Anda di halaman 1dari 3

PEMBAHASAN

Kecoa adalah insekta dari ordo Blattodea yang kurang lebih terdiri dari
3.500 spesies dalam 6 familia. Kecoa terdapat hampir di seluruh belahan bumi,
kecuali di wilayah kutub.Kecoa merupakan insekta hemimetabola, bertelur, nimfa
dan fase dewasa tumbuh melalui beberapa tahap ganti kulit. Ukurannya bervariasi
dari beberapa mm hingga lebih dari 100 mm. Kecoa berwarna coklat gelap, tapi
ada yang berwarna hitam atau kecoklatan. Beberapa diantaranya mempunyai pola
pewarnaan kutikula yang bervariasi. Tubuh kecoa terdiri atas segmen kepala dada
dan perut. Kepala tersembunyi di bawah pronotum. Pronotum dan sayap licin,
nampaknya keras, tidak berambut dan berduri. Pada bagian kepala terdapat
sepasang mata facet, sepasang antena atau alat peraba dan 3 pasang alat mulut.
Mayoritas spesies mempunyai empat sayap pada saat dewasa dan beberapa
diantaranya bisa digunakan untuk terbang cepat. Ada pula yang tidak bersayap
atau mempunyai sayap tapi ukurannya tereduksi. Mayoritas spesies adalah hewan
nokturnal (aktif di malam hari), tapi ada pula yang diurnal (aktif di siang hari).
Kurang dari 1% kecoa berhubungan dengan manusia sehingga sebenarnya kecoak
secara umum tidak bisa dikategorikan sebagai hama (Resh & Carde, 2003).

Gambar 1. Morfologi kecoa

Klasifikasi kecoa menurut Soedarto (1991) sebagai berikut:


Filum : Arthropoda
Kelas : Hexapoda
Ordo : Orthoptera
Famili : Blattidae
Genus : Periplaneta
Tubuh kecoa terbagi menjadi tiga bagian dari anterior ke posterior ialah
caput (kepala), thorax, dan abdomen.
1. Caput (Kepala)
Kecoa memiliki caput yang dilengkapi dengan antena dan mata, lalu caput
menyempit dan membentuk leher yang pendek dan sempit. Caput kecoa terdiri
atas tiga bagian, yaitu: epicarnium, terletak disebelah belakang, terdiri atas daerah
diantara kedua mata; clypeus, bagian yang meluas vertikal kearah ventral; ganae,
bagian-bagian pada kedua sisi lateral. Pada kedua sisi caput terdapat mata
majemuk yang berwarna hitam, dan dibawah mata terdapat cekungan tempat
menempelnya antena yang panjang. Caput pada kecoa terletak agak tersembunyi
dilengkapi dengan sepasang antena panjang yang bertipe filiform yang
bersegmen-segmen dan memiliki tipe mulut pengunyah atau memamah makanan
(Hadi, dkk, 2009). Caput kecoa melengkung ke bagian ventro caudal di bawah
sehingga mulut menonjol diantara dasar kaki pertama. Kecoa memiliki sepasang
mata majemuk yang dapat membedakan gelap dan terang. Sepasang antena pada
kecoa berfungsi sebagai alat indera yang dapat mendeteksi bau-bauan dan vibrasi
di udara. Dalam keadaan istirahat kepalanya ditundukkan ke bawah protonum
yang berbentuk seperti perisai (Rahayu,2007).
2. Thoraks (Dada)
Pada bagian dada kecoa terdapat tiga pasang kaki dan sepasang sayap yang
menyebabkan kecoak dapat terbang dan berlari dengan cepat. Terdapat struktur
seperti lempengan besar yang berfungsi menutupi dasar kepala dan sayap di
bagian belakang kepala yang disebut protonum. Terdapat tiga buah segmen yang
menyusun thorax pada kecoa, yaitu: prothorax, mesothorax, dan metathorax,
tertutup oleh lembaran eksoskeleton, disebelah dorsal yang disebut tergum, dan

yang lain disebelah ventral disebut sternum. Tergum dan sternum dari setiap
segmen terpisah. Pada tergum dari metethorax terdapat satu pasang sayap
posterior. Sayap anterior berupa lembaran tebal tidak tembus cahaya, sedangkan
posterior berupa lembaran tipis dan transparan (Hadi, dkk, 2009).
3. Abdomen
Abdomen kecoa terdiri dari sepuluh segmen, masing-masing diperkuat
dengan eksoskeleton yang disebut tergum pada bagian dorsal dan disebut sternum
pada bagian ventral, keduanya tipis dan fleksibel. Pada kecoa jantan segmen
kesepuluh dilengkapi dengan sepasang stylus yang pendek, sedangkan pada kecoa
betina sternum dari segmen ketujuh jauh lebih jelas dari kecoa jantan. Kecoa
mempunyai badan pipih dorsoventral, panjang badannya sekitar 2,5-4 cm, warna
tubuhnya coklat atau hitam mengkilat dan mempunyai 2 pasang sayap, yaitu
sayap muka yang keras yang disebut tergmina dan sayap belakang yang disebut
membranous, pada jantan dan betina sayapnya menutupi abdomen. Pada ujung
abdomen kecoa terdapat sepasang cerci yang berperan sebagai alat indera. Cerci
berhubungan langsung dengan kaki melalui ganglia saraf abdomen (otot
sekunder) yang penting dalam adaptasi pertahanan (Hadi, dkk, 2009).
DAFTAR RUJUKAN
Hadi, H. Mochamad, Udi Tarwotjo, Rully Rahadiana. 2009. Biologi Insekta
Entomologi. Jakarta: Graha Ilmu.
Soedarto, 1991, Helmintologi Kedokteran. Surabaya: EGC.
Rahayu. Yuniana C. 2007. Performa Kecoa Madagaskar (Gramphadhorhina
portentosa) pada Tipe Tempat Sembunyi yang Berbeda.
Resh, V. H. & Carde, R. T. 2003. Encyclopedia of Insects. Florida: Academic
Press.