Anda di halaman 1dari 65

KATA PENGANTAR

Menulis karya ilmiah merupakan kegiatan yang sangat penting di


kalangan mahasiswa, baik karya ilmiah hasil telaah kepustakaan maupun
karya ilmiah hasil penelitian lapangan. Mahasiswa dituntut memiliki
pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan dalam menulis karya ilmiah
mulai dari makalah sebagai tugas-tugas mata kuliah maupun menulis
skripsi sebagai karya ilmiah wajib bagi penyelesaian studi mahasiswa.
Pedoman Operasional Penulisan Skripsi (POPS) dimaksudkan untuk
memberikan kemudahan dan kejelasan bagi mahasiswa yang akan dan
sedang menulis karya ilmiah, baik makalah tugas mata kuliah maupun
skripsi tugas akhir penyelesaian studi. Dengan adanya pedoman ini
diharapkan ada keseragaman tentang tata tulis karya ilmiah di lingkungan
Program Studi Pendidikan Akuntansi.
Pedoman ini akan terus mengalami penyesuaian seiring dengan
dinamika perkembangan keilmuan Program Studi Pendidikan Akuntansi.
Semoga dengan adanya pedoman ini tidak ada lagi perbedaan
pemahaman di kalangan mahasiswa, dosen pembimbing, dan dosen
penguji tentang tata tulis makalah dan skripsi di lingkungan Program Studi
Pendidikan Akuntansi.

Ketua Program Studi

Dr. Kurjono, M.Pd


NIP. 196810201998021003

DAFTAR ISI

BAB

PENDAHULUAN
A. Prosedur Penyelesaian Studi Mahasiswa.......................
B. Karakteristik Skripsi ........................................................
C. Pembimbing Skripsi ........................................................
D. Masa Penulisan Skripsi...................................................
E. Prosedur Penetapan Pembimbing ..................................
F. Proses Bimbingan...........................................................
G. Seminar Usul Penelitian..................................................

BAB II

SISTEMATIKA SKRIPSI
A. SistematikaUsulPenelitian ..............................................
B. SistematikaSkripsi ..........................................................

BAB III

25
25
27
28
30

TEKNIK PENULISAN
A. Umum .............................................................................
B. Penulisan Bagian Awal Skripsi .......................................
C. Penulisan Angka.............................................................
D. Penulisan Singkatan .......................................................
E. Penulisan Isi Kutipan ......................................................
F. Penulisan Sumber Kutipan .............................................
G. Penulisan Daftar Pustaka ...............................................
H. Naskah Skripsi................................................................

11
11
15
17
20
22

MAKALAH DAN ARTIKEL


A. Karakteristik Makalah......................................................
B. Sistematika Makalah.......................................................
C. Artikel..............................................................................
D. Tata Tulis Artikel .............................................................
E. Mekanisme Pengusulan Artikel.......................................

BAB V

7
8

PENJELASAN BAGIAN INTI SKRIPSI


A. Penjelasan Umum ..........................................................
B. Penjelasan Bab I.............................................................
C. Penjelasan Bab II............................................................
D. Penjelasan Bab III...........................................................
E. Penjelasan Bab IV ..........................................................
F. Penjelasan Bab V ...........................................................

BAB IV

1
2
2
3
4
4
5

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

31
33
33
34
34
36
37
41

BAB VI

UJIAN SIDANG DAN PENILAIAN SKRIPSI


A. Persyaratan Ujian Sidang ...............................................
B. Pendaftaran Ujian Sidang ...............................................
C. Pelaksanaan Ujian Sidang..............................................
D. Komponen Penilaian Ujian Sidang .................................
E. Penentuan Yudicium Akhir..............................................
F. Perbaikan Skripsi............................................................
G. Wisuda............................................................................

45
46
46
47
48
48
49

BAB I
PENDAHULUAN
Prosedur Penyelesaian Studi Mahasiswa
1. Mahasiswa dapat menempuh salah satu dari dua jalur penyelesaian
studi, yaitu penyelesaian studi melalui jalur penulisan skripsi dan jalur
tanpa skripsi.
2. Mahasiswa yang berhak menempuh penyelesaian studi melalui jalur
penulisan skripsi adalah sebagai berikut :
a. Pada akhir semester VI telah memperoleh sekurang-kurangnya 105
sks dengan IPK serendah-rendahnya 2.50
b. Telah lulus mata kuliah Metode Penelitian Pendidikan Akuntansi
dan mata kuliah prasyarat skripsi lainnya yang ditetapkan oleh
program studi.
c. Menyusun Usul Penelitian (proposal) untuk diajukan dalam Seminar
Usul Penelitian.
d. Mendapat rekomendasi dari Pembimbing Akademik.
3. Jika sampai dengan akhir Semester VI mahasiswa belum memperoleh
akumulasi 105 sks atau memiliki IP kurang dari 2.50 dapat mengajukan
usul menyelesaikan studi melalui jalur tanpa skripsi.
4. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh mahasiswa yang menempuh
jalur penyelesaian tanpa skripsi adalah sebagai berikut:
a. Membuat surat pernyataan tertulis diatas kertas bermaterai untuk
menempuh jalur tanpa skripsi, yang diketahui / disetujui oleh
Pembimbing Akademik;
b. Mengambil mata kuliahmata kuliah tertentu sebanyak 6 sks
sebagai pengganti skripsi;
5. Penyelesaian studi tanpa menulis skripsi hanya dizinkan bagi
mahasiswa dengan pertimbangan dan persyaratan tertentu;
6. Ketentuan lebih lanjut tentang mekanisme penyelesaian studi melalui
jalur tanpa skripsi akan diatur dalam peraturan tersendiri.

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

Karakteristik Skripsi
1. Skripsi adalah karya tulis ilmiah resmi yang ditulis oleh mahasiswa
dalam rangka penyelesaian Program Sarjana (S1).
2. Skripsi merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam
melaksanakan penelitian ilmiah sesuai dengan bidang keahliannya.
3. Penulisan skripsi pada Program Studi Pendidikan Akuntansi memiliki
karakteristik sebagai berikut :
a. Wajib ditempuh oleh setiap mahasiswa yang akan menyelesaikan
studi pada Program Studi Pendidikan Akuntansi;
b. Didasarkan pada hasil penelitian lapangan;
c. Ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia Baku;
d. Dilaksanakan oleh mahasiswa dibawah bimbingan Pembimbing
yang ditetapkan oleh Dekan atas usul Ketua Program Studi;
e. Ruang lingkup skripsi diarahkan pada bidang kajian Program Studi
Pendidikan Akuntansi, baik bidang kajian pendidikan dan
pengajaran akuntansi, kajian disiplin ilmu akuntansi dan kajian
disiplin ilmu lain yang relevan dengan pembinaan kompetensi
lulusan Program Studi Pendidikan Akuntansi;
f. Bidang-bidang kajian skripsi ditetapkan oleh Program Studi.

Pembimbing Skripsi
1. Setiap mahasiswa dibimbing oleh sekurang-kurangnya 1 (satu) orang
Pembimbing Skripsi;
2. Penetapan pembimbing skripsi dituangkan dalam Surat Keputusan
(SK) Dekan dan berlaku untuk enam bulan;
3. Tugas pokok pembimbing skripsi adalah :
a. Membantu mahasiswa dalam memilih dan merumuskan topik atau
tema sentral yang akan diangkat dalam skripsi mahasiswa;
b. Membimbing dan mengarahkan
penyusunan usul penelitian;

mahasiswa

dalam

proses

c. Membantu mahasiswa dalam mencari dan merumuskan referensi


teori/keilmuan yang sesuai dengan topik atau tema sentral skripsi
mahasiswa;

d. Membimbing dan mengarahkan mahasiswa dalam proses


penyusunan instrumen penelitian, pengumpulan dan pengolahan
data penelitian, serta penyusunan keseluruhan naskah skripsi;
e. Memberikan persetujuan terhadap usul penelitian untuk diajukan
dalam seminar usul penelitian;
f.

Hadir dan memimpin seminar usul penelitian dan sidang


pertahanan skripsi mahasiswa;

g. Memberikan persetujuan terhadap naskah skripsi untuk diajukan


dalam ujian sidang;
h. Memberikan penilaian terhadap skripsi yang diujikan;
i.

Membimbing dan mengarahkan mahasiswa dalam penyelesaian


revisi skripsi.

4. Jika pembimbing skripsi mengundurkan diri atau karena sebab lain


yang tidak memungkinkan bagi yang bersangkutan melaksanakan
tugas pembimbingan skripsi, maka Ketua Prodi harus mengusulkan
penggantian pembimbing skripsi kepada Dekan;
5. Mekanisme penggantian Pembimbing sebagaimana dimaksud butir 4
adalah sebagai berikut:
a. Pembimbing yang mengundurkan diri harus membuat surat
pengunduran diri yang ditujukan kepada Dekan melalui Ketua
Program Studi dan menyebutkan alasan pengunduran dirinya;
b. Ketua Program Studi atas usul TPPS menetapkan Pembimbing
pengganti
c. Ketua Program Studi membuat surat permohonan SK Dekan
untuk menetapkan penggantian Pembimbing;
d. Mahasiswa hanya boleh melanjutkan bimbingan dengan
Pembimbing baru setelah SK Dekan tentang Penetapan
Pembimbing baru keluar dan diterima oleh Pembimbing;

Masa Penulisan Skripsi


1. Masa penulisan skripsi adalah enam bulan terhitung sejak tanggal
Surat Penetapan Pembimbing Skripsi dan dapat diperpanjang untuk
masa satu kali enam bulan berikutnya;
2. Selama masa penulisan skripsi tersebut mahasiswa melaksanakan
penelitian dan penulisan skripsi di bawah bimbingan pembimbing
skripsi;

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

3. Setiap tiga bulan sekali mahasiswa wajib menyerahkan laporan


kemajuan bimbingan skripsi kepada Ketua Program Studi melalui
TPPS;
4. Perpanjangan masa penulisan dapat diajukan kepada Ketua Program
Studi melalui TPPS oleh mahasiswa, yang diketahui oleh Pembimbing
I dengan mengemukakan alasan secara tertulis.
5. Ketua TPPS meneruskan usul perpanjangan masa penulisan skripsi
kepada Ketua Program Studi untuk mendapatkan persetujuan.
6. Ketua Program Studi mengusulkan perpanjangan masa bimbingan
kepada Dekan untuk ditetapkan dalam SK Perpanjangan Masa
Bimbingan Skripsi.
7. Jika dipandang perlu, Ketua Program Studi dapat mengundang seluruh
pembimbing skripsi dan mahasiswa untuk menyelenggarakan
bimbingan bersama.
8. Bimbingan bersama wajib dihadiri oleh mahasiswa dan para
Pembimbing skripsi terkait.

Prosedur Penetapan Pembimbing.


1. Mahasiswa mengajukan judul tentatif kepada Ketua Prodi melalui
TPPS dengan melampirkan Rekomendasi dari Pembimbing Akademik;
2. Ketua Prodi mengundang anggota TPPS untuk membahas kelayakan
judul tentatif yang diajukan mahasiswa;
3. Mahasiswa dapat diundang untuk menyajikan pokok-pokok pikiran usul
penelitiannya;
4. TPPS dapat menolak judul tentatif yang diajukan mahasiswa;
5. Ketua Prodi menugaskan TPPS untuk menyusun draft pembagian
Pembimbing
dengan
mempertimbangkan
proporsi
tugas
pembimbingan dan kelayakan judul yang diajukan mahasiswa;
6. Ketua Prodi mengusulkan penetapan Pembimbing Skripsi kepada
Dekan;
7. Proses bimbingan skripsi dimulai setelah Pembimbing menerima
salinan SK Dekan tentang Penetapan Pembimbing Skripsi;
8. Mahasiswa yang telah memperoleh Surat Penetapan Pembimbing
Skripsi dapat mulai menyusun usul penelitian sesuai dengan judul
tentatif yang tercantum dalam SK dan berkonsultasi dengan
Pembimbing Skripsi

Proses Bimbingan.
Proses bimbingan dibagi menjadi dua tahap, yaitu tahap bimbingan usul
penelitian dan bimbingan naskah skripsi:
1) Bimbingan usul penelitian dimulai sejak mahasiswa memperoleh
Surat Penetapan Pembimbing Skripsi sampai dengan usul
penelitian dibahas dalam Seminar Usul Penelitian;
a) Mahasiswa harus memperlihatkan Surat Penetapan
Pembimbing Skripsi kepada Pembimbing pada saat
bimbingan pertama;
b) Mahasiswa
menyusun
usul
penelitian
mengkonsultasikannya dengan pembimbing skripsi.

dan

c) Usul penelitian yang telah selesai dan dianggap layak untuk


diseminarkan ditandatangani oleh Pembimbing dalam Lembar
Pengesahan ;
2) Bimbingan naskah skripsi dimulai sejak Seminar Usul Penelitian
sampai dengan proses perbaikan skripsi setelah Ujian Sidang;
a) Mahasiswa dapat mulai menyusun draft naskah skripsi dan
mengkonsultasikannya kepada Pembimbing setelah selesai
melakukan perbaikan usul penelitian yang disarankan
Penelaah ;
b) Penyusunan naskah skripsi dimulai dengan menyusun Draft
Bab I sampai dengan Bab III termasuk instrumen penelitian
dan dikonsultasikan kepada Pembimbing;
c) Pengumpulan data dapat dilakukan jika Draft Bab I, Bab II,
Bab III dan instrumen penelitian disetujui oleh Pembimbing;
d) Mahasiswa menyusun dan mengkonsultasikan Draft Bab IV
dan Bab V setelah pengumpulan data selesai;
e) Setelah Draft Bab IV dan Bab V disetujui, mahasiswa
mengkonsultasikan bagian awal dan bagian akhir naskah
skripsi;
f)

Pembimbing menandatangani Lembar Pengesahan jika


seluruh naskah skripsi disetujui dan dapat diajukan untuk
dipertahankan dalam ujian sidang;

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

Seminar Usul Penelitian


1. Prosedur seminar usul penelitian adalah sebagai berikut:
a. Mahasiswa mengajukan permohonan mengikuti Seminar Usul
Penelitian kepada Ketua Program Studi melalui TPPS, dengan
melampirkan:
1) Usul Penelitian yang telah ditandatangani oleh Pembimbing
sebanyak empat eksemplar;
2) Transkrip akademik yang ditandatangani Ketua Prodi dan
Pembantu Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan;
3) Keterangan perubahan judul yang ditandatangani Pembimbing
(jika judul usul penelitian yang diajukan berbeda dengan judul
yang tercantum dalam SK Penetapan Pembimbing Skripsi);
4) FC kuitansi atau bukti pembayaran SPP terakhir yang sah;
5) FC Kartu Tanda Mahasiswa;
6) Persyaratan lain yang ditentukan Ketua Program Studi;
b. TPPS memeriksa kelengkapan persyaratan yang diajukan;
c. TPPS mengajukan daftar calon penelaah seminar usul penelitian
kepada Ketua Program Studi untuk mendapatkan penetapan;
d. Ketua Program Studi menerbitkan SK Penetapan Penelaah
Seminar Usul Penelitian;
e. Ketua Program Studi akan mengganti anggota tim penelaah yang
tidak hadir dalam seminar usul penelitian oleh dosen lain atas usul
TPPS;
f.

Pembimbing skripsi harus hadir dan memimpin seminar usul


penelitian;

g. Jika Pembimbing tidak hadir pada jadwal yang telah ditentukan,


maka seminar usul penelitian untuk mahasiswa yang
bersangkutan ditangguhkan;
h. Seminar usul penelitian dilaksanakan oleh TPPS secara terbuka,
yang dihadiri oleh mahasiswa pengusul, pembimbing skripsi
sebagai ketua sidang seminar, tim penelaah, dan mahasiswa
lainnya yang berminat sebagai peninjau;
2. Seminar menetapkan hasil penelaahan Usul Penelitian dengan dua
kategori penetapan, yaitu :
a) Diterima tanpa catatan. Mahasiswa dapat langsung mengikuti
proses berikutnya (bimbingan penulisan skripsi);

b) Diterima dengan catatan. Mahasiswa harus memperbaiki hal-hal


yang disarankan sebelum mengikuti proses berikutnya.
3. Satu eksemplar Usul Penelitian yang telah diperbaiki diserahkan ke
TPPS untuk didokumentasikan;

BAB II
10

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

SISTEMATIKA SKRIPSI

Sistematika Usul Penelitian


1. Usul penelitian merupakan perencanaan penelitian yang akan
dilakukan oleh peneliti, dalam hal ini mahasiswa, berisi substansi
materi kajian penelitian, langkah kerja penelitian, rencana analisis dan
pelaporan hasil penelitian.
2. Usul penelitian mahasiswa terdiri dari bagian awal, bagian inti, dan
bagian akhir. Bagian awal terdiri dari
a. Halaman judul,
b. Lembar pengesahan pembimbing,
c. Kata pengantar, dan
d. Daftar isi
3. Bagian inti usul penelitian terdiri atas1) :
a. Latar belakang penelitian
b. Identifikasi masalah
c. Rumusan masalah penelitian
d. Maksud dan tujuan penelitian
e. Kegunaan penelitian
f. Landasan Teoretis
g. Kerangka pemikiran
h. Hipotesis
i.

Metode penelitian, berisi :


1) Desain Penelitian
2) Operasionalisasi Variabel
3) Populasi dan Sampel
4) Teknik Penumpulan Data
5) Teknik Analisis Data dan Pengujian Hipotesis

1)

Outline ini digunakan untuk penelitian survey. Untuk penelitian nonsurvey dapat dilihat di
lampiran

4. Untuk penelitian deskriptif yang tidak menguji hubungan antar variabel,


maka Kerangka Pemikiran dan Hipotesis dihilangkan dan diganti
dengan Kajian Pustaka atau Tinjauan Teoretis, serta pada bagian
Metode Penelitian tidak ada Pengujian Hipotesis. Pertanyaan
penelitian ada pada rumusan masalah penelitian;
5. Setiap unsur bagian inti usul penelitian ditulis sebagai satu kesatuan,
tidak ditulis dalam bab terpisah;
6. Bagian akhir terdiri dari
a. Daftar pustaka;
b. Lampiran-lampiran :
1) Instrumen penelitian;
2) Foto copy frekuensi bimbingan;
3) SK Penetapan Pembimbing;
4) Keterangan Perubahan Judul (jika ada)

Sistematika Skripsi
1. Skripsi disusun berdasarkan usul penelitian dan hasil penelitian
lapangan. Oleh karena itu kandungan skripsi pada dasarnya adalah
pengembangan dari usul penelitian ditambah hasil penelitian lapangan.
2. Bagian-bagian skripsi terdiri dari bagian awal, bagian inti, dan bagian
akhir.
3. Bagian awal skripsi terdiri dari :
a. Halaman judul luar
b. Halaman judul dalam
c. Halaman pengesahan skripsi
d. Halaman pernyataan keaslian skripsi dan bebas plagiarisme;
e. Halaman pelaksanaan ujian (dibuat setelah ujian sidang)
f. Halaman abstrak
g. Kata Pengantar
h. Ucapan Terimakasih
i.

Daftar Isi

j.

Daftar Tabel (jika ada)

k. Daftar Gambar (jika ada)

12

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

l.

Daftar Lampiran (jika ada)

4. Bagian inti skripsi terdiri atas 2) :


Bab I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penelitian
B. Identifikasi Masalah Penelitian
C. Rumusan Masalah Penelitian
D. Maksud dan Tujuan Penelitian
E. Manfaat Penelitian

Bab II

LANDASAN TEORI
A. Teori yang Relevan
B. Hasil Penelitian Terdahulu
C. Kerangka Pemikiran
D. Hipotesis Penelitian

Bab III

METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian
B. Operasionalisasi Variabel
C. Populasi dan Sampel atau Sumber Data
D. Teknik Pengumpulan Data
E. Analisis Data dan Pengujian Hipotesis

Bab IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A. Gambaran Obyek Penelitian
B. Deskripsi Hasil Penelitian
C. Analisis Data dan Pengujian Hipotesis Penelitian
D. Pembahasan Hasil Penelitian

Bab V

SIMPULAN DAN SARAN


A. Simpulan
B. Saran

5. Untuk penelitian deskriptif yang tidak menguji hubungan antar variabel,


pada Bab II tidak ada Kerangka Pemikiran dan Hipotesis dan pada
Bab IV tidak ada Pengujian Hipotesis Penelitian.
2)

Outline ini digunakan untuk penelitian survey. Untuk penelitian nonsurvey dapat dilihat di
lampiran.

6. Bagian akhir skripsi terdiri dari :


a. Daftar Pustaka
b. Lampiran-lampiran :
1) Instrumen penelitian
2) Tabulasi data penelitian;
3) Perhitungan-perhitungan analisis data dan pengujian hipotesis;
4) Foto copy frekuensi bimbingan;
5) SK Penetapan Pembimbing Skripsi
6) Keterangan Perubahan Judul (jika ada)
7) Surat izin/keterangan penelitian (jika ada)
c. Daftar Riwayat Hidup
7. Penjelasan bagian inti skripsi secara rinci disajikan dalam bab berikut.

14

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

BAB III
PENJELASAN BAGIAN INTI SKRIPSI

Penjelasan Umum
1. Penjelasan bagian inti skripsi mencakup penjelasan isi skripsi yang
dituangkan dalam Bab I sampai dengan Bab V naskah skripsi;
2. Beberapa bagian yang dijelaskan disini berlaku juga untuk isi Usul
Penelitian.
3. Untuk memudahkan pemahaman mahasiswa, penjelasan bagian inti
skripsi diatur sebagai berikut :
a. Penomoran pada topik yang dijelaskan mengikuti penomoran pada
skripsi, misalnya Latar Belakang Penelitian diberi nomor A
karena merupakan bagian pertama dari Bab I, sehingga akan ditulis
:
A. Latar Belakang Penelitian
b. Pada beberapa bagian diberikan contoh untuk memperkuat
penjelasan. Contoh disajikan dalam bagian yang diberi box and
shading.

Penjelasan Bab I
1. Judul Bab I adalah Pendahuluan. Bab I terdiri dari empat sub bab,
sebagai berikut :
A. Latar Belakang Penelitian
B. Identifikasi Masalah Penelitian
C. Rumusan Masalah Penelitian
D. Maksud dan Tujuan Penelitian
E. Manfaat Penelitian
2. Penjelasan masing-masing sub bab adalah sebagai berikut :
A. Latar Belakang Penelitian

Latar belakang penelitian harus mencantumkan dan menjelaskan halhal berikut :


a. Fenomena yang diamati atau tema sentral yang dipilih sebagai
problem setting. Fenomena tersebut dapat diamati langsung dari
obyek penelitian (observation) maupun dari laporan-laporan ilmiah
hasil penelitian sebelumnya (prior study).
Beberapa contoh problem setting :

Turunnya rentabilitas perusahaan


Ada kecenderungan penurunan minat siswa terhadap mata
pelajaran akuntansi;
Tingkat kegagalan produksi mengalami peningkatan
Perolehan nilai UN mengalami penurunan

b. Data (kuantitatif) yang mendukung adanya kesenjangan antara


harapan-harapan (ideal state) dengan kenyataan yang dijumpai
(actual state).
c. Data dapat disajikan dalam bentuk tabel atau grafik dengan
menyebutkan sumbernya.
d. Analisis masalah yang menjelaskan masalah yang muncul dari
adanya kesenjangan tersebut dan problematika yang akan muncul
jika fenomena tersebut dibiarkan
Contoh 1 :
Rendahnya rata-rata capaian nilai UN SMA di Kota Bandung
dibandingkan dengan rata-rata nilai UN tingkat nasional
mengindikasikan adanya masalah yang perlu mendapat
perhatian serius. Apalagi jika nilai UN dijadikan salah satu
komponen ujian masuk perguruan tinggi negeri, akan banyak
siswa SMA dari Kota Bandung yang sulit bersaing dengan siswa
SMA dari kota-kota lainnya yang memiliki rata-rata capaian nilai
lebih tinggi. dst

Contoh 2 :
Kecenderungan
menurunnya
kesehatan
perusahaan
sebagaimana terlihat dari tabel di atas mengindikasikan dan
memberi peringatan atas beberapa hal. Semakin rendahnya
tingkat likuiditas dan solvabilitas perusahaan akan dibaca oleh
kreditur sebagai penurunan kemampuan perusahaan dalam

16

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

memenuhi kewajibannya. Demikian pula menurunnya tingkat


rentabilitas akan berpengaruh pada turunnya nilai perusahaan
secara keseluruhan. .dst

e. Sampai dengan tahap ini peneliti telah menemukan justifikasi


pentingnya tema sentral tersebut untuk diteliti.

B. Identifikasi MasalahPenelitian
Selanjutnya, dengan dipandu oleh teori-teori atau paradigma yang
berlaku, peneliti mengidentifikasi faktor - faktor yang diduga dapat
menjadi solusi bagi masalah tersebut.
Peneliti juga mengungkapkan beberapa hasil penelitian terdahulu yang
berkaitan dengan masalah tersebut.
Contoh :
Berdasarkan kajian dari beberapa pendapat pakar (penulis
menyebutkan nama-nama pakar dimaksud beserta sumbernya!),
terungkap bahwa rendahnya capaian nilai hasil belajar siswa
dipengaruhi oleh kompetensi guru. PP Nomor 74 tahun 2008.
menyebutkan bahwa kompetensi guru terdiri dari kompetensi
pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan
kompetensi sosial. .dst .

C. Rumusan Masalah Penelitian


Peneliti memilih beberapa faktor dari faktor-faktor yang teridentifikasi
untuk dijadikan solusi bagi masalah yang ditetapkan sebelumnya.
Peneliti menjelaskan faktor-faktor apa yang dipilih dan mengapa ia
memilih faktor-faktor tersebut.
Penjelasan dapat disandarkan pada keyakinannya sendiri atau
disandarkan pada rekomendasi dari penelitian-penelitian sebelumnya.
Peneliti juga harus menjelaskan beberapa keterbatasan yang dimiliki
sehingga hanya faktor-faktor tersebut yang dipilih.

Contoh :
Berdasarkan uraian pada latar belakang ..... peneliti merumuskan
masalah penelitian ini sebagai berikut : Bagaimanakah pengaruh
kompetensi guru yang terdiri dari kompetensi pedagogik,
kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi
sosial terhadap prestasi belajar siswa .. Permasalahan tersebut
selanjutnya dijabarkan dalam beberapa pertanyaan penelitian
sebagai berikut :
(1) Bagaimanakah gambaran kompetensi guru ...
(2) .......

D. Maksud dan Tujuan Penelitian


Maksud penelitian menjelaskan secara garis besar kegiatan apa yang
akan dilakukan dalam kerangka solusi atas masalah yang ditetapkan.
Tujuan penelitian adalah untuk menjawab masalah penelitian yang
diajukakn dalam rumusan masalah
Contoh :
Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis secara mendalam
mengenai prestasi belajar siswa, penelitian juga dimaksudkan untuk
mengumpulkan
data
mengenai faktor-faktor
yang
akan
mempengaruhi prestasi belajar siswa meliputi ...
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah
(1) Untuk mempelajari pengaruh
prestasi belajar siswa dalam

kompetensi

guru

terhadap

(2) Untuk .......

E. Manfaat Penelitian
Peneliti mengungkapkan dua manfaat dari hasil penelitian, yaitu
teoretis (akademik) dan empiris (praktis)
Manfaat teoretis adalah kontribusi dari hasil penelitian terhadap teori /
paradigma yang melandasi penelitian tersebut. Manfaat yang mungkin
diperoleh adalah memperkuat, mengoreksi, atau menolak /
meruntuhkan teori / paradigma yang ada.

18

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

Manfaat empiris (praktis) adalah kontribusi dari hasil penelitian


terhadap pemecahan masalah pada obyek yang diteliti.

Penjelasan Bab II
1. Bab II diberi judul LANDASAN TEORI. Bab ini berisi tiga bagian
pokok, yaitu :
A.
B.
C.
D.

Teori yang relevan


Hasil penelitian terdahulu
Kerangka pemikiran, dan
Hipotesis penelitian

2. Penjelasan masing bagian adalah sebagai berikut :


A. Teori yang Relevan
Pada bagian ini diungkapkan landasan teori dan atau pendapat para
ahli yang digunakan sebagai rujukan dalam penyusunan kerangka
pemikiran (theorethical framework) dan hipotesis penelitian.
Peneliti dapat menguraikan bagian ini kedalam beberapa sub-bagian,
sesuai dengan karakteristik teori dan / atau variabel-variabel penelitian
yang dikaji.
Landasan teori atau kajian pustaka pada bagian ini harus mengkaji
antara lain :

Teori utama dan turunannya dalam bidang yang dikaji

Mengidentifikasi indikator dari setiap variabel penelitian


berdasarkan kajian teori dan hasil penelitian sebelumnya.

Judul yang digunakan untuk setiap sub bab dapat diambil dari
variabel-variabel yang diteliti.

B. Hasil Penelitian Terdahulu


Pada bagian ini harus dijelaskan secara ringkas hal-hal berikut :

Hasil-hasil penelitian terdahulu yang memiliki kesamaan tema


sentral dengan penelitian ini. Hasil penelitian terdahulu diperoleh
dari jurnal-jurnal dan publikasi hasil penelitian lain, baik online
maupun printed yang berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris

Kedudukan penelitian ini diantara penelitian-penelitian lainnya,


apakah merupakan penelitian lanjutan dari penelitian sebelumnya
atau penelitian yang mengkaji topik baru;

C. Kerangka Pemikiran
Kerangka pemikiran (theoretical framework) merupakan jalan pikiran
logis (logika) peneliti dalam memecahkan masalah yang diajukan.
Ketika menyusun rumusan masalah, peneliti secara eksplisit telah
mengungkapkan variabel-variabel yang terlibat dalam penelitiannya.
Dalam kerangka pemikiran, peneliti menjelaskan gambaran umum
tetapi jelas mengenai keberadaan dan kedudukan variabel-variabel
penelitian. Peneliti dapat mengajukan pendapat orang lain yang dikutip
sebagai penopang keajegan jalan pikirannya.
Pada bagian ini peneliti menjelaskan alur pikir logis mengapa satu
atau beberapa variabel independen dapat mempengaruhi variabel
dependen.
Kerangka pemikiran diakhiri dengan pengungkapan model hubungan
di antara variabel-variabel penelitian.
Contoh :

Keterangan :
X2
X3
X4
Y

X1 =
Kompetensi Pedagogik
= Kompetensi Profesional
= Kompetensi Kepribadian
= Kompetensi Sosial
= Prestasi Belajar Siswa

D. Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah
penelitian. Hipotesis harus terkait langsung dengan masalah yang
dirumuskan. Hipotesis dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang
dapat diuji. Oleh karena itu penggunaan kalimat dalam hipotesis harus
jelas dan terukur.
Hipotesis diungkapkan dalam kalimat deklaratif.
Contoh :

20

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

Berdasarkan paparan kerangka pemikiran diatas, hipotesis dalam


penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : Kompetensi guru yang
terdiri dari kompetensi pedagogik, kompetensi profesional,
kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial memiliki pengaruh
positif terhadap prestasi belajar siswa

Untuk penelitian deskriptif yang tidak menguji hubungan antar variabel,


isi Bab II hanya kajian teoretis dan hasil-hasil penelitian sebelumnya
yang berkaitan dengan variabel yang diteliti.

Penjelasan Bab III


1. Bab III diberi judul METODE PENELITIAN. Peneliti dapat mengurai
bab ini ke dalam beberapa sub bab, antara lain sebagai berikut :
A.
B.
C.
D.
E.

Desain Penelitian
Operasionalisasi Variabel
Populasi dan sampel atau Sumber Data Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Pengolahan Data dan Pengujian Hipotesis

2. Penjelasan masing-masing sub bab adalah sebagai berikut :


A. Desain Penelitian
Bagian ini menjelaskan metode penelitian yang digunakan dan
bagaimana prosedur penelitian dilakukan. Peneliti harus menjelaskan
desain penelitian yang sesuai dengan kerangka pemikiran / paradigma
penelitian yang diuraikan dalam Bab II

B. Operasionalisasi Variabel
Operasionalisai variabel adalah menjelaskan indikator-indikator dari
setiap variabel penelitian. Variabel-variabel harus dijelaskan secara
rinci dengan menggunakan indikator-indikator yang jelas dan terukur.
Dimensi merupakan sisi lain dari variabel yang memiliki nilai yang
berbeda. Misalnya : variabel prestasi belajar dapat dilihat dari sisi
hasil belajar yaitu bagaimana perolehan nilai hasil belajar, dan
waktu tempuh yaitu berapa lama waktu yang diperlukan untuk
memperoleh hasil tersebut. Contoh lain adalah variabel Kinerja

Perusahaan yang dapat didefinisikan dengan menggunakan empat


perspektif balanced scorecard, yaitu : (1) kinerja keuangan, (2) kinerja
dalam perspektif keuangan, (3) kinerja dalam perspektif proses bisnis,
dan (4) kinerja dalam perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.
Jika secara konseptual sebuah variabel hanya memiliki definisi tunggal
berarti variabel tersebut hanya memiliki satu dimensi.
Operasionalisasi variabel dapat dituangkan dalam bentuk tabel seperti
contoh di bawah ini :
Contoh A : Tabel Operasionalisasi Variabel jika variabel tersebut
hanya memiliki satu dimensi.
VARIABEL

INDIKATOR

SKALA

Kompetensi
Guru

1. Kemampuan merencanakan proses belajar


mengajar
2. kemampuan melaksa nakan interaksi atau
mengolah proses belajar
mengajar
3. Kemampuan melakukan
penilaian

Interval

Motivasi
Belajar

1. Kuatnya kemampuan untuk berbuat


2. Jumlah waktu yang disediakan
3. Kerelaan meninggalkan kewajiban atau tugas lain
4. Ketekunan dalam mengerjakan tugas
5. Ulet menghadapi kesulitan
6. Lebih senang bekerja Sendiri
7. Dapat mempertahankan
pendapatnya

Interval

Contoh B : Tabel operasionalisasi variabel jika memiliki beberapa


dimensi yang diteliti adalah :
VARIABEL
Kompetensi
Guru

Dst.

22

DIMENSI

INDIKATOR

SKALA

Kompetensi
Pedagogik

1. Kemampuan merencanakan
proses belajarmengajar
2. kemampuan melaksa nakan
interaksi ataumengolah proses
belajar
mengajar
3. Kemampuan
melakukanpenilaian

Interval

Kompetensi
Profesional

1. kemampuan penguasaan materi


2. Kemampuan pemahaman
terhadap perkembangan profesi

Interval

Dst.

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

Jika variabel penelitian secara teoritis hanya dapat dijelaskan oleh


satu dimensi, maka tabel yang digunakan dalam skripsi adalah Tabel
A.

C. Populasi dan Sampel atau Sumber Data Penelitian


Bagian ini terdiri dari dua sub-bagian, yaitu penjelasan mengenai unit
analisis, unit observasi sebelum penjelasan mengenai populasi dan
sampel penelitian. Pada bagian populasi, peneliti menjelaskan apa
yang menjadi populasi penelitian. Jika diketahui peneliti harus
menyebutkan jumlah anggota populasi penelitian (dalam Statistika
dinyatakan dalam notasi N).
Pada bagian sampel penelitian, peneliti menjelaskan dua hal, yaitu
penentuan jumlah sampel penelitian (dalam Statistika dinyatakan
dalam notasi n) dan pengambilan anggota sampel penelitian.
Penentuan jumlah dan anggota sampel penelitian harus dilakukan
dengan menggunakan teknik-teknik yang tepat.
Jika penelitian dilakukan terhadap data keuangan pada satu
perusahaan peneliti tidak menggunakan sampel penelitian, melainkan
sumber data, baik sumber data primer maupun sumber data sekunder.
Sumber data primer adalah perusahaan yang bersangkutan,
sedangkan sumber data sekunder adalah sumber lain yang secara
legal dapat mempublikasikan data otentik suatu perusahaan, misalnya
bursa efek, asosiasi, dan sebagainya. Jika digunakan sumber data
tidak ada populasi dan sampel penelitian.

D. Teknik Pengumpulan Data


Pada bagian ini peneliti menjelaskan prosedur yang ditempuh dalam
pengumpulan data penelitian. Yang perlu diperhatikan disini adalah
bahwa data yang dikumpulkan adalah data yang terkait dengan
variabel-variabel penelitian. Oleh karena itu penjelasan mengenai
prosedur pengumpulan data adalah pengumpulan data variabelvariabel penelitian.
Untuk pengumpulan data yang menggunakan instrumen khusus,
misalnya angket, maka peneliti harus menjelaskan prosedur pengujian
reliabilitas dan validitas instrumen yang digunakan tersebut.
Hasil pengujian reliabilitas dan validitas harus dimasukkan ke dalam
Bab III.

E. Teknik Pengolahan Data dan Pengujian Hipotesis


Pada bagian ini peneliti menjelaskan prosedur pengolahan data dan
pengujian hipotesis penelitian. Jika menggunakan pengolahan data
secara kuantitatif, peneliti harus menjelaskan teknik-teknik statistik
yang digunakan. Peneliti harus menjelaskan kesesuaian karakteristik
data penelitian dengan teknik statistik yang digunakan.
Sebelum melakukan pengolahan data, terlebih dahulu peneliti harus
menyajikan data penelitian dalam bentuk tabel (tabulasi data) dan
rancangan analisis deskriptif.
Dalam bagian pengujian hipotesis peneliti menjelaskan bagaimana
kriteria yang digunakan untuk menerima atau menolak hipotesis yang
dirumuskan.

Penjelasan Bab IV
1. Bab IV diberi judul HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Peneliti
menguraikan bab ini ke dalam beberapa sub bab, antara lain sebagai
berikut :
A. Gambaran Obyek Penelitian
B. Deskripsi Hasil Penelitian
C. Analisis Data dan Pengujian Hipotesis Penelitian, dan
D. Pembahasan Hasil Penelitian
2. Penjelasan rinci bagian-bagian tersebut adalah sebagai berikut :
A. Gambaran Objek Penelitian
Gambaran mengenai obyek penelitian dapat berupa gambaran
mengenai unit organisasi (perusahaan, sekolah, institusi pemerintah,
atau kantor organisasi lain) tempat penelitian dilakukan. Peneliti
dapat menguraikan sejarah, visi dan misi, struktur organisasi, dan
aktivitas utama unit tersebut. Pemaparan mengenai obyek penelitian
harus dilakukan secara ringkas/padat.
Yang paling penting diungkapkan pada bagian ini adalah karakteristik
responden penelitian (sampel penelitian). Misalnya, untuk penelitian
yang mengambil sampel Guru Akuntansi di Kota Bandung, peneliti
harus menggambarkan karakteristik guru akuntansi berdasarkan
jenis kelamin, golongan kepangkatan, latar belakang pendidikan,
masa kerja, dan karakteristik lainnya.

24

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

B. Deskripsi Hasil Penelitian


Yang dimaksud dengan hasil penelitian disini adalah data mengenai
variabel-variabel penelitian. Jika dalam kerangka pemikiran terungkap
tiga variabel penelitian, misalnya komitmen manajer, kompetensi
manajer, dan kinerja keuangan, maka yang dimaksud dengan hasil
penelitian adalah data mengenai komitmen manajer, kompetensi
manajer dan kinerja keuangan.
Penelitian dapat mendeskripsikan hasil penelitian dalam berbagai
cara, misalnya dengan menyajikan dalam bentuk tabel kemudian
dijelaskan rata-rata, simpangan baku, dan klasifikasi lebih lanjut sesuai
dengan kepentingan penelitian. Untuk memperkuat penjelasan,
peneliti dapat pula mendeskripsikan data penelitian dalam bentuk
grafik.

C. Analisis Data dan Pengujian Hipotesis Penelitian


Bagian ini menjelaskan langkah-langkah pengujian hipotesis dan
hasilnya. Jika peneliti menggunakan perhitungan manual dalam
pengujian hipotesis, peneliti dapat menyertakan langkah-langkah
perhitungan dalam bagian ini atau hanya mencantumkan hasilnya,
perhitungannya disertakan sebagai lampiran.
Pengujian hipotesis secara statistik dimulai dengan merumuskan
hipotesis statistik dari hipotesis penelitian yang diajukan peneliti dan
diakhiri dengan penerimaan/penolakan hipotesis. Oleh karena itu
dalam bagian ini harus dicantumkan kriteria penerimaan/penolakan
hipotesis.
Uji asumsi statistik sebagaimana yang dijelaskan di Bab III harus
dilakukan pada bagian ini. Rincian perhitungan yang dilakukan cukup
disajikan dalam lampiran.

D. Pembahasan Hasil Penelitian


Pembahasan penelitian mengungkapkan analisis peneliti mengenai
hasil penelitian dan pengujian hipotesis. Peneliti tidak hanya
mengungkapkan hipotesis penelitian diterima atau ditolak, tetapi juga
mengkaji implikasi dari penerimaan atau penolakan hipotesis tersebut.
Peneliti dapat merujuk kepada teori yang digunakan.
Jika hipotesis penelitian diterima, peneliti harus menjelaskan apa dan
bagaimana implikasinya bagi masalah penelitian.
Sebaliknya jika hipotesis ditolak, peneliti harus menjelaskan mengapa
hipotesis tersebut ditolak. Dalam hal ini peneliti harus menjelaskan

(1)

apakah telah terjadi perumusan hipotesis yang salah sehingga


ditolak, atau

(2)

apakah telah terjadi pengumpulan data yang salah sehingga


hipotesis yang benar ditolak.

Penjelasan Bab V
1. Bab V diberi judul SIMPULAN DAN SARAN. Sesuai dengan
judulnya, bagian ini terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian Kesimpulan dan
bagian Saran. Penjelasan rinci mengenai bagian-bagian tersebut
adalah sebagai berikut :
A. Simpulan
Bagian simpulan mengungkapkan pendapat akhir peneliti mengenai
hasil penelitiannya terkait dengan tujuan penelitian. Peneliti
mengungkapkan bagaimana jawaban peneltian terhadap masalah
yang dirumuskan. Peneliti menjelaskan bagaimana hasil pengujian
terhadap hipotesis penelitian.
B. Saran
Bagian saran merupakan pendapat akhir peneliti mengenai implikasi
dari hasil penelitian. Peneliti dapat juga menyarankan kepada peneliti
lain untuk melakukan penelitian terhadap problem setting yang sama
tetapi dengan perluasan variabel-variabel bebas. Jadi saran dapat
dilakukan terhadap hasil penelitian (implikasinya) atau terhadap
prosedur penelitian yang dilakukan.
Saran harus operasional dan terukur. Saran yang operasional adalah
saran yang dapat dilakukan oleh subyek yang diberi saran. Saran
yang terukur adalah saran yang ketercapaian atau keterlaksanaannya
memiliki ukuran yang jelas.
Peneliti tidak boleh mengajukan saran di luar problem setting yang
dirumuskan sebelumnya. Peneliti juga tidak boleh mengemukakan
pendapat pribadi yang tidak didasarkan pada hasil penelitian.

26

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

BAB IV
MAKALAH DAN ARTIKEL
Karakteristik Makalah
1. Yang dimaksud dengan makalah dalam pedoman ini adalah karya tulis
ilmiah yang harus diselesaikan oleh mahasiswa sebagai bagian dari
tugas mata kuliah;
2. Makalah mengkaji topik tertentu, baik kependidikan, pembelajaran,
maupun keilmuan bidang studi dalam lingkup keilmuan Program Studi
Pendidikan Akuntansi
3. Makalah memiliki karakteristik utama sebagai berikut:
(a) Makalah dapat berupa hasil telaah kepustakaan atau hasil
penelitian atau kegiatan lapangan dalam lingkup permasalahan
tertentu;
(b) Makalah hasil telaah kepustakaan menggambarkan kemampuan
mahasiswa dalam memahami dan menerapkan konsep teori atau
prinsip-prinsip keilmuan yang melandasi masalah, serta
menggambarkan kemampuan mahasiswa dalam meramu
berbagai referensi ilmiah dalam pemecahan masalah;
4. Makalah dapat berupa makalah eksposisi, makalah diskusi, dan
makalah eksplanasi.
(a) Makalah eksposisi (exposition) adalah makalah yang berisi
pendapat atau argumentasi penulis tentang suatu topik atau
permasalahan;
(b) Makalah diskusi (discusion) adalah makalah yang berisi kajian
suatu masalah dari berbagai sudut pandang, mencari persamaan
dan perbedaan pemahaman terhadap suatu topik;
(c) Makalah eksplanasi (explanation) adalah makalah yang berisi
penjelasan penulis tentang suatu masalah atau topik, analisis
faktor-faktor yang diduga menjadi sebab terjadinya dan analisis
dampak dari masalah tersebut;

Sistematika Makalah
1. Seperti halnya skripsi makalah terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian
awal, bagian inti, dan bagian penutup.
2. Bagian awal terdiri atas:
a. Halaman judul luar;

b. Halaman judul dalam;


c. Lembar pengesahan pembimbing (jika makalah tersebut akan
diajukan atau dipresentasikan dalam forum tertentu);
d. Kata pengantar;
e. Daftar isi;
3. Bagian inti terdiri atas:
a. Pendahuluan;
Pendahuluan berisi pengantar penulis kepada permasalahan yang
akan dikaji, antara lain mencakup :
1) Latar belakang masalah;
2) Pilihan topik atau masalah yang akan dikaji;
3) Metode pemecahan masalah;
b. Isi Makalah;
1) Bagian ini mengungkapkan pandangan dan analisis penulis
tentang permasalahan, analisis dari berbagai perspektif teori
atau pemahaman, baik pandangan yang selaras maupun yang
bertentangan, analisis faktor-faktor yang diduga menjadi sebab
terjadinya, dan analisis dampak dari permasalahan tersebut.
2) Penulis dapat menyajikan data penunjang yang bersifat
kuantitatif baik terkait dengan topik atau fenomena masalah
maupun terkait dengan argumentasi pemecahan masalah. Data
tersebut dapat disajikan dalam bentuk tabel atau grafik.
3) Kedalaman pembahasan pada isi makalah tergantung jenis
makalah yang dipilih penulis, apakah makalah eksposisi,
makalah diskusi, maupun makalah eksplanasi.
4) Penulis menggunakan berbagai referensi yang mutakhir untuk
mengeksplorasi teori, konsep, dan prinsip-prinsip yang
digunakan untuk mengkaji masalah sesuai dengan lingkup
keilmuan penulis;
c. Penutup.
1) Bagian penutup merupakan simpulan akhir dari penulis tentang
topik atau masalah yang dikaji. Penutup juga merupakan
pandangan akhir penulis berdasarkan kajian berbagai konsep
dan prinsip-prinsip keilmuan yang digunakan.
2) Pada bagian ini penulis dapat mengajukan
rekomendasi terkait dengan permasalahan;
4. Bagian akhir terdiri atas:
a. Daftar Pustaka;

28

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

beberapa

b. Daftar Riwayat Hidup


c. Daftar Lampiran;
5. Isi makalah dibuat sebagai satu kesatuan dan tidak dipisahkan dalam
bagian-bagian inti makalah dan sub bagiannya diberi nomor urut mulai
dari 1, 2, 3, dan seterusnya sesuai dengan tata tulis yang berlaku
dalam pedoman ini.
6. Tata tulis untuk penulisan makalah mengikuti tata tulis untuk penulisan
skripsi.

ARTIKEL
1.

Yang dimaksud dengan artikel dalam pedoman ini adalah artikel yang
harus ditulis oleh mahasiswa untuk dipublikasikan dalam jurnal ilmiah
atau publikasi lainnya baik publikasi secara online (e-journal) maupun
publikasi tercetak;

2.

Artikel tersebut merupakan ringkasan skripsi berkisar antara 3.000


6.000 kata untuk disiplin humaniora;

3.

Artikel tersebut sekurang-kurangnya harus mengandung item-item


berikut secara berurutan :
a) Judul artikel, yaitu judul skripsi mahasiswa;
b) Nama penulis, yaitu nama mahasiswa sebagai penulis pertama
diikuti oleh nama pembimbing sebagai penulis kedua yang ditulis
tanpa gelar;
c)

Nama program studi/fakultas/universitas yang diikuti oleh alamat


e-mail masing-masing penulis;

d) Abstrak (judul diikuti teks abstrak). Pada bagian akhir abstrak


ditambahkan kata kunci. Panjang abstrak tidak lebih dari 300
kata;
e) Judul, abstrak, dan kata kunci dibuat dalam Bahasa Indonesia
dan Bahasa Inggris;
f)

Uraian berisi pendahuluan, tujuan, dan kerangka teori. Uraian


tidak diberi subjudul;

g)

Metode penelitian dengan subjudul METODE;

h) Hasil dan pembahasan


PEMBAHASAN;
i)

dengan

subjudul

Simpulan dengan subjudul SIMPULAN;

HASIL

DAN

j)

Pustaka Acuan hanya dituliskan yang dirujuk dalam teks artikel.


Rujukan yang tidak dikutip tidak boleh muncul dalam Pustaka
Acuan;

k)

Penulisan Pustaka Acuan mengikuti


Psychological Association (APA)

model

American

TATA TULIS ARTIKEL


1.

Publikasi artikel mahasiswa dalam antologi program studi (Antologi


Pendidikan Akuntansi UPI) dibagi menjadi beberapa volume, nomor
dan tahun sebagai berikut:
a) Volume menunjukkan tahun penerbitan, misalnya penerbitan
tahun 2013 bernomor 1, tahun 2014 bermonor 2, dan seterusnya;
b) Nomor menunjukkan periode wisuda UPI, misalnya :

Gelombang 1 2013 : Volume 1 Nomor 1 April 2013

Gelombang 2 2013 : Volume 1 Nomor 2 Juni 2013

Gelombang 3 2013 : Volume 1 Nomor 3 Oktober 2013

Gelombang 1 2014 : Volume 2 Nomor 1 April 2014, dst

2.

Mahasiswa menyerahkan artikel dalam bentuk cetak (printout) dan


softcopy (file) dengan format dokumen (.doc atau .pdf).

3.

Jenis dan ukuran huruf yang digunakan adalah :


a) Teks artikel menggunakan Times New Roman ukuran 12;
b) Abstrak ditulis menggunakan Times New Roman ukuran 11;
c)

Judul mengunakan huruf kapital Berlin Sans FB ukuran16;

d) Nama penulis menggunakan huruf Gill Sans MT ukuran 14;


e) Nama prodi, fakultas, dan universitas menggunakan huruf Gill
Sans MT ukuran 12 ditulis miring (italics);
4.

Ukuran kertas yang digunakan adalah A4 yang dibuat dengan format


dua kolom dengan lebar kolom 7,38 cm masing-masing dan jarak
antar kolom 0,64 cm;

5.

Keseluruhan naskah artikel dibuat dengan jarak baris 1;

6.

Pada setiap halaman ganjil diberi header dengan perataan kiri (left
allignment) berisi nama jurnal, volume, nomor, bulan penerbitan, dan
nomor halaman;
Antologi Pendidikan Akuntansi FPEB
Volume 2 Nomor 1, April 2014

30

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

7.

Pada setiap halaman genap diberi header dengan perataan kanan


(right allignment) berisi nama judul artikel dan nama penulis
Pengaruh Keterampilan Mengajar Guru terhadap Prestasi Belajar
Siswa
Anita Candra Kusumah
Heraeni Tanuatmodjo

8.

Contoh Penulisan abstrak dan halaman pertama:

header
Berlin
Sans
FB 16

PENGARUH MINAT BELAJAR DAN


KEBIASAAN BELAJAR SISWA DI
SEKOLAH TERHADAP PRESTASI
BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN
AKUNTANSI

Gill
Sans
MT 14
/ 12

Putri Asti Wulandari1, Nugraha2, Aristanti


Widyaningsih2

Prodi Pendidikan Akuntansi FPEB UPI


penulis_pertama@upi.edu
Times
ABSTRAK
New
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran minat
Roman belajar, kebiasaan belajar siswa di sekolah dan prestasi belajar
11
siswa dalam mata pelajaran Akuntansi di kelas XI IPS SMA
Negeri 14 Bandung serta untuk mengetahui pengaruh minat
belajar dan kebiasaan belajar siswa di sekolah terhadap prestasi
belajar siswa dalam mata pelajaran Akuntansi di SMA Negeri 14
Bandung.

Kata Kunci : minat belajar, kebiasaan belajar dan prestasi belajar


siswa

Dalam
kehidupan
bermasyarakat,
pendidikan
memegang
peranan
yang
penting, karena baik buruknya
kualitas
Sumber
Daya
Manusia (SDM)
ditentukan
oleh pendidikan. Semakin
tinggi
tingkat
pendidikan
penduduk
dari
suatu
masyarakat, maka semakin
baik juga kualitas SDM.
Perkembangan zaman yang
semakin modern terutama
pada era globalisasi seperti
sekarang ini menuntut adanya
SDM yang berkualitas tinggi..
1

footer

9.

Peningkatan
kualitas
SDM
merupakan prasyarat mutlak
untuk
mencapai
tujuan
pembangunan.
Salah
satu
wahana untuk meningkatkan
kualitas
SDM
adalah
pendidikan.

METODE

Metode penelitian yang


digunakan sesuai dengan tujuan
dan
permasalahan
dalam
penelitian ini, maka metode
yang digunakan adalah metode
penelitian deskriptif verifikatif,

Penulis penanggung jawab


Pembimbing

Contoh Penulisan daftar pustaka (Harvard style):


DAFTAR PUSTAKA
Annurahman. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta
Arikunto, S. (2009). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : PT. Bumi
Aksara
Djaali. (2007). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Djamarah, S.B. (2002). PsikologiBelajar.Jakarta: RinekaCipta

MEKANISME PENGUSULAN ARTIKEL


1.

Mahasiswa mengkonsultasikan artikel kepada dosen pembimbing


skripsi.

2.

Dosen pembimbing skripsi membubuhkan tanda tangan pada lembar


pengesahan artikel sebagai tanda persetujuan.

3.

Tim antologi memberikan persetujuan bahwa artikel siap untuk


diunduh dan dipergunakan sebagai salah satu syarat pendaftaran
ujian sidang.

32

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

4.

Mahasiswa menyerahkan draft awal artikel kepada Tim Antologi


dalam bentul cetakan (print out) dan softcopy format MS Word dan
PDF(dalam bentuk CD).

5.

Setelah ujian sidang mahasiswa harus menyerahkan :


a) Hardcopy artikel yang sudah direvisi.
b) Softcopy artikel dengan format MS Word dan PDF (dalam CD).

BAB V
TEKNIK PENULISAN
Umum
1.

Penjelasan mengenai teknik penulisan skripsi dan makalah mencakup


jenis kertas yang digunakan, jenis dan ukuran huruf, jarak baris, batas
halaman (margin), teknik penulisan kutipan, daftar pustaka, dan
aturan penulisan karya ilmiah lainya.

2.

Kecuali disebutkan secara khusus, pada dasarnya aturan penulisan


skripsi dalam pedoman ini juga berlaku untuk penulisan makalah;

3.

Kertas yang digunakan adalah kertas HVS 80 gram ukuran A4 (8.27


x 11.69), kecuali untuk halaman luar, halaman dalam, dan halaman
pemisah antar bab menggunakan kertas lain dengan ukuran sama.

4.

Batas tepi kiri, tepi atas, tepi kanan, dan tepi bawah masing-masing 4
cm, 4 cm, 3 cm, dan 3 cm;

5.

Lembar Pengesahan menggunakan kertas bertekstur atau kertas


linen;

6.

Pada dasarnya seluruh isi skripsi ditulis dengan menggunakan huruf


Times New Roman dengan ukuran 12.

7.

Skripsi ditulis dengan menggunakan kaidah-kaidah Bahasa Indonesia


baku.

8.

Isi skripsi ditulis dengan menggunakan jarak baris 1,

9.

Jarak antara baris terakhir judul bab dengan sub bab ditulis dengan
jarak 3,

10. Jarak antara baris terakhir isi suatu sub bab dengan judul sub bab
berikutnya ditulis dengan jarak 4
11. Nomor bab menggunakan angka Romawi I, II, III, IV, dan V
12. Judul bab ditulis dengan menggunakan huruf kapital dan dicetak tebal
(bold)
13. Jarak antara nomor bab dengan baris pertama judul bab adalah 2
Contoh penulisan judul bab :
BAB I
PENDAHULUAN
14. Judul sub bab menggunakan Title Case (setiap awal kata diawali
dengan huruf kapital, kecuali kata sambung) dan dicetak tebal (bold).

34

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

Contoh penulisan judul sub-bab :


A.

Latar Belakang Masalah Penelitian

15. Pemberian nomor sub bab dan sub-sub bab menggunakan cara
berikut yang dilakukan secara konsisten untuk keseluruhan skripsi:
A.
1.
a.
1)
a)
(1)
(a)

xxxxxxxxxx
xxxxxxxxxx
xxxxxxxxxx
xxxxxxxxxx
xxxxxxxxxx
xxxxxxxxxx
xxxxxxxxxx

16. Nomor halaman diatur sebagai berikut :


a.

Nomor halaman bagian awal ditulis dengan angka Romawi kecil (


i, ii, iii, dst ).

b.

Nomor halaman bagian awal ditulis sebagai footerdengan


perataan tengah (centering)

c.

Nomor halaman isi skripsi ditulis dengan angka Arab 1, 2, 3, dst.

d.

Halaman pertama dari setiap bab (ada judul bab) ditulis sebagai
footerdengan perataan tengah (centering)

e.

Halaman berikutnya ditulis sebagai header dengan perataan


kanan (align right)

f.

Tidak ada tulisan apapun dalam header / footer selain nomor


halaman pada tempat yang telah ditentukan.

17. Setiap alinea (paragraf) baru dimulai menjorok 0.5 inch (1.25 cm) atau
1 tab default ke dalam
Contoh penulisan awal paragraf :
Berdasarkan penelitian yang dilakukan ... terungkap bahwa
selama sepuluh tahun terakhir terjadi penurunan kinerja karyawan pada

Penulisan Bagian Awal Skripsi


1.

Isi sampul luar skripsi sama dengan isi sampul dalam (Lampiran 3),
yaitu :
a.

Nomor daftar fakultas

b.

Judul skripsi

c.

Maksud penulisan skripsi

d.

Logo UPI

e.

Identitas penulis (nama dan NIM penulis)

f.

Program Studi / Fakultas / Universitas, dan

g.

Tahun penulisan

2.

Halaman pengesahan skripsi diisi dengan tanda tangan Dosen


Pembimbing dan Ketua Program Studi (Lampiran 4);

3.

Halaman pernyataan keaslian skripsi berisi pernyataan penulis bahwa


ide dasar dan keseluruhan naskah skripsi tersebut dibuat oleh penulis
sendiri dan bebas dari pengutipan secara tidak sah atau plagiarisme
(Lampiran 5);

4.

Halaman pengujian diisi dengan tanggal pelaksanaan ujian sidang,


tanda tangan panitia, pembimbing, dan penguji. Halaman pengujian
dibuat setelah skripsi tersebut dipertahankan dalam ujian sidang
(Lampiran 6).

5.

Abstrak ditulis dengan jarak baris 1, dengan jumlah kata + 250 kata.
Abstrak mengungkapkan masalah/tujuan penelitian, ringkasan
metode penelitian, dan kesimpulan dan saran penelitian. Abstrak
dibuat dalam satu paragraf utuh(Lampiran 7).;

6.

Daftar Isi, Daftar Tabel, dan Daftar Gambar ditulis dengan jarak 1

7.

Lihat contoh penulisan Daftar Isi, Daftar Tabel, dan Daftar Gambar
pada Lampiran 8, 9, dan 10

Penulisan Angka
1.

Angka tidak dapat mengawali kalimat sehingga harus ditulis dengan


huruf
Contoh :
Seratus lima puluh orang mahasiswa yang dijadikan sampel .

36

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

2.

Jika angka tersebut kurang dari 10 harus ditulis dengan huruf


Contoh :
Dari 15 tokoh tersebut, tiga di antaranya berstatus sebagai pegawai
negeri sipil ...

3. Jika angka tersebut 10 atau lebih harus ditulis dengan angka Arab
seperti apa adanya
Contoh :
..... Berdasarkan kriteria tersebut maka 15 sekolah yang diteliti ...

4. Penulisan simbol-simbol ilmiah ditulis apa adanya sesuai dengan


kelaziman dalam disiplin ilmu yang bersangkutan.
Contoh :
..... pengujiannya menggunakan Chi-square ( 2) ....

Penulisan Singkatan
1.

Singkatan ditulis sesuai dengan ketentuan Bahasa Indonesia Baku.


Untuk singkatan berbahasa asing ditulis sesuai dengan kelaziman
internasional;

2.

Untuk penulisan pertama kali, ditulis lengkap diikuti singkatannya


Contoh :
Penetapan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebagai salah
satu penyelenggara program pendidikan profesi guru hendaknya

3.

Untuk penulisan berikutnya dapat langsung ditulis singkatannya


Contoh :
Rektor UPI mengemukakan bahwa penetapan status .....

Penulisan Isi Kutipan


1.

Penulisan kutipan dapat mengacu kepada sistem Harvard;

2.

Isi kutipan yang berbahasa asing ditulis dengan menggunakan huruf


miring (italic), sedangkan kutipan yang berbahasa Indonesia ditulis
dengan menggunakan huruf regular.

3.

Jika kutipan diambil dari sumber pertama maka kutipan tersebut ditulis
dengan diapit oleh dua tanda petik (.....). tetapi jika diambil dari
sumber lainnya maka ditulis dengan diapit oleh satu tanda petik
(.....).

4.

Jika kutipan kurang dari empat baris, maka isi kutipan tersebut
dimasukkan ke dalam kalimat dan ditulis dengan jarak 1.
Contoh :
..... sesuai dengan pendapat Arnold (2002 : 32) bahwa ..... bounded
rationality is often thought to be a more appropriate description of
individual decision making.

5.

Jika isi kutipan tersebut empat baris atau lebih maka isi kutipan
tersebut dikeluarkan dari kalimat (paragraf) dan ditulis dengan jarak 1.
Contoh :
Pengertian berpikir analitis dikemukakan oleh Spencer & Spencer
(1993 : 68) sebagai berikut :
Analytical Thinking is understanding a situation by breaking it
apart into smaller pieces, or tracing the imlications of a
situation in a step-by-step causal wal. Analytical thinking
incluce organizing the parts of a problem or situation in a
systematic way; making systematic comparisons of different
featurs of aspects, setting priorities on a rational basis ... or If
Then relationships.
Tanda titik tiga kali (...) pada contoh kutipan diatas mengungkapkan
bahwa ada bagian yang dihilangkan atau tidak dikutip, karena
dianggap terlalu panjang atau dianggap tidak relevan untuk dikutip

6.

Kutipan langsung maksimal halaman;

7.

Jika kutipan tidak diambil dari sumber asli melainkan dari sumber lain
(misalnya mengutip pendapat Formant dalam buku Riyanto):

38

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

Contoh :
... seperti dikemukakan oleh Formant (dalam Riyanto, 2002 : 111)
bahwa pencapaian retensi pelanggan hanya efektif apabila dicapai ...

Penulisan Sumber Kutipan


1.

Seluruh sumber yang dikutip dalam naskah skripsi harus dicantumkan


dalam Daftar Pustaka.

2.

Informasi tentang sumber kutipan yang harus dituliskan adalah :


nama penulis, tahun penerbitan, dan nomor halaman;

3.

Nama penulis hanya dituliskan nama belakang atau nama keluarga


(family name)
Contoh :
Nama Penulis :
Nama Penulis :

4.

Charles T. Horngren
Ajang Mulyadi

ditulis : Horngren
ditulis : Mulyadi

Sumber kutipan dapat ditulis sebelum atau sesudah kutipan.


Contoh penulisan sumber sebelum kutipan :
... dikemukakan oleh Welsch (2005 : 124) bahwa ... <isi kutipan>
Contoh penulisan sumber setelah kutipan :
... bahwa ... bounded rationality is often thought to be a more
appropriate description of individual decision making Arnold (2002 :
32).

5.

Jika sumber kutipan merupakan tulisan dua orang :


Contoh :
... dikemukakan oleh Spencer & Spencer (1993 : 111) bahwa ...

6.

Jika sumber kutipan merupakan tulisan lebih dari dua orang :


Contoh :
... dikemukakan oleh McLelland et al (2000 : 120) bahwa ...

7.

Sumber kutipan lebih dari satu tetapi ditulis oleh orang yang sama
pada tahun sama:
Contoh :
... (Mulyadi, 2002a : 112; Mulyadi, 2002b : 20) ...

8.

Sumber kutipan lebih dari satu dan ditulis oleh orang yang berbeda:
Contoh (UPI, 2011:49) :
Beberapa studi tentang anak-anak yang mengalami kesulitan belajar
(Dunkey, 1972; Miggs, 1976; Parmenter, 1976) menunjukan bahwa
<intisari dari kutipan yang diambil dari ketiga pakar tersebut>

Penulisan Daftar Pustaka


1.

Judul DAFTAR PUSTAKA ditulis dengan huruf kapital yang


ditebalkan (bold) dengan perataan tengah (centering).

2.

Penulisan daftar pustaka dapat menggunakan sistem Harvard;

3.

Daftar pustaka dikelompokkan berdasarkan sumbernya, yaitu :


(1) Buku termasuk e-book;
(2) Terbitan berkala ilmiah (jurnal);
(3) Skripsi, tesis, disertasi, dan laporan penelitian;
(4) Peraturan perundang-undangan dan dokumen lainnya;
(5) Artikel dalam majalah, surat kabar;
(6) Artikel yang dipublikasikan dalam media elektronik, termasuk ejournal;
(7) Artikel makalah seminar, proceeding, dan artikel dalam publikasi
lainnya;

40

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

4.

Jarak antara judul Daftar Pustaka dengan baris pertama adalah 4


spasi.

5.

Daftar Pustaka disusun secara alfabetis ascending (a ke z)


berdasarkan nama penulis pada setiap kelompok;

6.

Setiap judul pustaka ditulis dengan jarak 1 dengan ketentuan sebagai


berikut :
a.

Baris pertama setiap judul ditulis pada kolom pertama (merapat


ke margin kiri)

b.

Baris berikutnya ditulis menjorok (hanging) sebanyak 5 inch atau


1 tab default ke dalam;

c.

Format umum penulisan setiap judul adalah :

Sistem Harvard
<nama penulis><tahun penerbitan><judul
kepustakaan>.<nama kota : nama penerbit>
Mulyadi, A. (2003) Akuntansi Manajemen Analisis Biaya untuk
Pengambilan Keputusan. Bandung: BP Prodi Pendidikan
Akuntansi UPI
7. Aturan penulisan nama penulis adalah sebagai berikut :
a. Jika penulis memiliki nama belakang, baik nama marga/nama
keluarga atau bukan, maka nama belakang tersebut ditulis terlebih
dahulu kemudian diikuti tanda koma (,) lalu singkatan nama depan.
Penulisan nama seperti ini berlaku untuk penulis asing atau penulis
Indonesia.
b. Gelar akademik dan gelar lainnya dari penulis tidak perlu dituliskan.
c. Jika penulis tidak memiliki nama belakang, maka ditulis apa
adanya.
Nama Penulis
Charles T. Horngren
Sorimuda Nasution
Ajang Mulyadi
Prof. Dr. H. Disman, M.S.
A. Sanusi

Ditulis
Horngren, C.T.
Nasution, S.
Mulyadi, A.
Disman
Sanusi, A.

d. Jika sumber ditulis oleh dua orang atau lebih, maka yang terlebih
dahulu ditulis adalah nama penulis utama baru kemudian penulis
kedua, dan seterusnya.
Nama Penulis

Ditulis

Charles T. Horngren and Robert Horngren, C.T. and Anthony,


N. Anthony
R.N
Prof. Dr. H. Disman, M.S dan Disman dan Mulyadi, A.
Drs. Ajang Mulyadi, M.M
Charles T. Horngren, Robert N. Horngren, C.T, Anthony,
Anthony, and James Blocker
R.N, and Blocker, J.
Prof. Dr. H. Disman, M.S, Drs. Disman, Mulyadi
Ajang Mulyadi, M.M, Drs. Yayat Supriyatna, Y.
Supriyatna, M.M

A.,

dan

Prof. Dr. H. Disman, M.S, Drs. Disman, et al.


Ajang Mulyadi, M.M, Drs. Yayat
Supriyatna, M.M, Imas Purnama
Sari, S.Pd., M.M
8.

Tahun penerbitan ditulis dalam tanda kurung (2003)

9.

Judul kepustakaan ditulis dengan menggunakan huruf miring (italic)


atau bergaris bawah( underline )

10. Antara nama kota dan nama penerbit dipisahkan oleh tanda titik dua
:
CONTOH-CONTOH PENULISAN KEPUSTAKAAN (HARVARD)

a. Sumbernya Buku :
Penulisnya satu orang :
Mulyadi, A (2003)Akuntansi Manajemen Analisis Biaya untuk
Pengambilan Keputusan. Bandung: BP Prodi Pendidikan Akuntansi
UPI.
Penulisnya dua orang :
Arens, A.A., and Loebbecke, J.K (2000) Auditing An Integrated
Approach. New Jersey: Prentice-Hall Inc.
Penulisnya lebih dari dua orang
Horngren, C.T., Foster, G., and Datar, S.M. (1997) Cost Accounting A
Managerial Emphasis, New Jersey: Prentice Hall International Inc.

42

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

b. Sumbernya Jurnal :
Smith, E. D. (1976)The Effect of Separation of Ownership from
Control on Accounting Policy Decisions.The Accounting Review. Vol.
LI No. 4, p. 707-723

c. Sumbernya Makalah yang disajikan dalam seminar ilmiah :


Mulyadi, A. (2005) Implementasi Balanced Scorecard dalam
Manajemen Perguruan Tinggi.makalah dalam Seminar Menyongsong
Era Baru Otonomi Perguruan Tinggi. November. Bandung

d. Sumbernya berupa dokumen :


Bank Indonesia (2006) Laporan Tahunan Bank Indonesia. Jakarta:
Bank Indonesia

e. Sumbernya Skripsi/Tesis/Disertasi :
Riyanto, S (2002)Pengaruh Komitmen dan Kompetensi Pegawai
Terhadap Kepuasan Pelanggan dan Nilai Pelayanan serta
Dampaknya Terhadap Loyalitas Pelanggan. Disertasi. Bandung:
Program Pascasarjana Universitas Padjajaran

f. Sumbernya buku yang berisi beberapa tulisan dari beberapa


penulis dengan satu atau dua orang yang bertindak selaku editor
Phillip, H.W.S., and Simpson,G.L. (eds) Australia in the World of
Education Today and Tomorrow. Canberra: Australian National
Commission

g. Sumbernya merupakan tulisan seseorang dalam kumpulan tulisan


banyak orang
Damanhuri, D.S. (2002) Peran Ekonomi Kerakyatan dan Strategi
Pemulihan Ekonomi Indonesia., dalam, Terobosan Pemulihan
Ekonomi Indonesia. Jakarta: Forum Kampus Kuning

h. Sumbernya Internet Karya Perorangan


Thomson, A. (1998) The Adult and the Curriculum. [Online]. Tersedia:
http://www.ed.uiuc.edu/EPS/PES-yearbook/1998/thompson.html [30
Maret 2000]

i. Sumbernya Internet Bagian dari Karya Kolektif


Daniel, R.T (1995) The History of Western Music. In Britanica Online:
Macropedia [Online]. Tersedia: http://www.eb.com:180/cgibin/g:DocF=macro/5004/45/0.html. [28 Maret 2000]

j. Sumbernya Surat Kabar/Koran


Sanusi, A. (1986) Menyimak Mutu Pendidikan dengan Konsep
Takwa dan Kecerdasan, Meluruskan Konsep Belajar dalam Arti
Kualitatif. Pikiran Rakyat. (28 Desember 1986).

Naskah Skripsi
1.

Yang dimaksud dengan naskah skripsi adalah keseluruhan isi skripsi


mulai dari halaman sampul sampai dengan lampiran.

2.

Naskah skripsi dibedakan atas naskah awal dan naskah akhir

3.

Naskah awal adalah naskah skripsi yang telah ditandatangani oleh


Dosen Pembimbing dan siap untuk diajukan dalam ujian sidang, yang
harus memuat:

44

a.

Cover luar dan cover dalam;

b.

Lembar Pengesahan;

c.

Lembar Pernyataan Keaslian Skripsi dan Bebas Plagiarisme

d.

Abstrak;

e.

Kata Pengantar dan Ucapan Terima Kasih;

f.

Daftar Isi, Daftar Tabel, dan Daftar Gambar;

g.

Bab I, Bab II, Bab III, Bab IV, dan Bab V;

h.

Daftar Pustaka;

i.

Riwayat Hidup Penulis;

j.

Copy Lembar Frekuensi Bimbingan;

k.

Lampiran-lampiran;

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

4.

Naskah awal skripsi diatur sebagai berikut :


a.

Dijilid dengan softcover warna orange (RGB : 255, 128, 0);

b.

Naskah awal yang diserahkan kepada Panitia Ujian pada saat


pendaftaran ujian adalah empat eksemplar, yang sudah
ditandatangani oleh Pembimbing;

c.

Setiap bagian dalam skripsi dipisahkan oleh halaman pemisah


berupa kertas doorslag atau HVS 60 gram warna merah muda
(pink) yang diberi logo UPI.

d.

Ucapan terima kasih dalam naskah awal adalah ucapan terima


kasih penulis kepada :
1) Pimpinan Universitas, Fakultas, dan Program Studi;
2) Pembimbing Skripsi;
3) Pembimbing Akademik;
4) Pembimbing Lapangan (jika ada);
5) Pimpinan
penelitian;

instansi/perusahaan

yang

menjadi

obyek

6) Keluarga dan kerabat


e.

Moto atau kata-kata mutiara dari penulis TIDAK BOLEH


dimasukkan dalam naskah awal.

5.

Naskah akhir adalah naskah skripsi yang telah dipertahankan dalam


ujian sidang dan telah diperbaiki sesuai dengan rekomendasi
perbaikan dari dosen penguji (jika ada);

6.

Naskah akhir skripsi harus ditandatangani oleh dosen pembimbing,


dosen penguji, ketua program studi, dan panitia ujian (dekan).

7.

Naskah akhir skripsi dapat dibuat dalam bentuk hardcopy atau soft
copy.

8.

Naskah akhir skripsi yang dibuat dalam hardcopy diatur sebagai


berikut:
a.

Kecuali bagian jilid luar dan lembar pengesahan seluruh naskah


skripsi dicetak satu muka (one sided) di atas kertas HVS 80 gram
ukuran A4;

b.

Lembar pengesahan ditulis di atas kertas linen (kertas jeruk


kertas putih bertekstur);

c.

Harus dijilid tebal (hard cover) dengan kertas jilid warna orange
(RGB : 255, 128, 0);

d.

Setiap bagian dalam skripsi dipisahkan oleh halaman pemisah


berupa kertas doorslag atau HVS 60 gram warna merah muda
(pink) yang diberi logo UPI.

9.

e.

Setiap naskah akhir dalam bentuk hard copyharus memiliki pita


pemisah halaman berwarna biru muda.

f.

Dalam naskah akhir penulis boleh memasukkan motto atau katakata mutiara dari penulis setelah mendapat persetujuan
pembimbing skripsi.

Naskah akhir skripsi harus memuat


a.

Halaman judul luar dan judul dalam;

b.

Lembar Pengesahan;

c.

Lembar Pernyataan Keaslian Skripsi dan Bebas Plagiarisme;

d.

Lembar Pelaksanaan Ujian;

e.

Abstrak;

f.

Kata Pengantar dan Ucapan Terima Kasih;

g.

Daftar Isi, Daftar Tabel, dan Daftar Gambar;

h.

Bab I, Bab II, Bab III, Bab IV, dan Bab V;

i.

Daftar Pustaka;

j.

Riwayat Hidup Penulis;

k.

Copy Lembar Frekuensi Bimbingan;

l.

Lampiran-lampiran;

10. Penulis dapat menambahkan ucapan terima kasih dan lembar motto /
kata mutiara dalam naskah akhir skripsi;
11. Naskah akhir yang dibuat dalam bentuk file (softcopy) diatur sebagai
berikut :
a.

Setiap bagian skripsi dituangkan dalam satu file, sehingga naskah


skripsi sebagai kesatuan akan terdiri dari :
1) 1 file berisi halaman judul, lembar pengesahan pembimbing,
lembar pernyataan keaslian skripsi dan bebas plagiarisme,
lembar ujian, motto;
2) Lembar pengesahan, lembar pernyataan, dan lembar ujian
adalah hasil pemindaian (scanning) dari lembar asli yang
sudah ditandatangani;
3) 1 file berisi abstrak;
4) 1 file berisi daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar
grafik;
5) 1 file berisi Bab I;
6) 1 file berisi Bab II;
7) 1 file berisi Bab III;

46

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

8) 1 file berisi Bab IV;


9) 1 file berisi Bab V;
10) 1 file berisi Daftar Pustaka;
11) 1 file berisi Riwayat hidup;
12) 1 file berisi Lampiran-lampiran;
13) 1 file foto resmi yang sesuai dengan foto ijazah/persyaratan
ujian (format jpg);
b.

File Bab I sampai dengan file Daftar Pustaka diberi nomor


halaman bersambung, mulai dari 1.

c.

File dapat dibuat dalam format


1) Microsoft Word (ekstension .doc atau .docx), atau
2) Portable Document Format (.pdf);

d.

Keseluruhan file disimpan dalam bentuk compact disc (CD)

e.

Warna cover yang digunakan sama dengan warna jika dibuat


dalam bentuk hardcopy, yaitu orange (RGB : 255, 128, 0);

f.

Contoh soft copy dapat dilihat di program studi

12. Distribusi naskah akhir skripsi diatur sebagai berikut :


a.

Naskah akhir skripsi hanya dapat didistribusikan jika saran


perbaikan (jika ada) dari para penguji telah ditindaklanjuti dan
dikonsultasikan dengan penguji yang bersangkutan;

b.

Untuk dosen pembimbing, dosen penguji, dan arsip program studi


dalam bentuk softcopy (CD), masing-masing satu CD

c.

Untuk perpustakaan, fakultas, dan pihak-pihak lain yang


memerlukan dapat dibuat dalam bentuk hard copy atau soft
copy, tergantung permintaan pihak-pihak tersebut;

d.

Setiap penerima naskah skripsi harus menandatangani bukti


penerimaan dalam Buku Bimbingan Skripsi.

BAB VI
UJIAN SIDANG DAN PENILAIAN SKRIPSI

Persyaratan Ujian Sidang


1. Ujian sidang adalah ujian yang dilaksanakan secara lisan untuk
memberikan penilaian terhadap skripsi mahasiswa dan kemampuan
mahasiswa mempertahankannya, sebagai syarat kelulusan mata
kuliah skripsi;
2. Persyaratan bagi mahasiswa yang akan mengikuti ujian sidang :
a. Kuitansi pembayaran SPP terakhir dan kuitansi pembayaran iuran
organisasi/kegiatan lain yang sah sesuai dengan ketentuan yang
berlaku di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia;
b. Transkrip akademik yang ditandatangani oleh Ketua Program Studi
dan Pembantu Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan,
dengan ketentuan bahwa tidak ada nilai kosong dan nilai terendah
yang diperoleh adalah C (tidak ada nilai D atau E pada
transkrip tersebut);
c. Khusus untuk PPL nilai terendah yang dinyatakan lulus adalah B;
d. Menyerahkan sertifikat TOEFL dengan nilai minimal 425;
e. Naskah skripsi yang sudah disetujui oleh Pembimbing (Lembar
Pengesahan Skripsi sudah ditandatangani oleh Pembimbing dan
Ketua Program Studi);
f. Fotocopy ijazah terakhir yang dilegalisir;
g. Fotocopy kartu tanda mahasiswa (KTM) yang masih berlaku;
h. Foto hitam putih ukuran 3 x 4 cm dan ukuran 4 x 6 cm masingmasing sebanyak 4 lembar (atau sesuai kebutuhan). Catatan : Foto
tersebut untuk ijazah dan dokumen akademik lainnya, oleh karena
itu harus tahan lama, dicetak di studio foto;

48

i.

Menyerahkan file foto berwarna ukuran 3 x 4 cm dan ukuran 4 x 6


cm masing-masing dalam file terpisah dengan format jpg (1 file
untuk ukuran 3 x 4 cm dan 1 file untuk ukuran 4 x 6 cm disimpan
dalam CD);

j.

Mengajukan permohonan mengikuti ujian sidang kepada Dekan


melalui Ketua Program Studi (formulir disediakan oleh Program
Studi);

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

k. Surat Keterangan Telah Menyusun Makalah Ilmiah / Arikel yang


akan diterbitkan dalam jurnal / e-jurnal / antologi / publikasi ilmiah
lainnya;
l.

Persyaratan lainnya yang ditentukan oleh Universitas/Fakultas/


Program Studi;

3. Seluruh persyaratan tersebut dibuat rangkap dua dan masing-masing


dimasukkan ke dalam map terpisah, kecuali CD untuk file foto cukup 1
keping;

Pendaftaran Ujian Sidang


1. Mahasiswayang telah menyelesaikan penulisan naskah skripsi
mengajukan permohonan untuk mengikuti ujian sidang kepada Dekan
melalui Ketua Program Studi dengan melampirkan seluruh syaratsyarat yang ditentukan;
2. Ketua Program Studi menugaskan seksi ujian sidang program studi,
selanjutnya disebut Seksi Ujian, untuk memeriksa kelengkapan
persyaratan yang diajukan mahasiswa;
3. Seksi ujian membuat daftar mahasiwa yang telah memenuhi syarat
mengikuti ujian dan daftar dosen penguji dan menyerahkannya kepada
Ketua Program Studi untuk mendapatkan persetujuan;
4. Ketua Program Studi mengusulkan mahasiswa calon peserta ujian dan
calon penguji kepada Dekan untuk ditetapkan dalam surat keputusan
dekan;
5. Dekan membuat SK tentang peserta, pembimbing, dan penguji ujian
sidang periode tersebut, untuk selanjutnya disebut SK.
6. Seksi ujian mengundang calon peserta ujian sidang untuk
mendistribusikan SK dan naskah skripsi kepada dosen pembimbing
dan penguji.

Pelaksanaan Ujian Sidang


1. Panitia melaksanakan ujian sidang secara terbuka sesuai dengan
jadwal yang ditetapkan dalam SK;
2. Ketentuan pokok pelaksanaan ujian sidang secara terbuka adalah
sebagai berikut:
a. Ujian sidang dilaksanakan sesuai dengan waktu dan tempat yang
ditentukan Seksi Ujian;

b. Ujian sidang diawali dengan pembukaan ujian dan diakhiri oleh


penutupan ujian oleh Dekan selaku Ketua Panitia atau anggota
panitia lain yang ditunjuk Dekan;
c. Seluruh peserta ujian wajib mengikuti acara pembukaan dan
penutupan ujian;
d. Ujian sidang dihadiri oleh mahasiswa peserta ujian, dosen
pembimbing, dosen penguji, dan mahasiswa lain yang berminat
sebagai peninjau;
e. Dosen Pembimbing bertindak sebagai pimpinan sidang;
f. Jika Dosen Pembimbing tidak hadir sesuai dengan jadwal yang
ditentukan, maka ujian sidang mahasiswa yang bersangkutan
ditunda dan akan dijadwalkan ulang oleh Ketua Program Studi;
g. Ujian sidang baru dapat dimulai jika mahasiswa peserta ujian,
pembimbing, dan seluruh penguji telah hadir;
h. Dosen penguji tidak dapat melaksanakan ujian sidang diluar waktu
dan tempat yang ditentukan;
i.

Dekan atas usul Ketua Program Studi dapat mengganti penguji


yang tidak hadir sesuai dengan jadwal ujian yang ditetapkan;

j.

Pimpinan sidang berwenang mengatur waktu sesi pemaparan oleh


mahasiswa dan sesi tanya jawab oleh para penguji;

k. Pimpinan sidang menutup sesi ujian sidang dan menyerahkan form


penilaian skripsi dan pertahanan skripsi kepada Seksi Ujian;
l.

Pengaturan lebih rinci mengenai pelaksanaan ujian sidang secara


terbuka akan ditetapkan oleh Ketua Program Studi;

m. Seluruh peserta ujian sidang,pembimbing, penguji, dan peninjau


harus hadir selambat-lambatnya 15 menit sebelum sesi ujian
dimulai.
3. Ketentuan mengenai pakaian peserta ujian, pembimbing, penguji, dan
peninjauakan diatur tersendiri oleh Ketua Program Studi;

Komponen Penilaian Ujian Sidang


1. Penilaian dalam ujian
pertahanan skripsi;

sidang dilakukan

terhadap

skripsi dan

2. Penilaian skripsi dilakukan terhadap isi/materi skripsi, ketepatan


penggunaan metodologi, sistematika penyajian, dan penggunaan
kaidah bahasa;
3. Penilaian pertahanan skripsi dilakukan terhadap penguasaan isi/materi
skripsi, kemampuan menjelaskan dan mengajukan argumen dalam

50

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

mempertahankan skripsi sesuai kaidah keilmuan, penggunaan bahasa


Indonesia dan/atau bahasa asing dalam pertahanan skripsi;
4. Penilaian diberikan oleh pembimbing dan penguji skripsi. Nilai dari
pembimbing skripsi disebut Nilai Penulisan Skripsi, dalam rumus
perhitungan diberi notasi s. Nilai dari penguji disebut Nilai Sidang
Skripsi, dalam rumus perhitungan diberi notasi r;
5. Nilai Ujian Skripsi dihitung dengan rumus :

q
Dengan penjelasan :

q
r
s
6. Nilai ujian skripsi masuk
kuliah Skripsi (6 sks);

2r s
3

= Nilai Ujian Skripsi


= Nilai Sidang Skripsi
= Nilai Penulisan Skripsi
dalam transkrip akademik sebagai nilai mata

Penentuan Yudicium Akhir


1. Yudicium adalah atribut kualitatif dari indeks prestasi kumulatif (IPK)
berdasarkan kriteria berikut :
YUDICIUM

IPK

Cum Laude

3.50 4.00

Sangat Memuaskan

2.57 3.49

Memuaskan

2.00 2.74

2. Penghitungan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dilakukan sebagai


berikut:
xy
Y

Dengan penjelasan :

Y
x
y

=
=
=

IPK
Nilai Mata Kuliah
bobot sks

3. Derajat Cum Laude diberikan kepada mahasiswa (a) bukan pindahan


atau lanjutan, (b) masa studi maksimal 9 semester, dan (c) tidak ada
mata kuliah yang diulang.
4. Pengumuman kelulusan dan derajat yudicium dilakukan pada
penutupan ujian sidang oleh Dekan atau pejabat lain yang
mewakilinya.

5. Tanggal pengumuman kelulusan dinyatakan sebagai tanggal kelulusan

Perbaikan Skripsi
1. Dosen penguji dapat mengajukan rekomendasi perbaikan skripsi
secara tertulis, dengan menyebutkan hal-hal yang harus diperbaiki dari
skripsi tersebut.
2. Rekomendasi perbaikan skripsi diserahkan kepada Seksi Ujian, untuk
kemudian diserahkan kepada mahasiswa pada saat pengumuman
kelulusan.
3. Mahasiswa yang mendapatkan rekomendasi perbaikan skripsi harus
melakukan perbaikan terhadap skripsi sebagaimana direkomendasikan
dalam waktu selambat-lambatnya satu bulan sejak tanggal kelulusan.
4. Berita acara dan berkas ujian sidang lainnya akan dikirimkan ke
universitas melalui fakultas setelah mahasiswa menyelesaikan
perbaikan skripsi yang direkomendasikan dosen penguji;
5. Ketua Program Studi dapat mengusulkan penangguhan pemberian
ijazah kepada pimpinan fakultas jika mahasiswa belum menyelesaikan
perbaikan yang direkomendasikan sampai dengan batas waktu yang
ditentukan;

Wisuda
1. Mahasiswa yang telah menyelesaikan ujian akhir program (Ujian
Sidang) dan dinyatakan lulus, harus mengikuti penyerahan dan
pengesahan gelar akademik dalam Upacara Wisuda sesuai dengan
persyaratan yang ditentukan.
2. Mahasiswa yang karena sesuatu hal tidak dapat menghadiri hari
Wisuda tetapi sudah terdaftar sebagai lulusan dalam Buku Wisudawan
dinyatakan telah mengikutinya.
3. Mahasiswa yang telah menyelesaikan ujian sidang setelah
pendaftaran wisuda ditutup tidak diperkenankan mengikuti Wisuda dan
harus mengikutinya pada kesempatan wisuda berikutnya.
4. Persyaratan dan hal-hal lain yang berkaitan dengan Wisuda ditentukan
dalam ketentuan tersendiri tentang itu.
-eoc-

52

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

LAMPIRAN

Lampiran 1

PROSEDUR PENGAJUAN & PENETAPAN PEMBIMBING SKRIPSI

PERSIAPAN

MAHASISWA

TPPS

KAPRODI

DEKAN

Mengajukan
permohonan SK
penetapan
pembimbing
skripsi

Menerbitkan SK
Penetapan
Pembimbing
Skripsi

Memenuhi
Persyaratan

PENGUSULAN PEMBIMBING

Mengajukan
tema sentral /
judul tentatif

DISTRIBUSI SK

Menyusun Draft
Usul Penelitian

Menerima SK
Pembimbing

54

PEMBIMBING
AKADEMIK

Memberikan
saran /
rekomendasi

Mengkaji
kelayakan/ cek
duplikasi

Menyusun
Daftar Calon
Pembimbing

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

Distribusi SK

SK Penetapan
Pembimbing

Lampiran 2a

PROSEDUR BIMBINGAN & SEMINAR USUL PENELITIAN


MAHASISWA

PEMBIMBING SKRIPSI

TPPS / KAPRODI

SK Pembimbing

Konsultasi Draft Usul


Penelitian

Memberi saran / koreksi /


persetujuan

Draft UP yang
disetujui

Memeriksa persyaratan,
menyusul jadwal SUP/
menetapkan penelaah

Mengajukan permohonan
Seminar Usul Penelitian

Jadwal &
Undangan SUP

Phase

Seminar UP

Jadwal &
Undangan SUP

Lampiran 2b

PROSEDUR BIMBINGAN SKRIPSI DAN UJIAN SIDANG


MAHASISWA

PEMBIMBING SKRIPSI

TPPS / KAPRODI

DEKAN

Mulai

PROSEDUR BIMBINGAN SKRIPSI

UP yg sudah direvisi

Menyusun & Konsultasi


Draft Bab 1 - 3

Memberi saran /
koreksi / persetujuan
Draft Bab 1 - 3

Menyusun & Konsultasi


Instrumen penelitian

Memberi saran /
koreksi / persetujuan
instrumen

Mengumpulkan data,
menyusun &
mengkonsultasikan Draft
Bab 4 - 5

Memberi saran /
koreksi / persetujuan
Draft Bab 4 - 5

Naskah Skripsi yg
Disetujui

PERMOHONAN UJIAN SIDANG

Persyaratan lainnya
Memeriksa persyaratan /
Menyusun Jadwal /
Mengajukan Draft SK
Mengajukan
permohonan Ujian
Sidang

Distribusi SK Ujian Sidang

Menerima SK Ujian

56

Menerbitkan SK Ujian
Sidang

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

SK Ujian Sidang

Lampiran 3

No. Daftar FPEB : 01234/UN40.7.D1/LT/2014

PENGARUH KOMPETENSI GURU TERHADAP PRESTASI


BELAJAR SISWA

SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Menempuh Ujian Sidang
Sarjana Pendidikan Pada Program Studi Pendidikan Akuntansi

Disusun oleh
FURQON MUJADDID
NIM. 0300001

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI


FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2014

Lampiran 4

PENGARUH KOMPETENSI GURU TERHADAP PRESTASI


BELAJAR SISWA

Telah disetujui oleh :

Pembimbing

Dr. Hj. Meta Arief, M.Si


NIP. 196402061988032001

Mengetahui
Ketua Program Studi Pendidikan
Akuntansi

Dr. Kurjono, M.Pd


NIP. 196810201998021003

58

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

Lampiran 5

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI DAN BEBAS


PLAGIARISME

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama Lengkap : Furqon Mujaddid
NIM
: 0300001
Program Studi : Pendidikan Akuntansi FPEB UPI
Menyatakan dengan sebenarnya, bahwa skripsi yang berjudul :
Pengaruh Kompetensi Guru terhadap Prestasi Belajar Siswa
adalah hasil karya saya sendiri.
Saya menyatakan pula bahwa saya tidak melakukan pengutipan sebagian
atau seluruh gagasan, pemikiran, atau tulisan orang lain dengan cara-cara
yang melanggar hukum dan etika penulisan karya ilmiah. Sebagian atau
seluruh gagasan, pemikiran, atau tulisan orang lain yang saya kutip dalam
skripsi ini telah saya cantumkan sumbernya dalam naskah skripsi dan
daftar pustaka.
Atas pernyataan ini saya bersedia menerima sanksi apapun jika
dikemudian hari ditemukan adanya bukti pelanggaran terhadap etika
keilmuan dalam skripsi ini atau jika ada klaim dari pihak lain terhadap
keaslian skripsi ini.
Bandung, 28 Maret 2014
Yang membuat pernyataan

Furqon Mujaddid
NIP. 0300001

Lampiran 6

PELAKSANAAN DAN PANITIA UJIAN


Skripsi ini telah dipertahankan dalam Ujian Sidang pada :

Hari / Tanggal :

........................................................................

Waktu

........................................................................

Tempat

........................................................................

Panitia Ujian:
Ketua

: Dr. H. Edi Suryadi, M.Si ........


NIP. 19...

Dekan

Sekretaris : Dr. Kurjono, M.Pd .................


NIP. 196810201998021003

Ketua Prodi

Anggota : 1 Dr. Kusnendi, M.S ............


NIP. 19...

PD 1

2 Drs. H. Ajang Mulyadi, M.M


NIP. 19...

PD 2

Penguji :
1. Dr. H. Nugraha, S.E., M.Si, Ak.
NIP. 19...
2. Drs. H. Yayat Supriyatna, M.M
NIP. 19...
3. Imas Purnamasari, S.Pd., M.M
NIP. 19...

60

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

Lampiran 7

PENGARUH KOMPETENSI GURU TERHADAP PRESTASI


BELAJAR SISWA
Furqon Mujaddid
Pembimbing : .Dr. Hj. Meta Arief, M.Si / Dra. Heraeni Tanuatmodjo,
M.M

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh
kompetensi guru, yang terdiri atas kompetensi pedagogik, kompetensi
profesional, kompetensi pribadi, dan kompetensi sosial terhadap prestasi
belajar siswa
Penelitian yang dilakukan di SMA Negeri di Kota Bandung
menggunakan metode survey .... dst
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi guru yang terdiri
atas kompetensi profesional, kompetensi pribadi, dan kompetensi sosial
memiliki pengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa. Dst.
Implikasi dari hasil penelitian ini adalah ... dst.

Kata Kunci : kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi


pribadi, kompetensi sosial, prestasi belajar

Lampiran 8

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................

UCAPAN TERIMA KASIH....................................................................

ii

ABSTRAK ............................................................................................

iv

DAFTAR ISI .........................................................................................

vi

DAFTAR TABEL ..................................................................................

viii

DAFTAR GAMBAR ..............................................................................

ix

BAB I PENDAHULUAN .....................................................................

1.1 Latar Belakang Masalah Penelitian...................................

1.2 Rumusan Masalah ............................................................

1.3 Maksud Dan Tujuan Penelitian .........................................

1.4 Kegunaan Penelitian.........................................................

BAB II LANDASAN TEORI .................................................................

2.1 Teori yang Relevan...........................................................

2.2 Kerangaka Pemikiran........................................................

15

2.3 Hipotesis ...........................................................................

30

BAB III

METODE PENELITIAN.....................................................

32

3.1 Desain Penelitian ..............................................................

32

3.2 Operasionalisasi Variabel .................................................

34

3.3 Populasi dan Sampel ........................................................

37

3.4 Teknik Pengumpulan Data................................................

39

3.5 Analisis Data dan Rancangan Uji Hipotesis......................

41

BAB IV

62

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .......................

45

4.1 Gambaran Obyek Penelitian .............................................

45

4.2 Deskripsi Hasil Penelitian .................................................

47

4.3 Pengujian Hipotesis Penelitian..........................................

57

4.4 Pembahasan Hasil Penelitian ...........................................

65

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

BAB VKESIMPULAN DAN SARAN ...................................................

75

5.1 Kesimpulan .......................................................................

75

5.2 Saran ...............................................................................

77

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................

79

LAMPIRAN-LAMPIRAN :
1. Tabulasi Data Penelitian
2. Perhitungan-perhitungan statistik yang diperlukan
3. Instrumen Penelitian
4. Frekuensi Bimbingan Skripsi
5. Daftar Riwayat Hidup
6. Lampiran lain yang dipandang perlu

Lampiran 9

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1.
Perkembangan Kinerja SMA periode 2001 2011 .............

Tabel ... ............................................................................................

10

Tabel 3.1.
Operasionalisai Variabel Penelitian.....................................

35

Tabel 3.2.
Rancangan Sample Penelitian ............................................

38

Tabel 4.1............................................................................................ Daftar


SMU di Jawa Barat ............................................................................
Tabel 4.2............................................................................................ <judul
tabel>

Dst.

64

Pedoman Operasional Penulisan Skripsi 2014

Lampiran 10

DAFTAR GAMBAR / GRAFIK

Gambar 1.1. Peta Penyebaran SMA di Kota Bandung


tahun 2012 .............. .......................................................
Gambar 1.2. Grafik Perkembangan SMA di Kota Bandung................. ..
Gambar 1.3. Model Hubungan Antar Variabel.....................................
Gambar 2.1. <judul gambar>.................................................................
Gambar 2.3. <judul gambar>...................................................................
Dst.