Anda di halaman 1dari 6

Nyeri punggung bawah adalah gejala yang paling sering timbul di masyarakat

kita dan hampir semua orang pernah mengalami. Nyeri dapat bervariasi berat
ringannya dan juga bisa sebentar ataupun lama. Sekitar 80% setiap orang
mengalaminya karena kesalahan postural tanpa mengenal jenis kelamin,
tingkat sosial dan pekerjaan (Cailiet dalam Ismiyati 1997)
Banyak faktor lingkungan dan faktor personal yang mempengaruhi onset dan
penyebab dari LBP. Insiden yang paling tinggi terjadi pada saat decade ketiga
dan akan meningkat hingga usia 60-65 tahun dan kemudian akan menurun
bertahap. Faktor lainnya termasuk kurangnya edukasi, stress, kecemasan,
depresi dan ketidakpuasan dalam pekerjaan, termasuk support dari
lingkungan pekerjaan (Hoy D, dkk 2010)
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21665125
Selain yang disebutkan diatas, terdapat beberapa penyakit yang dapat
menyebabkan LBP seperti osteoarthritis, osteoporosis, fibromyalgia, scoliosis,
dan rheumatic (Everett, dkk 2012)
http://emedicine.medscape.com/article/310353-clinical#showall
Tinjauan pustaka
Definisi
Low back pain (LBP) adalah nyeri yang dirasakan di daerah punggung
bawah, baik lokal maupun radikuler atau keduanya, bahkan mungkin dapat
menjalar ke daerah lain dan sebaliknya(reffered pain).
LBP merupakan perasaan nyeri di daerah lumbosacral dan sakroiliaka
dengan atau tanpa nyeri tungkai. Mobilitas punggung bawah sangat tinggi
yaitu sebagai penyangga beban tubuh dan juga berdekatan dengan jaringan
lain seperti traktus urinarius dan traktus digestivus. Apabila keduanya
mengalami gangguan, maka sangat mungkin untuk menimbulkan nyeri pada
punggung bagian bawah (Julia chevan & Phyllis, 2013)
Anatomi
Anatomi tulang belakang perlu diketahui agar dapat ditentukan elemen
yang terganggu pada timbulnya keluhan nyeri punggung bawah. Columna
vertebralis adalah pilar utama tubuh. Merupakan struktur fleksibel yang
dibentuk oleh tulang-tulang tak beraturan, disebut vertebrae. Vertebrae terdiri
dari cervicales (7), thoracicae (12), lumbales (5), sacroles (5, menyatu
membentuk sacrum), coccygeae (4, 3 yang bawah biasanya menyatu).

Tulang

vertebrae

merupakan

struktur

kompleks

yang

secara

garis

besar terbagi atas 2 bagian. Bagian anterior tersusun atas korpus vertebra,
diskus intervertebralis (sebagai artikulasi), dan ditopang oleh ligamentum
longitudinale anterior dan posterior. Sedangkan bagian posterior tersusun
atas pedikel, lamina, kanalis vertebralis, serta prosesus tranversus dan
spinosus yang menjadi tempat otot penyokong dan pelindung kolumna
vertebrale. Bagian posterior vertebrae antara satu dan lain dihubungkan
dengan sendi apofisial (fascet joint).

Tulang vertebrae ini dihubungkan satu sama lainnya oleh ligamentum


dan tulang rawan. Bagian anterior columna vertebralis terdiri dari corpus
vertebrae yang dihubungkan satu sama lain oleh diskus fibrokartilago yang
disebut discus invertebralis dan diperkuat oleh ligamentum longitudinalis
anterior dan ligamentum longitudinalis posterior. Diskus intervertebralis
menghubungkan korpus vertebra satu sama lain dari servikal sampai
lumbal/sacral. Diskus ini berfungsi sebagai penyangga beban dan peredam
kejut (shock absorber).
Diskus intervertebralis terdiri dari dua bagian utama, yaitu:
1. Anulus fibrosus, terbagi menjadi 3 lapis:
Lapisan terluar terdiri dari lamella fibro kolagen yang berjalan
menyilang konsentris

mengelilingi nukleus pulposus sehingga

bentuknya seakan-akan menyerupai gulungan per (coiled spring).


Lapisan dalam terdiri dari jaringan fibro kartilagenus

Daerah transisi, mulai daerah lumbal 1 ligamentum longitudinal


posterior makin mengecil sehingga pada ruang intervertebre L5-S1
tinggal separuh dari lebar semula sehingga mengakibatkan mudah
terjadinya kelainan di daerah ini.
2. Nukleus Pulposus adalah suatu

gel yang

viskus terdiri dari

proteoglycan (hyaluronic long chain) mengandung kadar air yang tinggi


(80%) dan mempunyai sifat sangat higroskopis. Nukleus pulposus
berfungsi sebagai bantalan dan berperan menahan tekanan/beban.
Kemampuan menahan air dari nukleus pulposus berkurang secara
progresif dengan bertambahnya usia. Mulai usia 20 tahun terjadi
perubahan degenerasi yang ditandai dengan penurunan vaskularisasi
kedalam diskus disertai berkurangnya kadar air dalam nukleus
sehingga diskus mengkerut dan menjadi kurang elastis. Hal ini dapat
menyebabkan jarak antara vertebrae memendek sehingga ligamentum
longitudinale

posterior

dan

anterior

terlepas

yang

kemudian

membentuk suatu rongga antara vertebra dengan ligamentum yang


selanjutnya diisi oleh jaringan fibrosis dan mengalami pengapuran
(osteofit), yang apabila terlalu besar atau menonjol dapat menekan
medulla spinalis atau mempersempit kanalis spinalis.

Untuk menahan beban yang besar terhadap kolumna vertebrae ini stabilitas
daerah pinggang sangat bergantung pada gerak kontraksi volunter dan
refleks otot-otot sakrospinalis, abdominal, gluteus maksimus, dan hamstring
(moore, 2002).
Fisiologi nyeri

Rangsangan nyeri dapat berupa rangsangan mekanik, suhu, kimiawi dan


campuran yang diterima oleh reseptor yang terdiri dari akhiran saraf bebas
yang mempunyai spesifikasi. Ada dua kelompok yaitu :
Sistem neospinotalamik : menghantarkan rangsangan secara cepat,
dimana berganti neuron di lamina I yang kemudian menyilang di linea
mediana membentuk jaras anterolateral yang langsung ke thalamus.
Sistem paleospinotalamik : menghantarkan nyeri yang kronik dan
kurang terlokalisasi, dimana bersinaps di lamina V kemudian
menyilang di linea mediana membentuk jaras anterolateral dan
bersinapsis di substansia retikularis batang otak dan di thalamus.
Mekanisme nyeri
1. Nyeri inflamasi
Stimuli inflamasi mediator inflamasi keluar nosiseptor aktif
akan terasa nyeri dan sensitasi nosiseptor menyebabkan
hiperalgesia
Ada 2 jenis hiperalgesia, yaitu primer (dibangkitkan stimulasi termal
dan mekanikal) & sekunder (dibangkitkan stimulasi mekanikal)
2. Nyeri neuropatik
Pada pasien LBP : terjadi penekanan radiks oleh HNP,
penyempitan kanalis spinalis, pembengkakan artikulasio/jaringan
sekitar, fraktur mikro, penekanan tumor, dan sebagainya. Iritasi
serabut saraf menyebabkan :
a. Penekanan yang hanya terjadi di selaput pembungkus saraf
yang kaya nosiseptor sehingga menimbulkan nyeri inflamasi.
Nyeri dirasakan sepanjang distribusi saraf dan bertambah
apabila terjadi peregangan serabut saraf.
b. Penekanan serabut saraf sehingga terjadi gangguan
keseimbangan neuron sensorik melalui perubahan mokuler
sehingga menyebabkan aktivitas SSA abnormal dengan
timbulnya aktivitas ektopik (aktivitas di luar nosiseptor),
akumulasi saluran ion NA dan saluran lain di daerah lesi.
Penumpukan saluran ion Na dan saluran ion baru di daerah lesi
menyebabkan timbulnya mechano-hot-spot yang sangat peka
terhadap rangsangan mekanis dan temperature (mekanikal dan
termal hiperalgesia).
Aktivitas ektopik menyebabkan timbulnya nyeri neuropatik spontan
(parestesia, disestesia, nyeri seperti tersetrum listrik, dan
sebagainya) (Anthony W, 2013).
Faktor resiko
1. Obesitas
2. Kehamilan trimester lanjut
3. Lari atau jogging di dataran aspal
4. Angkat beban berat
5. Terlalu lama duduk (seperti di mobil, truck, dan di tempat duduk
dengan design tidak menunjang)
6. Faktor psikologis (WHO, 2013)

Penyebab/etiologi LBP :
1. Muscle & ligament strain.
Aktivitas seperti angkat beban ataupun gerakan canggung (yang tidak
nyaman dan sakit) secara tiba-tiba memungkinkan terjadinya kontraksi
otot punggung dan juga ligamen dari tulang belakang. Jika kondisi fisik
seseorang buruk, kontraksi terus menerus pada punggung dapat
menyebabkan kejang otot yang menyakitkan.
2. Bulging or ruptured disks.
Diskus yang terletak diantara vertebrae punggung berfungsi sebagai
bantalan. Jika annulus fibrosus menonjol dan nucleus pulposusnya
keluar, akan menyebabkan penekanan terhadap saraf.
3. Arthritis.
Osteoarthritis dapat mempengaruhi punggung bagian bawah. Dalam
beberapa kasus, arthritis pada tulang belakang menyebabkan
penyempitan ruang di sekitar sumsum tulang belakang (stenosis tulang
belakang).
4. Skeletal irregularities
Nyeri punggung dapat terjadi jika terjadi keabnormalan dari bentuk
tulang belakang. Scoliosis, merupakan suatu kondisi dimana tulang
belakang melengkung ke samping, yang dapat menyebabkan nyeri
punggung, tetapi biasanya hanya terjadi pada scoliosis yang cukup
parah
5. Osteoporosis
Fraktur kompresi daru vertebrae tulang belakang dapat terjadi jika
tulang menjadi keropos dan rapuh (MayoClinin, 2012)