Anda di halaman 1dari 3

V.

HASIL EVALUASI

A. Pendekatan Sistem
Menurut Ryans, sistem adalah gabungan dari elemen-elemen yang saling dihubungkan oleh
suatu proses atau struktur dan berfungsi sebagai salah satu kesatuan organisasi dalam upaya
menghasilkan sesuatu yang telah ditetapkan. Pendekatan sistem adalah suatu pendekatan
analisa organisasi yang menggunakan sifat-sifat dasar sistem sebagai titik pusat analisa.
1

Masukan (input), adalah kumpulan bagian atau elemen yang terdapat dalam sistem dan yang

diperlukan untuk dapat berfungsinya sistem tersebut.


Proses (process), adalah kumpulan bagian atau elemen yang terdapat dalam sistem dan yang

berfungsi untuk mengubah masukan menjadi keluaran yang direncanakan.


Keluaran (output), adalah kumpulan bagian atau elemen yang dihasilkan dari
berlangsungnya proses dalam sistem.

Lingkungan (environment), adalah dunia di luar sistem yang tidak dikelola oleh sistem tetapi
mempunyai pengaruh besar terhadap sistem.

Umpan balik (feedback), adalah kumpulan bagian atau elemen yang merupakan keluaran dari

sistem dan sekaligus sebagai masukan bagi sistem tersebut.


Dampak (impact), adalah akibat yang dihasilkan oleh keluaran suatu sistem.

Gambar 5. Pendekatan sistem

B. Identifikasi Masalah
Suatu masalah ditetapkan jika terdapat kesenjangan antara keluaran dengan tolok ukurnya,
sedangkan penyebab masalah ditentukan bila ada kesenjangan antara unsur sistem lainnya
dengan tolok ukur. Proses identifikasi masalah dilakukan secara bertahap, dimulai dari
keluaran (output) program kerja Puskesmas, kemudian apabila ditemukan adanya
kesenjangan antara tolak ukur dengan data keluaran tersebut maka harus dicari kemungkinan
penyebab masalah pada unsur masukan (input, proses, atau lingkungan). Identifikasi masalah
dimulai dengan melihat adanya kesenjangan antara pencapaian.

Berikut hasil pencapaian program pencegahan dan pemberantasan penyakit TBC di


puskesmas rawat inap Gedung Tataan periode tahun 2013.

Tabel 11. Pencapaian program pemberantasan penyakit TBC di puskesmas Gedung Tataan 2013
Variabel Keluaran
1 Proporsi suspek
tuberkulosis paru
yang dilakukan
pemeriksaan
dahak.
2

Angka penemuan
kasus
baru
dengan
tuberkulosis baru
BTA (+) setelah

Tolak Ukur
Target pencapaian
75 %
dari
sasaran 780 orang

Pencapaian
Jumlah
penderita
suspek
tuberkulosis
paru
yang
dilakukan pemeriksaan dahak
sebanyak 175 orang (22,43%)

Target pencapaian
70% dari sasaran
78 orang.

Jumlah kasus baru dengan


tuberkulosis paru dengan BTA
(+) yang ditemukan sebanyak 29
orang (37,18%)

Masalah
(+)

(+)

dilakukan
pemeriksaan
dahak
3

Proporsi penderita
tuberkulosis paru
dengan BTA (+)
diantara suspek
tuberkulosis paru.

Target pencapaian
10% dari sasaran
780 orang

(+)

Jumlah penderita tuberkulosis


paru dengan BTA (+) diantara
suspek
tuberkulosis
paru
sebanyak 29 orang (3,7%)

Jumlah penderita tuberkulosis


paru yang sembuh setelah
mendapatkan
pengobatan
sebanyak 21 orang dari 29
orang penderita (72%)

Target pencapaian
85%

(+)
4

Angka
kesembuhan
penderita
tuberkulosis paru
yang
diberikan
pengobatan

Target pencapaian
85%

(-)
5

Angka konversi
penderita BTA (+)
menjadi BTA (-)
setelah diberikan
pengobatan

Jumlah penderita tuberkulosis


paru yang konversi sebanyak 29
orang dari 29 orang yang
diberikan pengobatan (100%)