Anda di halaman 1dari 2

KERAMIK HIJAU GORYEO

Goryeo Cheongja atau Keramik Hijau Goryeo adalah jenis kerajinan keramik
berwarna hijau (Bahasa Inggris: celadon) yang diciptakan pada zaman Dinasti Goryeo
(935-1392) di Korea. Celadon memiliki ciri khas warna biru-kehijauan karena metode
pengglasiran secara khusus. Walau teknik pembuatannya diperkenalkan dari Cina,
Goryeo Cheongja berhasil diciptakan pengrajin Goryeo dengan gaya dan metode yang
berbeda. Keramik hijau diciptakan dari tanah liat dan glasir yang mengandung sedikit
besi. Pada saat keramik dibakar dalam tungku, besi beroksidasi menghasilkan warna
hijau seperti giok. Suhu tungku dipantau antara 1250 C dan 1300 C selama 24 jam
untuk menjaga warna yang diinginkan pada keramik.

KERAMIK BUNCHEONG

Buncheong adalah keramik hijau-biru atau abu-abu kehitaman yang memiliki


kualitas hampir sama dengan goryeo cheongja.[1] Buncheong dilapisi oleh lapisan
putih sebelum diglasir dan dibakar dalam tungku yang dideoksidasi (tingkat oksigen
diturunkan). Buncheong adalah kependekan daripada bunjanhoecheong-sagi atau
berarti "keramik yang didekorasi dengan lapisan putih dan glasir hijau-biru pucat".
Mewarisi kejatuhan seni goryeo cheongja di akhir periode Goryeo (abad ke-13 dan
14), buncheong yang diproduksi pada abad ke-15 dan 16 (awal Dinasti Joseon)
memiliki bentuk yang penuh dan dinamis. Dibandingkan dengan keramik hijau,
buncheong memiliki warna yang lebih cerah dan glasir hijau-biru pucat yang lebih
tipis. Hanya sedikit buncheong yang diproduksi setelah Perang Imjin pada tahun 1592.
Pada masa setelah itu, keramik Buncheong hampir mati karena banyak pengrajin yang
diculik serta tungku pembakaran hancur.

KERAMIK PUTIH JOSEON

Joseon baekja atau keramik putih Joseon adalah jenis keramik berwarna putih
yang awalnya diproduksi pada masa Dinasti Joseon (1392-1910) di Korea.
Kemunculan keramik putih Joseon dikaitkan dengan penyebaran paham
Konfusianisme secara luas sebagai ideologi negara yang menolak Buddhisme setelah
kejatuhan Dinasti Goryeo. Pihak kerajaan Joseon mengagungkan warna putih sebagai
perlambang Konfusianisme dan menggunakan keramik putih sebagai perabot penting
dalam lingkungan mereka. Keramik putih kemudian menjadi barang pecah belah yang
paling banyak diproduksi dan diminati di periode Joseon.

KERAMIK JENGGALA

Keramik Jenggala berasal dari Sanur, Bali. Sanur merupakan daerah yang
sudah amat dikenal dipulau bali,terutama dengan keindahan pantainya . selain
keindahan pantainya sanur juga dikenal kerajinan keramiknya. Pertumbuhan seni
keramik yang terjadi di bali dimulai sekitar tahun 1970-an. Pembuatan keramik sudah
menjadi tradisi dan ini merupakan sumber mata pencaharian bagi para perajin gerabah
.mereka juga membuat benda-benda dekoratif seperti tegel berlukiskan adegan wayang
atau motif-motif mitologi bali. Perkembangan pariwisata yang pesat telah menantang
masyarakat seniman dan industri kerajinan bali untuk meningkatkan pelayanan dan
produksi dalam jumlah besar . keramik merupakan karya seni terapan yang dapat
berfungsi untuk menghias meja makan , hiasan dingding, atau souvenir .
Secara umum perlengkapan keramik yang dibuat dengan tangan di suatu
sanggar akan sulit bersaing dengan piring cangkir yang dihasilkan di pabrik modern.
tertapi keramik yang dibuat dengan putaran dan sentuhan tangan seniman memiliki ciri
khas seperti segi artistik,goresan , warna, terstur, dan lain-lain.