Anda di halaman 1dari 137

Nou, Pomasikata-Tabaru!

Nou, Pomasikata-Tabaru!

Mari Berbahasa Tabaru!


Lets Speak Tabaru

-i-

Nou, Pomasikata-Tabaru!
Mari Berbahasa Tabaru!
Lets Speak Tabaru!

-i-

- ii -

Nou, Pomasikata-Tabaru!
Mari Berbahasa Tabaru!
Let's Speak Tabaru!
Disusun oleh:

Jorriece Dimayu
Janet Kotynski
Edward A. Kotynski
Yosias Palangi
Alwina Tjiwili

DiIndonesiakan oleh:

Jorriece Dimayu

Penyunting Bahasa Indonesia

Pericles Katoppo (Edisi Kedua)


Didiek Kartiarso (Edisi Kedua)
Magdalena Nikijuluw
Johnny Tjia

DiInggriskan oleh:

Janet Kotynski

Penyunting Bahasa Inggris

Janet Kotynski (Edisi Kedua)


Edith Hugoniot

Ilustrator:

Yulius Ballo
Olden Bany
Dominggus Bobangu
J. Fortgens
J. Hallo
Zeth Jus Lahade
Djoni Nyanyi

Penyunting

Edward A. Kotynski

Tim Literasi Suku Tabaru


Jl. Togu'uwa ma Lamo No. 10
Desa Sangaji Nyeku, Kecamatan Ibu Utara
Propinsi Maluku Utara

-i-

Gambar-gambar di halaman 6, 9, 15, 19, 25, 30, 37 dan 43 diambil dari Schets
van der Vlechtkunst de Tabaroe's van Halemahera oleh J. Fortgens 1930. Gambargambar di halaman 47, 48, 49 dan 51 diambil dari Het volle koren, Fortgens 1923.

Kutipan-kutipan dari buku The North Moluccas, 1981, oleh Katrien Polman dimuat
atas Izin KITLV Press.

Cetakan ke - 2, Oktober 2007


Hak Cipta 2007, Tim Literasi Suku Tabaru

ISBN 979 8132 149

Percetakan : SMK Grafika Desa Putera

Penerbit
Tim Literasi Suku Tabaru
Jl. Togu'uwa ma Lamo No. 10
Desa Sangaji Nyeku, Kecamatan Ibu Utara
Propinsi Maluku Utara

- ii -

- iii -

- iv -

KATA PENGANTAR OLEH PENYUSUN

Bahasa Tabaru dipakai oleh kurang lebih 20.000 penutur yang


tinggal di Pulau Halmahera, Propinsi Maluku Utara. Sebagian besar
tinggal di wilayah Ibu, Jailolo, dan Oba. Ada juga desa-desa penutur
bahasa Tabaru di wilayah Loloda, Galela, Sahu, Kao, Tobelo dan Pulau
Ternate.
Buku ini memuat percakapan mengenai kehidupan sehari-hari
di desa dan khusus disiapkan bagi penduduk Tabaru agar dapat
dimanfaatkan dalam berbagai hal:

Pertama, diharapkan buku ini dapat meningkatkan minat baca,


baik dalam bahasa Tabaru maupun bahasa Indonesia.
Kedua, buku ini dipersiapkan untuk menolong orang Tabaru
menambah pengetahuan bahasa Indonesia, bahasa nasional
yang dipelajari di sekolah dan yang digunakan secara tertulis
dalam berbagai naskah. Oleh karena itu, bahasa Tabaru dalam
buku ini tidak diterjemahkan secara harfiah, kata demi kata,
tetapi diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia standar yang
wajar.
Ketiga, di kalangan anak sekolah maupun orang dewasa telah
tampak minat untuk mempelajari bahasa Inggris. Oleh karena
itu, percakapan-percakapan ini juga ditulis dalam bahasa Inggris
untuk menolong mereka yang ingin mengetahui arti percakapanpercakapan tersebut dalam bahasa Inggris.
Keempat, untuk memenuhi kebutuhan muatan lokal yang dapat
dipakai di sekolah.
Kelima, pustaka buku ini dapat menjadi sumber bagi orang yang
berminat meneliti sejarah suku Tabaru.

Kami sangat mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak demi
perbaikan buku percakapan ini.

-v-

DAFTAR ISI
Prakata........................................................................................

iii

Kata Pengantar oleh Penyusun................................................

Daftar Isi .....................................................................................

vi

Ejaan Bahasa Tabaru ................................................................

Ejaan Bahasa Inggris ................................................................

xii

Mengenai Terjemahan Percakapan-percakapan..................... xiv


Percakapan dalam Bahasa Tabaru : ........................................

Yomakakasano 'o Nyawa manga Balusu 1 ......


- Pertanyaan tentang Orang Tua 1
- Asking about Someone's Parents 1

Yomakakasano 'o Nyawa manga Balusu 2 ......


- Pertanyaan tentang Orang Tua 2
- Asking about Someone's Parents 2

Yomakakasano 'Itoingou Yomodokano 1 .......


- Pertanyaan tentang Perkawinan 1
- Talking about Marriage 1

Yomakakasano 'Itoingou Yomodokano 2 .......


- Pertanyaan tentang Perkawinan 2
- Talking about Marriage 2

'O Nyawa Yomakuarene ......................


- Melahirkan
- Giving Birth

10

'O Ngowaka 'o Go-gosiki Yamake ............


- Permandian
- Baptism

12

- vi -

'O Ngowaka Moi ma Giama 'Iliwiti ..........


- Anak yang Tangannya Terkilir
- A Child's Sprained Wrist

14

'O Ngowaka wi Pokoro 'Isiri ...............


- Seorang Anak yang Sakit Perut
- A Child with a Stomach Ache

16

'O Ngowaka ma 'Esa Miriwo .................


- Membantu Ibu
- Helping Mother

18

'O Giamanai Yomakasano ....................


- Bercakap-cakap dengan Seorang Sahabat
- Chatting with a Close Friend

20

Yomakakasano Yomasikagaro 1 ...............


- Percakapan tentang Rencana 1
- Discussing Plans 1

22

Yomakakasano Yomasikagaro 2 ...............


- Percakapan tentang Rencana 2
- Discussing Plans 2

22

Yomakakasano ngo Yespina Moliokau .........


- Yespina Sudah Pulang
- Yespina Returns Home

24

Yomaka'asoko Yotulu .......................


- Mampir ke Rumah Teman
- Dropping By

26

'Ibesakou so Motulu .......................


- Mampir karena Mau Hujan
- Coming In Out of the Rain

28

Yomakakasano Yoma'osi-'osiki 'o 'Akere


ma Roesuku................................
- Ajakan untuk Berenang di Sungai
- An Invitation to Swim at the River

- vii -

28

Yomakakasano 'o 'Ingiri 'Irapuku ..........


- Sakit Gigi
- Toothache

30

'O Pakeangi Mowoere .......................


- Menjemur Pakaian
- Drying Clothes

30

'O Boci 'Ite-tereboko .....................


- Cara Memasak Kacang Merah (Brinebon)
- How to Cook Kidney Beans

32

'O Abongino Woboa .........................


- Kembali dari Ambon
- Returning from Ambon

34

'O Nyawa Yamididi Yomakamake ..............


- Dua Orang Bertemu
- Two People Meet

36

'O Nyawa ma Dudunino de'o Daeraa ma Dutu ...


- Orang Asing Bertemu dengan Orang Indonesia
- A Foreigner Meets an Indonesian

38

Ma 'Esa Misingina .........................


- Merindukan Ibu
- Homesick for One's Mother

38

'O Bira Yomanarama ........................


- Tanam-menanam Padi Ladang
- Upland Rice Cultivation

38

Yomakakasano 'o Sapi Yoka'eli .............


- Bercakap-cakap tentang Memelihara Sapi
- Conversation Regarding Raising Oxen

40

Yomakakasano 'o Pa'udi ....................


- Pertanyaan tentang keranjang orang Tabaru
- Tabaru Traditional Basket

40

- viii -

Cerita-cerita Bahasa Tabaru .....................................................

45

'O Jarita Moi 'o Nyawa Yaruange 'o Bonganoka Yaika .............
'O Jarita Moi 'o Ngeweka mi Bairi Motuuku ...............................
'O Ngeweka Mimoi Momadaga'ale 'o 'Akere ma Roesoka.......
'O Bereki Mimoi 'o 'Ahadi ma Wange de Momadasalapa.........

46
47
48
50

Sepintas Tata Bahasa Tabaru ...................................................

54

Kamus Singkat Bahasa Tabaru Indonesia Inggris ...........

65

Kamus Singkat Bahasa Indonesia Tabaru ...........................

77

Kepustakaan Tentang Suku Tabaru .........................................

91

Pengantar Kepustakaan............................................................

92

Untuk apa kepustakaan ini?................................................


Bagaimana menggunakan kepustakaan ini? ......................
Tulisan mana yang paling penting? ....................................
Di mana dapat kita cari bahan-bahan dalam
kepustakaan ini? .................................................................
Sumber mana yang dipakai untuk kepustakaan ini? ..........

95
96

Daftar Kepustakaan ...................................................................

97

- ix -

92
92
93

EJAAN BAHASA TABARU


Dalam bahasa Tabaru ada dua jenis pengucapan, yaitu menurut desa-desa
Adu dan menurut desa-desa Nyeku. Beda pengucapan tersebut sangat kecil
yaitu bahwa desa-desa Nyeku menyebut huruf W dan desa-desa Adu tidak
menyebutkannya. Pada tahun 1996 ada lokakarya orang Tabaru di desa Sangaji
Nyeku. Pada waktu itu, tokoh-tokoh pendidikan maupun agama bersepakat
tentang ejaan bahasa Tabaru. Dalam surat keputusan yang ditandatangani 49
peserta lokakarya tersebut tertulis demikian:
Pemakaian ejaan serta prinsip penggunaan bahasa
Tabaru sebagaimana terjemahan dalam buku "NANGA
JOU YESUS 'AWI 'AHU MA JARITA/ KISAH KEHIDUPAN
TUHAN YESUS" yang dicetak oleh Lembaga Alkitab
Indonesia, termasuk huruf W yang kadang-kadang
tidak diucapkan dengan jelas [oleh orang Adu].
Hal-hal yang dipertimbangkan oleh peserta lokakarya itu adalah:
Kalau orang Adu membaca bahasa Tabaru, mereka dapat mengabaikan huruf
W yang tertulis. Tetapi bila huruf W tidak ditulis, maka orang Nyeku akan
sulit mengucapkan kata-kata tertentu atau akan salah menangkap maknanya.
Umpamanya, kalau kita melihat contoh pengucapan Adu, bahasanya lebih
bermakna ganda seperti yang berikut:
"rumah saya"
"rumah dia (laki-laki)"

=
=

'ai oa
'ai oa

Kalau orang yang memakai ucapan Nyeku, contoh yang sama berbentuk
sebagai berikut:
"rumah saya"
"rumah dia (laki-laki)"

=
=

'ai woa
'awi woa

Tujuan kita adalah untuk menyusun ejaan yang mudah dibaca penutur Adu
maupun Deku. Umpamanya, kalau kita menulis 'ai oa, kurang jelas apakah
maksudnya "rumah saya" atau "rumah dia." Tetapi kalau kita memakai 'awi woa,
maknanya jelas, yaitu "rumah dia."

-x-

Jadi, keputusan untuk menulis dengan ucapan Nyeku tidak dimaksud untuk
mengesahkan suatu pengucapan bahasa Tabaru, tetapi untuk memungkinkan
bahasa Tabaru dibaca oleh semua orang Tabaru Adu maupun Nyeku. Ternyata,
bahasa Tabaru adalah satu bahasa. Setiap desa mempunyai pengucapan tersendiri
dan kami tidak menyarankan agar semua orang Tabaru menyeragamkan
bahasanya sehingga pada akhirnya mempunyai hanya satu ucapan dan satu
logat. Kita mengakui bahwa setiap ucapan dan logat adalah berkat dan kita
menerima hal itu dengan sepenuh hati. Jadi, biarpun ejaan bahasa Tabaru
memakai huruf W, kami mengusulkan setiap penutur bahasa Tabaru tetap
membaca dengan memakai logatnya sendiri.
I. BUNYI HURUF HIDUP
Dalam bahasa Tabaru ada 5 bunyi hidup yang ditulis dengan 5 huruf, yaitu
huruf a, e, i, o, u. Bunyi huruf hidup dalam bahasa Tabaru hampir sama
dengan bunyi huruf hidup dalam bahasa Indonesia.
II. HURUF MATI
Ucapan huruf mati dalam bahasa Tabaru hampir sama dengan bahasa
Indonesia dan ditulis dengan huruf-huruf berikut ini: b, c, d, f, g, h, j, k, l,
m, n, ng, p, r, s, t, w, y. Selain itu ada satu huruf mati yang disebut hamzah.
Hamzah itu ditulis dengan "petik tunggal" yang berbentuk begini: '. Untuk
penjelasan yang lebih lanjut tentang hamzah itu, lihatlah bagian "Sepintas
Tata Bahasa Tabaru" dalam buku ini.
III. PEMOTONGAN KATA
Dalam bahasa Tabaru, pemotongan kata didasarkan pada jenis kata yang
sedang ditulis. Pada umumnya kalau kita menulis suatu kata kerja, kata itu
digabung dengan awalan dan akhirannya, misalnya:
Benar:
1. wotagiokau
2. moma'osikosi
Salah:
1. wo tagi okau
2. mo ma 'osiko si
Pada umumnya, untuk kata benda, kata itu berdiri sendiri dan tidak digabung
dengan kata-kata lain, mislalnya:
Benar:
1. 'o ngo 'eme
2. ma nyira
Salah:
1. 'ongo'eme
2. manyira

- xi -

IV. TEKANAN KATA


Biasanya dalam bahasa Tabaru tekanan kata jatuh pada suku kata kedua
dari terakhir kata. Tetapi kalau kedua huruf hidup pada kedua suku kata
yang terakhir sama, tekanan terdapat pada suku kata ketiga dari terakhir,
misalnya:
Suku kata yang kedua dari terakhir (kedua huruf hidup terakhir berbeda):
sasawi
=
tempurung
dowongi
=
pasir
Suku kata yang ketiga dari terakhir (kedua huruf hidup terakhir sama):
sowoko
=
buah
pelelaka
=
kurus
EJAAN BAHASA INGGRIS
Dalam bahasa Inggris ada sebelas bunyi hidup yang ditulis dengan lima
huruf, yaitu a, e, i, o, u. Kelima huruf hidup itu (a,e,i,o,u), masing-masing
mempunyai dua bunyi, yaitu bunyi pendek dan bunyi panjang. Lihatlah
contoh-contoh bunyi hidup tersebut di bawah ini.
I. BUNYI HURUF HIDUP YANG PENDEK
HURUF INGGRIS
a hat
e hen
i hit
o hot
u hut

PENGUCAPAN
seperti 'e' 'teh' (tetapi dengan mulut lebih terbuka)
seperti 'e' 'enak'
seperti 'i' 'itik'
seperti 'a' 'atap'
seperti 'e' 'petik'

II. BUNYI HURUF HIDUP YANG PANJANG


HURUF INGGRIS
a hate
e heat
i bite
o boat
u rule
u mule

PENGUCAPAN
seperti 'ei'
seperti 'ii'
seperti 'ai'
seperti 'ou'
seperti 'uu'
seperti 'yu'
- xii -

Ada tiga peraturan yang dipakai untuk mengucapkan sebelas bunyi huruf
hidup bahasa Inggris, yaitu:
1. Kalau ada kata atau suku kata yang hanya mempunyai satu huruf
hidup (mis. a, e, i, o, u), maka huruf hidup itu dibaca menurut BUNYI
HURUF HIDUP YANG PENDEK.
2. Kalau ada kata atau suku kata yang mempunyai dua huruf hidup, maka
huruf hidup yang pertama dibaca menurut BUNYI HURUF HIDUP
YANG PANJANG dan huruf kedua tidak dibaca.
3. Kalau ada kata yang hanya mempunyai satu huruf hidup dan tidak
ada huruf lain pada akhir kata, maka huruf hidup itu dibaca menurut
BUNYI HURUF HIDUP YANG PANJANG, misalnya:
he
me
hi
no

diucapkan
diucapkan
diucapkan
diucapkan

'hii'
'mii'
'hai'
'nou'

Sebagian besar kata-kata bahasa Inggris diucapkan menurut tiga peraturan


ini. Namun ada juga pengecualiannya.
III. HURUF MATI
Huruf mati (yaitu semua huruf selain a, e, i, o, u) dalam bahasa Inggris,
ada yang diucapkan hampir sama dengan bahasa Indonesia dan ada juga yang
tidak sama. Huruf yang diucapkan hampir sama dengan bahasa Indonesia
adalah: b, d, h, j, k, l, m, n, p, s, t.
Huruf mati yang diucapkan dengan bunyi berbeda dengan bahasa Indonesia
adalah sebagai berikut:
c diucapkan 'k' kalau diikuti huruf a, o, u

cat, cot, cut

c diucapkan 's' kalau diikuti huruf e, i, y

center, city, cycle

g diucapkan 'g' kalau diikuti huruf a, o, u

gap, got, gut

g diucapkan 'j' kalau diikuti huruf e, i, y

gem, gin, gym

- xiii -

q diucapkan 'kw'

quit

x diucapkan 'ks'

exit

sh diucapkan seperti 'sy'

she, ship

ch diucapkan seperti 'c'

chat, chop

ph diucapkan seperti 'f '

photo, phone

MENGENAI TERJEMAHAN PERCAKAPAN-PERCAKAPAN


Dalam percakapan-percakapan bahasa Indonesia kami memakai kata
ganti orang kamu/-mu kalau seseorang sedang berbicara dengan seseorang
yang lebih muda; tetapi kalau seseorang yang muda sedang berbicara dengan
seseorang yang usianya lebih tua, kami memakai kata Pak atau Ibu.

- xiv -

PERCAKAPAN DALAM BAHASA TABARU

-1-

Yomakakasano 'o Nyawa manga Balusu 1


A: 'Ani dea de 'ani 'esa kayo'ahu-'ahuosi?
B: Ko'uwa. 'Ai dea wosongenokau so ngomi ka de mia 'esau.
A: Wido'oa so wosongene?
B: Wopanyake.
A: 'Okia ma panyake?
B: Witi'ikiti poilia. Tamongorokau, sababu ma 'orasi ge'ena
katotingoonosi.
A: 'Itoingou wosongene?
B: Ma do'ingou, wi taunu mogiooko de sa'angeu.
A: 'Ani 'esa momodokakauoli?
B: Ko'uwau, mongose 'ifoloi mosanangi nako kamomodokawau de.
A: So ngini 'o riaka de 'o dodoto nimuruoka?
B: Ngomi misiwoka, 'o riaka wosongenoka so mituangerokasi.

-2-

Pertanyaan tentang Orang Tua 1

Asking about Someone's Parents 1

A: Orang tuamu masih hidup?

A: Are your parents still alive?

B: Tidak. Ayah saya sudah meninggal, jadi


hanya tinggal ibu kami.

B: No, my father died so only our


mother is still living.

A: Ayahmu meninggal karena apa?

A: How did your father die?

B: Ayah saya sakit.

B: He had been very ill.

A: Sakit apa?

A: What was wrong?

B: Saya sudah lupa, karena waktu itu


saya masih kecil. Mungkin karena
banyak batuk.

B: I can't remember because I


was still young, but I think it was
because he was coughing.

A: Sudah lama ayahmu meninggal?


B: Sudah lama, sudah tiga belas tahun.

A: Has it been long since he


died?
B: Yes, it's already been 13 years.

A: Apakah ibumu menikah lagi?

A: Has your mother remarried?

B: Tidak. Mama lebih suka tidak menikah


lagi.

B: No, she doesn't want to remarry;


she says she's happier not
remarrying.

A: Jadi berapa jumlah saudaramu?

A: So, how many brothers and


sisters do you have?

B: Kami sembilan orang; yang sulung


sudah meninggal, jadi tinggal delapan
orang.

B: There were nine of us, but my


oldest brother died so now
there are eight of us still living.

-3-

Yomakakasano 'o Nyawa manga Balusu 2


A: Nosano to ngoi 'ai 'esa de 'ai dea. 'Ai 'esa mosongenokau.
Ngomi 'o 'esamoi kamimididioka. Ka 'o ngeweka 'iodumu. 'Ai
dodoto mi 'umuru 'asaka 'o mede sa'ange de 'ai 'esa mosongene.
Mosongenoka de 'ai dea wongaamoko ma du'uruoli. Wi ngowaka
yamotoaka. Ne'ena naga 'una wogogere 'o Tobeloka.
B: So 'ona neena 'o Tobeloka?
A: Ia, 'o Tobeloka doka yomanoa.
B: So 'una kowaino-inowa?
A: 'Ijaga waino ma ka ma moi ma moi 'asa deika waino milega.
'Una woboano gee wi ngowaka 'ingaamoko 'o Pasalulude tanu,
ma kaidadiwa sababu yomau ka 'o danu-danu so yapiakoroka.

-4-

Pertanyaan tentang Orang Tua 2

Asking about Someone's Parents 2

A: Anda bertanya tentang ibu dan ayah


saya. Ibu saya sudah meninggal.
Kami bersaudara hanya dua orang,
keduanya perempuan. Waktu ibu saya
meninggal, adik saya baru berumur tiga
bulan. Bapak saya menikah lagi dan
mempunyai lima anak. Bapak tinggal di
Tobelo sekarang.

A: You asked about my mother and


father. My mother has already
passed away. There are just
two of us children, both girls.
My younger sister was three
months old when my mother
died. After she died my father
remarried and had five more
children. He lives in Tobelo.

B: Jadi, sekarang mereka tinggal di sana?

B: So they are living there now?

A: Ya, mereka tinggal di Tobelo.

A: Yes, they live in Tobelo.

B: Ayahmu tidak pernah datang ke sini?

B: Doesn't he ever come here?

A: Datang juga, tetapi kadang-kadang


saja. Baru saja Bapak datang di sini.
Ketika itu adik tiri saya mau menikah
dengan seorang gadis di Pasalulu.
Tetapi tidak jadi, sebab keluarga gadis
itu menginginkan laki-laki "masuk
duduk."
Tetapi tawaran itu ditolak,
akibatnya tidak jadi.

A: He comes every once in awhile.


He was just here recently for a
visit, as my step-brother was
supposed to marry a girl in
Pasalulu. However, the girl's
family would only accept if he
came to live with them, so the
engagement was broken.

Bahasa Tabarunya danu-danu, biasa


diterjemahkan dengan masuk duduk
oleh orang Tabaru.
Maksudnya
mempelai laki-laki diminta tinggal
bersama dengan keluarga mempelai
perempuan.

-5-

Yomakakasano 'Itoingou Yomodokano 1


A: 'Itoingou niomodokano?
B: Rekeni 'o taunu mogiooko de modidiou.
A: 'Ani ngowaka yamuruoka?
B: Yamididioka, 'o riaoka 'o ngeweka, 'o dodotoka 'o nauru.
A: 'Ani balusu nagasi?
B: Ia, nagasi yoodumu. 'O Tobeloka yomanoa.

-6-

Pertanyaan tentang Perkawinan 1

Talking about Marriage 1

A: Sudah lama menikah?

A: Have you been married long?

B: Ya, hampir dua belas tahun.

B: Almost twelve years.

A: Ibu punya berapa anak?

A: How many children do you have?

B: Dua saja, yang sulung perempuan,


yang bungsu laki-laki.

B: I have two children, the oldest is


a girl, the youngest is a boy.

A: Apakah orang tua Ibu masih ada?

A: Are your parents still living?

B: Ya, dua-duanya ada. Mereka tinggal


di Tobelo.

B: Yes, both of them are still living.


They live in Tobelo.

-7-

Yomakakasano 'Itoingou Yomodokano 2


A: Kauruosi nomodokano?
B: Ngoi tomodokano 'o taunu sa'angeu.
A: De nia ngowaokau?
B: 'Amia ngowaka koi'iwasi.
A: Ka de ni balusokasi?
B: Ia, duga ka 'ai deau, ma 'ai 'esa mosongenokau.

-8-

Pertanyaan tentang Perkawinan 2

Talking about Marriage 2

A: Kapan Ibu menikah?

A: How long have you been married?

B: Sudah tiga tahun.

B: I've been married three years


already.

A: Ibu sudah punya anak?

A: Do you have any children yet?

B: Kami belum punya anak.

B: No, not yet.

A: Orang tua Ibu masih hidup?

A: And your parents are still living?

B: Ibu saya sudah meninggal, tetapi


ayah saya masih ada.

B: Just my father. My mother has


died already.

-9-

'O Nyawa Yomakuarene


A: 'O ngo Neti kokia? Momakuarenokau bolo ko'uwasi?
B: Ia, 'iduangou.
A: Kauruosi?
B: Ka 'o Febuari ma medesi ma tanggal tuangere.
A: 'O nauru bolo 'o ngeweka?
B: 'O nauru.
A: Wosa-sanangi?
B: I'i. Kawosa-sanangi.
A: Woamoko?
B: Wolahiruku maeta woamoko ma gee wiraukoka de wi roese
'i'utiokau.

A: 'Awi ronga 'okia?


B: 'Awi ronga ge'ena ngoi todiai, 'o 'Erik Fanly.
A: 'O ronga ge'ena 'isure.
towilegasi.

Ko'itoingowa de 'o Ibusa tolio

- 10 -

Melahirkan

Giving Birth

A: Bagaimana dengan keadaan Neti? Dia


sudah melahirkan atau belum?

A: So, how is Netty? Has she had


her baby yet?

B: Ya, sudah.

B: Yes, she has.

A: Kapan?

A: When was it born?

B: Tanggal delapan Februari.

B: On the eighth of February.

A: Laki-laki atau perempuan?

A: Did she have a boy or a girl?

B: Laki-laki.

B: A boy.

A: Bayinya sehat-sehat?

A: Is he healthy?

B: Ya, sehat-sehat.

B: Yes, he's fine.

A: Gemuk, ya?

A: Was he a big baby?

B: Waktu dilahirkan kelihatannya besar.


Setelah dipanas-panasi, jadi kecil.

B: When he was first born he


was pretty big but when we
kept warming him by the fire
the traditional way, he became
smaller.

A: Namanya siapa?

A: What is his name?

B: Erik Fanly. Saya yang menamainya.

B: His name is Erik Fanly. I'm the


one who gave him his name.

A: Wah, nama yang bagus. Tidak lama


lagi saya akan kembali ke kampung
dan akan menjenguknya.

A: That's a beautiful name. It won't


be long now and I'll be returning
to Ibu and see him.

- 11 -

'O Ngowaka 'o Go-gosiki Yamake


A: 'E, 'ido'oa so 'o nyawa yomapolu ne'enano?
B: O, yomapolu sababu ngoi taki'asoko.
A: 'Ido'oa so naki'asoko?
B: Sababu 'ai ngowaka sarani 'ima'osiki.
A: Naki'asokino 'okia yodiai?
B: Taki'asokino 'o teh yo'okere.
A: De 'okiasi?
B: De mimaja-jarita.
A: 'Ani ngowaka sarani ge'ena 'o nauru?
B: Ko'uwa. 'O ngeweka.
A: Mi ronga 'okia?
B: 'Ami ronga 'o ngo Jelny.
A: O, 'o ngo Jelny. 'Ami ronga ge'ena nago'ona yodiai?
B: Ngoi todiai.
A: Koge'enau. Totagiosi e? 'Asa pomakamakeli.
B: Ia.

- 12 -

Permandian
A: Hei,
mengapa
berkumpul di sini?

Baptism
banyak

orang

A: Hey, why are all these people at


your house?

B: Saya mengundang mereka.

B: Oh, I invited them over.

A: Ada apa?

A: What's the occasion?

B: Ada acara syukuran, anak seraniku


dibaptis.

B: My godchild's baptism.

A: Mengapa mereka diundang?

A: So what did you invite them for?

B: Saya mengundang mereka untuk


minum teh di sini.

B: I invited them to drink tea.

A: Selain itu, ada acara lain?

A: Is there something else special


you'll do?

B: Kami hanya bercakap-cakap saja.

B: No, we'll just chat.

A: Apakah anak serani Bapak seorang


laki-laki?

A: Is your godchild a boy?

B: Bukan, perempuan.

B: No, a girl.

A: Siapa namanya?

A: What's her name?

B: Namanya Jelny.

B: Her name is Jelny.

A: O, Jelny. Siapa yang menamainya?

A: Oh, Jelny. Who named her?

B: Saya.

B: I did.

A: Saya permisi dulu. Mari, nanti kita


jumpa kembali!

A: Well, I need to get going, so


we'll see you later.

B: Mari!

B: Goodbye!

- 13 -

'O Ngowaka Moi ma Giama 'Iliwiti


A: Ka'obirika togi'isene 'ani ngowaka 'i'ari. Wido'oa so
wo'ari?
B: Ka'uginika yosa-saru, yomakakaniiki de woruba so wi
giama 'iliwiti.
A: So nasouruokau ge'ena?
B: I'I, tatinokau.
A: So 'i'aiokau?
B: Kai'aikuwasi ma 'itahanokau.

- 14 -

Anak yang Tangannya Terkilir

A Child's Sprained Wrist

A: Tadi malam saya dengar anakmu


menangis. Ada apa?

A: Last night I heard your little boy


crying? What was wrong?

B: Kemarin mereka bermain kejarkejaran


lalu
jatuh.
Akibatnya
tangannya keseleo.

B: Yesterday he and the neighborhood


children were chasing each other
and he fell and sprained his hand.

A: Jadi sudah diobati?

A: Did you give him medical help?

B: Ya,
saya
tangannya.

sudah

mengurut

B: Yes, I massaged his hand .

A: Jadi bagaimana, sudah sembuh?

A: So is his hand better now?

B: Ya. Sudah mulai baik, tetapi belum


sembuh total.

B: It's better, but not completely.

- 15 -

'O Ngowaka wi Pokoro 'Isiri


A: 'Ani ngowaka wido'oa?
B: 'Awi pokoro 'isiri.
A: 'Ido'oa so 'isiri?
B: Kotosidongoowa.
A: E..., poilia woodomo 'itasala.
B: Poilia.
A: Wi gubalika bolo wi giniraika*?
B: Wi giniraika.
A: So wosauku mita?
B: I'i, wosauku.
A: Poilia wi 'osu 'isiri.
B: E.....! La koposidongoowa, ngone ngano kopomadanakowa.
* Di beberapa desa kata guidaika dipakai disini daripada
giniraika.

- 16 -

Seorang Anak yang Sakit Perut

A Child with a Stomach Ache

A: Ada apa dengan anak Ibu?

A: What's wrong with your son?

B: Dia sakit perut.

B: His stomach hurts.

A: Apa yang menyebabkannya?

A: From what?

B: Saya tidak tahu.

B: I don't know.

A: Mungkin dia makan sembarangan.

A: Maybe he ate something bad.

B: Mungkin.

B: It could be.

A: Bagian kiri atau kanan yang sakit?

A: What hurts, his left side or his


right side?

B: Yang kanan.

B: His right side.

A: Dia panas juga?

A: Does he have a fever, as well?

B: Ya, panas.

B: Yes, he does.

A: Barangkali lambungnya yang sakit.

A: He is probably sick to his


stomach.

B: Entah, saya tidak tahu.

B: I don't know. I don't have any


idea what it is.

- 17 -

'O Ngowaka ma 'Esa Miriwo


A: Ita, nosidaoto.
B: Mama, taduangou. So 'okiasi sona todo'oa?
A: 'O bira de 'o naoko 'o mejaka nanoaku.
B: 'Okiasi Mama?
A: 'O ugesi nanoa.
B: Ia, 'iduangou Mama so 'o 'akere totarisi.
A: Ia, 'ai singina 'isanangi ngonaka.
- 18 -

Membantu Ibu

Helping Mother

A: Ita, tolong atur meja.

A: Ita, please set the table.

B: Sudah, Ibu. Apa lagi yang harus saya


kerjakan?

B: I've done it already, Mom. What


else do you want me to do?

A: Letakkan ikan dan nasi di atas meja!

A: Put the rice and the fish on the


table.
B: What else, Mom?

B: Apa lagi, Bu?


A: Sayur juga.

A: Put the vegetables on the table,


too.

B: Sudah, Bu. sekalian saya tuangkan


air di gelas, ya?

B: I'm done, so I'll pour the water


now, okay?

A: Ya, terima kasih, sayang.

A: Sure. Thanks honey, it makes


me happy when you help me.
- 19 -

'O Giamanai Yomakasano


A: No'odomou?
B: Ia, ngoi 'asa kato'odomo.
A: 'Ani ngowaka kayoma'iduokasi?
B: Mimoi momomikieu. Ma wimoi kowomomikuwasi.
A: Kangano kiaka notagioka?
B: 'O bairika totagioka.
A: 'Okia nomadurunga?
B: 'O 'inomo tomadurunga. So ngona kiaka notagioka kangano?
A: Ko'uwa, kokiakawa totagi. Ngoi ka 'o woaka.
B: So 'o woaka 'okia nodiai?
A: Tomasakai.
B: De 'okiasi nodiai?
A: Tomaomasa sababu ka'uginika de 'ai manai 'o bairika miotagioka,
mio'utuku.
B: O, so nokangela so nomaomasa.
A: Ia.
- 20 -

Bercakap-cakap
Sahabat

dengan

Seorang

Chatting with a Close Friend

A: Apakah Ibu sedang makan?

A: Are you eating?

B: Ya, saya baru mulai makan.

B: Yes, I've just started.

A: Anak-anak Ibu masih tidur?

A: Are your children still sleeping?

B: Yang perempuan sudah bangun,


tetapi yang laki-laki belum.

B: My daughter is awake, but my


son is still sleeping.

A: Tadi Ibu pergi ke mana?

A: Where did you go earlier?

B: Tadi saya ke kebun.

B: I went to the garden.

A: Ambil apa saja di kebun?

A: For what?

B: Saya ambil makanan. Kalau Ibu, ke


mana tadi?

B: I went to get some food for myself.


Where did you go earlier?

A: Tidak. Saya tidak pergi ke manamana. Saya hanya di rumah.

A: I didn't go anywhere; I just


stayed home.

B: Apa yang Ibu lakukan di rumah?

B: What did you do at home?

A: Saya masak.

A: I was cooking.

B: Dan apa lagi?

B: What else did you do?

A: Saya beristirahat sebab kemarin saya


pergi memetik padi dengan teman
saya.

A: I rested because yesterday I


went to pick rice with my friends
at the garden.

B: Pasti Ibu lelah, karena itu Ibu


beristirahat.

B: You must be tired so your are


needing to rest.

A: Ya.

A: Yes.

- 21 -

Yomakakasano Yomasikagaro 1
A: Ngorumika nainoli?
B: Ngoi kotainowa ngorumika sababu dua totagi tomanaramoka
'o bairoka.
A: 'Okia nomanarama?
B: 'O bira totuduku.
A: Nago'ona manga bairoka?
B: Ma nyira manga bairoka.
Yomakakasano Yomasikagaro 2
A: 'O bairika konotagiwa?
B: Ko'uwa, kototagiwa. 'Ai riaka 'o Goinoka ma ngowaka
todadanu.
A: 'Ani riaka ma dutu?
B: Ko'uwa. Ka 'ai riaka ma dutuwa.

- 22 -

Percakapan tentang Rencana 1

Discussing Plans 1

A: Besok ada rencana datang ke sini


lagi?

A: Will you be coming here again


tomorrow?

B: Besok saya tidak bisa datang, sebab


saya bekerja di kebun.

B: I can't come tomorrow because


I'll be working in the garden.

A: Mengerjakan apa?

A: What do you have to do?

B: Menanam padi.

B: Plant rice.

A: Kebun siapa?

A: At whose garden?

B: Kebun kepala desa.

B: At the village head's garden.

Percakapan tentang Rencana 2

Discussing Plans 2

A: Kamu tidak pergi ke kebun?

A: Aren't you going to the garden?

B: Tidak.
Saya tidak pergi. Saya
menjaga anak kakak saya di desa
Goin.

B: No, I'm not going to the garden.


I'm going to watch my brother's
children in the village of Goin.

A: Kakak kandung?

A: Is he really your brother?

B: Bukan, dia sepupu saya.

B: No, he's my cousin.

- 23 -

Yomakakasano ngo Yespina Moliokau.


A: 'O ngo Yespina moliokau?
B: Ia, 'ami woasa moliokau.
A: Kiano moboa?
B: 'O gota mo'eseka.
A: Muna moma'iduoka?
B: Ko'uwa, komoma'iduwa.

- 24 -

Yespina Sudah Pulang

Yespina Returns Home

A: Yespina sudah pulang?

A: Has Yespina come home yet?

B: Ya, dia sudah pulang.

B: Yes she has.

A: Dari mana dia?

A: Where was she?

B: Dari mengambil kayu.

B: She was collecting firewood.

A: Sekarang dia sedang tidur?

A: Is she sleeping now?

B: Tidak, dia tidak tidur.

B: No, she's not sleeping.

- 25 -

Yomaka'asoko Yotulu
A: 'Esamoi, nou, notulunosi.
B: Ia. Totuluosi.
A: Nogogerukosi.
B: Ia. Gunguku togogerosi maeta.
A: 'Ai dodai tokalari la pomokurosi.
B: Ia.
A: 'Esamoi, 'o mokuru neda.
B: Ia. Tomokurokau, 'Esamoi.
A: Ia, no'enakie!
B: Kokia naga ngona?
A: E...dau 'ena 'o panyake kamisi'ini-'iniokou.
B: Sioko. To'isene 'ani dodoto 'o Tarinateka momanoa.
Ma gooungu?
A: Ko'uwa. Ne'enaka momanoa ma daioko motagiokasi.
B: Ngini 'o 'esamoi nimuruoka?
A: Ngomi kamiruangeka, mioodumu ka 'o ngeweka.

- 26 -

Mampir ke Rumah Teman

Dropping By

A: Mari, mampir dulu.

A: Come on over, visit for a while!

B: Ya, terima kasih.

B: Sure.

A: Duduklah!

A: Please sit down.

B: Ya, terima kasih.

B: Yes, thank you.

A: Saya ambil tempat pinang saya


supaya kita makan pinang.

A: I'll get my betel nut box so we


can chew together.

B: Baiklah!

B: That would be nice.

A: Ini pinangnya.

A: Here is the betel nut.

B: Ya, saya makan dulu.

B: I think I'll have some.

A: Ya, makanlah!

A: Help yourself!

B: Bagaimana kabarnya?

B: So, how are you?

A: Wah, kami banyak penyakit.

A: Oh, we've been having all kinds


of sickness.

B: Kasihan. Ngomong-ngomong saya


dengar adikmu tinggal di Ternate.
Apa betul?

B: Oh, that's too bad. By the way,


I hear your younger sister is
living in Ternate. Is that true?

A: Tidak. Dia tinggal di sini tetapi sementara


ini dia lagi ke Ternate.

A: No, she lives here. She's just


gone to Ternate for awhile.

B: Kalian bersaudara berapa?

B: How many brothers and sisters


do you have?

A: Kami hanya tiga orang, perempuan


semuanya.

A: There are just three of us, all


girls.

- 27 -

'Ibesakou so Motulu
A: Nou! 'Ibesakou so notulunosi.
B: Nako so totuluosi.
A: Nako ni bidoso de ma 'ena ni woaka de maeta 'asa ngoi taika.

B: De ma 'ena. Ma toliosi sababu 'ai ngowaka yakisawinokau so


salingou tolio tosakai.
A: Kaibesakosi so 'uwasi notagi.
B: Ma salingou tolio. La maeta 'asa naika nomagese. Totagiosi, e?

A: I'i, notagiou.
Yomakakasano Yoma'osi-'osiki 'o 'Akere ma Roesuku
A: 'O gareja nanga bionika poma'osi-'osiki 'o 'akere ma roesuku de
pomakodaki.
B: I'i, 'o gareja 'isupuno, po'odomo 'iduangino, de potagi 'o 'akere
ma roesuku dau la poma'osiki de pomakodaki.

- 28 -

Mampir karena Mau Hujan

Coming In Out of the Rain

A: Mari! Silahkan mampir, mau hujan.


B: Ya, terima kasih.

A: Come on in. It looks like it's


about to rain.
B: Thanks, I think I will.

A: Apakah Ibu punya buah sirih di rumah?


Kalau ada, sebentar saya ke rumah Ibu
untuk ambil sedikit.

A: Do you have some betel at your


house? I'd like to stop by later
and get some, if you do.

B: Ya, silahkan. Saya permisi dulu.


Anak-anak saya mungkin sudah lapar
jadi lebih baik saya pulang memasak
untuk mereka.

B: Sure, I have some. Listen, I've


got to be going. My children are
probably hungry, so I'd better
get home and cook.

A: Masih hujan. Jangan pergi dulu.

A: It's still raining. Don't go yet.

B: Tetapi saya harus pulang. Silahkan


sebentar Ibu ke rumah untuk ambil
sirih. Saya permisi.

B: I've got to go. Feel free to come


over later to get some betel for
yourself. See you later.

A: Ya.

A: Yes. Bye.

Ajakan untuk Berenang di Sungai

An Invitation to Swim at the River

A: Minggu depan mari kita pergi berenang


di sungai dan foto bersama.

A: Next week let's go swimming at


the river and take pictures.

B: Ya, setelah pulang dari gereja, kita


makan dulu, baru pergi.

B: Yes, after church, when we've


finished eating, let's go.

- 29 -

Yomakakasano 'o 'Ingiri 'Irapuku


A: 'Ai 'ingiri 'isiri so ma dotere warapuku.
B: Poilia kaiamoko no'odomo 'ikakamuti-mutiti.
A: I'i, so 'ai 'ingiri 'isukonou. Dua 'asa ma dotere warapuku.

'O Pakeangi Mowoere


A: 'Okia nodiai?
B: 'O baju kaipesaka 'ifoloi so tateosi 'asa de tawoere.
A: 'Ibesakou so naworo 'o woa ma dodaka.
B: I'i, ngorumika 'o wange 'isiwara 'asa de tawoeroli la
'idudungu.
A: 'Ibesaokau so nosiwosaminosi.

- 30 -

Sakit Gigi

Toothache

A: Gigi saya sakit, sehingga perlu


dicabut oleh dokter.

A: My tooth is hurting so badly. It


needs to be pulled by the dentist.

B: Mungkin banyak makan yang manismanis.

B: You probably eat too many


sweets.

A: Ya, sudah berlobang. Saya pikir pasti


dokter akan mencabutnya.

A: Yes, I've got a bad cavity. I'm sure


the dentist will just pull the tooth.

Menjemur Pakaian

Drying Clothes

A: Ibu sedang apa?

A: What are you doing?

B: Baju-baju ini masih basah jadi saya


peras sebentar sebelum saya jemur.

B: These clothes are still dripping


wet, so I'm wringing them out.
Then I'll hang them out to dry.

A: Akan hujan jadi gantungkan pakaian


itu di dalam rumah saja!

A: It's going to rain so just hang


them up inside the house.

B: Ya, besok kalau ada sinar matahari


baru saya gantung di luar lagi supaya
bisa kering.

B: Good idea. Tomorrow if the sun


is shining I'll hang them outside
again to dry.

A: Sudah mulai hujan jadi masukkan saja


pakaian itu ke dalam rumah.

A: It's already started raining so


just bring them inside.

- 31 -

'O Boci 'Ite-tereboko


A: Nako 'o boci 'ite-tereboko pasakai, ge'ena salingou pawarukosi
'o obiri moi.
B: Tei, ma do'ingoka!
A: Ia, ma goungu! Nako 'ima'aiokau 'asa de pasakai. Ma salingou
posidi-diai, pasakai poilia 'o wange moi. Ma 'uku 'uwa
'isongene.
B: O, ma do'ingo mita.
A: Nako 'ito'ingo 'idaulika ge'ena pa'odomo 'ijame.
B: Nako 'i'osaokau, 'asa de ma ganu nodonoa?

A: Ia. Ma ganu 'idonoaka 'asa de 'o jam moiosi pasakulu.

B: O, koge'ena.
A: Ia, koge'enau.

- 32 -

Cara Memasak Kacang Merah


(Brinebon)

How to Cook Kidney Beans

A: Kalau kita masak kacang merah,


harus direndam dulu selama satu
malam.

A: Before cooking the beans,


we first have to soak them
overnight.

B: Wah, lama sekali!

B: That's a long time.

A: Ya, memang. Sesudah kacang itu


menjadi lembek, baru kita masak.
Tetapi api harus kecil dan kita masak
mungkin satu hari penuh. Harus
dijaga. Apinya tidak boleh padam.

A: Yes, it is. Then when the


beans have softened we cook
them very slowly, possibly a
whole day. It's important not
to let the fire go out.

B: Lama juga, ya?

B: That's a long time to cook


them, too.

A: Ya, semakin lama direbus,


semakin enak rasanya.

A: Yes, the longer they cook,


the better they taste.

B: Apakah bumbu-bumbunya
dimasukkan setelah kacangnya
sudah matang?

B: So, after the beans are


cooked, you add the
spices?

A: Ya, kita taruh bumbunya, lalu


masak satu jam lagi.

A: Yes, the spices are added, and


then we simmer the beans an
hour longer.

B: O, begitu!

B: So, that's how it is done.

A: Ya, begitulah.

A: Yes. That's it!

- 33 -

'O Abongino Woboa


A: Hermes, kokiau naga ngona?
B: Katosa-sanangi.
A: 'Etei, so kauruosi noboa 'o Abongino?
B: Ne'ena motoasi de.
A: 'Okiaku noparene dokaino?
B: 'O kapaluku toparene.
A: 'Okia ma kapali?
B: Ma ronga 'o Tidar.
A: So namaoka 'isanangi 'o Tidaruku noparene?
B: I'i, 'ena ma sanangioka nee, so tomorene.
A: 'O Abongoka de 'o Tarinateno 'o takoro muruo de niototara?
B: 'O takoro mogiooko de butanga.
A: O....! Nako de 'itaiti.
B: Ia. Yaowa.
A: Koge'enau, 'asa pomakamakeli.
B: Ia. Koge'enau.
A: So, totagiosi.
B: Ia, notagiou.
- 34 -

Kembali dari Ambon

Returning from Ambon

A: Apa kabar, Hermes?

A: Hermes, how are you?

B: Baik-baik saja.

B: Fine, thanks.

A: Kapan Hermes datang dari Ambon?

A: When did you arrive from Ambon?

B: Lima hari yang lalu.

B: Five days ago.

A: Hermes memakai angkutan


apa dari sana?

A: How did you travel?

B: Angkutan laut saja.

B: By ship.

A: Kapal apa?

A: Which one?

B: Kapal Tidar.

B: It's called The Tidar.

A: Enak naik Tidar?

A: Did you enjoy taking the Tidar?

B: Ya, enak sekali.

B: Yes, I enjoyed it very much.

A: Berapa lama perjalanan dari


Ambon ke Ternate?

A: How many hours did it take to


get from Ambon to Ternate?

B: Enam belas jam.

B: Sixteen hours.

A: Oh, cepat, ya?

A: That's fast, isn't it?

B: Ya, cepat sekali!

B: Yes, it's great.

A: Begitulah. Sampai jumpa!

A: I'd better go, see you later..

B: Ya, sampai jumpa.

B: Okay.

A: Saya pergi dulu.

A: Goodbye.

B: Ya.

B: Goodbye.

- 35 -

'O Nyawa Yamididi Yomakamake


A: 'Ani ronga 'okia?
B: 'Ai ronga 'o ngo Ipa.
A: Kiano noboa?
B: Ngoi 'o Galelano toboa.
A: De ni rokatokau?
B: Ia, de 'ai rokatokau.
A: Numuda nagumuna?
B: 'Ai manai.
A: De nuda nagu'una?
B: 'Ai manai mita.
A: 'Una 'awi 'asali kiano?
B: Ngoi de de 'una 'o 'asali moi.

- 36 -

Dua Orang Bertemu

Two People Meet

A: Siapa namamu?

A: What is your name?

B: Nama saya Ipa.

B: My name is Ipa.

A: Ipa datang dari mana?

A: Where have you come from?

B: Saya datang dari Galela.

B: I've come from Galela.

A: Sudah menikah?

A: Are you married?

B: Ya, sudah.

B: Yes, I am.

A: Dan siapa ini?

A: And who is this?

B: Dia teman saya.

B: She's a friend of mine.

A: Dan yang laki-laki ini?

A: And this fellow?

B: Dia teman saya juga.

B: He's a friend of mine, too.

A: Asalnya dari mana?

A: Where is he from?

B: Saya dan dia berasal dari satu desa.

B: He's from the same village as I


am.

- 37 -

'O Nyawa ma Dudunino de 'o Daeraa ma Dutu


A: 'Ani ronga 'okia?
B: 'Ai ronga 'o Otniel.
A: 'Ani 'asali kiano?
B: 'Ai 'asali 'o Indonesiaka.
A: De ni wekatokau?
B: 'Ai wekata koi'iwasi.
Ma 'Esa Misingina
A: Ngoi ne'ena 'o surati tongano-nganono 'o ngo Mamano doka,
ma koi'iwa.
B: Koma'iwasi ni 'esa monitingaka?
A: Ia, ne'ena 'asa tomatingaka 'ai 'esaka so tomisingina.
'O Bira Yomanarama
A: Nako 'o bira niomanarama, kokia niodiai?
B: Potuduku 'asa de po'utuku 'asa de potutuku. 'O nau-nauru
yotuduku de 'o nge-ngeweka yonoa-noa.
De salingou
'i'umuokasi 'asa deika pa'utuku.

- 38 -

Orang Asing Bertemu dengan Orang


Indonesia

A Foreigner Meets an Indonesian

A: Nama Bapak siapa?

A: What is your name?

B: Nama saya Otniel.

B: My name is Otniel.

A: Asalnya dari mana, Pak?

A: Where are you from?

B: Saya orang Indonesia.

B: I'm from Indonesia.

A: Pak Otniel sudah menikah?

A: Are you married?

B: Belum, saya belum menikah.

B: No, I'm not married yet.

Merindukan Ibu

Homesick for One's Mother

A: Saya selalu mengharapkan sebuah surat


dari ibu saya, tetapi tidak ada.

A: I keep hoping for a letter from my


mother, but I haven't gotten any.

B: Apakah baru pertama kali ini kau jauh


dari ibumu?

B: Is this the first time you've lived


far from her?

A: Ya, ini baru pertama kali, jadi saya


rindu kepadanya.

A: Yes, this is the first time, so I


miss her.

Tanam-menanam Padi Ladang

Upland Rice Cultivation

A: Bagaimana caranya orang menanam


padi di sini dan membuatnya menjadi
beras?

A: How do you produce and


process rice here?

B: Kami menanam, lalu memetik, lalu


menumbuk. Yang melubangi tanah
adalah laki-laki, dan yang menabur
bibit perempuan.
Setelah padi
menguning, kami memetiknya.

B: First we plant it, then we pick it,


then we pound it. The men make
the holes in which to plant and
then it is the women who plant it.
After it ripens we pick the rice.

- 39 -

Yomakakasano 'o Sapi Yoka'eli


A: 'O Tabaruoka 'o sapi nioka'eli niosido'oa?
B: 'O sapi ge'ena 'o gota posi'ese, 'o 'igono posipolu de 'o gina
'isito-to'oraka.
A: Koya'odo-'odomuwa 'o sapi ne'enaka?
B: 'Idadi pa'odomo ma salingou ka de ma 'orasi, sababu ma
dutu 'ijaga yasingina.

Yomakakasano 'o Pa'udi


A: 'Okia ge'ena?
B: 'O pa'udi.
A: 'O pa'udi 'okia posido'oa?
B: 'O bairika pomadatai. 'O gota pouru 'asa de positai. 'O uge,
'o sibii, 'o manado 'o woano posi'asa mita.

A: Nago'ona 'idadi 'o pa'udi yotai?


B: 'O bairi ma nyawa.

- 40 -

Bercakap-cakap tentang Memelihara


Sapi

Conversation Regarding Raising


Oxen

A: Sapi di sini biasanya dipergunakan


untuk apa?

A: For what purpose do the Tabaru


people raise oxen?

B: Untuk menarik gerobak buat mengangkut


kayu, kelapa untuk kopra, dan barangbarang lain di hutan.

B: We use them to help transport


firewood, coconuts and other
goods in the jungle.

A: Di sini orang tidak makan daging


sapi?

A: Don't the Tabaru people ever


eat beef?

B: Makan juga, tetapi jarang sekali.


Rasanya sayang kalau dimakan
sebab sapi sangat berguna membantu
pekerjaan pemiliknya.

B: We can but it's not usual. Their


owners really value them for all
the work they do.

Pertanyaan tentang keranjang orang


Tabaru

Asking about Traditional Tabaru


Baskets

A: Apa itu?

A: What is that?

B: Itu adalah pa'udi.

B: A pa'udi. (It's a basket made


from the sago tree.)

A: Orang Tabaru memakai pa'udi itu


untuk apa?

A: What do you use it for?

B: Kami menggunakannya ketika pergi


ke kebun. Kami potong kayu dan
membawanya dalam pa'udi. Kami juga
memakainya untuk membawa sayur,
kasbi, dan patatas.

B: We use it when we go to the


garden. We cut wood and carry
it in the pa'udi. We also use it
for carrying home vegetables,
cassava and yams.

A: Siapa yang biasanya menggunakan


pa'udi?

A: Who uses the baskets?

B: Para petani.

B: People who work in the gardens.

- 41 -

A: 'O pa'udi ge'ena 'okiano yadiai?


B: 'O pa'udi ge'ena yadiai 'o peda ma kobarino.
A: Nago'ona yodiai?
B: 'Ai nyawa yodiai.

- 42 -

A: Pa'udi itu terbuat dari apa?

A: What are they made from?

B: Pa'udi dibuat dari pelepah pohon


sagu.

B: They're made from the mid-rib


of the sago leaf.

A: Siapa yang membuat pa'udi?

A: Who makes them?

B: Orang saya, orang Tabaru.

B: My people make them, the


Tabaru people.

- 43 -

- 44 -

CERITA - CERITA BAHASA TABARU

- 45 -

'O Jarita Moi 'o Nyawa Yaruange 'o


Bonganoka Yaika

Sebuah cerita tentang tiga orang


yang pergi ke hutan

'O jarita moi 'o nyawa yaruange


'o bonganoka yaika manga dodeso
yolega. Ge'enaka 'ona yototarika de
wimoi wopanyake. Wopanyake ka
'o wange moi de kawosongenoka.
Wosongene 'ena 'iobirukou so
yamididiokasi ge'ena yomasi'aturu
yongose, "Kainamididiokau so yaowa
podomeno."

Ada tiga orang yang pergi ke hutan


untuk memeriksa jerat mereka. Lalu
seorang diantara mereka jatuh sakit.
Ia menderita sakit sehari saja lalu
meninggal. Ia meninggal pada waktu
malam. Setelah tinggal dua orang
saja, mereka saling mengajak, Ayo,
kita main domino.

So ge'enaka de 'ona yodomeno.


Ge'enaka 'ona yodomeno ma gugudaioka de wimoi waika womalega.
Womalega 'ena wi saeke wamomikieu.
So woowara.

Jadi mereka mulai main domino.


Ketika sedang main, salah seorang
dari mereka melihat kepala orang
yang meninggal itu bergerak. Maka
lelaki itu segera berlari.

Ge'enaka woowaroka de wimoioli


womalega 'ena 'awi giama wa'aikieu.
Ge'enaka de 'unali woowara de ma
songene 'imomiki so wikiniiki.

Kemudian yang seorang lagi


memandang orang yang meninggal
itu.
Ia melihat tangan mayat itu
bergerak.
Maka dia juga segera
berlari. Dan mayat itupun ikut bangkit
lalu mengejarnya.

So 'una woowara kowomaogoruwa


de ge'enaka de 'o soanika wototarou
de 'o taduku 'isupu manga sigoronano
'iboa. De ma songene ge'ena 'o tadukino
yaroputu so 'imasidololokie. Ge'enaka
'una kowomaogoruwa woowara sigado
'o soanika wototara de manga woaka
kawogila-gilaka. Manga ngorana ma
be-beno wodusuputu so wapiakoroka.

Orang itu lari terus tanpa berhenti.


Setelah dekat kampung, seekor rusa
lewat diantara orang yang lari dengan
mayat dan rusa lalu diterkam mayat
itu. Maka rebahlah mayat dan rusa.
Orang yang berlari itu sampai di
kampung, menuju rumah, menabrak
penutup pintu sampai roboh, lalu
masuk.

- 46 -

Ge'enaka wototarika 'ena ma 'esa de


ma dea 'o 'akere ma sauku yo'okerou
de 'una kawo'ilingi ma ko'uwau de
kawosongenokau, wi ngomasa 'ipidili
so. Kage'enasi yaika.

Di dalam rumah ibu dan bapaknya


sedang sarapan. Dia berusaha bicara
tapi tidak bisa. Kemudian dia mati
karena kehabisan nafas. Sekianlah
ceritanya.

'O Jarita Moi 'o Ngeweka mi Bairi


Motuuku.

Seorang
perempuan
kebunnya.

'O jarita moi 'o ngeweka mi bairi


motuuku.

Pada suatu hari, seorang perempuan


membakar kebunnya.

Muna motuuku ma bairi ge'ena


ma batingi mosikiloliti dadi muna ma
goronakau.

Dia mulai membakar dari sekeliling


kebun itu, pada hal dia berada di
tengah-tengahnya.

Ge'enaka ma 'uku ge'ena 'idadiokau


'iodumu 'ena komoowaruwa so
kokiakawau maboa. De ma 'uku
ge'ena 'isidagi ma goronaka 'isiika,
so misidu'uku. So mi kai ma
'ikulepaoka, de mi utu ma ya'ukuoka
so mosongenoka, de mi ngowaka
yamididi yongose, " 'O ngo 'Eme 'o
bairi motuuoka de komoboawau so
pomilegasi." De ge'enaka 'ona yaika
milega 'ena mosongenukou.

Api mulai membakar kebun itu. Dan


ia tidak dapat lari keluar, sebab api sudah
mengelilinginya. Api menjalar sampai
ke tengah-tengah kebun sehingga
ia pun terbakar. Kulitnya terkelupas,
rambutnya terbakar habis dan iapun
mati. Ibu itu mempunyai dua anak.
Mereka berkata satu dengan yang lain,
Ibu belum juga pulang dari membakar
kebun. Mari kita pergi melihat dia.
Waktu mereka sampai di kebun ternyata
Ibunya sudah meninggal.

- 47 -

membakar

'O Ngeweka mimoi Momadaga'ale


'o 'Akere ma Roesoka

Seorang wanita mencari siput di


kali.

'O ngeweka mimoi momadaga'ale


'o 'akere ma roesoka. Ma 'akere ge'ena
mi goronano 'iboa. So ge'enaka
ma ga'ale ge'ena mamakekau 'o
teto 'iamo-amokoka, so ma'ese ma
ga'ale ge'ena. Ma ga'ale ge'ena ma
ronga 'o kaworisi dadi 'isaiti ge'ena
'ikanaiti 'ipala. So ge'enaka de muna
magegoto momakuata sigado mi
guata ge'enau yaika. Ge'enaka de 'ipala
kayasorogano, so kamosideleotie.
So marai mi saeke ma 'itumunoka.
Mi salewana mita 'iasinoka ngano
kamomagu-gutino. So marai maie
momomiki 'ena kamiwatonokau.
Ma ga'ale ge'ena ma 'iasinoka ngano
mitodokana, so marai mapidili dadi
kokiawau moi modaene.

Seorang wanita mencari siput di


kali. Kedalaman air sampai sebatas
pinggangnya. Pada waktu dia melihat
siput, lalu mau diambilnya. Nama jenis
siput itu kaworisi, yang bila sudah
melekat, susah terbuka. Tetapi ia terus
berusaha sekuat tenaga menariknya.
Tiba-tiba terlepaslah siput sehingga
ia rebah dan kepalanya masuk ke air.
Maka kain yang ia pakai pun ikut hanyut
karena ia hanya melingkarkan kainnya
sebatas ketiak saja. Sehingga setelah
bangun ia sudah telanjang dan siputnya
pun sudah hanyut sebab dia terkejut
sampai siput terlepas, sehingga ia tidak
mendapat apa-apa lagi.

- 48 -

So ge'enaka de misinginaka
molio ma kamimaekoka ngano
kamiwatonokau. So ge'enaka de
modamaa 'iobiri, 'ena 'o wange 'asa
kaikoronako.

Mesipun ingin pulang, tetapi ia merasa


malu sebab masih telanjang. Maka ia
menunggu malam, walaupun pada saat
itu masih tengah hari.

So ge'enaka muna moda-damaa


'iobiri 'ena 'o nyawa yoku-kudai
yoboakau yoma'osiki. Ge'enaka
de, mimake so yosano, "Bereki
konoliowasi 'o 'alo kone'ena de?"

Lalu datanglah orang banyak, mau


mandi. Kemudian mereka melihat dia,
dan bertanya, Dingin begini nenek belum
pulang?

'Ena muna mi ngogu dau


malutuku ngano kamiwatonoka.
Muna mongose, " 'Ai roese 'isauku
dadi tomatonokosi." De 'ona
yongose 'ato, " 'O 'alo kone'ena
naga de mongose mi roese 'isauku!"
Ge'enaka de 'ona yolio yobootoka
de muna ma momabaoro so molio
'ena 'iobirokau, poilia done 'o takoro
tuangerou. Koge'ena ma gurutu 'o
ngeweka mimoi momadaga'ale de
mi jarita.

Tetapi ia terus merendam badannya,


sebab masih telanjang. Ia berkata,
Badan saya panas, maka saya masih
merendam badan. Terus mereka
berkata, Dingin begini dia katakan
badannya panas!
Setelah mereka
semua sudah kembali, barulah ia pulang
pada malam itu kira-kira jam delapan.
Sampai demikian jauh cerita seorang
wanita mencari siput di kali.

- 49 -

'O Bereki Mimoi 'o 'Ahadi ma


Wange de Momadasalapa

Seorang nenek pergi menangkap


udang pada hari Minggu

'O bereki mimoi 'o 'Ahadi


ma wange de momadasalapa.
Ge'enaka de mosalapa so ma dode
ge'ena momada-daenino de mi
'uruokau modonoade. Ge'enaka
de mosalapakauoli de momadadaenoli ma dode so tanu modonoali
mi 'urude de mi 'uru ge'ena 'iolukou
'ipelenga. Ge'enaka muna magegogegoto ma 'ioluku 'ipelenga poilia
done 'o takoro moi ya'adonoka, dadi
molio mosiie 'ami woade.

Pada suatu hari Minggu seorang


nenek pergi menangkap udang. Setiap
mendapat udang, ia taruh di dalam
mulutnya. Ia terus menangkap dan
waktu mendapat udang yang kedua,
dia hendak menaruhnya ke dalam
mulut juga, namun mulutnya tidak dapat
terbuka, walaupun ia memaksanya.
Selama sekitar satu jam, ia berusaha
membuka mulutnya, tetapi tidak
berhasil, jadi ia pulang ke rumah.

Ge'enaka de 'o ngekomoka de 'o


nyawa yomakamake de yosano 'ato,
"Bereki kianou noboa?" Ma kamoriiriidika, ngano mi 'uru koidadiwa
'ipelenga. So mototarie 'ami woaka
'asa de 'idadi 'ipelenga. So ge'enaka de
'ami woa ma dodaku yosano, " 'Ido'oa
so kangano 'o nyawa nimakamakeka
de yosanoka ma kanorii-riidika?"

Di tengah jalan ia bertemu dengan


beberapa orang yang bertanya,
Dari mana nenek? Ia tidak dapat
menjawab, karena mulutnya tidak
dapat dibuka. Mulutnya baru dapat
terbuka ketika ia sudah tiba di rumah.
Ia ditanya kembali oleh mereka yang
ada dalam rumah itu, Mengapa nenek
tadi tidak menjawab ketika ditanya
orang di tengah jalan?

- 50 -

De muna mongose, " 'Ai 'uru


'ioluku 'ipelenga. 'O dode tawoomie
de 'iolukou 'ipelenga. Poilia 'o 'Ahadi
ma wange de tosalapa dadi ma Jou
woihukumu. So ne'ena ge'ena nako
'o 'Ahadi ma wange, ge'ena toolukou
tomanarama. Totobakau kane'enasi
ma moi." Kone'ena ma gurutu 'o
ngeweka mimoi 'o 'Ahadi ma wange
de momadasalapa ma jarita.

Ia menjawab, Mulut saya tidak bisa


terbuka karena ada udang yang saya
masukkan ke dalam mulut. Barangkali
karena menangkap udang pada hari
Minggu, maka Tuhan menghukum
saya. Jadi mulai sekarang, kalau
hari Minggu saya tidak akan bekerja
lagi. Saya sudah bertobat. Sekianlah
cerita tentang seorang nenek yang
menangkap udang pada hari Minggu.

- 51 -

- 52 -

SEPINTAS TATA BAHASA TABARU

- 53 -

Sepintas Tata Bahasa Tabaru


Pertama-tama, patut dicatat bahwa tata bahasa yang diuraikan disini hanya
memuat garis besar bahasa Tabaru. Sebenarnya, bahasa Tabaru mempunyai
banyak imbuhan kata yang rumit dan sulit dibahas secara singkat. Demikian
pula, susunan anak kalimat, kalimat lengkap dan wacana dalam bahasa Tabaru
tidak dapat dimuat dalam tulisan yang sederhana ini. Mudah-mudahan pada
masa yang akan datang kami dapat menulis lebih terperinci tentang bahasa
kita yang tercinta.

1. Ucapan
Uraian singkat mengenai bunyi dan ejaan bahasa Tabaru ini dimaksudkan untuk
membantu para peminat mengetahui dasar dan ucapan serta penulisannya.
Abjad bahasa Tabaru disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia dan struktur
bahasa Tabaru. Abjadnya terdiri dari tanda-tanda yang berikut:
a, b, c, d, e, f, g, h, i, j, k, ', l, m, n, o, p, r, s, t, u, w, y

1.1. Konsonan (huruf mati)


Konsonan-konsonan (b, c, d, f, g, h, j, k, ', l, m, n, p, r, s, t, w, y) diucapkan
seperti bahasa Indonesia. Dalam bahasa Tabaru tidak ada huruf mati pada
akhir kata atau pada akhir suku kata.

1.2. Vokal (huruf hidup)


Semua huruf hidup (a,e,i,o,u) diucapkan seperti bahasa Indonesia.

1.3 Huruf Khusus (hamzah atau glotal)


Di dalam bahasa Tabaru terdapat huruf hidup yang diucapkan dengan dua
cara, yaitu:
a. Dengan hamzah, misalnya:
'uku = api
b. Tanpa hamzah, misalnya:
uku = ke bawah.
Hamzah adalah suatu bunyi yang dipakai dalam bahasa Indonesia, yang dapat
dilambangkan dengan tanda petik tunggal ( ' ). Sebagai contoh:
- 54 -

Jum'at
Qur'an
do'a
dll.
Bahasa Tabaru juga mempunyai bunyi hamzah, tetapi fungsinya adalah untuk
membedakan arti. Tanda petik tunggal dapat menunjukkan arti yang jelas dari
kata-kata yang (hampir) sama ucapannya, tetapi yang mempunyai dua arti
yang sangat berbeda. Kata-kata di bawah ini menunjukkan betapa sulitnya
membedakan arti kata yang sama tulisannya dan hampir sama ucapannya,
bila tidak ada tanda yang menunjukkan perbedaannya:
are
owa
oko
otaka
uru
uku

=
=
=
=
=
=

gores
tante
berdiri
antar
mulut
api

are
owa
oko
otaka
uru
uku

=
=
=
=
=
=

melek
baik
ke laut/ke arah barat
jatuh
sampah
ke bawah

Sebaliknya, mari kita perhatikan contoh kata-kata di bawah ini, di mana


perbedaan ucapan ditunjukkan dengan memakai lambang petik tunggal ( ' )
untuk menunjukkan perbedaan arti:
'are
'owa
'oko
'otaka
'uru
'uku

=
=
=
=
=
=

gores
tante
berdiri
antar
mulut
api

are
owa
oko
otaka
uru
uku

=
=
=
=
=
=

melek
baik
ke laut/ke arah barat
jatuh
sampah
ke bawah

1.4 Tekanan
Dalam bahasa Tabaru tidak terdapat tanda untuk tekanan kata. Kebanyakan
tekanan kata dasar terletak pada suku kata yang kedua dari belakang. Lihatlah
contoh yang berikut (tekanan jatuh pada suku kata yang ditulis dengan huruf
tebal dan digaris bawahi):

- 55 -

dua suku kata:


goa
mao
'una
'uru
sira

=
=
=
=
=

pantat
bangun, rasa
dia (lelaki)
mulut
duluan

rio
gina
'ari
bira
geri

=
=
=
=
=

bekas telapak
muatan
menangis
padi/beras
ipar laki-laki

=
=
=
=
=

tempurung
bahu
tombak
abu
dua

dunia
sakai
wowoki
dowongi
modoka

=
=
=
=
=

meminang
masak
terung
pasir
menikah

tiga suku kata:


sasawi
beleka
kalawi
kakawo
modidi

Ada juga sejumlah kata dasar yang tekanannya jatuh pada suku kata yang
ketiga dari belakang (Perhatikanlah bahwa dalam kata-kata ini, kedua huruf
hidup terakhir adalah sama.):
'odomo
sowoko
'akere
wekata
gogere

=
=
=
=
=

makan
buah
air
istri
duduk

sauku
naoko
obiri
koana
osisi

=
=
=
=
=

panas
ikan
malam
sultan
kencing

Kalau ada akhiran kata yang ditambah pada suatu kata dasar, apakah
tekanannya jatuh pada suku kata yang kedua atau ketiga dari akhir kata dasar
itu, tekanannya akan pindah ke suku kata kedua dari akhir kata baru itu. Lihat
contoh-contoh yang berikut ini:
sira
+
'uru
+
modidi +
modoka +
'odomo +
gogere +

-osi
-oka
-oka
-okau
-okau
-uku

=
=
=
=
=
=

sirasi
'uruoka
modidioka
modokakau
'odomokau
gogeruku

- 56 -

Jadi tekanan bahasa Tabaru sangat seragam. Lagi pula, hanya ada beberapa
kata yang mempunyai huruf yang sama tetapi tekanan dan arti yang berbeda.
Oleh karena itu tekanan kata tidak perlu ditulis atau dilambangkan dengan
tanda baca.

2. Tata bahasa
Di sini kita akan membahas secara singkat tata bahasa Tabaru untuk
memberikan dasar bagi orang yang berminat lebih mengerti sifat bahasa
Tabaru dan juga bagi yang mau menulisnya dengan jelas. Kami mengaku
bahwa bahasa Tabaru jauh lebih rumit daripada apa yang kami dapat muat
dalam buku kecil ini, tetapi kami harap bahwa penjelasan ini akan memberi
dasar kepada mereka yang ingin meneliti lebih dalam.

2.1. Kata Ganti Orang


ngoi
ngona
muna
'una
'ena

=
=
=
=
=

saya
engkau
dia perempuan
dia laki-laki
itu

ngomi
ngone
ngini
'ona

=
=
=
=

kami
kita
kalian
mereka

'amia
nanga
'ania
manga

=
=
=
=

punya kami
punya kita
punya kalian
punya mereka

2.1.1. Kata ganti milik


'ai
'ani
'ami
'awi
ma

=
=
=
=
=

punya saya
punya engkau
punya dia perempuan
punya dia laki-laki
punya itu

Contohnya:
'ai wekata
manga 'igono

=
=

istri saya
kelapa mereka

- 57 -

Pemiliknya lebih jelas kalau kata benda atau kata ganti pemilik dilengkapi
dengan to (punya) seperti contoh ini:
to ngoi 'ai wekata
to 'ona manga 'igono

=
=

istri saya sendiri


kelapa mereka sendiri

2.1.2. Awalan-awalan pengganti orang pada kata kerja statis


(yang menerangkan suatu keadaan)
'inimiwiya-

=
=
=
=
=

saya
engkau
dia perempuan
dia laki-laki
itu

mi'inaniyaki-

=
=
=
=

kami
kita
kalian
mereka

=
=
=

malu
gemetar
terkejut

Awalan-awalan di atas dipakai dengan kata kerja seperti:


'eto
sawini
gogama

=
=
=

mabuk
lapar
demam

maeke
tirine
todokana

2.1.3. Awalan-awalan pengganti orang pada kata kerja intransitif


(yang tidak punya obyek)
tonomowo'i-

=
=
=
=
=

saya
engkau
dia perempuan
dia laki-laki
itu

mioponioyo-

=
=
=
=

kami
kita
kalian
mereka

=
=
=

bersin
jatuh
menangis

Awalan-awalan di atas dipakai dengan kata kerja seperti:


tagi
dotoko
fangu

=
=
=

pergi
ajar
bayar

sorene
otaka
'ari

- 58 -

2.1.4. Awalan-awalan pengganti orang pada kata kerja transitif


yang obyeknya manusia
tonitowitomitinitakinoiwonimonimininakiwoiwoniwiwomiwonawomiwiniwakimoimoniwomimimonamomiminimakipowipomipakiminimimiminimiaki-

toniriwo
towiriwo
tomiriwo
tiniriwo
takiriwo
noiriwo
woniriwo
moniriwo
miniriwo
nakiriwo
woiriwo
woniriwo
wiriwo
womiriwo
wonariwo
womiriwo
winiriwo
wakiriwo
moiriwo
moniriwo
womiriwo
miriwo
monariwo
momiriwo
miniriwo
makiriwo
powiriwo
pomiriwo
pakiriwo
miniriwo
miriwo
miriwo
miniriwo
miakiriwo

=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=

saya membantu kamu


saya membantu dia laki-laki
saya membantu dia perempuan
saya membantu kalian
saya membantu mereka
kamu membantu saya
engkau membantu dia laki-laki
engkau membantu dia perempuan
engkau membantu kami
engkau membantu mereka
dia laki-laki membantu saya
dia laki-laki membantu engkau
dia laki-laki membantu dia laki-laki
dia laki-laki membantu dia perempuan
dia laki-laki membantu kita
dia laki-laki membantu kami
dia laki-laki membantu kalian
dia laki-laki membantu mereka
dia perempuan membantu saya
dia perempuan membantu engkau
dia perempuan membantu dia laki-laki
dia perempuan membantu dia perempuan
dia perempuan membantu kita
dia perempuan membantu kami
dia perempuan membantu kalian
dia perempuan membantu mereka
kita membantu dia laki-laki
kita membantu dia perempuan
kita membantu mereka
kami membantu engkau
kami membantu dia laki-laki
kami membantu dia perempuan
kami membantu kalian
kami membantu mereka
- 59 -

niiwiniminimininiaki'iniwiminaminiyaki-

niiriwo
winiriwo
miniriwo
miniriwo
niakiriwo
'iriwo
niriwo
wiriwo
miriwo
nariwo
miriwo
niriwo
yakiriwo

=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=

kalian membantu saya


kalian membantu dia laki-laki
kalian membantu dia perempuan
kalian membantu kami
kalian membantu mereka
mereka membantu saya
mereka membantu engkau
mereka membantu dia laki-laki
mereka membantu dia perempuan
mereka membantu kita
mereka membantu kami
mereka membantu kalian
mereka membantu mereka

2.1.5. Awalan-awalan pengganti orang pada kata kerja transitif


yang obyeknya bukan manusia
tanawamapamianiaya-

'o ngia tapesana


'o ngia napesana
'o ngia wapesana
'o ngia mapesana
'o ngia papesana
'o ngia miapesana
'o ngia niapesana
'o ngia yapesana

=
=
=
=
=
=
=
=

2.1.6. Kata ganti penunjuk adalah


Dekat:
nu'una
numuna
no'ona
ne'ena
Jauh:
gu'una
gumuna
go'ona
ge'ena

=
=
=
=

laki-laki ini
perempuan ini
mereka ini
yang ini

=
=
=
=

laki-laki itu
perempuan itu
mereka itu
yang itu
- 60 -

saya memukul ular


engkau memukul ular
dia laki-laki memukul ular
dia perempuan memukul ular
kita memukul ular
kami memukul ular
kalian memukul ular
mereka memukul ular

2.2. Imbuan Kata Kerja


Kata kerja dalam kalimat bahasa Tabaru dapat dikenal dengan awalan-awalan
pengganti orang yang sesuai dengan subyek dan obyeknya. Sesudah awalan
pengganti orang, bisa pula digunakan beberapa awalan pengubah.
Awalan Kata
ma- menunjuk bahwa obyek 'diri'-sendiri
to||
saya-

ma||
diri-

dotoko
||
ajar

saya belajar (mengajar diri)

to||
saya-

ma||
diri-

'idu
||
tidur

saya tidur (menidurkan diri)

to||
saya-

ma||
diri-

'osiki
||
mandi

saya mandi (memandikan diri)

si- menunjuk tindakan yang dilaksanakan seperti akhiran -kan dalam bahasa
Indonesia.
yosironga
||
||
||
mereka-menyebabkan-nama

mereka menamakan

yosidabi
||
||
||
mereka-menyebabkan-ijin

mereka menmengizinkan

yosi'aiki
||
||
||
mereka-menyebabkan-sembuh

mereka menyembuhkan

- 61 -

ma- + ka- menunjuk tindakan timbal balik.


po||
kita-

ma||
diri-

ka||
balik-

sahe
||
mengerti

kita saling
mengerti

po||
kita-

ma||
diri-

ka||
balik-

make
||
bertemu

kita bertemu
(saling menemui)

'i-

ma||
diri-

ka||
balik-

regu
||
beda

berbeda
(saling berbeda)

||
ituAkhiran Kata

Beberapa akhiran dapat ditambahkan, tetapi tekanan katanya pindah ke suku


kata yang kedua dari akhir kata. Yaitu:
-uku
-ie & -de
-isa
-oko
-ino
-ika
-oka
-osi
-oli
-uwa
-ou
-okau

=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=
=

'ke bawah' (utara)


'ke atas' (selatan)
'ke darat' (timur)
'ke laut' (barat)
'dari sana ke sini'
'dari sini ke sana'
'di'
kegiatan yang sedang berlangsung
kegiatan yang diulangi
'tidak' dilaksanakan
'yang pasti segera akan terjadi/dilakukan, hampir'
'sudah terjadi'

Harus dicatat disini bahwa ada juga kombinasi-kombinasi daripada awalanawalan dan akhiran-akhiran kata di atas ini.

- 62 -

2.3. Kata Benda


Kata benda terkecil terdiri dari kata ganti orang (lihat 2.1.)
ngoi
=
saya
'una
=
dia (laki-laki)
muna
=
dia (perempuan)
Kata benda dan nama orang laki-laki biasanya didahului dengan kata sandang
tidak tentu ('o ) untuk membuat frase kata benda sebagai berikut:
'o gota
=
kayu
'o Akolo
=
Akolo
'o manoko
=
kelalawar
atau dengan kata sandang tentu - ma
ma nyira
=
kepala desa
ma Jou
=
Tuhan
ma ngeluku
=
penipuan
atau kata yang menentukan nama seorang wanita - 'o ngo
'o ngo Alwina
=
Alwina
'o ngo Ita
=
Ita
'o ngo Ari
=
Ari
Selain itu ada juga kata benda yang diawali kata milik - to
to Jorriece
=
milik Jorriece
to ngoi
=
milik saya
to 'ena
=
milik itu
atau kata ganti milik (lihat 2.1.1.)
'awi wekata
=
istrinya
manga woa
=
rumah mereka
nanga soana
=
desa kita

- 63 -

2.4 Kata kerja dan kata benda yang bekerja sebagai


kata sifat
Dalam bahasa Indonesia ada jenis kata yang disebut kata sifat. Dalam bahasa
Tabaru, tidak ada kata sifat seperti bahasa Indonesia karena dalam bahasa Tabaru,
kata kerja dan kata benda telah mengambil alih pekerjaannya. Jadi kata-kata dalam
bahasa Indonesia yang merupakan kata sifat, dalam bahasa Tabaru merupakan kata
kerja atau kata benda. Itu menjadi lebih jelas kalau kita sadar bahwa dalam bahasa
Tabaru kita tidak dapat menyebut sifat sesuatu tanpa menyebut awalan kata ganti
orang sebelumnya untuk kata kerja atau kata sandang untuk kata benda. Lihatlah
contoh-contoh di bahwa ini:
KATA KERJA
wopululunu
motingkai
yongamo
pokangela
'isauku

=
=
=
=
=

KATA BENDA

dia gemuk
dia jahat
mereka marah
kita lelah
itu panas

ma bululunu
ma dingkai
ma ngamo
ma gangela
ma sauku

=
=
=
=
=

gemuk
kejahatan
marah
lelahan
panas

2.5. Kalimat
Pada umumnya kata-kata dalam kalimat bahasa Tabaru disusun sebagai berikut:
SUBYEK, OBYEK, KATA KERJA, seperti contoh yang berikut ini.
SUBYEK
||
ma nyira

OBYEK
||
'o kawasa

KATA KERJA
||
wakilomu

Kepala desa
mengumpulkan
masyarakat

SUBYEK
||
'o ngo Ipa

OBYEK
||
'o bira

KATA KERJA
||
mosakai

Ipa sedang masak nasi.

SUBYEK
||
ngoi

OBYEK
||
'o bidoso

KATA KERJA
||
takikula

Saya memberikan buah


sirih kepada mereka.

- 64 -

KAMUS TABARU - INDONESIA - INGGRIS

- 65 -

'adono,
'Ahadi,
'ai,
'aiki,
'aiki,
'akere,
'alo,
'ami,
amoko,
'ani,
'ari,
'asa,
'asa,
'asali,
asini,
'asoko,
'ato,
'aturu,
'awi,
bairi,
balusu,
baoro,
batingi,
be-beno,
bereki,
besaka,
bidoso,
biono,
bira,

tiba; sampai,
Minggu,
(kepunyaan) saya,
angkat,
menyembuhkan,
air,
dingin,
(kepunyaan)-nya (pr),
besar,
(kepunyaan) kamu/-mu,
menangis,
bawa,
nanti,
asal,
hanyut,
panggil,
katanya,
mengatur,
(kepunyaan)-nya (lk),
kebun,
orang tua,
timbul,
batas,
dinding; pintu,
orang tua,
hujan,
buah sirih,
muka,
nasi; beras; padi,

- 66 -

arrive; until
Sunday
my
carry
heal
water
cold
her
large
your
cry
carry
later
origin
drift away
call
saying
arrange
his
garden
parents; adults
appear
boundary
wall; door
older person
rain
betel
face
rice

boa,
boci,
bolo,
bongana,
booto,
butanga,
dadanu,
dadi,
daene,
damaa,
danu-danu,
daoto,
dau,
daulu,
de ma 'ena,
de,
dea,
diai,
doda,
dode
dodeso
dodoto,
do'ingo,
doka,
domeno
done
dongoo,
do'oa,
dua,

datang,
kacang tanah,
atau,
hutan,
habis,
enam,
jaga,
jadi,
dapat,
tunggu,
masuk duduk,
simpan,
di bawah,
rebus,
ada,
dan; dengan,
ayah,
membuat,
isi,
udang,
jerat
adik,
lama,
di sana,
domino,
nanti,
tahu,
mengapa,
nanti,

come
peanut
or
jungle
all gone
six
watch; care for
so
get
wait
type of marriage
store; set
below
boil
there are; is
and; with
father
make
inside
shrimp
snare
younger sibling
long time
there
dominoes
later
know
why
later

- 67 -

duanga,
dudunu,
durunga,
dutu,
duuru,
'eme
'ena,
'enaka,
'esa,
'ese,
foloi,
ga'ale,
ganu,
gareja,
Gareja,
garo,
gee,
ge'ena,
gegoto,
gia,
giama,
gila,
gina,
giniraka,
gogere,
gota,
goungu,
gubali,
hukumu,

selesai,
belakang,
cari makanan,
tuan; sungguh,
menyusul,
ibu,
itu,
pinang,
ibu,
ambil,
banyak,
siput,
campur,
minggu,
Minggu,
mendesak,
itu,
yang itu,
paksa,
akrab,
tangan,
terus,
muatan; beban,
kanan,
duduk,
pohon; kayu,
benar,
kiri,
hukum,

- 68 -

finished
back
look for food
owner; real
follow
mother
it
betel nut
mother
take
much
snail
mix
week
Sunday
urge
that
that one
force
close
arm; hand
continue
cargo; burden
right
sit
tree; wood
true
left
punish

ia,
'idu,
-ie,
'igono,
-ika,
'ilingi,
'ingiri,
-ino,
'inomo,
'isene,
jaga,
jame,
jarita,
jojaru,
Jou,
jou,
ka,
ka'eli,
kai,
kanaiti,
kangano,
kangela,
kapali,
ka'uginika,
kauruosi?,
kaworisi,
kiaka?,
kiano?,
kiloliti,

ya,
tidur,
atas,
kelapa,
ke sana,
suara,
gigi,
kemari,
makanan,
dengar,
sering,
enak,
ceritakan,
gadis,
Tuhan,
tuan,
hanya,
pelihara,
kulit,
susah,
tadi,
capai,
kapal,
kemarin,
kapan? (masa lampau),
pacet,
di/ke mana?,
dari mana?,
keliling,

- 69 -

yes
sleep; lie down
up
coconut
away from here
voice
tooth
towards us
food
hear
often
delicious
storytelling; story
young woman
Lord
sir
only
raise
skin
difficult
earlier
tired
ship
yesterday
when? (past)
leech
where?
where from?
surround

kiniiki,
koge'ena,
koi'iwa,
kokia?,
korona,
ko'uwa,
kouwasi,
kuarene,
kuata,
kudai,
kulepaka,
kurue,
kurutu,
la,
lega,
leoto,
lio,
liwiti,
loloko,
lutu,
ma,

mengejar,
begitu,
tidak ada,
bagaimana?,
tengah,
tidak,
belum,
lahir; ringan,
kuat; usaha,
banyak,
kupas,
mulai,
jauh,
supaya; lantas,
lihat,
rebah,
kembali,
keseleo,
terkam,
tenggelam,
si; tetapi; juga; pun

maeke,
maeta,
make,
manado,
manai,
manarama,
manga,
mao,

malu,
sedikit; sebentar,
lihat; bertemu,
ubi jalar,
kawan,
bekerja; pekerjaan,
(kepunyaan) mereka,
merasa,
- 70 -

chase
like that
there are none
how?
middle
no
not yet
birth; light (weight)
strong; try
many
peel
begin
far
so that; then
see
jatuh
return
sprain
spring
sink
the, but, even, even
so
shy
little; in a moment
see; meet
sweet potato
friend
work
their
feel

marai,
mede,
mi,
mididi,
mimoi,
mita,
modidi,
modoka,
mogiooko,
moi,
mokuru,
momiki,
mongoro,
morene,
motoa,
muna,
muruo?,
muruoka?,
mutiti,
naga,
nago'ona?,
nagumuna?,
nagu'una?,
nako,
nako,
nanga,
nauru,
nee,
ne'ena,

pasti, mau,
bulan,
(kepunyaan)-nya (pr),
dua (orang),
seorang (pr)
juga,
dua (benda),
menikah,
sepuluh,
satu,
pinang,
bangun,
lupa,
gembira,
lima,
dia (pr),
berapa?,
kapan? (masa depan)
manis,
ada,
siapa mereka?,
siapa dia (pr)?,
siapa dia (lk)?,
kalau,
tahu,
(kepunyaan) kita,
lelaki,
ini,
yang ini,

- 71 -

certainly
moon; month
her
two (people)
a woman; a girl
also
two (things)
marry
ten
one
betel nut
wake up
forget
happy
five
she
how many?
when? (future)
sweet
is
who are they?
who is she?
who is he?
if
know
our
male
this
this one

ngano,
nganono,
ngaro,
ngekomo,
ngeweka,
ngini,
ngo,
ngogu,
ngoi,
ngomi,
ngona,
ngone,
ngorana,
ngorumika,
ngose,
ngowaka,
ni,
noa,
nou,
nuda,
numuda,
nyawa,
'o,
oara,
obiri,
'odomo,
odumu,
ogoro,
'okere,

sebab,
ingat,
walaupun,
jalan,
perempuan,
kalian,
kata sandang feminin
sepotong; setengah
saya,
kami,
kamu,
kita,
pintu,
besok,
berkata; pikir,
anak,
(kepunyaan) kamu/-mu,
taruh,
mari,
laki-laki ini,
perempuan ini,
orang,
se-,
lari,
malam,
makan,
semua,
berhenti,
minum,

- 72 -

because
remember
although
path, road
female
you (all)
feminine article
piece; half
I
we
you
we (inclusive)
door
tomorrow
say; think
child
your
place
come on
this man; this boy
this woman; this girl
people
a
run
night
eat
all
stop
drink

'okia?,
'oko,
oko,
oluku,
omasa,
'ona,
'orasi,
'osaka,
'osiki,
owa,
pala,
panyake,
parene,
pa'udi,
peda,
pelenga,
piakoro,
pidili,
poilia,
pokoro,
polu,
rapuku,
rauku,
riaka,
riidi,
riwo,
roese,
rokata,
ronga,

apa?,
berdiri,
ke laut,
tolak,
istirahat; bernafas,
mereka,
waktu,
dimasak,
mandi,
baik,
buka,
sakit keras,
naik,
keranjang,
sagu,
buka,
rombak,
lepas,
barangkali; mungkin,
perut,
kumpul,
cabut,
memanaskan,
kakak,
tenang,
bantu,
badan,
suami,
nama,

- 73 -

what?
stand
seawards
refuse
rest; breathe
they
time
cooked
bathe
good
open
serious sickness
climb
basket
sago
open
demolish
release
maybe; perhaps
belly
gather; pile
pull out
to warm a baby
older sibling
quiet
help
body
husband
name

roputu,
ruange,
ruba,
sa'ange,
sababu,
saeke,
saiti,
sakai,
sakulu,
salapa,
salewana,
salingou,
sanangi,
sano,
sapi,
sarani,
sauku,
sawini,
sibii,
sigorona,
singina,
singina,
siri,
siwo,
so,
soana,
sona,
songene,

roboh,
tiga (orang),
jatuh,
tiga,
sebab,
kepala,
melekat,
memasak,
rebus,
menangkap udang,
selimut,
harus,
sehat; senang,
tanya,
sapi,
Serani,
panas,
lapar,
ubi kayu,
di tengah,
hati,
perasaan,
sakit,
sembilan,
jadi,
desa,
juga,
mati,

- 74 -

fall
three (people)
fall
three
because
head
stick
cook
boil
trap shrimp
blanket
must
healthy; happy
ask
cow; ox
Christian
hot
hungry
cassava
the middle of
heart
feelings
painful
nine
so
village
also
dead

sukono,
supu,
suputu,
surati,
sure,
taduku,
tagi,
tai,
taiti,
takoro,
takoro,
tanu,
tarisi,
taunu,
tereboko,
teto,
ti'ikiti,
tingaka,
tingoono,
tino,
toba,
todokana,
to'ingo,
tonoko,
to'oraka,
totara,
tuangere,
tuduku,
tulu,

lobang,
keluar,
tabrak,
surat,
indah; cantik; bagus,
rusa; tanduk,
pergi,
dukung,
cepat,
ketok,
jam,
mestinya,
menuang,
tahun,
merah,
batu,
batuk,
pisah,
kecil,
urut,
bertobat,
kaget,
lama,
selam,
pindahkan,
sampai; tiba,
delapan,
tanam,
mampir,

- 75 -

hole
go out
crash
letter
beautiful; good
deer; antlers
go
carry on one's back
fast
knock
time; hour
ought
pour
year
red
stone
cough
separate
small
rub; massage
repent
surprised
long time
dunk
move
arrive
eight
plant
visit

tumunu,
tutuku,
tuuku,
uge,
-uku,
'uku,
'umuku,
'una,
'uru,
'uti,
utu,
'utuku,
'uwa,
wange,
waruku,
watono,
wekata,
wi,
wimoi,
woa,
woomo,

tunjuk,
tumbuk,
membakar,
sayur,
ke bawah,
api,
masak,
dia (lk),
mulut,
turun,
rambut,
petik,
jangan,
hari,
rendam,
telanjang,
istri,
(empunyaan)-nya (lk),
satu (orang lk.)
rumah,
isi di mulut,

- 76 -

point
pound
burn
vegetable
downwards
fire
ripe
he
mouth
descend
hair
pick
don't
day
soak
naked
wife
his
one man; one boy
house
put in mouth

KAMUS INDONESIA - TABARU

- 77 -

de ma 'ena
naga
dodoto
'akere
gia
'ese
ngowaka
'aiki
do'oa
'okia?
'uku
'asali
-ie
bolo
'aturu
dea, 'aba
roese
kokia?
sure
owa
tuuku
momiki
riwo
foloi
kudai
poilia
batingi
teto
ti'ikiti

ada,
ada,
adik,
air,
akrab,
ambil,
anak,
angkat,
apa; mengapa,
apa?,
api,
asal,
(ke)atas,
atau,
atur; mengatur,
ayah,
badan,
bagaimana?,
bagus,
baik,
bakar; membakar,
bangun,
bantu,
(lebih) banyak,
banyak,
barangkali,
batas,
batu,
batuk,

- 78 -

'asa
koge'ena
manarama
dudunu
kouwasi
goungu
muruo?
bira
'oko
ogoro
ngose
omasa
make
toba
amoko
ngorumika
bidoso
diai
pala
pelenga
mede
rapuku
ganu
sure
kangela
durunga
taiti
ja-jarita
de

bawa,
begitu,
bekerja,
belakang,
belum,
benar,
berapa?,
beras,
berdiri,
berhenti,
berkata,
bernafas,
bertemu,
bertobat,
besar,
besok,
buah sirih,
buat; membuat,
buka,
buka,
bulan,
cabut,
campur,
cantik,
capai, lelah
cari makanan,
cepat,
ceritakan,
dan,

- 79 -

daene
kiano?
boa
tuangere
de
'isene
soana
garo
dau
doka
sigorona
kiaka?
'awi
wi
'ami
mi
'una
muna
'osaka
be-beno
'alo
domeno
modidi
mididi
gogere
tai
jame
butanga
'ani

dapat,
dari mana?,
datang,
delapan,
dengan,
dengar,
desa,
desak; mendesak,
di bawah,
di sana,
di tengah,
di/ke mana?,
dia (kepunyaan lk),
dia (kepunyaan lk),
dia (kepunyaan pr),
dia (kepunyaan pr),
dia (lk),
dia (pr),
dimasak,
dinding,
dingin,
domino,
dua (benda),
dua (orang),
duduk,
dukung,
enak,
enam,
empunyaan kamu/-mu,

- 80 -

jojaru
morene
'ingiri
booto
ka
asini
wange
salingou
singina
besaka
hukumu
bongana
'eme
'esa
sure
nganono
nee
woomo
doda
omasa
wekata
'ena
gee
dadi
so
dadanu
ngekomo
takoro
'uwa

gadis,
gembira,
gigi,
habis,
hanya,
hanyut,
hari,
harus,
hati,
hujan,
hukum,
hutan,
ibu,
ibu,
indah,
ingat,
ini,
isi di mulut,
isi,
istirahat,
istri,
itu,
itu,
jadi,
jadi,
jaga,
jalan,
jam,
jangan,

- 81 -

jatuh,
jauh,
jerat
juga,
juga,
juga,
kacang tanah,
kaget,
kakak,
kalau,
kalian,
kami,
kamu,
kamu/-mu (kepunyaan),
kanan,
kapal,
kapan? (masa depan),
kapan? (masa lampau),
katanya,
kawan,
kayu,
ke bawah,
ke laut,
ke sana,
kebun,
kecil,
kejar; mengejar,
kelapa,
keliling,

- 82 -

ruba
kurutu
dodeso
ma
mita
sona
boci
todokana
riaka
nako
ngini
ngomi
ngona
'ani; ni
giniraka
kapali
muruoka?
kauruo?
'ato
manai
gota
-uku
-oko
-ika
bairi
tingoono
kiniiki
'igono
kiloliti

supu
-ino
nou
ka'uginika
lio
saeke
pa'udi
manarama
liwiti
takoro
gubali
nanga
ngone
kuata
kai
polu
kulepaka
kuarene
(ne)nuda
do'ingo
to'ingo
la
sawini
owara
saiti
nauru
pidili
lega
make

keluar,
kemari,
kemari; mari
kemarin,
kembali,
kepala,
keranjang,
kerja; pekerjaan,
keseleo,
ketok,
kiri,
kita (kepunyaan),
kita,
kuat,
kulit,
kumpul,
kupas,
lahir,
laki-laki ini,
lama,
lama,
lantas,
lapar,
lari,
lekat; melekat,
lelaki,
lepas,
lihat,
lihat,

- 83 -

motoa
sukono
mongoro
'odomo
'inomo
obiri
maeke
tulu
'osiki
mutiti
'umuku
sakai
danu-danu
songene
mau
tereboko
mao
manga
'ona
tanu
'Ahadi
Gareja
'okere
gina
biono
kurue
'uru
poilia

lima,
lobang,
lupa,
makan,
makanan,
malam,
malu,
mampir,
mandi,
manis,
masak,
masak; memasak,
masuk duduk,
mati,
mau,
merah,
merasa,
mereka (kepunyaan),
mereka,
mestinya,
Minggu,
Minggu,
minum,
muatan,
muka,
mulai,
mulut,
mungkin,

- 84 -

naik,
nama,
nanti,
nanti,
nanti,
nasi,
nikah,
orang tua,
orang tua,
orang,
pacet,
padi,
paksa,
panas,
panaskan; memanaskan,
panggil,
pasti,
pelihara,
perempuan ini,
perempuan,
pergi,
perut,
petik,
pikir,
pinang,
pinang,
pindahkan,
pintu,
pisah,

- 85 -

parene
ronga
'asa
done
dua
bira
modoka
balusu
bereki
nyawa
kaworisi
bira
gegoto
sauku
rauku
'asoko
marai
ka'eli
numuda
ngeweka
tagi
pokoro
'utuku
ngose
'enaka
mokuru
to'oraka
ngorana
tingaka

gota
ma
utu
mao; singina
leoto
daulu
sakulu
waruku
kuarene
roputu
piakoro
woa
takudu,
peda
panyake
siri
'adono
totara
sapi
wimoi,
moi
'ai
ngoi
uge
'o
ngano
sababu
maeta 'asa
maeta

pohon,
pun,
rambut,
rasa; perasaan,
rebah,
rebus,
rebus,
rendam,
ringan,
roboh,
rombak,
rumah,
rusa
sagu,
sakit keras,
sakit,
sampai,
sampai,
sapi,
satu (orang laki-laki)
satu,
saya (kepunyaan),
saya,
sayur,
se-,
sebab,
sebab,
sebentar,
sedikit,

- 86 -

sehat,
selam,
selesai,
selimut,
sembilan,
sembuh; menyembuhkan,
semua,
senang,
seorang (pr)
sepotong,
sepuluh,
Serani,
sering,
si,
siapa dia (lk)?,
siapa dia (pr)?,
siapa mereka?,
simpan,
siput,
suami,
suara,
sungguh,
supaya,
surat,
susah,
susul; menyusul,
tabrak,
tadi,
tahu,

- 87 -

sanangi
tonoko
duanga
salewana; mosa
siwo
'aiki
odumu
sanangi
mimoi,
ngogu
mogiooko
sarani
jaga
ma
nagu'una?
nagumuna?
nago'ona?
daoto
ga'ale
rokata
'ilingi
dutu
la
surati
kanaiti
duuru
suputu
kangano
dongoo

nako
taunu
tuduku
taduku
giama
'ari
salapa
sano
noa
watono
riidi
korona
lutu
loloko
gila
ma
'adono
totara
koi'iwa
ko'uwa
'idu
ruange
sa'ange
baoro
oluku
dutu
jou
tarisi
Jou

tahu,
tahun,
tanam,
tanduk,
tangan,
tangis; menangis,
tangkap udang,
tanya,
taruh,
telanjang,
tenang,
tengah,
tenggelam,
terkam,
terus,
tetapi,
tiba,
tiba,
tidak ada,
tidak,
tidur,
tiga (orang),
tiga,
timbul,
tolak,
tuan,
tuan,
tuang; menuang,
Tuhan,

- 88 -

tutuku
damaa
tumunu
'uti
manado
sibii
dode
tino
kuata
'orasi
ngaro
ngo
ia
ne'ena
ge'ena

tumbuk,
tunggu,
tunjuk,
turun,
ubi jalar,
ubi kayu,
udang,
urut,
usaha,
waktu,
walaupun,
wanita (kata sandang),
ya,
yang ini,
yang itu,

- 89 -

- 90 -

KEPUSTAKAAN TENTANG SUKU TABARU

- 91 -

PENGANTAR KEPUSTAKAAN
Untuk apa kepustakaan ini?
Dengan menyajikan kepustakaan dalam buku ini, kami harap anak-anak
Tabaru akan merasa tertarik meneliti bahasa, kebudayaan, ekologi, sejarah,
agama, ekonomi dan segi-segi lain dalam kehidupan orang Tabaru masa
kini maupun masa lampau. Kami juga berharap anak-anak Tabaru akan
memperoleh petunjuk yang dapat mereka pakai untuk mencari apa saja yang
ingin mereka pelajari tentang suku Tabaru. Kepustakaan dalam buku kecil
ini terdiri dari banyak buku dan tulisan tentang suku Tabaru dan Halmahera
Utara. Kebanyakan bahan yang terdaftar di sini ditulis dalam bahasa Belanda.
Namun ada cukup banyak yang ditulis dalam bahasa Inggris dan bahasabahasa lain. Ada juga yang ditulis dalam bahasa Indonesia, bahkan dalam
bahasa Tabaru. Baru-baru ini ada lebih banyak tulisan tentang orang Tabaru,
bahkan yang ditulis oleh orang Tabaru sendiri.
Orang Tabaru yang sungguh-sungguh mau meneliti sejarah atau kehidupan
orang Tabaru pada masa lampau disarankan untuk mempelajari bahasa-bahasa
asing terutama bahasa Belanda. Kalau memungkinkan, lebih baik lagi belajar
bahasa Inggris, Portugis dan Spanyol juga, karena semua bangsa itu pernah
menjajah Nusantara. Kenapa tidak? Mungkin dalam berbagai arsip negaranegara tersebut tersembunyi rahasia-rahasia tentang orang Tabaru yang belum
diketahui. Ada juga cukup banyak tulisan dalam bahasa Inggris yang dapat
dimanfaatkan dalam penelitian tentang suku kita yang tercinta.
Bagaimana menggunakan kepustakaan ini?
Kepustakaan ini terdiri dari beberapa unsur:
1. Nama penulis.
2. Judul buku (dalam huruf miring) atau makalah (dalam tanda kutip).
3. Tanggal penerbitan.
4. Keterangan sepintas isi buku atau makalah (dalam huruf tebal mirip
tulisan tangan).
5. Singkatan: red. = redaktur;
hal. = halaman.
6. Urutan informasi penerbitan berkala: volume; nomor; tahun.

- 92 -

Tulisan mana yang paling penting?


Ada enam buku dan dua artikel yang kami anggap sangat penting
dan menjadi sumber yang paling kaya bagi orang yang ingin menambah
pengetahuannya tentang suku Tabaru.
Buku-buku
Buku pertama sampai ketiga diterbitkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia (LIPI) dan Lembaga Ekonomi dan Kemasyarakatan Nasional
(LEKNAS) dan disunting oleh E.K.M. Masinambow.
Judul buku masing-masing adalah:
Halmahera dan Raja Empat: Konsep dan Strategi Penelitian (terbit
tahun 1980)
Halmahera dan Raja Empat Sebagai Kesatuan Majemuk (terbit tahun
1983)
Maluku dan Irian Jaya (terbit tahun 1984)
Dalam ketiga buku tersebut kita menemui banyak tulisan tentang
kebudayaan, sejarah, pemerintahan tradisional, bahasa daerah, agama asli,
arkeologi, arsitektur tradisional, ekologi dan lain-lain. Setiap buku terdiri dari
banyak tulisan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang merupakan
karya para ahli orang Indonesia maupun orang asing.
Buku yang keempat diterbitkan di Belanda oleh Koninklijk Instituut voor
Taal-, Land- en Volkenkunde (KITLV), dan ditulis dalam bahasa Inggris.
Judulnya adalah:
The North Moluccas: An Annotated Bibliography (terbit tahun 1981)
Buku itu merupakan kepustakaan yang paling lengkap tentang Maluku
Utara dengan catatan dan keterangan tentang setiap tulisan. Selain itu dimuat
pula tambahan yang menarik, yaitu garis besar sejarah Maluku Utara dan
tinjauan karya tentang Maluku Utara yang ditulis oleh Ch. F. van Fraassen
sebagai pengantar bagi buku Katrien Polman. Buku ini akan membantu setiap
orang yang ingin mencari tulisan-tulisan yang pernah diterbitkan tentang
Maluku Utara.

- 93 -

Buku yang kelima berjudul:


Ekologi Nusa Tenggara dan Maluku.
Buku tebal ini ditulis oleh Kathryn A. Monk, Yance de Fretes, dan
Gayatri Reksodihardjo-Lilley. Menurut hemat kami, buku ini sangat penting
karena Maluku Utara merupakan kawasan yang sangat kaya dan beragam
sumber dayanya. Namun pengelolaan sumber dayanya harus memperhatikan
keragaman dan rentannya lingkungan. Jika tidak, maka pembangunan
berkelanjutan yang berwawasan lingkungan ini tidak dapat dicapai. Buku
Ekologi Nusa Tenggara dan Maluku ini diharapkan dapat menjadi panduan
bagi para peneliti ilmiah yang bekerja dalam proyek-proyek penelitian di
bidang ekologi dan sosial ekonomi karena berisi data tentang masyarakat
setempat, ekosistem, keanekaragaman hayati dan pemanfaatan lahan yang
dibahas dalam konteks sejarah dan pembangunan yang berlangsung saat ini.
Judul buku yang keenam ialah:
Panduan Lapangan: Burung-Burung di Kawasan Wallacea
Buku ini memuat keterangan dan gambar berwarna lebih dari 700 jenis
burung di Maluku, Nusa Tenggara dan Sulawesi. Buku ini hasil karya Brian
J. Coates dan K. David Bishop adalah buku yang paling lengkap tentang
burung-burung yang ada di Maluku. Menurut pendapat kami buku ini paling
penting bagi penduduk Maluku Utara, baik sebagai panduan lapangan maupun
sebagai contoh hasil penelitian yang baik.
Makalah-makalah
Makalah pertama yang paling penting untuk penelitian sejarah kita ialah:
"A Historical Introduction to the Literature" oleh Ch. F. van Fraassen yang
dimuat dalam buku The North Moluccas: An Annotated Bibliography oleh
Poleman (1981).
Makalah kedua adalah:
"Kegunaan Sumber-sumber Portugis dan Spanyol untuk Penulisan Sejarah
Maluku Utara" oleh Paramita R. Abdurrrachman (1980) yang dimuat dalam
buku Halmahera dan Raja Empat: Konsep dan Strategi Penelitian.

- 94 -

Di mana dapat kita cari bahan-bahan dalam kepustakaan ini?


1. Universitas-universitas lokal, di antara lain:
Universitas Khairun
Telp. (0921) 21550
Jl. Bandara Babullah
Kotak Pos 53
Ternate
Maluku Utara
Universitas Pattimura
Jl. Ir. M. Putuhena, Poka-Ambon
Ambon Maluku

Telp: (0911) 322626


322627
311571

Universitas Indonesia (perpustakaan)


Kampus UI
Depok 16424 Jawa Barat

Telp: (021)

7864134
7270751
7270159

Universitas Atma Jaya


Jl. Jenderal Sudirman 51
Jakarta 12930

Telp: (021)

5727615
5703306
5708823

2. Perpustakaan Nasional di Jakarta


Jl. Salemba Raya 28A
Jakarta

Telp: (021) 3101411


e-mail: info@pnri.go.id

3. Gedung Arsip Nasional


Jl. Ampera Raya 7
Jakarta

Telp: (021)

4. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa


Kotak Pos: 6258 Jl. Daksinapati Barat IV
Rawamangun Jakarta 13220
Telp:(021)

7805851

4706678
4750406
4894564
4896558
e-mail: pusba@cabi.net

- 95 -

5. Internet
Internet merupakan sumber informasi tentang banyak hal. Internet dapat
diibaratkan seperti perpustakaan yang terbuka. Untuk menghubungi
Internet, kita harus memakai komputer dan sambungan telepon. Oleh
karena sementara ini belum banyak telepon di Halmahera, agak sulit
kita memakai Internet di sini. Namun kita dapat memakainya di
WARNET (warung Internet) di Ternate atau kota-kota lain.
Untuk mencari informasi atau meminta bantuan dari perpustakaanperpustakaan dalam negeri maupun luar negeri, kita dapat memakai
Internet. Selain mencari informasi, kita dapat juga mengirim surat
yang disebut "e-mail" melalui komputer, yaitu dengan memakai
Internet. Pemilik WARNET dapat memberi keterangan mengenai
pemakaiannya.
6. Universitas-universitas dan perpustakaan-perpustakaan luar negeri,
terutama di Belanda, Amerika Serikat, Inggris, Portugis dan Spanyol,
yang pada umumnya dapat dihubungi melalui Internet.
7. Arsip-arsip di luar negeri, terutama di Belanda, Portugis, Spanyol dan
Inggris.
Sumber mana yang dipakai untuk kepustakaan ini?
Sebagian besar judul buku dan tulisan yang dicantumkan dari buku
Polman. Kami juga menerjemahkan secara singkat keterangan yang diberikan
tentang setiap tulisan. Untuk melengkapi daftar yang telah ada, kami juga
mencantumkan terbitan-terbitan yang muncul kemudian. Karena itu kami
mengucapkan banyak terima kasih kepada Katrien Polman atas karyanya
yang sungguh bermanfaat.

- 96 -

DAFTAR KEPUSTAKAAN
ABDURRACHMAN, PARAMITAR., Kegunaan Sumber-sumber Portugis dan
Spanyol untuk Penulisan Sejarah Maluku Utara. Dalam Masinambow
1980:247-262. Penjelasan tentang sumber-sumber Portugis dan
Spanyol yang dapat dipakai untuk meneliti sejarah Maluku
Utara dan suku Tabaru.
ABDURRACHMAN, PARAMITA R., Hubungan Antara Kerajaan Maluku
Dengan Kerajaan Portugal dan Spanyol Dalam Abad XVI dan XVII
Sebagaimana Tersirat Dalam Surat-surat dan Dokumen Resmi. Dalam
Masinambow 1983:247-275. Pemakaian sumber-sumber suratsurat bahasa asing untuk menggali sejarah di Maluku Utara.
ADRIANI, N. De talen van Noord-Halmahera. MNZG (Mededeelingen
vanwege het Nederlandsche Zendelinggenootschap) 60(1916): 75-79.
Tinjauan tentang disertasi "De Noord-Halmahera'se taalgroep
tegenover de Austronesiese talen." Oleh H. van der Veen yang
mejelaskan tentang rumpun bahasa-bahasa daerah Halmahera
termasuk bahasa Tabaru.
AJAMISEBA, D.C., Keadaan Bahasa-bahasa di Irian Jaya: Klasifikasi, Ciri
dan Distribusinya. Dalam Masinambow 1984:91-102. Penelitian
bahasa daerah yang menggolongkan bahasa-bahasa di
Halmahera Utara (termasuk bahasa Tabaru) dengan rumpun
bahasa-bahasa Papua.
ALWI, DES, Sejarah Maluku: Banda Naira, Ternate, Tidore dan Ambon.
Jakarta, Dian Rakyat, 2005, 623 hal. Sejarah Maluku.
AMAL, ADNAN M., Maluku Utara: Perjalanan Sejarah 1250-1800 (Jilid
1). Ternate, Universitas Khairun, 2002, 330 hal. Sejarah Maluku
Utara.
AMAL, ADNAN M., DJAFAAR, ARNYTA IRZA, Maluku Utara: Perjalanan
Sejarah 1800-1950 (Jilid 2). Ternate, Universitas Khairun, 2003, 334
hal. Sejarah Maluku Utara.
ANDAYA, LEONARD, The World of Maluku: Eastern Indonesia in the Early
Modern Period. Honolulu: University of Hawaii Press, . 1993, 306 hal.
Sejarah Maluku.
- 97 -

ANONIM. Aanteekeningen gehouden op eene reis aan de noord- en westkust van Halmahera. TNI (Tijdschrift voor Nederlandsch-Indi)
18(1856)2: 209-228. Laporan perjalanan di Halmahera, termasuk
penjelasan geografis dan unsur-unsur kebudayaan orang di
Halmahera Barat.
ANONIM. De politieke toestand van Halmahera in het begin van het jaar 1881.
Eene bladzijde uit een nog niet uitgegeven werk getiteld: "Halmahera en
zijne bewoners". IG (De Indische Gids) 3(1881)2: 389-397; 4(1882)1:
247-353; 4(1882)2: 842-856. Keadaan politik di Halmahera pada
tahun 1881 termasuk keadaan politik sebeum tahun 1876.
ANONIM. Mahomedanen in Halmaheira. Java-Post 5 (1907) 15: 227.
Laporan peran orang Tabaru dalam pemberontakan terhadap
pemerintah kolonial pada tahun 1907.
ANONIM. Adat-regelen op Halmahera. MNZG (Mededeelingen vanwege het
Nederlandsche Zendelinggenootschap) 56(1912): 6-10. Keterangan
adat-istiadat orang Halmahera dan penyesuaiannya dengan
agama Kristen menurut kepala-kepala suku di berbagai wilaya
termasuk Ibu dan Jailolo.
ANONIM. Adatvonnissen (1922-1923) Adatrechtbundels 42(1943): 274-278.
Keputusan pengadilan tentang tanah warisan yang terjual.
ANONIM. Vijf en twintig jaar in Zendingsdienst.
Nederlandsch
Zendingsblad. IX:4(1926):61-62. Laporan singkat tentang ulang
tahun pelayanan Fortgens yang keduapuluh lima sebagai utusan
gereja. Termasuk riwayat hidupnya di Halmahera maupun di
Belanda.
ANONIM. Laporan hasil pemetaan tata desa Kecamatan Jailolo, Kabupaten
Maluku Utara, Propinsi Maluku. Jakarta, 1972. 34 hal. Grafika.
Departemen Dalam Negeri, Direktorat Jenderal pembangunan
masyarakat desa. Survey tentang desa-desa di Jailolo. Termasuk
saran-saran pembangunan desa.
BAARDA, M.J. van Halmahra. Duma. Begin van een opleidingsschool,
avondmaalsviering, sterfgeval. Loloda. Bezoek aan de Westkust, een
ongeval te Dorum, de school aldaar. BUZ (Berichten van de Utrechtse
- 98 -

Zendingsvereeniging) n.s.14(1901)11: 177-182. Laporan tentang


kunjungan utusan gereja kepada beberapa suku termasuk suku
Tabaru di Sidangoli.
BAARDA, M.J. van, A. HUETING et al. De laatste berichten van Halmaheira.
Utrecht, Kemink, 1910. 91 hal. Utrechtse Zendingsvereeniging.
Kumpulan laporan para utusan gereja di Halmahera termasuk
laporan Fortgens tentang pelayanannya di Jailolo.
BASTIAN, A. Die Molukken. Indonesien oder die Inseln des Malayischen
Archipel. Berlin, Ferd. Dmmler, 1894. Hal. 1-133. Laporan
perjalanan di Halmahera (bahasa Jerman). Ada penjelasan
tentang kebudayaan dengan perhatian khusus tentang agama
asli.
Ada juga daftar-daftar kata-kata bahasa daerah
termasuk bahasa Tabaru.
BELGER, W. Memorie van overgave van de onderafdeling Djailolo. 1937.
52 hal. Laporan tentang geografi, jumlah penduduk, pedesaan,
kebudayaan, adat, pendidikan dan agama di Halmahera Utara
termasuk Ibu dan Jailolo pada tahun 1935-1937.
BERNELOT MOENS, J.G.T. Topographische schets van het eiland Batjan.
NTNI (Natuurkundig Tijdschrift voor Nederlandsch-Indi) 12(18561857): 303-344. Gambaran geografis pulau Bacan dengan
penjelasan tentang kebudayaan penduduknya termasuk orang
Tabaru.
BICKMORE, A.S. Ternate, Tidore en Halmaheira. Reizen in den OostIndischen Archipel. Vol. 2. Schiedam, Roelants, 1873. Hal. 1-30.
Keterangan tentang kekayaan alam di Ternate, Tidore dan
Halmahera, termasuk jumlah penduduk, sejarah, perdagangan
rempah-rempah dan pembajakan pada tahun 1865.
CAMPEN, C.F.H. Een brief van de Heer Campen (). Een schrijven van
den Heer Campen (). In: Bestuursvergadering van Dinsdag 6
April 1880. Bestuursvergadering van Dinsdag 3 Aug. 1880. Notulen
van de Algemeene en Bestuursvergaderingen van het Bataviaasch
Genootschap van Kunsten en Wetenschappen 18(1880): 62-63, 116.
Surat penyerahan dua buah mahkota Tabaru kepada para ahli
- 99 -

kebudayaan di Jakarta (Batavia). Termasuk keterangan bahwa


mahkota-mahkota tersebut dipakai orang Tabaru pada saat
pulang dari perang.
CAMPEN, C.F.H. De godsdienstbegrippen der Halmaherasche Alfoeren.
Nalezingen op het opstel over de godsdienstbegrippen der
Halmaherasche Alfoeren. TBG (Tijdschrift vor Indische Taal-, Land- en
Volkenkunde) 27(1882): 438-451, 28(1883): 337-348, 30(1885): 437442. Keterangan tentang agama asli di Halmahera pada tahun
1882.
CAMPEN, C.F.H. De Alfoeren van Halemahera. Onderlinge omgang, huwelijken,
schaking, samenleving, dood, erfenissen, beleefdheidsvormen. TNI
(Tijdschrift voor Nederlandsch-Indi) 12(1883)1: 284-297. Penjelasan
adat-istiadat di Halmahera yang ditulis pada tahun 1883.
CAMPEN, C.F.H. Het eiland Halmahera TBG (Tijdschrift voor Indische
Taal-, Land- en Volkenkunde) 28(1883): 240-313. Penjelasan
geografis tentang Halmahera.
CAMPEN, C.F.H. De landbouw op Halmahra. TNLNI (Tijdschrift voor
Nijverheid en Landbouw in Nederlandsch-Indi) 29(1884): 1-17.
Gambar-gambar. Keterangan tentang pertanian di Halmahera
pada tahun 1884.
CAMPEN, C.F.H. Eenige mededeelingen over de Alfoeren van Hale-ma-hra.
BKI (Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde van NederlandschIndi) 32(1884): 162-197, 511-516, 34(1885): 121-122. Gambargambar. Keterangan tentang kebudayaan dan adat-istiadat
orang Halmahera termasuk orang Tabaru.
CAMPEN, C.F.H. Halmahera. Gissingen omtrent de herkomst der bevolking, het
groote rijk Djailollo, het ontstaan van andere rijken, ondergang van het rijk
Djailollo, de oostelijke rijken. TNI (Tijdschrift voor Nederlandsch-Indi)
13(1884)2: 1-9. Sejarah Halmahera tahun 1300 sampai dengan
1700, dengan penjelasan khusus tentang kesultanan Jailolo.
CAMPEN, C.F.H. Beschrijving van het landschap Toebaroe of Gam-Mie. BKI
(Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde van Nederlandsch-Indi)
34(1885): 43-55. Laporan tentang orang Tabaru/Ibu. Termasuk
- 100 -

penjelasan geografis, jumlah penduduk, pemerintahan, pakaian


dan senjata.
CAMPEN, C.F.H. Beschrijving van de Westkust van het Noorderschiereiland
van Halmahera. BKI (Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde van
Nederlandsch-Indi) 37(1888): 154-162. Peta. Laporan perjalanan
di Halmahera Barat, termasuk peta.
CLERCQ, F.S.A. de. Bijdragen tot de kennis der residentie Ternate. Leiden,
Brill, 1890. XXIV, 359 hal. Penelitian yang mencakup sejarah,
kebudayaan, dan bahasa kerajaan Ternate. Termasuk laporan
perjalanan ke pulau Halmahera dengan keterangan tentang
tempat-tempat yang dikunjungi.
CLERCQ, F.S.A. de. Ternate: The Residency and Its Sultantate (Bijdragen
tot de kennis der residentie Ternate). Terjemahan oleh Paul Michael
Taylor dan Marie N. Richards. Smithsonian Institution Libraries Digital
Edition Washington, D.C., 1999. Penelitian yang mencakup sejarah,
kebudayaan, dan bahasa kerajaan Ternate. Termasuk laporan
perjalanan ke pulau Halmahera dengan keterangan tentang
tempat-tempat yang dikunjungi. Buku ini dapat didownload di
Internet.
COATES, BRIAN J. dan BISHOP, K. DAVID, Panduan Lapangan BurungBurung di Kawasan Wallacea. Birdlife International-Indonesia
Programme & Dove Publications, Bogor, 2002.
Menyajikan
keterangan dan gambar lebih dari 700 jenis burung di Maluku,
Nusa Tenggara dan Sulawesi.
DIJKEN, H. van. Ksten- und Bergfahrten in Halemahera. Mitteilungen
der Geographischen Gesellschaft Jena 2 (1884): 121-140. Laporan
seorang utusan gereja tentang kunjungannya ke wilayah
Ibu. Ada penjelasan tentang adat-isitiadat orang Tabaru,
perumahannya dan cara mengumpulkan damar. Termasuk tiga
cerita rakyat orang Tabaru. Dalam bahasa Jerman.
DIJKEN, H. van. Almaheira. Onrust onder de bevolking, een goede dag.
Toestand aan het einde des jaars, nog een goede dag. BUZ (Berichten
van de Utrechtse Zendingsvereeniging) n.s.6(1893)5: 74-77. Laporan
- 101 -

pelayan-pelayan gereja yang melaporkan ketidaktentraman


orang Galela akan ancaman orang Tabaru.
DIMAYU, JORRIECE dan PALANGI, YOSIAS. O Tabaruoka ma Habari.
1990-1991. Surat Kabar bulanan dalam bahasa Tabaru.
DIMAYU JORRIECE, KOTYNSKI JANET G., KOTYNSKI A. EDWARD,
TJIWILI ALWINA, 1991. Nou, Pomakata-tabaru: Mari Kita Berbicara
Dalam Bahasa Tabaru (Let's Speak Tabaru). Kerjasama Universitas
Pattimura dan Summer Institute of Linguistics (SIL), Ambon,1991. Buku
percakapan dalam tiga bahasa, Tabaru, Indonesia dan Inggris.
DIMAYU, JORRIECE. Kamus Tabaru - Indonesia. Konsep. 2005.
DJAHIR, M.S. Maluku Utara. Bahan-bahan keterangan, data-data dan faktafakta guna pembentukan Daerah tingkat I Maluku Utara dengan Daerahdaerah tingkat II. Ternate, 1966. 148 hal. Grafika, peta-peta. (Mimeogr.)
Badan Perantjang Pemekaran Daerah-daerah tingkat II menudju Daerah
tingkat I Maluku Utara (BAPERAN MALUT). Laporan tentang
kemajuan Maluku Utara di antara tahun 1934 sampai dengan
1963.
DJINI, SIU, Imbuan Derivatif dan Inflektif Bahasa Tobaru: Suatu Tinjauan
Deskriptif. Skripsi Faluktas Bahasa dan Sastra, Universitas Khairun,
Ternate, 1993. Penelitian bahasa Tabaru.
ELLEN, G.J. Onze ervaringen in het ressort Djailolo (Halmahera).
Nederlandsch Zendingsblad 10(1927)7: 105-106. Foto. Laporan
seorang utusan gereja tentang kunjungannya ke beberapa
suku di Halmahera pada tahun 1927, termasuk suku Tabaru di
Ibu, Jailolo dan Sidangoli.
ELLEN, G.J. Adat en bijgeloof bij de bevolking der Westkust op het Noordelijk
schiereiland van Halmahera. MNZG (Mededeelingen vanwege het
Nederlandsche Zendelinggenootschap) 85(1942)1: 53-75. Survey
adat-istiadat, kebudayaan dan kehidupan sehari-hari orang
Tabaru dan Sahu tahun 1935.
ELLEN, G.J. Droomen en hun betekenis voor de zending. MNZG
(Mededeelingen vanwege het Nederlandsche Zendelinggenootschap)
- 102 -

85(1942-1943)2: 103-113. Cara orang Halmahera menafsir mimpi


di antara tahun 1866-1919.
FORTGENS, J. Halmahera. Sidangoli, een verdeelde kampong bijeengebracht,
godsdienstoefeningen, zanglessen, een betreurde doode, omgang met
het volk, een huwelijkszaak beslecht. BUZ (Berichten van de Utrechtse
Zendingsvereeniging) n.s.15(1902)10: 157-166. Surat dari Fortgens,
yang pada tahun 1902 berdiam di antara orang Tabaru di
Sidangoli. Ada keterangan tentang adat perkawinan.
FORTGENS, J. Halmahera. Sidangoli, de eerste doopelingen, tegenwerking
van den Sultan, een conferentie en de reis derwaarts. BUZ (Berichten
van de Utrechtse Zendingsvereeniging) n.s.16(1903)3: 33-44. Foto.
Surat tentang pelayanan Fortgens di antara orang Tabaru di
Sidangoli pada tahun 1902.
FORTGENS, J. Van Sidangoli naar Ibu. MNZG (Mededeelingen vanwege
het Nederlandsche Zendelinggenootschap) 48(1904): 1-56. Gambargambar. Laporan tentang perjalanan Fortgens di Ibu pada tahun
1903. Termasuk keterangan tentang agama asli suku Tabaru
dan salu (rumah adat) di desa Borona.
FORTGENS, J. Onder de Tobaru van het landschap Ibu. BUZ (Berichten
van de Utrechtse Zendingsvereeniging) n.s.17(1904)5: 65-76. Gambargambar. Perjalanan Fortgens dari Sidangoli ke Ibu pada tahun
1913.
FORTGENS, J. Vier weken onder de Tabaru en Waioli van Noord-West
Halmahera. MNZG (Mededeelingen vanwege het Nederlandsche
Zendelinggenootschap) 49(1905): 1-53. Peta. Laporan perjalanan
dari Sidangoli ke Ibu pada tahun 1904. Ada penjelasan tentang
"Sali" (kata tabu). Ada peta dan daftar-daftar kata-kata
bahasa daerah termasuk bahasa Tabaru.
FORTGENS, J. Collectie. 1905-1929. Perpustakaan KILTV, Leiden, Holland.
D H 1064 Kumpulan konsep karangan, naskah dan surat berkaitan
dengan Halmahera dan utusan gereja.
FORTGENS, J. Verhuizing van Tobelo naar Jailolo. Haagsche Zendingsbode
11 (1908) 11-12: 86-87, 12 (1909) 1: 2-7. Laporan oleh Fortgens
tentang pemindahannya ke Jailolo pada tahun 1908.
- 103 -

FORTGENS, J. Een zendingspost van het eiland Walcheren. Djailolo


(Halmahera). Zendeling J. Fortgens. Rotterdam, 1909. 11 hal. Bestuur
der Afd. Walcheren van de Utrechtse Zendingsvereeniging. Laporan
Fortgens tentang pekerjaannya di Halmahera termasuk masa
pelayanannya di Sidangoli dan Jailolo dengan suku Tabaru
(1901-1909).
FORTGENS, J. Onze eerste indrukken van Djailolo. Haagsche Zendingsbode
13(1910)1: 4-8. Laporan Fortgens setelah kembali lagi
untuk melayani orang Tabaru di Jailolo pada tahun 1909.
Termasuk keterangan tentang keadaan sosial dan tentang
penyembuhan.
FORTGENS, J. Oude herinneringen. Haagsche Zendingsbode 13 (1910)
8: 62-64. Keterangan oleh Fortgens tentang keyakinan orang
Tabaru pada tahun 1901-1904.
FORTGENS, J. Eigen onderhoud der inlandsche Christengemeenten.
Haagsche Zendingsbode 14(1911)4: 28-31. Usulan Fortgens tentang
pentingnya orang Tabaru mandiri dalam hal keuangan. Dia
menyarankan bahwa penduduk asli diberi tanggungjawab atas
kebun-kebun, gereja-gereja dan sekolah-sekolah daripada
dipegang oleh orang asing.
FORTGENS, J. De talen van Halmahera in verband met de
evangelieverkondiging. MNZG (Mededeelingen vanwege het
Nederlandsche Zendelinggenootschap) 56(1912): 194-213. Ceramah
tentang pemakaian bahasa daerah di Halmahera untuk
menyampaikan Injil.
FORTGENS, J. Ma Djooungu-Madutu awi boku ma djarita. Utrecht, Van
Boekhoven, 1913. 477 hal. Peta-peta, gambar-gambar. Cerita-cerita
Alkitab yang diterjemahkan ke dalam bahasa Tabaru.
FORTGENS, J. O Tabaruoka manga njanji. Ziest, Vonk, 1913. 66 hal. 60
nyanyian rohani yang diterjemahkan ke dalam bahasa Tabaru,
termasuk doa Bapa Kami dan Pengakuan Iman.
FORTGENS, J. De troebelen in Djailolo (Westkust Halmahera). BUZ
(Berichten van de Utrechtse Zendingsvereeniging) n.s.27(1914)12:
173-177. Juga dalam IG (De Indische Gids) 37 (1915) : 52-55. Laporan
- 104 -

tentang peran orang Ternate, Tabaru dan Waioli dalam


pemberontakan terhadap pemerintahan kolonial di Jailolo
tahun 1914 karena kenaikan pajak.
FORTGENS, J. Moedgevende ervaringen. BUZ (Berichten van de Utrechtse
Zendingsvereeniging) n.s.27 (1914) 4: 49-52. Laporan Fortgens
tentang kunjungannya ke beberapa suku, termasuk suku
Tabaru di Ibu dan Jailolo.
FORTGENS, J. De zendingsarbeid in Djailolo (Halmahera). MNZG
(Mededeelingen vanwege het Nederlandsche Zendelinggenootschap) 59
(1915) : 313-331. Pertimbangan seorang utusan gereja tentang
pemberontakan terhadap pemerintahan kolonial di Jailolo pada
tahun 1914. Ada penjelasan tentang gereja-gereja Tabaru di
beberapa desa termasuk Todowongi, Bukumatiti dan Sidangoli
di Jailolo dan Tongute di Ibu.
FORTGENS, J. Tabaroese varia. 1915. Perpustakaan KILTV, Leiden,
Holland. D Or. 494 Kumpulan daftar kata-kata, teks-teks,
cerita-cerita Alkitab, dan lain-lain dalam bahasa Tabaru.
FORTGENS, J. Het adat-huwelijk onder den Tabaroe-stam met daarvan
afwijkende gebruiken onder de Saoe- en Waioli-stammen (N.W. kust
Halemahera). BKI (Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde van
Nederlandsch-Indi) 71 (1916) : 425-446. Penjelasan tentang adat
perkawinan orang Tabaru.
FORTGENS, J. Zending en bestuur in de Onder-Afdeeling Djailolo. MNZG
(Mededeelingen vanwege het Nederlandsche Zendelinggenootschap)
61(1917): 47-77. Laporan tentang akibat "pemerintahan kolonial
langsung" di Halmahera Utara, bagian Barat pada tahun 1914.
Ada perhatian khusus tentang sikap orang Tabaru terhadap
hal tersebut. Termasuk penelitian tentang kemajuan agama
dan pendidikan pada tahun 1916.
FORTGENS, J. Het volle koren. Oegstgeest, 1923. 106 hal. Foto-foto, gambargambar. Zendingsbureau. Revisi edisi: Salaka. Groningen, Noordhoff,
1931. 94 hal. Vrij en Blij, leesboeken voor de Christelijke scholen.
Lanjutan kisah In het gezaaide, tentang J. Fortgens waktu
- 105 -

dia melayani suku Tabaru. Buku ini menceritakan wabah cacar


yang melanda orang Tabaru pada tahun 1908-1909.
FORTGENS, J. Gandum yang Masak. Diterjemahan oleh Perry Katoppo dari
buku: Het volle koren. Oegstgeest, 1923. 106 hal. Foto-foto, gambargambar. Zendingsbureau. Revisi edisi: Salaka. Groningen, Noordhoff,
1931. 94 hal., foto-foto. Vrij en Blij, leesboeken voor de Christelijke
scholen. Lanjutan kisah In het gezaaide, tentang J. Fortgens
waktu dia melayani suku Tabaru. Buku ini menceritakan wabah
cacar yang melanda orang Tabaru pada tahun 1908-1909.
Terjemahan dalam bahasa Indonesia belum diterbitkan.
FORTGENS, J. In het gezaaide. Schets uit het zendingsleven op Halmahera.
's-Gravenhage, Alg. Boekhandel voor inwendige en uitwendige
zending, 1923. 55 hal. Foto-foto. Schetsen uit de zendingswereld. (Also
in: Lichtstralen 29 (1923) 1-2 : 1-55). Kisah kehidupan J. Fortgens
pada waktu dia melayani orang Tabaru di Ibu pada tahun 19031904.
FORTGENS, J. Di dalam Hamparan Taburan. Diterjemahan oleh Perry
Katoppo dari buku: In het gezaaide. Schets uit het zendingsleven
op Halmahera. 's-Gravenhage, Alg. Boekhandel voor inwendige
en uitwendige zending, 1923. 55 hal. Foto-foto. Schetsen uit de
zendingswereld. (Also in: Lichtstralen 29 (1923) 1-2 : 1-55). Kisah
kehidupan J. Fortgens pada waktu dia melayani orang Tabaru
di Ibu pada tahun 1903-1904. Terjemahan dalam bahasa
Indonesia belum diterbitkan.
FORTGENS, J. Grammatikale aantekeningen van het Tabaroesch,
Tabaroesche volksverhalen en raadsels. BKI (Bijdragen tot de Taal-,
Land- en Volkenkunde van Nederlandsch-Indi) 84 (1928) : 300-544.
Tata bahasa Tabaru dengan perbandingan bahasa-bahasa lain
di Halmahera. Termasuk 22 cerita rakyat dan 108 teka-teki.
FORTGENS, J. Schets van de vlechtkunst der Tabaroes van Halemahera.
NION (Nederlandsch-Indi Oud en Nieuw) 15(1930)1: 1-22. Gambargambar, foto-foto. Keterangan tentang anyaman orang Tabaru
dengan foto-foto (1910).
- 106 -

FORTGENS, J. Gambaran Tentang Seni Anyaman Orang Tabaru di


Halmahera. Terjemahan dari: Schets van de vlechtkunst der Tabaroes
van Halemahera. Diterjemahkan oleh Perry Katoppo, 2004. NION
(Nederlandsch-Indi Oud en Nieuw) 15(1930)1: 1-22. Gambar-gambar,
foto-foto. Keterangan tentang anyaman orang Tabaru dengan
foto-foto (1910). Terjemahan dalam bahasa Indonesia belum
diterbitkan.
FORTGENS, J. De roep van de parelschelp. Amsterdam, Holland, 1933. 247
hal. Kisah kehidupan orang Tabaru pada saat penyerangan ke
Tobungku, dan tentang pemberontakan terhadap pemerintah
kolonial pada tahun 1914.
FORTGENS, J. Panggilan Kerang Mutiara. Diterjemahan oleh Perry Katoppo
dari buku: De roep van de parelschelp. Amsterdam, Holland, 1933. 247
hal. Kisah kehidupan orang Tabaru pada saat penyerangan ke
Tobungku, dan tentang pemberontakan terhadap pemerintah
kolonial pada tahun 1914. Terjemahan dalam bahasa Indonesia
belum diterbitkan.
FRAASSEN, Ch.F. van, Types of Socio-Political Structure in NorthHalmaheran History. Dalam Masinambow 1980:87-145. Struktur
pemerintahan Maluku Utara pada masa lampau (termasuk suku
Tabaru).
FRAASSEN, Ch.F. van. Historical Introduction to the Liturature. Dalam
Polman 1981:1-37. Buku ini memuat garis besar sejarah Maluku
Utara dan tinjauan karya tentang Maluku Utara.
FRANSZ, A.L. Gereja Masehi Injili Halmahera. Peninjau 3 (1976) 1:1-76.
DGI, Jakarta. Sejarah singkat dan struktur GMIH. Diterbit
ulang dalam seri "Benih yang tumbuh" oleh DGI dengan judul
Suatu Survey Mengenai: Gereja Masehi Injili Halmahera pada
tahun 1976 juga.
GOEDHART, W.A.M. Militaire memorie betreffende het commando Ternate
over het jaar 1939. 1939. 23 hal. Sejarah Militer Ternate dari
tahun 1500 sampai dengan 1877. Sejarah pemberontakan tahun

- 107 -

1906 (Kau) dan 1914 (Jailolo). Penjelasan tentang kebudayaan


dan bahasa serta garis besar keadaan politik.
GRIMES, CHARLES E., GRIMES, BARBARA D. Languages of the
North Moluccas: A Preliminary Lexicostatistic Classification. Dalam
Masinambow 1984:35-63. Penelitian tentang bahasa-bahasa
daerah di Maluku Utara termasuk bahasa Tabaru dengan
peta-peta.
HAIRE, Prof. Dr. JAMES, Sifat dan Pergumulan Gereja di Halmahera
1941-1979, BPK Gungun Mulia, Jakarta, 1998. Penelitian tentang
interaksi iman Kristen dengan adat, agama suku, bahasa daerah,
agama Islam dan penginjilian orang Belanda di pulau Halmahera.
Termasuk peran suku Tabaru dalam interaksi tersebut.
HUEKEN SJ, ADOLF, Be my Witness to the Ends of the Earth! Cipta
Loka Caraka, Jakarta 2002 Sejarah gereja Katolik di Indonesia
sebelum abad kesembilanbelas. Termasuk peran suku Tabaru
dalam hal menentang kemajuan Injil.
HUETING, A. Iets over de "Ternataansch-Halmahrasche" taalgroep. BKI
(Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde van Nederlandsch-Indi)
60(1907): 369-411. Peta. Penelitian tentang bahasa-bahasa daerah
di Halmahera, termasuk bahasa Tabaru.
HUETING, A. Verordeningen aangaande de adat der inlandsche christenen
op het eiland Halmahera. BKI (Bijdragen tot de Taal-, Land- en
Volkenkunde van Nederlandsch-Indi) 63(1910): 33-92. Penelitian
tentang adat dan agama di Halmahera Utara termasuk suku
Tabaru. Termasuk banyak catatan tentang kebudayaan orang
Halmahera.
HUETING, A. Geschiedenis der zending op het eiland Halmahera (Utrechtse
Zendings-Vereeniging). Oegstgeest, 1930. Indeks. Zendingsbureau.
Juga dalam MNZG (Mededeelingen vanwege het Nederlandsche
Zendelinggenootschap) 72(1928): 1-24, 97-128, 193-214, 289-320;
73(1929): 1-31, 97-126, 289-320; 74(1930): 1-32, 97-128, 193-234.
Sejarah pelayan gereja di Halmahera dan Morotai dari tahun
1866 sampai 1929.
- 108 -

JACOBS, H. Th. Th. M. (red.) A treatise on the Moluccas ( 1544); probably


the preliminary version of Antnio Galvao's lost Histria das Molucas.
Rome /St. Louis. 1970. X, 402 hal. kepustakaan, indeks, peta. Jesuit
Historical Institute/St. Louis University, Sources and studies for the
history of the Jesuits: vol. 3. Penjelasan tentang Maluku yang ditulis
tahun 1544. Ada keterangan geografis, tanaman, binatangbinatang, iklim, penduduk, perkawinan, perang, pernikahan,
pemakaman, pemakaian racun dan lain-lain.
JUNGA, JOASAP. Pertumbuhan UZV 1866 GMIH 1949 dan Latar
Belakangnya. GMIH, Tobelo, 1995. Sejarah GMIH, termasuk peran
S.B. Tolo dalam hal mendirikan Gereja Protestan Halmahera
yang kemudian menjadi Gereja Masehi Injili di Halmahera.
KAMMA, F.C. Halmaheira in de branding. Nederlandsch Zendingsblad
30(1947)10: 112-114. Foto. Wacana dengan seorang utusan gereja
tentang keadaan di Halmahera setelah perang dunia kedua.
KATOPPO, PERRY. Lokakarya Penerjemahan Alkitab. Berita LAI 5
(1995):20-21. Lembaga Alkitab Indonesia, Jakarta 1995. Laporan
tentang beberapa lokakarya penerjemahan Alkitab, termasuk
lokakarya di Ambon pada tahun 1995. Dengan foto Tim
Penerjemah Alkitab bahasa Tabaru.
KOTYNSKI, EDWARD A. 1988. Tabaru Phonology and Morphology.
Work Papers of the Summer Institute of Linguistics, University of North
Dakota, 32(1988):143-216. Penelitian awal fonologi (bunyi bahasa)
dan morfologi (imbuhan kata) bahasa Tabaru.
KOTYNSKI, EDWARD A. "Glottal stop and the nasal prefix in Tabaru and
other North Halmaheran languages." 38 NUSA (1995): 1-17. Jakarta:
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Penelitan tentang bunyi
hamzah dan awalan ng- dalam bahasa Tabaru dan bahasabahasa lain di Halmahera.
KOTYNSKI, EDWARD A. A Tabaru Indonesian English Dictionary.
Konsep, 2007. Konsep awal kamus bahasa Tabaru ke bahasa
Indonesia dan bahasa Inggris.

- 109 -

KOTYNSKI, JANET G. 'O Ngongaweka ma Amoko: A Secondary Marriage


Ritual. Universitas Pattimura dan Summer Institute of Linguistics.
Konsep, 1998. Penelitian tentang salah satu segi adat kawin
suku Tabaru. Dalam bahasa Inggris.
KOTYNSKI, JANET G. 'O Ngongaweka ma Amoko:Upacara Sekunder
Pernikahan Orang Tabaru di Halmahera Utara. Universitas Pattimura
dan Summer Institute of Linguistics. Konsep, 1998. Terjemahan oleh
Perry Katoppo, 2004. Penelitian tentang salah satu segi adat
kawin suku Tabaru. Dalam bahasa Indonesia.
LAMIDJA, JOSEF. Suku Tobaru di Halmahera Utara. FKIP UNPATTI,
(0924.21256) Ambon, 1968. Penelitian adat-istiadat suku Tabaru.
LASSCHUIT, H. Verslag van Zend. Lasschuit. BUZ (Berichten van de
Utrechtse Zendingsvereeniging) n.s.21(1908)4: 56-60. Laporan
pekerjaan seorang utusan gereja dengan suku Tabaru di
Sidangoli (1907-1908) dan suku Tobelo.
LASSCHUIT, H. Jaarverslag der afdeeling Dodinga Juni 1907-Juni 1908.
BUZ (Berichten van de Utrechtse Zendingsvereeniging) n.s.21 (1908)12:
174-181. Laporan seorang utusan gereja tentang pelayanannya
di Halmahea termasuk pekerjaanya dengan orang Tabaru di
Sidangoli pada tahun 1907-1908.
LASSCHUIT, H. Een reis naar de Westkust. BUZ (Berichten van de Utrechtse
Zendingsvereeniging) n.s.22(1909)7: 106-109. Foto. Laporan seorang
utusan gereja tentang perjalanannya dari Dodinga ke Tidore
dan kunjungannya ke beberapa desa pada tahun 1909, termasuk
foto salu (rumah adat).
LASSCHUIT, H. Enkele opmerkingen over het zendingswerk in de Kau-baai
(Halmahera). BUZ (Berichten van de Utrechtse Zendingsvereeniging)
n.s.26(1913)12: 202-203. Keterangan tentang keadaan ekonomi
di beberapa tempat di Halmahera pada tahun 1913.
LASSCHUIT, H. De troebelen op Halmahera in 1914. MNZG (Mededeelingen
vanwege het Nederlandsche Zendelinggenootschap) 62(1918): 191196 Ceramah tentang pemberontakan terhadap pemerintahan
kolonial di Jailolo dan Kao pada tahun 1914.
- 110 -

LASSCHUIT, H. Een revolutionaire daad. Maandblad Zendingscorp. 3


(1920) 2: 20-22. Foto-foto. Keterangan tentang keyakinan asli
orang Halmahera tentang rambut serta pendapatnya setelah
menjadi Kristen.
LASSCHUIT, H. De bewoners der Noordelijke Molukken. J.C. van Eerde
(red.). De volken van Nederlandsch-Indi in monographien. Vol.
2. Amsterdam, Elsevier, 1921. Hal. 58-79. Foto-foto. Penjelasan
tentang kebudayaan orang Tabaru dan Tobelo. Mencakup data
geografis maupun hampir segala segi kehidupan orang pada
1906-1919.
LEMBAGA REKAMAN INJIL INDONESIA. Kehidupan Yesus. Kaset audio,
Bandung, 2002. Rekaman audio dari buku "Nanga Jou Yesus 'Awi
'Ahu ma Jarita" yang dibaca oleh beberapa orang Tabaru. Dalam
bahasa Tabaru. Termasuk musik Tabaru.
LEMBAGA REKAMAN INJIL INDONESIA. Kitab Yakobus. Kaset audio,
Bandung, 2002. Rekaman audio dari Surat Yakobus (dari buku " 'O
Habari ma Owa" tahun 2001) yang dibaca oleh beberapa orang
Tabaru. Dalam bahasa Tabaru. Termasuk musik Tabaru.
LULOFS, C. Onlusten in de buitenbezittingen. TBB (Tijdschrift voor
het Binnenlandsch Bestuur) 46(1914): 457-537. Pertimbangan
pemerintah kolonial tentang pemberontakan di Jailolo pada
tahun 1914.
MAAN, G., J. FORTGENS et al. Halmahera als zendingsveld ().
Nederlandsch Zendingsblad 23(1940)7: 93-102. Foto-foto. Laporan
tentang pekerjaan utusan gereja di Halmahera pada tahun
1939.
MAGANY, Pdt. M.Th., Bahtera Injil di Halmahera. Gereja Mahsehi Injili di
Halmahera, Tobelo, 1984. Sejarah Sinode Gereja Mahsehi Injili
di Halmahera. Termasuk peran suku Tabaru dalam sejarah
tersebut.
MASINAMBOW, E.K.M. (red.) Halmahera dan Raja Ampat, konsep
dan strategi penelitian. Jakarta, 1980. 398 hal. Lembaga ekonomi

- 111 -

dan kemasyarakatan nasional (Leknas, LIPI). Laporan penelitian


yang mencakup berbagai segi kebudayaan, bahasa, agama,
kesehatan dan lain-lain. Ditulis dalam bahasa Indonesia dan
bahasa Inggris.
MASINAMBOW, E.K.M. (red.) Halmahera dan Raja Ampat, Sebagai
Kesatuan Majemuk. Jakarta, 1983. 479 hal. Grafika, peta-peta. Lembaga
ekonomi dan kemasyarakatan nasional (Leknas, LIPI). Laporan
penelitian yang mencakup berbagai segi kebudayaan, bahasa,
agama, kesehatan dan lain-lain. Lanjutan dari Manisnambow
1980. Ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
MASINAMBOW, E.K.M. (red.) Maluku dan Irian Jaya. Jakarta, 1984. 460
Hal. Grafika, peta-peta. Lembaga ekonomi dan kemasyarakatan nasional
(Leknas, LIPI). Laporan penelitian yang mencakup berbagai segi
kebudayaan, bahasa, agama, kesehatan dan lain-lain. Lanjutan
dari Manisnambow 1980 dan 1983. Ditulis dalam bahasa
Indonesia dan bahasa Inggris.
METZ, J. Jaarverslag 1907-1908 van het district Loloda. BUZ (Berichten van
de Utrechtse Zendingsvereeniging) n.s.21(1908)10: 141-151. Laporan
seorang utusan gereja yang bekerja di antara beberapa suku,
termasuk pelayanan suku Tabaru di Ibu (1907-1908)
METZ, J. Een huwelijksaanzoek en zijn gevolgen. Een stukje zendingsgeschiedenis
van Halmaheira. BUZ (Berichten van de Utrechtse Zendingsvereeniging)
n.s.23(1910)9/10: 131-137. Foto. Keterangan tentang adat perkawinan
di antara orang Tabaru dan orang Loda.
MONK, KATHRYN A., de FRETES, YANCE, Reksodihardjo-Lilley, Gayatri,
Ekologi Nusa Tenggara dan Maluku, Prenhallindo, Jakarta 2000.
Nusa Tenggara dan Maluku merupakan kawasan kepulauan
yang sangat kaya dan beragam sumber dayanya. Namun
pengelolaan sumber dayanya harus memperhatikan keragaman
dan rentannya lingkungan di gugusan pulau-pulau atol ini. Jika
tidak, maka pembangunan berkelanjutan yang berwawasan di
lingkungan ini tidak dapat dicapai. Buku Ekologi Nusa Tenggara
dan Maluku ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi para
- 112 -

peneliti ilmiah yang bekerja dalam proyek-proyek penelitian di


bidang ekologi dan sosial ekonomi, karena berisi data tentang
masyarakat setempat, ekosistem, keanekaragaman hayati dan
pemanfaatan lahan yang dibahas dalam konteks sejarah dan
pembangunan yang berlangsung saat ini.
NIEUWENHUIS, A.W. Die Veranlagung der malaiischen Vlker des OstIndischen Archipels, erlatert an ihren industriellen Erzeugnissen. IAE
(Internationales Archiv fr Ethnographie) 21(1913) Suplamen 56 hal.
Foto-foto. Keterangan tentang kerajinan tangan di Indonesia,
dengan penjelasan khusus tentang kerajinan tangan orang
Tabaru termasuk tikar-tikar (ada foto-foto), tempat sirih,
keranjang-keranjang, tang (jepitan), gelang-gelang dan topitopi (pada halaman 47-53). Dalam bahasa Jerman.
PALANGI, YOSIAS, 'O Tabaruoka ma Kafirosi manga Songene Yoleleani ma
Jarita: Upacara Pemeliharaan Mayat dan Pemakaman Orang Tabaru Kuno.
STII, Ambon, 1992. Penjelasan tentang adat-istiadat pemakaman
suku Tabaru. Dalam bahasa Tabaru dan bahasa Indonesia.
PALANGI, YOSIAS, Sejarah Gereja dan Perkembangan Penerjemahan
Alkitab. STII, Ambon, 1992. Sejarah gereja dan terjemahan
Alkitab dengan pembahasan khusus tentang terjemahan
Alkitab ke dalam bahasa Tabaru.
PALANGI, YOSIAS, Kamus Bahasa Tabaru-Indonesia-Inggris. Konsep,
1996. Kamus populer bahasa Tabaru, Indonesia, Inggris yang
berbentuk thesaurus (kamus sinonim).
PALANGI, YOSIAS, Kamus Idiom Bahasa Tabaru. Konsep, 2001. Kamus
idiom bahasa Tabaru, yang menjelaskan ungkapan-ungkapan
yang tidak dapat diterjemahkan secara kata per kata.
PLATENKAMP, J.D.M., Tobelo, Moro, Ternate: The Cosmological
Valorization of Historical Events. Cakalele 4(1983): 61-89. Manoa,
Honolulu. Suatu analisis mitos-mitos dan sejarah suku-suku di
Halmahera termasuk orang Tabaru.
POLMAN, KATRIEN. The North Moluccas: An Annotated Bibliography.
Bibliographical Series 11, of the Koninklijk Instituut Taal-, Land- en
- 113 -

Volkenkunde, The Hague, 1981. Kepustakaan tentang Maluku Utara


dengan catatan dan keterangan tentang setiap tulisan. Termasuk
sejarah singkat Maluku Utara oleh Ch. F. van Fraassen.
PUTJUTJU, FREDERIK. 'O Di-dibangi ma ngale 'o Tabaruoka ma Nyawa
Pomariwo. 'O Rimoi 'Esamoi Pomasikabarija, Tomohon, 2003. Laporan
yang membahas bagaimana orang Tabaru dapat menghadapi 'era
globalisasi' dan 'pasar bebas.' Termasuk lagu bahasa Tabaru.
Laporan ini ditulis dalam bahasa Tabaru.
PUTJUTJU, FREDERIK, 'O Tabaruoka 'o Huruf Patesongo. VCD (Video
Compact Disk). Yayasan Pomarimoi, 2004. VCD (film dalam bentuk
Video Compact Disk) tentang ucapan huruf-huruf abjad bahasa
Tabaru. Dalam bahasa Tabaru.
PUTJUTJU, FREDERIK, Inkulturasi Musik Liturgi GMIH. Skripsi Falkultas
Teologi UKIT, Tomohon, 2005. Skripsi tentang hubungan musik
etnis suku Tabaru, Sahu (dan suku suku lain di kawasan GMIH)
dengan tata ibadah.
ROBIDE VAN DER AA, P.J.B.C (red.) Een tweetal bijdragen tot de kennis
van Halmahera. BKI (Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde
van Nederlandsch-Indi) 19(1872): 233-266. Peta. Laporan tentang
Halmahera tengah. Laporan ini menarik karena ada peta
Halmahera dari awal abad kedelapanbelas. Selain itu ada
kepustakaan (dengan keterangan) tentang
Halmahera.
Kepustakaan itu mencakup buku-buku yang diterbitkan di
antara tahun 1847-1865.
ROELFSEMA, H.R. Heerschers over verre eilanden. Haarlem, Tjeenk
Villink, 1917. 216 hal. Novel oleh seorang Belanda yang berkerja
di Halmahera sebagai petani, termasuk cerita tentang
pemberontakan penduduk asli terhadap pemerintah kolonial.
ROEST, J.L.D. van der. Adat en Zending. Verslag van de negentiende
Algemeene Nederlandsche Zendingsconferentie. Ermelo, Bureel Ned.
Zendingsbode, 1905. Hal. 64-81. Ceramah tentang agama dan adat
di Halmahera.

- 114 -

SGM INDONESIA. 'O Yesus Kristus, 'una ge'ena 'o nyawa 'o duniaka nanga
ro-riwo wonasilaha-laha. Surabaya 2005. Kutipan-kutipan ayatayat Kitab Suci bahasa Tabaru yang diambil dari Injil Lukas
dan Kisah Para Rasul. Dalam bahasa Tabaru.
SILZER, PETER, (red.) The Summer Institute of Linguistics bekerja sama
dengan Departamen Pendidikan dan Kebudayaan: Laporan Sepuluh
Tahun. Jakarta 1991. Penjelasan tentang pekerjaan SIL dan
UNPATTI pada halaman 51-61. Termasuk foto-foto orang
Tabaru, keluarga Kotynski dan riwayat hidup Yosias Palangi.
STOELENGA, A.G. Memorie van overgave van de onderafdeling Djailolo. 1939.
23 hal. Laporan tentang geografi, jumlah penduduk, pendidikan,
kesehatan, pertanian, perikanan, kehutanan dan transportasi di
Jailolo dari tahun 1937 sampai dengan 1939.
TABER, MARK (red.), Atlas Bahasa Tanah Maluku. Pusat Pengkajian dan
Pengembangan Maluku. Universitas Pattimura dan Summer Institute
of Linguistics, Ambon, Maluku 1996. Peta Propinsi Maluku dan
Maluku Utara yang menunjukkan semua bahasa daerah di
kedua propinsi tersebut, termasuk bahasa Tabaru.
TIM ALKITAB TABARU. O Lukasi Wi Ijili. Kantor MPW (GMIH) Ibu.
Tongute Sungi, Kec. Ibu, Maluku Utara, 1990. Kisah Kelahiran,
Kematian dan Kebangkitan Tuhan Yesus dalam bahasa Tabaru,
edisi percobaan.
TIM ALKITAB TABARU. Nanga Jou Yesus 'Awi 'Ahu ma Jarita: Kisah
Kehidupan Tuhan Yesus. Lembaga Alkitab Indonesia, Jakarta, 1994.
Kutipan-kutipan dari Injil Markus dan Injil Lukas dalam bahasa
Tabaru dan bahasa Indonesia.
TIM ALKITAB TABARU. 'O Habari ma Owa 'o Matius Wositotara. Lembaga
Alkitab Indonesia, Jakarta, 1998. Injil Matius dalam bahasa
Tabaru.
TIM ALKITAB TABARU. 'O Habari ma Owa. Lembaga Alkitab Indonesia,
Jakarta, 2001. Injil Matius (revisi), surat-surat Paulus kepada
Timotius, Surat Yakobus, surat-surat Yohanes dan surat
Yudas dalam bahasa Tabaru.
- 115 -

TIM ALKITAB TABARU. 'O Habari ma Owa de 'o Su-suloko manga


Manarama gee 'o Lukasi Wositotara. Lembaga Alkitab Indonesia,
Jakarta, 2003. Injil Lukas dan Kisah Para Rasul dalam bahasa
Tabaru.
TIM ALKITAB TABARU. Ma Jo'oungu ma Dutu 'awi Demo gee 'o Paulus
de 'o Yohanes Yositotara. Lembaga Alkitab Indonesia, Jakarta, 2004.
Surat-surat Paulus kepada jemaat di Tesalonika dan kitab
Wahyu dalam bahasa Tabaru.
TIM LITERASI TABARU. Almanak-almanak tahun 1991, 1992, 1996 1998.
Almanak-almanak dalam bahasa Tabaru, termasuk gambargambar karya orang Tabaru.
TIM LITURGI TABARU. 'O Taunu 2003 'o Tabaruoka Posinganonoli 'o
Yesus Wosupu 'o Duniano. VCD (Video Compact Disk). Yayasan
Pomarimoi, 2004. VCD (film dalam bentuk Video Compact Disk)
Upacara perayaan Natal tahun 2003 memakai bahasa dan
adat orang Tabaru. Dalam bahasa Tabaru.
TIM LITURGI TABARU. 'O Lo-lomu 'Itebi-tebini 'Isita-Tabaru ma Dodagi.
Yayasan Pomarimoi, 2006. Liturgi Gereja: edisi percobaan bahasa
Tabaru. Dalam bahasa Tabaru.
TIM LITURGI TABARU. Nou Powisianrene ma Jou Posita-Tabaru. Yayasan
Pomarimoi, 2007. Nyanyian-nyanyian rohani: edisi percobaan
bahasa Tabaru. Dalam bahasa Tabaru.
UGU, ABRAM, Semuanya Mulai Sirna. Skripsi,
Penelitian adat-istiadat suku Tabaru.

STT Tobelo, 1997.

VEEN, H. van der. De Noord-Halmahera'se taalgroep tegenover de


Austronesiese talen. Leiden, Van Nifterik, 1915. 8, VIII, 266 hal.
Thesis Rijksuniversiteit Leiden. Disertasi tentang bahasa daerah
di Halmahera yang bersifat bahasa-bahasa Papua (termasuk
bahasa Tabaru). Disertasi ini membuktikan bahwa bahasabahasa tersebut tidak termasuk rumpun Austronesia.
VISSER, LEONTINE E. (red.), Halmahera and Beyond: Social Science
Research in the Moluccas. KITLV Press, Leiden 1994. Kumpulan
tulisan-tulisan tentang kebudayaan suku-suku bangsa di
- 116 -

kawasan Halmahera, termasuk kepustakaan yang merupakan


lanjutan dari kepustakaan Katrien Polman.
VOORHOEVE, C.L., The Non-Austronesian Languages in the North
Moluccas. Dalam Masinambow 1983:13-39. Penelitian tentang
bahasa-bahasa daerah di Maluku Utara termasuk bahasa
Tabaru dengan peta-peta.
VOORHOEVE, C.L., Comparative Linguistics and the West Papuan Phylum.
Dalam Masinambow 1984:65-90. Penelitian tentang bahasabahasa daerah di Maluku Utara (termasuk bahasa Tabaru) dan
hubungannya dengan bahasa-bahasa daerah di Papua.
WILLER, T.J. Aanteekeningen omtrent het Noorder-schiereiland van het eiland
Halmahera. Indische Archief 1(1849)1: 343-398. Keterangan tentang
suku-suku bangsa di Halmahera, termasuk sejarah singkat pulau
Halmahera pada tahun 1250-1715.
WIDJOJO, Muridan Satrio. 2007. Cross Cultural Alliance Making and
Local Resistance in Maluku during the Revolt of Prince Nuku, c.
1780-1810. PhD. Dissertation. Leiden: Leiden University. Sejarah
pemberontakan Sultan Nuku terhadap penjajahan Belanda,
khususnya hubungan Nuku dengan suku-suku bangsa di kawasan
Sultan Tidore. Ada penjelasan tentang peran orang Tabaru
dalam pemberontakan tersebut.
WILLER, T.J. De Halfoeren van Noord-Halmahera. Het eiland Boeroe, zijne
exploitatie en Halfoersche instellingen. Amsterdam, Frederik Muller,
1858. Hal. 31-83. Tables. Penjelasan tentang penduduk Halmahera
pada tahun 1847. Ada keterangan geografi, ciri-ciri fisik, jumlah
penduduk dan bahasa. Ada juga sejarah Halmahera dari tahun
1200 sampai 1715, dengan sejarah kesultanan Jailolo.
YOSHIDA, S. On the notions of orientation in Halmahera. Bulletin of the
National Museum of Ethnology 2 (1977) 3: 437-497. Laporan dalam
bahasa Jepang tentang penentuan arah dalam bahasa-bahasa
daerah di Halmahera.
ZONDERVAN, H. Die Insel Halmahera. Geographische Zeitschrift 35
(1929): 596-616. Peta, kepustakaan, grafika. Penjelasan geografis
dan kebudayaan orang Halmahera. Dalam bahasa Jerman.
- 117 -

- 118 -

Nou, Pomasikata-Tabaru!

Nou, Pomasikata-Tabaru!

Mari Berbahasa Tabaru!


Lets Speak Tabaru