Anda di halaman 1dari 7

----------------------- Page 1----------------------LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN

DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR


GEDUNG SENI PERTUNJUKAN DI SURAKARTA
PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR POST-MODERN
Diajukan untuk memenuhi sebagian
persyaratan guna memperoleh gelar
Sarjana Teknik
Diajukan Oleh :
VIVIEN CANDRA NIA
L2B 097 293
Periode 77
JANUARI - APRIL 2002
JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2002
----------------------- Page 2----------------------BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Seni
yang

merupakan

bagian

integral

dari

sejarah

peradaban

manusi

tidak terlepas dari perkembangan peradaban manusia dan terkait erat dengan
aspek-aspek
itik. Di

utama

dalam

sejarah, agama,

ekonomi,

maupun

pol

dalamnya termasuk juga seni pertunjukan, yang bisa berupa teater, seni tari,
seni musik.
Dengan

kemajuan

tingkat

ekonomi

masyarakat

secara

tidak

lang

tuntutan

dan

ke

sung
diikuti
butuhan

dengan

masyarakatnya.
karya
seni,
semakin
indahan

semakin
Keinginan

meningkatnya
masyarakat

berkembangnya

untuk

hasrat

menikmati
untuk

keindahan

mengalami

dipengaruhi oleh tingkat ekonomi yang semakin meningkat. Nilai social dan

ke

pola
nuhan

kehidupan

masyarakat

menuntut

kemudahan

dalam

peme

kebutuhan seni.
Timbulnya

hasrat

dan

keinginan

manusia

untuk

menya

ksikan
pertunjukan
para
seniman
elah

yang

untuk

dirasakan
yang

dipergelarkan

disaksikan

sebagai

oleh

orang

dan mempergelarkan

kebutuhan

lain, serta keinginan

hasil

karya

mereka,

naluri dan spiritual bagi

masyarakat

beradab dan berbudaya.


Indonesia
berskala
nasional
Tanah

mempunyai

seperti

gedung-gedung

gedung

kesenian

di

pertunjukan

Taman

Ismail

yang

Marzuki,

Teater

Airku, dan Gedung Kesenian Jakarta yang semuanya berada di Jakarta. Kota
Surakarta
Taman

sudah

memiliki

fasilitas yang

mewadahi

aktivitas

seni.

Budaya Surakarta adalah salah satu fasilitas yang mewadahi aktivitas seni di
----------------------- Page 3----------------------Surakarta
itas seni
pertunjukan
jauh dari

dimana
dan

pusat
kota
kondisi

menyaksikan
uditoriun

seni

maka

bangunan
dalam

yang

fasilitas tersebut
rupa.

Tetapi

digunakan

karena

perkembangannya
kurang

pertunjukan.

tidak

yang

terlalu baik. Apalagi


kenyamanan

fasilitas

fasil

letak lokasinya

mendukung

Atau

sebagai

seni

yang

penonton
lain

seperti

RRI dan Gedung Wayang Orang Sri Wedari dengan kondisi bangunan yang
sudah tua,
n seni

yang

biasanya

digunakan

orang

untuk

tempat

pertunjuka

tradisional yaitu ketoprak dan wayang orang.


n

Surakarta
seni

memiliki

potensi-potensi

yang

berkaitan

denga

pertunjukan,

yang

dapat

gedung pertunjukan
keratin,
seperti
tari
kesenian
tradisional
i rakyat,

mendukung

tersebut.

Bedhoyo,
seperti

merupakan
ng
juga

akan

Seni

keberadaan

pertunjukan

Langendriyan,

wayang

asset bagi

dan

yang

perkembangan

berasal

dari

tari Gambyong,

wong,

wayang

perkembangan

juga

kulit, ketoprak,

kesenian

tar

di Surakarta.

Ya

diminati oleh para wisatawan mancanegara. Demikian pula seni pertunjukan


modern yang
band,

banyak

orkes
melayu,
si atau

berkembang

yang

sudah

di

Kota

Surakarta,

memiliki

teater,

berupa

organisa

wadahnya

seperti

perkumpulannya masing-masing.
Sebagai
yaitu

pusat

kebudayaan

Puro
Mangkunegaran,
Surakarta
memiliki lingkungan
si

dan
wilayah

Jawa

yang

keratin

budaya

memiliki

Kasunanan,

buah

yang

khas

keratin

maka

yang

Kota

merupakan

poten

yang dapat dikembangkan sebagai kekuatan budaya itu sendiri dan sebagai
pengembangan
erjalanan

potensi

pariwisata

budaya.

Dengan

melihat

sejarah kotanya, Surakarta memiliki potensi-potensi seni dan budaya antara


lain berupa
makanan

bangunan

khas,
karya
masih
dijalankan
n
oleh

seni

tradisional

maupun

tradisional,

baik

dalam

kolonial,

objek

serta upacara-upacara

kehidupan

masyarakat

wisata,
tradisi yang

sehari-hari

maupu

----------------------- Page 4----------------------masyarakat


nian

bangsawan

(keraton),

event

budaya,

dan

pertunjukan

kese

rakyat.
Adanya Gedung Seni Pertunjukan ini sebagai wadah untuk menampung
segala

kegiatan

yang

berhubungan

dengan

seni

pertunjukan

(musik,

tari,
tarik suara, lawak,
wayang, dan
lain-lain)
an
seni

drama,

teater,

pertunjukan,
para

serta menyediakan

seniman
dapat

yang

tertampung
semakin

maupun

baca

puisi,

sulap,

ketoprak,

fasilitas-fasilitas penunjang

memiliki

tujuan

perkumpulan

dan keberadaan

sebagai

seni

seni

sarana

terhadap

pertunjukan

kegiat

pengembangan

seni pertunjukan
di Kota

Surakarta

maju dan berkembang


B.

Tujuan dan Sasaran


Tujuan
dan

merancang
yang

dari penyusunan
sebuah

LP3A

Gedung

ini adalah

Seni

untuk

Pertunjukan

merencanakan
di

Surakarta

representative, dan akomodatif, yaitu :


1. Mampu
kegiatan

mewadahi

kegiatan-kegiatan

seni

prtunjukan

dan

penunjang lainnya
2. Tempat melaksanakan kegiatan seni pertunjukan di Surakarta
3. Dapat mengekspresikan jiwa seni yang kreatif dan dinamis ke dalam citra
bangunan
Sedangkan sasarannya adalah untuk menyusun program perencanaan dan
perancangan
oman

arsitektur

yang

akan

digunakan

sebagai

acuan

dalam desin grafis arsitektur Gedung Seni Pertunjukan di Surakarta.

dan

C.

Manfaat
Manfaat yang ingin diperoleh dalam penulisan ini adalah :

1. Sebagai landasan proses desain grafis arsitektur


----------------------- Page 5----------------------2. Sebagai salah satu persyaratan untuk mencapai jenjang strata 1 (S1)
3. Sebagai referensi yang berisi data-data dan studi pendekatan
D.

Lingkup Pembahasan

ped

Pembahasan

ditekankan

pada

aspek-aspek

perencanaan

dan
perancangan
an
Gedung
mum

arsitektur
Seni

untuk

Pertunjukan

Gedung

Seni

dibatasi pada

Pertunjukan.

pengertian

Pembahas

judul secara

sedangkan pada perancangannya dititikberatkan pada bangunan gedung seni


pertunjukan
non-

secara

keseluruhan.

arsitektur
n

dimaksudkan

untuk

Pembahasan

mempertajam

dalam
dan

bidang

melengkapi

ilmu
pembahasa

utama.
E.

Metodologi Pembahasan
Pembahasan

LP3A

ini

dimulai

dari

melihat

latar

belakang men

gapa
perlu dilakukan perencanaan dan perancangan Gedung Seni Pertunjukan di
Surakarta.
an
dengan

Kemudian

metodologi

melalui
alui

diperoleh
pembahasan

kajian pustaka

pendekatan

tujuan,

program

sasaran, dan

menggunakan

dan pengamatan

perencanaan

dan

metode

lingkup pembahas

langsung,

deduktif

deskriptif,

perancangan,

kemudian dikaji
kemudian

mel

dirumuskan

untuk memperoleh hasil berupa konsep dan program dasar perencanaan dan
perancangan Gedung Seni Pertunjukan di Surakarta.
Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah ;
1. Studi literature, dilakukan untuk memperoleh data-data sekunder, dalam
hal ini termasuk studi kepustakaan dan internet.
2. Survey lapangan, dilakukan untuk memperoleh data-data primer, dengan
mengamati
studi

secara

langsung

obyek-obyek

di lapangan

sebagai

banding dan data dalam penyusunan laporan ini.


----------------------- Page 6----------------------3. Wawancara,
n

dilakukan

untuk memperoleh

data-data

primer, denga

pihak-pihak yang terkait dengan topik permasalahan.


F.

Sistematika Pembahasan
Secara

garis besar,

sistematika

pembahasan

Landasan

Progra

m
Perencanaan dan Perancangan Arsitektur ini adalah sebagai berikut :
BAB I

PENDAHULUAN
Berisi

tentang latar belakang, tujuan dan

sasaran, manfaa

t,
lingkup

pembahasan,

metodologi

pembahasan,

sistemati

ka
pembahasan.
BAB II

TINJAUAN GEDUNG SENI PERTUNJUKAN


Berisi

tentang

tinjauan

seni

pertunjukan,

sejarah

an
perkembangan

seni

pertunjukan,

jenis-jenis

seni

pertunj

ukan,
pengertian gedung seni pertunjukan, fungsi dan peranan gedung
seni

pertunjukan,

persyaratan

non

fisik

gedung

eni
pertunjukan,

tinjauan

arsitektur post

modern,

serta

st

udi
banding fasilitas sejenis.
BAB III
DI

TINJAUAN

GEDUNG

SENI

PERTUNJUKAN

SURAKARTA
Berisi tentang tinjauan fisik

Kota

Surakarta, tinjauan non

fisik
Kota Surakarta, dan potensi Kota Surakarta.
BAB IV

KESIMPULAN, BATASAN DAN ANGGAPAN


Berisi tentang kesimpulan, batasan, dan anggapan perencanaan
dan perancangan gedung seni pertunjukan.

BAB V

PENDEKATAN

PERENCANAAN

DAN

PERANCANGAN

ARSITEKTUR
----------------------- Page 7----------------------Berisi

tentang

dasar

pendekatan,

pendekatan

perencanaan

dan
pendekatan

perancangan

Gedung

Seni

Pertunjukan

di
Surakarta.
BAB VI

KONSEP

DAN

PROGRAM

DASAR

PERANCANGAN

ARSITEKTUR
Berisi

tentang

konsep

dasar

perencanaan,

konsep

dasar

perancangan

Gedung

asar
perancangan,

program

Seni
Pertunjukan di Surakarta.