Anda di halaman 1dari 36

3/6/2014

4 Desain Elemen Tekan


KL3202 Struktur Baja
Semester II 2013/2014

Rildova / Paramashanti

Capaian Belajar
Memahami perilaku elemen tekan
Memahami kriteria desain elemen tekan
Memahami kestabilan (tekuk) pada elemen
tekan
Mampu merencanakan elemen tekan

3/6/2014

Referensi Batang Tekan AISC

Pengelompokan dalam AISC

3/6/2014

Elemen Tekan

Elemen tekan adalah elemen struktur yang hanya


memikul gaya aksial tekan yang bekerja pada titik
berat penampang dalam arah longitudinalnya.
longitudinalnya
Elemen tekan yang banyak ditemui: kolom, batang
tekan pada struktur rangka batang, dan pengkaku
lateral (bracing).

3/6/2014

Penampang Elemen Tekan Tipikal

Kondisi Batas Batang Tekan

Kondisi batas batang tekan:


(
Batas kekuatan (kondisi
leleh))
Batas kestabilan (kondisi tekuk)

Kondisi batas yang tercapai ditentukan


oleh kelangsingan.

3/6/2014

Batas Kekuatan dan Kestabilan


Uji tekan menunjukkan bahwa kehancuran
batang tekan akan terjadi pada tegangan di
bawah tegangan leleh.
leleh
Dengan profil yang sama, semakin panjang
batang akan semakin kecil beban yang dapat
diterima, karena semakin besar kecenderungan
untuk mengalami tekuk.
Batas kekuatan hanya dapat dicapai oleh elemen
k pendek
d k (stocky).
(
k ) Pada
d aplikasinya,
lik i
l
tekan
elemen
tekan tidak didesain sebagai elemen stocky.

Kurva Kekuatan Kolom

SI 3212 Set 4 - Sem 2, 2012/2013

10

3/6/2014

Kondisi Batas Kestabilan


Batas stabilitas adalah kondisi di mana struktur
kehilangan kemampuan untuk memikul beban
akibat adanya perubahan geometri struktur.
struktur
Kondisi batas kestabilan yang dipertimbangkan:

Tekuk lokal penampang (local buckling)


Tekuk lentur elemen (flexural buckling)
Tekuk torsi elemen (torsional buckling)
Tekuk torsi lentur ((torsional-flexural
buckling)
f
g)

Tekuk lokal mempertimbangkan kelangsingan


bagian penampang (b/2tf dan h/tw).
Tekuk elemen mempertimbangkan
kelangsingan elemen (KL/r)

Tekuk Lokal
Terjadi jika bagian dari penampang
bersifat langsing (slender).
Jika kelangsingan bagian dari
penampang:

3/6/2014

Parameter Kelangsingan
AISC 360-10 Tabel B4.1a

Parameter Kelangsingan
AISC 360-10 Tabel B4.1a

3/6/2014

Tekuk Elemen
Tekuk lentur dipengaruhi oleh kelangsingan
elemen.
Tekuk
T k k torsi
t i dan
d tekuk
t k k lentur
l t torsi
t i hanya
h
dipertimbangkan pada beberapa kasus khusus
(dibahas pada slide lain).

Kriteria Desain Elemen Tekan

LRFD:

Pu c Pn

ASD:

Pa

Pu

Pn
Pa
c

Pn
c

c 0.9
09
c 1.67

= kekuatan aksial tekan yang dibutuhkan,


dibutuhkan merupakan nilai
maksimum dari kombinasi pembebanan LRFD
= faktor reduksi kekuatan untuk gaya aksial tekan
= kekuatan aksial tekan nominal dari penampang
= kekuatan aksial tekan yang dibutuhkan, merupakan nilai
maksimum dari kombinasi pembebanan ASD
= faktor keamanan untuk gaya aksial tekan

3/6/2014

Kekuatan Tekan
Pn Fcr Ag
Pn
Fcr
Ag

= kekuatan aksial tekan nominal dari


penampang
= tegangan kritis
= luas gross penampang

Kekuatan Tekan

Kuat tekan ditentukan oleh:


Material:
Tegangan leleh
Tegangan sisa
Modulus elastisitas

Geometri:

Penampang (bentuk dan dimensi)


Kelangsingan elemen penampang
L
Luas
penampang dan
d momen inersia
i
i
Kondisi ujung batang
Penopang lateral

18

3/6/2014

Pengaruh Tekuk Lentur


Kekuatan tekan ditentukan oleh tegangan kritis
Fcr penampang.
Nilai
l tegangan k
kritis diturunkan
d
k dari
d teori tekuk
k k
elastis Euler.
Tekuk akan terjadi pada sumbu penampang
yang memberikan nilai kelangsingan yang
besar, yaitu pada sumbu yang memiliki nilai
momen inersia I yang kecil, atau sumbu yang
memiliki jari-jari girasi r yang kecil.

19

Tekuk Elastis Euler Buckling Load

Berlaku untuk kolom langsing.


Asumsi :

Kolom awalnya lurus sempurna (initially perfectly straight)


Beban P bekerja tepat pada centroid dari bentuk
undeformed
Material linear elastic (tidak pernah leleh)
Kondisi ujung batang: sendi-sendi

Beban tekuk kritis elastis:

Pcr

2 EI
L2

2 EA

r
L

2
20

10

3/6/2014

Revisi Teori Euler


Untuk kondisi inelastik, terdapat pengaruh tegangan
sisa pada penampang sehingga beban tekuk direvisi
dengan persamaan pendekatan empiris.
empiris
Tegangan kritis pada kondisi elastis juga direvisi
dengan mempertimbangkan adanya kebengkokan
awal (initial crookedness).
Revisi untuk kondisi ujung elemen yang berlainan
dengan batasan teori Euler dilakukan dengan
f k
j
f k if K.

penerapan faktor
panjang
efektif
Kurva hubungan antara kelangsingan dengan tegangan
kritis setelah mempertimbangkan revisi tersebut
ditunjukkan dalam slide berikut (tanpa kriteria kolom
pendek).

21

Tegangan Sisa

Adalah tegangan yang ada pada penampang


elemen sejak sebelum elemen tersebut memikul
beban.
beban Tegangan ini diakibatkan oleh beberapa
hal, seperti:
Proses pendinginan yang tidak merata akibat
proses pembuatan elemen secara hot-rolled
Proses pengerjaan dingin
Pembuatan lubang atau pemotongan saat
fabrikasi
Proses pengelasan
Ditemui pada profil W
22

11

3/6/2014

Pengaruh Tegangan Sisa

Mempengaruhi kurva tegangan-regangan dan


akan mempengaruhi tegangan kritis yang terjadi
pada daerah inelastik.
inelastik

Terdapat bagian nonlinier pada kurva teganganregangan sebelum tegangan leleh dicapai tidak
23
dapat menggunakan modulus elastis E.

Kelangsingan Tegangan Kritis

inelastic

elastic

12

3/6/2014

Formula Tegangan Kritis

F
E
Jika KL 4.71
atau y 2.25 :
r

Fy

Fe

Fy

Fcr 0.658 Fe Fy

E
atau
Fy

Jika KL r 4.71

Fy
Fe

E3-2

2.25 :

Fcr 0.877 Fe

E3-3

AISC menyarankan nilai rasio kelangsingan KL/r tidak melebihi 200.

Formula Tegangan Kritis


Fe

Fe
r
K

2E

KL r

I
A

= tegangan tekuk Euler = Pcr/A


= jari-jari girasi terkecil
= faktor panjang efektif

Catatan: batas KL r 4.71

F
E
dan y 2.25 identik
Fy
Fe

satu sama lain, sehingga cukup salah satu


saja yang digunakan.

13

3/6/2014

Faktor Panjang Efektif, K

Faktor panjang efektif ditentukan oleh kondisi ujung


batang tekan (kekangan rotasi dan translasi di ujung
elemen)
l
)
Untuk komponen struktur tak bergoyang, kekangan translasi
ujung dianggap tidak berhingga
Untuk komponen struktur bergoyang, kekangan translasi
ujung dianggap nol

Penentuan nilai faktor panjang efektif dibedakan untuk:


Komponen struktur dengan ujung ideal (perletakan dengan
kekakuan yang diketahui)
Komponen struktur dari suatu rangka alignment chart
digunakan untuk menghitung kekakuan ujung elemen
27

Faktor Panjang Efektif, K


AISC 360-10 Tabel C-A-7.1, kondisi ujung ideal

14

3/6/2014

Faktor Panjang Efektif, K


AISC 360-10 Gambar C-A-7.1, Braced Frame

Faktor Panjang Efektif, K


AISC 360-10 Gambar C-A-7.2, Moment Frame

15

3/6/2014

Faktor Panjang Efektif, K


Untuk elemen tekan yang merupakan bagian
dari struktur (ujung elemen bukan merupakan
tumpuan ideal), alignment chart digunakan
untuk menentukan faktor panjang efektif.
Alignment chart disediakan untuk kasus portal
tidak bergoyang (braced frame) dan portal
bergoyang(moment frame).

E I

c c

Lc

Eg I g
Lg

EI L

EI L

A
B

Faktor Panjang Efektif, K


Indeks A dan B mengacu kepada kedua ujung
dari elemen tekan.
Indeks c digunakan untuk kolom, dan g untuk
girder atau balok.
Nilai G adalah rasio antara total kekakuan
kolom yang bertemu di suatu join dengan total
kekakuan balok di join yang sama.

E I

c c

Lc

Eg I g
Lg

EI L

EI L

A
c

B
g

16

3/6/2014

Contoh 1
Sebuah kolom W1474, mutu baja A992 (Fy =
50 ksi), diketahui memiliki panjang 20 ft
d
dengan
kondisi
k di i kedua
k d ujung
j
b
berupa sendi.
di
Tentukan kekuatan tekan desain (LRFD) dan
kekuatan tekan izin (ASD) dari kolom tersebut.

Tidak ada superscript c pada Tabel 1-1 AISC


Manual, penampang termasuk kategori nonslender.

Rasio kelangsingan:
KL

4.71

2 48
2.48

E
29000
4.71
113 96.77
Fy
50

Tekuk lentur inelastis.

Tegangan tekuk Euler:


Fe

Nilai rasio kelangsingan yang


lebih besar lebih menentukan,
jadi gunakan jari-jari girasi r
yang lebih
l bih k
kecil.
il

1 20 12 96.77 200

2E
KL

Tegangan kritis:

2 29000

96.77

30.56 ksi

Fy
50

Fcr 0.658 Fe Fy 0.658 30.56 50 25.21 ksi

17

3/6/2014

Kekuatan tekan nominal:


Pn Fcr Ag 25.21 21.8 549.6 kips

Kekuatan tekan desain (LRFD):


c Pn 0.9
0 9 549
549.66 495 kips

Kekuatan tekan izin (ASD):


Pn 549.6

330 kips
c 1.67

Pengaruh Tekuk Lokal Penampang

Tekuk lokal terjadi jika terdapat elemen


penampang yang memiliki > r .
Tekuk
dihindari
T k k lokal
l k l penampang biasanya
bi
dihi d i
dengan memilih penampang yang memiliki
kriteria nonslender.
Namun demikian, AISC mengizinkan untuk
menggunakan penampang langsing untuk elemen
tekan yang memikul beban yang kecil.
T k k lokal
Tekuk
l k l akan
k mereduksi
d k i tegangan
t
k iti
kritis
elemen yang diperoleh dari kondisi batas tekuk
lentur (dari pembahasan sebelumnya).
Reduksi tersebut berupa penggunaan nilai reduksi
Q.
36

18

3/6/2014

Tegangan Kritis Akibat Tekuk


Lentur dengan Tekuk Lokal

Jika KL r

QFy
E
2.25 :
atau
QFy
Fe
QFy

Fcr Q 0.658 Fe Fy

Jika KL r

QFy
E
2.25:
atau
QFy
Fe

Fcr 0.877 Fe
Q
Qs
Qa

E7-2

E7-3

= faktor reduksi tekuk lokal =QsQa


= faktor reduksi untuk elemen stiffened
= faktor reduksi untuk elemen unstiffened

Pengaruh Tekuk Lokal, Q


Jika elemen yang langsing hanya stiffened, Q =
Qa (Qs = 1).
Jika elemen yang langsing hanya unstiffened,
Q = Qs (Qa = 1).
Jika terdapat elemen langsing stiffened dan
unstiffened, Q = Qa Qs.
Jika terdapat beberapa elemen langsing
unstiffened, gunakan salah satu elemen yang
memberikan nilai Qs terkecil.

19

3/6/2014

Faktor Reduksi Tekuk Lokal, Q

Formula untuk perhitungan Qs dan Qa


mengikuti ketentuan AISC berikut:
Elemen langsing unstiffened: Qs mengikuti
ketentutan pada bagian E7.1.
Elemen langsing stiffened: Qa mengikuti
ketentutan pada bagian E7.2.

Pengaruh Tekuk Torsi Elemen


Tekuk torsi terjadi pada penampang
simetri ganda yang memiliki penampang
langsing.
langsing
Tekuk torsi tidak rentan terjadi pada profil
hot-rolled. Profil built-up perlu diperiksa
kekuatan tekan terhadap kondisi tekuk
torsi.
Tekuk torsi akan mempengaruhi nilai
tegangan tekuk
k k kritis
k i i kondisi
k di i elastik,
l ik Fe.

20

3/6/2014

Pengaruh Tekuk Lentur Torsi


Elemen
Tekuk lentur torsi terjadi pada penampang
yang tidak memiliki sumbu simetri atau
hanya memiliki satu sumbu simetri.
Tekuk lentur torsi akan mempengaruhi nilai
tegangan tekuk kritis kondisi elastik, Fe.

Penampang dengan satu sumbu simetri:


channels, structural tees, double angle, equal
length single angles.
Penampang tanpa sumbu simetri: unequal length
single angles.

Revisi Fcr dan Fe akibat Tekuk


Torsi dan Tekuk Lentur Torsi

Untuk double angles dan tees:


Fcry Fcrz
Fcr
2H
Fcry

rO

E4-3

= sama seperti Fcr pada pers. E3-2 atau E3-3 untuk


tekuk lentur dalam arah sumbu y

Fcrz
xO, yO

4 Fcry Fcrz H

1 1
2

Fcry Fcrz

GJ
Ag rO2

H 1

xO2 yO2
rO2

= koordinat pusat geser terhadap centroid penampang


= jari-jari girasi polar terhadap pusat geser

21

3/6/2014

Revisi Fcr dan Fe akibat Tekuk


Torsi dan Tekuk Lentur Torsi

Untuk kasus-kasus lainnya, Fcr ditentukan


mengikuti pers. E3-2 atau E3-3, dengan nilai Fe
sebagai berikut:
Untuk penampang doubly symmetric:

2 EC
1
w
Fe
GJ
2
K z L
I x I y
Cw
Kz
G
J
I

E4-4

= konstanta warping
= faktor panjang efektif untuk tekuk torsi
(berdasarkan tumpuan terhadap puntir / twist)
= modulus geser (= 11200 ksi / 77200 MPa untuk baja)
= konstanta torsi
= inersia penampang

Revisi Fcr dan Fe akibat Tekuk


Torsi dan Tekuk Lentur Torsi
Untuk penampang singly symmetric, dengan sumbu y
sebagai sumbu simetri:

Fey Fez
Fe
2H

4 Fey Fez H

1 1
2

Fey Fez

E4-5

Untuk penampang tanpa sumbu simetri, Fe diambil dari


akar terendah dari persamaan pangkat tiga berikut:

Fe Fe Fex Fe Fey Fe Fez


2

x
y
F Fe Fey O Fe2 Fe Fex O 0
rO
rO

E4-6

2
e

22

3/6/2014

Revisi Fcr dan Fe akibat Tekuk


Torsi dan Tekuk Lentur Torsi
Fex

2E
KxL

rx

Fey

KyL

ry

rO2 xO2 yO2


Kx
Ky
Kz

2 EC
1
w
Fez
GJ
2
2
K z L
Ag rO

2E

Ix I y
Ag

= faktor panjang efektif untuk tekuk lentur pada sumbu x


= faktor panjang efektif untuk tekuk lentur pada sumbu y
= faktor panjang efektif untuk tekuk torsi
(berdasarkan tumpuan terhadap puntir / twist)

Contoh 2

Tentukan kekuatan tekan dari penampang


WT1281 dengan mutu baja A992, jika KxL =
25.5 ft, KyL = 20 ft, and KzL = 20 ft.

23

3/6/2014

Tekuk lentur pada sumbu x


Kx L

25.5 12 87.43 200


3.50

29000
E
4.71
113 87.43
Fy
50

4.71

Fe

rx

2E
KL

2 29000

87.43

Tekuk lentur inelastis.

37.44 ksi

Fy
50

Fcr 0.658 Fe Fy 0.658 37.44 50 28.59 ksi

c Pn c Fcr Ag 0.9 28.59 23.9 615 kips

24

3/6/2014

Tekuk lentur torsi pada sumbu y (sumbu simetri)


Penampang singly symmetric, gunakan pers. E4-5.

F Fez
Fe ey
2H

4 Fey Fez H

1 1
2

Fey Fez

E4-5

Hitung Fey

KyL

ry

Fey

20 12
3.05

2E
KyL

ry

78.69 200

2 29000

78.69

46.22 ksi

Shear Center

Hitung Fez

Ix Iy

rO2 xO2 yO2

yO y

Ag

0 2.09
2

xO 0
tf
2

1.22
2
2.09 in.

293 221
23.9

2.70

25.87 in.2

2 EC
1
w
GJ
Fez
2
2
K z L
Ag rO
2 29000 43.8

11200 9.22
2
20 12

23.9 25.87
167.4 ksi
Hitung H dan Fe

H 1
1

F Fez
Fe ey
2H

xO2 yO2
rO2
0 2.09
25.87

4 Fey Fez H

1 1
2

Fey Fez

0.8312

46.22 167.4
4 46.22 167.4 0.8312

1 1
2

46.22 167.4
2 0.8312
43.63 ksi

25

3/6/2014

Periksa tekuk lentur elastik atau inelastik.

Fy
Fe

50
1.15 2.25
43.63

Tegangan
g g kritis

Kekuatan desain

Tekuk lentur inelastik

Fy
50

Fcr 0.658 Fe Fy 0.658 43.63 50

30.95 ksi

c Pn c Fcr Ag 0.9 30.95 23.9


666 kips
ki

Nilai kekuatan desain ini lebih besar daripada kasus tekuk


lentur pada sumbu x, sehingga tidak menentukan.

c Pn 615 kips

Desain Elemen Tekan

Tentukan kekuatan tekan desain cPn atau


kekuatan tekan izin Pn/c.
Asumsikan
A
ik nilai
il i tegangan kritis
k i i Fcr yang lebih
l bih
kecil dari Fy, dan tentukan luas penampang Ag
yang diperlukan.
Pilih profil dengan Ag yang memenuhi
keperluan tersebut. Pastikan rasio kelangsingan
KL/r kurang dari 200.
Periksa kekuatan tekan desain cPn atau
kekuatan tekan izin Pn/c dari penampang yang
dipilih. Revisi jika diperlukan.
Periksa kestabilan lokal, revisi jika perlu.

26

3/6/2014

Contoh 3
Tentukan profil W18 dengan mutu baja A992
(Fy = 50 ksi) yang mampu menerima gaya
aksial tekan akibat beban mati sebesar 100 kips
dan beban hidup 300 kips.
Diketahui panjang efektif KL adalah 26 ft.

Dari Tabel 1-1 AISC Manual, akan dipilih


penampang yang tidak langsing (nonslender)
sehingga tidak perlu dilakukan pemeriksaan
kestabilan lokal.
LRFD:
Pu 1.2 PD 1.6 PL 1.2 100 1.6 300 600 kips
Fcr 33 ksi

Ag

Pu
600

20.2 in.2
c Fcr 0.9 33

Asumsi nilai Fcr < Fy = 50 ksi.


Luas penampang yang diperlukan.

Pilih W1871,
W1871 dengan Ag = 20
20.8
8 in
in.2

KL

rmin

26 12 183.5 200

1.70
2
2 29000
E
Fe

8.5 ksi
2
2
KL
183.5
r

Rasio kelangsingan.
Tegangan kritis Euler.

27

3/6/2014

Fy

50
5.88 2.25
8.5

Tekuk lentur elastis Fcr = 0.877Fe.

Fcr 0.877 Fe 0.877 8.5

Jauh lebih kecil dari asumsi semula.


Tidak perlu memeriksa kekuatan,
ulangi analisis dengan asumsi nilai
Fcr yyang
g lebih kecil.

Fe

7.5 ksi 33 ksi

Fcr 20 ksi

Ag

Asumsi nilai Fcr < Fy = 50 ksi.

Pu
600

33.3 in.2
c Fcr 0.9 20

Luas penampang yang diperlukan.

Pilih W18119,
W18119 dengan Ag = 35
35.11 in
in.2

KL
Fe

rmin

2E

KL

Fy

Fe

26 12 116 200

Rasio kelangsingan.

Tegangan kritis Euler.

2.69
2 29000

116

21.27 ksi

50
2.35 2.25
21.27

Tekuk lentur elastis Fcr = 0.877Fe.

Fcr 0.877 Fe 0.877 21.27


18.65 ksi

c Pn c Fcr Ag 0.9
0 9 18
18.65
65 35
35.1
1
589 kips 600 kips

Masih belum mencukupi,


mencukupi tetapi
sudah agak mendekati. Dapat
langsung dipilih penampang
yang lebih besar saja.

Coba W18130, dengan Ag = 38.2 in.2

KL
Fe

rmin

2E
KL

26 12 115.6
115 6 200
2

2.70
2 29000

21.42 ksi
2
115.6

r
Fy
50

2.33 2.25
Fe 21.42

Rasio kelangsingan.
kelangsingan
Tegangan kritis Euler.

Tekuk lentur elastis Fcr = 0.877Fe.

28

3/6/2014

Fcr 0.877 Fe 0.877 21.42


18.79 ksi

c Pn c Fcr Ag 0.9 18.79 38.2


646 kips 600 kips

OK.

Gunakan profil W18130.

ASD:
Pa PD PL 100 300 400 kips
Fcr 33 ksi
Ag

Pa
Fcr

Asumsi nilai Fcr < Fy = 50 ksi.

400
20.2 in.2
33
1.67

Luas penampang yang diperlukan.

Pilih W1871, dengan Ag = 20.8 in.2

KL

rmin

26 12 183.5 200

Rasio kelangsingan.

1.70
2
2 29000
E
Tegangan kritis Euler.
Fe

8.5 ksi
2
2
KL
183.5
r
Fy 50
Tekuk
elastis
T k k lentur
l
l i Fcr = 0.877F
8 Fe.

5.88
5 88 2.25
2 25
Fe 8.5

Fcr 0.877 Fe 0.877 8.5


7.5 ksi 33 ksi

Jauh lebih kecil dari asumsi semula.


Tidak perlu memeriksa kekuatan,
ulangi analisis dengan asumsi nilai
Fcr yang lebih kecil.

Fcr 20 ksi
Pa
400

33.3 in.2
Ag
20
Fcr
1.67

Asumsi nilai Fcr < Fy = 50 ksi.


Luas penampang yang diperlukan.

Pilih W18119, dengan Ag = 35.1 in.2

29

3/6/2014

KL

rmin

2E

Fe

KL r

Fy

Fe

26 12 116 200

Rasio kelangsingan.

Tegangan kritis Euler.

2.69
2 29000

116

21.27 ksi

50
2.35
2 3 2.25
22
21.27

T k k lentur
Tekuk
l
elastis
l i Fcr = 0.877F
8 Fe.

Fcr 0.877 Fe 0.877 21.27


18.65 ksi
Pn Fcr Ag 18.65 35.1

c
c
1.67

Masih belum mencukupi, tetapi


sudah agak mendekati. Dapat
l
langsung
di
dipilih
ilih penampang
yang lebih besar saja.

393 kips 400 kips

Coba W18130, dengan Ag = 38.2 in.2

KL
Fe

rmin

2E
KL

26 12 115.6 200
2

2.70
2 29000

21.42 ksi
2
115.6

r
Fy
50

2.33 2.25
Fe 21.42

Rasio kelangsingan.
Tegangan kritis Euler.

Tekuk lentur elastis Fcr = 0.877Fe.

Fcr 0.877 Fe 0.877 21.42


18.79 ksi
Pn Fcr Ag 18.79 38.2

c
c
1.67

OK.

431 kips 400 kips


Gunakan profil W18130.

30

3/6/2014

Tabel Desain AISC


Beberapa penampang yang umum digunakan
sebagai kolom dicantumkan pada Tabel 4-1 hingga
4-20 AISC Manual.
M
l
Prosedur desain untuk penampang tersebut:

Tentukan kekuatan tekan desain cPn atau kekuatan tekan


izin Pn/c.
Tentukan panjang efektif KL untuk masing-masing sumbu.
Baca tabel untuk profil yang sesuai (antara Tabel 4-1
hingga Tabel 4-20), untuk nilai KL yang lebih besar antara
KxLx/(rx/ry) atau KyLy.
Dari nilai KL di atas, baca horizontal hingga ditemukan
penampang yang paling ringan dengan nilai cPn atau
Pn/c yang sama atau lebih besar dari keperluan .

Tabel Desain AISC

Catatan:
Asumsi yang digunakan pada tabel desain adalah
tekuk lentur. Tekuk lokal tetap harus diperiksa.
Tabel AISC sudah memperhitungkan desain terhadap
jari-jari girasi terkecil (umumnya ry), sehingga jika
nilai KL sama untuk masing-masing sumbu,
pembacaan tabel dapat dimulai dari nilai KL tersebut.
Rasio jari-jari girasi (rx/ry) tersedia di bagian bawah
masing-masing tabel.
Tabel 4-22 memuat nilai cFcr (LRFD) dan Fcr/c
sebagai fungsi dari rasio kelangsingan KL/r untuk
berbagai nilai Fy.

31

3/6/2014

Contoh 4

Tentukan kembali kekuatan tekan desain


kolom W1474 pada Contoh 1 menggunakan
tabel desain AISC.

Menggunakan Tabel 4-22


KL 1 20 12 96.77 200
r
2.48

c Fcr 22.67 ksi


Fcr
15.07
15 07 ksi
c

Tabel 4-22 menggunakan nilai KL/r


bilangan bulat, sehingga perlu
dilakukan interpolasi, atau bulatkan
nilai KL/r ke atas.

c Pn c Fcr Ag 22.67 21.8 494 kips


Pn Fcr

Ag 15.07 21.8 329 kips


c c

Menggunakan Tabel 4-1


41
Baca Tabel 4-1 untuk profil W1474, untuk KL = 20 ft
diperoleh cPn = 494 kips dan Pn/c = 329 kips.

32

3/6/2014

Contoh 5
Rencanakan profil W dengan mutu
baja A992 (Fy = 50 ksi) untuk
kolom seperti tergambar.
Diketahui unbraced length 30 ft
dalam arah kedua sumbu
penampang kolom.

Kekuatan tekan desain (LRFD) dan kekuatan izin


(ASD):
Pu 1.2 PD 1.6 PL

1.2 140 1.6 420


840 kips
p

Pa PD PL
140 420
560 kips

Panjang efektif KL sama untuk kedua sumbu


penampang yaitu 30 ft (K = 1, kedua ujung sendi).
Pada Tabel 4-1 untuk W14, baca dari nilai KL = 30
ft secara horizontal hingga diperoleh nilai yang
sama atau sedikit melebihi kekuatan yang
y g
diperlukan. (Ilustrasi pada slide berikut).
Pilih profil W14132.

33

3/6/2014

Contoh 6

Rencanakan kembali kolom pada


Contoh 5, jika kolom ditopang
pada arah torsi serta lateral
dalam arah y.

34

3/6/2014

Kekuatan tekan desain (LRFD) dan kekuatan izin


(ASD):
Pu 1.2 PD 1.6 PL

Pa PD PL

1.2 140 1.6 420


840 kips

140 420
560 kips

Panjang efektif KLy = 15 ft, sedangkan KLx = 30 ft.


Coba gunakan KLy = 15 ft pada Tabel 4-1 untuk
W14, diperoleh profil W1490.
Periksa KLx/(rx/ry) untuk profil yang dipilih:

rx
KLx
30
1.66

18 ft
r
ry
11.66
66
x
ry

Nilai ini lebih besar dari 15 ft, sehingga lebih


menentukan.
Baca kembali Tabel 4-1 pada baris KL = 18 ft, profil
W1490 masih memenuhi.

35

3/6/2014

Contoh 7

Pilih penampang kolom yang paling ringan


untuk menerima beban Pu = 194 kips. Kedua
ujung kolom dianggap sendi dengan L = 24 ft.
Gunakan mutu baja ASTM A572, grade 50.

Mengikuti prosedur seperti pada Contoh 5 dengan


KL = 24 ft untuk beberapa ukuran profil W
diperoleh hasil sebagai berikut:

Pilih profil paling ringan, yaitu: W1049.

36