Anda di halaman 1dari 20

SOSIOLOGI OLAHRAGA

Oleh: DWI SETIAWAN

Pengertian sosiologi olahraga


Arti sosiologi
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan
( interaksi ) manusia dalam masyarakat serta aspek aspek
sosiologis yang menyertainya.
Arti sosiologi olahraga
Sosiologi olahraga adalah ilmu yang mempelajari
hubungan ( interaksi ) manusia dalam masyarakat olahraga
secara khusus dan masyarakat olahraga dengan masyarakat
lainnya serta aspek sosiologis yang menyertainya.

KAJIAN SOSIOLOGI OLAHRAGA


MENURUT PARA AHLI
Heizemenn
Sistem sosial yang bersangkutan dengan garis-garis sosial dalam kehidupan bersama, seperti
kelompok olahraga, tim, klub dan sebagainya.
Masalah figur sosial, seperti figur olahragawan, pembina, yang berkaitan dengan usia, pendidikan,
pengalaman dan sebagainya

Plessner
dalam studi sosiologi olahraga menekankan pentingnya perhatian yang harus diarahkan pada
pengembangan olahraga dan kehidupan dalam industri modern dengan mengkaji teori kompensasi

Philips dan Madge


menulis buku Women and Sport menguraikan tentang fenomena kewanitaan yang aktif
melakukan dipandang daris sudut sosiologi.

G. Magname
menulis buku Sosiologie Van de Sport menguraikan tentang kedudukan olahraga dalam
kehidupan sehari-hari, masalah olahraga rekreasi, masalah juara, dan hubungan antara olahraga dan
kebudayaan

Jhon C. Philips
dalam bukunya yang berjudul Sociology of Sport, mengkaji tema-tema yang berhubungan dengan
olahraga dan kebudayaan, pertumbuhan dan rasionalisasi dalam olahraga, pengaruh olahraga
terhadap pelakunya, olahraga dalam lembaga pendidikan, wanita dalam olahraga, dan bisnis
olahraga.

NILAI-NILAI DALAM OLAHRAGA


Dalam olahraga terdapat nilai yang terkandung didalamnya dan
berdampak langsung pada olahraga itu sendiri. Adapun pengertian
nilai dalam olahraga adalah suatu skor atau anggapan sesuatu tentang
apa yang dianggap baik atau apa yang dianggap buruk. Nilai
mencerminkan keadaan suatu benda, dimana benda yang bernilai baik
akan mempunyai banyak keuntungan dan fungsi bagipemiliknya.
Dalam olahraga juga terdapat berbagai nilai yang harus diketahui oleh
olahragawan agar mereka memperoleh pengetahuan tentang
pentingnya nilai dalam olahraga. Suatu ketika seorang pemain basket
melakukan interaksi atau saling berkomunikasi dengan teman satu
timnya. Dia melakukan serangan dengan saling mempassing dengan
teman satu timnya, lalu mengecoh lawan dan memasukkan bola. Dari
interaksi itulah maka tercipta poin
Selain nilai yang dimaksudkan diatas terdapat nilai yang mengatur dan
saling melengkapi dalam satu sistem yaitu :

1. Nilai sportifitas dalam olahraga

yaitu merupakan kata sifat yang berarti jujur dan ksatria atau gagah.
Dan kata sportivitas yang sebagai kata benda mempunyai arti orang
yang melakukan olahraga tersebut (harus) memiliki kejujuran dan
sikap ksatria dalam bertindak dan berprilaku saat berolahraga,
seperti disiplin, mengikuti ketentuan dan peraturan yang telah
ditetapkan atau yang telah disepakati bersama, terutama saat
mengikuti suatu pertandingan atau perlombaan olahraga.
Jadi sportivitas dalam olahraga adalah prilaku atau tindakan dari
seorang atau sekelompok olahragawan yang memperlihatkan sikap
jujur, ksatria, disiplin, dan menaati ketentuan dan peraturan
pertandingan/perlombaan olahraga.Untuk mencapai sesuatu yang
diharapkan.

2. Nilai agama dalam olahraga


Hubungan antara olahraga dan agama yaitu tentang kejujuran serta
keadilan.Agama mengajarkan kita untuk bersikap jujur dan adil.
Sebagai atlit atau wasit dituntut untuk profesional dalam
menjalaninya.Dalam bertanding, misalnya kita harus fairplay dan
sportif. Serta sebagai wasit,kita harus bersikap adil dan tidak
membela salah satu kelompok pemain.Jadi hubungan olahraga dan
agama itu sangat penting untuk dipahami.
Dalam berolahraga kita diajarkan untuk bersikap jujur dan sportif
seperti yang diajarkan agama kita harus selalu bersikap jujur dan
adil. Selain itu dengan berolahraga kita bisa menyehatkan jasmani
dan rohani serta pikiran kita.

3. Nilai budaya dalam olahraga


Yaitu merupakan nilai- nilai yang disepakati dan
tertanam dalam suatu masyarakat, lingkup
organisasi, lingkungan masyarakat, yang
mengakar pada suatu kebiasaan, kepercayaan
(believe), simbol-simbol, dengan karakteristik
tertentu yang dapat dibedakan satu dan lainnya
sebagai acuan prilaku dan tanggapan atas apa yang
akan terjadi atau sedang terjadi.

4. Nilai ekonomi dalam olahgara


Yaitu seberapa banyak olahraga tersebut disukai banyak
orang dan memiliki nilai hiburan tinggi sehingga
menghasilkan uang.
Nilai ekonomi olahraga mengikuti perkembangan
masyarakat perbudakan dan semakin meningkat pada
zaman feodalisme hinggi kini kapitalisme. Pada zaman
kapitalisme ini, sisa zaman perbudakan masih bisa kita
lihat seperti gulat dan tinju. Selain nilai hiburan, olahraga
pada zaman feodalisme adalah juga tontonan dari kelas
yang berlawanan. Kelas penguasa tuan-tuan tanah
mengadu budak budak mereka untuk jadi hiburan, bila
yang melawan maka akan dibunuh. Nah, zaman
kapitalisme inilah olahraga dijadikan nilai ekonomi

5. Nilai sosial dalam olahraga


Yaitu sebuah proses pembauran tanpa pembatas
suku, ras dan agama. Proses kesetaraan ini dipandu
oleh rasa persaudaraan dalam meningkatkan
kemampuan berolahraga.Nilai-nilai olahraga ini
mengikuti perkembangan masyarakatnya yang bisa
dilihat dari sistem perekonomian dan budayanya.

OLAH RAGA DAPAT MENINGKATKAN SDM


Untuk menghadapi kemajuan zaman yang semakin sulit ini dibutuhkan
tingkat SDM yang tinggi. Dengan memiliki SDM yang tinggi maka
kemungkinan besar kita akan dapat menghadapi tantangan-tantangan
yang ada disaat kemajuan zaman ini. Dalam meningkatkan Sumber
Daya Manusia dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya yaitu
dengan Berolahraga. Olahraga diyakini mampu membangun nilai-nilai
positif seperti : kreatif, disiplin, tanggung jawab, proaktif, kritis, sportif,
kompetitif, untuk manusia dan membentuk karakter bangsa. Karena
menurut saya olah raga juga dapat membentuk kepribadian manusia
seutuhnya.
Keteguhan terhadap komitmen tersebut didukung oleh begitu banyak
fakta dan pengalaman bahwa olahraga yang dikelola dan dibina dengan
baik akan mendatangkan banyak manfaat bagi warga masyarakat.
Seperangkat nilai dan manfaat dari aspek sosial, kesehatan, ekonomi,
psikologis merupakan landasan yang kuat untuk mengklaim bahwa
olahraga merupakan instrumen yang ampuh untuk melaksanakan
pembangunan yang seimbang antara material, mental, dan spiritual.

Dari aspek sosial diakui bahwa olahraga merupakan sebuah aktivitas


yang unik karena sangat potensial untuk memperkuat integrasi sosial.
Secara bertahap dan bersusun dari unit kecil (misalnya, klub), komitmen
emosional pada satu tujuan bersama dapat meningkat ke tingkat
komunitas, masyarakat sebuah daerah hingga ke jenjang nasional. Itulah
sebabnya olahraga, seperti yang sering kita alami dalam olah raga
kompetitif, dipandang ampuh untuk membangun persatuan dan kesatuan
nasional.
Apabila dalam hidup sudah terbiasa untuk hidup bergaya pasif. Ancaman
yang di dibangkitkan oleh gaya hidup pasif adalah dapat mendatangkan
persoalan yang sangat merugikan kehidupan manusia dengan aneka
bentuk penyakit degeneratif, penyakit kurang gerak. Obesitas, alias
kegemukan, sudah menjadi sebuah masalah internasional dengan
rangkaian akibat yang terkait langsung seperti terserang penyakit jantung
koroner, diabetes melitus, kolesterol tinggi, dan lain yang sejenis. Olah
raga dan kesehatan memiliki kaitan langsung dengan ekonomi. Apabila
kita membiasakan hidup dengan berolahraga dan membiasakan hidup
dengan pola sehat maka otomatis tubuh kita juga akan sehat baik jasmani
maupun rohani.Dengan begitu untuk timbulnya seperti penyakit akan
sangatlah kecil.

Dalam kehidupan modern olahraga telah menjadi tuntutan dan


kebutuhan hidup agar lebih sejahtera. Olahraga semakin diperlukan oleh
manusia dalam kehidupan yang semakin kompleks dan serba otomatis,
agar manusia dapat mempertahankan eksistensinya terhindar dari
berbagai gangguan atau disfungsi sebagai akibat penyakit kekurangan
gerak (Hypo Kinesis Desease).Olahraga yang dilakukan dengan tepat
dan benar maka akan sangatlah bermanfaat bagi tubuh kita.
Kesehatan, kebugaran jasmani dan sifat-sifat kepribadian yang unggul
adalah faktor yang sangal menunjang untuk pengembangan potensi diri
manusia, dan melalui pendidikan jasmani, rekreasi, dan olahraga yang
tepat faktor-faktor tersebut dapat diperoleh. Melalui melalui pembinaan
olahraga yang sistematis, kualitas SDM dapat diarahkan pada
peningkatan pengendalian diri, tanggung-jawab, disiplin, sportivitas
yang tinggi yang mengandung nilai transfer bagi bidang lainnya.
Berdasarkan sifat-sifat itu, pada akhirnya dapat diperoleh peningkatan
prestasi olah raga yang dapat membangkitkan kebanggaan nasional dan
ketahanan nasional secara menyeluruh. Oleh sebab itu, pembangunan
olahraga perlu mendapat perhatian yang lebih proporsional melalui
perencanaan dan pelaksanaan yang sistematis dalam pembangunan.

Jika kita lihat dari aspek kejiwaan, olah raga atau aktivitas jasmani yang
dilakukan hingga intensitas memadai, moderat, sangat efektif sebagai
wahana untuk meningkatkan ketahanan terhadap stres dan
menanggulangi depresi. Karena dalam melakukan aktifitas penjas
diharapkan selalu tercipta suasana gembira sehingga kemungkinan
untuk menceegah penyakit separti gejala stres sangatlah besar.
Melalui pendekatan pembelajaran keterampilan taktis misalnya,
diketahui bahwa pendidikan jasmani dan olah raga efektif untuk
membina keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Karena itu, para
peneliti sampai pada kesimpulan bahwa aktivitas jasmani atau olahraga
sangat bermanfaat untuk memupuk kemampuan memecahkan masalah.
Hakekat pembangunan olahraga nasional adalah upaya dan kegiatan
pembinaan dan pengembangan olahraga yang merupakan bagian upaya
peningkatan kualitas sumber daya manusia yang utamanya ditujukan
untuk pembentukan watak dan kepribadian termasuk sifat-sifat disiplin,
sportivitas dan etos kerja yang tinggi. Berdasarkan kualitas kesehatan
akan tercapai peningkatan prestasi olahraga yang dapat membangkitkan
kebanggaan nasional dan membawa nama harum bangsa.

jenis SDM yang harus dikembangkan dan ditingkatkan


kualitas dan kompetensinya
1. Guru /Dosen Pendidikan Jasmani (Physical Educator)
Guru pendidikan jasmani adalah SDM yang menangani pendidikan
jasmani yang dibutuhkan di sekolah-sekolah mulai dari SD, SLTP
sampai SMU dan di perguruan tinggi. Di dalam melaksanakan tugas
dan fungsinya guru/Dosen pendidikan jasmani bertanggung jawab
dalam menjabarkan kurikulum pendidikan jasmani(intra kurikulernya)
di sekolah bagi upaya peningkatan kualitas fisik, kesehatan dan
kesegaran jasmani, pengenalan dan pemahaman dasar olahraga,
pemantauan pertumbuhan dan perkembangan fisik, pemantauan bakat
olahraga, pembinaan sportifitas, disiplin dan budaya berolahraga pada
siswa. Untuk itu di suatu sekolah mutlak harus terdapat guru
pendidikan jasmani yang memiliki kualitas dan standart kompetensi
yang sesuai.

2. Pelatih Olahraga sekolah (School Coach)


Idealnya pelatih olahraga di sekolah berbeda dengan guru pendidikan
jasmani, tetapi karena pertimbangan keterbatasan biasanya pelatih
olahraga ini sering dirangkap oleh guru pendidikan jasmani. Dalam
melaksanakan tugasnya pelatih olahraga ini bertanggung jawab
terhadap proses pembinaan dan pengembangan bakat siswa dalam
berolahraga di beberapa cabang olahraga sesuai dengan tingkatan
usia dan kekhususan kecabangannya yang dilaksanakan di luar jam
pelajaran dalam bentuk ekstra kurikuler. Sehingga dengan adanya
lagkah ini akan mendukung munculnya atlet berbakat dalam proses
talent scouting (pemanduan bakat)

3. Pelatih Olahraga Klub atau Cabang Olahraga(Sport coach)


Pelatih olahraga di Klub atau perkumpuan adalah SDM yang tugasnya
melatih cabang olahraga tertentu yang bertanggung jawab untuk
melatih baik dari fisik, teknik ataupun strategi bertandingnya yang
didapatkan kompetensinya melalui pelatihan untuk mendapatkan
sertifikasi yang sah
4. Penggerak Olahraga (Sport Motivator)
Pengerak olahraga adalah SDM yang tugasnya memasyarakatkan,
membudayakan, menggerakkan dan menggalakkan masyarakat untuk
berolahraga baik di kota maupun di pedesaan. Idealnya seorang
penggerak olahraga memiliki pengetahuan, kemampuan dan
ketrampilan tentang berbagai jenis olahraga masyarakat dengan prinsip
yang 5-M yaitu Murah, Meriah, Massal, Menarik dan Manfaat juga
memiliki kualitas sebagai pemberi contoh atau instruktur olahraga
masyarakat yang baik.

5. Instruktur Olahraga (Instructor)


Intruktur olahraga adalah SDM yang tugasnya memberikan intruksi
untuk melakukan satu atau beberapa jenis kegiatan olahraga yang
populer di masyarakat. Dalam melaksanakan tugasnya instruktur
bertanggung jawab untuk memimpin atau memberi aba-aba pada
kegiatan olahraga yang sifatnya massal misalnya Senam Aerobik,
Instruktur senam jantuing sehat, instruktur senam kesegaran jasmani,
Instruktur senam Tera, dsb.
6. Manajer Olahraga (Sport Manager)
Manajer Olahraga adalah SDM yang tugasnya menangani atau mejadi
pengelola suatu kegiatan olahraga misalnya menyelenggarakan
kompetisi, memimpin tim ke suatu event, menangani atlet, mengelola
suatu pemusatan latihan dsb. Seorang manejer tim harus menguasai
prinsip-prinsip menejemen olahraga yang spesifik dan profesional. .
7. Administratur Olahraga (Sport Management)
dministratur olahraga adalah SDM yang tugasnya menangani atau
melakukan tugas keadministrasian/kesekretariatan dalam suatu
organisasi atau kegiatan olahraga. Seorang administratur olahraga harus
memiliki kualitas sebagai tenaga pelaksana administrasi suatu organisasi
atau kegiatan olahraga, baik di tingkat, klub, induk cabang olahraga
maupun di jajaran KONI

8. Promotor Olahraga (Sport Promotor)


Promotor olahraga adalah SDM yang tugasnya menangani atau melakukan
upaya promosi kegiatan /event olahraga dengan melibatkan partisipasi kalangan
olahraga dan dunia usaha.
9. Manajer fasilitas Olahraga(Sport Facility Manager)
Manajer Fasilitas olahraga adalah SDM yang tugasnya menangani atau
melakukan pengelolaan suatu fasilitas olahraga misalnya pada sport club, sport
center, recreation center, fasilitas olahraga di hotel, resort, country club dsb
10. Wasit Olahraga (Sport Umpire)
Wasit olahraga adalah SDM yang tugasnya mewasiti dan menjadi penentu
keputusan dalam suatu kompetisi/pertandingan olahraga. Seorang wasit harus
memiliki kualifikasi, lisensi, sertifikasi perwasitan dari induk cabang olahraga
yang sesuai serta mampu mempimpin pertandingan dengan fair dan tidak
memihak.
11. Dokter /Paramedis Olahraga (Sport Medicine)
Dokter spesialis Olahraga / Para medis kesehatan olahraga adalah SDM yang
tugasnya membantu dalam pembinaan dan pengembangan olahraga berbasiskan
Iptek kesehatan olahraga, harus memiliki kualitas dan memenuhi standart
kompetensi sebagi dokter olahraga yang diperoleh melalui pendidikain formal
kedokteran olahraga atau sertifikasi penyetaraan berjenjang melalui
penataran/pelatihan yang dilakukan oleh organisasi profesi
kesehatan/kedokteran olahraga.

12. Psikolog Olahraga (Sport Psychologist)


Psikolog Olahraga adalah SDM yang tugasnya membantu dalam pembinaan dan
pengembangan olahraga yang berbasiskan Iptek psikologi olahraga. Seorang psikolog
olahraga atau psikolog yang berkecimpung didunia olahraga harus memiliki kuaitas
dan kompetensi yang memadai yang didapatkan melalui jalur formal pendidikan
13. Ahli Gizi Olahraga (Sport Nutritionist)
Ahli gizi olahraga adalah SDM yang tugasnya membantu dalam pembinaan dan
pengembangan olahraga berbasiskan Iptek gizi olahraga. Ahli gizi olahraga inilah
yang mengatur menu makanan olahragawan latihan, pra pertandingan, saat
pertandingan maupun pasca pertandingan yang kompetensinya diperoleh lewat jalur
pendidikan formal ataupun penataran/palatihan yang dilaksanakan oleh organisasi
profesi ahli gizi olahraga.
14. Teknisi Olahraga
Teknisi olahraga adalah SDM yang tugasnya membantu dalam pembinaan dan
pengembangan olahraga di lapangan atau di laboratorium Iptek Olahraga, harus
memiliki kemampuan teknis sebagai operator untuk pemeliharaan dan perawatan
peralatan olahraga yang diperoleh melalui pendidikan maupun pelatihan-pelatihan.
15. Peneliti Olahraga (Sport Research)
Peneliti Olahraga adalah SDM yang tugasnya melakukan pengkajian atau penelitian
di bidang olahraga di lapangan maupun di laboratorium Iptek olahraga yang secara
terus menerus hasil penelitiannya itu dimanfaatkan untuk pengembangan dunia
olahraga yang akan menghasilkan atlet-atlet berkualitas maupun hasil pada aspek
yang lainnya.

Terimakasih