Anda di halaman 1dari 13

Laporan Studi Kasus

Asuhan Keperawatan An.Q


Dengan Infeksi Saluran Pernafasan
Atas
Di Puskesmas Astambul

Oleh :
Muhammad Rizki Maulana

Latar Belakang

Influenza merupakan infeksi saluran


pernafasan atas yang disebabkan oleh virus
dan dapat timbul pada semua tingkat usia.
Istilah common cold mengacu pada
peradangan kataralis mukosa hidung yang
lebih menjelaskan suatu kompleks gejala
daripada suatu penyakit tertentu,
dikarateristikan dengan hidung tersumbat
(nasal congestion), suara serak (sore
throat), dan batuk. (Somantri, 2009)

Angka kejadian
World Health Organization memperkirakan
insiden infeksi saluran pernagasan akut (ISPA),
di Negara berkrmbang dengan angka kejadian
ISPA pada balita diatas 40 per 1000 kelahiran
hidup adalah 15%-20% pertahun pada 13 juta
anak balita di dunia golongan usia balita. Pada
tahun 2003, 1,9 juta (95%) anak-anak diseluruh
dunia meninggal Karena ISPA, 70% dari Afrika
dan Asia Tenggara (WHO, 2004).
Di Indonesia Prevalensi ISPA adalah 25,5%
(rentang: 17,5% - 41,4%) dengan 16 provinsi
diantaranya mempunyai prevalensi diatas
angka nasional.

survey

Di kota Martapura khususnya di wilayah


pel. Puskesmas Astambul kec. Astambul
kota kab. Banjar, kasus Infeksi Saluran
Pernafasan Atas pada balita cukup tinggi
tiap tahunnya, pada tahun 2013 tercatat
1.804 kasus ISPA pada anak-anak yang
terjadi (UPT.PUSKESMAS ASTAMBUL, 2014)

Anatomi & Fisiologi Sistem


Pernafasan

Anatomi

Fisiologi
Saluran nafas atas
1. Nasal (Hidung)
2. Faring (tekak)
3. Laring (tenggorokan)
4. Trakea
.Saluran nafas Bawah
1. Bronkus
2. Bronkiolus
3. Bronkuolus terminalis
4. Bronkiolus respiratori
5. alveoli

Landasan teori
Definisi

Infeksi saluran pernafasan atas salah


satunya adalah Influenza yang disebabkan
oleh virus yang menjangkiti pasien, flue
atau (common cold) lebih menjelaskan
suatu kompleks gejala daripada suatu
penyakit tertentu, yang memiliki ciri
karakteristik seperti hidung tersumbat
(nasal congestion), suara serak (sore
throat), dan baruk. (Somantri, 2009)

Etiologi

virus influenza : Haemophillus influenza (tipe


A, B, dan C)
Faktor
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Resiko
Tertular dari penderita ISPA
Daya tahan tubuh yang kuran
Kurangnya sirkulasi udara dalam rumah
Lingkungan yang kotor
Gizi yang kurang
Terhirup asap

Patofisiologi

Tanda

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

dan gejala

Batuk
Nafas cepat
Bersin
Pengeluaran sekret atau lendir dari hidung
Nyeri kepala
Demam ringan
Tidak enak badan
Hidung tersumbat
Kadang-kadang sakit saat menelan

Asuhan keperawatan
Pengkajian

Analisa data dan Prioritas masalah

Intervensi

Evaluasi

dan Implementasi

Kesimpulan

Kesimpulan
Dari 3 diagnosa yang diangkat dapat
teratasi semua. Dari kriteria dan tujuannya
dapat disimpulkan tujuan yang direncanakan
berhasil dilakukan dan dievaluasi. Bagian yang
dievaluasi pada diagnosa 1 yaitu bersihan jalan
nafas efektif ditandai dengan tidak adanya
suara nafas tambahan dan batuk mulai reda,
diagnosa 2 nutrisi klien terpenuhi, diagnosa 3
klien tidak rewel dan kembali ceria seperti dulu.

TERIMAKASIH