Anda di halaman 1dari 4

1.

Pengertian Makanan bergizi dan Gizi Ibu Hamil


Kata gizi adalah berasal dari dialek bahasa Mesir yang berarti
"makanan".Gizi dapat diartikan sebagai sesuatu yang mempengaruhi
proses perubahan semua jenis makanan yang masuk ke dalam
tubuh, yang dapat mempertahankan kehidupan. Makanan bergizi
adalah makanan yang memenuhi kebutuhan gizi tubuh meliputi
karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral, protein, dan serat
Sedangkan Gizi pada ibu hamil adalah makanan yang mengandung
zat pengatur, zat tenaga, zat pembangun dalam susunan yang
seimbang dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan gizi ibu hamil
2. Pola Makanan Ibu Hamil Per Trimesternya

(3)

Kehamilan Trimester I (minggu 1 13)


(Pada kehamilan Triwulan I biasanya nafsu makan ibu kurang dan
sering timbul rasa mual dan ingin muntah. Namun makanan BUMIL
tetap diberikan seperti biasa. Berikan makanan dengan porsi kecil
tetapi sering & yg segar-segar, misalnya) telur, susu, buah-buahan
(jeruk, jambu, apel,dll), sari buah, asinan, atau makanan ringan lainnya
seperti biskuit, crackers, dsb.
Kehamilan Trimester II (Minggu 13 27)
(Pada kehamilan Triwulan II nafsu makan ibu biasanya sudah
meningkat. Kebutuhan akan zat gizi sumber tenaga seperti:) nasi
roti, singkong, gula, minyak santan, dll, lebih banyak dibandingkan kebutuhan
saat tidak hamil, (juga kebutuhan zat pembangun dan zat pengatur,
seperti): lauk pauk, sayuran dan buah-buahan berwarna. (Untuk
memenuhi tambahan kebutuhan zat tenaga, zat pembangun dan zat
pengatur, diperlukan tambahan konsumsi makanan sehari-hari,
berupa):
Nasi
porsi
Ikan
potong
Tempe 1 potong

sayuran
susu
Air

1 mangkok
1 gelas
2 gelas

Sumber Tenaga : nasi roti, singkong, gula, minyak santan, dll


Zat pembangun dan zat pengatur : lauk pauk, sayuran dan buahbuahan berwarna
Tambahan kebutuhan zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur:
Nasi
porsi
sayuran
1 mangkok
Ikan
potong
susu
1 gelas
Tempe 1 potong
Air
2 gelas
Kehamilan Akhir Trimester III (Minggu 27 Lahir)
Pada saat ini janin mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat
pesat. Nafsu makan ibu sangat baik, dan ibu sering merasa lapar. Jangan
makan berlebihan agar berat badan tidak terlalu banyak. Bahan makanan
sumber lemak dan hidrat arang, seperti makanan yang manis-manis
dan gorengan dikurangi. Bahan makanan sumber zat pembangun dan
pengatur perlu diberikan lebih banyak dibandingkan dengan kehamilan
pada Triwulan II. Hal ini diperlukan untuk pertumbuhan janin yang sangat
pesat serta persiapan persalinan. Pada masa ini lambung menjadi sedikit

terdesak, dan ibu merasa kepenuhan. Berikan makanan dalam porsi kecil tapi
sering, agar zat gizi yang diperlukan ibu dapat terpenuhi.
3. Zat-Zat Gizi Terpenuhi Dapat Diperhatikan Hal-Hal Seperti Berikut

(5)

Hendaknya lebih banyak memakan bahan makanan sumber protein (zat


pembangun), agar janin mengalami pertumbuhan yang baik. Bahan
makanan sumber protein adalah ikan, daging, telur, kacang-kacangan dan
hasil olahannya seperti tempe, tahu, dan lainlain.
Selain zat pembangun, zat-zat pengatur juga diperlukan. Vitamin dan
mineral merupakan zat pengatur yang banyak terdapat pada buah dan
sayuran.
Perlu diperhatikan, bila ibu mengalami bengkak-bengkak pada kaki,
hendaknya konsumsi garam dan makanan perlu dikurangi. Bahan
makanan yang banyak mengandung garam antara lain Instansi Noodle,
Margarine, mentega, kecap, dan lain-lain. Untuk itu bahan makanan tersebut
hendaknya dibatasinya. Trimester ketiga, pada saat ini nafsu makan sudah
baik sekali cenderung untuk merasa lapar terus menerus sehingga perlu
diperhatikan agar tidak terjadi kegemukan. Pada masa ini diperlukan
makanan dengan nilai biologis yang tinggi serta memadai untuk mencukupi
segala yang dibutuhkan. Secara garis besar makanan pada trimester ketiga
sama dengan makanan pada trimester kedua, tetapi hendaknya jangan
terlalu banyak, agar ibu terhindar dari kegemukan.
4. Keperluan Zat Gizi Tambahan

(6)

Keperluan zat gizi tambahan yang diperlukan pada kehamilan menurut


risalah Widya Karya Pangan dan Gizi VI (1998) adalah:

Kalori 2200 + 285 kal = meningkatkan energy dalam tubuh


Protein 48 + 12 gr =
Sebagai zat pembangun atau pembentuk serta
memperbaiki jaringan tubuh pada janin seperti otot,
tulang, mata kulit, jantung dan hati.
-Berperan dalam pembentukan darah
-Membantu pembentukan darah, cairan ketuban dan
sel-sel janin agar sempurna
- Berguna dalam pertumbuhan jaringan dan plasenta
bahkan otak
- Membentuk antibodi bagi perempuan hamil dan
janin.
- Menjaga kesehatan tulang perempuan hamil dan
janin

Ca 500 + 400 mg = kurangnya asupan kalsium yang dibutuhkan oleh


ibu hamil, misalnya makanan yang banyak mengandung kalsium susu,
kacang-kacangan, brokoli, pisang, keju dan sayuran yang berwarna
hijau. Dengan mengkonsumsi makanan yang memiliki sumber kalsium

akan membantu si ibu dan juga pertumbuhan tulang bagi si bayi itu
sendiri.
Fe 26 + 20 mg = meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan
mencegah anemia pada ibu hamil. Anemia saat hamil memberikan
berdampak buruk pada ibu yaitu erat badan turun, pendarahan hingga
keguguran bisa disebabkan oleh ibu yang menderita anemia di masa
kehamilan. Zat besi juga membantu dalam mempercepat proses
penyembuhan luka khususnya setelah melahirkan.
Vit A 500 + 200 RE = Vitamin ini penting bagi bayi dalam proses
perkembangan embrionya, pertumbuhan sel mata, jantung, telinga,
memberikan kesehatan kulit, melawan infeksi serta membantu
pertumbuhan tulang dan metabolisme lemak. Sedangkan bagi ibu
hamil, Vitamin A dapat membantu perbaikan berbagai jaringan setelah
melahirkan serta mempertahankan penglihatan normal dan membantu
ibu melawan infeksi.
Thiamin (Vit D) 1 + 0,2 mg = meningkatkan mental dan motoric bayi
sehingga dapat meningkatkan IQ anak. Anak-anak yang dilahirkan dari
ibu yang mengkonsumsi Vitamin D yang cukup dapat meningkatkan IQ
anak.
Riboflavin (B2) 1,2 + 0,2 mg = Dikenal dengan istilah riboflavin yang
berfungsi dalam perkembagan janin di minggu pertama dan
membantu dalam mengurai makanan menjadi sari makanan yang
dibutuhkan oleh janin selama masa kandungan. Makanan yang
memiliki sumber vitamin B2 adalah keju, susu, brokoli, jamur, telur dan
sayuran hijau.
Niacin (B3) 9 + 1 mg = berfungsi dalam membantu anda mengurangi
mual dan muntah di kehamilan pertama dan membentuk sel otak
janin. Vitamin B3 dibutuhkan ibu hamil sebesar 18 mg. Anda dapat
melengkapi dengan konsumsi gandum, hati, sayuran hijau, kacang
tanah, susu.

(4)

5. Makanan yang baik untuk ibu hamil


1. Makanan terdiri dari nasi, lauk dan sayur serta buah buahan.
2. Makan lebih banyak dari biasanya oleh karena diperlukan bagi bayi yang
dikandungnya/bagi bayi bagi ibu yang sedang menyusui.
3. Hindari pantangan makanan, kecuali atas petunjuk dokter.
4. Bila nafsu makan berkurang:
1. Makan dengan porsi kecil tapi sering.
2. Makanan dibuat berganti ganti.
3. Memilih makanan yang paling disukai.
6. Jenis Makanan Yang Bergizi Bagi Ibu Hamil

(2)

Zat tenaga
Makanan yang mengandung zat tenaga antara lain: beras, mie, kentang,
singkong, jagung, roti dan sagu.
Zat pembangun
Makanan yang mengandung zat pembangun atara lain: tempe, tahu, ikan
asin, udang, telur, ayam, daging, hati, kacang hijau dll.
zat pengatur

Makanan yang mengandung zat pengatur antara lain: kangkung, daun


singkong, bayam, sawi hijau, kacang panjang, jeruk, pepaya, nanas, nangka,
mangga dll.
7. Bumil harus makan 1 piring nasi + lauk pauknya dan minum lebih banyak
dari pada saat tdk hamil, karena selama hamil ibu makan untuk dirinya
sendiri dan janin dalam kandungannya.
Bila nafsu makan ibu kurang, makanlah makanan yang segar-segar, seperti
buah-buahan, sari buah, sayur bening, dan sayur segar lainnya.
Makanlah makanan beraneka ragam setiap hari selama hamil dalam jumlah
yang cukup.
Untuk mencegah kurang darah selama hamil, ibu harus banyak makan
makanan sumber zat besi, seperti sayuran hijau tua, tempe, tahu, kacang
hijau, kacang merah, dan kacang-kacangan lain, telur, ikan dan daging.
Jangan lupa minum tablet besi 1 butir sehari.
Untuk mencegah gigi rontok dan tulang pinggul rapuh, ibu harus banyak
makan makanan sumber zat kapur seperti: kacang-kacangan, ikan teri/ikan
kecil yang dimakan bersama tulangnya, sayuran daun hijau seperti: bayam,
daun katuk, daun singkong dan susu.
Selama hamil makanlah makanan beraneka ragam setiap hari dalam jumlah
yang cukup.
Kenalilah gejala kurang darah (Anemia) selama kehamilan yaitu: pucat,
pusing, lemah, dan penglihatan berkunang-kunang.
Perhatikannlah kenaikan BB ibu selama hamil.
Jangan lupa memeriksakan diri ke bidan atau PUSKESMAS secara teratur,
agar ibu dan kandunganya tetap sehat & dapatkan immunisasi TT 2 kali
selama kehamilan.
Selama hamil, sebaiknya ibu tdk melakukan kegiatan yang berat.