Anda di halaman 1dari 4

PERCOBAAN 06

ALDEHID DAN KETON :


SIFAT DAN REAKSI KIMIA
Tanggal Praktikum : 16 Oktober 2014
Tanggal Pengumpulan: 23 Oktober 2014
Disusun oleh :
Dary Aulia Muhammad
10613060
Kelompok 7
Asisten:
Khairatul Ummah
20514052

LABORATORIUM KIMIA ORGANIK


PROGRAM STUDI KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2014

I.
Tujuan Percobaan
Adapun, tujuan dari percobaan kali ini adalah :
1. Menentukan perbedaan sifat-sifat senyawa aldehid dan keton
2. Menentukan jenis-jenis pengujian aldehid dan keton
II.

Teori dasar
Aldehid dan keton memiliki gugus fungsi karbonil ( =C=O ) yaitu
atom karbon yang berikatan dengan rangkap dua dengan oksigen.
Pada keton terdapat 2 atom karbon lain yang terikat pada gugus
karbonil, karbon yang terikat dapat berupa reaksi alifatik dan
aromatik (Mayo, et.all. 2011).

III.

Data pengamatan

1. Uji Tollens
Benzaldehid
Formaldehide
Aseton
Sampel A-D
E

Endapan cermin perak


Endapan cermin perak
Tidak ada endapan
Tidak ada endapan
Endapan cermin perak

2. Uji Iodoform
Benzaldehid
Formaldehide
Aseton

Endapan kuning
Endapan kuning
Tidak ada endapan

3. Uji 2,4 dinitrofenilhidrazin


Benzaldehid
Formaldehide
Aseton

IV.

Endapan
Endapan
Tidak ada endapan

Pembahasan
Dapat dilihat bahwa pada uji iodoform, ketika keton yang diberi I 2
membentuk dua fasa, sedangkan pada aldehid yang diberi larutan
iodoform tidak akan terbentuk dua fasa dan tidak terbentuk endapan.

Pada reaksi ini metil keton akan teroksidasi oleh iodide dalam larutan
hidroksida menjadi asam karboksilat. Selain itu aka nada endapan
kuning yang menjadi indikasi uji yang dilakukan itu positif. Seperti
reaksi berikut :
R-C-CH3 + 3I2 + 4NaOH

3NaI + 3 H2O + R-C-O Na + 3

CHI3
O

Uji Tollens dapat digunakan membedakan senyawa yang termasuk golongan aldehid
dan mana yang termasuk golongan keton. Pereaksi tollens, pengoksidasi ringan yang
digunakan dalam uji ini, adalah larutan basa dari perak nitrat. Larutannya jernih dan
tidak berwarna. Untuk mencegah pengendapan ion perak sebagi oksida pada suhu
tinggi, maka ditambahkan beberapa tetes larutan amonia. Amonia membentuk
kompleks larut air dengan ion perak coklat (Wiliamson, 1999). Pengujian dengan
reagen Tollens terhadap benzaldehid, formaldehid, dan aseton yang dilakukan pada
percobaan ini menghasilkan endapan kotor pada formaldehid dan terbentuknya cermin
perak pada senyawa aseton. Dari hasil ini dapat diambil hipotesis bahwa senyawa
aseton adalah aldehid. Reaksinya adalah sebagai berikut:
2Ag(NH3)2 + RCHO + 3OH2H2O

2Ag +RCOO- + 4 HN3 +

Dalam pengujian DNP, prinsip percobaan yang dilakukan adalah terjadinya reaksi adisi
dan eliminasi pada ikatan rangkap =O pada gugus karbonil. Reaksi ini tidak dilakukan
dalam senyawa tersebut. Gugus =O akan disubstitusi oleh gugus =N-R dari DNP.
Reaksi ini bisa digunakan untuk menguji keberadaan ikatan rangkap C=O. Ikatan
rangkap C=O dalam sebuah aldehid atau keton hanya memiliki endapan berwarna
oranye atau kuning (Wiliamson, 1999). Pada uji 2,4-dinitrofenilhidrazin diperoleh hasil
sesuai literatur yang menunjukkan bahwa senyawa benzaldehid, formaldehid, dan
aseton memiliki endapan berwarna oranye atau kuning.
V.

Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang dilakukan:
1. Aldehid jika direaksikan dengan iodoform tidak akan terbentuk
endapan sedangkan keton akan terbentuk endapan. Aldehid jika
direaksikan dengan asam kromat akan terjadi perubahan warna
sedangkan keton tidak akan menunjukkan perubahan warna.
Aldehid jika direaksikan dengan Tollens maka akan menghasilkan
endapan perak sedangkan Keton tidak akan menghasilkan
endapan perak jika direaksikan dengan Tollens.

2. Tollens dan Iodoform dapat dijadikan alternatif untuk membedakan


suatu sampel seperti aldehid dan keton.

VI.

Daftar pustaka

Mayo, D.W., Pike, R.M., Forbes, D.C. 2011. Microscale Organic Laboratory :
With Multistep and Multiscale Synthesis.

5th

edition. John Wiley &

Sons, New York.


Clark. 2007. Reaksi Adisi Eliminasi Aldehid dan Keton. http://www.chem-istry.org
Diakses pada tanggal 21 Oktober 2014.
Williamson. 1999. Macroscale and Microscale Organic Experiments, 3rd edition, Boston.