Anda di halaman 1dari 4

Operational Amplifier Adder dan Subtractor

ANTI KHOERUL FIKRIYYAH (1127030011)


FISIKA SAINS
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI BANUNG
TAHUN 2014
e-mail : aruly94@gmail.com

Abstrak:
Penguat operasional (op-amp) adalah suatu blok
penguat yang mempunyai dua masukan dan satu
keluaran. Terdapat rangkaian penjumlahan dasar opamp yaitu rangkaian adder dan rangkaian subtractor.
Tujuan dari percobaan ini yaitu dapat memahami
operational amplifier adder dan subtractor. Pada
percobaan ini, dilakukan dengan kit rangkaian
elektronika dasar adder dan subtractor yang
disambungkan dengan power supply dan multimeter.
Hasil dari percobaan ini yaitu tegangan keluaran yang
dihitung dari nilai tegangan masukkan dan hambatan
dari rangkaian.
Kata Kunci: Op-Amp, rangkaian Adder,
rangkaian Subtractor, Tegangan Keluaran,
I. PENDAHULUAN
A. Landasan Teori
Operational Amplifier merupakan amplifier
multiusage dengan dua masukan (inverting dan non
inverting) dan satu keluaran. Sebagai amplifier ideal
op-amp mempunyai karakteristik yang ditentukan
oleh umpan balik dan mempunyai sifat :
Penguatan tegangan besar (Av)
Penguatan arus besar (Ai)
Penguatan daya besar (Ap)
Impendansi input besar (Zin)
Impendansi output kecil (Zout)
Band Width besar (BW)
Cirinya mempunyai tegangan +, tegangan dan
ground. Mempunyai input inverting dan non Inverting
sebagai rangkaian dasar op-amp.
Ada dua aturan penting dalam melakukan analisa
rangkaian op-amp berdasarkan karakteristik op-amp

ideal. Aturan ini dalam beberapa literatur dinamakan


golden rule, yaitu :
Aturan 1 : Perbedaan tegangan antara input v+ dan vadalah nol (v+ - v- = 0 atau v+ = v- )
Aturan 2 : Arus pada input Op-amp adalah nol (i+ =
i- = 0)
Inilah dua aturan penting op-amp ideal yang
digunakan untuk menganalisa rangkaian op-amp.
Rangkaian dasar Op-Amp terbagi menjadi 2
,yaitu :
A. Penguat Inverting (Membalik)
Sebuah membalikkan penguat pembalik dan
skala sinyal masukan. Selama gain op-amp sangat
besar, keuntungan penguat ditentukan oleh dua
resistor eksternal yang stabil (resistor umpan
balik Rf dan resistor masukan Rdalam ) dan bukan oleh
op-amp parameter yang sangat bergantung pada
temperatur. Secara khusus, R di - R f jaringan resistor
bertindak sebagai elektronik jungkat-jungkit (yaitu,
kelas-1 tuas ) di mana (yaitu, pembalik - ) masukan
dari penguat operasional seperti titik tumpu tentang
yang pivots jungkat-jungkit. Artinya, karena penguat
operasional dalam konfigurasi negatif umpan balik,
gain internal yang tinggi secara efektif perbaikan
(yaitu, -) pembalik masukan pada V yang sama 0
( ground tegangan) dari non-inverting input (yaitu, +),
yang mirip dengan dukungan mekanik kaku yang
disediakan oleh titik tumpu dari jungkat-jungkit.
Inverting amplifier ini, input dengan outputnya
berlawanan polaritas. Jadi ada tanda minus pada
rumus penguatannya. Penguatan inverting amplifier
adalah bisa lebih kecil nilai besaran dari 1, misalnya 0.2 , -0.5 , -0.7 , dst. dan selalu negatif.

iout = iR1 dan Jika ditulis dengan tegangan jepit


masing-masing maka diperoleh
(vout vin)/R2 = vin/R1 yang kemudian dapat
disederhanakan menjadi :
vout = vin (1 + R2/R1)
Jika penguatan G adalah perbandingan tegangan
keluaran terhadap tegangan masukan, maka didapat
penguatan op-amp non-inverting :
Gambar 1. Rangkaian penguat membalik
Rumus nya :
Vout

Rf
Ri

.Vin

B. Penguat Non-Inverting (Tidak Membalik)


Rangkaian non inverting ini hampir sama dengan
rangkaian inverting hanya perbedaannya adalah
terletak pada tegangan inputnya dari masukan
noninverting.

(2)
Impendasi untuk rangkaian Op-amp non inverting
adalah impedansi dari input non-inverting op-amp
tersebut. Dari datasheet, LM741 diketahui memiliki
impedansi input Zin = 108 to 1012 Ohm.
1. Rangkaian Adder
Rangkaian adder atau rangkaian penjumlahan
merupakan dasar rangkaian inverting amplifier dan
hasil outputnya dikalikan dengan penguatan seperti
pada rangkaian inverting. Pada dasarnya nilai
outputnya adalah jumlah dari penguatan masingmasing dari inverting.
Saat
Maka

Gambar 2. Rangkaian penguat tidak membalik


Rumusnya seperti berikut :

Rf

Vout
1Vi
Ri

Dengan menggunakan aturan 1 dan aturan 2, kita


uraikan dulu beberapa fakta yang ada, antara lain :
vin = v+
v+ = v- = vin ..... lihat aturan 1.
Dari sini ketahui tegangan jepit pada R2 adalah vout
v- = vout vin, atau iout = (vout-vin)/R2. Lalu tegangan
jepit pada R1 adalah v- = vin, yang berarti arus iR1 =
vin/R1.
Hukum kirchkof pada titik input inverting merupakan
fakta yang mengatakan bahwa :
iout + i(-) = iR1
Aturan 2 mengatakan bahwa i(-) = 0 dan jika
disubsitusi ke rumus yang sebelumnya, maka
diperoleh

2. Rangkaian Subtractor
Rangkaian subtractor atau pengurangan ini berasal
dari rangkaian inverting dengan memanfaatkan
masukkan non-inverting, sehingga persamaannya
menjadi berubah. Persamaannya adalah

Maka

Berikut Datasheet dari op-amp

B. Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk mengerti dan
memahami tentang operational amplifier adder dan
subtractor, serta mampu menganalisis cara kerja dari
rangkaian adder dan subtractor.
C. Tinjauan Pustaka
Penguat operasional (op-amp) adalah sebuah
penguat instan yang bisa langsung dipakai untuk
benyak aplikasi penguatan. Sebuah Op amp biasanya
berupa IC (Integrated Circuit). Pengemasan Op amp
dalam IC bermacam-macam, ada yang berisi satu op
amp (contoh : 741), dua op amp (4558, LF356),
empat op amp (contoh = LM324, TL084), dan lainlain.
Penguat Operasional atau disingkat Op-amp adalah
merupakan suatu penguat differensial berperolehan
sangat tinggi yang terterkopel DC langsung yang
dilengkapi dengan umpan. Oleh karena itu, penguat
operasional lebih banyak digunakan dengan loop
tertutup daripada dalam lingkar terbuka.
II. METODE PERCOBAAN
A. Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa,
tanggal 25 Februari 2014, pukul 15.30-18.00 WIB.
Bertempat di Laboratorium Elektronika Dasar UIN
Sunan Gunung Djati Bandung.
B. Alat dan Bahan
Pada praktikum ini kita menggunakan alat dan
bahan, yaitu: Kit Elektronika dasar untuk Operational
Amplifier adder dan subtractor, Multimeter,Power
Suply, dan capit buaya sebagai penghubung.
C. Prosedur Percobaan
Alat dan bahan yang akan digunakan disiapkan
terlebih dahulu.
Semua alat dan bahan diperiksa sebelum
digunakan dan dipastikan alat dan bahan yang
digunakan dalam keadaan baik.
Data pengamatan disiapkan sesuai tabel
pengamatan dalam modul.
Tabel pengamatan diisi sesuai dengan hasil
eksperimen.
III. DATA, HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel 3.1 Tabel Pengamatan Rangkaian Adder

No
1.
2.
3.
4.
5.

Vin (Volt)
1
2
2
2
4
4
6
6
8
8
10 10

Vout (Volt)
Pengukuran Perhitungan
-3.316
-4
-3.313
-8
-3.311
-12
-2.786
-16
-2.427
-20

Tabel 3.2 Tabel Pengamatan Rangkaian Subtractor


No

Vin (Volt)
Vout (Volt)
1
2
Pengukuran Perhitungan
1.
2
2
0.086
0
2.
4
4
0.113
0
3.
6
6
0.115
0
4.
8
8
0.175
0
5.
10 10
0.180
0
Pada percobaan kali ini, dilakukan pengukuran
tegangan output dengan variasi tegangan input pada
rangkaian adder dan subtractor.
Dalam menentukan Tegangan Puncak Ke Puncak (
Vpp ), terlebih dahulu harus diketahui skala pada
Volt/Div dan Tegangan Puncak Ke Puncak berapa
Div ( Div Vertikal ).Untuk Menghitung Vpp,
digunakan rumus :
Vpp = Div Vertikal x Volt/Div
Sehingga, untuk mennetukan nilai tegangan adder
dan subtractor pada osiloskop dapat ditentukan
dengan rumus seperti diatas. Namun, pada percobaan
kali ini tidak digunakan osiloskop karena
keterbatasan alat.

Skema Rangkaian Adder

Pada rangkaian adder, tegangan output bernilai


negative karena memiliki rangkaian inverting atau
balikan. Rangkaian adder termasuk dalam mode
penguatan terkendali, maksudnya pada rangkaian
adder terdapat hambatan Rf dan hambatan input Ri.
Tegangan keluaran yang dihasilkan dari perhitungan
dan pengukuran jauh berbeda. Hal ini disebabkan

tidak dilakukannya zero condition pada multimeter


setiap perpindahan nilai tegangan input dari power
supply.

Rangkaian adder adalah dasar rangkaian inverting


amplifier dan hasil outputnya dikalikan dengan
penguatan.
Rangkaian subtractor berasal dari rangkaian
inverting dengan memanfaatkan masukkan noninverting.
B. Saran
Diharapkan untuk alat dan bahan yang digunakan
lebih dilengkapi lagi.
DAFTAR PUSTAKA

Skema rangkaian Subtractor

Rangkaian subtractor merupakan skema rangkaian


yang termasuk dalam mode penguatan satu atau
offset null. Maksudnya, offset null menjaga agar nilai
tegangan keluaran tetap bernilai nol. Pada rangkaian
subtractor, tegangan output bernilai nol jika dihitung
dari perhitungan. Pada pengukuran, nilai tegangan
keluaran mendekati nol. Ada beberapa factor yang
menyebabkan hasil tegangan keluaran tidak sama
dengan nol. Pada multimeter tidak dilakukan zero
condition sehingga masih ada nilai tegangan yang
keluar dari multimeter.
Jika dilihat dari hasil output antara pengukuran
dengan perhitungan, nilai tegangan keluaran adder dan
subtractor jauh berbeda. Ada beberapa factor yang
menyebabkan hasil perhitungan dan pengukuran tidak
sama. Tegangan input yang dihasilkan antara input 1
dan input 2 bernilai sama. Seharusnya dilakukan
pengukuran ulang tegangan input pada multimeter,
karena belum tentu nilai yang tertera pada power
supply sama dengan nilai yang dihasilkan. Lalu, nilai
hambatan atau resistansi yang digunakan adalah sama
antara Rf dan R1 sehingga nilainya diabaikan.
IV. PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat
disimpulkan bahwa :
Penguat operasional dapat berfiungsi sebagai
penguat membalik (inverting) dan tidak membalik
(non inverting) serta sebagai penguat diferensial.

Albert Paul Malvino. 2004. Prinsip-Prinsip


Elektornika. Selemba Teknika: Jakarta
Anonim. http//www.geogle.com ( Diakses tanggal
27 Februari 2014)
Mike Tooley.2002. Rangkaian Elektronik
Prinsip dan Aplikasi. Erlangga Ciracas: Jakarta
Robert F. Coughlin Frederick F. Driscoll. 1994.
Penguat Operasional dan Rangkaian Terpadu
Linear. Erlangga: Jakarta
Sutrisno. 1987. Elektronika: Teori Dasar dan
Penerapannya Jilid 3. Penerbit ITB: Bandung