Anda di halaman 1dari 53

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

BAB II
TINJAUAN UMUM PROYEK

A.

Perusahaan

II.1

Sejarah dan Perkembangan Perusahaan


Kiprah ADHI dimulai sejak 11 Maret 1960 saat Menteri
Pekerjaan Umum menetapkan Architecten Ingenicure - en
Annemersbedriff Associatie Selle en de Bruyen, Reyerse en de Vries
N.V. (Associatie N.V), salah satu perusahaan Belanda yang
dinasionalisasi menjadi PN Adhi Karya. Nasionalisasi ini ditujukan
untuk memacu pembangunan Infrastruktur di Indonesia.
Status ADHI berubah menjadi sebuah Perseroan Terbatas
pada tanggal 1 Juni 1974 dan telah mendapatkan pengesahan dari
Menteri Kehakiman. ADHI 100% dimiliki oleh Negara Republik
Indonesia sampai pada akhir tahun 2003 saat Negara Republik
Indonesia melalui Menteri Negara BUMN, selaku Kuasa Pemegang
Saham, melepas 49% kepemilikannya atas saham ADHI untuk
ditawarkan kepada masyarakat melalui Initial Public Offering (IPO).
Keputusan tersebut diikuti oleh pendaftaran saham ADHI di Bursa
Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) yang sekaligus
menjadikan ADHI sebagai BUMN pertama yang terdaftar pada bursa.

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

Dalam

kegiatan

operasionalnya,

ADHI

didukung

oleh

sembilan divisi yang tersebar di seluruh Indonesia dan Luar Negeri.


Dimana beberapa divisi diarahkan sebagai divisi spesialis, yaitu
spesialis gedung, spesialis infrastruktur dengan teknologi tinggi, dan
spesialis EPC (Engineering, Procurement, Construction).
ADHI

mengelompokan

proyek-proyek

Jasa

Konstruksi

menjadi dua kelompok, yaitu :


1. Proyek infrastruktur
Terdiri dari Proyek-Proyek

Infrastruktur

seperti

Jalan,

Jembatan, Pengairan, Pembangkit Listrik, Pelabuhan, dan


lain-lain
2. Proyek Pembangunan
Terdiri dari pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan
gedung bertingkat tinggi seperti hotel dan perkantoran,
pembangunan fasilitas umum seperti Rumah Sakit dan
Sekolah, bangunan komersial, perumahan, kawasan Industri
dan Manufaktur, pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal pada
gedung

dan

Industri,

Radio,

Telekomunikasi,

dan

Construction)

yang

Instrumentasi serta pemipaan.


EPC

(Engineering,

Procurement,

merupakan extended bussines ADHI, adalah perpanjangan bisnis jasa


konstruksi yang dipilih karena bisnis ini masih sangat berkaitan
dengan core bussines Perseroan. Kompetensi ADHI di bidang jasa
konstruksi merupakan modal kekuatan yang untuk memenangkan
proyek EPC (Engineering, Procurement, Construction). Mengingat

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

kompetensi dan Sumber Daya yang dimiliki Perseroan, ADHI


membatasi pekerjaan EPC (Engineering, Procurement, Construction)
yang diambil hanya pada pembangunan pembangkit listrik dan oil &
gas. Begitu juga dengan wilayah operasinya, mengingat bisnis ini
merupakan bisnis baru dari ADHI, walaupun sebenarnya proyek EPC
(Engineering,

Procurement,

Construction)

menawarkan

margin

keuntungan yang relatif besar dibandingkan dengan Jasa Konstruksi.


Investasi merupakan expended bussines yang dipilih oleh
ADHI. Bisnis ini mempunyai value creation yang tinggi, walaupun
untuk masuk dalam bisnis ini mempunyai tantangan yang cukup berat
karena dibutuhkan pola pikir yang lebih jangka panjang, dan syarat
kompetensi yang berbeda dengan yang telah dimiliki Perseroan.
Dengan

memasuki

bidang

investasi,

diharapkan

ADHI

dapat

menciptakan bisnis EPC dan konstruksi sendiri. Tentunya selain


mendapatkan keuntungan dari bisnis investasinya. Dalam bisnis ini,
ADHI membatasi hanya terjun ke bidang investasi yang dekat dengan
bidang konstruksi saja, misalnya jalan tol, properti, dan lain-lain.

II.2

Lokasi Perusahaan

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

PT Adhi Karya (persero) Tbk. Divisi Konstruksi I berada di


Jalan Raya Pasar Minggu Km.18 Jakarta 12510, sedangkan untuk
proyek

The

Convergence

Indonesia

atau

proyek

tempat

dilaksanakannya kerja magang ini berada di kawasan Epicentrum,


Jakarta. Tepatnya berada di kompleks Rasuna Epicentrum JL. HR
Rasuna Said Jakarta Selatan 12960 dengan lahan seluas 56000 m 2 .
Lokasi proyeknya strategis karena berada di pusat kota sehingga
dapat di jangkau dengan kendaraan

pribadi ataupun kendaraan

umum dengan mudah.

Gambar 2. Peta Lokasi Kantor Adhi Karya

II.3

Struktur Organisasi

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

Pada kerja magang yang dilaksanakan di proyek The


Convergence Indonesia, Struktur Organisasi Proyek ini adalah
sebagai berikut :
a. Project Manager
Merupakan Pimpinan Proyek. Menerima langsung tugas dari
owner atas nama Adhi Karya. Membawahi langsung QCM, K3,
PEM, PFM, dan PPM.
b. QCM (Quality Control Manager)
Monitoring terhadap pekerjaan pekerjaan konstruksi di
lapangan. Bertanggung jawab atas mutu suatu bahan material
(beton cor, besi, baja, dll) baik sebelum digunakan untuk
pekerjaan konstruksi dan hasil setelah pekerjaan konstruksi.
c. K3 (keselamatan dan kesehatan kerja)
Bertanggung jawab atas keselamatan dan kesehatan kerja di
lapangan.
d. PEM (Project Engineering Manager)
Memeriksa kembali gambar, schedule, dll yang telah dibuat dan
diberikan oleh konsultan perencana. Membawahi Commercial
Manager (Logistik, Quantity Surveying, Procurement) dan
Technical Manager (scheduling, drafting, planning).
e. PFM (Project Financial Manager)
Bertanggung jawab langsung kepada Project Manager di dalam
mengembangkan fungsi-fungsi staf dan penerapan sistem
administrasi keuangan dan prosedur yang sesuai dengan
keperluannya.
f. PPM (Project Production Manager)

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

Membawahi Supervisor dan Surveyor. Melaksanakan proses


konstruksi setelah mendapat bestek (gambar, schedule) dari
PEM.
II.4

Penghargaan dan Sertifikat Perusahaan


PT Adhi Karya telah mendapatkan beberapa penghargaan
dan sertifikat, antara lain Annual Report Award (ARA) tahun 2004
sampai 2008, Indonesias Most Admired Company (IMAC) tahun 2008
sampai 2009, Indonesias Most Trusted Company Award tahun 2007,
2008, dan 2009, Indonesia GCG award 2009, SOE Website Award
2009, Indonesaia Quality Award (IQA) tahun 2006, 2007 dan 2009,
Indonesian Financial Reporting Award (IFRA) tahun 2008, StateOwned

Enterprise

(SOE)

CEO

Award

2006,

Zero

Accident

Achievement, ISO 14001 : 2004, OHSAS 18001 : 2007, dan ISO 9001
; 2008.

B.

Proyek

II.5

Deskripsi Proyek
Sebagai negara berkembang, Indonesia terus mengalami
perkembangan dalam berbagai bidang, tak terkecuali di bidang media
komunikasi dan informasi. Oleh karena itu, untuk mengimbangi
pertumbuhan dan perkembangan bidang media komunikasi dan

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

informasi,

maka

fasilitas-fasilitas

penunjang

di

bidang

media

komunikasi dan informasi terus ditingkatkan, salah satunya adalah


dengan membangun gedung perkantoran yang diperuntukkan bagi
pusat kegiatan media informasi yang dilengkapi dengan berbagai
fasilitas seperti studio, news room, dan ballroom sebagai penunjang
aktivitas kegiatan media.
Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan ruang kerja
media yang aman, nyaman, dan strategis, maka PT Andika Multi
Karya sebagai pemilik proyek mencoba mewujudkan kebutuhan
tersebut dengan membangun The Convergence Indonesia sebagai
ruang kerja media dari salah satu group media terkemuka di
Indonesia. Gedung media ini memiliki berbagai akses menuju pusat
pemerintahan, lembaga pemerintah, maupun lainnya, karena terletak
pada kawasan setrategis, Rasuna Epicentrum.
The Convergence Indonesia merupakan proyek pembangunan
gedung seluas 5.600 m2. Pada saat ini proyek tersebut masih pada
tahap pembangunan, yaitu pembangunan podium dan tower.
Bangunan ini terdiri atas dua gedung, yaitu podium 7 lantai,
tower 22 lantai, dan basement 3 lantai.
Status proyek The Convergence Indonesia adalah sebagai berikut :
1. NAMA PROYEK

: THE CONVERGENCE INDONESIA

2. LOKASI PROYEK

: RASUNA EPICENTRUM
: JL RASUNA SAID JAKARTA

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

3. TYPE PROYEK

: PEMBANGUNAN PERKANTORAN
: 5.600 M2

4. LUAS LAHAN

5. LUAS LANTAI KESELURUHAN : 62.675 M2


6. JUMLAH MASA BANGUNAN

: BASEMENT, PODIUM & TOWER

7. JUMLAH LANTAI BANGUNAN

: 3 LANTAI BASEMENT
7 LANTAI PODIUM
22 LANTAI TOWER

Gambar 3.The Convergence Indonesia

Sedangkan untuk pengelola proyek The Convergence


Indonesia adalah sebagai berikut :

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

NAMA PROYEK

: THE CONVERGENCE INDONESIA

PEMILIK PROYEK

: PT ANDIKA MULTI KARYA

KONSULTAN STRUKTUR

: PT ARKONIN

KONSULTAN ARSITEK

: PT AIR MAS ASRI

KONSULTAN INTERIOR

: PT GRAHA CIPTA HADIPRANA/


: PT PARAMITA ABIRAMA
ISTASADHYA

KONSULTAN FAADE

: PT MEINHARDT FAADE
TECHNOLOGY

KONSULTAN MEP

: PT ARKONIN

KONSULTAN LIGHTING

: PT LITAC

QUANTITY SURVEYORS

: PT WT PARTNERSHIP

KONSULTAN PENGAWAS

: PT JAYA CM

KONTRAKTOR UTAMA

: PT

LAPORAN KERJA MAGANG

ADHI KARYA (PERSERO) Tbk.

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

II.6

Manajemen Proyek Konstruksi


II.6.1 Pengertian Manajemen Proyek Konstruksi
Manajemen (pengelolaan) adalah sekelompok orang
yang menyelenggarakan serangkaian upaya dan kegiatan
untuk

mencapai

tujuan

tertentu

yang

telah

ditetapkan

sebelumnya, dengan menggunakan sumber daya manusia dan


sumber daya lainnya, yang salah seorang diantaranya ditunjuk
menjadi pemimpin agar dapat menetapkan tugas, tanggung
jawab, wewenang dan kewajiban masing-masing orang secara
jelas sehingga menghasilkan hasil kerja yang efektif dan
efisien.
Sedangkan

proyek

atau

satuan

kerja

adalah

serangkaian kegiatan yang digunakan untuk mencapai tujuan


tertentu

yang

telah

ditetapkan

sebelumnya

dengan

memanfaatkan sumber daya yang biasanya terbatas yang

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

mencangkup sumber daya manusia, dana, peralatan, material


dan metode pelaksanaan dalam batas waktu tertentu, terdapat
waktu mulai dan waktu selesai dengan proses baik yang
sederhana maupun komplek, tidak berulang dan antara
kegiatan yang satu dengan yang lainnya terdapat saling
keterkaitan dan saling ketergantungan.
Sehingga

manajemen

proyek

konstruksi

adalah

keseluruhan atau sebagian rangkaian kegiatan perencanaan


dan atau pelaksanaan beserta pengawasan yang mencangkup
pekerjaan arsitektural, sipil, mekanikal, elektrikal dan tata
lingkungan untuk mewujudkan suatu bentuk bangunan atau
bentuk fisik lainnya.
Dalam mengelola suatu proyek konstruksi ada dua
fungsi

manajemen

yang

harus

diperhatikan,

yaitu

merencanakan (to plan) dan mengendalikan (to control). Jika


kedua fungsi tersebut dapat berjalan dengan baik serta
didukung pula oleh fungsi-fungsi manajemen yang lain maka
proyek konstruksi dapat berjalan secara efektif dan efisien.
Karena tujuan akhir dari suatu proyek konstruksi adalah
tercapainya 3 hal yaitu biaya pelaksanaan dapat lebih
terkontrol, mutu bangunan yang lebih baik dan waktu
pelaksanaan yang sesuai rencana.
II.6.2 Tahapan Proyek Konstruksi

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

Dalam setiap proyek kostruksi terdapat 2 tahapan yang


harus dilalui, yaitu tahap pra konstruksi yang terdiri dari tahap
studi kelayakan, tahap desain dan rekayasa, dan tahap
pelelangan. Selanjutnya tahap kostruksi yang terdiri dari tahap
persiapan konstruksi, tahap pelaksanaan konstruksi dan tahap
serah terima (commisioning). Setiap tahapan yang dilalui
merupakan daur hidup dalam proyek konstruksi.
Tahap studi kelayakan dan tahap desain dan rekayasa
dilakukan oleh konsultan perencana yang diawasi oleh pemilik
proyek. Pada tahap pelelangan dilaksanakan oleh konsultan
dan diikuti oleh calon kontraktor serta diawasi oleh pemilik
proyek. Untuk tahap persiapan dan pelaksanaan konstruksi
dilaksanakan oleh kontraktor terpilih dan diawasi oleh konsultan
MK

dan

pemilik

proyek.

Untuk

tahapan

serah

terima

(commisioning) merupakan serah terima bangunan yang sudah


jadi dari kontraktor kepada pemilik proyek. Tahapan-tahapan
tersebut

tidak

termasuk

ke

bangunan.
Tahap pra konstruksi
Studi kelayakan
Desain dan rekayasa
Pelelangan
Tahap konstruksi
Persiapan
Pelaksanaan
Serah terima

LAPORAN KERJA MAGANG

dalam

masa

pemeliharaan

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

II.6.3 Pihak-pihak yang terkait


Pada suatu proyek konstruksi dibutuhkan sumber daya
manusia, dalam hal ini adalah pihak-pihak yang terkait, yaitu :
PEMILIK PROYEK

: PT ANDIKA MULTI KARYA

KONSULTAN STRUKTUR

: PT ARKONIN

KONSULTAN ARSITEK

: PT AIR MAS ASRI

KONSULTAN INTERIOR

: PT GRAHA CIPTA HADIPRANA/


: PT PARAMITA ABIRAMA
ISTASADHYA

KONSULTAN FAADE

: PT MEINHARDT FAADE
TECHNOLOGY

KONSULTAN MEP

: PT ARKONIN

KONSULTAN LIGHTING

: PT LITAC

QUANTITY SURVEYORS

: PT WT PARTNERSHIP

KONSULTAN PENGAWAS

: PT JAYA CM

KONTRAKTOR UTAMA

: PT ADHI

LAPORAN KERJA MAGANG

KARYA (PERSERO) Tbk.

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

II.7

Struktur Organisasi Proyek

Owner
PT Andika Multi Karya

Konsultan Struktur

: PT Arkonin

Konsultan Arsitek

: PT Airmas Asri Architects

Konsultan MEP

: PT Arkonin

Konsultan facade

: PT MEINHARDT FAADE
TECHNOLOGY

Konsultan interior

: PT GRAHACIPTAHADIPRANA/
: PT Paramita abirama

Keterangan:

Manajemen Konstruksi
PT Jaya CM
Kontraktor Utama
PT Adhi Karya (persero) Tbk.
Sub Kontraktor
&
Penyedia
Bahan

: Garis Instruksi
: Garis Koordinasi
Gambar 4. Skema Hubungan Kerja yang Terkait dalam Proyek.

II.7.1 Pemilik Proyek (Owner)

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

Pemilik proyek (pengguna jasa konstruksi) adalah


orang perseorangan atau badan sebagai pemberi tugas atau
pemilik pekerjaan / proyek yang memerlukan layanan jasa
konstruksi. Pemilik proyek dari The Convergence Indonesia
adalah PT Andika Multi Karya.
Tugas dan kewajiban pemilik proyek adalah membayar
biaya pekerjaan konstruksi mulai dari perencanaan hingga
selesainya proyek konstruksi. Selain itu pemilik proyek juga
berhak untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi
baik dengan atau tanpa didampingi konsultan pengawas, dan
memperoleh laporan pekerjaan konstruksi secara berkala baik
secara lisan maupun tulisan.
Dalam hubungannya dengan pengawasan, pemilik
proyek mempunyai wewenang :
a. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan tanpa atau bersama
pengawas sebagai wakilnya.
b. Meminta laporan dan penjelasan tentang pelaksanaan
pekerjaan kepada pelaksana proyek baik secara lisan
maupun tulisan.
Pada
owner

pelaksanaannya, sebelum

diadakan

tender,

membentuk sebuah tim kecil yang terdiri dari tim

budget, tim desian, dan tim tender, serta tim umum yang
memiliki bagian-bagian yaitu finance, marketing, legal & permit,

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

amdal, dan humas. Adapun tugas dan kewajiban dari tim


tersebut antara lain :
a. Membuat rencana anggaran biaya yang dibutuhkan
selama proyek berlangsung dari mulai pra konstruksi
sampai pada pasca konstruksi.
b. Membuat rencana desain awal, spesifikasi pekerjaan
dan gambar untuk tender.
c. Membuat dan mengatur jadwal pelaksanaan tender.
d. Menyusun anggaran dan rencana pengeluaran biaya
serta pembayaran kepada pihak-pihak terkait dalam
proyek selama proyek berlangsung.
e. Mengusahakan mengenai izin-perizinan.
f. Menganalisa mengenai dampak terhadap lingkungan
akibat pekerjaan proyek konstruksi.

II.7.2 Konsultan Perencana


Konsultan perencana adalah penyedia jasa orang
perorangan atau badan usaha yang dinyatakan ahli yang
profesional di bidang perencanaan jasa konstruksi yang mampu
mewujudkan pekerjaan dalam bentuk dokumen perencanaan
bangunan atau bentuk fisik lain.
Secara umum tugas konsultan perencana adalah
membuat sketsa,
pekerjaan

yang

LAPORAN KERJA MAGANG

gagasan yang memberikan gambaran


meliputi

pembagian

ruang,

rencana

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

pelaksanaan,

dan

lain-lain.

Semua

disesuaikan

dengan

kepentingan dan keinginan pihak owner.


Tugas konsultan perencana antara lain :
a. Membuat rencana pelaksanaan.
b. Membuat gambar-gambar detil / penjelasan, lengkap
dengan perhitungan konstruksinya.
c. Membuat Rencana Kerja dan Syarat - Syarat (RKS).
Konsultan perencana dalam proyek ini terdiri dari :
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Konsultan perencana struktur.


Konsultan perencana arsitektur.
Konsultan perencana interior.
Konsultan facade.
Konsultan M E P (Mechanical, Electrical, Plumbing).
Konsultan perencana lighting.

II.7.2.1 Konsultan perencana Struktur


Konsultan perencana Struktur adalah penyedia jasa
orang atau perseorangan atau badan usaha yang dinyatakan
ahli yang profesional di bidang perencanaan jasa konstruksi
khususnya dalam bidang struktur suatu gedung yang mampu
mewujudkan pekerjaan dalam bentuk dokumen perencanaan

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

bangunan

atau

bentuk

fisik

lain.

Dalam

proyek

The

Convergence Indonesia ini, PT Arkonin menjadi konsultan


strukturnya.

II.7.2.2 Konsultan Arsitektur


Dalam suatu proyek konstruksi, konsultan arsitektur
sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan karena
sangat membantu dalam urusan atau bidang arsitektur, karena
konsultan arsitektur terdiri dari badan usaha atau orang
perseorangan

yang

ahli

dan

profesional

dalam

bidang

arsitektur. PT Air Mas Asri menjadi konsultan arsitektur dalam


proyek The Convergence Indonesia ini.

II.7.2.3 Konsultan MEP, Interior, Lighting


Konsultan MEP merupakan badan atau organisasi yang
ahli dalam bidang mechanical, electrical dan plumbing.
Konsultan MEP pada Proyek The Convergence Indonesia
adalah PT Arkonin. Sedangkan konsultan interior pada proyek
ini adalah PT Graha Cipta Hadiprana / PT Paramita Abirama
Istasadhya dan untuk konsultan Lighting adalah PT Litac
Adapun tugas dan wewenang konsultan MEP sebagai
berikut :

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

1. Merencanakan instalasi yang menggunakan tenaga mesin


dan listrik serta berbagai perlengkapan seperti misalnya AC,
perlengkapan penerangan, plumbing, generator, pemadam
kebakaran,

telepon, dan sound system sesuai dengan

keadaan dan fungsi bangunan.


2. Memberikan penjelasan pada waktu rapat, menyusun
dokumen pelaksanaan dan melakukan pengawasan berkala
dan melaporkannya pada kontraktor utama.
Hubungan kerja antara konsultan perencana dengan
kontraktor pelaksana adalah kedua belah pihak sama-sama
ditunjuk oleh pemilik proyek untuk melaksanakan proyek.
Konsultan perencana dan kontraktor pelaksana mempunyai
hubungan koordinasi yaitu konsultan perencana menjadi
tempat konsultasi mengenai desain yang akan dibangun.
Kesesuaian struktur yang akan dibangun harus dikonsultasikan
dengan konsultan perencana baik arsitektur, struktur, maupun
MEP.
II.7.3 Kontraktor Pelaksana
Kontraktor pelaksana adalah badan hukum atau
perseorangan yang ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan
proyek sesuai dengan keahliannya. Dalam definisi lain
menyebutkan bahwa pihak yang penawarannya telah diterima
dan telah diberi surat penunjukan serta telah menandatangani

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

surat perjanjian pemborongan kerja dengan pemberi tugas


sehubungan dengan pekerjaan proyek.
Pada

proyek

pembangunan

The

Convergence

Indonesia, pemilik proyek (owner) memberikan kepercayaan


secara langsung kepada PT Adhi Karya (persero) Tbk. Divisi
Konstruksi

untuk

melaksanakan

pekerjaan

konstruksi.

Peraturan dan persetujuan yang telah disepakati, diatur dalam


dokumen kontrak dan didalamnya terdapat hak dan kewajiban
masing-masing pihak.
Kontraktor bertanggung jawab secara langsung kepada
pemilik proyek (owner) dan dalam melaksanakan pekerjaannya
diawasi oleh tim pengawas serta dapat berkonsultasi secara
langsung dengan tim pengawas terhadap masalah yang terjadi
dalam pelaksanaan, sehingga menyebabkan perubahan desain
harus dikonsultasikan langsung dengan pemilik proyek sebelum
dilaksanakan.

Tugas dan tanggung jawab kontraktor pelaksana antara lain :


a. Melaksanakan pekerjaan konstruksi sesuai dengan
peraturan dan spesifikasi yang telah direncanakan dan
ditetapkan dalam kontrak perjanjian pemborongan.

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

b. Memberikan laporan kemajuan proyek (progress) yang


meliputi laporan harian, mingguan, serta bulanan kepada
pemilik proyek.
c. Menyediakan tenaga kerja, bahan material, tempat kerja,
peralatan, dan alat pendukung lain yang digunakan
mengacu pada spesifikasi dan gambar yang telah
ditentukan dengan memperhatikan waktu, biaya, kualitas
dan keamanan pekerjaan.
d. Bertanggung jawab sepenuhnya atas kegiatan konstruksi
dan metode pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
e. Melaksanakan pekerjaan sesuai jadwal (time schedule)
yang telah disepakati.
f. Melindungi semua perlengkapan, bahan, dan pekerjaan
terhadap kehilangan dan kerusakan sampai pada
penyerahan pekerjaan.
g. Memelihara dan memperbaiki dengan biaya sendiri
terhadap

kerusakan

jalan

yang

diakibatkan

oleh

kendaraan proyek yang menyangkut peralatan dan


material ke tempat pekerjaan.
h. Menyerahkan laporan hasil pekerjaan secara rutin
kepada pengawas yang memuat :
Pelaksanaan pekerjaan.
Prestasi kerja yang dicapai.
Jumlah tenaga kerja yang digunakan.
Jumlah bahan yang masuk.
Keadaan cuaca dan lain-lain.
i. Kontraktor mempunyai hak untuk meminta kepada
pemilik proyek sehubungan dengan pengunduran waktu
penyelesaian pembangunan dengan memberikan alasan

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

yang logis dan sesuai dengan kenyataan di lapangan


yang memerlukan tambahan waktu.
j. Kontraktor pelaksana harus segera melaporkan secara
tertulis jika terjadi force majeur. Yang dimaksud force
majeur adalah :
Bencana alam (gempa bumi, tanah longsor, dll).
Perang, huru-hara, pemogokan, pemberontakan
dan epidemi yang secara keseluruhan ada
hubungan

langsung

dengan

penyelesaian

pekerjaan.
Kejadian lain yang dapat diterima oleh Direksi
akibat tindakan pemerintah di bidang moneter dan
ekonomi yang pelaksanaannya sesuai dengan

petunjuk pemerintah.
k. Mengganti semua ganti rugi yang diakibatkan oleh
kecelakaan sewaktu pelasanaan pekerjaan serta wajib
menyediakan perlengkapan pertolongan pertama pada
kecelakaan.
l. Menyerahkan

pekerjaan

apabila

telah

selesai

dilaksanakan.

II.7.4 Konsultan Pengawas


Konsultan pengawas adalah salah satu badan atau
perseorangan yang ditunjuk oleh pemilik proyek (owner) untuk
bertindak mewakili owner dalam memimpin dan mengkoordinir
pekerjaan di lapangan serta bertugas mengatur dan mengawasi
pelaksanaan proyek yang dilaksanakan oleh kontraktor. Hal ini

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

bertujuan agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai dengan


rencana, yaitu tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya.
Pada

proyek

pembangunan

The

Convergence

Indonesia, pemilik proyek (owner) memberikan kepercayaan


secara langsung kepada PT Jaya CM untuk mengatur dan
mengawasi

pelaksanaan

proyek.

Tim

pengawas

akan

memberikan laporan harian, mingguan, dan bulanan tentang


perkembangan pelaksanaan proyek kepada pemilik proyek dan
pimpinan proyek.
Tugas dan tanggung jawab konsultan pengawas antara
lain :
1. Mengarahkan,

mengelola,

serta

mengkoordinasikan

pelaksanaan kontraktor dalam aspek mutu, biaya, waktu,


dan keselamatan dalam pekerjaan.
2. Membantu pengelolaan proyek dalam mengembangkan
sasaran yang akan dicapai dari aspek biaya, waktu, dan
mutu pelaksanaan atau pekerjaan.
3. Mengadakan rapat koordinasi yang dihadiri oleh pemberi
tugas (owner), konsultan perencana, dan kontraktor.
Biasanya rapat diadakan seminggu sekali.
4. Memeriksa gambar detil pelaksanaan.
5. Memeriksa laporan dan hasil pekerjaan kontraktor.
6. Membuat laporan kemajuan pekerjaan di lapangan.

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

II.7.5 Struktur Organsisai Kontraktor


Organisasi proyek pembangunan The Convergence
Indonesia secara umum mempunyai susunan organisasi seperti
yang tertera pada lampiran. Kepala proyek berperan penting
dan berhak memberikan perintah secara langsung kepada
divisi

administrasi

dan

kontrak

serta

divisi

pelaksana.

Sedangkan divisi pelaksana memberi perintah kepada badan


logistik serta bertanggung jawab atas hasil kerja kepada kepala
proyek.

Kepala Proyek (Project Manager)


Project manager adalah wakil dari perusahaan atau
kontraktor utama yang memimpin suatu proyek dan merupakan
pimpinan tertinggi di lapangan dari suatu proyek, yang dituntut
untuk memahami dan menguasai rencana kerja proyek secara
keseluruhan dan mendetil. Selain itu juga harus mampu
mengkoordinasikan seluruh kegiatan bawahannya sehingga
dapat dipastikan pekerjaan yang dilaksanakan sesuai dengan
spesifikasi dan dapat berjalan sesuai program kerja yang
direncanakan.

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

Apabila ada permasalahan pada proyek, misalnya ada


keterlambatan pekerjaan proyek, maka Project Manager yang
berhak

memutuskan

solusi

yang

akan

diambil

untuk

melanjutkan pekerjaan proyek agar proyek dapat berjalan


sesuai dengan rencana awal.
Project Manager memiliki tugas dan tanggung jawab antara lain
:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Membuat rencana proyek.


Melaksanakan kick of meeting (rapat pra pelaksanaan).
Melaksanakan rapat tinjauan manajemen.
Mengadakan dan mengembangkan SDM.
Memberikan persetujuan gambar.
Menyelesaikan tindak lanjut penyelesaian keluhan pelanggan
Penanggung jawab pelaksanaan K3L.
Mengelola keuangan dan pendanaan proyek.
Melaksanakan kegiatan pengarsipan data.
Membuat buku laporan akhir pelaksanaan.

Quality Control (QC)


Quality Control mempunyai tugas mengawasi seluruh
metode

pelaksanaan

lapangan

yang

dikeluarkan

oleh

Production Project Manager dan mengawasi mutu pelaksanaan


pekerjaan.

QC

didalam

melaksanakan

tugasnya

selalu

berhubungan dengan konsultan pengawas. QC berhubungan


langsung dengan Project Manager dan bertanggung jawab
kepada Project Manager.
Kasus yang sering terjadi di proyek adalah adanya
material yang tidak masuk spesifikasi yang telah direncanakan

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

pada saat diadakan pengetesan material, maka QC berhak


untuk memutuskan bahwa material tersebut tidak boleh
digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan proyek.
QC memiliki tugas dan tanggung jawab antara lain :
1. Membuat rencana inspeksi dan tes.
Membuat inspeksi kedatangan barang / material.
Membuat inspeksi pekerjaan dalam proses.
Membuat inspeksi hasil akhir pekerjaan.
Membuat rencana tes dan commisioning.
2. Merencanakan identifikasi kegiatan yang perlu
pengetesan (schedule, teknik statistik, evaluasi, dan
pemanfaatan pengetesan).
3. Mengkoordinasikan pelaksanaan inspeksi dan tes sesuai
4.
5.
6.
7.

rencana yang telah dibuat.


Melaksanakan non conforming (NC) report.
Memonitor pelaksanaan inspeksi dan tes.
Mengumpulkan hasil check list serah terima.
Membuat laporan akhir mutu pekerjaan sub kontraktor

dan mandor.
8. Membuat laporan akhir mutu pekerjaan proyek.

Safety Manager
Safety Manager adalah orang yang ditunjuk oleh
Project Manager untuk melaksanakan kebijakan keselamatan,
kesehatan kerja dan lingkungan (K3L) disuatu proyek, termasuk
orang / tamu yang akan masuk proyek harus dilakukan safety
induction terlebih dahulu.
Dalam pekerjaan proyek, ada beberapa pekerja proyek
ataupun pelaksana proyek yang tidak mematuhi K3L yang telah

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

ditetapkan. Safety Manager berhak untuk menegur maupun


menjatuhkan sanksi kepada pekerja dan pelaksana proyek
yang tidak mematuhi aturan yang berlaku di proyek.
Safety Manager memiliki tugas dan tanggung jawab antara
lain :
1. Membuat rencana dan melaksanakan kegiatan K3L
proyek.
2. Merencanakan dan memasang rambu-rambu K3L, Alat
Pelindung Diri (APD) dan lingkungan.
3. Mengidentifikasi kondisi dan tindakan tidak aman.
4. Mengkoordinasikan penyediaan kotak P3K di lapangan.
5. Memimpin inspeksi harian keselamatan dan kesehatan
kerja.
6. Penanganan kecelakaan kerja.
7. Membuat laporan kecelakaan harian dan bulanan.
8. Memberikan peringatan bagi yang tidak mematuhi
peraturan K3L.
9. Melakukan
investigasi

kecelakaan

dan

tindak

pencegahannya.
10.Membuat laporan akhir K3L proyek.

Project Engineering Manager (PEM)


Project Engineering Manager bertugas memimpin unit
Engineering

dan

berwenang

mengelola

urusan

yang

menyangkut fungi perencanaan teknik dan pengendalian suatu


proyek. Project Engineering Manager bertanggung jawab

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

terhadap

segala

urusan

yang

berhubungan

dengan

administrasi ke-engineering-an.
Apabila ada bagian dari pekerjaan proyek yang perlu
dijelaskan lebih detail, maka Project Engineering Manager akan
menetapkan metode kerja yang akan dijadikan sebagai acuan
kerja dalam pelaksanaan pekerjaan proyek. Adanya metode
kerja ini dapat mempermudah dalam pelaksanaan pekerjaan
proyek.
Project Engineering Manager memiliki tugas dan tanggung
jawab antara lain :
1. Mereview buku perencanaan proyek.
2. Pembuatan Rencana Anggaran

Proyek

(RAP),

perumusan dan penetapan metode kerja, resorce.


3. Membuat rencana waktu pelaksanaan proyek.
4. Membuat rencana program kerja mingguan dan bulanan.
5. Membuat gambar kerja (shop drawing) dan as built
drawing.
6. Membuat laporan kinerja proyek.
7. Membuat
laporan
perubahan
menganalisa

perubahan

pekerjaan

penyimpangan

dan

terhadap

rencana awal.

Project Production Manager (PPM)


Project Production Manager mempunyai wewenang
dan tanggung jawab mengenai
dilapangan

serta

masalah-masalah

mengkoordinasikan

teknis

pekerjaan-pekerjaan

kepada supervisor. Project Production Manager bertanggung

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

jawab terhadap semua pekerjaan yang dikerjakan di lapangan


dan

berkoordinasi

dengan

Engineering.

Pada

proyek

pembangunan The Convergence Indonesia ini, ada 2 orang


PPM yang masing-masing memimpin tower dan podium.
Project Production Manager berkoordinasi dengan
mandor dalam pelaksanaan pekerjaan proyek agar proyek
berjalan dapat berjalan sesuai rencana. Project Production
Manager berhak menegur mandor apabila terjadi keterlambatan
proyek yang disebabkan oleh pekerja dan memberikan
pengarahan kepada mandor agar proyek dapat mencapai
target yang telah direncanakan.
Project Production Manager memiliki tugas dan tanggung jawab
antara lain :
1. Membuat rencana kebutuhan bahan (RKB) dengan
2.
3.
4.
5.

prioritas on site.
Mengidentifikasi kebutuhan sarana K3L.
Membuat prosedur dan petunjuk kerja.
Memimpin rapat koordinasi pelaksanaan.
Melakukan proses permintaan koordinasi barang dan

jasa.
6. Membuat laporan pelaksanaan secara periodik (harian,
mingguan, serta prestasi pekerjaan).
7. Mengendalikan biaya pelaksanaan.
8. Memonitor dan mengevaluasi mutu pekerjaan.
9. Melakukan pengendalian kinerja mandor dan sub
kontraktor.
10. Mengevaluasi pemakaian bahan dan alat.
11. Memonitor pelaksanaan inspeksi dan tes.
12. Mengumpulkan data kapasitas produksi.

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

Project Finance Manager (PFM)


Project Finance Manager mempunyai wewenang dan
tanggung jawab terhadap segala sesuatu yang berhubungan
dengan uang dalam suatu proyek.
Project Finance Manager berhak memutuskan harga
pekerja apabila ada pekerjaan tambah dalam pelaksanaan
pekerjaan proyek yang tidak tercantum dalam dokumen
kontrak. Sehingga biaya pelaksanaan pekerjaan proyek dapat
dikendalikan dan tidak terjadi pembengkakan biaya proyek.
Project Finance Manager memiliki tugas dan tanggung jawab
antara lain :
1. Melakukan verifikasi opname mandor terhadap data-data
pendukung.
2. Melakukan verifikasi tagihan sub kontraktor terhadap
3.
4.
5.
6.

bobot prestasi kontraktor dan berita acara prestasi.


Membuat nota pembukuan (biaya / hutang).
Mengendalikan kontrak mandor / sub kontraktor.
Mengendalikan PO dan surat jalan dari supplier.
Mengendalikan bobot sub kontraktor.

Cost Control (CC)

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

Cost Control (CC) bertanggung jawab kepada Project


Engineering Manager yang memiliki tugas dan tanggung jawab
antara lain :
1. Membuat master cost control sesuai project plan book
(PPB).
2. Memonitor dan mengendalikan pelaksanaan Rencana
Anggaran Proyek (RAP).
3. Melakukan verifikasi volume, harga satuan, dan posting
upah, biaya umum, sisa bahan, alat yang telah disetujui
PEM.
4. Entry verifikasi data cost control.
5. Melakukan pengecekan laporan awal dan posisi saat ini
(RAP & RAB).
6. Membuat laporan hasil pelaksanaan dan pengendalian
biaya.
7. Melakukan

verifikasi

material

yang

diadakan

berdasarkan sisa Rencana Anggaran Proyek (RAP) yang


ada.
8. Membuat laporan cost control setelah proyek selesai.

Procurement
Procurement

bertanggung

jawab

kepada

Project

Engineering Manager yang memiliki tugas dan tanggung jawab


antara lain :
1. Mengajukan

schedule

dan

melaksanakan

pengadaan barang dan jasa.


2. Menyiapkan daftar pembayaran biaya proyek.

LAPORAN KERJA MAGANG

proses

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

3. Melakukan incoming inspection terhadap kedatangan


barang.
4. Melakukan opname sisa bahan lapangan dan verifikasi
terhadap kartu gudang dan mengevaluasinya.
5. Melakukan monitoring pengadaan barang dan jasa.
6. Menyusun laporan pengendalian material / barang.
7. Membuat laporan penilaian penyedian barang dan jasa.

Logistik
Logistik adalah bagian yang bertugas mengurusi dan
mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran barang-barang
atau material yang diperlukan proyek dan memeriksa apakah
persediaan barang-barang atau material tersebut masih cukup
atau tidak (kemacetan bahan) yang dapat berakibat terhadap
kelancaran bahan.

Logistik memiliki tugas dan tanggung jawab antara lain :


1. Membuat draft purchasing order (PO) atau kontrak.
2. Penyimpanan material dan bukti penerimaan material.
3. Menerima bon keluar gudang dan pengecekan
kesesuaian material.
4. Melakukan
inspeksi

(visual,

spesifikasi).
5. Membuat purchasing

order

pengukuran,
dan

dan

melaksanakan

penerimaan barang.
6. Mengatur penyimpanan material di gudang supaya tidak
rusak.
7. Menerima dan mencatat kedatangan material.

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

8. Melakukan monitoring pengadaan dan penerimaan


barang serta membuat rekapitulasi.

Quantity Surveyor
Quantity Surveyor (QS) bertanggung jawab kepada
Project Engineering Manager

yang memiliki tugas dan

tanggung jawab antara lain :


1. Membuat rencana schedule review volume dan kontrak.
2. Menghitung volume awal Rencana Anggaran Proyek
(RAP) dan volume realisasi.
3. Mereview perhitungan dan analisa (RAP dan RAB)
gambar kontrak.
4. Mengevaluasi analisa RAP dan RAB kontrak.
5. Melaksanakan peninjauan kontrak atas amandemen /
perubahan kontrak.
6. Menganalisa hitungan volume kontrak dengan volume
awal (RAP) dengan volume terealisasi.
7. Membuat laporan penutupan volume dan kontrak.

Technical Manager
Technical Manager bertanggung jawab kepada Project
Engineering Manager yang memiliki tugas dan tanggung jawab
antara lain :
1. Membuat laporan kemajuan proyek (progress).
2. Melaksanakan proses administrasi data-data
kontraktor :
Kontrak / addendum.
Laporan harian dan mingguan.
3. Evaluasi schedule sub kontraktor.
4. Membuat laporan closing administrasi proyek.

LAPORAN KERJA MAGANG

sub

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

Supervisor
Supervisor

bertanggung

jawab

kepada

Project

Production Manager yang memiliki tugas dan tanggung jawab


antara lain :
1. Mengawal semua proses pekerjaan di lapangan.
2. Mengarahkan tenaga kerja agar pekerjaan

yang

dilakukan sesuai dengan gambar shop drawing.

Surveyor
Surveyor

bertanggung

jawab

kepada

Project

Production Manager yang memiliki tugas dan tanggung jawab


antara lain :
1. Membuat schedule pemakaian alat survey dan kalibrasi
alat.
2. Bertanggung
3.
4.
5.
6.

jawab

terhadap

pekerjaan

yang

berhubungan dengan marking.


Melakukan pengukuran dan perataan lahan.
Melakukan perawatan / pemeliharaan rutin alat ukur.
Membuat daftar alat ukur dan laporan bulanan alat ukur.
Melakukan pengendalian alat ukur dan melakukaan
kalibrasi alat.

Chief Mecanic
Chief Mechanic bertanggung jawab penuh terhadap
semua peralatan yang berada di proyek termasuk bila ada
kerusakan alat-alat penunjang proyek. Sehingga proyek dapat
berjalan lancar apabila tidak terjadi kerusakan pada alat-alat
konstruksi.

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

II.8

Bahan dan Peralatan Konstruksi

II.8.1 Tinjauan Umum


Penyediaan bahan dan peralatan konstruksi bangunan pada
suatu proyek memerlukan manajemen yang baik untuk menunjang
kelancaran proyek. Pengadaan bahan dan peralatan konstruksi
bangunan disesuaikan dengan tahapan pekerjaan yang sedang
berlangsung. Penempatan material yang tepat dan seefisien mungkin
perlu diperhatikan untuk mempercepat dan mempermudah pekerjaan.
Dengan penempatan material yang baik dan tertata rapi akan
mendukung efektifitas kerja dan keselamatan kerja. Selain itu
penempatan material harus disesuaikan dengan sifat bahan, sehingga
kerusakan bahan bangunan sebelum digunakan bisa terhindarkan,
terutama pada bahan bangunan yang peka terhadap kondisi
lingkungan seperti semen dan baja tulangan yang sangat peka
terhadap pengaruh air dan udara.
Peralatan konstruksi berperan penting dalam menunjang
keberhasilan suatu proyek konstruksi. Peralatan konstruksi membantu
melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang sukar dikerjakan dengan
tenaga

manusia.

Penggunaan

peralatan

konstruksi

dapat

mempercepat waktu pelaksanaan, mempermudah pelaksanaan dan


meningkatkan efektifitas suatu pekerjaan. Oleh karena itu, perawatan
dan pemeliharaan peralatan konstruksi harus diperhatikan agar
kerusakan peralatan konstruksi dapat dihindari.

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

II.8.2 Sistem Penerimaan Bahan dan Peralatan Konstruksi


Setelah menerima order dari project production manager,
bagian logistik proyek bertugas untuk mengadakan / memesan
material konstruksi yang dibutuhkan, menerima, mengontrol mutu
barang dan menandatangani nota / kwitansi pembayaran pemesanan.
Selanjutnya nota / kwitansi tersebut diserahkan kepada bagian cost
control and procurement untuk diselesaikan pembayarannya sesuai
kesepakatan dengan pihak supplier.
Untuk pemesanan bahan konstruksi, jika ada bahan konstruksi
yang datang setelah dilakukan pemesanan, logistik melakukan cek
bahan konstruksi yang meliputi jumlah bahan harus sesuai permintaan
dan bahan yang dipesan harus sesuai spesifikasi dan kualitas yang
telah dirancang. Setelah semua checking material selesai, material
yang dipesan langsung masuk gudang.
Sedangkan untuk peralatan konstruksi, tidak semua alat
menyewa dari vendor, ada beberapa alat milik intern, yaitu meminjam
dari PT Adhi Karya Divisi Sarana Penunjang Produksi (SPP). Untuk
peralatan yang menyewa (extern), pihak logistik membuat daftar
peralatan yang akan disewa. Kemudian memesan ke vendor untuk
menyewa peralatan yang akan digunakan di proyek. Selanjutnya
peralatan yang telah dipesan akan dikirim ke proyek.

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

Setelah semua peralatan yang disewa maupun dipinjam dari


PT Adhi Karya Divisi Sarana Penunjang Produksi (SPP) sesuai
dengan permintaan, baik dalam jumlah dan mutu serta kualitas
peralatan,

peralatan

tersebut

langsung

masuk

gudang

untuk

selanjutnya digunakan di proyek. Apabila ada material baik bahan


maupun peralatan konstruksi yang masuk dan keluar dari gudang,
logistik akan memantau dengan mengeluarkan surat bon masuk dan
keluar material.

II.8.3 Bahan-Bahan Konstruksi


Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan dan
penyimpanan bahan konstruksi adalah :
1. Pemilihan

kualitas

material

harus

baik

sehingga

akan

menghasilkan konstruksi yang kuat dan stabil.


2. Penyimpanan material harus baik sesuai dengan sifat dan
kepekaan material terhadap kondisi lingkungan sekitar agar
tidak mengurangi mutu dan kualitas material tersebut.
3. Penyediaan material yang cukup sesuai dengan pekerjaan
yang sedang berlangsung.
4. Penumpukan material (stocking material) harus baik sehingga
urutan pemakaian material konstruksi sesuai dengan urutan
kedatangan material.

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

Beberapa bahan konstruksi yang digunakan pada


proyek pembangunan The Convergence Indonesia adalah
sebagai berikut :

Air Kerja
Air kerja yang digunakan untuk semua pekerjaan
konstruksi

di

Proyek

The

Convergence

Indonesia

ini

menggunakan air dari proses dewatering pada lahan proyek.


Air dari proses dewatering ini bersih, tidak berwarna, tidak
mengandung lemak dan bahan kimia berbahaya apapun, tidak
mengandung organisme yang dapat merusak beton dan baja
tulangan, juga tidak mengandung garam.

Baja Tulangan
Baja tulangan

pada

konstruksi

beton

bertulang

berfungsi untuk menahan tegangan tarik. Beton memiliki kuat


tekan yang tinggi tetapi lemah dalam menahan tegangan tarik.
Persediaan baja tulangan diletakan di atas bantalan
kayu

yang

terletak

diatas

tanah,

dimaksudkan

untuk

menghindari korosi pada baja tulangan akibat adanya reaksi


dengan air tanah. Baja tulangan yang dipakai pada proyek ini
adalah Baja Tulangan Ulir D10, D13, D16, D22, dan D25
dengan mutu tulangan Fy 400 Mpa.

Semen Portland
Semen digunakan sebagai bahan pengikat yang baik
untuk agregat pada beton bertulang. Pada proyek ini digunakan
untuk pasangan hebel, plesteran, pekerjaan lantai kerja dan

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

repair kerusakan beton setelah pengecoran. Semen yang


sudah terlanjur menggumpal tidak dapat lagi digunakan, maka
penggunaan semen diusahakan menurut urutan datangnya dan
tidak terlalu lama berada di gudang dan dijaga agar tidak
lembab.

Gambar 5.Semen Portland MU

Beton Ready Mix


Beton ready mix adalah adukan beton siap pakai yang
dibuat sesuai dengan mutu pesanan sehingga pemesan dapat
langsung menggunakannya untuk keperluan pengecoran.
Efisiensi waktu, biaya, tenaga kerja dan jaminan keseragaman
mutu beton adalah faktor utama pemilihan penggunaan ready
mix dalam pekerjaan pengecoran beton.
Supplier beton ready mix pada proyek pembangunan
The Convergence Indonesia adalah PT Adhimix Precast
Indonesia. Pengangkutan beton dari tempat pembuatan beton
ready mix (batching plant) ke lokasi proyek menggunakan
mixer truck yang disediakan oleh pihak supplier. Mutu beton
yang menggunakan beton ready mix adalah fc 30 Mpa untuk

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

pelat lantai dan balok dan fc 45 Mpa untuk kolom dan core wall
dengan nilai slump sebesar 12 2 cm.

Additive Concrete Bond


Perbedaan
waktu

pengecoran

mengakibatkan

sambungan antara beton baru tidak melekat secara sempurna


sehingga untuk merekatkan sambungan beton dibutuhkan
additive concrete bond (ACB). ACB yang digunakan dalam
proyek ini adalah calbond. Supplier ACB pada proyek ini adalah
PT Winangkit Karya Mulya.

Beton Decking dan Besi Kaki Ayam


Beton decking berfungsi sebagai penanda selimut beton,
karena tebal beton decking sama dengan tebal selimut beton.
Selain itu untuk menjaga agar tulangan tidak menempel pada
bekisting.
Besi kaki ayam berfungsi sebagai pemisah besi tulangan
bawah dan besi tulangan atas.

Gambar 6. Beton Decking & Besi Kaki Ayam

Kawat Bendrat

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

Kawat bendrat berfungsi sebagai pengikat antar baja


tulangan agar dapat membentuk struktur yang dikehendaki.
Kawat bendrat yang digunakan adalah berdiameter 1 mm dan
dalam penggunaannya digunakan tiga sampai lima lapis kawat
agar lebih kuat dalam mengikatkan baja tulangan. Agar baja
tulangan saling terikat dengan kuat maka kawat bendrat yang
digunakan harus dengan kualitas yang baik dan tidak mudah
putus.

Hollow
Hollow digunakan sebagai perkuatan dan pengaku pada
bekisting. Penguat / pengaku ini digunakan untuk mencegah
lendutan plywood akibat pembebanan selama pengecoran agar
didapat hasil pengecoran yang baik. Hollow juga berfungsi
sebagai perkuatan balok setelah pengecoran.

Plywood
Plywood digunakan sebagai bahan bekisting karena
akan menghasilkan permukaan beton yang halus. Jenis
plywood yang digunakan dalam proyek ini adalah polyfilm &
penolit film. Polyfilm yang digunakan dengan ketebalan 12 mm
dan 15 mm, sedangkan penolit film untuk bekisting struktur
vertikal.

Stop Cor
Stop cor adalah material berupa kawat yang berlubang
dengan diameter tertentu. Stop cor berfungsi untuk membatasi
zona yang di cor.

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

Gambar 7. Stop Cor

Kayu
Kayu yang digunakan pada proyek ini berfungsi untuk
suri-suri dengan ukuran 6/12 cm dan sebagai penopang dalam
pemasangan bekisting pada balok dengan ukuran 8/12 cm.

Paku
Paku yang digunakan pada proyek pembangunan The
Convergence Indonesia ini mempunyai beragam ukuran dan
kegunaan. Ada 3 jenis ukuran paku yang digunakan yaitu 2(5
cm), 3(7 cm) dan 5(10 cm). Masing-masing paku digunakan
untuk dimensi kayu yang berbeda-beda.

Sterofoam
Pada proyek ini, bahan sterofoam berfungsi sebagai
block out sisi luar dan dalam retaining wall & core wall yang
bertemu dengan balok. Untuk mencegah masuknya beton
kedalam block out pada saat proses pengecoran.

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

Gambar 8. Sterofoam pada Core Wall

II.8.4 Peralatan Konstruksi

Tower Crane (TC)


Tower crane merupakan alat yang berfungsi untuk
memindahkan

material

dan

peralatan

konstruksi

baik

perpindahan horizontal maupun vertikal. Terutama diperlukan


sebagai

pengangkut vertikal bahan bahan dan peralatan

untuk pekerjaan struktur, seperti baja tulangan, bekisting,


proses pengecoran dan material lainnya.
Pada proyek pembangunan

The

Convergence

Indonesia ini, tower crane yang digunakan berjumlah dua buah


yang masing-masing tower crane mempunyai kapasitas angkut
sebesar 3 ton dengan panjang lengan sepanjang 60 m dan
dapat diatur mengikuti ketinggian bangunan. Tower crane ini
bersifat permanen, dimana pondasi Tower crane di cor, dan

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

akan dibongkar jika proyek telah selesai. Tower crane yang


pertama (TC1) milik intern, yaitu meminjam dari PT Adhi Karya
Divisi Sarana Penunjang Produksi (SPP) yang dipakai sampai
proyek selesai. Sedangkan tower crane yang kedua (TC2)
menyewa (extern), hanya dipakai sampai konstruksi podium
selesai.
Tower crane harus ditempatkan sebaik mungkin agar
dapat menjangkau seluruh wilayah proyek dengan manuver
yang aman tanpa terhalang apapun. Kendala yang perlu
diperhatikan adalah apabila jangkauan pada dua tower crane
tersebut

saling

bertabrakan,

sehingga

perlu

diadakan

koordinasi yang baik pada masing-masing operator tower


crane.

Gambar 9. Tower Crane

Alimax

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

Adalah alat sejenis lift yang berfungsi untuk membawa


pekerja proyek ataupun material yang relatif ringan dari bawah
ke lantai atas yang lebih tinggi.

Gambar 10.Alimax

Truck Mixer Concrete


Truck mixer concrete adalah truck khusus yang
dilengkapi dengan pengaduk beton (concrete mixer) dan dapat
mengangkut beton dengan kapasitas 7 m 3. Truck mixer
concrete berfungsi untuk mengangkut beton ready mix dari
tempat pencampuran beton (batching plant) sampai ke lokasi
pengecoran. Selama pengangkutan, mixer pada truck terus
berputar dengan kecepatan 8-12 putaran permenit agar adukan
tetap

homogen

dan

beton

tidak

mengeras.

Dalam

pengangkutan perlu diperhatikan interval waktu, agar beton


yang digunakan memiliki kualitas yang baik.

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

Gambar 11. Truck Mixer Concrete

Concrete Pump
Concrete pump merupakan alat untuk memompa beton
ready mix dari truck mixer concrete ke lokasi pengecoran.
Penggunaan concrete pump ini untuk meningkatkan kecepatan
dan efisiensi pengecoran. Selain itu penggunaaan concrete
pump sangat membantu dalam proses pengecoran pada lokasi
yang sulit dijangkau seperti pelat dan balok pada bangunan
bertingkat tinggi yang cukup luas sehingga dapat dengan
mudah di jangkau. Alat ini dioperasikan oleh seorang operator
dan terdiri atas beberapa bagian, yaitu alat utama berupa
mesin pompa yang dilengkapi dengan tenaga penggerak
berupa mesin diesel, sejumlah pipa besi berdiameter 5 inchi
(10 cm) serta alat tambahan berupa klem penyambung pipa
tersebut.

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

Gambar 12 Concrete Pump

Gambar 13. Pipa Penyalur Ready Mix

Concrete Vibrator
Concrete vibrator adalah alat yang berfungsi untuk
menggetarkan adukan beton yang belum mengeras pada saat
pengecoran, agar adukan beton dapat mengisi seluruh ruangan
dan tidak terdapat rongga-rongga udara diantara beton yang
dapat membuat beton keropos, sehingga dapat dihasilkan
beton yang padat dan bermutu tinggi. Adanya rongga udara

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

dalam suatu adukan beton akan mengurangi mutu dan


kekuatan beton setelah pengecoran.
Concrete vibrator digerakan oleh mesin listrik dan
mempunyai lengan sepanjang beberapa meter untuk dapat
menggetarkan beton ditempat yang agak jauh seperti pada
kolom, pelat lantai, balok, core wall. Penggunaan concrete
vibrator dihentikan ketika adukan dinilai sudah memadat
dengan melihat apakah sudah tidak ada lagi penurunan pada
adukan beton.

Gambar 14. Concrete Vibrator

Theodolite
Theodolite merupakan alat bantu dalam proyek untuk
menentukan as bangunan dan titik as elemen-elemen struktur
seperti kolom, balok, pelat lantai, dan core wall sehingga posisi
bangunan yang dikerjakan sama dengan gambar rencana,
serta membuat sudut-sudut bangunan.

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

Gambar 15. Theodolite

Scaffolding
Scaffolding adalah perancah yang terbuat dari besi
yang digunakan untuk menyangga bekisting pelat lantai dan
balok agar kuat dalam menahan beban beton ataupun beban
yang bekerja diatasnya. Bagian bagian Scaffolding yang
dipakai dalam proyek ini :
a. U head jack berfungsi untuk menyangga balok suri-suri
sebagai penumpu dalam bekisting balok dan pelat.
U head jack juga dilengkapi dengan ulir untuk mengatur
ketinggian yang ingin dicapai.
b. Ladder berfungsi sebagai tambahan di atas main frame
jika ketinggian yang dibutuhkan kurang.
c. Joint pin berfungsi sebagai penghubung antara main
frame dengan ladder.
d. Scaffolding yang berupa portal besi, disebut main frame
dan dirangkai di atas jack base.
e. Jack base berfungsi sebagai penopang scaffolding
secara keseluruhan dan menjaga agar scaffolding tetap

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

berada pada tempatnya. Jack base dilengkapi dengan


ulir

untuk

Posisinya

mengatur
terletak

ketinggian

paling

yang

bawah

dari

diperlukan.
rangkaian

scaffolding.
f. Cross brance berfungsi sebagai penghubung dua main
frame dalam arah memanjang.
Alasan dipilihnya rakitan scaffolding ini adalah :

Efektif, dapat diatur sesuai dengan ketinggian

yang dikehendaki.
Murah, karena dapat dipakai berulang kali.
Mudah dan cepat waktu pemasangan

pembongkarannya.
Memiliki kekuatan dan daya tahan terhadap cuaca

dan

yang lebih baik dibandingkan dengan kayu atau


bambu.

Gambar 16. scaffolding

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

Bar Bender
Bar bender

adalah

alat

yang

digunakan

untuk

membengkokan baja tulangan seperti pembengkokan tulangan


sengkang, pembengkokan untuk sambungan tulangan kolom,
pembengkokan tulangan balok dan pelat. Bar bender dapat
mengatur sudut pembengkokan tulangan dengan mudah dan
rapih.

Gambar 17. Bar Bender

Bar Cutter
Bar cutter adalah alat bantu yang berfungsi untuk
memotong baja tulangan. Baja tulangan yang dipesan dari
supplier telah memiliki ukuran panjang standar sehingga untuk
keperluan

baja

tulangan

yang

lebih

pendek diperlukan

pemotongan tulangan sesuai panjang yang diinginkan.

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

Gambar 18. Bar Cutter

Air Compressor
Air compressor adalah alat yang dapat mengeluarkan
udara

bertekanan

tinggi, berfungsi untuk membersihkan

tempat-tempat yang akan dicor dari debu, potongan kayu,


kawat, dan kotoran lain yang dapat menghambat proses
pengecoran.

Las Listrik
Las listrik berfungsi untuk mengikat atau menyambung
besi atau baja. Las listrik digunakan untuk memasang sepatu
kolom, pembuatan profil penyiku dan pembuatan stop cor
(batas pengecoran), railing pengaman lantai dan pengelasan
safety net. Pada bagian bawah mesin las ini terdapat roda
untuk mempermudah dalam mobilisasi di lapangan.

Generator Listrik
Generator listrik berfungsi untuk menghasilkan tenaga
listrik yang digunakan untuk penerangan proyek serta untuk
menjalankan mesin-mesin yang menggunakan tenaga listrik
dan juga sebagai supply cadangan listrik bila PLN melakukan
pemadaman.

Peralatan Tambahan
Disamping peralatan-peralatan utama seperti yang
telah disebutkan diatas, tentunya masih terdapat banyak
peralatan kecil lainnya yang digunakan sebagai alat penunjang

LAPORAN KERJA MAGANG

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

dalam pelaksanaan proyek. Peralatan penunjang ini antara lain


lampu halogen (digunakan untuk memberikan penerangan
pada pekerjaan yang dilaksanakan pada malam hari), gergaji
tangan, gerobak sorong, ember, gerinda, sekop, meteran dan
peralatan kecil lainnya.

LAPORAN KERJA MAGANG