Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

INFEKSI CACINGAN

Oleh :
Kelompok 42

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES RI PADANG


2015

SATUAN ACARA PENYULUHAN


INFEKSI CACINGAN
Pokok bahasan

: Penyakit Cacingan

Sasaran

: Siswa SDN 05 Talang Tangah Kelas

Hari / tanggal

: Selasa / 20 Januari 2015

Tempat

: SDN 05 Talang Tangah

Pukul

: 09.00 WIB

Moderator

: Syamsu Rahmah

Pemateri

: Gusneldi

A. LATAR BELAKANG
Di Indonesia masih banyak penyakit yang merupakan masalah kesehatan, salah satu
diantaranya ialah cacing perut yang ditularkan melalui tanah. Cacingan ini dapat
mengakibatkan menurunnya kondisi

kesehatan, gizi, kecerdasan dan produktifitas

penderitanya sehingga secara ekonomi banyak menyebabkan kerugian, karena menyebabkan


kehilangan karbohidrat dan protein serta kehilangan darah, sehingga menurunkan kualitas
sumber daya manusia. Prevalensi Cacingan di Indonesia pada umumnya masih sangat tinggi,
terutama pada golongan penduduk yang kurang mampu mempunyai risiko tinggi terjangkit
penyakit ini.
Penyakit Cacingan tersebar luas, baik di pedesaan maupun di perkotaan. Angka infeksi
tinggi, tetapi intensitas infeksi (jumlah cacing dalam perut) berbeda. Hasil survei Cacingan di
Sekolah Dasar di beberapa propinsi pada tahun 1986-1991 menunjukkan prevalensi sekitar
60% - 80%, sedangkan untuk semua umur berkisar antara 40% - 60%. Hasil Survei Subdit
Diare pada tahun 2002 dan 2003 pada 40 SD di 10 provinsi menunjukkan prevalensi berkisar
antara 2,2% - 96,3%.
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan selama 30 menit, siswa Sekolah Dasar Negri 05 Talang
Tangah mampu memahami dan mengerti tentang penyakit cacingan.

2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan penyakit cacingan selama 35 menit, diharapkan peserta
penyuluhan mampu memahami :
1. Pengertian infeksi cacingan
2. Penularan infeksi Cacingan
3. Gejala infeksi cacingan
4. Akibat dari infeksi cacingan
5. Pencegahan infeksi cacingan
6. Pengobatan infeksi cacingan
B. SASARAN
Adapun sasaran dari penyuluhan ini ditujukan kepada warga SDN 05 Talang Tangah
khususnya siswa SDN 05 Talang Tangah kelas 1 sampai dengan kelas 6.

C. MATERI

1. Pengertian infeksi cacingan


2. Penularan infeksi Cacingan
3. Gejala infeksi cacingan
4. Akibat dari infeksi cacingan
5. Pencegahan infeksi cacingan
6. Pengobatan infeksi cacingan
D. MEDIA
Flipchart, Microfone
E. PROSES PELAKSANAAN
NO WAKTU

KEGIATAN PENYULUH

KEGIATAN
PESERTA

5 menit

Pembukaan :
Membuka kegiatan dengan salam

1. Menjawab salam

Memperkenalkan diri
Menjelaskan tujuan penyuluhan

2. Mendengarkan

Menyebutkan materi yang akan diberikan

3. Memperhatikan

20 menit

4. memperhatikan
Mendengarkan dan

Isi :
1. Pengertian infeksi cacingan

memperhatikan

2. Penularan infeksi Cacingan


3. Gejala infeksi cacingan
4. Akibat dari infeksi cacingan
5. Pencegahan infeksi cacingan
6. Pengobatan infeksi cacingan
3

5 menit

Evaluasi :
1.

Bertanya

Memberikan kesempatan pada peserta untuk menjawab


bertanya

2.
4

5 menit

Menanyakan kembali pada peserta tentang

materi yang disampaikan


Penutup :
1.

Menyimpulkan materi

2. Memberi salam

Mendengarkan
Menjawab salam

F. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
Setiap anggota pelaksana melaksanakan tugas sesuai perannya.
2. Evaluasi Proses
1. Siswa antusias terhadap materi penyuluhan.
2. Tidak ada siswa yang meninggalkan acara atau tempat penyuluhan
3. Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan dengan benar.
3. Evaluasi Hasil
Siswa mampu memahami tentang penyakit cacingan

LAMPIRAN MATERI
A. INFEKSI CACINGAN

Manusia merupakan hospes defenitif beberapa nematoda usus (cacing perut), yang
dapat mengakibatkan masalah bagi kesehatan masyarakat. Diantara cacing perut terdapat
sejumlah species yang ditularkan melalui tanah (soil transmitted helminths). Diantara cacing
tersebut yang terpenting adalah cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing tambang
(Ancylostoma duodenale dan Necator americanus) dan cacing cambuk (Trichuris trichiura).
Jenis-jenis cacing tersebut banyak ditemukan di daerah tropis seperti Indonesia. Pada
umumnya telur cacing bertahan pada tanah yang lembab, tumbuh menjadi telur yang infektif
dan siap untuk masuk ke tubuh manusia yang merupakan hospes defenitifnya.
B. PENULARAN INFEKSI KECACINGAN
Telur cacing gelang keluar bersama tinja pada tempat yang lembab dan tidak terkena
sinar matahari, telur tersebut tumbuh menjadi infektif. Infeksi cacing gelang terjadi bila telur
yang infektif masuk melalui mulut bersama makanan atau minuman dan dapat pula melalui
tangan yang kotor (tercemar tanah dengan telur cacing).
C. GEJALA INFEKSI CACINGAN
Pada anak anak gejala penyakit kecacingan antara lain :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
D.

Perut tampak buncit (karena jumlah cacing dan kembung perut)


Mata pucat dan kotor seperti sakit mata
Batuk pilek
Perut sering sakit
Diare
Nafsu makan kurang.
Lesu dan tidak bergairah dalam belajar.
Konsentrasi belajar kurang,
AKIBAT KECACINGAN

Cacingan mempengaruhi pemasukan (intake), pencernaan (digestif), penyerapan


(absorbsi), dan metabolisme makanan. Secara kumulatif, infeksi cacing atau Cacingan dapat
menimbulkan kerugian zat gizi berupa kalori dan protein serta kehilangan darah. Selain dapat
menghambat perkembangan fisik, kecerdasan dan produktifitas kerja, dapat menurunkan

ketahanan tubuh sehingga mudah terkena penyakit lainnya juga dapat mempengaruhi
konsentrasi belajar dan menyebabkan penderita lesu dan tidak bergairah.
E. PENCEGAHAN UNTUK INFEKSI CACINGAN
Tindakan preventif yaitu dengan melakukan pengendalian faktor risiko, yang meliputi
kebersihan lingkungan, keberhasilan pribadi, penyediaan air bersih yang cukup, semenisasi
lantai rumah, pembuatan dan penggunaan jamban yang memadai, menjaga kebersihan
makanan, pendidikan kesehatan di sekolah baik untuk guru maupun murid.
1)

Menjaga Kebersihan Perorangan


a) Mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar dengan
menggunakan air dan sabun.
b) Menggunakan air bersih untuk keperluan makan, minum, dan mandi.
c) Memasak air untuk minum
d) Mencuci dan memasak makanan dan minuman sebelum dimakan.
e) Mandi dan membersihkan badan paling sedikit dua kali sehari.
f) Memotong dan membersihkan kuku.
g) Memakai alas kaki bila berjalan di tanah, dan memakai sarung tangan bila
melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan tanah.
h) Menutup makanan dengan tutup saji untuk mencegah debu dan lalat mencemari
makanan tersebut.

2)

Menjaga Kebersihan Lingkungan


a)

Membuang tinja di jamban agar tidak mengotori


lingkungan.

b)

Jangan membuang tinja, sampah atau kotoran di


sungai atau di kolam.

c)

Mengusahakan pengaturan pembuangan air kotor.

d)

Membuang

sampah

pada

tempatnya

untuk

menghindari lalat dan lipas.


3) Menjaga kebersihan rumah dan lingkungannya.

F. PENGOBATAN INFEKSI CACINGAN


Program P2 Cacingan menganjurkan Pyrantel pamoate dengan dosis 10 mg/kg berat
badan (dosis tunggal), untuk pengobatan pertama pada pengobatan massal. Untuk pengobatan
kedua dapat menggunakan Albendazole. Jika infeksi cacing gelang rendah dan infeksi cacing
cambuk menjadi masalah, dianjurkan memakai Mebendazole atau Albendazole. Untuk
pengobatan massal dosis Mebendazole 500 mg (dosis tunggal) dan Albendazole 400 mg
(dosis tunggal). Untuk pengobatan selektif Mebendazole dosisnya 100 mg x 2 kali selama 3
hari. Adapun tujuan pengobatan dari infeksi cacingan adalah :
1) Memutuskan mata rantai penularan.
1) Menurunkan prevalensi dan intensitas infeksi.
2) Meningkatkan kesehatan dan produktivitas.

G. PESAN PENYULUHAN CACINGAN


1. Dengan bebas penyakit cacingan produktivitas meningkat.
2. Dengan berperilaku hidup bersih dan sehat, aku bebas penyakit cacingan.
3. Penyakit cacinganku hilang prestasiku meningkat