Anda di halaman 1dari 4

Setelah melakukan pengeboran disuatu sumur, kita akan melakukan

melakukan produksi. Didalam produksi ini kita tidak hanya


memproduksikan Oil atau Minyak saja, tetapi Water (Air) dan Gas juga
ikut terproduksikan.
Agar 3 fasa tersebut terpisah kita melakukan pemisahan di Block
Station. Yang dimana Block Station ini adalah tempat dimana dari semua
sumur atau dari setiap Wellhead suatu sumur yang akan dialirkan ke Block
Station. Block Station inilah tempat pemisahan dari Oil (Minyak), Water
(Air), dan Gas yang dialirkan melalui Flowline ke manifold.
Di Block Station inilah tempat Separator berada. Yang mana
Separator adalah alat berupa tabung bertekanan yang digunakan untuk
memisahkan fluida dengan gas yang di desain berupa vertikal atau
horizontal tergantung dari kondisi dan peletakannya. Dapat dilakukan
dengan beberapa cara yaitu prinsip penurunan tekanan, gravity settling,
turbulensi aliran atau perubahan arah aliran, dan pemecahan atau
tumbukan fluida.
Fungsi utama dari separator yaitu :
1. Memisahkan fase pertama cairan hidrokarbon dan air bebasnya
dari gas atau cairan, tergantung mana yang lebih dominan.
2. Melakukan usaha lanjutan dari pemisahan fase pertama dengan
mengendapkan sebagian besar dari butiran-butiran cairan yang
ikut di dalam aliran gas.
3. Mengeluarkan gas maupun cairan yang telah dipisahkan dari
separator secara terpisah dan meyakinkan bahwa tidak terjadi
proses balik dari salah satu arah ke arah yang lainnya.
Untuk mendapakatkan effisiensi kerja yang stabil dengan kondisi yang
bervariasi, gas liquid separator harus mempunyai komponen pemisah sebagai
berikut :

a. Bagian pemisah pertama, berfungsi untuk memisahkan cairan dari


aliran fluida yang masuk dengan cepat berupa tetes minyak dengan
ukuran besar.
b. Bagian pemisah kedua, berfungsi untuk memisahkan tetes cairan kecil
dengan prinsip gravity settling.
c. Mist extraktor, berfungsi untuk memisahkan tetes cairan berukuran
sangat kecil (kabut).
d. Peralatan kontrol, berfungsi untuk mengontrol kerja separator terutama
pada kondisi over pressure.
Di dalam block station, disamping terdapat separator pemisah
gabungan terdapat juga separator test yang berfungsi untuk melakukan
pengujian (test) produksi suatu sumur.
Disamping itu ditinjau dari tekanan kerjanya pun separator dapat
dibagi tiga, yaitu:
1. Separator bertekanan tinggi (750 1500 psi)
2. Separator bertekanan sedang (230 700 psi)
3. Separator bertekanan rendah (10 225 psi)

Jenis separator berdasarkan bentuk dan posisinya :


1. Separator Vertical

2. Separator Horizontal

Disini saya akan lebih membahas tentang Separator Vertical.


Separator Vertical biasanya digunakan untuk memisahkan fluida
produksi yang mempunyai GLR rendah dan/atau kadar padatan tinggi,
separator ini sudah dibersihkan serta mempunyai kapasitas cairan dan
gas yang besar. Produksi dari sumur minyak di separator vertikal

sedangkan produksi dari sumur gas diproses di separator horizontal.


Hal ini karena pada separator horizontal memiliki daerah pemisahan
yang lebih luas dan panjang disbanding separator vertical.
Kelebihan dari separator vertical yaitu :
a. Separator vertical dapat menangani slug cairan dalam jumlah yang
relatif besar tanpa liquid carryover pada outlet gas.
b.
c. Pengontrol level cairan tidak terlampau rumit
d. Dapat menanggulangi pasir dalam jumlah besar
e. Mudah dibersihkan karena bagian bawah mempunyai design yang
kerucut
f. Mempunyai Kapasitas surge cairan yang besar
Kekurangannya :
a. Lebih sulit merawat peralatan keselamatan yang terpasang diatas
b. Pemasangan outlet gas lebih sulit
c. Harga lebih mahal
d. Membutuhkan diameter yang lebih besar untuk sesuatu kapasitas
gas tertentu