Anda di halaman 1dari 24

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Saat ini banyak teknologi yang berkembang yang dapat membuat perubahan
terhadap perilaku konsumen. Salah satunya adalah penggunaan layanan pesan singkat
atau biasa kita dengar SMS. Dengan menggunakan fitur ini, sejauh apa kita berada jika
ingin mengirimkan pesan kepada seseorang, maka hal itu dapat dilakukan dengan cepat.
Karena layanan ini sangat sering dan disukai oleh banyak konsumen, maka semua
operator dari kartu prabayar berlomba-lomba untuk menentukan tarif dan layanan yang
dapat menggiurkan konsumen.
Salah

satu

dari

semua

operator

yang

gencar

untuk

menarik

perhatian

pelanggannya adalah kartu prabayar XL. Kartu prabayar XL memberikan pelayanan


berupa dengan tarif SMS yaitu Rp.99 dan bisa berSMS ke semua kerabat dan kenalan
anda baik yang sesama maupun operator lain. Ini adalah salah satu mengapa anak kost
lebih menyukai kartu prabayar XL daripada yang lain. Memang kadang anak kost itu
sering menggunakan banyak kartu, tetapi kartu yang menjadi pusat dan dominannya
adalah kartu XL. Bukan hanya itu saja yang di berikan oleh kartu XL, mereka juga
menyediakan paket murah SMS dimana cukup melakukan SMS sebanyak 10 kali,
selanjutnya anda dapat berSMS tanpa dikenakan biaya sama sekali baik sesama maupun
operator lain dari pukul 07.00 hingga pukul 17.00
Layanan SMS adalah salah satu fasilitas yang memberikan layanan berupa dapat
mengirim pesan yang dibatasi kapasitasnya ke orang lain atau kerabat dengan tarif yang
murah, hemat dan semua orang bisa melakukannya. SMS juga merupakan layanan yang
termasuk cepat dan sederhana. Hal inilah yang membuat layanan SMS menjadi
primadona dalam semua kartu prabayar.
Tanpa disadari dengan adanya layanan SMS, ini menjadi alat yang dapat
membantu anak kost yang masih kuliah ataupun sudah bekerja untuk menerima
informasi-informasi maupun kabar. Dengan tarifnya yang murah yang masih bisa
dijangkau mahasiswa membuat tingkat penggunaan SMS semakin meningkat daripada
layanan yang lain. Memang tidak semua menganggap bahwa layanan SMS itu bisa
menjadikan lebih irit dan hemat dalam penggunaan pulsa, tapi tingkat hemat itu dilihat
dari seberapa sering orang itu menggunakannya.
Berdasarkan uraian diatas, kami tertarik untuk melakukan penelitian yang akan
dituliskan dalam bentuk Laporan Praktikum yang berjudul Pengaruh Penggunaan
Kartu XL terhadap Tingkat Penghematan Uang Pulsa Anak Kost .

1.2 Identifikasi Masalah


Berdasarkan

latar

belakang

penelitian

yang

telah

diungkapkan,

maka

permasalahan pokok yang berkaitan dengan objek penelitian di atas adalah :

Berapa perbedaan tingkat penghematan pulsa anak kost sebelum dan sesudah
menggunakan kartu XL?

Apakah ada perbedaan tingkat penghematan pulsa pada saat sebelum dan sesudah
menggunakan kartu XL?

Berapa Nilai rata-rata tingkat penghematan pulsa pada saat sebelum dan sesudah
menggunakan kartu XL?

1.3 Tujuan dan Manfaat


Berdasarkan pada perumusan masalah diatas, adapun yang menjadi tujuan kami
adalah dalam melakukan penelitian ini supaya dapat memberikan manfaat adalah :

Tujuan Penelitian
1. Untuk dapat mengetahui dan menganalisis perbedaan dari kartu XL terhadap tingkat
penghematan pulsa bagi anak kost.
2. Untuk mengetahui perbedaan tingkat penghematan pada saat sebelum dan sesudah
menggunakan kartu XL.

Manfaat Penelitian
1. Dapat menjadi salah satu sumber Informasi bagi Anak Kost dalam efektivitas
penghematan anggaran pulsa.
2. Dapat menjadi bahan masukan bagi perusahaan operator seluler dalam menetapkan
kebijakan khususnya di bidang pemasaran yang lebih tepat seperti halnya masalah tarif
dalam layanan.

1.4. Metodologi Penelitian


Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.4.1. Metode Pengumpulan Data

Web Research, yaitu melakukan penelitian dengan mencari dan memperoleh data dan
informasi dengan menggunakan media browser internet.

Library Research, yaitu dengan penelitian kepustakaan berupa publikasi dari sumbersumber yang mempunyai referensi yang erat dengan objek penelitian dan hasil dari
penelaahan

tersebut

merupakan

titik

tolak

untuk

pengambilan

pengertian

kesimpulan tentang permasalahan yang ada.


1.4.2. Metode Analisis Data
Analisis yang dilakukan meliputi :

SPSS, yaitu Pengolahan Data dengan menggunakan program SPSS.

Manual, yaitu Pengolahan Data secara dengan menggunakan materi yang telah
dipelajari pada mata kuliah Statistik Dasar.

dan

BAB 2
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Statistik

Menurut Anas Sudijono (2004), statistik diartikan sebagai kumpulan bahan


keterangan yang berbentuk data, baik berwujud angka atau data kuantitatif maupun yang
tidak berwujud angka atau data kualitatif, yang mempunyai arti penting dan kegunaan yang
sangat besar bagi suatu negara. Namun, pada perkembangan selanjutnya, arti statistik hanya
dibatasi oleh kumpulan data yang berwujud angka saja, sedangkan data yang tidak berwujud
angka tidak lagi disebut statistik.
Menurut Risamasu (2008), statistik adalah kumpulan data, angka ataupun non angka
yang telah disusun dalam tabel atau sebuah diagram yang melukiskan suatu persoalan,
sedangkan statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan
data, pengolahan atau penganalisaannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan
data dan penganalisaan yang dilakukan.
Pembagian Jenis data dalam statistik dapat digambarkan seperti pada gambar dibawah ini :

(Sumber: Istijanto, 2005, p36)

Gambar 2.1 Pembagian Jenis Data dalam Statistik.

2.2 Jenis Statistik

Berdasarkan jenisnya, statistik terdiri dari 2 jenis, yaitu statistik deskriptif dan statistik
inferensial.
Menurut Sugiyono (2006), statistik deskriptif mengacu bagaimana mengorganisasi
data, menyajikan dan menganalisis data. Mengorganisasikan, menyajikan dan menganalisis
data dapat dilakukan dengan cara menentukan nilai rata-rata hitung dan persen / proposisi.
Cara lain untuk menggambarkan data adalah dengan membuat tabel, distribusi frekuensi dan
diagram. Sedangkan statistik inferensial adalah statistik yang berkenaan dengan cara
mengambil kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh dari sampel untuk menggambarkan
karakteristik suatu populasi. Pada statistik inferensial biasanya dilakukan pengujian hipotesis
dan pendugaan mengenai karakteristik suatu populasi, seperti Uji t dan mean.
Menurut Risamasu (2008), statistik deskriptif adalah metode yang berkaitan
pengumpulan dan penyajian suatu gugus data sehingga dapat memberikan informasi yang
berguna. Sedangkan statistik inferensial adalah metode yang berhubungan erat dengan
analisis sebagian data untuk kemudian dapat sampai pada peramalan atau penarikan
kesimpulan tentang seluruh gugus data induknya.

2.3 Pengertian Uji Hipotesis


Hipotesis adalah pernyataan yang akan diuji nilai kebenarannya dan merupakan
suatu proporsi atau anggapan yang mungkin saja benar dan digunakan sebagai dasar
pembuatan keputusan pada suatu persoalan ataupun untuk penelitian lebih lanjut. Agar
suatu data dapat diuji, suatu hipotesis harus dinyatakan secara kuantitatif atau data
yang berbentuk angka. Dalam terima atau tolak suatu hipotesis yang kita uji, ada satu
hal yang harus dimengerti, bahwa penolakan suatu hipotesis berarti kita menyimpulkan
bahwa hipotesis itu salah, sedangkan dalam terima suatu hipotesis semata-mata
mengimplikasikan bahwa kita mempunyai bukti untuk mempercayai sebaliknya.
Hipotesis yang dirumuskan dengan harapan akan diterima dengan istilah
penggunaan hipotesis nol. Penerimaan hipotesis nol dilambangkan dengan Ho dan
mengakibatkan penerimaan suatu hipotesis alternatif, yang dilambang dengan Ha atau
H1. Jadi yang dimaksud dengan hipotesis nol adalah pernyataan tidak ada perbedaan
atau sama dengan antara parameter dengan statistik / data sampel, baik kurang dari
sama dengan, sama dengan dan lebih dari sama dengan. Lawan dari hipotesis nol adalah
hipotesis alternatif yang menyatakan adanya perbedaan atau tidak sama dengan antara
parameter dan statistik.
Berikut ini adlaah prosedur Uji Hipotesis yang digunakan :
1. Menentukan Ho dan Ha, pernyataan keduanya selalu berlawanan.
2. Menentukan statistik tabel yang dipengaruhi oleh :

Selang kepercayaan, tingkat kepercayaan 95% jadi tingkat kesalahan / alpha adalah 5%.

Derajat kebebasan, sangat bervariasi bergantung pada metode yang dipakai atau jumlah
sampel yang diperoleh.

Jumlah sampel yang didapat.


3. Menentukan Statistik Hitung, nilai bergantung pada metode parametrik yang akan
digunakan.
4.Pengambilan Keputusan
Keputusan terhadap hipotesis ditentukan dengan :

Membandingkan tingkat signifikansi (Sig) dengan tingkat kesalahan (5%, 1%)


Sig > tingkat kesalahan, maka terima Ho.
Sig < tingkat kesalahan, maka tolak Ho.

Membandingkan nilai t hitung dengan nilai t tabel


t hitung > t tabel, maka tolak Ho.
t hitung < t tabel, maka terima Ho.

2.4 Statistik Parametrik dan Non-Parametrik


Menurut Sugiyono (2006), statistik parametrik adalah ilmu statistika yang
mempertimbangkan jenis sebaran / distribusi data, apakah data tersebut menyebar
normal atau tidak normal. Pada umumnya, jika data tidak menyebar normal, maka data
harus diolah dengan metode statistik non-parametrik atau setidaknya dilakukan
transformasi agar data mengikuti sebaran normal, sehingga dapat diolah menggunakan
statistik parametrik.
Berikut gambar pembagian analisis untuk statistik inferensi :

(Sumber: Santoso, 2002, p85)


Gambar 2.2 Pembagian Analisis untuk Statistik Inferensi

Jenis-jenis Inferensial yaitu :


1. Inferensi terhadap rata-rata populasi
-

Sampel Besar, dimana jumlah sampel yang diambil cukup besar atau varians populasi
diketahui. Yang dimaksud dengan sampel besar, sebenarnya tidak ada ketentuan yang
tepat batas besar kecilnya suatu sampel. Namun sebuah pedoman jumlah sampe diatas
30 telah dianggap sebagai sampel yang besar, sedangkan dibawah 30 dianggap sampel
kecil.

Sampel Kecil, jika sampel < 30 dan varians tidak diketahui, metode parametrik yang
digunakan adalah Uji-t.

2. Inferensi terhadap Dua rata-rata Populasi


-

Sampel Besar, metode yang digunakan adalah uji-z.

Sampel kecil, metode yang digunakan adalah uji-t dan uji-f.

3. Inferensi terhadap lebih dari Dua rata-rata Populasi


Untuk yang lebih dari dua populasi, misal tiga atau empal sampel, dst, maka analisis
yang digunakan adalah analisis ANOVA, yang terdiri dari 3 jenis, yaitu :
-

ANOVA satu faktor.

ANOVA dua faktor dengan penggantian.

ANOVA dua faktor tanpa penggantian.

4. Inferensi untuk mengetahui Hubungan antar variabel.


Apabila yang diketahui adalah dua variabel, maka metode yang digunakan adlaah
metode korelasi dan regresi sederhana, sedangkan apabila yang diketahui lebih dari dua
variabel ( tiga, empat, dst ), maka metode yang digunakan adalah metode korelasi dan
regresi berganda.

Contoh metode statistik parametrik yaitu :

One Sampe t-test


Merupakan statistik uji yang digunakan untuk menguji hipotesis mengenai ratarata suatu populasi statistik. Statistik uji ini mengasumsikan bahwa data memiliki
distribusi normal. Selain itu, statistik uji ini tidak mensyaratkan pengetahuan mengenai
ragam populasi, sehingga statistik uji ini lebih banyak dipakai daripada uji-z. Seperti yang
kita ketahui bahwa uji-z mensyaratkan pengetahuan akan ragam dari populasi yang
sedang diamati atau sedang dianalisis.

Paired Sample t-test


Adalah salah satu metode pengujian hipotesis dimana data yang akan digunakan
tidak bebas atau berpasangan. Ciri-ciri yang sering ditemui pada kasus yang
berpasangan adalah satu individu atau objek penelitian dikenakan dua macam
perlakuan yang berbeda. Walaupun menggunakan individu yang sama, peneliti tetap
dapat memperoleh dua macam data sampel, yaitu data dari perlakuan pertama dan data
dari perlakuan kedua. Perlakuan pertama mungkin saja berupa kontrol yaitu tidak
memberikan perlakuan sama sekali terhadap objek penelitian.

Indendent sample t-test


Merupakan metode yang digunakan untuk menguji kesamaan rata-rata dari dua
populasi yang bersifat independen, dimana peneliti tidak memiliki informasi mengenai
ragam populasi. Independen yang dimaksud adalah populasi yang satu tidak dapat
dipengaruhi atau tidak berhubungan dengan populasi yang lain. Oleh karena itu secara
umum, Uji-t (baik one sample, two sample, independent maupun paired sample) adalah
metode yang paling sering digunakan.

One-Way ANOVA
Merupakan analisis ragam 1 arah yang biasanya digunakan dalam menguji ratarata perlakuan dari suatu percobaan yang menggunakan 1 faktor dimana faktor tersebut

memiliki 3 atau lebih level. Disebut 1 arah karena peneliti dalam penelitiannya hanya
berkepentingan dengan 1 faktor saja. Data hasil percobaan di dalam One-Way ANOVA
setidaknya bertipe interval. Beberapa asumsi yang harus dipenuhi dalam melakukan
analisis One-Way ANOVA adalah error menyebar normal dengan rata-rata nol dan ragam
konstan, tidak terjadi autokorelasi pada error dan ragam populasi homogen.

Sedangkan statistik non-parametrik menurut Sugiyono (2006) adalah statistik


yang bebas sebaran dan tidak mensyaratkan bentuk sebaran parameter populasi, baik
normal ataupun tidak normal. Statistik non-parametrik biasanya digunakan untuk
melakukan analisis pada data berjenis nominal atau ordinal, karena data nominal atau
ordinal tidak menyebar normal.
Kegunaan dari Statistik Non-Parametrik yaitu :
1. Mempermudah perhitungan agar dapat dikerjakan secara cepat dan tepat waktu.
2. Datanya tidak harus merupakan dari pengukuran kuantitatif, tetapi bisa juga berupa
respon yang kualitatif seperti Setuju, Tidak Setuju, Ya dan Tidak, dan lain-lain sebagainya.
3. Pengujian metode non-parametrik biasanya disertai dengan asumsi-asumsi yang tidak
terlalu mengikat dibandingkan dengan uji parametrik padanannya.
4. Pengujiannya dapat dilakukan pada distribusi data yang tidak normal dan data yang
kurang dari 30.

Contoh metode statistik non-parametrik yaitu :

Chi Square
Merupakan salah satu alat uji dalam statistik yang sering digunakan di dalam praktek
statistik. Uji Chi-Square digunakan untuk menguji apakah data sebuah sampel yang
diambil dapat menunjang suatu hipotesis yang menyatakan bahwa populasi sampel
tersebut mengikuti suatu distribusi yang ditetapkan. Uji ini bisa juga disebut Uji
keselarasan, sebab untuk menguji apakah sebuah sampel selaras dengan salah satu
distribusi teoritis (Distribusi normal, uniform, binomial dan lainnya).

Uji Data Dua Sampel Berhubungan (Dependen)


Uji Data Dua Sampel Berhubungan terdiri dari dua macam, yaitu :
1. Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon
Merupakan uji yang memperlihatkan arah perbedaan juga besar relative

dari

perbedaaan tersebut. Dalam uji ini, sampel yang digunakan biasanya adalah sampel
yang berhubungan satu sama lainnya. Data yang digunakan biasanya

data yang

dianggap tidak diketahui nilai distribusi datanya atau bisa dikatakan

data yang

berdistribusi bebas.
2. Uji Tanda (Sign)

Merupakan uji yang berdasarkan pada tanda positif atau negative bagi

selisih

nilai pengamatan pada masing-masing pasangan sampel. Pengujian ini

hanya

memperhatikan arah perbedaan saja, bukan dari besarnya perbedaan. Uji


digunakan sebagai uji signifikansi perubahan pada sebelum dan
Dan biasanya data yang digunakan pada uji tanda adalah

ini biasanya

sesudah perlakuan.
data yang berdistribusi

bebas.

Uji Tanda Dua Sampel Tidak Berhubungan (Independent)


Uji Mann-Whitney
Merupakan uji data yang digunakan untuk menguji perbandingan dari
perlakuan atau juga uji perbandingan suatu perlakuan terhadap suatu
yang digunakan pada uji Mann-Whitney tidak berhubungan satu

dua

control. Data

sama lainnya atau

disebut jg independen dan data-datanya berdistribusi bebas. Jumlah data yang


digunakan tidak banyak, kurang dari 30 data.

Korelasi Spearman & Kendall


Merupakan metode statistic non-parametrik yang digunakan untuk mengukur
hubungan antara variabel-variabel khusus pada suatu data non-parametrik, dimana data
yang memiliki sebaran tidak normal. Tujuannya adalah menghitung korelasi Spearman
dan Kendall, dimana syarat semua variabel bisa ordinal atau bisa dikatakan isi dari
variabel tersebut berjenjang, seperti Sangat Baik, Baik, Tidak Baik dan seterusnya.
2.5 SPSS
SPSS (Statistical Package for the Social Sciences atau Paket Statistik untuk Ilmu
Sosial) versi pertama dirilis pada tahun 1968, diciptakan oleh Norman Nie, seorang
lulusan Fakultas Ilmu Politik dari Stanford University, yang sekarang menjadi Profesor
Peneliti Fakultas Ilmu Politik di Stanford dan Profesor Emeritus Ilmu Politik di University of
Chicago. SPSS adalah salah satu program yang paling banyak digunakan untuk analisis
statistika ilmu social. Selain analisis statistika, manajemen data dan dokumentasi data
juga merupakan fitur-fitur dari software dasar SPSS.
Menurut Ghozali (2001), SPSS adalah suatu software yang berfungsi untuk
menganalisis data, melakukan perhitungan statistik baik secara parametrik ataupun
secara non-parametrik.

Cara kerja SPSS:

Proses
dengan
DATA
EDITOR

Input data dengan


Output data dengan

Data
Editor

Viewer

Gambar 2.3 Cara Kerja SPSS

Pada saat SPSS pertama kali dibuka, selalu tampil tampilan pertama sebagai berikut:

Gambar 2.4 Program SPSS

Jika data sudah tersedia, maka user bisa langsung membuka data tersebut. Jika tidak
ada, bisa klik cancel.

Gambar 2.5 Tampilan Data View pada SPSS


SPSS Data editor mempunyai 2 bagian, yaitu:

Data View, tempat untuk menginput data statistik

Variable View, tempat untuk menginput variable statistic

Gambar 2.6 Tampilan Variable View pada SPSS

BAB 3
ANALISIS DAN INTERPRESTASI DATA

3.1 Analisis Data


Berdasarkan kriteria yang menjadi sampel disini, berikut adalah hasil data yang
didapatkan dari anak kost 39z pada saat sebelum dan sesudah menggunakan kartu XL.

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

Nama
Titan
Bobby
Fabio
Andrei
Yudi
Felix
Tommy
Peter
Evan
Devin
Willy
Aceng
Juli
Johan
Eka
Yopi
Olive
Rina
Ferry
Billy
Robin
Vena
Niko
Rudi
Andrian
Fenny
Veni
Vivi
Friska
Frista

Sebelum
66
72
67
71
70
69
55
51
49
76
77
82
81
52
54
67
69
71
67
75
77
82
81
78
75
88
79
82
85
90

Sesudah
75
78
81
77
82
65
65
71
68
74
80
85
87
71
74
70
65
78
79
71
81
88
89
90
73
75
66
59
60
70

Tabel 3.1 Data Tingkat Penghematan Pulsa Anak Kost 39z pada saat sebelum dan
sesudah menggunakan Kartu XL.

3.2 Pengolahan Data menggunakan SPSS


Langkah-langkah pengerjaan menggunakan SPSS :
1. Pada Variable View, Ketik Variable Sebelum dan Sesudah

Gambar 3.1 Membuat Nama Variable.

2. Pada data view, Input data yang telah didapatkan.

3. Uji Normalitas pada data sebelum dan sesudah menggunakan kartu XL, untuk
mengetahui apakah masing-masing data berdistribusi normal atau tidak.

Pilih Menu Analyze - Descriptive Statistics - Explore.

Gambar 3.2 Uji Normalitas menggunakan SPSS

4. Pindahkan Variable Sebelum dan Sesudah pada kolom Dependent List

Gambar 3.3 Langkah untuk Uji Normalitas

5. Pada menu Plots, Boxplots : None dan Check pada Normality Plots with test, kemudian
Continue dan OK.

6. Hasil Normalitas pada dibawah ini.


Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova
Statistic

df

Shapiro-Wilk

Sig.

Statistic

df

Sig.

Sebelum

.107

30

.200*

.948

30

.145

Sesudah

.079

30

.200*

.977

30

.736

a. Lilliefors Significance Correction


*. This is a lower bound of the true significance.

Gambar 3.4 Output Uji Normalitas pada SPSS

Uji Normalitas Data pada saat Sebelum Menggunakan Kartu XL


1. Hipotesis
Ho : Data penghematan pulsa anak kost sebelum menggunakan Kartu XL
berdistribusi normal.

H1 : Data penghematan pulsa anak kost sebelum menggunakan Kartu XL tidak


berdistribusi normal.
2. DPK
Sig > 0.05

-> Terima Ho

Sig < 0.05

-> Tolak Ho

3. Keputusan
0.200 > 0.05

-> Terima Ho

4. Kesimpulan
Data penghematan pulsa anak kost sebelum menggunakan kartu XL berdistribusi
normal.

Uji Normalitas Data pada saat Sesudah Menggunakan Kartu XL


1. Hipotesis
Ho : Data penghematan pulsa anak kost sesudah menggunakan kartu XL
berdistribusi normal.
H1 : Data penghematan pulsa anak kost sesudah menggunakan kartu XL
berdistribusi tidak normal.
2. DPK
Sig > 0.05

-> Terima Ho

Sig < 0.05

-> Tolak Ho

3. Keputusan
0.200 > 0.05

-> Terima Ho

4. Kesimpulan
Data penghematan pulsa anak kost pada saat sesudah menggunakan kartu XL
berdistribusi normal.

7. Setelah kedua data diketahui normal, Pilih Menu Analyze Compare Means Paired
Sample t-Test seperti pada tampilan yang ada dibawah ini.

Gambar 3.5 Penggunaan Metode Paired Sample pada SPSS.

8. Kemudian Pindahkan Sebelum ke Kolom Paired Variable pada Variable 1 dan Sesudah
pada Variable 2.

Gambar 3.6 Langkah Penggunaan Metode Paired Sample

9. Pada menu opstions, Selang kepercayaan sebesar 95% (karena tidak diketahui selang
kepercayaan dari data yang didapatkan).
Paired Samples Statistics

Pair 1

Mean

Std. Deviation

Std. Error Mean

Sebelum

71.93

30

10.983

2.005

Sesudah

74.90

30

8.372

1.529

Gambar 3.7 Output Mean dan Simpangan Baku.

Paired Samples Correlations

Pair 1

Sebelum & Sesudah

Correlation

Sig.

30

.228

.226

Gambar 3.8 Output nilai Korelasi.

Paired Samples Test

Paired Differences

df

-1.332

29

95% Confidence Interval of

Pair 1

Sebelum Sesudah

the Difference

Std.

Std. Error

Mean

Deviation

Mean

Lower

Upper

-2.967

12.198

2.227

-7.521

1.588

Gambar 3.9 Output Paired Sample t-test.

10. Pada tabel diatas, telah diketahui t hitung, lalu sekarang yang ditanyakan adalah t
table nya, cara mencari t table adalah pilih menu transform compute variable, input
target variable nya t, lalu pilih all pada function group, pilih Idf.T.

11. Untuk rumus Paired Sample Idf.T(prob,dF), diketahui prob 95%, namun karena sig (2tailed), maka prob yang harus di input adalah 0.975, didapat dari 0.05/2 = 0.025,
kemudian 1 0.025 = 0.975. Lalu
karena pada

dF didapatkan dari Total Data K (objek),

paired sample t-test hanya ada 1 objek, maka 30 1 = 29.

table yang didapatkan adalah 2.05, hasil

Maka t

dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 3.10 Gambar Hasil Thitung

Uji Paired Sampe t-Test


1. Hipotesis
Ho : Tidak ada perbedaan rata-rata penghematan pulsa anak kost sebelum dan
sesudah menggunakan kartu XL.
H1 : Ada perbedaan rata-rata penghematan pulsa anak kost sebelum dan
sesudah

menggunakan kartu XL.

2. DPK
Sig / 2 > 0.05 / 2

-> Terima Ho

Sig / 2 < 0.05 / 2

-> Tolak Ho

|t hitung| > t table

-> Terima Ho

|t hitung| < t table

-> Tolak Ho

3. Perhitungan
Berdasarkan Sig
0.193 / 2 > 0.05 / 2

-> Terima Ho

Berdasarkan t hitung
|-1.332| > 2.05

-> Tolak Ho

4. Kesimpulan
- Berdasarkan Sig, tidak ada perbedaan rata-rata penghematan pulsa anak kost
pada saat sebelum dan sesudah menggunakan kartu XL.
- Berdasarkan t hitung, ada perbedaan rata-rata penghematan pulsa anak kost
pada saat sebelum dan sesudah menggunakan kartu XL.

3.3 Pengolahan Data secara Manual


Nilai rata-rata penghematan uang pulsa sebelum menggunakan kartu XL =
66 + 72 + 67 + 71 + 70 + 69 + 55 + 51 + 49 + 76 + 77 + 82 + 81 + 52 + 54 + 67 +
69 + 71 + 67 + 75 + 77 + 82 + 81 + 78 + 75 + 88 + 79 + 82 + 85 + 90 = 2158 / 30 =
71.93

Nilai rata-rata penghematan uang pulsa sesudah menggunakan kartu XL =


75 + 78 + 81 + 77 + 82 + 65 + 65 + 71 + 68 + 74 + 80 + 85 + 87 + 71 + 74 + 70 +
65 + 78 + 79 + 71 + 81 + 88 + 89 + 90 + 73 + 75 + 66 + 59 + 60 + 70 = 2247 / 30 =
74.90

| Xi x | = 0.1 + 3.1 + 6.1 + 2.1 + 7.1 + 9.9 + 9.9 + 3.9 + 6.9 + 0.9 + 5.1 + 10.1
+ 12.1 + 3.9 + 0.9 + 4.9 + 9.9 + 3.1 + 4.1 + 3.9 + 6.1 + 13.1 + 14.1 + 15.1 + 1.9 + 0.1
+ 8.9 + 15.9 + 14.9 + 4.9 = 203

(Xi x ) = 0.01 + 9.61 + 37.21 + 4.41 + 50.41 + 98.01 + 98.01 + 15.21 + 47.61
+ 0.81 + 26.01 + 102.01 + 146.41 + 15.21 + 0.81 + 24.01 + 98.01 + 9.61 + 16.81 +
15.21 + 37.21 + 171.61 + 198.81 + 228.01 + 3.61 + 0.01 + 79.21 + 252.81 + 222.01 +
24.01 = 2032.

Maka, Ragam ( S ) = (Xi x ) / n - 1 = 2032.7 / 29 = 70.09


Simpangan Baku ( S ) = 70.09 diakarkan, hasilnya simpangan baku adalah 8.371

Diketahui :
Ho : x1 = 71.93
Ha : x1 71.93
Simp.Baku = 8.371
n = 30
x2 = 74.90
Tingkat Kepercayaan () = 5%

Jawaban :
T table = / 2 ; ( n -1 )
= 0.05 / 2 ; ( 30 1)

= 0.025 ; 29
T 0.025 ; (29) = 2.0452
X2 x1 = 74.90 71.93 = 2.97
Simp. Baku / akar dari (n)

= 8.371 / 5.47 = 1.53

T hitung = 2.97 / 1.53 = 1.941

Apabila t hitung < -2.0452 atau t hitung > 2.0452 -> Tolak Ho

Apabila -2.0452 < t hitung < 2.0452

-> Terima Ho

Kesimpulan, Terima Ho karena 1.941 > -2.0452 dan 1.941 < 2.0452

3.4 Interprestasi Data

Variabel

Mean

Simpangan

Sebelum

71.93

Baku
10.983

Sesudah

74.90

8.372

Tabel 3.2 Hasil Analisis Menggunakan SPSS

Variabel

Mean

Simpangan

Sebelum

71.93

Baku
10.983

Sesudah

74.90

8.371

Tabel 3.3 Hasil Analisis Secara Manual

Berdasarkan hasil analisis pada gambar diatas yang didapatkan dengan


menggunakan program SPSS maupun secara manual, didapatkan bahwa nilai rata-rata
penghematan uang pulsa anak kost 39z pada saat sebelum menggunakan kartu XL
adalah sama, yaitu 71.93 & simpang bakunya adalah 10.983, dan nilai rata-rata
penghematan uang pulsa anak kost 39z pada saat sesudah menggunakan kartu XL
adalah sama, yaitu 74.90 & simpang bakunya adalah 8.372.
Pada perhitungan menggunakan hipotesis paired sample t-test, berdasarkan uji-t
menyebutkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata penghematan uang pulsa anak kost
pada saat sebelum dan sesudah menggunakan kartu XL, namun berdasarkan t hitung,
menyebutkan bahwa ada perbedaan nilai rata-rata penghematan uang pulsa anak kost
pada saat sebelum dan sesudah menggunakan kartu XL.
Penggunaan kartu XL tidak memperlihatkan perbedaan penghematan uang pulsa
pada anak kost 39z, meskipun kartu XL telah menyediakan beberapa paket SMS yang

terbilang hemat dan cukup murah. Menurut kami, penggunaan kartu XL mungkin dapat
membantu penghematan uang pulsa bagi anak kost 39z, namun itu terjadi apabila anak
kost tidak sering menggunakan atau membeli paket yang disediakan oleh kartu XL dan
tergantung dari banyak atau tidaknya penggunaan layanan SMS.

BAB 4
SIMPULAN dan SARAN
4.1 Simpulan
Berdasarkan uraian analisis yang telah dilakukan, maka secara garis besar dapat
disimpulkan bahwa :

Penggunaan Kartu XL dapat membantu anak kost 39z dalam berhubungan dengan yang
lain tanpa harus merugikan keuangan anak kost 39z. Namun hal itu terjadi jika kita tidak
sering menggunakan atau membeli paket SMS yang disediakan oleh kartu XL.

Berdasarkan dari pengolahan data yang diteliti ini, maka tidak ada perbedaan yang
signifikan dari penggunaan kartu XL pada saat sebelum dan sesudah.

Tidak ada perbedaan penghematan uang pulsa pada saat sebelum dan sesudah
menggunakan kartu XL.

4.2 Saran
Beberapa saran yang dapat diusulkan pada anak kost 39z adalah :

Melihat dari kecilnya kemungkinan terjadi penghematan uang pulsa, maka diharapkan
agar dapat mengontrol penggunaan uang pulsa, karena dengan begitu penghematan
akan tetap dan terus berjalan.

Mengingat banyaknya kebutuhan bagi anak kost, hendaknya lebih melakukan prioritas
anggaran agar semua kebutuhan tercukupi sesuai anggaran yang telah ditetapkan.

DAFTAR PUSTAKA
Wahyono, Teguh (2008). Belajar Sendiri SPSS 16. Elex Media Komputindo. ISBN 978-97927-

2455-4.

Santoso, Singgih (2008). Panduan Lengkap Menguasai SPSS 16. Elex Media Komputindo.
ISBN 978-979-27-2393-9.
Santoso, Singgih. Buku Latihan SPSS Statistik Parametrik. Jakarta : Elex Media
Komputindo,

2002.

Supranto, J.M.A (2001). Statistik dan Teori Aplikasinya. Edisi Enam. Jakarta : Erlangga.
Sudijono, Anas (2004). Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta : Raja Grafindo Persada.