Anda di halaman 1dari 15

Laporan PBL

Hari

: Senin

MK. Manajemen Catering

Tanggal : 15 Desember 2014


HOTEL MAJESTY
Oleh :
Kelompok II (III B Gizi)

Amalina Rizma

(PO7131312 452)

Dewi Evarianty

(PO7131312 458)

Eko Mayrindika

(PO7131312 460)

Erika Asela Sembiring

(PO7131312 461)

Fitria Ananda

(PO7131312 462)

Mas Ayu Dian Renovita

(PO7131312 469)

Maya Ramadhani

(PO7131312 470)

Putry Eridatama

(PO7131312 478)

Ventania Tryendes Gultom

(PO7131312 487)

Dosen Pengajar :
Fitriani, MKM
Hesti Atasasih, SP
Sandy Riawan, Amd. Gz

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES RIAU
JURUSAN GIZI
2014

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
The Majesty Hotel & Apartment mulai beroperasi sejak tahun 2004. The
Majesty Hotel & Apartment ini merupakan salah satu unit yang dimiliki oleh
sebuah perusahaan yang bernama PT. Bandung Inti Kharisma (BAIK) yang
berdiri sejak tahun 2001. Unit lainnya yang dimiliki oleh PT BAIK adalah Grand
Setiabudi Hotel & Apartment, Bandung Trade Centre (BTC), Jatinangor Town
Square (Jatos) dan Solo Grand Mall. Sementara itu, Galeri Cimbuleuit Hotel &
Apartment merupakan unit dari PT. Dwi Tunggal. The Majesty Hotel &
Apartment, Grand Setiabudi Hotel & Apartment, Galeri Cimbuleuit Hotel &
Apartment, ketiganya merupakan properti yang juga dikelola oleh PT. Best
Image Hotels & Residences (BIRD) yang juga merupakan bagian dari PT. BAIK,
yang ke depannya akan menjadi konsultan manajemen untuk apartemenapartemen lainnya. Untuk hotel dan apartemen yang pertama kali dibangun
adalah The Majesty Hotel & Apartment, yang kedua adalah Grand Setiabudi
Hotel & Apartment lalu berikutnya adalah Galeri Cimbuleuit Hotel & Apartment.
Maka, The Majesty Hotel & Apartment merupakan hotel dan apartemen pertama
yang didirikan.
The Majesty Hotel & Apartment terdiri atas 16 lantai dengan 2 basement
dan 350 unit yang terdiri atas 77 hotel dan 273 apartmen. The Majesty Hotel &
Apartment adalah hotel dan apartemen pertama yang mempunyai nuansa modern
classic bertemakan The Executive Live serta memberikan pelayanan Exclusive
bagi pemilik apartemen maupun pengunjung tamu hotel yang menginap. Dengan
demikian, pemiliki apartemen dan tamu hotel dapat merasakan kenyamanan bila
tinggal di The Majesty Hotel & Apartment.

1.2 Visi, Misi dan Budaya BIRD Management

1.2.1 Visi BIRD Management


Menjadi Perusahaan Management Service yang mengelola Hotel dan
Apartemen yang memiliki kualitas pelayanan bertaraf bintang 5
1.2.2. Misi BIRD Management
1. Meningkatkan mutu pelayanan di semua Hotel dan Apartemen yang dikelola
dengan memastikan semua Standard Operating Procedure
diimplementasikan secara benar dan berkesinambungan, sehingga
menghasilkan pelayanan prima ( Service Excellence).
2. Memiliki Karyawan dengan komposisi strategis dengan menjalankan
Career Development sehingga karyawan dapat berkembang secara sinergi
bersama Group Perusahaan.
3. Membuat strategi promosi, marketing dan penjualan dengan mengutamakan
kualitas untuk menghasilkan keuntungan yang maksimal.
4. Memastikan bahwa gedung yang dikelola dalam kondisi terawat baik serta
mencanangkan program penghijauan (Go Green) dan penghematan energi
(Saving Energy).
1.3 Struktur Organisasi Hotel The Majesty Bandung
Struktur organisasi merupakan acuan organisasi untuk menentukan posisi,
pembagian tanggung jawab, wewenang dan fungsi kerja secara tepat dan jelas,
sehingga aktivitas dan tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan dapat
dilaksanakan dengan benar.
Struktur organisasi juga menunjukan suatu tingkatan hierarki, dimana
dalam struktur dapat diketahui hubungan antara bagian yang satu dengan
yanglainnya, hubungan antara atasan dengan bawahan. Dengan memperlihatkan
struktur organisasi, maka setiap orang dapat mengetahui tugas, wewenang dan
tanggung jawab masing-masing.
Struktur organisasi yang terdapat di hotel adalah garis dan staff, dimana
pimpinan bertanggung jawab secara langsung terhadap bawahannya, koordinasi

antar bagian mudah dijalankan dan adanya pemisahan fungsi yang jelas antara
pegawai dalam melakukan tugas tugas pokok dan tugas tugas penunjang.
Berikut ini adalah job description berdasarkan jabatannya :
1.
a.
b.
c.

Director Operasional
Menawarkan visi dan imajinasi di tingkat tertinggi
Memimpin rapat umum
Memimpin seluruh manager
Peranan Director dalam proses promosi sebagai pimpinan tertinggi perusaaan
dalam tahap persetujuan dan pengesahan semua kegiatan promosi agar
terselenggara dengan baik.

2. General Manajer
a. Menetapkan kebijakan
b. Menyusun rencana kerja setiap bagian serta menganalisa setiap laporanlaporan dari setiap bagian
c. Bertanggung jawab terhadap seluruh pelaksanaan kegiatan
d. Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan-kegiatan dibidang
administrasi keuangan, kepegawaian dan kesekretariatan mengesahkan suratsurat, dokumen perjanjian yang menyangkut kegiatan organisasi
e. Meminta pertanggung jawaban tiap bagian organisasi
General manager manajer berperan dalam proses promosi hotel pada proses
pengesahan dan bertanggung jawab atas semua kegiatan promosi yang dilakukan.
3. HRD Manager
a. Melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja
b. Memberikan kompensasi dan proteksi pada pegawai
Divisi ini berkaitan dengan proses promosi, karena dengan adanya pelatihan
tenaga kerja yang diadakan oleh divisi tersebut akan menunjangkeahlian yang
dibutuhkan untuk kelancaran proses promosi.
4. Sales and Marketing
a. Bertanggung-jawab terhadap manajemen bagian pemasaran
b. Bertanggung-jawab terhadap perolehan hasil penjualan dan penggunaan dana
promosi

c. Sebagai kordinator manajer produk dan manajer penjualan


d. Membina bagian pemasaran dan membimbing seluruh karyawan dibagian
pemasaran
e. Membuat laporan pemasaran kepada direksi
Divisi ini sangat berkaitan erat dengan proses promosi karena promosimerupakan
salah satu bagian dari pemasaran yang sangat penting. Untuk meningkatkan
penjualan maka promosi sangat dibutuhkan oleh karena itu divisi ini bekerja
sama dengan divisi PR untuk mencapai tujuan tersebut.
5. Public Relation
a. Meliputi analisa permasalahan dan kesempatan yang dimiliki perusahaan
untuk dapat berkembang menentukan tujuan dan publiknya, merencanakan
kegiatan, termasuk perencanaan biaya.
b. Secara aktif menjalin hubungan dengan pihak lain
c. Menerbitkan company profile, Flyers, Brosure dan lain-lain.
d. Pemilihan media dan saluran yang tepat untuk menyertakan informasi dan
e.
f.
g.
h.

pemilihan pesan yang tepat untuk diinformasikan.


MICE ( Meeting ,Incentive ,Conference,Exhibition)
Membuat brosur , Buletin perusahaan
Menjadi Juru Bicara atau sumber berita
Memperbaiki program yang lalu untuk perbaikan program selanjutnya tahap
ini adalah tolak ukur program yang sudah dilaksanakan

Public relation Merupakan divisi utama yang bertanggung jawabdalam semua


kegiatan promosi. Proses promosi dilakukan pada divisi ini karena kegiatan
promosi merupakan tugas utama yang harus dijalankan.
6. Financial Controler
a. Menyusun program kerja pemeriksaan keuangan tahunan, sesuai program
kerja perusahaan
b. Melaksanakan audit internal meliputi keuangan, teknik, manajemen dan
sumber daya manusia
c. Memberikan masukan dan rekomendasi yang menyangkut proses manajemen
dan keuangan

Kegiatan promosi membutuhkan dana dari perusahaan, maka anggaran yang


akan dikeluarkan diajukan pada divisi ini. Dana yang dikeluarkan untuk kegiatan
promosi disesuaikan dengan kemampuan perusahaan makaharus dapat
persetujuan oleh pihak financial controller.
7.
a.
b.
c.

Front Office
Menyambut tamu
Menangani keluhan tamu
Membuat laporan bulanan tentang daftar tamu, tingkat hunian.
Pada proses promosi front office ikut berperan dalam menjelaskan dan
mempengaruhi secara langsung kepada konsumen yang datang mengenai promo
yang ada di hotel the majesty.

8.
a.
b.
c.

Food and Beverage


Menetapkan menu dan sistem penyajian
Menyiapkan menu makanan dan minuman
Menghidangkan menu makanan dan minuman
Divisi ini ikut berperan saat diadakanya promosi mengenai menu makanan baru
atau menu makanan yang mengalami potongan harga pada waktu tertentu. Divisi
FB mempersiapkan menu sebagai materi promosi dengan menyajikan menu
untuk pemotretan dan menjelaskan mengenai keterangan tentang menu tersebut
kepada divisi PR untuk diproses.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Gambaran Umum
A. Sejarah
Hotel The Majesty berdiri pada tahun 2001 dan mulai dioperasikan
pada tahun 2004. Hotel Majesty dengan tampilan yang modern dan eksklusif.
Wajar bila saat mendatangi dan masuk di lobby, anda juga akan menemui
arsitektur interior bernuansa modern yang sesuai dengan tema Hotel Majesty
yang menawarkan The Executive Life Style.
Hotel Majesty adalah pelopor tempat peristirahatan bernuansa apartment
yang ada di Bandung. Meskipun tergolong hotel tua, tapi bukan berarti anda
akan menemui bangunan peninggalan sejarah. Sebaliknya, gedung hingga tata
parkir bangunan bernama The Majesty Hotel & Apartment ini
menawarkan hunian modern.
The Majesty Hotel and Apartment terletak di Kota belanja turis di utara
Kota Bandung yang merupakan kota tujuan akhir pekan populer di Jawa
Barat, Indonesia. Hotel ini menawarkan pilihan kamar tamu yang nyaman
sesuai bagi pengunjung yang datang, baik untuk perjalanan bisnis maupun
berlibur.
B. Lokasi
Hotel Majesty : Jl Suria Sumantri No 91 Bandung 40164 Bandung +62
22 2002485. Terletak di Bandung, The Majesty Hotel dekat dengan
Universitas Kristen Maranatha, BTC Fashion Mall, dan Museum Barli. Tidak
jauh dari tempat ini juga terdapat Taman Air Karang Setra dan Paris Van Java
Mall.
The Majesty Hotel berjarak 20 menit bila berkendara dari Bandara
Internasional Husein Sastranegara.Hotel ini berjarak 15 menit berkendara dari
Bandung Trade Centre, dan 5 menit berjalan kaki dari Universitas Maranatha.
Tidak cuma mudah didapat, The Majesty Hotel & Apartment juga dekat
dengan lokasi perbelanjaan modern, seperti BTC Fashion Mall, Giant Pasteur,

maupun Setrasari Mall yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki saja.
Sedang anda yang memiliki anak, kerabat atau teman yang berkuliah di
Universitas Kristen Maranatha atau di Bandung International School, Hotel
Majesty juga sangat cocok dijadikan tempat singgah, karena lokasinya yang
sangat berdekatan dengan kedua kampus tersebut.
C. Fasilitas
1. Frontdesk 24h
2. Bar/Lounge
3. Laundry
4. Fitness Centre
5. Business Centre
6. Lift/Elevator
7. Concierge
8. Deposit Box
9. Non-smoking Fl
10. Cold Pool
11. Restaurant
12. Room Service
13. Internet
14. Meeting Room
15. Conference Rm
16. Car Parking
17. Cable TV
18. Fax Machine

D. Tipe Kamar dan Harga


1. Kamar Superior dengan harga Rp: 481.984 untuk 2 orang termasuk sarapan
pagi

2. Kamar Junior Suite dengan harga Rp: 536.364 untuk 2 orang termasuk
makan pagi
3. Kamar Suite eksekutif dengan harga Rp: 615.702 untuk 3 orang termasuk
sarapan pagi
4. Kamar grand suite Tarif Diskon Rp: 3.288.347 untuk 6 orang termasuk
sarapan pagi.
Setiap kamar di The Majesty Hotel and Apartment Bandung ini terkesan
mewah, mulai dari tipe kamar Suite eksekutif yang bisa ditempati sampai 6
orang, bisa untuk keluarga maupun rombongan kantor yang sedang
menjalankan urusan bisnis maupun liburan bersama, sampai tipe kamar
superior yang ditawarkan dengan harga yang sangat bersahabat untuk kategori
hotel bintang empat. Lokasi The Majesty Hotel and Apartment ini juga sangat
baik, karena berada di tempat strategis Pasteur yang terkenal di Kota belanja
Bandung. Dari jumlah 77 kamar yang sudah dilengkapi dengan saluran tv
satelit dan kelengkapan sarana modern yang siap melayani tamu yang
menginap. Fasillitas seperti coffee shop dan restoran, pusat kebugaran hotel
seperti ruang fitness dan kolam renang outdoor adalah salah salah satu dari
beberapa fasilitas menarik lainnya yang bisa dinikmati.
Tidak hanya sebagai tempat peristirahatan, The Majesty Hotel &
Apartment juga bisa anda gunakan sebagai tempat menyelenggarakan
berbagai kegiatan umum, seperti rapat kantor, training karyawan, reuni dengan
teman-teman lama, pesta ulang tahun, dan lainnya. Seluruh fasilitas umum,
pelayananHotel Majesty ini didukung dengan adanya Business Centre dan
Convention Hall yang masing-masing mampu menampung jumlah peserta
dari 20 hingga 300 orang tamu.
Selain itu, fasilitas olah raga dan hiburan bagi pengunjung juga tersedia
lengkap di The Majesty Hotel & Apartment. Ada fasilitas kebugaran, spa,
sauna, dan kolam renang untuk kebutuhan olah raga di sini. Sementara untuk
memenuhi kebutuhan kuliner,Hotel Majesty menyediakan Coffee Shop dan
Red Roll Resto & Cafe yang menawarkan makanan serta minuman bercitarasa
tinggi.

2.2 Manajemen Perubahan


Manajemen perubahan adalah suatu proses secara sistematis dalam
menerapkan pengetahuan, sarana dan sumber daya yang diperlukan untuk
mempengaruhi perubahan pada orang yang akan terkena dampak oleh proses
tersebut. Tujuan perubahan disatu sisi untuk memperbaiki kemampuan organisasi
dalam menyesuaikan didi dengan perubahan lingkungan dan disisi lain,
mengupayakan perubahan perilaku karyawan untuk meningkatkan
produktivitasnya. Perubahan harus dilakukan secara hati-hati dengan
mempertimbangkan berbagai hal agar manfaat yang ditimbulkan oleh perubahan
harus lebih besar daripada beban kerugian yang harus ditanggung. Sasaran dalam
manajemen perubahan yaitu struktur organisasi, teknologi, pengaturan tata letak
fisik ruang kerja, sumber daya manusia, proses dan budaya organisasi.
Hotel majesty melakukan manajemen perubahan pada produk makanan
yang diolahnya. Manajemen perubahan ini dilakukan dengan melakukan
perubahan menu setiap tahunnya. Pihak hotel akan melakukan menu engineering
setiap tahunnya dengan cara meranking 20 makanan teratas yang paling sering
dipesan oleh konsumen dan menambah menu makanan yang baru yang sedang
tren pada saat ini.
2.3 Analisa SWOT
Analisis SWOT adalah indikasi berbagai faktor secara sistematis untuk
merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat
memaksimalkan kekuatan (Stengths) dan peluang (Opportunities), namun secara
bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman
(Threats).
Tujuan utama perencanaan strategi adalah untuk memperoleh keunggulan
bersaing dan memiliki produk yang sesuai dengan keinginan konsumen dan
dukungan yang optimal dari sumber daya yang ada.

Analisis SWOT secara sederhana dipahami sebagai pengujian terhadap


kekuatan dan kelemahan internal sebuah organisasi, serta peluang dan ancaman
lingkungan eksternalnya.
Proses pengambilan keputusan strategi selau berkaitan dengan
pengambilan misi, tujuan, strategi dan kebijakan perusahaan. Dengan demikian
perencanaan strategi harus menganalisis faktor-faktor perusahaan (kekuatan,
kelemahan, peluang, dan ancaman) dalam kondisi yang ada saat ini.
Faktor eksternal adalah faktor lingkungan luar perusahaan baik langsung
maupun tidak langsung. Faktor eksternal ini dapat berdampak positif ataupun
negatif bagi perusahaan, artinya ada yang memberikan peluang dan sebaliknya
ada yang memberikan ancaman.Faktor internal adalah lingkungan yang berada
dari dalam perusahan itu sendiri. Faktor inilah yang menunjukkan adanya
kekuatan atau kelemahan perusahaan itu sendiri, baik yang sudah lampau, kini
maupun yang akan datang.
Analisa SWOT yang dilakukan oleh hotel majesty dilakukan dengan cara
pergi keliling daerah bandung dan sekitarnya setiap 6 bulan. Hotel majesty
memiliki tim khusus yang terdiri dari FBM, chef dan sales yang akan keliling
untuk melihat seperti apa harga di luar dan membandingkannya dengan harga di
hotel. Hal ini dilakukan agar jangan sampai harga makanan di hotel majesty
terlalu tinggi dari pesaing dan tidak pula terlalu rendah karena ini akan
mengakibatkan profit yang diperoleh tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Selain itu, hal ini juga dilakukan untuk melihat harga di pasaran serta melihat
makanan yang sedang tren saat ini.
Setelah melakukan tanya jawab dengan pihak hotel majesty, dapat
diketahui komponen-komponen S, W, O dan T sebagai berikut:
Strength
1.
2.
3.
4.
5.

Melakukan promosi menu makanan melalui internet


Melakukan survey setiap 6 bulan untuk melihat harga makanan pada pesaing
Melakukan menu engineering setiap tahun
Memanfaatkan sisa bahan makanan yang tidak terpakai
Memiliki wilayah yang dekat dengan bandara sehingga pendatang maupun
turis dapat beristirahat di hotel ini.

6. Menyediakan restoran thailand yaitu thai garden restaurant yang dapat


menarik minat pengunjung khususnya pecinta masakan Thailand maupun turis
dari Thailand untuk mencoba masakan thailand yang unik.
7. Memiliki chef handal yang sudah bekerja selama kurang lebih 25 tahun dan
chef lain yang memiliki kemampuan untuk menghias makanan menjadi lebih
menarik dipandang
8. Harga makanan yang sesuai dengan kualitas yang diberikan
Weakness
1. Belum memiliki sertifikat HACCP dan ISO dalam penyelenggaraan
makanannya
2. Harga makanan yang relatif tinggi
3. Belum adanya kekhasan makanan dari hotel the majesty sebagai ciri khas
yang bisa diunggulkan selain lokasinya yang strategis
Opportunity
1. Kesempatan memiliki jaringan kerjasama yang luas dengan pebisnis kuliner
dikarenakan hotel majesty merupakan pelopor pembangunan hotel dan
apartement.
2. Memiliki kesempatan menarik pendatang asing untuk menginap dan mencoba
makanan khas thailand yang sudah banyak dikenal turis.
Threath
1. Hotel yang lain telah memiliki sertifikat HACCP dan ISO dalam
penyelenggaraan makanannya
2. Harga makanan yang bersaing dengan hotel dan apartement lainnya
3. Keunggulan dari hotel dan apartement lainnya dari segi fasilitas, kenyamanan
dan pelayanan yang dapat menurunan keunggulan hotel majesty
4. Keunikan kuliner dari hotel dan apartement lainnya yang memberikan inovasi
baru yang lebih menarik.
2.4 Analisa BEP
Break Even point atau BEP adalah suatu analisis untuk menentukan dan
mencari jumlah barang atau jasa yang harus dijual kepada konsumen pada harga

tertentu untuk menutupi biaya-biaya yang timbul serta mendapatkan


keuntungan/profit. BEP sangatlah penting dalam sebuah usaha agar usaha
tersebut tidak mengalami kerugian, diantara manfaat BEP yaitu:
1. Alat perencanaan untuk menghasilkan laba
2. Memberikan informasi mengenai berbagai tingkat volume penjualan, serta
hubungannya dengan kemungkinan memperoleh laba menurut tingkat
penjualan yang bersangkutan.
3. Mengevaluasi laba dari perusahaan secara keseluruhan
4. Mengganti sistem laporan yang tebal dengan grafik yang mudah dibaca dan
dimengerti
Dalam menyusun perhitungan BEP, ada 3 elemen dari rumus BEP yang
harus ditentukan terlebih dahulu, yaitu :
1. Fixed Cost (Biaya tetap) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk menyewa tempat
usaha, perabotan, komputer dll. Biaya ini adalah biaya yang tetap harus
dikeluarkan oleh perusahaan walaupun hanya menjual 1 unit atau 2 unit, 5
unit, 100 unit atau tidak menjual sama sekali.
2. Variable cost (biaya variable) yaitu biaya yang timbul dari setiap unit
penjualan. Contohnya setiap 1 unit terjual, perusahaan perlu membayar komisi
salesman, biaya antar, biaya kantong plastik, biaya nota penjualan dll.
3. Harga penjualan yaitu harga jual yang ditentukan perusahaan kepada pembeli.
Hotel majesty menganalisa break event point (BEP) setiap setahun sekali,
dimana analisa ini dibahas dalam rapat perencanaan anggaran yang akan
diusulkan untuk tahun yang akan datang. Rapat ini dilakukan antara bulan
oktober atau november setiap tahunnya. Analisa BEP dilakukan oleh bagian
accounting hotel majesty dimana analisa ini dilakukan dengan metode
pendekatan persamaan, yakni pihak accounting akan menghitung BEP
berdasarkan profit yang akan direncanakan oleh pemiliki hotel untuk tahun yang
akan datang. Selanjutnya pihak accounting akan merincikan pembiayaan setiap
bulan yang akan direncanakan untuk tahun yang akan datang, sehingga akan
diperoleh hasilnya. Misalnya pemiliki hotel merencanakan profit setiap tahunnya
sebesar 60%, maka setelah dihitung oleh pihak accounting, modal pemiliki hotel

akan kembali dalam jangka waktu 10 tahun. Jangka waktu kembalinya modal
pemilik hotel ini tergantung dari biaya yang dikeluarkan setiap bulannya.
2.5 Analisa Juran
Analisa juran pada hotel majesty yaitu:
a. Quality Planning
Pihak hotel majesty melakukan perencanaan setiap tahun antara bulan
oktober dan november untuk membahas target yang akan dicapai pada tahun
yang akan datang, merencanakan anggaran, menu, strategi, kenaikan salary
serta biaya operasional yang akan mempengaruhi harga dan kualitas makanan.
Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, pihak hotel telah menyediakan 2 jenis
restoran, yaitu Thai Garden Restaurant (menyediakan menu khas Thailand)
dan Harmony Restaurant (menyediakan makanan Asian, Indian maupun
Oriental), sehingga pelanggan/konsumen dapat memilih jenis makanan yang
disukainya. Selain itu, pihak hotel juga menyediakan makanan makanan untuk
acara pesta ulang tahun, resepsi penikahan dll.
Untuk meminimalisir kerugian bahan makanan, pihak hotel akan
menggunakan bahan-bahan yang tidak terpakai untuk membuat menu yang
lain. Misalnya, daging sapi yang digunakan untuk steak tenderloin harus bebas
dari lemak dan otot, sehingga daging yang masih ada lemak dan ototnya
menjadi terbuang. Oleh karena itu, pihak hotel menggunakan daging-daging
tersebut untuk membuat burger, bakso, maupun saus untuk spaghetti
bolognaise.
b. Quality Control
Machine/material: Pihak hotel majesty melakukan pembersihan alat dan
mesin-mesin yang digunakan dalam mengolah makanan setiap hari untuk
menjaga kebersihan makanan yang dihasilkan, sedangkan untuk pembersihan
gudang dilakukan setiap 2 minggu sekali atau setiap bulan. Selain itu, mesinmesin yang digunakan akan dicek setiap 10 hari oleh pihak engineering.
Marketing: Pada bagian marketing, hotel majesty telah memasarkan
produk makanan melalui internet, sehingga pelanggan dapat mengakses
melalui smartphone maupun gadgetnya.

Control: Pada bagian penyelenggaraan makanan, hotel majesty memiliki


2 orang chef, yaitu chef khusus makanan Thailand dan chef makanan umum
yang akan mengontrol dan mengendalikan proses pengolahan di bidangnya
masing-masing. Selain itu, hotel majesty juga telah memiliki petugas di
masing-masing bidang yang akan mengontrol dan mengaturnya, mulai dari
pembelian sampai kepada distribusi.
c. Quality Improvement
Hotel majesty meningkatkan kualitas produk dengan cara membuat dan
mengembangkan makanan-makanan yang sedang tren saat ini serta
mempertahankan menu-menu makanan yang paling disukai oleh konsumen.
Selain itu, pihak hotel juga mempertahankan kualitas dengan tetap
mempertahankan restoran yang bebas alkohol dan asap rokok.
Hotel majesty juga memiliki tim khusus yang akan melakukan
pengembangan produk dengan cara berkeliling ke sekitar daerah untuk
melihat makanan yang sedang tren saat ini.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN