Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PROYEK KALKULUS II

INTEGRAL

DISUSUN
Oleh :
NAMA

: WINA AYU LESTARI

NPM

: F1A011010

PRODI

: MATEMATIKA

DOSEN PEMBIMBING

ULFASARI

RAFFLESIA, S.Si, M.Si


ASISTEN

:
1. GARRY RUSMADI
2. APRILIYANUS R. PRATAMA
3. MERLISA PRAPTININGTIAS

OKTAVIANA

JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM
UNIVERSITAS BENGKULU

2012
A. TUJUAN
Tujuan dibuatnya laporan ini antara lain :
Menuliskan bentuk integral tak tentu
Menuliskan bentuk integral tentu
Menghitung integral tentu dan integral tak tentu

B. LANDASAN TEORI
Integral suatu fungsi dapat didefinisikan sebagai berikut :
Invers (operasi kebalikan) dari turunan fungsi
Limit dari jumlah (luas daerah)
Integral terbagi menjadi dua yaitu integral tak tentu dan
integral tertentu. Notasi integral yang populer adalah notasi
Leibniz yang menggunakan lambang

dx

1. Integral Tak Tentu


1.1

Definisi Integral Tak Tentu


Kita sebut F suatu anti turunan dari f pada selang I

jika DF = f pada I yakni, jika F(x) = f(x)untuk semua x


dalam I. (Jika x suatu titik ujung dari I, F(x) hanya perlu
berupa turunan satu sisi).

1.2 Teorema-Teorema Integral Tak Tentu

Teorema A Aturan Pangkat


Jika r adalah sembarang bilangan rasional kecuali -1,
maka

x r dx=

r +1

x
+C
r +1

Teorema B

sin x dx=cos x+ C
cos x dx=sin x +C
Teorema C Integral Tak-Tentu adalah Operator Linear
Andaikan f dan g mempunyai anti turunan
(integral tak tentu) dan andaikan k suatu konstanta.
Maka :
i.
ii.
iii.

kf ( x ) dx=k f ( x ) dx ;
[ f ( x ) + g( x )] dx = f ( x ) dx + g ( x ) dx ;
[ f ( x )g ( x)] dx= f ( x ) dx g ( x ) dx ;

Teorema D Aturan

Pangkat

dan akibatnya

yang

Digeneralisir

(Generalized Power Rule)


Andaikan g suatu fungsi terdiferensiasikan dan r
suatu bilangan rasional yang bukan -1. Maka :
r

[ g( x )] g ( x ) dx=
'

[ g(x )]

r+1

r +1

+C

e v dv
v
v
maka e dv=e +C

Integral Fungsi Exponensial :


Karena

de v=e v dv

Integral Tak Tentu Fungsi Trigonometri

cos ( ax+ b ) dx= a sin ( ax +b )+C

sin ( ax +b ) dx=

1.3

1
cos ( ax +b )+ C
a
1
sec2 ( ax +b ) dx = a tan ( ax +b )+ C
1
csc2 ( ax +b ) dx= a cot ( ax +b ) +C
1
sec ( ax+b ) tan ( ax+ b ) dx= a sec ( ax+ b ) +C
1
csc ( ax +b ) cot ( ax +b ) dx= a csc ( ax +b ) +C

Persamaan Diferensial Sederhana


Persamaan

diferensial

merupakan

persamaan

yang

diketahui turunan fugsinya, tapi belum diketahui persamaan


aslinya.
diferensial

Sebagaimana

persamaan

memerlukan

metode

lainnya,

persamaan

khusus

untuk

menyelesaikannya. Persamaan diferensial yang dibahas di sini


adalah persamaan differensial orde pertama dengan peubah
terpisah.
dy
=f (x )
dx

dapat ditulis menjadi dy=f ( x ) dx

Dengan mengintegralkan ruas kiri dan kanan, diperoleh :

dy = f ( x ) dx y= f ( x ) dx

2.Integral Tentu
1.1

Definisi Integral Tentu


Anggaplah f suatu fungsi yang didefinisikan pada selang

tertutup [a,b]. Jika


x i
f () x i
n

i=1

lim
|P| 0

ada, kita katakan f adalah terintegrasikan pada [a,b]. Lebih


b

lanjut

f ( x ) dx ,

disebut

integral

Riemann) f dari a ke b, diberikan oleh


x i
f () xi
n

i =1

f ( x ) dx= lim
|P| 0
b

tentu

(atau

integral

f ( x ) dx

menyatakan luas daerah yang tercakup diantara

kurva y = f(x) dan sumbu x dalam selang [a,b], jika

f ( x ) dx
a

bertanda negatif maka


menyatakan luas daerah yang berada dibawah sumbu x.

Definisi :
a

f ( x ) dx=0
a

f ( x ) dx= f ( x ) dx , a>b
b
b

1.2 Teorema-Teorema Integral Tentu


Teorema A Teorema Keintegrasian
Jika f terbatas pada [a,b] dan f kontinu di sana kecuali
pada

sejumlah

titik

yang

berhingga,

maka

terintegrasikan pada [a,b]. Khususnya, jika f kontinu pada


seluruh selang [a,b], maka f terintegrasikan pada [a,b].
Sebagai konsekuensi dari teorema ini, fungsi-fungsi
berikut terintegrasikan pada setiap selang tertutup [a,b].
1) Fungsi polinomial
2) Fungsi sinus dan kosinus

3) Fungsi rasional, asalkan [a,b] tidak mengandung titiktitik yang mengakibatkan penyebut 0.
Teorema B Sifat

Tambahan

pada

Selang

(Interval

Additive Property)
Jika f terintegrasikan pada sebuah selang yang
mengandung titik-titk a, b, dan c, maka :
c

f ( x ) dx= f ( x ) dx + f ( x ) dx
a

Teorema Kelinearan Integral Tentu


Andaikan bahwa f dan g terintegritaskan pada [a,b]
dan bahwa k konstanta. Maka k dan f + g terintegrasikan
dan :
b

i.

kf ( x ) dx=k f ( x ) dx ;
a

b
b

ii.

[ f ( x ) + g(x )] dx =
a

f ( x ) dx+ g ( x ) dx ;
a

dan akibatnya

b
b

iii.

[ f ( x )g ( x)] dx=
a

f ( x ) dx g ( x ) dx
a

1.3 Teorema Dasar kalkulus

Teorema Dasar Kalkulus memberikan kemudahan untuk


menghitung Integral Tentu, berikut teorema tersebut :

Misal f kontinu pada [a,b] dan F sebarang anti turunan f,


maka
b

f ( x ) dx=F ( b )F (a)
a

Selanjutnya ditulis :
F ( b )F ( a ) =

C.LANGKAH KERJA
1) Buka program Maple, double klik pada icon
yang terdapat pada deskstop atau klik start

Maple
all program

maple 15
2) Tunggu beberapa saat sampai muncul tampilan Maple.

3) Pada tampilan awal Mapel, akan muncul tanda [> yang artinya
Maple sudah siap untuk diperintah.
4) Ketik with(student) pada Maple,
tampilan sebagai berikut :

sehingga

akan

muncul

5) Masukan perintah ke dalam Maple dengan format, sebagai


berikut :
Integral Tak Tentu
>int(expr,x);
>Int(expr,x);
Keterangan :
int = Dibaca Maple sebagai hasil integral
Int = Dibaca Maple sebagai lambang integral
expr
= Persamaan yang akan diintegralkan
x
= Variabel

Integral Tentu
>int(expr,x=a..b,opt);
>Int(expr, x=a..b,opt);
Keterangan :
int = Dibaca Maple sebagai hasil integral
Int = Dibaca Maple sebagai lambang integral
expr = Persamaan yang akan diintegralkan
x
= Variabel
a..b = Selang
opt = Menunjukan pilihan ;
Continous
= Untuk hasil integral yang
kontinu

AllSolutions
=
Untuk hasil integral
semua solusi
CauchyPrincipalValue = Untuk hasil integral
yang tidak
mempunyai limit kiri dan
kanan

D.

TUGAS LAPORAN

Soal
Tentukan integral dari :
1
7
x +x
1
f ( x )= 3 7 , x=1. .1
x +x
f ( x )=

1)
2)

3)

f ( x )= 9x 2 , x =0..2

4)

f ( x )=e (x ) ( x ) , x=0. .

5)

f ( x )=|x4|

Jawab
1) Untuk menentukan integral dari f ( x )=

1
7
x +x
3

dalam Maple :

Langkah-langkah :
1. >with(student);
2.
>int(1/(x^3+x^7),x);
1
2) Untuk menentukan integral dari f ( x )= 3

x +x

:
Langkah-langkah :
1. >with(student);
2. >int(1/(x^3+x^7),x=-1..1);

, x=1. .1 dalam Maple

3) Untuk menentukan integral dari

f ( x )= 9x 2 , x =0..2

dalam

Maple :
Langkah-langkah :
1. >with(student);
2. >int(-sqrt(9-x^2),x=0..2);

4) Untuk menentukan integral dari

f ( x )=e (x ) ( x ) , x=0. .

dalam

Maple:
Langkah-langkah :
1. >with(student);
2. >int(exp(-x^2)*In(x),x=0..infinity);

5) Untuk menentukan integral dari f ( x )=|x4| dalam Maple :


Langkah-langkah :
1. >with(student);
2. >int(abs(x-4),x);

E.HASIL DAN PEMBAHASAN


1) Untuk menentukan integral dari f ( x )=
Langkah-langkah :
1. >with(student);

2. >int(1/(x^3+x^7),x);

1
7
x +x
3

dalam Maple :

1
2) Untuk menentukan integral dari f ( x )= 3

x + x7

:
Langkah-langkah :
1. >with(student);

2. >int(1/(x^3+x^7),x=-1..1);

, x=1. .1 dalam Maple

3) Untuk menentukan integral dari

f ( x )= 9x 2 , x =0..2

dalam

Maple :
Langkah-langkah :
1. >with(student);

2. >int(-sqrt(9-x^2),x=0..2);

4) Untuk menentukan integral dari


Maple :

f ( x )=e (x ) ( x ) , x=0. .

dalam

Langkah-langkah :
1. >with(student);

2. >int(exp(-x^2)*In(x),x=0..infinity);

5) Untuk menentukan integral dari f ( x )=|x4|


Langkah-langkah :
1. >with(student);

dalam Maple :

2. >int(abs(x-4),x);

F. KESIMPULAN
Berdasarkan

pratikum

yang

telah

kita

lakukan,

kita

mengetahui bahwa untuk menentukan integral suatu fungsi pada


Maple,

dapat

menggunakan

perintah

[>int(expr,x);

dan

[>Int(expr,x);

untuk

integral

tak

tentu,

sedangkan

untuk

integral tentu menggunakan perintah [>int(expr,x=a..b,opt);


dan

[>Int(expr,x=a..b,opt);

Perintah

Int

dengan

menggunakan huruf I dibaca Maple sebagai lambang integral dari


fungsi yang akan diintegralkan, sedangkan perintah int dengan
menggunakan huruf i dibaca Maple sebagai hasil integral. Opt
pada integral tentu ada 3, yaitu Continous, AllSolutions, dan
CauchyPrincipalValue.

Continous

untuk hasil

integral yang

kontinu, AllSolutions memberikan hasil integral untuk semua


solusi, sedangkan CauchyPrincipalValue memberikan hasil
integral yang tidak mempunyai limit kiri dan kanan.

DAFTAR PUSTAKA

Joko. 2008. Integral

http://jokosby.files.wordpress.com/2008/02/integralplpg.doc
Opan. 2011. Integral Tak tentu
http://matematika.us/107/integral-taktentu/
Purcell, V. And Rigdon. 2004. Kalkulus dan Geometri Analitik Jilid 1
Edisi Keelapan. Erlangga. Jakarta
Sopianti, I. 2009. Integral Tak tentu
http://www.scribd.com/AdiAdidas/d/32372504-IntegralTak-Tentu
Sudirham, S. 2011. Integral Tak tentu
http://eecafedotnet.files.wordpress.com/2011/08/integral
-tak-tentu1.pdf