Anda di halaman 1dari 4

Do'a Nabi Daud AS Untuk Mendapatkan Cinta Sejati

21 Desember 2012
Beberapa Kurnia Allah Kepada Nabi Daud
Allah mengutusnya sebagai nabi dan rasul mengurniainya nikmat, kesempurnaan ilmu,
ketelitian amal perbuatan serta kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan.
Kepadanya diturunkan kitab "Zabur", kitab suci yang menghimpunkan qasidah-qasidah dan
sajak-sajak serta lagu-lagu yang mengandungi tasbih dan pujian-pujian kepada Allah, kisah
umat-umat yang dahulu dan berita nabi-nabi yang akan datang, di antaranya berita tentang
akan datangnya Nabi Muhammad s.a.w yaitu Nabi Akhir Zaman.
Allah menundukkan gunung-gunung dan memerintahkan gunung-gunung untuk bertasbih
mengikuti tasbih Nabi Daud tiap pagi dan senja.
Burung-burung pun turut bertasbih mengikuti tasbih Nabi Daud berulang-ulang.
Nabi Daud diberi peringatan tentang maksud suara atau bahasa burung-burung.
Allah telah memberinya kekuatan melunakkan besi, sehingga ia dapat membuat baju-baju
dan lingkaran-lingkaran besi dengan tangannya tanpa pertolongan api.
Nabi Daud telah diberikannya kesempatan menjadi raja memimpin kerajaan yang kuat yang
tidak dapat dikalahkan oleh musuh, bahkan sebaliknya ia selalu memperolehi kemenangan
di atas semua musuhnya.
Nabi Daud dikurniakan suara petunang yang merdu oleh Allah yang sangat enak didengar
sehingga kini ia menjadi kiasan bila seseorang ingin bersuara merdu dikatakan bahwa ia
memperoleh suara Nabi Daud.
Kisah Nabi Daud dan kisah Sabtunya Bani Isra'il terdapat dalam Al-Quran surah "Saba'"
ayat 11, surah "An-Nisa'" ayat 163, surah "Al-Isra'" ayat 55, surah "Shaad" ayat 17
sehingga ayat 26 dan surah "Al-'Aaraaf" ayat 163 sehingga ayat 165.
Beberapa Pelajaran Dari Kisah Nabi Daud A.S
Allah telah memberikan contoh bahwa seseorang yang bagaimana pun besar dan
perkasanya yang hanya menyandarkan diri kepada kekuatan jasmaninya dapat dikalahkan
oleh orang yang lebih lemah dengan hanya sesuatu benda yang tidak bererti sebagaimana
Daud yang muda usia dan lemah fizikal mengalahkan Jalout yang perkasa itu dengan
bersenjatakan batu sahaja.
Seorang yang lemah dan miskin tidak patut berputus asa mencari hasil dan memperoleh
kejayaan dalam usaha dan perjuangannya selama ia bersandarkan kepada takwa dan iman
kepada Allah yang akan melindunginya.
Kemenangan Daud atas Jalout tidak menjadikan dia berlaku sombong dan takabbur, bahkan
sebaliknya ia bersikap rendah hati dan lemah-lembut terhadap kawan maupun lawan.

BERIKUT DOA CINTA NABI DAUD AS:

"ALLAHUMMA INNI AS-ALUKA HUBBAKA WA HUBBA MAN YUHIBBUKA WA HUBBA KULLI


'AMALIN YUQARRIBUNII ILAA HUBBIKA. ALLAAHUMMA HABIBNI ILAIKA WA ILAA MALAA
IKATIKA WA ANBIYAA IKA WAJAMII'A KHALQIKA, ALLAHUMMAJ'AL HUBBAKA UHIBBU
ILAYYA MIN NAFSII WA AHLII WA MAALII WA WALADII WA MINAL MAA IL MAARIDI
'ALAZH ZHAMAA-I"
Artinya:

"YA ALLAH, SUNGGUH AKU MEMOHON CINTA KEPADA-MU DAN CINTA ORANG-ORANG YANG
CINTA KEPADA-MU, CINTA KEPADA SEMUA AMAL PERBUATAN YANG MENDEKATKAN AKU
KEPADA CINTA KEPADA-MU. YA ALLAH, JADIKANLAH AKU ORANG YANG CINTA KEPADA-MU,
CINTA KEPADA MALAIKAT-MU, SEMUA NABI-MU, DAN SEMUA MAKHLUK-MU, YA ALLAH,
JADIKANLAH CINTAKU KEPADA-MU, MELEBIHI CINTAKU KEPADA DIRIKU SENDIRI, KEPADA
KELUARGAKU, KEPADA HARTAKU, DAN AIR TAWAR YANG DINGIN BAGI ORANG
KEHAUSAN."

Amalkanlah Doa Nabi daud ini untuk mendapatkan cinta sejati dari Allah dan makhluk Allah,
juga mendapatkan harta dunia.

Nabi Daud alihis-salaam merupakan seorang hamba Allah yang sangat rajin beribadah
kepada Allah. Hal ini disebutkan langsung oleh Nabi Muhammad shollallahu alaih wa
sallam. Nabi Daud alihis-salaam sangat rajin mendekatkan diri kepada Allah. Beliau sangat
rajin memohon kepada Allah agar dirinya dicintai Allah. Beliau sangat mengutamakan cinta
Allah lebih daripada mengutamakan dirinya sendiri, keluarganya sendiri dan air dingin yang
bisa menghilangkan dahaga musafir dalam perjalanan terik di tengah padang pasir. Inilah
penjelasan Nabi Muhammad shollallahu alaih wa sallam mengenai doa Nabi Daud tersebut:
Rasulullah shollallahu alaih wa sallam bersabda: Di antara doa Nabi Daud alihis-salaam
ialah: Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu cintaMu dan cinta orang-orang
yang mencintaiMu dan aku memohon kepadaMu perbuatan yang dapat mengantarku
kepada cintaMu. Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku
serta air dingin. Dan bila Rasulullah shollallahu alaih wa sallam mengingat Nabi Daud
alihis-salaam beliau menggelarinya sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah.
(HR Tirmidzi 3412)
Setidaknya terdapat empat hal penting di dalam doa ini. Pertama, Nabi Daud alihis-salaam
memohon cinta Allah. Beliau sangat faham bahwa di dunia ini tidak ada cinta yang lebih
patut diutamakan dan diharapkan manusia selain daripada cinta yang berasal dari Allah ArRahman Ar-Rahim (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). Apalah artinya seseorang
hidup di dunia mendapat cinta manusia bahkan seluruh manusia- bilamana Allah tidak
mencintainya. Semua cinta yang datang dari segenap manusia itu menjadi sia-sia sebab
tidak mendatangkan cinta Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sebaliknya,
apalah yang perlu dikhawatirkan seseorang bila Allah mencintainya sementara manusia
bahkan seluruh manusia- membencinya. Semua kebencian manusia tersebut tidak
bermakna sedikitpun karena dirinya memperoleh cinta Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang.

Sebab itulah Nabi Daud alihis-salaam tidak menyebutkan dalam awal doanya harapan akan
cinta manusia. Beliau mendahulukan cinta Allah di atas segala-galanya. Beliau sangat
menyadari bahwa bila Allah telah mencntai dirinya, maka mudah saja bagi Allah untuk
menanamkan cinta ke dalam hati manusia terhadap Nabi Daud alihis-salaam. Tetapi bila
Allah sudah mebenci dirinya apalah gunanya cinta manusia terhadap dirinya. Sebab cinta
manusia terhadap dirinya tidak bisa menjamin datangnya cinta Allah kepada Nabi Daud
alihis-salaam.
Dari Nabi shollallahu alaih wa sallam beliau bersabda: Bila Allah mencintai seorang
hamba, maka Allah berseru kepada Jibril: Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka
cintailah dia. Jibrilpun mencintainya. Kemudian Jibril berseru kepada penghuni langit:
Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka kalian cintailah dia. Penghuni langitpun
mencintainya. Kemudian ditanamkanlah cinta penghuni bumi kepadanya. (HR Bukhary
5580)
Kedua, Nabi Daud alihis-salaam memohon kepada Allah cinta orang-orang yang mencintai
Allah. Sesudah mengharapkan cinta Allah lalu Nabi Daud alihis-salaam memohon kepada
Allah kasih-sayang dari orang-orang yang mencintai Allah, sebab orang-orang tersebut
tentunya adalah orang-orang beriman sejati yang sangat pantas diharapkan cintanya.
Hal ini sangat berkaitan dengan Al-Wala dan Al-Bara (loyalitas dan berlepas diri). Yang
dimaksud dengan Al-Wala ialah memelihara loyalitas kepada Allah, RasulNya dan orangorang beriman. Sedangkan yang dimaksud dengan Al-Bara ialah berlepas diri dari kaum
kuffar dan munafiqin. Karena loyalitas mumin hendaknya kepada Allah, RasulNya dan
orang-orang beriman, maka Nabi Daud alihis-salaam berdoa agar dirinya dipertemukan
dan dipersatukan dengan kalangan sesama orang-orang beriman yang mencintai Allah. Dan
ia sangat meyakini akan hal ini.
Sesungguhnya Rasulullah shollallahu alaih wa sallam bersada: Ruh-ruh manusia
diciptakan laksana prajurit berbaris, maka mana yang saling kenal di antara satu sama lain
akan bersatu. Dan mana yang saling mengingkari di antara satu sama lain akan berpisah.
(HR muslim 4773)
Ketiga, Nabi Daud alihis-salaam memohon kepada Allah agar ditunjuki perbuatanperbuatan yang dapat mendatangkan cinta Allah. Setelah memohon cinta Allah kemudian
cinta para pecinta Allah, selanjutnya Nabi Daud alihis-salaam memohon kepada Allah agar
ditunjuki perbuatan dan amal kebaikan yang mendatangkan cinta Allah. Ia sangat khawatir
bila melakukan hal-hal yang bisa mendatangkan murka Allah. Beliau sangat khawatir bila
berbuat dengan hanya mengandalkan perasaan bahwa Allah pasti mencintainya bila niat
sudah baik padahal kualitas dan pelaksanaan amalnya bermasalah. Maka Nabi Daud alihissalaam sangat memperhatikan apa saja perkara yang bisa mendatangkan cinta Allah pada
dirnya. Di dalam Al-Quran disebutkan bahwa Allah mencintai Ash-Shobirin (orang-orang
yang sabar). Siapakah yang dimaksud dengan Ash-Shobirin? Apa sifat dan perbuatan
mereka sehingga menjadi dicintai Allah?
Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari
pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa
mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah
mencintai orang-orang yang sabar. (QS Ali Imran ayat 146)
Keempat, Nabi Daud alihis-salaam memohon kepada Allah agar menjadikan cinta Allah
sebagai hal yang lebih dia utamakan daripada dirinya sendiri, keluarganya dan air dingin.
Kemudian pada bagian akhir doa ini Nabi Daud alihis-salaam kembali menegaskan betapa
beliau sangat peduli dan mengutamakan cinta Allah. Sehingga beliau sampai memohon
kepada Allah agar cinta Allah yang ia dambakan itu jangan sampai kalah penting bagi
dirinya daripada cinta dirinya terhadap dirinya sendiri, terhadap keluarganya sendiri dan
terhadap air dingin.

Mengapa di dalam doanya Nabi Daud alihis-salaam perlu mengkontraskan cinta Allah
dengan cinta dirinya sendiri, keluarganya dan air dingin? Sebab kebanyakan orang
bilamana harus memilih antara mengorbankan diri dan keluarga dengan mengorbankan
prinsip hidup pada umumnya lebih rela mengorbankan prinsip hidupnya. Yang penting
jangan sampai diri dan keluarga terkorbankan. Kenapa air dingin? Karena air dingin
merupakan representasi kenikmatan dunia yang indah dan menggoda. Pada umumnya
orang rela mengorbankan prinsip hidupnya asal jangan mengorbankan kelezatan duniawi
yang telah dimilikinya.