Anda di halaman 1dari 2

Tiga langkah audit berbasis resiko

Risk assessment ( Menilai Risiko) : Melaksanakan prosedur penilaian resiko untuk


mengindentifikasi dan menilai resiko salah saji yang material dalam laporan
keuangan.
Risk Response (Menanggapi resiko) : Merancang dan melaksanakan prosedur audit
selanjutnya yang menanggapi risiko (salah saji yang material) yang telah
diidentifikasi dan dinilai, pada tingkat laporan keuangan dan asersi.
Reporting (pelaporan) : Tahap melaporkan meliputi :
a. Merumuskan pendapat berdasarkan bukti audit yang diperoleh; dan
b. Membuat dan menerbitkan laporan yang tepat,sesuai kesimpulan yang
ditarik.

Menilai risiko/Risk assessment


Kutipan dari ISA 315.3 mengenai tujuan auditor dalam proses audit tahap 1:
tujuan auditor adalah mengindentifikasi dan menilai salah saji yang material,
karena kecurangan atau kesalahan, pada tingkat laporan keuangan dan asersi,
melalui pemahaman terhadap entitas dan lingkungannya, termasuk pengendalian
intern entitas, yang memberikan dasar untuk merancang dan mengimplementasi
tanggapan terhadap risiko (salah saji material) yang dinilai.

Menanggapi Risiko/Risk Respone


Kutipan dari ISA 330.3 mengenai tujuan auditor dalam proses Audit Tahap 2 :
Tujuan auditor adalah memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat tentang resiko
(salah saji material) yang dinilai, dengan merancang dan mengimplementasi
tanggapan yang tepat terhadap risiko tersebut.
Beberapa hal menjadi pertimbangan auditor dalam merencanakan kombinasi
prosedur audit yang tepat untuk menanggapi risiko, termasuk berikut ini.
1. Uji Pengendalian (Tests of Controls)
a. Indentifikasi pengendalian intern yang relevan, yang jika diuji, dapat
mengurangi lingkup prosedur subtantif lainnya.
b. Indentifikasi setiap asersi yang tidak dapat ditangani dengan prosedur
substantive saja.
2. Prosedur Analitikal Subtantif ( substantive Analytical Procedures)
Ini adalah prosedur dimana jumlah total suatu aurs transaksi ( misalnya
penjualan) dapat diperkirakan dengan cukup tepat berdasarkan bukti
yang tersedia. Ekspektasi atau perkiraan dibandingkan dengan jumlah
(penjualan ) sebenarnya seperti tercatat dalam pembukuuan, dan
selisihnya atau salah sajinya langsung teridentifikasi.

3. Pendadakan (Unpredictability)
Dalam hal tertentu, auditor perlu memasukkan unsur pendadakan
(element of unpredictability atau element of surprise ) dalam prosedur
audit, misalnya ketika menanggapi salah saji material karena kecurangan.
4. Management Override
Auditor juga mempertimbangkan perlunya prosedur audit yang spesifik
menangani kemungkinan management override atau putusan manajemen
untuk meniadakan atau mengabaikan pengendalian dengan membuat
pengecualian.
5. Significant Risks
Istilah significant risks atau risiko signifikan dalam ISAs mempunyai
makna khusus. Hal ini dibahas dalam bab 24

Pelaporan /Reporting
Kutipan dari ISA 700.6 mengenai tujuan auditor dalam proses audit tahap 3:
Tujuan auditor adalah :
-

merumuskan opini mengenai laporan keuangan berdasarkan evaluasi atas


kesimpulan yang ditarik atas bukti audit yang diperoleh; dan
memberikan opini dengan jelas, melalui laporan tertulis, yang juga
menjelaskan dasar ( untuk memberikan ) pendapat tersebut.