Anda di halaman 1dari 4

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kanker payudara adalah salah satu penyebab kematian yang paling
mengancam wanita selain kanker rahim dan kanker paru-paru. Sebagian besar
kasus kanker payudara menyerang wanita diusia 40-45 tahun. Namun ada juga
wanita di luar usia tersebut yang terserang (Nurcahyo, 2010). Penatalaksanaan
kanker payudara dilakukan dengan serangkaian pengobatan yaitu pembedahan,
terapi radiasi, kemoterapi, dan terapi kombinasi. Masing-masing cara dari
pengobatan kanker tersebut masih memiliki kelemahan, sehingga pengobatan
kanker pada umumnya sampai saat ini belum ada yang menunjukkan hasil
yang memuaskan. Salah satu pengobatan yang dilakukan pasien kanker payudara
adalah kemoterapi. Pengobatan ini menggunakan obat anti kanker untuk
membunuh sel kanker (Ramli, 2005). Mastektomi adalah pembedahan yang
dilakukan untuk mengangkat payudara (Barbara, 2006).
Menurut data WHO (World Health Organization) menunjukkan bahwa
458.000 mortalitas per tahun terjadi kanker payudara pada wanita (Data WHO,
2008). Jumlah penderita kanker payudara di Amerika Serikat dan beberapa
negara maju lainnya menduduki peringkat pertama (Luwia, 2009). Kasus kanker
payudara di Amerika tercatat hampir 200.000 wanita yang terdiagnosis dan setiap
tahunnya terdapat lebih dari 40.000 meninggal akibat penyakit ini (Chen et al,
2010). Data terbaru dari American Cancer Society telah menghitung bahwa di
tahun 2013, terdapat 64.640 kasus kanker payudara. Sekitar 39.620 wanita
meninggal dunia setiap tahunnya karena kanker payudara. Data Pathology Based
Cancer Registry bekerja sama dengan yayasan kanker Indonesia, menunjukkan
kanker payudara di Indonesia menduduki peringkat kedua dari semua jenis kanker
yang sering diderita (Luwia, 2009).
Berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2009,
kanker payudara menempati urutan pertama pada pasien rawat inap di seluruh
rumah sakit di Indonesia 21,69%, disusul kanker leher rahim 17%. Di propinsi

Aceh pada tahun 2009 insidens rate kanker payudara 28,6 per 100.000 penduduk
(Rasjidi, 2009). Dokter spesialis bedah kanker Rumah Sakit Kanker Dharmais
yaitu Sutjipto menyatakan saat ini penderita kanker payudara di Indonesia
mencapai 100 dari 100.000 penduduk. Sekitar 60-70% dari penderita tersebut
datang pada stadium tiga, yang kondisinya terlihat semakin parah (Depkes, 2013).
Dampak kanker payudara disamping fisik penderita, juga memerlukan
pengobatan lama, membutuhkan biaya yang lumayan serta dampak psikologis
penderita dan keluarga. Dengan demikian memerlukan adanya upaya untuk
menyelamatkan wanita Indonesia dengan melaksanakan deteksi dini dan
penanganan yang tepat misalnya melalui peningkatkan pengetahuan dan
pemahaman masyarakat antara lain : pencegahan, kebiasaan deteksi dini, dan
perilaku hidup sehat (Ranggiansanka, 2010). Adapun upaya deteksi dini atau
pencegahan kanker payudara yaitu dengan melakukan SADARI (Periksa
Payudara Sendiri). SADARI adalah tindakan deteksi dini terhadap adanya gejalagejala kanker payudara. Metode ini sangat sederhana, namun diharapkan dapat
menekan tingginya angka penderita kanker payudara, karena semakin awal
terdeteksi maka semakin cepat proses pengobatan yang diperlukan.
Berdasarkan ulasan di atas maka penulis perlu membahas tentang cara
memberi asuhan keperawatan pada pasien dengan Post Operasi Mastektomi
Dekstra di BLUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya .
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari Laporan Studi Kasus ini adalah : Bagaimana
pelaksanaan asuhan keperawatan pada Ny. E dengan diagnosa Post Operasi
Mastektomi Dekstra di Ruang H BLUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya ?
1.3 Tujuan Penulisan
1.3.1

Tujuan Umum
Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada Ny. E dengan diagnosa

Post Operasi Mastektomi Dekstra di Ruang H BLUD dr. Doris Sylvanus Palangka
Raya.

1.3.2

Tujuan Khusus

1. Melakukan pengkajian keperawatan pada An Ny. E dengan Post Operasi


Mastektomi Dekstra.
2. Merumuskan diagnosa keperawatan pada Ny. E dengan Post Operasi Mastektomi
Dekstra.
3. Membuat perencanaan keperawatan pada Ny. E dengan Post Operasi Mastektomi
Dekstra.
4. Melakukan pelaksanaan keperawatan pada Ny. E dengan Post Operasi
Mastektomi Dekstra.
5. Melakukan evaluasi keperawatan pada Ny. E dengan Post Operasi Mastektomi
Dekstra.
6. Mendokumentasikan asuhan keperawatan pada Ny. E dengan Post Operasi
Mastektomi Dekstra.
1.4 Manfaat Penulisan
1.4.1

Teoritis
Bagi peningkatan kualitas Asuhan Keperawatan Laporan Studi Kasus ini

diharapkan dapat di gunakan sebagai salah satu acuan dalam peningkatan


pelayanan asuhan keperawatan dengan masalah Post Operasi Mastektomi.
1.4.2

Praktis

1.

Bagi Penulis
Sebagai salah satu pengalaman berharga dan nyata yang didapat dari

lapangan praktek yang dilakukan sesuai dengan ilmu yang didapatkan serta
sebagai acuna bagi penulis dalam menghadapi kasus yang sama sehingga dapat
memberikan asuhan keperawatan yang lebih baik bagi penderita Post Operasi
Mastektomi.
2.

Bagi Institusi Pendidikan


Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi yang nyata dan

aktual tentang asuhan keperawatan dengan gastroenteritis akut yang juga dapat
digunakan oleh seluruh mahasiswa sebagai literatur pendidikan dalam menunjang
peningkatan pengetahuan khususnya tentang asuhan keperawatan pasien dengan
Post Operasi Mastektomi.
3.

Bagi BLUD RS dr. Doris Sylvanus

Sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam menetapkan prosedur tetap


dalam pelaksnaan asuhan keperawatan pada pasien dengan masalah Post Operasi
Mastektomi serta dapat meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di rumah
sakit. Disamping itu juga dapat digunakan sebagai salah satu referensi bagi
perawat dirumah sakit dalam melaksanakan asuhan keperawatan yang sesuai
standar.
4. Bagi Pasien
Diharapkan dapat membantu pasien/keluarga untuk lebih mengerti dan
paham mengenai penyebab, pencegahan, pengobatan dan cara penanggulangan
penyakit.