Anda di halaman 1dari 17

2/10/2014

1 Pengenalan Struktur Baja


KL3202 Struktur Baja
Semester II 2013/2014

Rildova / Paramashanti

2/10/2014

Pendahuluan

Baja struktural

Campuran besi (hingga 95%) dan karbon (0.15%


0.30%)
0 30%) yang difabrikasi dalam berbagai bentuk
dan ukuran standar.

Pro

Rasio kekuatan terhadap berat tinggi.


Property yang seragam, homogen, dan highly
predictable.
Daktilitas tinggi.
Mudah dikonstruksi, dimodifikasi, dan di-recycle.

Kontra

Rentan terhadap korosi sehingga perlu


perlindungan khusus. Biaya perawatan relatif
tinggi.
Perlu perlindungan terhadap suhu tinggi.

2/10/2014

Karakteristik Baja Struktural

Rapat massa: 7850 kg/m3


Berat volume: 77 kN/m3 (490 lb/ft3)
Modulus elastisitas: 200 GPa (29000 ksi)
Rasio Poisson: sekitar 0.3 (zona elastis) dan
mendekati 0.5 (zone plastis)

Fy = tegangan leleh
Fu = tegangan ultimate

1 ksi = 6.9 MPa

Diagram Tipikal

2/10/2014

Diagram Detail

Defined Yield Point

2/10/2014

No Defined Yield Point

Prinsip Desain
Allowable Strength Design (ASD)
Load Resistance Factor Design (LRFD)

2/10/2014

Allowable Strength Design

Kekuatan izin harus lebih besar atau sama


dengan kekuatan yang dibutuhkan untuk
menerima beban atau efek beban layan.

Ra
Ra
Rn/
Rn

Rn

> 1.0

= kekuatan yang diperlukan,


diperlukan
ditentukan dari kombinasi pembebanan ASD
= kekuatan izin
= kekuatan nominal
= faktor keamanan

Load Resistance Factor Design

Kekuatan desain, Rn, harus lebih besar


atau sama dengan kekuatan yang
diperlukan untuk menerima kombinasi
beban terfaktor.

Ru i Qi Rn
Ru

Rn

> 1.0
< 1.0

= kekuatan ultimate yang dibutuhkan,


ditentukan dari kombinasi pembebanan LRFD
= faktor beban (load factor)
= beban layan (beban mati, beban hidup,
beban lingkungan, dll.)
= faktor reduksi kekuatan (resistance factor)
= kekuatan nominal

2/10/2014

Nilai Resistance Factor

Kombinasi Pembebanan Dasar


AISC mengadopsi kombinasi pembebanan dari
ASCE 7-10, Minimum Design Loads for
Buildings and Other Structures.
Kombinasi untuk LRFD (ASCE 7-10, sect. 2.3):

1.4D
1.2D + 1.6L + 0.5 (Lr or S or R)
1.2D + 1.6 (Lr or S or R) + (L or 0.5W)
1.2D + 1.0W + L + 0.5 (Lr or S or R)
1.2D + 1.0E + L + 0.2S
0.9D + 1.0W
0.9D + 1.0E

2/10/2014

Kombinasi Pembebanan Dasar

Kombinasi untuk ASD (ASCE 7-10, sect. 2.4):

D
D+L
D + (Lr or S or R)
D + 0.75L + 0.75 (Lr or S or R)
D + (0.6W or 0.7E)
D + 0.75L + 0.75(0.6W) + 0.75 (Lr or S or R)
D + 0.75L + 0.75(0.7E) + 0.75S
0.6D + 0.6W
0.6D + 0.7E

Kombinasi Pembebanan Dasar

D = beban mati
p
L = beban hidup
Lr = beban hidup atap
S = beban salju
R = beban hujan
W = beban angin
E = beban gempa
F = beban fluida (hidrostatik), diikutsertakan
bersama beban mati D.

2/10/2014

Ilustrasi 1
Suatu elemen struktur diketahui mengalami
tarik akibat beban mati D dan beban hidup L.
Gunakan prinsip ASD dan LRFD untuk
menentukan kekuatan nominal elemen
tersebut, dan bandingkan hasil yang
diperoleh untuk kasus L = 2D.
Diketahui untuk elemen tarik: = 1.67 dan
= 0.9.

Ilustrasi 1
Kombinasi pembebanan yang menentukan
adalah (D + L) untuk ASD dan (1.2D + 1.6L)
untuk LRFD.
ASD:
Rn
R
n D L 3D
1.67
Rn 5 D

LRFD:

Rn 0.9 Rn 1.2 D 1.6 L 4.4 D


Rn 4.89 D

Untuk kasus ini, LRFD memberikan hasil yang lebih ekonomis.

2/10/2014

Ilustrasi 2
Ulangi ilustrasi 1 untuk kasus L = 3D
ASD:
Rn
R
n D L 4D
1.67
Rn 6.67 D

LRFD:

Rn 0.9 Rn 1.2 D 1.6 L 6 D


Rn 6.67 D

Data sebuah anjungan lepas pantai 3 kaki di laut Cina Selatan:


Total berat struktur: 18500 kN.
Berat struktur dikurangi buoyancy : 12150 kN.
Total beban hidup: 12100 kN.

LRFD
Untuk batang tarik yang hanya dikenai beban
mati dan beban hidup, LRFD memerlukan
kekuatan
material
k k t yang lebih
l bih kecil
k il (artinya:
( ti
t i l llebih
bih
sedikit, lebih ekonomis) untuk L/D kurang dari
3.
Umumnya, menggunakan sejumlah faktor untuk
beban dan kekuatan akan menghasilkan desain
yang lebih ekonomis.
Perubahan nilai faktor beban dan kekuatan lebih
mudah diaplikasikan apabila diperoleh informasi
yang lebih akurat mengenai perilaku material
struktur atau beban yang bekerja.

10

2/10/2014

Komponen Dasar Struktur Baja

Komponen Dasar Struktur Baja

11

2/10/2014

Gravity Load Path

Lateral Load Path

12

2/10/2014

Penampang Baja Struktural

Terdapat dua jenis penampang baja:


Rolled steel shapes: dibentuk di pabrik dengan
karakteristik dan dimensi standar.
Built-up shapes: dibuat di lapangan dengan
menyambungkan bagian-bagian pelat baja.
Contoh: plate girder atau box girder pada
jembatan.

Pada kelas ini, desain struktur baja hanya


melibatkan rolled steel shapes dengan
dimensi yang standar.

Penampang Baja Struktural

Wide-flanged

d = tinggi profil
bf = lebar flange

tw = tebal web
tf = tebal flange

13

2/10/2014

Penampang Baja Struktural

Channel (kanal)

Angle
(siku)
ngle (s
u)

Penampang Baja Struktural

Hollow Structural Sections

Pelat
e at dan
da bata
batang
g

14

2/10/2014

Material Baut
A307 Carbon Steel Bolts
A325 High
High-Strength
Strength Bolts
A490 Heat-Treated Steel Bolts

Kekuatan sambungan baut maupun las


didesain lebih tinggi daripada elemen struktur
yang dihubungkan, sehinga kegagalan
sambungan terhindarkan.

15

2/10/2014

Sambungan Las

Proses pengelasan

Tipe Sambungan

16

2/10/2014

Tipe Pengelasan

Beberapa Simbol Pengelasan

17