Anda di halaman 1dari 19

PROPOSAL

PELATIHAN KERJA PADA INDUSTRI


SISTEM PENGOPERASIAN TURBIN UAP DI
PT.PLN (Persero) PLTP Ulubelu Unit 1 & Unit 2 (2 x 55 MW)
LAMPUNG

Disusun Oleh:
Nama
No.Mahasiswa
Jurusan
Fakultas
Prog. Studi

: Agung Nugroho
: 111.03.1051
: Teknik Mesin
: Teknologi Industri
: Teknik Mesin S-1

INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND


YOGYAKARTA
2014

HALAMAN PENGESAHAN
A. NAMA PROGRAM
Pelatihan Kerja Pada Industri
B. IDENTITAS MAHASISWA:
a. Nama Lengkap

: Agung Nugroho

b. Nomor Mahasiswa

: 111.03.1051

c. Jurusan/Fakultas

: Teknik Mesin / Teknologi Industri

d. Konsentrasi Studi

: Konversi Energi

e. Alamat asal

: Margodadi, RT/RW 04/08 Sumberejo,

Tanggamus Lampung
f. Alamat di Yogyakarta : Jl. Magelang Km. 11 Dukuh RT/RW
002/017 Tridadi Sleman Yogyakarta
C. LOKASI PKPI
PT.PLN (Persero) PLTP Ulubelu Unit 1 & Unit 2 (2x 55 MW) Lampung
Alamat : Jl.Raya Ngarip, Kec.Ulubelu Kab.Tanggamus Lampung
D. JANGKA WAKTU PELAKSANAN PROGRAM: 3 (tiga) Bulan
Terhitung Mulai Tanggal (TMT) : Februari 2015 sampai dengan April
2015 sekaligus penyusunan laporan.
Yogyakarta, 27 Nopember 2014
Menyetujui,

Pemohon,

Dosen Pembimbing,

I Gusti Gde Badrawada, S.T.,M.Eng

Agung Nugroho
NIM. 111.03.1051

Mengetahui,
Ketua LPPM

Ir. Prastyono Eko Pambudi, MT


NIK. 89. 0461. 394. E

Ketua Jurusan

Drs.H.Khairul Muhajir, MT
NIP 195609091983031001

A. JUDUL PROPOSAL
Sistem Pengoperasian Turbin Uap di PT.PLN (Persero) PLTP Ulubelu Unit 1
& Unit 2 (2x 55 MW) Lampung.
B. BIDANG ILMU/KEAHLIAN
Teknik Mesin, Konversi Energi
C. ALASAN PEMILIHAN JUDUL DAN TEMPAT PKPI
1. Judul ini dipilih karena sesuai dengan konsentrasi yang diambil oleh
penulis serta keingintahuan penulis dalam mempelajari sistem
pengoperasian turbin uap di lapangan, yang sebelumnya dipelajari
pada bangku perkuliahan.
2. Tempat PKPI yang dipilih adalah PLTP Ulubelu-Lampung, pada
PLTP tersebut terdapat mekanisme turbin uap yang dapat di pelajari,
sehingga nanti dapat menjadikan modal penulis sebagai tambahan ilmu
untuk kepentingan pendidikan.
D. LATAR BELAKANG
PKPI merupakan salah satu kewajiban dan merupakan salah satu
syarat kelulusan bagi mahasiswa Strata-1 Jurusan Teknik Mesin. Mengingat
Pentingnya hal tersebut maka mahasiswa Institut Sains & Teknologi
AKPRIND Yogyakarta harus melaksanakan PKPI.
PKPI merupakan ajang penggabungan suatu mata kuliah yang sudah di
dapat di bangku kuliah dengan keadaan pengambaran di lapangan (di dunia
industrti). Dengan adanya PKPI

ini diharapkan para mahasiswa mampu

menerapkan ilmu yang diperoleh, sehingga mahasiswa dapat meningkatkan


pengetahuan. Dengan demikian diharapkan setelah lulus akan menciptakan
sumber daya manusia yang handal (baik Hard Skill maupun Soft Skill).
Pada masa sekarang ini di negara-negara berkembang seperti di negara
kita, kebutuhan energi listrik semakin meningkat. Terutama dengan
berkembangnya sektor industri, pendidikan, telekomunikasi, teknologi dan
lain sebagainya. Sumber energi tersebut dapat diperoleh dari perubahan suatu
energi primer menjadi energi listrik secara langsung maupun tidak langsung.
Sistem langsung atau sistem (konvensional energi), dimana energi primer
dikonversikan menjadi energi listrik melalui satu media perantara seperti

turbin, motor bakar, dan lain sebagainya. Pada sistem tidak langsung atau
sistem (non konvensional), dimana energi primer dikonversikan menjadi
energi listrik tanpa melalui perantara atau mediator, antara lain solar sel,
(fotovoltaik) dan lain sebagainya.
Pada Industri, kebutuhan energi listrik yang besar itu digunakan untuk
keperluan operasional alat-alat produksi, penerangan pada gedung-gedung
perkantoran alat -alat pemanas dan operasional lainnya. Oleh sebab itu
dibutuhkan suatu pembangkit listrik yang mampu memenuhi kebutuhan listrik
tersebut.
Pembangkit tenaga listrik merupakan salah satu penyedia yang memiliki
kontribusi penting di antara penunjang-penunjang energi lain. Dunia industri
yang saat ini menjadi perhatian, salah satunya adalah pengolahan sumberdaya
bumi yaitu geothermal energy (energi panas bumi), yang digunakan untuk
pembangkit listrik tenaga Panas Bumi (PLTP). PLTP merupakan sumber
energi terbarukan yang menyimpan kekuatan daya luar biasa dibandingkan
dengan sumber energi lain, serta merupakan energi yang ramah lingkungan.
Terlebih potensi energi panas bumi di Indonesia saat ini adalah 40% potensi
panas bumi dunia. Potensi ini tersebar di 276 lokasi, dengan total potensi
energi 29.038 MW. Dengan kata yang lebih ekstrim kita merupakan negara
dengan sumber energi panas bumi terbesar di dunia. Namun, hanya sekitar
kurang dari 4% yang baru dimanfaatkan. Oleh karena itu, untuk mengurangi
krisis energi nasional kita, pemerintah melalui PLN akan melaksanakan
program percepatan pembangunan pembangkit listrik nasional 10.000 MW
tahap ke-II yang salah satu prioritas sumber energi-nya adalah panas bumi
(Geothermal). (Sumber : Data Badan Geologi Per-Desember 2010 EBTKE
Kementrian ESDM 2012.
E. PERUMUSAN MASALAH
Berbagai faktor yang menunjang proses dalam kegiatan industri
banyak dipenuhi berbagai proses yang dikerjakan para engineer. Suatu
perusahaan pasti menginginkan suatu pencapaian yang lebih baik dari hasil
yang telah diperoleh sebelumnya. Dalam pelaksanaan dan operasional sehari-

hari, mesin dituntut untuk dapat terus bekerja agar tercapai target produksi
yang maksimal dan meminimalisir kegagalan dari produksi yang diakibatkan
oleh human error dan juga error system pada mesin, sehingga tidak
menggangu aktivitas produksi walaupun nantinya tetap terdapat kendalakendala yang harus dihadapi.
Pada PLTP terdapat beberapa komponen-komponen penting salah salah
satunya adalah Turbin Uap itu sendiri sebagai penggerak generator listrik,
serta komponen-komponen lainnnya seperti : kondensor, transmisi pipa-pipa,
generator, katup-katup (Valve), separator dan

lain-lain. Setiap komponen

memiliki fungsi masing-masing, untuk dapat bekerja sesuai dengan yang


diharapkan seluruh komponen harus bekerja dengan baik dan saling
mendukung. Oleh sebab itu sistem pengoperasian yang benar dan sesuai
prosedur, wajib dilakukan agar tidak mengalami kerusakan yang lebih jauh
yang dapat mengakibatkan keluarnya biaya yang tinggi untuk perbaikannya.
Sebagaimana hal tersebut diatas, maka perumusan masalah yang dibahas
antara lain mengenai Sistem Pengoperasian Turbin Uap di PLTP UlubeluLampung agar dapat bekerja secara optimal.
F. BATASAN MASALAH
Keterbatasan penulisan akan kemampuan dan pengetahuan sekaligus
keterampilan, mempengaruhi penulis dalam penyampaian masukan masukan
ataupun data dalam laporan ini, untuk itu penulis membatasi masalah dalam
kegiatan (PKPI) ini pada:
1. Prinsip kerja turbin uap pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi
(PLTP) di Industri / Perusahaan.
2. Cara Pengoperasian turbin uap pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas
Bumi (PLTP) di Industri / Perusahaan
Dengan adanya pembatasan masalah yang tidak terlalu luas diharapkan
penulis lebih mendetail pada permasalahan yang akan dituju.

G. TUJUAN PRAKTEK KERJA PADA INDUSTRI


Tujuan dari diadakannya PKPI pada industri ini adalah :
1. Sebagai perbandingan antara teori dan perkuliahan dengan kenyataan
di lapangan dan permasalahan yang dihadapi mahasiswa nantinya
tidak lagi canggung apabila terjun ke dunia kerja yang sebenarnya.
2. Mempersiapkan para lulusan dalam menghadapi dunia kerja yang akan
mereka hadapi.
3. Memberikan gambaran riil yaitu mengenai apa saja yang akan
dikerjakan dan dilakukan seorang Engineer di dalam dunia industri.
Sebagai tambahan ilmu mengenai teknologi dan sistem pengoperasian
turbin uap hal ini di PT.PLN (Persero) PLTP Ulubelu-Lampung.
4. Sebagai modal awal dalam pembuatan Skripsi (Tugas Akhir) dalam
Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi khususnya mengenai
turbin uap.
5. Sebagai tambahan ilmu bagi rekan- rekan mahasiswa yang lain tentang
perkembangan teknologi sistem Pembangkit Tenaga Panas Bumi serta
menambah referensi tentang proses kerja turbin uap di kampus.
H. MANFAAT PELATIHAN KERJA PADA INDUSTRI
1. Bagi Mahasiswa
a. Meningkatkan pengetahuan kita akan dunia kerja berdasarkan ilmu
yang kita peroleh di lingkungan pendidikan.
b. Memberikan wawasan dan pengalaman tersendiri selama didalam
lingkungan industri sebagai pribadi atau calon engineer.
c. Menerapkan ilmu yang telah didapat pada bangku kuliah khususnya
teori tentang turbin dan kondisi real pada industri.
2. Bagi Almamater
a. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mahasiswa dalam
menghadapi PKPI, mengumpulkan data serta menganalisanya.
b. Mengetahui kebutuhan dunia industri akan lulusan Sarjana (Engineer)
c. Terjadinya hubungan kerja sama yang baik antara Institut dan
perusahaan yang bersangkutan.

d. Memperoleh umpan balik yang baik dari dunia kerja sebagai bahan
evaluasi di bidang akademik untuk perkembangan dan peningkatan
kualitas pendidikan.
3. Bagi Perusahaan
a. Menjalin kerja sama dengan Institut sebagai salah satu pengabdian
bagi dunia pendidikan.
b. Sebagai sarana tukar informasi dan umpan balik untuk meningkatkan
dan mengembangkan teknologi.
c. Sebagai data masukan untuk memperoleh pertimbangan dan
peningkatan kualitas dari sistem yang sudah ada melalui penerapan
metode kerja yang diperoleh mahasiswa.
I. METODOLOGI PELAKSANAAN PKPI
1. Objek Penelitian
Dalam kegiatan ini, penulis akan meneliti proses dari sistem
pengoprasian turbin uap pada PLTP.
2. Metode Pengumpulan Data
a. Metode Pengumpulan data Primer
Data primer adalah data penelitian diperoleh secara langsung dari
objek yang diteliti. Dalam hal ini, penelitian dilakukan secara langsung
pada objek dengan pendekatan secara primer yang dapat diperoleh
dengan cara :
1. Interview dan Wawancara
Pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan langsung
pada objek dengan mengadakan Tanya jawab langsung dengan
pihak perusahaan.
2. Observasi Pengambilan data secara langsung dengan cara
mengamati dan mencatat objek penelitian pada saat melaksanakan
magang pada industri.

b. Metode Pengumpulan Data Sekunder


Data didapat dengan cara tidak langsung, dalam arti dari literatur buku
petunjuk pada setiap bagian peralatan sumber lain yang berhubungan
dengan objek penelitia.
3. Diagram alir
Rancangan urutan pelaksanaan PKPI yang akan dilaksanakan
penulis di PT.PLN (Persero) PLTP Ulubelu Unit 1 & Unit 2 (2x 55 MW)
Lampung , ditunjukan gambar dibawah ini.

Mulai

Penentuan Pendahuluan Pengenalan


Masalah
Studi Pustaka
Penentuan Tujuan dan Perumusan Masalah

Identifikasi Masalah

Pengumpulan Data

Pengolahan dan Analisis

Pembahasan

Kesimpulan dan Saran

Selesai

Gambar.1. Diagram Alir Pelatihan (Flow Chart)

J. LANDASAN TEORI
Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (Geothermal Energy)
Energi panas bumi adalah energi panas yang tersimpan dalam perut
bumi. Panas bumi menghasilkan energi yang bersih (dari polusi) dan
berkesinambungan atau dapat diperbarui. Sumber daya energi panas bumi
dapat ditemukan pada air dan batuan panas di dekat permukaan yang
kedalamannya beberapa kilometer di bawah permukaan. Bahkan jauh
lebih dalam lagi hingga mencapai sumber panas yang ekstrim dari batuan
yang mencair atau magma. Untuk menangkap panas bumi tersebut harus
dilakukan pemboran sumur seperti yang dilakukan pada sumur produksi
minyak bumi. Sumur tersebut menangkap air tanah yang terpanaskan,
kemudian uap dan air panas dipisahkan. Uap air panas dibersihkan dan
dialirkan untuk memutar turbin. Air panas yang telah dipisahkan
dimasukkan kembali ke dalam reservoir melalui sumur injeksi yang dapat
membantu untuk menimbulkan lagi sumber uap.
Sistem panas bumi di Indonesia umumnya merupakan sistim
hidrothermal yang mempunyai temperatur tinggi (>2250 C), hanya
beberapa diantaranya yang mempunyai temperature sedang (150 ~ 2250
C). Dari hasil survey yang dilakukan, telah berhasil menemukan daerah
256 prospek panas bumi, yaitu 84 prospek di Sumatera, 76 prospek di
Jawa, 51 prospek di Sulawesi, 21 prospek di Nusatenggara, 3 prospek di
Irian, 15 prospek di Maluku dan 5 prospek di Kalimantan.
(Nenny, Saptadji, 2000).
Teknologi dan Prinsip Kerja PLTP
Saat ini terdapat tiga macam teknologi pembangkit listrik
tenaga panas bumi (PLTP), pembagian ini didasarkan pada suhu dan
tekanan reservoir.Yaitu dry steam, flash steam, dan binary cycle. Ketiga
macam teknologi ini pada dasarnya digunakan pada kondisi yang berbedabeda.

1. Dry Steam (Uap Kering)


Teknologi ini bekerja pada suhu uap reservoir yang sangat panas
(>235 derajat celcius), dan air yang tersedia di reservoir amat sedikit
jumlahnya. Seperti terlihat digambar, cara kerja nya adalah uap dari
sumber panas bumi langsung masuk ke turbin melalui pipa. kemudian
turbin akan memutar generator untuk menghasil listrik. Teknologi ini
merupakan teknologi yang tertua yang telah digunakan pada Lardarello,
Italia pada tahun 1904.
Dry Steam cocok untuk PLTP kapasitas kecil dan untuk kandungan
gas yang tinggi. Contoh jenis ini di Indonesia adalah PLTP Kamojang 1 x
250 kW dan PLTP Dieng 1 x 200

Gambar 2. Dry Steam Power Plant


Sumber : Citrosiswoyo Wahyudi.Tenaga Listrik Panas Bumi.pdf.
ITS:Surabaya.
2. Flash steam
Teknologi ini bekerja pada suhu diatas 1820C pada reservoir, cara
kerjanya adalah Bilamana lapangan menghasilkan terutama air panas,
perlu dipakai suatu separator yang memisahkan air dan uap dengan
menyemprotkan cairan ke dalam tangki yang bertekanan lebih rendah
sehingga cairan tersebut menguap dengan cepat menjadi uap yang
memutar turbin dan generator akan menghasilkan listrik. Air panas yang
tidak menjadi uap akan dikembalikan ke reservoir melalui injection wells.
Contoh ini adalah PLTP Salak dengan 2 x 55 MW.

Gambar 3. Flash Steam Power Plant


Sumber : Citrosiswoyo Wahyudi.Tenaga Listrik Panas Bumi.pdf.
ITS:Surabaya.
3. Binary cycle
Teknologi ini menggunakan suhu uap reservoir yang berkisar
antara 107-1820C. Cara kerjanya adalah uap panas di alirkan ke salah satu
pipa di heat exchanger untuk menguapkan cairan di pipa lainnya yang
disebut pipa kerja. pipa kerja adalah pipa yang langsung terhubung ke
turbin, uap ini akan menggerakan turbin yang telah dihubungkan ke
generator. dan hasilnya adalah energi listrik. Cairan di pipa kerja memakai
cairan yang memiliki titik didih yang rendah seperti Iso-butana atau Isopentana.

Gambar 4. Binary Steam Power Plant


Sumber : Citrosiswoyo Wahyudi.Tenaga Listrik Panas Bumi.pdf.
ITS:Surabaya.
Keuntungan teknologi binary-cycle adalah dapat dimanfaatkan pada
sumber panas bumi bersuhu rendah. Selain itu teknologi ini tidak

mengeluarkan emisi. karena alasan tersebut teknologi ini diperkirakan akan


banyak dipakai dimasa depan. Sedangkan teknologi 1 dan 2 diatas
menghasilkan emisi carbondioksida, nitritoksida dan sulfur, namun 50x lebih
rendah dibanding emisi yang dihasilkan pembangkit minyak.
Pengertian Turbin Uap
Turbin Uap Termasuk Mesin- mesin Konversi energi yang mengubah
energi potensial uap menjadi energi kinetis pada nozel dan selanjutnya diubah
menjadi energi mekanis pada sudu-sudu turbin yang dipasang pada poros
turbin. Energi mekanis yang dihasilkan dalam bentuk putaran poros turbin
dapat secara langsung atau dengan bantuan roda gigi reduksi dihubungkan
dengan mekanisme yang digerakkan. Untuk menghasilkan energi listrik,
mekanisme yang digerakkan adalah poros generator.
Prinsip Kerja Turbin Uap
Secara singkat prinsip kerja turbin uap adalah sebagai berikut :

Uap masuk kedalam turbin melalui nosel. Didalam nosel energi panas
dari uap dirubah menjadi energi kinetis

dan uap mengalami

pengembangan.
Tekanan uap pada saat keluar dari nosel lebih kecil dari pada saat
masuk ke dalam nosel, akan tetapi sebaliknya kecepatan uap keluar
nosel lebih besar dari pada saat masuk ke dalam nosel.
Uap yang memancar keluar dari nosel diarahkan ke sudu-sudu turbin
yang berbentuk lengkungan dan dipasang disekeliling roda turbin. Uap
yang mengalir melalui celah-celah antara sudu turbin itu dibelokkan
kearah mengikuti lengkungan dari sudu turbin. Perubahan kecepatan
uap ini menimbulkan gaya yang mendorong dan kemudian memutar
roda dan poros turbin.

Jika uap masih mempunyai kecepatan saat meninggalkn sudu turbin


berarti hanya sebagian yang energi kinetis dari uap yang diambil oleh
sudu-sudu turbin yang berjalan. Supaya energi kinetis yang tersisa saat
meninggalkan sudu turbin dimanfaatkan maka pada turbin dipasang

lebih dari satu baris sudu gerak. Sebelum memasuki baris kedua sudu
gerak. Maka antara baris pertama dan baris kedua sudu gerak dipasang
satu baris sudu tetap ( guide blade ) yang berguna untuk mengubah
arah kecepatan uap, supaya uap dapat masuk ke baris kedua sudu gerak
dengan arah yang tepat.

Kecepatan uap saat meninggalkan sudu gerak yang terakhir harus


dapat dibuat sekecil mungkin, agar energi kinetis yang tersedia dapat
dimanfaatkan sebanyak mungkin. Dengan demikian effisiensi turbin
menjadi lebih tinggi karena kehilangan energi relatif kecil.

Gambar 5 . Ilustrasi Kerja Turbin Uap


Sumber : Stodola A., Steam and Gas Turbines, Vol 1, Mc. Graw Hill Book
Company Inc. New York

Gambar 6. Skema Kerja Turbin Uap


Sumber : Stodola A., Steam and Gas Turbines, Vol 1, Mc. Graw Hill Book
Company Inc. New York

K. JADWAL RENCANA OJT (ON THE JOB TRAINING) PADA


INDUSTRI
Time Schedule
Rencana Alokasi Waktu
No

Kegiatan

Oktober

November

Februari

Maret

April

Mei

2014

2014

2014

2015

2015

2015

1
1

Penentuan Lokasi

Pengajuan Judul

Pembuatan Proposal

Pengajuan Proposal

Pengambilan Data

Pengolahan Data

2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2

Penyusunan
Laporan

L. SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN


HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
BAB I PENDAHULUAN
( Latar belakang masalah; Perumusan masalah; Batasan masalah;
Tujuan Pelatihan Kerja pada Industri; Manfaat Pelatihan Kerja
pada Industri; Metodologi Pelatihan Kerja pada Industri;
Sistematika penyusunan laporan )
BAB II TINJAUAN UMUM INSTANSI / PERUSAHAAN
( Sistem kerja internal instansi/perusahaan dan hal-hal lain yang
lebih menjelaskan permasalahan yang akan dibahas pada obyek,

yang isinya lebih ditekankan kepada proses produksi, permesinan,


perawatan atau lainnya yang berkaitan dengan bidang teknik
mesin).
BAB III LANDASAN TEORI
(Berisi tentang dasar-dasar teori yang dibutuhkan dalam laporan).
BAB IV TINJAUAN KHUSUS SISTEM PENGOPERASIAN TURBIN
UAP PADA PLTP
( Berisi tentang tinjauan khusus sistem pengoperasian Turbin Uap
pada PLTP).
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR KEGIATAN HARIAN


DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama

: Agung Nugroho

Tempat / Tanggal Lahir

: Margodadi / 07 Agustus 1993

Jenis kelamin

: Laki laki

Agama

: Islam

Status

: Mahasiswa

Alamat asal

: Margodadi RT 004/008 Kec.Sumberejo


Kab. Tanggamus Lampung

Alamat Sekarang

: Jl. Magelang Km. 11 Dukuh RT 002/017 Tridadi


Sleman Yogyakarta

HP

: 085643647796

e-mail

: agungnug@live.com

Pendidikan :
a. S-1 Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yopgyakarta ( Sedang
Menempuh )
b. MA Sunan Pandanaran Sleman Yogyakarta
c. SMP N I Sumberejo Tanggamus Lampung
d. MI Matlaul Anwar Margodadi, Sumberejo Tanggamus Lampung.

Keorganisasian / Kemasyarakatan :
a. Staff Departement Penelitian & Pengembangan Himpunan Mahasiswa
Mesin IST AKPRIND 2013-2014
b. Koordinator

Departemen Penelitian dan Pengembangan Himpunan

Mahasiswa Mesin IST AKPRIND 2012 2013.


c. Staf Departemen Hubungan Dalam Himpunan Mahasiswa Mesin IST
AKPRIND 2011 - 2012.
Kegiatan Non Akademis di bidang Teknik Mesin yang pernah diikuti :
1. Kompetisi Kincir Angin Indonesia 2013.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh DIKTI bekerjasaman dengan
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta di pantai Baru Pandansimo
Bantul Yogyakarta 1-4 Desember 2014.
2. Kontes Mobil Hemat Energi Indonesia Energy Marathon
Challenge 2014.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh DIKTI bekerjasama dengan Institut
Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya di Sirkuit Kenjeran Park
Surabaya 16 19 Oktober 2014.

DAFTAR PUSTAKA
Citrosiswoyo Wahyudi.Tenaga Listrik Panas Bumi.pdf. ITS:Surabaya diunduh 1011-2014
Kadir abdul.1996. Pembangkit Tenaga Listrik. Universitas Indonesia : Jakarta.
Wikipedia.Indonesia.2014.EnergiPanasBumi. http://www.wikepediaindonesia.co
m diunduh 10 -11- 2014
Arismunandar, Penggerak Mula Turbin, ITB Bandung, 1988
Stodola A., Steam and Gas Turbines, Vol 1, Mc. Graw Hill Book Company Inc.
New York
Suwasono Agus http://www.agussuwasono.com/artikel/mechanical/566-prinsipdasar-turbin-uap.html diunduh 11 -11-2014

MEMO