Anda di halaman 1dari 10

TUGAS

ANALISIS JURNAL
Diajukan sebagai Tugas Mata Ajar Keperawatan Keluarga
Dosen Pengampu : Ns. Tantut Susanto, M.Kep, Sp.Kom

Disusun oleh :
Octavia Candra Dewi
092311101004

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
2014

TELAAH ARTIKEL LAPORAN PENELITIAN


ITEM

ASPEK YANG DIANALISIS


Penjelasan

HASIL ANALISIS
Kejelasan isi yang ditulis dalam abstrak penelitian ini sudah sangat jelas, karena didalamnya
sudah mencakup semua aspek seperti tujuan penelitian, desain penelitian yang digunakan,
teknik pengambilan sampel beserta jumlah sampel, instrumen penelitian yang digunakan,
hasil penelitian, dan kesimpulan.

Gambaran isi menyeluruh

Stres emosional memicu dan memperburuk asma pada anak-anak. Mengurangi kecemasan
pada orang dewasa dengan teknik relaksasi pernapasan-telah ditunjukkan dalam uji klinis
untuk menghasilkan hasil yang baik asma. Namun, lebih banyak bukti diperlukan untuk
menggunakan ini intervensi dengan anak-anak penderita asma. Latihan relaksasi bernapas
dikombinasikan dengan program manajemen diri menurunkan kecemasan anak-anak, yang
pada gilirannya dapat membantu anak-anak menjaga baik psikologis kesehatan.

Abstrak

Tujuan penelitian
Desain penelitian

Variabel utama
Jumlah sampel

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas gabungan pelatihan manajemen diri
dan relaksasi bernapas untuk anak-anak dengan asma sedang sampai berat dibandingkan
dengan pelatihan manajemen diri saja.
Jurnal ini menggunakan desain 2 kelompok eksperimental. Metode yang digunakan sudah
benar karena penelitian ini bertujuan untuk menilai bagaimana pengaruh sebuah/lebih
perilaku, terhadap kondisi suatu populasi tertentu/untuk menguji hipotesis, tentang ada
tidaknya pengaruh perlakuan.
Peserta secara acak ditugaskan untuk kelompok eksperimen atau perbandingan dan
dicocokkan dengan jenis kelamin, usia, dan tingkat keparahan asma. Kedua kelompok
berpartisipasi dalam program manajemen diri. Anak-anak dalam kelompok eksperimen juga
diberikan 30 menit pelatihan dalam teknik relaksasi-nafas dan CD untuk praktek rumah.
Variabel utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel independen (pelatihan
manjemen diri dan teknik relaksasi pernafasan) dan variabel dependen (pelatihan manajemen
diri).
Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 48 peserta usia 6-14 tahun dengan anak yang
memiliki asma sedang sampai berat. Peserta secara acak ditugaskan untuk kelompok
eksperimen atau perbandingan dan dicocokkan dengan jenis kelamin, usia, dan tingkat

Lokasi penelitian
Hasil yang diperoleh

Saran
Jumlah kata : 100-150 kata
Ditulis paling awal setelah judul
Pendahuluan

Latar belakang masalah

Pernyataan masalah
Tujuan penelitian
Kerangka konsep (kadang)

ITEM

ASPEK YANG DIKRITISI

keparahan asma. Kedua kelompok berpartisipasi dalam asma program manajemen diri.
Penelitian dilakukan di Klinik rawat jalan Pediatrik dari pusat medis di Taiwan tengah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan secara signifikan lebih rendah untuk anakanak di kelompok eksperimen dibandingkan kelompok pembanding. Perbedaan dalam empat
lainnya variabel fisiologis juga dicatat antara pra-dan pasca-intervensi, tetapi perubahan ini
tidak berbeda secara signifikan antara kelompok.
Diharapkan hasil ini dapat digunakan sebagai bukti dasar untuk praktek keperawatan
psikologis dengan anak-anak penderita asma.
Jumlah kata yang digunakan pada abstrak ini lebih dari 150, yaitu 257 kata.
Abstrak pada penelitian ini ditulis setelah judul jurnal dan berada sebelum pendahuluan
penelitian.
Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah program pengelolaan diri telah
menunjukkan hasil dalam hal mengurangi tanda dan gejala asma dan fungsi paru-paru
meningkat. Stres psikologis dan faktor telah ditunjukkan oleh bertambahnya bukti untuk
memicu dan memperburuk kondisi asma
Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan masa kini penelitian adalah untuk mengetahui
efektivitas pengajaran kombinasi dari manajemen diri dan teknik relaksasi nafas untuk anakanak dengan asma sedang sampai berat.
Pernyataan masalah pada penelitian ini yaitu adanya hubungan antara
Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi efektivitas gabungan pelatihan manajemen diri dan
relaksasi bernapas untuk anak-anak dengan asma sedang sampai berat dibandingkan dengan
pelatihan manajemen diri saja.
Kerangka konsep penelitian disini tidak dijelaskan.

HASIL ANALISIS

Metodologi
Rancangan
(Bahan dan
cara)
Manfaat
Variabel penelitian
Populasi dan sampel
Lama penelitian

Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan membandingkan hasil


pada 2 kelompok. Kelompok eksperimen diberi perlakuan teknik relaksasi bernafas
dan management diri sedangkan kelompok pembanding diberi perlakukan managemen
diri dan CD tentang relaksasi bernafas untuk dipraktikkan dirumah.
Penelitian ini berfungsi untuk mengevalusi efektifitas kombinasi pelatihan relaksasi
bernafas dan managemen diri pada anak asma.
Managemen diri dan teknik relaksasi bernafas
Populasi dalam penelitian ini adalah
.
Penelitian ini dilaksanakan

Cara pengumpulan data

Cara pengumpulan data:


1. Melalui lembar kuesioner yang dibagikan kepada para responden.
2. Observasi catatan makanan pasien dalam bentuk food record. Dalam food record,
responden menuliskan menu makanan 2 hari kebelakang. Menu makanan yang
telah ditulis dituliskan jumlah gram kalorinya, lalu hasilnya dijumlahkan jumlah
kalori keseluruhan. Setelah itu, menghitung asupan kebutuhan nutrisi ideal harian
berdasarkan rumus Broca yang telah dimodifikasi, hasilnya di bandingkan dengan
jumlah kalori menu sehari-hari yang di konsumsi kemudian di persentasekan.

Uji coba kuesioner

Uji coba kuesioner dalam penelitian ini tidak di jelaskan.

Sumber data

Dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah data primer yang didapat langsung
dari responden melalui angket tertulis/kuesioner serta observasi catatan makanan
pasien dalam bentuk food record tentang makanan yang pasien makan dalam 2 hari
kebelakang.
Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa lembar kuesioner dan
catatan makanan pasien dalam bentuk food record.
Kuesioner yang digunakan berskala Likert mencakup 4 dukungan sosial keluarga

Instrumen

Tenaga lapangan

Teknik Pengolahan

Teknik analisis data

yaitu dukungan informasional, dukungan emosional, dukungan instrumental dan


dukungan penilaian.
Dalam food record, responden menuliskan menu makanan 2 hari kebelakang. Menu
makanan yang telah ditulis dituliskan jumlah gram kalorinya, lalu hasilnya
dijumlahkan jumlah kalori keseluruhan. Setelah itu, menghitung asupan kebutuhan
nutrisi ideal harian berdasarkan rumus Broca yang telah dimodifikasi, hasilnya di
bandingkan dengan jumlah kalori menu sehari-hari yang di konsumsi kemudian di
persentasekan.
Tenaga lapangan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dari proses menyusun,
penelitian dan menganalisis hasil penelitian yang dibuat peneliti yaitu tentang
hubungan dukungan sosial keluarga dengan kepatuhan pasien Diabetes Mellitus dalam
melaksanakan program diet.
Peneliti melakukan langkah-langkah:
1. Editing
Merupakan pemeriksaan lembar observasi yang telah diisi oleh para pengumpul
data atau observator.
2. Cleaning
Merupakan teknik pembersihan data, data-data yang tidak sesuai dengan
kebutuhan akan dihapus.
3. Coding
Merupakan pemberian tanda atau mengklasifikasikan jawaban-jawaban dari para
responden kedalam kategori tertentu
4. Entry
Jawaban-jawaban yang sudah diberi kode katagori kemudian dimasukkan dalam
tabel dengan cara menghitung frekuensi data.
Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Analisa univariat, meliputi gambaran dukungan sosial keluarga dengan
menggunakan median, sedangkan untuk kepatuhan pasien Diabetes Mellitus
dalam melaksanakan program diet, menggunakan distribusi frekuensi.
2. Analisa bivariat untuk menguji hubungan antara kedua variabel menggunakan uji
koefisien kontingensi dari Chi-square (x2).

ITEM

ASPEK YANG DIKRITISI


Nilai Insidence Rate
Analisis statistik

HASIL ANALISIS
Dalam penelitian ini Tidak dijelaskan
Berdasarkan uji statistik didapatkan p-value = 0,0001 maka dapat disimpulkan bahwa
terdapat perbedaan proporsi kejadian kepatuhan antara pasien DM yang mendapat
dukungan positif dengan pasien yang mendapat dukungan negatif. Nilai p-value
0,0001 < ( = 0,05) berarti Ho ditolak dan H1 diterima sehingga dapat disimpulkan
adanya hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan kepatuhan pasien diabetes
mellitus dalam melaksanakan program diet pada taraf kesalahan 5%. Nilai c/cmaks
sebesar 0,603 yang menunjukan keeratan hubungan antara dukungan sosial keluarga
dengan kepatuhan pasien Diabetes Mellitus dalam melaksanakan program diet. Nilai

Hasil
penelitian

Penyajian

ini masuk dalam derajat keeratan tinggi, yaitu 0,600-0,799.


Penyajian pada penelitian ini menggunakan tabel yang terdiri dari 3 tabel analisa data
penelitian yaitu:
Tabel 1. Distribusi dukungan sosial keluarga dalam melaksanakan program diet di Poli
Penyakit Dalam RSUD Cibabat
Tabel 2. Distribusi persentase kepatuhan pasien diabetes mellitus dalam melaksanakan
program diet di Poli Penyakit Dalam RSUD Cibabat
Tabel 3. Hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan kepatuhan pasien diabetes
mellitus dalam melaksanakan program diet di Poli Penyakit Dalam RSUD Cibabat

Cimahi.
Judul tabel

Judul tabel tiap analisa data yaitu :


Tabel 1. Distribusi dukungan sosial keluarga dalam melaksanakan program diet di Poli
Penyakit Dalam RSUD Cibabat
Tabel 2. Distribusi persentase kepatuhan pasien diabetes mellitus dalam melaksanakan
program diet di Poli Penyakit Dalam RSUD Cibabat
Tabel 3. Hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan kepatuhan pasien diabetes
mellitus dalam melaksanakan program diet di Poli Penyakit Dalam RSUD Cibabat

Tinjauan hasil

Cimahi.
Tinjauan hasil dari setiap tabel yaitu :
Tabel 1 :
Dari data dari tabel 1 : Lebih dari setengah responden (70%) memiliki dukungan
positif dari keluarga untuk
patuh dalam melaksanakan program diet dan kurang dari setengahnya yaitu (30%)
memiliki dukungan negatif untuk patuh dalam melaksanakan program diet.
Tabel 2 :
Dari data dari tabel 2 : Lebih dari setengah responden (73,3%) patuh dalam
melaksanakan program diet.
Tabel 3 :
Dari data dari tabel 3 : terdapat perbedaan proporsi kejadian kepatuhan antara pasien
DM yang mendapat dukungan positif dengan pasien yang mendapat dukungan negatif,
sehingga dapat disimpulkan adanya hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan
kepatuhan pasien diabetes mellitus dalam melaksanakan program diet pada taraf
kesalahan 5%. Nilai c/cmaks yang terlihat pada tabel adalah sebesar 0,603 di mana
nilai tersebut menunjukan keeratan hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan

kepatuhan pasien Diabetes Mellitus dalam melaksanakan program diet. Nilai tersebut
masuk dalam derajat keeratan tinggi, yaitu 0,600-0,799.
Pembahasan

Jumlah

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu ada 1 hipotesis penelitian yaitu :
Ada hubungan positif dan bermakna antara dukungan sosial keluarga dengan

Uraian analisis temuan

kepatuhan pasien DM dalam melaksanakan program diet.


Dari hasil penelitian yang diperoleh:
1. Lebih dari setengah responden (70%) memiliki dukungan positif dari keluarga
untuk patuh dalam melaksanakan program diet dan kurang dari setengahnya
(30%) memiliki dukungan negatif untuk patuh dalam melaksanakan program diet.
Dari hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil penelitian.
2. Sebagian besar (56,7%) pasien tidak patuh dalam menjalankan program dietnya
dan sebagian kecil (43,3%) patuh dalam menjalankan program dietnya.
3. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan bermakna
antara dukungan sosial keluarga dengan kepatuhan pasien DM dalam

Perbedaan
sebelumnya

Generalisasi

dengan

melaksanakan program diet.


temuan Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan bermakna
antara dukungan sosial keluarga dengan kepatuhan pasien DM dalam melaksanakan
program diet. Hal ini semakin menguatkan pendapat Feuer Stein et al (1998) dalam
Niven (2002) bahwa dukungan Sosial Keluarga merupakan salah satu faktor yang
memiliki hubungan yang sangat erat dengan kepatuhan pasien dalam melaksanakan
program diet.
Penelitian ini menganalisis tentang hubungan dukungan sosial keluarga dengan
kepatuhan pasien diabetes mellitus menjalani program diet. Dukungan sosial keluarga
sangat penting dalam meningkatkan dan menyemangati jika efek samping menjadi

parah. Dukungan sosial dari keluarga berupa dukungan emosional diharapkan dapat
membantu mengurangi ansietas yang disebabakan oleh komplikasi penyakit diabetes,
mengingat diabetes merupakan penyakit yang dapat menimbulkan berbagai
komplikasi penyakit yang berbahaya serta mengancam jiwa pasien yang menderita
Saran

penyakit ini. Sehingga anggota keluarga dapat dikatakan sebagai keluarga pendukung.
Kurang lengkap, karena hanya berisi mengenai saran bagi pihak rumah sakit dan

Rekomendasi

pihak perawat saja.


Tidak ada. Seharusnya ada rekomendasi dari pihak penulis untuk para peneliti
selanjutnya.

ITEM

ASPEK YANG DIKRITISI

HASIL ANALISIS

Ucapan

Orang yang berjasa membantu

Didalam penelitian ini tidak jelaskan.

terima kasih
Apendiks

Penjelasan Apendiks

Penjelasan apendiks dalam penelitian ini tidak dijelaskan.

Referensi

Urutan pengutipan

Cara pengutipan untuk daftar pustaka yang bersal dari buku sudah benar, sesuai urutan
abjad A-Z dan sesuai formatnya: Nama pengarang. Tahun terbit. Judul buku. Nama
kota penerbit : Nama Penerbit.
Tetapi masie terdapat kesalahan untuk penulisan sumber yang berasal dari internet.
Seharusnya: Nama pengarang. Tahun terbit. Judul [serial online]. Alamat web. [waktu

Nama dan judul

pengunduhan data]
Sudah benar.
Nama pengarang ditulis dengan nama belakang terlebih dahulu lalu nama depan dan
untuk judul buku ditulis miring atau italic.

Tahun dan halaman

Tahun terbit ditulis sebelum halaman pada jurnal.

ALAMAT JURNAL:
Anggina, Linggar Lestari., Hamzah, Ali.,& Pandhit. November, 2010. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes [serial online].
http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/edhknnov1019.pdf. [Januari 04, 2012].