Anda di halaman 1dari 16

RHINITIS ALERGI

Disusun Oleh :
Muhamad Ismail F
Humairoh Sakinah
Indah Ayu Ning Tias

Pembimbing :
dr. Yuliani M Lubis, Sp.THT-KL

KKS ILMU BEDAH


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
RUMAH SAKIT HAJI MEDAN
TAHUN 2014

DEFINISI
Rhinitis alergi penyakit inflamasi yang
disebabkan oleh reaksi alergi pada
pasien atopi yang sebelumnya
sudah
terpapar dengan alergen yang
sama.

ANATOMI HIDUNG

ETIOLOGI
Alergen

- Inhalan

: lewat udara pernapasan (debu rumah,


tungau,dll.)
- Ingestan : lewat makanan (udang, kepiting, telur, dll.)
- Injektan : lewat suntikan atau tusukan (penisilin dan
gigitan serangga)
- Kontaktan : lewat kulit (obat kosmetik atau salep)

PATOFISIOLOGI
Mukosa hidung
terpapar
alergen

Fase alergi
lambat (pada
beberapa
pasien)
Pergerakan sel
radang ke
mukosa hidung

Inflamasi
mukosa hidung

Reaksi alergi
fase cepat

Hidung
buntu

GEJALA KLINIS
Serangan timbul bila terjadi kontak dengan alergen
Didahului rasa gatal pada hidung, mata, atau kadang

pada palatum mole


Bersin-bersin paroksismal, pilek encer dan buntu
hidung
Gangguan pembauan, mata sembab dan berair kadang
disertai sakit kepala.

KLASIFIKASI
Musiman
Berdasarkan
terjadinya

Rhinitis
Alergi

Berdasarkan
lama
serangan

Berdasarkan
derajat
sakitnya

Sepanjan
g tahun
Intermitt
en
Persisten

Ringan
Berat

1. Rinitis vasomotorik
2. Rinitis bakterial
3. Rinitis virus

Diagnosa Banding

DIAGNOSIS
Diagnosis ditegakkan melalui :

- Anamnesis berupa bersin, rinore, obstruksi nasi


- Anamnesis alergi terhadap bahan tertentu adanya
riwayat alergi pada keluarga
- Pada pemeriksaan terlihat mukosa hidung pucat
kebiruan dan ditemukan sekret encer.

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Laboratorium : eosinofil pada sekret hidung

dan darah
Pemeriksaan IgE total serum
Tes kulit (prick test), uji gores (scratch test), uji

intrakutan (intradermal)

PENATALAKSANAAN
Terapi

- Menghindari alergen semaksimal mungkin


- Antihistamin (CTM 3x2-4 mg)
- Kortikosteroid (dexamethason)
- Dekongestan lokal (tetes hidung larutan ephedrine)
- Steroid semprot hidung untuk rinitis persisten sedang
berat
- Pembedahan
- Meningkatkan kondisi dan daya tahan tubuh.

KOMPLIKASI
Komplikasi rinitis alergi yang sering ialah :
Polip hidung
Otitis media efusi yang sering residif, terutama
pada anak-anak
Sinusitis paranasal

PROGNOSIS
Kebanyakan gejala rintis alergi dapat diobati.
Pada kasus yang lebih parah dapat memerlukan
imunoterapi.
Beberapa orang (terutama anak-anak) semakin
dewasa akan semakin kurang sensitif terhadap
alergen. Namun, sebagai aturan umum, jika suatu zat
menjadi penyebab alergi bagi seorang individu, maka
zat tersebut dapat terus mempengaruhi orang itu
dalam jangka panjang.

TERIMA KASIH