Anda di halaman 1dari 19

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

KELUARGA BERENCANA (KB) PADA


KELUARGA BAPAK S
RT 21 RW 11 PEDUKUHAN VI DESA PLERET KECAMATAN PANJATAN
KABUPATEN KULON PROGO PROPINSI
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

DISUSUN OLEH :
Yuni Martanti
070105025

PRODI D III KEBIDANAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN `AISYIYAH
YOGYAKARTA
2010

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


KELUARGA BERENCANA (KB) PADA KELUARGA BAPAK S
I.

IDENTIFIKASI MASALAH
Keluarga berencana (KB) merupakan program pemerintah dengan
pengaturan jumlah dan jarak anak untuk mewujudkan Norma Keluarga Kecil
Bahagia Sejahtera (NKKBS) dan mewujudkan keluarga berkwalitas tahun
2015. Namun, dalam kenyataannya banyak hal yang menghambat jalannya
program tersebut. Misalnya kesulitan dalam menentukan alat kontrasepsi,
kurangnya pengetahuan tentang KB, psikologis yang tidak mendukung,
adanya rasa takut dan tidak ada persetujuan dari pasangan.
Berdasarkan hasil pengkajian data pada keluaga Ibu S umur 34 tahun
sudah mepunyai tiga orang anak. Ibu S belum pernah menjadi aseptor KB.
Oleh karena itu, ibu S perlu informasi lebih banyak tentang KB.

II.

III.

PENGANTAR
Bidang Studi

: Kesehatan Reproduksi

Topik

: Kesehatan Reproduksi Pasangan Usia Subur

Sub Topik

: Alat Kontrasepsi pada wanita

Sasaran

: Ibu. S

Hari/Tanggal

: Jumat / 08 Januari 2010

Jam

: 11.00 WIB Selesai

Waktu

: 20 menit

Tempat

: Rumah Bapak S

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)


Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan selama 20 menit, diharapkan
ibu S dapat mengerti tentang bermacam-macam alat KB. Dan mempunyai
gambaran tentang KB yang akan digunakan setelah mempunyai anak
ketiganya.

IV.

TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)


Setelah mengikuti kegiatan selama 20 menit diharapkan ibu S dapat
mengerti dan memahami tentang :
1. Pengertian Keluarga Berencana
2. Macam-macam alat KB
3. Efek samping setelah pemakaian KB

V.

MATERI
Terlampir

VI.

METODE
1. Ceramah
2. Tanya Jawab

VII.

MEDIA
1. Materi SAP
2. Leafet
3. Gambar

VIII. KEGIATAN PEMBELAJARAN

No
1

2
3

I.

Waktu
3 Menit

15 Menit
10 Menit

2 Menit

Kegiatan Penyuluhan

Kegiatan Peserta

Pembukaan :
a. Memberi Salam
b. Perkenalan
c. Menjelaskan tujuan penyuluhan
d. Menyebutkan materi/pokok bahasan
yang akan disampaikan
Pelaksanaan / penyampaian materi:
a. Pengertian Keluarga Berencana
b. Macam-macam alat KB
Evaluasi:
a. memberi kesempatan pada peserta
untuk bertanya
Penutup:
Mengakhiri pertemuan dengan mengucapkan
terimaksih dan salam

Menjawab salam
Mendengarkan dan
memperhatikan materi
yang disampaikan
Menyimak dan
memperhatikan
Peserta bertanya mengenai
masalah yang belum
dipahami, mendengar dan
memperhatikan
Peserta menjawab salam.

PENGESAHAN
Yogyakarta, 08 Januari 2010
Sasaran,

Pemberi Materi Penyuluhan,

( Ibu S)

( Yuni Martanti )
Mengetahui:
Pembimbing PKL

( Ismarwati SKM,SST)
IX.

EVALUASI
Metode Evaluasi : Tanya jawab
Jenis Pertanyaan : Lisan

X.

Lampiran Materi

KELUARGA BERENCANA
1) Pengertian
Keluarga

berencana

adalah

penggunaan

cara-cara

pengaturan fertilitas untuk membantu seseorang atau suatu


keluarga untuk mencapai tujuan tertentu, yaitu menunda kelahiran,
mengatur jarak atau jumlah kelahiran dan mengakhiri fertilitas
(BKKBN, 2005).
Kontrasepsi berasal dari kata kontra dan sepsi. Kontra
berarti mencegah atau melawan, sedangkan konsepsi berarti
pertemuan antara sel telur dan sperma yang dapat mengakibatkan
kehamilan. Jadi maksud kontrasepsi adalah menghindari atau
mencegah terjadinya konsepsi pertemuan sel telur dengan sperma
di dalam kendungan / rahim (Notodiharjo, 2000).
Menurut Sarwono (1999) kontrasepsi adalah usaha-usaha
untuk mencegah terjadinya kehamilan. Usaha itu dapat bersifat
sementara, dapat juga bersifat permanent, yang bersifat permanent
dinamakan pada wanita tubektomi dan pada pria vasektomi.
2) Jenis Alat Kontrasepsi
1. Alamiah
a. Pantang Berkala
Cara ini dilakukan dengan tidak melakukan senggama pada saat
istri dalam masa subur. Cara ini kurang dianjurkan karena sukar
dilaksanakan dan membutuhkan waktu lama untuk puasa. Selain itu
kadang juga istri kurang terampil dalam menghitung siklus haidnya
setiap bulan.

b. Senggama Terputus
Senggama dilakukan sebagaimana biasa, tetapi pada puncak
senggama alat kelamin pria dikeluarkan dari liang vagina dan sperma

dikeluarkan di luar. Cara ini tidak dianjurkan karena sering gagal,


karena suami belum tentu tahu kapan spermanya keluar.
2. KB Non Hormonal
a. Kondom / Diafragma
Kondom merupakan salah satu pilihan untuk mencegah
kehamilan yang sudah popular di masyarakat. Kondom adalah
suatu kantung karet tipis, biasanya terbuat dari lateks tidak
berpori, dipakai untuk menutupi zakar yang berdiri (tegang)
sebelum dimasukkan ke dalam liang vagina. Kondom sudah
dibuktikan dalam penelitian di laboratorium sehingga dapat
mencegah penularan penyakit seksual, termasuk HIV/AIDS.
Kondom mempunyai kelebihan antara lain mudah diperoleh
di apotek, toko obat, atau supermarket dengan harga yang
terjangkau dan mudah dibawa kemana-mana. Selain itu, hampir
semua orang bisa memakai tanpa mengalami efek samping.
Kondom tersedia dalam berbagai bentuk dan aroma, serta tidak
berserakan dan mudah dibuang. Sedangkan diafragma adalah
kondom yang di gunakan pada wanita, namun kenyataannya
kurang popular di masyarakat.
b. AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)
AKDR atau IUD (Intra Uterine Device) bagi banyak kaum
wanita merupakan alat kontrasepsi yang terbaik. Alat ini sangat
efektif dan tidak perlu diingat setiap hari seperti halnya pil.
Bagi ibu yang menyusui, AKDR tidak akan mempengaruhi isi,
kelancaran ataupun kadar air susu ibu (ASI). Namun, ada
wanita yang ternyata belum dapat menggunakan sarana
kontrasepsi ini. Karena itu, setiap calon pemakai AKDR perlu
memperoleh informasi lengkap tentang seluk-beluk alat
kontrasepsi ini.
Jenis-jenis AKDR di Indonesia
1) Copper-T

AKDR berbentuk T, terbuat dari bahan polyethelen di mana


pada bagian vertikalnya diberi lilitan kawat tembaga halus.
Lilitan

kawat

tembaga

halus

ini

mempunyai

efek

antifertilisasi (anti pembuahan) yang cukup baik.


2) Copper-7
AKDR ini berbentu angka 7 dengan maksud untuk
memudahkan pemasangan.
Jenis ini mempunyai ukuran diameter batang vertical 32 mm
dan ditambahkan gulungan kawat tembaga (Cu) yang
mempunyai luas permukaan 200 mm2 , fungsinya sama
seperti halnya lilitan tembaga halus pada jenis copper-T.
3) Multi load
AKDR ini terbuat dari plastik (polyethelen) dengan dua
tangan kiri dan kanan berbentuk sayap yang fleksibel.
Panjangnya dari ujung atas ke bawah 3,6 cm. batangnya
diberi gulungan kawat tembaga dengan luas permukaan 250
mm2 atau 375 mm2 untuk menambaha efektifitas. Ada 3
ukuran multi load yaitu standar, small (kecil), dan mini.
b. STERILISASI
1. Mekanisme Kerja
Melakukan pengikatan dan pemotongan tuba untuk mencegah bertemunya
sperma dan sel telur atau dengan kata lain memutus jalur pertemuan
sperma dan ovum serta jalur menuju tempat implantasi.
2. Efektifitas
Efektifitas tinggi ( 0,2 4 kehamilan per 100 perempuan selama tahun
pertama penggunaan )
3. Kelebihan :
a. Efektifitas tinggi
b. Tindakan pembedahan yang aman dan sederhana
c. Permanen
d. Tidak berpengaruh terhadap sistemik tubuh dan ASI
e. Tidak ada perubahan dalam fungsi seksual

f. Tidak bergantung pada factor senggama


g. Tidak ada efek samping dalam jangka panjang
h. Berkurangnya resiko kanker ovarium
4. Keterbatasan :
a. Kesuburan tidak dapat kembali kecuali dengan operasi rekanalisasi
b. Klien dapat menyesal di kemudian hari
c. Rasa sakit dalam jangka pendek setelah pembedahan
d. Harus dilakukan oleh dokter terlatih
e. Tidak melindungi dari IMS
5. Yang dapat menjalani tubektomi :
a. Usia > 26 th
b. Paritas > 2
c. Yakin telah mempunyai keluarga yang sesuai dengan kehendaknya
d. Pada kehamilannya akan menimbulkan resiko kesehatan yang serius
e. Pascapersalinan
f. Pascakeguguran
g. Paham dan sukarela dengan prosedur ini
6. Yang sebaiknya tidak menjalani tubektomi
a. Hamil
b. Perdarahan per vaginam tanpa sebab
c. Infeksi sistemik atau pelvik yang akut
d. Tidak boleh menjalani proses pembedahan
e. Kurang pasti mengenai keinginan untuk fertilitas dia masa depan

3. KB hormonal:
a. Suntik
1). Kontrasepsi Suntikan Progestin
Kontrasepsi suntikan progestin merupakan suatu jenis
kontrasepsi yang sangat efektif, aman dan dapat dipakai
oleh semua perempuan dalam usia reprouksi, kembalinya
kesuburannya pun lebih lambat, rata-rata 4 bulan. Jenis

kontrasepsi ini juga cocok untuk masa laktasi karena tidak


menekan produksi ASI.
Jenis
Untuk jenis kontrasepsi progestin ada 2 jenis :
- Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA), yang
diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntik
intramuskuler (di daerah bokong).
- Depo noristeron enentat (depo noristerat), yang diberikan
setiap 2 bulan dengan cara disuntik intramuskuler.
Cara Kerja
- Mencegah ovulasi
- Mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan
penetrasi sperma
- Menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atrofi
- Menghambat transportasi gamet dan tuba
Efektifitas
Efektifitasnya tinggi, asal penyuntikan dilakukan secara
Keuntungan
- Sangat efektif
- Pencegahan kehamilan jangka panjang
- Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri
- Tidak mengandung hormon estrogen sehingga tidak
berdampak serius terhadap penyakit jantung, dan
gangguan pembekuan darah.
- Tidak berpengaruh terhadap ASI
- Efek sampingnya sedikit
- Dapat digunakan oleh perempuan usia >35 tahun sampai
perimenopause
- Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan
ektopik
- Menurunkan kejadian penyakit jinak pada payudara
- Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul.

Keterbatasan
- Sering

menimbulkan

gangguan

haid

(siklus

haid

memendek atau memanjang, perdarahan yang banyak


atau sedikit, perdarahan tidak teratur atau perdarahan
bercak atau spotting, tidak haid sama sekali)
-

Ibu sangat bergantung pada tempat sarana pelayanan


kesehatan (harus kembali untuk suntikan)

Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktusebelum suntikan


berikutnya

Permasalahan berat badan merupakan efek samping


tersering, hal ini disebabkan karena jenis kontrasepsi
untik mengandung hormon yang meningkatkan nafsu
makan. Akan tetapi jikan seorang akseptor dapat
mengendalikan pola makan maka kegemukan tidak akan
terjadi.

Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infesi


menular seksual, hepatitis virus, dan infeksi virus HIV

Kesuburan tidak segera kembali setelah penghentian


pemakaian karena belum habisnya pelepasan obat
suntikan.dari deponya

Terjadi perubahan pada lipid serum, sedikit menurunkan


kepdatan tulang (densitas), menimbulkan kekeringan
pada vagina, menurunkan libido, gangguan emosi, sakit
kepala, nervositas, jerawat, pada penggunaan jangka
panjang.

Yang dapat menggunakan kontrasepsi suntik progestin


-

Usia reproduksi

Nullipara dan yang telah memiliki anak

Menghendaki kontrasepsi jangka panjang dan yang


memiliki efektifitas tinggi.

Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai

Setelah melahirkan dan tidak menyusui

Setelah abortus atau belum menghendaki kontrasepsi


mantap.

Perokok

Tekanan darah lebih dari 180/100 mmhg

Menggunakan obat untuk epilepsi atau obat untuk


tubercolosis

Tidak dapat memakai kontrasepsi yang mengandung


estrogen

Mendekati usia menopause yang tidak mau atau tidak


boleh menggunakan pil kontrasepsi kombinasi.

Yang tidak boleh menggunakan kontrasepsi suntikan progestin


-

Hamil atau dicurigai hamil

Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya

Tidak dapat menerima gangguan haid

Menderita kanker payudara atau riwayat kanker payudara

DM disertai komplikasi

Waktu mulai menggunakan kontrasepsi suntikan progestin


-

Setiap saat selama siklus haid

Mulai hari pertama sampai ke tujuh siklus haid

Pada ibu yang tidak haid, dapat diberikan dapat diberikan


setiap saat asal tidak hamil

Selam tujuh hari setelah suntikan tidak boleh melakukan


hubungan seksual

Cara penggunaan kontrasepsi suntikan progestin


-

Dapat diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntik IM


dalam di daerah pantat

Peringatan bagi pemakai kontrasepsi suntikan progestin


-

Setiap terlambat haid harus dipikirkan kemungkinan


kehamilan

Nyeri abdomen bawah yang berat, kemungkinan gejala


KET

Timbulnya abses atau perdarahan tempat injeksi

Sakit kepala migrain, sakit kepala berulang yang berat


atau penglihatan kabur

Perdarahan berat 2 kali lebih panjang dari masa haid atau


2 kali lebih banyak dalam satu periode masa haid

Efek samping

Amenore (tidak terjadi perdarahan atau spotting)

Perdarahan bercak

Meningkatnya atau menurunnya berat badan

2). Kontrasepsi Suntikan Kombinasi


Kontrasepsi Suntikan Kombinasi merupakan kontrasepsi
suntikan yang berisi 25 mg depo medroksi progesteron asetat dan 5
mg estradiol sipionat, yang diberikan secara injeksi IM 1 bulan sekali.
Suntikan

kombinasi

ini

berfungsi

menekan

ovulasi

(kematangan sel telur), mengentalkan lendir serviks, perubahan pada


endometium (atrofi) sehingga implantasi terganggu, mengambat
transportasi gamet oleh tuba.
Kontrepsi ini sangat efektif (0,1-0,4 kehamilan per seratus
perempuan) selama tahun pertama penggunaan.
Keuntungan Kontrasepsi
1)

Risiko terhadap kesehatan kecil tidak berpengaruh pada


hubungan suami istri

2)

Tidak diperlukan pemeriksaan dalam

3)

Jangka Panjang

4)

Efek samping sangat kecil

5)

Klien tidak perlu enyimpan obat suntik

Keuntungan Nonkontrasepsi
1) Menguangi jumlah perdarahan
2) Mengurangi nyeri saat haid
3) Mencegah anemia
4) Khasiat

pencegahan

endometrium

teradap

kanker

ovarium

dan

kanker

5) Mengurangi penyakit payudara jinak dan kista ovarium


6) Mencegah kehamlan ektopik
7) Melindungi klie dari jenis-jenis tertentu penyakit radang panggul
8) Pada keadaan tertentu dapat diberikan pada perempuan usia pre
menopouse
Kerugian
1) Terjadi perubahan pola haid, spoting, perdarahan sela sampai 10
hari
2) Mual, sakit kepala,nyeri payudara ringan dan keluhan seperti ini
akan hilang setelah suntukan berikutnya
3) Ketergantungan klien terhadap pelayanan kesehatan. Klien harus
kembali setiap 30 hari untuk mendapatkan suntikan.
4) Efektifitas berkurang bila digunakan bersamaan dengan obat-obat
epilepsi (penitoin, barbiturat) atau obat TBC (rifampisin)
5) Dapat terjadi efek samping yang serius , seperti serangan jantung,
stroke, bekuan darah pada paru atau ota, dan kemungkinan
timbulnya tumorhati.
6) Penambahan berat badan
7) Tidak menjamin terhadap penularan PMS, hepatitis B atau HIV
8) Kemungkinan

terlambatnya

kesuburan

setelah

penghentian

pemakaian.
Yang boleh menggunakan suntikan kombinasi
1) Usia reproduksi
2) Telah memiliki anak atau yang belum memiliki anak
3) Ingin mendapatkan kontrasepsi dengan efektifitas tinggi
4) Menyusui ASI, pasca persalinan lebih dari 6 bulan
5) Pasca persalinan dan tidak menyusui
6) Anemia
7) Nyeri haid hebat
8) Haid teratur
9) Riwayat kehamilan ektopik
10) Sering lupa menggunakan pil kontrasepsi.

Yang tidak boleh menggunakan suntikan kombinasi


1) Hamil atau diduga hamil
2) Menyusui di bawah 6 minggu pasca pesalinan
3) Perdarahan pervagina yang belum jela sebabnya
4) Penyakit hati akut (hepatitis)
5) Usia lebih dari 35 tahun yang merokok
6) Riwayat penyakit jantung stroke atau tekanan darah tinggi. Lebih
dari 180/110 mmHg
Waktu mulai menggunakan suntikan kombinasi
1)

Suntikan pertama dapat diberikan dalam waktu 7 hari


siklus haid. Tidak diperlukan kontrasepsi tamahan

2)

Bila suntikan pertama diberikan setelah hari ke tuju


siklus haid, maka klien tidak boleh melakukan hubungan seksual
selama 7 hari atau menggunakan kontrasepsi lain untuk 7 hari

3)

Bila klien tidak haid, suntikan pertama dapat diberikan


setiap saat, asal saja dapat dipastikan ibu tersebut tidak hamil.
Klien tidak boleh melakukan hubungan seksual untuk 7 hari
lamanya atau mnggunakan metode kontrasepsi yang lain selama
masa waktu 7 hari.

4)

Bila klien pascapersalinan 6 bulan, menyusui serta


belum haid, suntikan pertama dapat diberikan, asal saja dapat
dipastikan tidak hamil.

5)

Bila pasca persalinan >6 bulan, menyusui, serta telah


mendapat haid, maka suntikan pertama diberikan pada siklus haid
hari 1 dan 7

6)

Bila pascapersalinan <6 bulan dan menyusui, jangan


diberikan suntikan kombinasi.

7)

Bila pasca persalinan 3 minggu, dan tidak menyusui,


suntikan kombinasi dapat diberikan

8)

Pascakeguguran, suntikan kombinasi dapat segera


diberikan atau dalam waktu 7

9)

Ibu yang sedang menggunakan metode kontrasepsi


hormonal yang lain dan ingin menggantinya dengan kontrasepsi
hormonal kombinasi. Selama ibu tersebut menggunakan kotrasepsi
sebelumnya secara benar, suntikan kombinasi dapat segera
diberikan tanpa perlu menunggu haid. Bila ragu-ragu, perlu
dilakukan uji kehamilan terlebih dahulu.

10)

Bila

kontrasepsi

sebelumnya

juga

kontrasepsi

hormonal, dan ibu tersebut ingin menggantinya dengan suntikan


kombinasi, maka suntikan pertama dapat segera diberikan, asal saja
diyakini ibu tersebut tidak hamil, dan peberiannya tanpa perlu
menunggu datangnya haid. Bila diberikan pada hari 1-7 siklus
haid, metode kontrasepsi lain tidak diperlukan. Bila sebelumnya
menggunakan AKDR, dan ingin menggantinya dengan suntikan
kombinasi, maka suntikan pertama diberikan hari 1-7 siklus haid.
Cabut segera AKDR.
Cara penggunaan
Suntikan kombinasi diberikan setiap bulan dengan suntikan
intramuskular dalam. Klien diminta datang setiap 4 minggu.
Suntikan ulang dapat diberikan 7 hari lebih awal, dengan
kemungkinan terjadi gangguan perdarahan. Dapat juga diberikan
setelah 7 hari dari jadwal yang telah ditentukan, asal saja diyakini
ibu tersebut tidak hamil. Tidak dibenarkan melakukan hubungan
seksual selama 7 hari atau menggunkan metode kontrasepsi yang
lain untuk 7 hari saja.
Instruksi untuk klien
1) Klien harus kembali ke dokter / klinik untuk mendapatkan
suntikan kembali setiap 4 minggu
2) Bila tidak haid lebih dari 2 bulan, klien harus kembali ke
dokter/ klinik untuk memastikan hamil atau tidak
3) Jelaskan efek tersering yang didapat pada penyuntikan dan apa
yang harus dilakukan bila hal tersebut terjadi.bila klien
mengeluh mual, sakit kepala, atau nyeri payudara, serta

perdarahan, informasikan kalau keluhan tersebut sering


ditemukan, dan biasanya akan hilang pada suntikan ke-2 atau
ke-3.
4) Apabila klien sedang menggunakan obat-obat tuberkulosis atau
obat epilepsi, obat-obat tersebut dapat mengganggu efektifitas
kontrasepsi yang sedang digunakan.
Tanda-tanda yang harus diwaspadai pada penggunaan suntikan kombinasi
1) Nyeri dada hebat atau nafas pendek. Kemungkinan adanya
bekuan darah di paru, atau serangan jantung.
2) Sakit kepala hebat, atau gangguan penglihatan. Kemungkinan
terjadinya stroke, hipertensi, atau migrain.
3) Nyeri tungkai hebat. Kemungkinan telah terjadi sumbatan
pembuluh darah pada tungkai.
Tidak terjadi perdarahan atau spotting selama 7 hari
sebelum suntikan berikutnya, kemungkinan terjadi kehamilan
b). Pil
Pil adalah obat pencegah kehamilan yang diminum. Pil
telah diperkenalkan sjak tahun 1960. pil diperuntukkan bagi
wanita yang tidak hamil dan menginginkan cara pencegah
kehamilan sementara paling efektif bila diminum secara teratur.
Minum pil dapat dimulai segera sesudah terjadinya keguguran,
setelah menstruasi, atau pada masa post-partum bagi para ibu
tidak menyusui bayinya. Jika seorang ibu ingin menyusui,
maka menggunakan pil hendaknya ditunda sampai 6 bulan
sesudah kelahiran anak (atau selama masih menyusui) dan
disarankan menggunakan cara mencegah kehamilan yang lain.
Pil dapat digunakan untuk menghindari kehamilan pertama
atau menjarangkan waktu kehamilan-kehamilan berikutnya
sesuai dengan keinginan wanita. Berdasarkan atas bukti-bukti
yang ada dewasa ini, pil itu dapat diminum secara aman selama
bertahun-tahun.

Tetapi,

bagi

wanita-wanita

yang

telah

mempunyai anak yang cukup dan pasti tidak lagi menginginkan

kehamilan selanjutnya, cara-cara jangka panjang lainnya


seperti spiral atau sterilisasi, hendaknya juga dipertimbangkan.
Akan tetapi ada pula keuntungan bagi penggunaan jangka
panjang pil pencegah kehamilan. Misal, beberapa wanita
tertentu merasa dirinya secara fisik lebih baik dengan
menggunakan pil daripada tidak. Atau mungkin menginginkan
perlindungan yang paling efektif terhadap kemungkinan hamil
tanpa pembedahan. Kondisi-kondisi ini merupakan alasanalasan yang paling baik untuk menggunakan pil itu secara
jangka panjang.
1. Jenis-jenis Pil
1). Pil Gabungan atau Kombinasi
Tiap pil mengandung dua hormone sintesis yaitu
hormone

estrogen

dan

progestin.

Pil

gabungan

mengambil manfaat dari cara kerja kedua hormone


yang mencegah kehamilan, dan hampir 100% efektif
bila diminum secara teratur.
2). Pil Khusu-Progestin (Pil Mini)
Pil ini mengandung dosis bahan progestin sintesis dan
memiliki sifat pencegah kehamilan, terutama dengan
mengubah mukosa dari leher rahim (merubah sekresi
pada leher rahim) sehingga mempersulit pengangkutan
sperma.

Selain

endometrium

itu

(lapisan

juga

mengubah

dalam

rahim)

lingkungan
sehingga

menghambat perletakan telur yang telah dibuahi.


Kontra indikasi Pemakaian Pil
Kontrasepsi pil tidak boleh diberikan pada wanita
yang menderita hepatitis, radang pembuluh darah, kanker
payudara atau kanker kandungan, hipertensi, gangguan
jantung, varises, perdarahan abnormal melalui vagina,
kencing manis, pembesaran kelenjar gondok (stroma),

penderita sesak nafas, eksim dan migraine (sakit kepala


yang berat pada sebelah kepala).
Efek samping Pemakaian Pil
Pemakaian pil dapat menimbulkan efek samping
berupa perdarahan diluar haid, rasa mual, bercak hitam di
pipi (hiperpigmentasi), jerawat, penyakit jamur pada liang
vagina (candidiasis), nyeri kepala, dan penambahan berat
badan.
c.Implan
Berbentuk seperti kapsul yang disusukkan di bawah kulit
lengan atas wanita
Jenis:
-

Norplan
Terdiri dari 6 batang silastik berongga lama kerjanya 5
tahun

Implanon
Terdiri dari satu batang lama kerjanya 3 tahun.

Jadena dan Indoplan


Terdiri dari 2 batang lama kerja 3 tahun.

Cara Kerja:
-

Mencegah ovulasi

Mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan penetrasi


sperma

Menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atrofi

Menghambat transportasi gamet dan tuba

Efektifitas:
-

Sangat efektif (0,2-1 kehamilan per 100 perempuan)

Keuntungan:
-

Daya guna tinggi

Perlindungan jangka panjang

Tidak mengganggu senggama

Tidak mengganggu ASI

Pengembalian kesuburan setelah pencabutan cepat kembali.

Mengurangi jumlah darah haid

Mengurangi nyeri haid

Melindungi diri dari beberapa penyakit radang panggul

Efek Samping:
- Amenorhoe
- Perdarahan bercak (spooting)
- Nyeri payudara
- Perasaan mual
- Pening/ pusing kepala
II.

DAFTAR PUSTAKA
BKKBN. 2003. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta:
Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Nawangsih, Unu Hani Edi.2009.Panduan Praktikum Pelayanan Keluarga
Berencana(KB) Semester IV Program Studi DIII
Kebidanan,Yogyakarta:STIKES AISYIYAH Yogyakarta.