Tampak samping

IX.

Rencana Pengujian

No.
1

Langkah Produksi
Pencampuran Awal

Pengeringan

Pencampuran akhir

Pencetakan

Parameter Kritis
Lama pengadukan
Kecepatan pengadukan
suhu pengeringan
lama pengeringan
loading capacity
lama pengadukan
kecepatan putaran
loading capacity

- kecepatan mesin
- tekanan

Pengujian
Homogenitas campuran
Keseragaman kadar zat.
kadar air
rendemen

- keseragaman zat aktif


- ukuran partikel
- densitas
- kadar air
kandunganlembabgranul
kecepatanalirangranul
profilpemampatan
persenkompresibilitas
- pemerian kaplet
- dimensi kaplet
- keseragaman bobot
- kekerasan
- kerapuhan
- waktu hancur
- disolusi
- kadar zat aktif
- diametertablet
- ketebalantablet
- friabilitas
friksibilitas,
keseragaman

X.

Rencana Analisa Hasil Uji


1.
2.
3.
4.

XI.

Hitung rata-rata hasil uji (mean) masing-masing pengujian.


Hitung simpangan baku relatif (Relative Standard deviation/SD).
Hasil analisa ditabulasikan kemudian dianalisis dengan uji anava.
Tabel-tabel rencana pengujian.

Penetapan Kriteria Penerimaan


Proses produksi dapat dinyatakan memenuhi persyaratan jika secara statistik
menunjukkan reliabilitas hasil pada setiap batchnya (tidak ada perbedaan bermakna) dan
seluruh parameter uji persyaratan spesifikasi produk bersangkutan.

2. Pengolahan Limbah
Limbah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari suatu sumber hasil aktivitas manusia maupun
proses-proses alam dan tidak atau belum mempunyai nilai ekonomis, bahkan dapat
mempunyai nilai ekonomis yang negative
Tujuan Pengolahan Limbah adalah untuk mengambil bahan berbahaya yang terdapat didalamnya dan atau
mengurangi / menghilangkan senyawa-senyawa kimia atau non
kimia yang berbahaya dan beracun
Limbah, yang ada terdiri atas :
1. Limbah Cair
Misalnya : Pencucian mesin tablet, pencucian alat-alat produksi, sanitasi karyawan produksi
2. Limbah Padat
Misalnya : Obat-obat Kadalursa, Kegiatan Produksi, Kegagalan produksi, Debu bahan formulasi yang
terkumpul dari dust collector dan vacuum cleaner, bekas kemasan bahan baku dan
kemasan yang rusak
Proses Pengolahan Limbah Cair
Influent

Proses Pengapungan
pompa kompressor
Proses Netralisasi
NPK
Proses Anaerob
NPK
Proses Aerob

Proses Pengendapan

Proses Pengendapan II

Bak Bio Kontrol

Efluent
Limbah padatan dapat diolah dengan cara berikut :
1. Limbah padat bisa dibakar : dibakar ditungku pembakaran
2. Limbah padat yang bisa hancur : dtimbun, atau diinaktifasi dilokasi khusus
3. Limbah padat tidak bisa hancur / tidak bisa dibakar : dijual di koperasi
Pada dasarnya, pengolahan limbah padat dapat dilakukan dengan cara :
a. Penyusutan Ukuran

Dimana pengolahan limbah dilakukan dengan cara mengubah ukuran limbah menjadi lebih kecil atau
volume lebih kecil, dapat dilakukan dengan cara pembakaran
b. Pengomposan
Pengolahan limbah ini dilakukan terhadap limbah yang mudah membusuk, sampah , dll

Anda mungkin juga menyukai