Anda di halaman 1dari 24

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny.

E
DENGAN ISOLASI SOSIAL
DI BANGSAL SRIKANDI
RSJ GRHASIA DIY
Disusun untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Keperawatan Jiwa II

Disusun oleh :
Maizan Rahmatina

P07120112064

Putri Pamungkassari

P07120112071

Vinda Astri Permatasari

P07120112080

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA
JURUSAN KEPERAWATAN
2014

LEMBAR PENGESAHAN
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. E
DENGAN ISOLASI SOSIAL
DI BANGSAL SRIKANDI
RSJ GRHASIA DIY
Laporan ini disahkan pada :
Hari, tanggal :
Tempat

Mengetahui,
Pembimbing Lapangan

Pembimbing Akademik

BAB II
TINJAUAN KASUS
Ruangan rawat

: Bangsal srikandi

Tanggal dirawat

: 08 desember 2014

Sumber data

Status

pasien,

petugas

kesehatan

lain,

wawancara, observasi, pemeriksaan fisik


I. PENGKAJIAN
A. Identitas Pasien
Nama

: Ny. E

Tempat, tanggal lahir : Yogyakarta, 01 Desember 1970


Umur

: 44 tahun

Alamat

: Camp Assessment Dinsos, Sewon, Bantul, DIY

Pekerjaan

: Tak kerja

Pendidikan

: SD

Agama

: Islam

Status perkawinan

: Kawin

Nomor RM

: 007398

Tanggal Pengkajian

: 08 Desember 2014

Tanggal masuk RS

: 19 November 2014

Diagnosa medis

: F 20.3

B. Identitas Penanggungjawab
Nama
Alamat
Hubungan dengan pasien
C. Alasan Masuk

: Nn. A
: Kuripan, Mijen, Semarang, Jateng
: Petugas Dinsos

1 minggu sebelum masuk RS pasien ditemukan di jalanan karena


keluyuran sendirian oleh petugas Dinsos. Pasien diam dan sulit untuk diajak
komunikasi.
D. Faktor Predisposisi dan Presipitasi
Pasien sulit diajak komunikasi sehingga tidak didapatkan data apapun
untuk menentukan faktor predisposisi maupun presipitasi
E. Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : Baik

Kesadaran
: Composmentis
1. Tanda-tanda vital
TD
: 120/70 mmHg
N
: 86 x/mnt
RR
: 20 x/mnt
S
: 36,3 0C
2. Status gizi
BB
: 60 kg
TB
: 155 cm
IMT
: TB2(m)/BB(kg) = 60/(1,55)2 = 24.9 kg/cm2 (Normal)
3. Keluhan fisik
Pasien menyatakan tidak ada keluhan fisik.
F. Status Psikososial
1. Genogram
Tidak terkaji. Pasien lupa dengan silsilah keluarganya.
2. Konsep diri
a. Gambaran diri
Pasien menyatakan tidak ada bagian tubuh yang spesial (disukai
lebih dari bagian tubuh yang lainnya).
b. Identitas diri
Pasien menyatakan bahwa pasien adalah seorang perempuan.
c. Peran diri
Pasien menyatakan sudah tidak bekerja sejak bertahun-tahun
yang lalu. Pasien tidak menyebutkan jenis pekerjaan.
d. Ideal diri
Pasien bingung ketika ditanya ingin pulang atau tidak. Pasien
dapat menyebutkan wilayah rumahnya.
e. Harga diri
Pasien terlihat malu ketika ditanya oleh perawat. Ada kontak mata
namun jarang. Pasien menjawab pertanyaan perawat seperlunya
saja.
3. Hubungan sosial
Pasien jarang

komunikasi,

miskin

bicara,

lebih

banyak

menghabiskan waktu di tempat tidur. Pasien bingung ketika ditanya


mengenai pergaulan pasien di masyarakat.
4. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan
Pasien menyatakan agama pasien Islam.
b. Kegiatan ibadah
Pasien mengatakan tidak pernah beribadah
G. Status Mental
1. Penampilan
Pasien menggunakan seragam RSJ Grhasia dengan rapi. Pasien
berambut pendek.
2. Pembicaraan

Pasien menjawab pertanyaan seperlunya. Pasien banyak diam.


Pasien bingung ketika diminta untuk bercerita. Pasien beralasan tidak ada
yang bisa diceritakan.
3. Aktivitas motorik
Wajah pasien terlihat tegang. Pasien terlihat gelisah dan menghindar
ketika diajak komunikasi. Agitasi (gerakan motorik yang menunjukan
kegelisahan).
4. Alam perasaan
Pasien terlhat banyak tersenyum ketika dilakukan wawancara.
5. Afek
Afek sesuai. Pasien sering tersenyum ketika diajak berbicara, namun
berubah ketika pasien sudah merasa bosan melakukan percakapan
dengan perawat.
6. Interaksi selama wawancara
Pasien kooperatif. Kontak mata selama wawancara cukup.
7. Persepsi
Pasien mengatakan tidak, ketika ditanya apakah mendengar dan
melihat hal-hal yang tidak dilihat dan didengar orang lain (halusinasi).
8. Proses Pikir
Pasien tidak banyak bicara. Ketika ditanya pasien hanya menjawab
seperlunya saja secara singkat.
9. Isi pikir
Sulit dinilai. Pasien menyangkal waham.
10. Tingkat kesadaran
Keadaan umum pasien baik, kesadaran compos mentis.
11. Memori
Daya ingat pasien buruk. Ketika ditanya mengenai jumlah saudaranya
berapa, pasien menjawab enam, dan ketika ditanya anak keberapa,
pasien menjawab tujuh.
12. Tingkat konsentrasi dan berhitung
Pasien sulit berkonsentrasi. Kadang pasien harus ditanya beberapa
kali kemudian pasien baru menjawab.
13. Kemampuan penilaian
Pasien beraktivitas sehari-hari seperti mandi, makan, tidur dan
menonton TV tanpa instruksi siapapun.

14. Daya tilik diri


Daya tilik diri pasien jelek. Pasien tidak ingat kenapa dibawa ke RSJG
oleh petugas.
H. Kebutuhan Persiapan Pulang
1. Makan
Pasien makan 3x sehari sesuai jadwal di Bangsal Srikandi dengan
menu nasi, sayur, lauk dan buah. Pasien selalu menghabiskan makanan.
Pasien terlihat membersihkan alat makannya secara mandiri.
2. BAB / BAK
Pasien bisa BAK dan BAB sendiri di toilet.
3. Mandi
Pasien masih di ingatkan mengenai kebersihan diri.
mengatakan

mandi

kali

sehari

dengan

menggunakan

Pasien
sabun,

membersihkan gigi dengan menggunakan sikat gigi dan pasta gigi.


Pasien mengatakan setiap hari keramas dengan menggunakan shampo.
4. Berpakaian / berhias
Pasien memakai pakaian dari RSJG, dan tidak ada penyimpangan
dalam berpakaian maupun berhias.
5. Istirahat dan tidur
Tidur siang

: Pasien menyatakan kadang tidur siang sebentar.

Tidur malam lama

: Pasien menyatakan tidur mulai pukul 20.00 hingga


05.00 WIB.

Kegiatan sebelum / sesudah tidur : Tidak ada.


6. Penggunan obat
Pasien selalu rutin minum obat selama perawatan di RSJG.
7. Pemeliharaan kesehatan
Kuku pasien terlihat kotor, pasien mengatakan tidak pernah cuci
tangan sebelum makan.
8. Kegiatan di dalam bangsal
Pasien mengatakan setelah bangun tidur, pasien langsung merapikan
tempat

tidur,

mandi,

kemudian

makan

pagi,

senam,

mengikuti

pemeriksaan kesehatan di bangsal kemudian tiduran di tempat tidur.


9. Kegiatan di luar bangsal
Pasien tidak mengikuti rehabilitasi.
I. Mekanisme Koping
Pasien tidak pernah menceritakan masalahnya kepada orang lain.
J. Masalah Psikososial dan Lingkungan

Pasien mengatakan lebih senang menyendiri, pasien menyatakan dulu


jarang berkumpul dengan orang lain seperti keluarga dan tentangga. Pasien
tidak mau mencoba berkomunikasi dengan pasien lain selama berada di
bangsal.
K. Pengetahuan
Pasien tidak mengetahui tentang manfaat, keuntungan maupun kerugian
bersosialisasi dengan yang lain.
L. Terapi
Chlorpromazin 25 mg 0-2-1
Haloperidol 5 mg 0-2-1
M. Diagnosa medis
Axis I : F 20.6
Axis II : Tidak ada info
Axis III : Belum ada diagnosa
Axis IV : Tidak ada info
Axis V : Jelek
N. Pemeriksaan penunjang (20 November 2014)
PEMERIKSAAN

HASIL

SATUAN

NILAI
NORMAL

KIMIA DARAH
SGOT
SGPT
Ureum
Kreatinin
HEMATOLOGI
Hemoglobin
Leukosit
KED
Eosinofil
Basofil
Netrofil Batang
Netrofil Segmen
Limfosit
Monosit
Eritrosit
Hematokrit
Trombosit
IMUNOLOGI
HBsAg

<31
<32
10-50
0,5-0,9

IU/L
IU/L
mg/dl
mg/dl

12
11
26,2
0,93

12-16
5-11
0-15
1-4
0-1
2-5
36-66
22-40
4-8
4,5-5,5
40-50
150-450

gr/dl
rb/mmk
mm/jam
%
%
%
%
%
%
jt/mmk
%
rb/mm

12,9
11,2
25
7
0
0
77
14
2
4,71
36,9
312

Negatif

Negatif

II.

ANALISA DATA
DATA

MASALAH
Isolasi sosial

DS : Pasien mengatakan:
1. Lebih senang menyendiri
2. Dulu jarang berkumpul dengan orang lain seperti keluarga dan
tentangga.
3. Tidak mengetahui mengenai manfaat, keuntungan maupun
kerugian bersosialisasi
DO :
a. Pasien jarang komunikasi
b. Miskin bicara
c. Lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tidur
DS :

Defisit

Pasien mengatakan tidak pernah cuci tangan sebelum makan.

perawatan diri

DO :
1. Kuku pasien terlihat kotor
2. Pasien masih di ingatkan mengenai kebersihan diri
DS :
Pasien

menyatakan

jarang

berkumpul

dan

Ketidakefektifan
lebih

senang

menyendiri
DO :
a. Pasien tidak mau mencoba berkomunikasi dengan pasien lain
selama berada di bangsal
b. Pasien terlihat gelisah dan menghindar ketika diajak komunikasi

koping individu

III.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Isolasi sosial ditandai dengan:
DS : Pasien mengatakan:
a. Lebih senang menyendiri
b. Dulu jarang berkumpul dengan orang lain seperti keluarga dan
tentangga.
c. Tidak mengetahui mengenai manfaat, keuntungan maupun
kerugian bersosialisasi
DO :
a. Pasien jarang komunikasi
b. Miskin bicara
c. Lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tidur
2. Defisit perawatan diri ditandai dengan:
DS : Pasien mengatakan tidak pernah cuci tangan sebelum
makan.
DO :
a. Kuku pasien terlihat kotor
b. Pasien masih di ingatkan mengenai kebersihan diri
3. Koping individu tidak efektif ditandai dengan:
DS : Pasien menyatakan jarang berkumpul dan lebih senang
menyendiri
DO :
a. Pasien tidak mau mencoba berkomunikasi dengan pasien lain
selama berada di bangsal
b. Pasien terlihat gelisah

dan

komunikasi
IV.

POHON MASALAH
Defisit Perawatan Diri
Core problem
Isolasi sosial
Koping individu tidak efektif

menghindar

ketika

diajak

V.
No
1.

PERENCANAAN

DIAGNOSA
KEPERAWATAN
Isolasi sosial

PERENCANAAN
TUJUAN

KRITERIA HASIL

INTERVENSI

RASIONAL

08 Desember 2014,

08 Desember 2014, 09.00 WIB 08 Desember 2014, 09.00 WIB


08 Desember 2014,
1. Setelah 2x interaksi
1. Bina hubungan saling percaya dengan:
09.00 WIB
09.00 WIB
a. Beri salam setiap interaksi
pasien menunjukkan
Tujuan Umum:
b. Perkenalkan nama, nama panggilan
Dengan
terbinanya
tanda-tanda percaya
Pasien dapat
hubungan
saling
perawat, dan tujuan perawat
kepada atau terhadap
berinteraksi dengan
berkenalan
percaya
merupakan
perawat:
c. Tanyakan dan panggil nama
orang lain.
dasar untuk interaksi
a. Wajah cerah,
kesukaaan pasien
Tujuan Khusus:
perawat dengan pasien
tersenyum
d. Tunjukkan sikap jujur dan menepati
1. Pasien dapat
dan
dasar
untuk
b. Mau berkenalan
janji
c. Ada kontak mata
membina hubungan
merencanakan
e. Tanyakan perasaan pasien dan
d. Bersedia
saling percaya
perencanakan
masalah yang dihadapi pasien
menceritakan
f. Buat kontrak interaksi yang jelas
Tina
selanjutnya.
perasaan
2. Dengarkan dengan penuh perhatian
2. Bersedia mengungkapkan
Tina
ekspresi perasaan pasien
masalahnya
Tina

Tina

08 Desember 2014,

08 Desember 2014, 09.00 WIB

09.00 WIB
Tujuan khusus :
2. Pasien mampu

Setelah 1x interaksi pasien

menyebutkan

dapat menyebutkan minimal


satu penyebab menarik diri

08 Desember 2014, 09.00 WIB


1. Tanyakan pada pasien tentang:
a. orang yang tinggal serumah atau

08 Desember 2014,
09.00 WIB
Diketahuinya penyebab

teman sekamar pasien


akan dapat dihubungkan
b. orang yang paling dekat dengan pasien

penyebab menarik
diri

dari:

di rumah atau di ruang perawatan


c. Apa yang membuat pasien dekat

1. Diri sendiri
Tina 2. Orang lain
3. Lingkungan

dengan faktor presipitasi


yang dialami pasien

Tina

dengan orang tersebut


d. Orang yang tidak dekat dengan pasien

Tina

di rumah atau di ruang perawatan


e. Apa yang membuat pasien tidak dekat
f.

dengan orang tersebut


Upaya yang sudah dilakukan agar

dekat dengan orang lain


2. Diskusikan dengan pasien penyebab
menarik diri
3. Beri pujian terhadap kemampuan pasien
mengungkapkan perasaannya

Tina
08 Desember 2014,

08 Desember 2014, 09.00 WIB

09.00 WIB
3. Pasien mampu

Setelah 1x interaksi dengan

menyebutkan

pasien dapat menyebutkan


keuntungan berhubungan

keuntungan

sosial, misalnya:

berhubungan
sosial dan kerugian
menarik diri.

Tina

1.
2.
3.
4.

Banyak teman
Tidak kesepian
Bisa diskusi
Saling menolong

Dan kerugian menarik diri,

08 Desember 2014, 09.00 WIB


1. Tanyakan pada pasien tentang:
a. Manfaat hubungan sosial
b. Kerugian menarik diri
2. Diskusikan bersama pasien tentang
manfaat berhubungan sosial dan

08 Desember 2014,
09.00 WIB
Dengan mengetahui
keuntungan dari
berinteraksi pasien

kerugian menarik diri


3. Beri pujian terhadap kamampuan pasien

diharapkan terdorong
untuk berinteraksi

mengungkapkan perasaannya

Tina

Tina

misalnya:
1. Sendiri
2. Kesepian
3. Tidak bisa diskusi

Tina
08 Desember 2014,

08 Desember 2014, 09.00 WIB

09.00 WIB
4. Pasien dapat

Setelah 3x interaksi pasien

hubungan sosial
secara bertahap.

Tina

hubungan sosial secara

09.00 WIB

berkenalan atau berkomunikasi dengan:


a. Perawat lain
b. Pasien lain
c. Kelompok
3. Libatkan pasien dalam Terapi Aktivitas

bertahap dengan:
a.
b.
c.
d.

08 Desember 2014,

berhubungan sosial
2. Beri motivasi dan bantu pasien untuk

dapat melaksanakan

melaksanakan

08 Desember 2014, 09.00 WIB


1. Observasi perilaku pasien saat

Perawat
Perawat lain
Pasien lain
Kelompok

Tina

Kelompok Sosialisasi
4. Diskusikan jadwal harian yang dapat
dilakukan untuk meningkatkan
kemampuan pasien bersosialisasi
5. Beri motivasi pasien untuk melakukan
kegiatan sesuai dengan jadwal yang
telah dibuat
6. Beri puian terhadap kemampuan pasien
memperluas pergaulannya melalui
aktivitas yang dilaksanakan

Tina

Pasien harus mencoba


berinteraksi secara
bertahap agar terbiasa
membina hubungan
yang sehat dengan
orang lain

Tina

08 Desember 2014,

08 Desember 2014, 09.00 WIB

09.00 WIB
5. Pasien mampu

Setalah 3x interaksi pasien

menjelaskan

dapat menjelaskan
berhubungan sosial dengan:

setelah

1. Orang lain
2. Kelompok

berhubungan

Tina

sosial.

08 Desember 2014,
09.00 WIB

perasaannya setelah berhubungan

perasaannya setelah

perasaannya

08 Desember 2014, 09.00 WIB


1. Diskusikan dengan pasien tentang

Mengungkapkan

sosial dengan:
a. Orang lain
b. kelompok
2. beri pujian terhadap kemampuan pasien
mengungkapkan perasaannya

Tina

Tina
08 Desember 2014,
09.00 WIB
6. Pasien dapat
memanfaatkan
obat dengan baik.

Tina

perasaan akan
membantu pasien
menilai keuntungan
berinteraksi dengan
orang lain.

Tina
08 Desember 2014, 09.00 WIB
1. Setelah 1x interaksi pasien
menyebutkan:
a. Manfaat minum obat
b. Kerugian tidak minum
obat
c. Nama, warna, dosis,
efek terapi, dan efek
samping obat
2. Setelah 3x interaksi pasien
mendemonstrasikan
penggunaan obat dengan
benar
3. Setelah 1x interaksi pasien

08 Desember 2014, 09.00 WIB


1. Diskusikan dengan pasien tentang

08 Desember 2014,
09.00 WIB

manfaat dan kerugian tidak minum obat,


nama, warna, dosis, cara, efek terapi,
dan efek samping penggunaan obat
2. Pantau pasien saat penggunaan obat
3. Beri pujian jika kliien menggunakan obat
dengan benar
4. Diskusikan akibat berhenti minum obat
tanpa konsultasi dokter
5. Anjurkan pasien untuk konsultasi

Komunikasi yang
terapeutik dan disertai
dengan penggunaan
obat secara benar
melalui prinsip 5 benar
akan sangat membantu
pasien dalam mengatasi

kepada dokter atau perawat jika terjadi

permasalahannya yang
sedang dihadapi.

hal-hal yang tidak diinginkan

Tina

Tina

menyebutkan akibat
berhenti minum obat tanpa
konsultasi dokter

Tina
2.

Defisit perawatan

08

Desember

diri

09.00 WIB

2014,

08 Desember 2014, 09.00 WIB

08 Desember 2014, 09.00 WIB

08

Pasien mampu menyebutkan :

1. Bina hubungan saling percaya


2. Diskusikan dengan pasien :
Tujuan umum :
1. Penyebab tidak merawat
a. Penyebab pasien tidak merawat diri
Setelah 2x interaksi
diri
b. Manfaat menjaga perawatan diri untuk
2. Manfaat
menjaga
pasien
mampu
keadaan fisik, mental dan sosial.
perawatan diri
c. Tanda-tanda perawatan diri yang baik
melakukan perawatan
3. Tanda-tanda bersih dan
d. Penyakit atau gangguan kesehatan
diri secara mandiri
rapi
yang bisa dialami oleh pasien bila
Tujuan khusus :
4. Kerugian yang dialami jika
perawatan diri tidak adekuat
1. Pasien
dapat
perawatan
diri
tidak 3. Berikan pujian untuk setiap respon pasien
membina hubungan
saling percaya
2. Pasien mengetahui

diperhatikan

Desember

2014,

09.00 WIB
Meningkatkan
pengetahuan pasien dan
memotivasi pasien untuk
meningkatkan
perawatan diri
Putri

yang positif
Putri 4. Pantau dan bantu pasien saat perawatan
diri
Putri

pentingnya
perawatan diri
Putri
3.

Ketidakefektifan

08 Desember 2014,

08 Desember 2014, 09.00 WIB

08 Desember 2014, 09.00 WIB

08

koping individu

09.00 WIB

Setelah 3x interaksi pasien

Bina hubungan saling percaya dengan:

09.00 WIB

Tujuan umum:

menunjukkan tanda-tanda

1.

Hubungan saling

Beri salam

Desember

2014,

Pasien dapat

percaya kepada perawat

menggunakan

1.
2.
3.
4.

mekanisme koping
yang efektif
Tujuan khusus:

Wajah cerah, tersenyum


Mau berkenalan
Ada kontak mata
Bersedia menceritakan

2.

panggilan yang disukai.

percaya merupakan
dasar untuk kelancaran

3.

Jelaskan tujuan interaksi.

4.

Yakinkan pada pasien perawat akan

hubungan selanjutnya.
Vinda

menolong.

perasaan.
Vinda

1. Pasien mampu

Perkenalkan diri,tanyakan nama

membina hubungan

5.

Yakinkan kerahasiaan akan terjaga.

6.

Tunjukkan sikap terbuka.


Vinda

saling percaya
dengan perawat.
08

Vinda
Desember 2014,

08 Desember 2014, 09.00 WIB

08 Desember 2014, 09.00 WIB

08

09.00 WIB

Setelah 2x interaksi pasien

Motivasi pasien untuk mengungkapkan

09.00 WIB

Tujuan khusus:

dapat mengungkapkan

perasaan dan pikirannya saat ini

Mengetahui perasaan

2. Pasien dapat

perasaannya secara bebas

Vinda

Desember

dan pikirannya saat ini

Vinda

membuka

2014,

Vinda

perasaannya secara
bebas
08

Desember

Vinda
2014,

08 Desember 2014, 09.00 WIB

08 Desember 2014, 09.00 WIB

08

Desember

2014,

09.00 WIB

Setelah 3x interaksi pasien

Diskusikan dengan pasien tentang pasien

09.00 WIB

Tujuan khusus:

dapat :

tentang :

Memberikan informasi

3. Pasien dapat

1. Mengungkapkan cara-cara

mengidentifikasi

yang dapat dilakukan

koping dan perilaku

dalam mengatasi perasaan

yang berkaitan
dengan kejadian
yang dihadapi
Vinda

dan masalah.
2. Mengidentifikasi koping

1. Cara-cara yang dapat dilakukan dalam

pada pasien tentang

mengatasi perasaan dan masalah.


2. Koping yang pernah dipakai
3. Alternatif koping yang tepat bagi pasien
Vinda

koping apa saja yang


boleh dan tidak boleh
dilakukan dalam
menghadapi suatu

yang pernah dipakai.


3. Menyebutkan alternatif

masalah
Vinda

koping yang tepat bagi


pasien
Vinda
08 Desember 2014, 09.00 WIB

08 Desember 2014, 09.00 WIB

08

09.00 WIB

Setelah 3x interaksi pasien

Bantu pasien untuk :

09.00 WIB

Tujuan khusus:

dapat :

Membantu pasien untuk

4. Pasien dapat

1. Mengidentifikasi pemikiran

1. Meningkatkan pemikiran yang positif.


2. Mengidentifikasi ketetapan persepsi

08

Desember

2014,

memodifikasi pola
kognitif yang negatif
Vinda

negatif dan bantu untuk


menurunkan melalui
interupsi/substitusi.
2. Mengidentifikasi ketetapan
persepsi pasien yang tepat,
penyimpangan dan
pendapat yang tidak
rasional
3. Mengurangi penilaian yang

pasien yang tepat, penyimpangan dan


pendapat yang tidak rasional.
3. Mengurangi penilaian yang negatif
terhadap dirinya.
4. Mengevaluasi ketepatan persepsi, logika
dan kesimpulan yang dibuat pasien
Vinda

Desember

2014,

mengubah perilaku
negatif ke perilaku positif
Vinda

negatif terhadap dirinya.


4. Menyadari nilai yang
dimilikinya/perilakunya dan
perubahan yang terjadi
Vinda

VI.

CATATAN PERKEMBANGAN

DIAGNOSA
KEPERAWATAN
Isolasi sosial

IMPLEMENTASI

EVALUASI

Senin , 08 Desember 2014

Senin , 08 Desember 2014

08.00 WIB

08.30 WIB

Mengikutsertakan dan memotivasi pasien

S : Pasien mengatakan Selamat pagi teman-teman, nama saya Erni, hobi saya

mengikuti TAK: Sosialisasi sesi 1

bernyanyi
Vinda

O : Pasien mengangguk ketika diminta ikut TAKS sesi 1, pasien kooperatif, pasien
mengikuti TAKS sesi 1 hingga selesai
A : Pasien dapat melaksanakan hubungan sosial secara bertahap dengan pasien lain

dan kelompok
P : N : Bina hubungan saling percaya, ikut sertakan serta motivasi pasien mengikuti
semua sesi TAKS
K : Membina hubungan saling percaya dengan perawat, mengikuti semua sesi TAK
Vinda
Isolasi sosial

Senin , 08 Desember 2014

Senin , 08 Desember 2014

08.30 WIB

09.00 WIB

1. Membina

hubungan

percaya

S : Pasien menyebutkan kegiatan sehari-harinya Bangun tidur, merapikan tempat tidur,

dengan:
a. Memberi salam setiap interaksi
b. Memperkenalkan
nama,
nama

mandi, makan pagi, tidur siang, makan siang, tidur, mandi, makan malam, pasien

panggilan

saling

perawat,

dan

tujuan

perawat berkenalan
c. Menananyakan dan panggil nama
kesukaaan pasien
d. Menunjukkan
sikap

mengatakan suka tidur


O : Pasien mau duduk berdampingan, pasien terlihat gelisah, pasien menjawab
pertanyaan seperlunya saja sambil tersenyum, pasien tidak mau bercerita
A : Pasien menunjukkan sedikit tanda-tanda percaya kepada perawat, pasoen belum
bersedia mengungkapkan masalahnya

jujur

dan

menepati janji
e. Menanyakan perasaan pasien dan

P : N : Dengarkan dengan penuh perhatian ekspresi perasaan pasien


K : Mengekspresikan perasaan
Vinda

masalah yang dihadapi pasien


f. Membuat kontrak interaksi yang jelas
2. Mendengarkan dengan penuh perhatian
ekspresi perasaan pasien
Vinda
Isolasi sosial

Senin , 08 Desember 2014

Senin, 08 Desember 2014

09.30 WIB

09.40 WIB

1. Tanyakan pada pasien tentang:


a. Orang yang tinggal serumah atau

S : Pasien mengatakan lebih banyak tiduran di kamar, pasien mengatakan tidak suka

teman sekamar pasien


b. Orang yang paling dekat dengan
pasien

di

rumah

atau

di

ruang

perawatan
c. Apa yang membuat pasien dekat
dengan orang tersebut
d. Orang yang tidak dekat
pasien

di

rumah

atau

berkumpul dan mengobrol, lebih suka tiduran dan menyendiri di tempat tidur
O : Pasien jarang berkomunikasi dengan perawat dan pasien lain, pasien tidak banyak
bicara, pasien harus banyak ditanya agar bicara, pasien terlihat sungkan untuk bicara,
pasien terlihat bingung dan senyum-senyum ketika ditanya mengenai kehidupan di
rumah
A : Pasien dapat menyebutkan penyebab menarik diri

dengan
di

ruang

P : N : Ajak pasien untuk benkenalan dengan yang lain


K : Pasien mau berkenalan dengan pasien lain dan perawat

perawatan
e. Apa yang membuat pasien tidak
f.

Tina

dekat dengan orang tersebut


Upaya yang sudah dilakukan agar

dekat dengan orang lain


2. Diskusikan dengan pasien

penyebab

menarik diri
3. Beri pujian terhadap kemampuan pasien
Tina
Defisit perawatan

Senin, 08 Desember 2014

Senin, 08 Desember 2014

diri

Pukul 10.00 WIB

Pukul 10.30 WIB

1. Membina hubungan saling percaya


2. Mendiskusikan pentingnya kebersihan

S : Pasien menyatakan mengerti tentang perawatan diri


O : Pasien terlihat bingung saat dianjurkan untuk menjelaskan kembali cara perawatan

diri

dan

berdandan,

pemenuhan

kebutuhan nutrisi dan eliminasi yang


baik
3. Menjelaskan cara perawatan diri

diri yang baik.


A : Pasien dapat membina hubungan saling percaya dan pasien mengetahui
pentingnya perawatan diri

Putri

P : N : Motivasi pasien dalam perawatan diri secara mandiri


K : Melakukan perawatan diri secara mandiri
Putri

Isolasi sosial

Selasa, 09 Desember 2014

Selasa, 09 Desember 2014

15.00 WIB

15.30 WIB

1. Membina hubungan saling percaya


2. Menanyakan pada pasien tentang:
a. Manfaat hubungan sosial
b. Kerugian menarik diri
3. Mendiskusikan bersama pasien tentang
manfaat

berhubungan

sosial

dan

kerugian menarik diri


4. Memberi pujian terhadap kamampuan
pasien mengungkapkan perasaannya
Putri

S : Ketika ditanya mengenai keuntungan berhubungan sosial, pasien mengatakan


Banyak teman, Senang, ketika ditanya mengenai kerugian berhubungan sosial
pasien mengatakan Sendirian
O : Pasien menjawab pertanyaan perawat seperlunya, pasien mampu menyebutkan
nama perawat setelah berkenalan, pasien hanya tersenyum dan kebingunganketika
ditanya mengenai keuntungan dan kerugian menarik diri
A : Pasien dapat menyebutkan keuntungan dan keuntungan berhubungan sosial
P : Latih pasien berkenalan dengan 2 orang atau lebih
K : Pasien dapat melakukan hubungan sosial secara bertahap
Putri

Ketidakefektifan

Selasa, 09 Desember 2014

Selasa, 09 Desember 2014

koping individu

15.30 WIB

16.00 WIB

1. Mendiskusikan dengan pasien tentang:


a. Cara-cara yang dapat dilakukan
dalam mengatasi perasaan dan
masalah.
b. Koping yang pernah dipakai
c. Alternatif koping yang tepat bagi
pasien

S : Pasien mengatakan tidak punya ketika ditanya mempunyai teman dekat tidak,
pasien mengatakan tidak pernah bercerita dengan orang atau sahabat saat mempunyai
masalah, pasien mengatakan setuju jika ada masalah bercerita dengan lainnya,
O : Pasien terlihat lebih akrab dengan mahasiswa dari pertemuan sebelumnya, pasien
terlihat belum mau untuk berdidkusi banyak mengenai apa yang dialami dan cara
mengatasinya
A : Pasien dapat mengungkapkan cara-cara yang dapat dilakukan dalam mengatasi

Tina

perasaan dan masalah, mengidentifikasi koping yang pernah dipakai, menyebutkan


alternatif koping yang tepat bagi pasien
P : N : Anjurkan pasien untuk mempraktekkan apa yang sudah disepakati bersama
dalam menghadapi sebuah masalah
K : Bercerita kepada teman satu bangsal atau perawat mengenai masalahnya
Tina

Isolasi sosial

Senin , 08 Desember 2014

Senin , 08 Desember 2014

08.00 WIB

08.30 WIB

Mengikutsertakan dan memotivasi pasien

S : Pasien mengatakan Di rumah sering melakukan apa kepada pasien di sebelahnya

mengikuti TAK: Sosialisasi sesi 3

O : Pasien mengangguk ketika diminta ikut TAKS sesi 3, pasien kooperatif, pasien
Vinda

mengikuti TAKS sesi 3 hingga selesai, pasien berperan aktif walaupun dengan sedikit
dorongan dan bantuan untuk berbicara
A : Pasien dapat melaksanakan hubungan sosial secara bertahap dengan pasien lain

dan kelompok
P : N : Ikut sertakan serta motivasi pasien mengikuti semua sesi TAKS
K : Mengikuti semua sesi TAK
Vinda
Isolasi sosial

Rabu, 10 Desember 2014

Rabu, 10 Desember 2014

10.30 WIB

11.00 WIB

1. Menjelaskan jenis obat yang diminum

S : Pasien mengatakan paham tentang kerugian jika tidak minum obat, pasien

oleh

pasien,

kegunaan

serta

efek

sampingnya
2. Mendiskusikan kerugiannya jika berhenti
minum obat
3. Menjelaskan pinsip-prinsip minum obat
Tina

mengatakan lupa ketika ditanya efek samping obat secara umum, pasien mengatakan
lupa obat apa yang harus diminum
O : Pasien kurang antusias ketika dijelaskan, pasien masih terlihat pasif ketika
berinteraksi dengan mahasiswa, pasien belum mampu menjelaskan kembali mengenai
5 benar obat
A : Pasien mendemonstrasikan penggunaan obat dengan benar dan dapat mengerti
akibat berhenti minum obat tanpa konsultasi dokter
P : N : Kelola pemberian obat pasien
K : Meminum obat secara mandiri dan sadar diri
Tina

ketidafefektifan

Rabu, 10 Desember 2014

Rabu, 10 Desember 2014

koping individu

13.00 WIB

14.00 WIB

Memotivasi pasien untuk mengungkapkan

S : Pasien mengatakan tidak ada yang ingin diceritakan, pasien mengatakan tidak mau

perasaan dan pikirannya saat ini

bercerita, pasien mengatakan perasaannya senang tidak ada masalah.

Tina

O : Pasien masih terlihat tertutup belum ingin bercerita


A : Pasien belum mampu mengungkapkan perasaanya secara bebas
P : N : Motivasi ulang untuk bercerita tentang apa yang dialaminya
K : Mengungkapkan perasaanya secara bebas
Tina

BAB III
KESIMPULAN

Isolasi sosial adalah keadaan dimana seseorang individu mengalami


penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain
disekitarnya. Pasien mungkin merasa ditolak, tidak diterima, kesepian, dan tidak
mampu membina hubungan yang berarti dengan orang lain (Purba, dkk. 2008).
Dari asuhan keperawatan pada Ny.E dengan isolasi di bangsal Srikandi RSJ
Grhasia DIY selama 3 x 24 jam dapat diangkat 3 diagnosa keperawatan yaitu :
4. Isolasi sosial ditandai dengan, pasien mengatakan lebih senang menyendiri,
dulu jarang berkumpul dengan orang lain seperti keluarga dan tentangga, tidak
mengetahui mengenai manfaat, keuntungan maupun kerugian bersosialisasi,
pasien jarang komunikasi, miskin bicara, lebih banyak menghabiskan waktu di
tempat tidur
5. Defisit perawatan diri ditandai dengan pasien mengatakan tidak pernah cuci
tangan sebelum makan, kuku pasien terlihat kotor, pasien masih di ingatkan
mengenai kebersihan diri.
6. Koping individu tidak efektif ditandai dengan, pasien menyatakan jarang
berkumpul dan lebih senang menyendiri, pasien tidak mau mencoba
berkomunikasi dengan pasien lain selama berada di bangsal, pasien terlihat
gelisah dan menghindar ketika diajak komunikasi
Dari 3 diagnosa keperawatan di atas ada 2 masalah teratasi dan 1 masalah
teratasi sebagian yaitu :
1. Isolasi sosial teratasi
2. Defisit perawatan diri teratasi
3. Koping individu tidak efektif teratasi sebagian karena pasien belum mampu
mengungkapkan perasaan secara terbuka kepada pasien lain maupun perawat.