Anda di halaman 1dari 5

BAB 4

PEMBAHASAN

4.1 Pengkajian
Pengkajian adalah pendekatan yang sistematis untuk mengumpulkan data
dan menganalisisnya sehingga diketahui kebutuhan keperawatan pasien yang
terkait dengan tanda dan gejala yang timbul sehubungan dengan penyakit yang
diderita pasien. (Carpenito, 2001)
Menurut teori beberapa hasil pengkajian pada pasien dengan post op.
mastektomi mengeluhkan merasakan nyeri, sulit tidur dan sering terbangun karena
nyeri, dan tidak nafsu makan. Pada pemeriksaan riwayat penyakit adanya riwayat
keluarga yang pernah menderita kanker payudara juga merupakan faktor risiko
tingginya angka insidensi. Apabila ibu atau kakak perempuan pernah menderita
kanker payudara, maka risiko terserang kanker payudara bagi penderita adalah 6
kali lipat (Lorraine M. Wilson, 2005). Pada pemeriksaan fisik, tanda-tanda vital :
suhu badan pasien kadang-kadang demam, denyut nadi meningkat, pernafasan
pasien meningkat, serta tekanan darah pasien menurun.
Sedangkan pada pengkajian langsung ke pasien didapatkan hasil, pasien
mengatakan nyeri pada bagian payudara kanan dan kaki kiri kesemutan, nyeri
seperti di tusuk-tusuk, rasa nyeri kadang-kadang hilang timbul, skala nyeri 4
(sedang), rasa nyeri dan kesemutan dirasakan terus-menerus. Pada pemeriksaan
fisik didapat kan ; terdapat luka post operasi pada payudara bagian kanan,
membrane mukosa lembab, bibir lembab, turgor kulit cukup baik (tidak ada
penurunan kekenyalan/elastisitas kulit). Pada pola nutrisi Selera makan pasien
saat sakit terjadi penurunan nafsu makan dan sebelum sakit tidak ada masalah.
Pola eliminasi, saat sakit Ny.E buang air besar 1-2 kali perhari dengan konsistensi
lembek, dan berwarna kuning-kecoklatan. Pola istirahat pasien, saat sakit Ny.E
tidur siang selama 2-3 jam, pada malam hari selama 4-6 jam.
Kesadaran pasien sadar penuh/ compos mentis, pemeriksaan tanda vital
didapat tekanan darah : 110/70 mmHg, nadi : 88 x/menit, Suhu : 36.9 oC,
Respirasi : 26 x/menit.

32

33

Dilakukan juga pemeriksaan laboratorium sebagai data penunjang, pada


tanggal 25 januari 2015 : WBC : 7,50 x10 3/uL, RBC : 4,24 x106/uL,
PLT : 12,2 g/dl, Glukosa S : 243 x103/uL, Creatinin : 122 mg/dl, dan pada
tanggal 26 Januari 2015 : Creatinin : 0,48 mg/dl, Asam Urat : 5,3 mg/dl,
Cholesterol : 138 mg/dl, Trigliserid : 173 mg/dl, SGOT : 31 U/L, SGPT : 41 U/L.
4.2 Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan adalah pernyataan yang jelas, singkat dan pasti
tentang masalah pasien dan perkembangannya yang dapat dipecahkan atau diubah
melalui tindakan keperawatan (Zaidin, 2001).
Diagnosa keperawatan adalah suatu peryataan yang menjelaskan respons
manusia (status kesehatan atau risiko perubahan pola) dari individu atau
kelompok dimana perawat secara akuntabilitas dapat mengidentifikasi dan
memberikan intervensi secara pasti untuk menjaga status kesehatan, menurunkan,
membatasi, mencegah dan mengubah. (Carpenito, 2000).
Pada teori terdapat diagnosa :
1. Nyeri akut berhubungan dengan prosedur pembedahan ,trauma jaringan , interupsi
saraf, diseksi otot.
2. Resiko infeksi berhubungan dengan pembedahan, prosedur invasif dan truma
jaringan.
3. Kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis ,dan kebutuhan pengobatan
berhubungan dengan kurang terpajan/ mengingat, salah interpretasi/
informasi
Sedangkan pada kasus Ny.E ditemukan 3 diagnosa keperawatan yang
penulis dapatkan yaitu:
1. Nyeri akut berhubungan dengan prosedur invasif pembedahan.
2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
anoreksia.
3. Resiko infeksi berhubungan dengan masuknya organisme sekunder.
Pada diagnosa pertama data yang mengidentifikasikan adanya nyeri akut
berhubungan dengan prosedur invasif pembedahan adalah Ny. E mengatakan
nyeri pada bagian payudara kanan dan kaki kiri kesemutan, nyeri seperti di tusuktusuk, rasa nyeri kadang-kadang hilang timbul, skala nyeri 4 (sedang), rasa nyeri
dan kesemutan dirasakan terus-menerus.
Pada diagnosa kedua data

yang

mengidentifikasikan

adanya

ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan


anoreksia adalah BB pasien sebelum sakit : 75 kg, sedangkan BB pasien saat sakit

34

44 kg, IMT : 18,08 (<18,5 / BB kurang), pasien mengeluhkan tidak ada nafsu
makan dan porsi makan 2-3 sendok makan.
Pada diagnosa ketiga data yang mengidentifikasikan adanya resiko infeksi
berhubungan dengan masuknya organisme sekunder adalah terdapat luka post op.
pada payudara bagian kanan dan ketiak kanan, luka basah dan kemerahan.
Sedangkan pada diagnosa Kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis
dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurang terpajan/ mengingat,
salah interpretasi/ informasi, karena pasien mengetahui bahwa penyakit yang di
deritanya mengharuskannya untuk di rawat di Rumah Sakit, dan tidak adanya data
penunjang yang mendukung untuk mengangkat diagnosa.
4.3 Intervensi Keperawatan
Perencanaan adalah penyusunan rencana tindakan keperawatan yang di
laksanakan untuk mengatasi masalah sesuai dengan diagnosa keperawatan yang
telah di tentukan dengan tujuan terpenuhi kebutuhan klien (Zaidin, 2001).
Pada diagnosa pertama rencana tindakan antara teori dan kasus Ny.E
memiliki kesamaan yaitu : Kaji skala nyeri, kaji tanda-tanda vital, ajarkan teknik
relaksasi nafas dalam, anjurkan banyak istirahat, dan kolaborasi pemberian obat.
4.4 Implementasi Keperawatan
Implementasi adalah pelaksanaan tindakan yang harus di laksanakan
berdasarkan diagnosis perawat. Pelaksanaan tindakan keperawatan dapat
dilaksanakan oleh sebagian perawat, perawat secara mandiri atau bekerja sama
dengan dengan tim kesehatan luar. Dalam hal ini perawat adalah pelaksana asuhan
keperawatan yaitu memberikan pelayanan keperawatan dengan tindakan
keperawatan dengan menggunakan proses keperawatan (Zaidin, 2001)
Pada kasus, pelaksanaan asuhan keperawatan yang dikelola sesuai dengan
rencana keperawatan yang telah disusun dan dalam setiap melakukan tindakan
dikomunikasikan terlebih dahulu baik dengan sesama perawat, kakak perawat
yang saat itu dinas, pasien dan keluarga, tindakan keperawatan sebagian
berkolaborasi dengan fisioterapi untuk masalah mobilisasi.
4.5 Evaluasi Keperawatan
Evaluasi Keperawatan adalah tahapan akhir dari proses keperawatan,
evaluasi menyediakan nilai informasi mengenai pengaruh intervensi yang telah
direncanakan dan merupakan perbandingan dari hasil yang diamati dengan
kriteria hasil yang telah dibuat pada tahap perencanaan. Terdapat dua macam
evaluasi yaitu evaluasi formatif (proses) yang menyatakan evaluasi yang

35

dilakukan pada saat memberikan intevensi dengan respon segera dan evaluasi
sumatif (hasil) yang merupakan rekapitulasi dari hasil observasi dan analisis status
pasien pada waktu tertentu (Hidayat, 2001).
Pada diagnosa yang pertama, hasil evaluasi yang didapatkan : pasien
mengatakan masih terasa nyeri, pasien tampak lemah, pasien tampak meringis,
TTV : TD : 120/80 mmHg, N : 90 x/menit, RR : 24 x/menit, S : 36.6 oC.
Pada diagnosa kedua, hasil evaluasi yang didapatkan : Pasien mengatakan
tidak ada nafsu makan, pasien tampak lemas, pasien tampak kurus.
Sedangkan pada diagnose ketiga, hasil yang didapatkan adalah Luka di
payudara kanak pasien tampak basah dan kemerahan, TTV : TD : 120/80 mmHg,
N : 90 x/menit, RR : 24 x/menit, S : 36.6 oC.
4.6 Pendokumentasian
Dokumentasi adalah bagian dari keseluruhan tanggung jawab perawat untuk
perawatan

pasien.

meningkatkan

Catatan

kontinuitas

klinis

perawatan

memfasilitasi
dan

pemberian

membantu

perawatan,

mengkoordinasikan

pengobatan dan evaluasi pasien. (American Nurses Association, 1985 dikutip oleh
Iyer, Patricia W, 2004)
Langkah-langkah dalam pendokumentasian suatu proses keperawatan
adalah:
4.6.1 Pengkajian
Pengkajian yang dilakukan pada Ny.E dilakukan dengan menggunakan
format yang telah dibuat oleh institusi pendidikan yang meliputi pengumpulan
data, observasi, pemeriksaan fisik serta data penunjang, didokumentasikan sengan
sistematis, komprehensif, akurat, terus-menerus, dan berlanjut, sehingga didapat
bebagai masalah yang lengkap dari hasil pengkajian.
4.6.2 Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan yang menyangkut masalah aktual maupun masalah
resiko tinggi disusun berdasarkan hasil pengkajian data dan didokumentasikan
pada daftar diagnosa keperawatan dengan menggunakan tabel diagnosa
keperawatan.
4.6.3 Intervensi Keperawatan
Perencanaan yang telah dibuat menunjukan prioritas masalah, dan
kemungkinan pemecahan, rasional, serta memuat beberapa komponen seperti
diagnosa keperawatan, tujuan, serta kriteria hasil dan didokumentasikan pada
tabel rencana keperawatan apa yang harus di observasi dan apa yang harus
dianjurkan pada pasien serta keluarga.

36

4.6.4

Implementasi Keperawatan
Beberapa hal yang perlu dicatat pada pelaksanaan dalam kasus Ny.E di

sesuaikan dengan perencanaan yang telah dibuat dan tindakan yang telah
dilakukan beserta evaluasi tindakan dan respon pasien.
4.6.5 Evaluasi Keperawatan
Evaluasi dibuat dengan melihat hasil pencapaian pada asuhan keperawatan
dengan mengkaji status pasien, membandingkan kriteria hasil dan keadaan pasien
serta menyimpulkan keadaan pasien apakah mengalami kemajuan, tetap sama atau
mengalami penurunan. Pencatatan pada bagian evaluasi proses, ditulis dengan
menggunakan catatan perkembangan yang dilakukan selama tiga hari dengan
menggunakan SOAP.