Anda di halaman 1dari 2

Analisi Kegagalan Paku Payung

A. Latar Belakang
Paku payung umumnya digunakan untuk mempertahankan suatu benda
seperti kain atau kertas pada sebuah objek lain. Terdapat dua bagian pada
paku payung, yaitu :
1. Head atau kepala yang terbuat dari plat baja.
2. Pin yang terbuat dari steel wire dengan kadar karbon.
Kekerasan pada paku payung adalah 40-60 HRC
B. Proses Pembuatan
1. Proses pencucian wire rod dengan HCl
Wire dicuci untuk menghilangkan kotoran berupa karat, minyak dan
debu.
2. Penarikan kawat
Penarikan kawat ini dengan menggunakan alat drawing machine dan
kemudian ujung kawat dipasang pada working tool yaitu untuk
menghasilkan panjang tertentu.
3. Pembuatan kepala paku
Kepala paku dibuat dengn cara drawing dengan material yang
berbentuk plat sehingga terbntuknya kepala payung.
4. Proses Penyambungan
Proses penyambungan dengan menggunakan welder, sejenis alat
solder.
C. Pengujian Mekanik
Pengujian mekanik yang digunakan adalah Rockwell C dengan kekerasan
40-60 HRC (berdasarkan literaur)
D. Mikroskopik
Memiliki Karakteristik :
-Ulet
-Berwarna Gelap
-Berbentuk Lamel
E. Mekanisme Patahan
Stress konsentrasi,Kemudian akan terjadi
- Crack Initation (retak awal)
- Crack Propagation (Retak Lanjut)
- Failur (patah)
F. Jenis Patahan
Jenis Patahan yang terjadi pada paku adalah patahan ductile , dengan ciri
ciri sebagai berikut.
1. Permukaan patahan tidak rata karena patah pada batas butir.
2. Permukaan patahan tidak mengkilat
3. Adanya reduksi luar penampang patahan
G. Kesimpulan
Kegagalan pada paku payung terjadi pada daerah sambungan. Hal ini
disebabkan pada bagian sambungan terdapat stress konsentrasi yang
dapat menimbulkan crack, sehingga terjadi failure. Selain itu, penyebab
failure paku payung adalah sebagai berikut:
1. Bebanyang diberikan tidak merata
2. Mendapat tekanan yang berlebihan

3. Korosi
4. Benda yang berkontak langsung dengan paku payung lebih keras.