Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN KASUS

DEMAM TIFOID

OLEH :
NURUL MUTIAH ANWAR
110 209 0008
Pembimbing Residen :
dr. Anwar Djalling
Residen Baca :
dr.Junardy

Identitas Pasien

Nama Penderita
: Tn. S
Jenis Kelamin
: Laki-laki
Tgl lahir
: 01/08/1976
No. Rekam Medis
: 664002
Tanggal Pemeriksaan : 05/12/2014

I. SUBJEKTIF

Anamnesis : Autoanamnesis
Keluhan Utama : Demam
Anamnesis Terpimpin :
Demam dialami 4 hari sebelum masuk rumah sakit,
awalnya hilang timbul, kemudian 1 hari terakhir demam
bersifat terus menerus terutama sore hari disertai
menggigil.
Demam
turun
dengan
pemberian
paracetamol. Keringat dingin tidak ada. Nyeri kepala ada.
Nyeri ulu hati ada dialami sejak 1 hari terakhir disertai
mual dan muntah. Muntah isi makanan, rasa tidak enak
di perut ada. batuk tidak ada, sesak tidak ada, nyeri dada
tidak ada, Pasien mengeluh nafsu makan menurun sejak
4 hari yang lalu.
BAB : Belum 2 hari
BAK : Lancar, warna kuning, kesan cukup.

I. SUBJEKTIF
Riwayat penyakit sebelumnya:
- Riwayat keluhan dengan penyakit
yg sama(-)
- Riwayat berkunjung ke daerah
endemik malaria (-)
- Riwayat jajan sembarangan (-)

II. OBJEKTIF
Status Pasien :
Sakit sedang /Gizi baik/ Composmentis
BB : 60 kg
TB : 173 cm
IMT: 20.76 kg/m2
Tanda vital :

Tekanan darah
: 120/80 mmHg
Nadi : 94 x /menit
Pernapasan
: 20 x/menit
Suhu : 39,2 oc

II. OBJEKTIF

Pemeriksaan Fisik :
Kepala
Ekspresi : Lemah
Simetris muka : Simetris kiri dan kanan
Deformitas : Tidak ada
Rambut : Hitam, lurus, sukar dicabut
Mata
Eksoptalmus/Enoptalmus : (-/-)
Gerakan : Dalam batas normal
Tekanan bola mata : Dalam batas normal
Kelopak mata : Edema palpebral (-/-)
Konjungtiva : Anemis (-/-)
Sklera : Ikterus (-/-)
Kornea : Jernih
Pupil : Bulat, isokor 2,5mm/2,5mm

II. OBJEKTIF
Telinga
Tophi : (-)
Pendengaran : Dalam batas normal
Nyeri tekan di prosesus mastoideus : (-)
Hidung
Perdarahan : (-)
Sekret : (-)
Mulut
Bibir : Pucat (-), Kering (+)
Gigi geligi : Caries (-)
Gusi : Perdarahan gusi (-)
Tonsil : T1 T1, hiperemis (-)
Faring : Hiperemis (-)
Lidah : Kotor (+), tremor (-),

Hiperemis (+)

II. OBJEKTIF

Leher
Kelenjar getah bening : Tidak ada pembesaran
Kelenjar gondok : Tidak ada pembesaran
DVS : R-0 cm H2O
Pembuluh darah : Dalam batas normal
Kaku kuduk : (-)
Tumor : (-)
Thoraks
-Inspeksi
Bentuk : Normal, simetris kiri dan kanan
Pembuluh darah : Tidak ada kelainan
Buah dada : Dalam batas normal
Sela iga : Dalam batas normal
Lain-lain : (-)

II. OBJEKTIF
Paru
Palpasi

: Fremitus raba

: Simetris kiri dan kanan.

Nyeri tekan : Tidak ada

Perkusi : Paru kiri : Sonor


Paru kanan : Sonor
Batas paru-hepar : ICS VI dekstra anterior
Batas paru belakang kanan: Vertebra Th. IX dekstra
Batas paru belakang kiri: Vertebra Th. X sinistra
Auskultasi :
Bunyi pernapasan : Vesikuler
Bunyi tambahan : Rh : -/Wh : -/-

II. OBJEKTIF

Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak
Palpasi : Ictus cordis tidak teraba
Perkusi : Pekak, batas jantung kesan normal
Auskultasi : Bunyi jantung I/II murni regular, bunyi
tambahan (-)
Abdomen
Inspeksi : Cembung, ikut gerak napas
Palpasi : Nyeri tekan (-) MT (-)
Hepar / Lien tidak teraba
Perkusi : Timpani
Auskultasi : Peristaltik (+), kesan normal

II. OBJEKTIF

Alat Kelamin
Tidak dilakukan pemeriksaan
Anus dan Rektum
Tidak dilakukan pemeriksaan
Punggung
Palpasi : NT (-), MT (-)
Nyeri ketok : (-)
Auskultasi : BP: Vesikuler, Rh -/- , Wh -/Gerakan : Dalam batas normal
Ekstremitas
Superior : Akral hangat
Edema : -/-

LABORATORIUM
JENIS
PEMERIKSAAN

HASIL

NILAI RUJUKAN

WBC

5.1 x103/uL

4 - 10 x 103/uL

HGB

15.8 g/dL

12 - 16 g/dL

HCT

44.5 %

37 48%

PLT

190 x 103/uL

150-400x103/uL

SGOT

92

< 38 U/L

SGPT

94

<41 U/L

IgM Salmonella
Thypi

Positif / 8

III. ASSESSMENT
Demam Tifoid
Dispepsia fungsional

IV. PLANNING
Pengobatan :
Bed rest total
Diet lunak biasa
IVFD Ringer Laktat 20 tpm
Sistenol tab/8jam/oral
Ceftriaxon 2gr/24j/drips dlm Nacl 0,9% 100 cc
Sotatic 1 ampul/12jam/intravena.
Omeprazole 1 vial/12jam/intravena

Rencana pemeriksaan :
Kultur darah.
Antibiotic Sensitivity Test

V. PROGNOSIS
Ad Functionam : Dubia et bonam
Ad Sanationam : Dubia et bonam
Ad Vitam
: Dubia et bonam

RESUME
Demam dialami 4 hari sebelum masuk rumah
sakit, awalnya hilang timbul, kemudian 1 hari
terakhir demam bersifat terus menerus terutama
sore hari disertai menggigil. Demam turun
dengan pemberian paracetamol. Nyeri kepala
ada. Nyeri ulu hati ada dialami sejak 1 hari
terakhir disertai mual dan muntah. Muntah isi
makanan, rasa tidak enak di perut ada. Pasien
mengeluh nafsu makan menurun sejak 4 hari
yang lalu. Buang air besar belum sejak 2 hari
sebelum masuk rumah sakit. Buang air kecil
lancar, warna kuning

Riwayat keluhan dengan penyakit yang


sama tidak ada. Riwayat berkunjung ke
daerah endemik malaria tidak ada.
Riwayat jajan sembarangan tidak ada.
Dari hasil pemeriksaan fisis pasien sakit
sedang, gizi cukup, compos mentis.
Tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 94
x/menit, pernapasan 20 x/mnt, suhu
39,2oC (axilla). Bibir kering ada, lidah
kotor ada, lemas ada, BAB belum 2 hari.

Pada
pemeriksaan
penunjang
diperoleh hasil Laboratotium WBC :
5,10 x103/uL, Hb : 15,8 g/dL, HCT :
44,5 %, PLT : 190 x 103/UI,
SGOT/SGPT : 92/94. IgM S.thypi :
Positif/8.
Berdasarkan
anamnesis,
pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan
penunjang yang telah dilakukan,
maka pasien didiagnosis dengan

CDC Indonesia melaporkan insidensi demam tifoid


EPIDEMIOL
OGI
mencapai 358-810 per 100 ribu populasi pada tahun 2007
dengan 64% ditemukan pada usia 3-19 tahun. Insiden
demam tifoid bervariasi ditiap daerah dan biasanya terkait
dengan sanitasi lingkungan.
disebabkan bakteri Salmonella typhi dan Salmonella
paratyphi dari genus Salmonella. Kuman ini berbentuk
batang, gram negatif, tidak membentuk spora, motil,
berkapsul, dan mempunyai fagela

ETIOLOGI

penyakit infeksi akut yang biasanya terdapat pada saluran DEFINISI


pencernaan (usus halus) dengan gejala demam satu
minggu atau lebih disertai gangguan pada saluran
pencernaan dan dengan atau tanpa gangguan kesadaran

DEMAM TIFOID

PATOGENESIS

GEJALA KLINIS
Minggu I

Minggu II

Demam remiten,
terutama sore dan
malam hari
Lidah kotor, mulut
kering, mual muntah
Gambaran gejala
penyakit saluran
nafas atas
Sakit kepala hebat,
tampak apatis, lelah
Tidak enak di perut,
kontipasi atau diare,
ditemukan
splenomegali/
hepatomegali
Roseola mungkin
ditemukan,
terutama pada
orang berkulit putih.

Demam kontinyu.
Bradikardi relatif
(peningkatan suhu
1C tidak diikuti
peningkatan denyut
nadi 8 kali
permenit).
Gangguan
kesadaran berupa
somnolen, stupor,
koma, delirium atau
psikosis.
Lidah yang
berselaput (kotor
ditengah, tepi dan
ujung merah, serta
tremor) dan
kehilangan nafsu
makan.
Nyeri, distensi perut,
meteorismus.

Minggu III
Suhu turun jika
berhasil diobati
tanpa komplikasi
Jika keadaan
memburuk:
- Gangguan
kesadaran
- Komplikasi
perdarahan dan
perforasi.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
HEMATOLOGI

URINALISIS

KIMIA KLINIS

IMUNSEROLO
GIS

PENATALAKSANAAN
Istirahat
Diet
Antibiotik

PROGNOSIS

Prognosis baik. Bila penyakit berat,


pengobatan terlambat/tidak adekuat
atau ada komplikasi berat, prognosis
meragukan/buruk.

TERIMA KASIH