Anda di halaman 1dari 14

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas
berkat dan rahmat-Nyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah yang berjudul Makalah Kimia Air : Dissolved Oxygen (DO),
Chemical Oxygen Demand (COD) , Dan Biochemical Oxygen Demand
(BOD).
Salam serta salawat kepada junjungan Nabi Muhammad SAW yang
merupakan tauladan bagi kaum muslimin dimuka bumi ini. Walaupun
berbagai macam tantangan yang dihadapi, tapi semua itu telah
memberikan pengalaman yang berharga untuk dijadikan pelajaran dimasa
yang akan datang.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat
tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak
tantangan itu bisa teratasi. Olehnya itu, penulis mengucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu
dalam penyusunan makalah ini, semoga bantuannya mendapat balasan
yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik
konstruktif dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan
makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada
kita sekalian.

Bandung, November
2013

Penyusun

Makalah Kimia Air 2

DAFTAR ISI
Halaman Judul...........................................
..

Kata
Pengantar.............................
...............

Daftar
Isi.............................
...................

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang.........................
.....................

B. Rumusan
Masalah.......................................
....

C. Tujuan
Penulisan........................................
........

D. Metode
Penulisan............................................................................................................
.....

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengerian DO, COD, da
BOD....................................................,.....................

B. Prinsip Pemeriksaan COD dan BOD


............................................

7
Makalah Kimia Air 3

C. Prinsip Percobaan..
..............................................................

D. Langkah
Kerja.....................................................................................
..........

E. Reaksi dan
Perhitungan
10

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan...............
.................................... 11
B.
Saran.............................................................................................................
.................... 11

DAFTAR
PUSTAKA...............................
................. 12

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Makalah Kimia Air 4

Air merupakan senyawa yang bersifat pelarut universal, karena


sifatnya tersebut, maka tidak ada air dan perairan alami yang murni.
Tetapi didalamnya terdapat unsur dan senyawa yang lain. Dengan
terlarutnya unsur dan senyawa tersebut, terutama hara mineral, maka air
merupakan faktor ekologi bagi makhluk hidup. Walaupun demikian
ternyata tidak semua air dapat secara langsung digunakan memenuhi
kebutuhan makhluk hidup, tetapi harus memenuhi kriteria dalam setiap
parameternya masing-masing
Berbagai sumber air yang dipergunakan untuk keperluan hidup dan
kehidupan dapat tercemar oleh berbagai sumber pencemaran. Limbah
dari makhluk hidup, seperti manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan
dapat menjadi penyumbang pencemaran terhadap air yang akan
dipergunakan,
baik
untuk
keperluan
makhluk
hidup
maupun
untuk keperluan kehidupan yang lain. Keberadaan Zat-zat beracun atau
muatan bahan organik yang berlebih akan menimbulkan gangguan
terhadap kualitas air. Keadaan ini akan menyebabkan oksigen terlarut
dalam air berada pada kondisi yang kritis, atau merusak kadar kimia air.
Rusaknya kadar kimia air tersebut akan berpengaruh terhadap fungsi
dari air itu sendiri. Sebagaimana diketahui bahwa oksigen memegang
peranan penting sebagai indikator kualitas perairan, karena oksigen
terlarut berperan dalam proses oksidasi dan reduksi bahan organik dan
anorganik. Selain itu, oksigen juga menentukan kegiatan biologis yang
dilakukan oleh organisme aerobik atau anaerobik. Sebagai pengoksidasi
dan pereduksi bahan kimia beracun menjadi senyawa lain yang lebih
sederhana dan tidak beracun.
Disamping itu, oksigen juga sangat dibutuhkan oleh mikroorganisme
untuk pernapasan. Organisme tertentu, seperti mikroorganisme, sangat
berperan dalam menguraikan senyawa kimia beracun rnenjadi senyawa
lain yang Iebih sederhana dan tidak beracun. Oleh karena itu, untuk
mengetahui kadar oksigen terlarut yang terdapat dalam air perlu
dilakukan pemeriksaan kadar oksigen.
Semakin besar nilai DO pada air, mengindikasikan air tersebut
memiliki kualitas yang bagus. Sebaliknya jika nilai DO rendah, dapat
diketahui bahwa air tersebut telah tercemar. Pengukuran DO juga
bertujuan melihat sejauh mana badan air mampu menampung biota air
seperti ikan dan mikroorganisme. Pemeriksaan kadar oksigen terlarut
didalam air untuk mengetahui tingkat pencemarannya, dapat diketahui
melalui pemeriksaan BOD (Biochemical Oxygen Demand) dan
pemeriksaan COD (Chemical Oxygen Demand).

Makalah Kimia Air 5

B.

Rumusan Masalah
1.
2.

3.
4.
5.

C.

Tujuan Penulisan
1.
2.

3.
4.
5.

D.

Apa yang disebut dengan Dissolved Oxygen (DO), Chemical Oxygen


Demand (COD), dan Biochemical Oxygen Demand (BOD) ?
Bagaimanakah dampak yang ditimbulkan jika terjadi kelimpahan atau
kekurangan Dissolved Oxygen (DO), Chemical Oxygen Demand
(COD), dan Biochemical Oxygen Demand (BOD) di perairan? serta
tingkat pencemaran yang terjadi di perairan?
Bagaimanakah prinsip kerja dari penentuan kadar Dissolved Oxygen
(DO), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Biochemical Oxygen
Demand (BOD) dalam sampel air?
Bagaimana langkah menentukan kandungan Dissolved Oxygen (DO),
Chemical Oxygen Demand (COD), dan Biochemical Oxygen Demand
(BOD) dalam sampel air, serta reaksi yang terjadi?
Bagaimana cara menghitung kadar Dissolved Oxygen (DO), Chemical
Oxygen Demand (COD), dan Biochemical Oxygen Demand (BOD)
dalam sampel air?

Melalui makalah ini diharapkan pembaca mengetahui tentang:


Pengertian Dissolved Oxygen (DO), Chemical Oxygen Demand (COD),
dan Biochemical Oxygen Demand (BOD) .
Dampak yang ditimbulkan jika terjadi kelimpahan atau kekurangan
Dissolved Oxygen (DO), Chemical Oxygen Demand (COD), dan
Biochemical Oxygen Demand (BOD) di perairan serta tingkat
pencemaran yang terjadi di perairan.
Prinsip kerja dari penentuan kadar Dissolved Oxygen (DO), Chemical
Oxygen Demand (COD), dan Biochemical Oxygen Demand (BOD)
dalam sampel air.
Langkah dalam penentuan Dissolved Oxygen (DO), Chemical Oxygen
Demand (COD), dan Biochemical Oxygen Demand (BOD) pada
sampel air, serta reaksi yang terjadi.
Cara menghitung kadar Dissolved Oxygen (DO), Chemical Oxygen
Demand (COD), dan Biochemical Oxygen Demand (BOD) dalam
sampel air.

Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah
metode kepustakaan dengan telaah pada buku-buku atau sumber. Hal ini
dapat dijadikan sumber atau referensi serta memiliki ketersambungan
atau keterkaitan materi dengan kajian atau pokok bahasan dalam
makalah ini.

Makalah Kimia Air 6

BAB II
PEMBAHASAN

A.

Pengertian Dissolved Oxygen (DO), Chemical Oxygen


Demand (COD), dan Biochemical Oxygen Demand
(BOD)
Oksigen terlarut ( DO ) adalah jumlah oksigen terlarut dalam air
yang berasal dari fotosintesa dan absorbsi atmosfer/udara. Oksigen
terlarut di suatu perairan sangat berperan dalam proses penyerapan
makanan oleh mahkluk hidup dalam air. Oksigen terlarut (dissolved
oxygen, disingkat DO) atau sering juga disebut dengan kebutuhan oksigen
(Oxygen demand) merupakan salah satu parameter penting dalam
analisis kualitas air (Ficca. 2009).
Dengan melihat kandungan oksigen yang terlarut di dalam air
dapat ditentukan seberapa jauh tingkat pencemaran air lingkungan telah
terjadi. Dapat diketahui dengan menggunakan uji COD dan BOD.
Sedangkan COD (Chemical Oxygen Demand) adalah jumlah oksigen
(mg O2) yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat-zat organis yang ada
dalam 1 liter sampel air, dimana pengoksidasi K2,Cr2,O7 digunakan
sebagai sumber oksigen (oxidizing agent) (Agnes Anita, 2005). Dengan
kata lain COD merupakan jumlah oksigen terlarut yang digunakan untuk
mengurai bahan organik yang terkandung dalam perairan.
BOD singkatan dari Biochemical Oxygen Demand, atau kebutuhan
oksigen biologi untuk memecah (mendegradasi) bahan buangan didalam
air limbah oleh mikroorganisme. Dalam hal ini buangan organik akan
dioksidasi oleh mikroorganisme didalam air limbah, proses ini adalah
alamiah yang mudah terjadi apabila air lingkungan mengandung oksigen
yang cukup. Pemeriksaan BOD diperlukan untuk menentukan beban
pencemaran akibat air buangan dan untuk mendesain sistem pengolahan
secara biologis (Agnes Anita, 2005)
a. Kelimpahan
Tinggi rendahnya pencemaran pada suatu perairan sangat
mempengaruhi kadar oksigen pada saat pemecahan bahan organik. Jika
DO diatas 5ppm dan BOD antara 0-10 maka tingkat pencemarannya
Makalah Kimia Air 7

rendah. Jika DO antara 0-5ppm dan BOD antara 10-20 maka tingkat
pencemarannya sedang. Dan jika DO 0ppm dan BOD 25 maka tingkat
pencemarannya tinggi. Kelimpahan di suatu perairan bergantung pada
pencemaran yang terjadi oleh zat organik, selama proses oksidasi bakteri
menghabiskan oksigen terlarut dan mengakibatkan ikan mati
(Wirosarjono, 1974)
b. Peranan
BOD dan COD mempunyai peranan penting dalam perairan, yaitu sebagai
parameter penentuan kualitas suatu perairan, apakah perairan tersebut
tercemar atau tidak. Selain itu, kandungan BOD dan COD dalam air dapat
membantu mikroorganisme dalam mengurai bahan-bahan organik di
perairan. Selain itu, Oksigen terlarut berperan dalam proses oksidasi dan
reduksi bahan organik dan anorganik (Salmin, 2005).
c. Manfaat
Oksigen terlarut dalam perairan bermanfaat untuk pernapasan organisme
dalam perairan dan proses metabolisme atau pertukaran zat yang
kemudian
menghasilkan
energi
untuk
pertumbuhan
dan
perkembangbiakan. Oksigen dimanfaatkan oleh ikan guna pembakaran
untuk menhasilkan aktivitas, pertumbuhan, reproduksi dll.
d. Bahaya
Semakin banyak bahan organic dalam air, maka semakin besar BODnya
sedangkan DO akan semakin rendah. Air yang bersih adalah jika tingkat
DOnya tinggi, sedangkan BOD dan zat padat terlarutnya rendah. Apabila
kadar oksigen terlarut berkurang mengakibatkan hewan-hewan yang
menempati perairan tersebut akan mati. Dan jika kadar BOD dan COD
meningkat menyebabkan perairan menjadi tercemar (Hilda Zulkifli, 2009).
e. Standart Baku Mutu
Standart Baku Mutu adalah batas kadar yang diperkenankan bagi zat atau
bahan pencemar terdapat di lingkungan dengan tidak menimbulkan
gangguan terhadap makhluk hidup, tumbuhan atau benda lainnya. Untuk
mencegah terjadinya pencemaran terhadap lingkungan oleh berbagai
aktivitas industri dan aktivitas manusia, maka diperlukan pengendalian
terhadap pencemaran lingkungan dengan menetapkan baku mutu
lingkungan.Standart baku mutu berfungsi untuk mengatakan atau menilai
bahwa lingkungan telah rusak atau tercemar (SK Gubernur Jatim, 2002).
Kandungan oksigen terlarut (DO) minimum adalah 2 ppm dalam
keadaan normal dan tidak tercemar oleh senyawa beracun. Kandungan
oksigen terlarut ini sudah cukup untuk mendukung kehidupan organism.
Idealnya, kandungan oksigen terlarut tidak boleh kurang dari 1,7 ppm
selama waktu 8 jam dengan sedikitnya pada tingkat kejenuhan sebesar
70 %.
Makalah Kimia Air 8

Dalam peraturan pemerintah no. 82 Thaun 2001 tentang


Pengelolaan Kualitas Air dan engendalian Pencemaran Air, kriteria kualitas
air untuk air baku air minum (air kelas 1) nilai BOD dan COD dibatasi
masing masing tidak boleh lebih dari 2 mg/L dan 10 mg/L sebagai nilai
KMnO4.

B. Prinsip Pemeriksaan BOD dan COD


COD (Chemical Oxygen Demand = Kebutuhan Oksigen Kimia)
adalah jumlah oksigen (mg O2) yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zatzat organic yang ada dalam sampel air, dimana pengoksidasi K 2 Cr2 O7
digunakan sebagai sumber oksigen (oxidizing agent). Angka COD
merupakan ukuran bagi pencemaran air oleh zat-zat organik yang secara
alamiah dapat dioksidasikan melalui proses mikrobiologis, dan
mengakibatkan berkurangnya oksigen terlarut dalam air (Anonim, 2011).
Oksidi-reduktometri merupakan salah satu macam titrasi. Oksidireduktometri adalah metode titrimetri berdasarkan reaksi reduksi dan
oksidasi dari titran dan titrat. Oksidi-reduktometri digunakan untuk
analisis logam dalam suatu persenyawaan dan analisis senyawa organik.
Oksidimetri adalah teknik titrasi yang menggunakan titran sebagai suatu
oksidator. Salah satu teknik ini adalah permanganometri. Pada metode ini,
titran yang digunakan adalah ion permanganat, khususnya dalam bentuk
garam kalium permanganat. Ion permanganat bertindak sebagai oksidator
dengan hasilreaksi berupa ion Mn 2+ (Rezki, 2010).
Biological Oxygen Demand (BOD) atau Kebutuhan Oksigen Biologis
(KOB) adalah suatu analisa empiris yang mencoba mendekati secara
global proses-proses mikrobiologis yang benar-benar terjadi di dalam air
Sedangkan angka BOD adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh
bakteri untuk menguraikan (mengoksidasikan) hampir semua zat organik
yang terlarut dan sebagian zat-zat organik yang tersuspensi dalam air.
Melalui kedua cara tersebut dapat ditentukan tingkat pencemaran air
lingkungan (Habib, 2011).
Pada titrasi iodometri, analit yang dipakai adalah oksidator yang
dapat bereaksi dengan I- (iodide) untuk menghasilkan iod, iod yang
terbentuk secara kuantitatif dapat dititrasi dengan larutan tiosulfat. Dari
pengertian diatas maka titrasi iodometri adalah dapat dikategorikan
sebagai titrasi kembali. Metode titrasi iodometri langsung (kadang-kadang
dinamakan iodimetri) mengacu kepada titrasi dengan suatu larutan iod
standar. Metode titrasi iodometri tak langsung (kadang-kadang dinamakan
iodometr i), adalah berkenaan dengan titrasi dari iod yang dibebaskan
dalam reaksi kimia (Dinda, 2010)
Perbedaan dari kedua cara uji oksigen terlarut di dalam air secara
garis besar yaitu chemical oxygen demand adalah kapasitas air untuk
menggunakan oksigen selama peruraian senyawa organik terlarut dan
mengoksidasi senyawa anorganik seperti amonia dan nitrit. Sedangkan
Makalah Kimia Air 9

biological (biochemical) oxygen demand adalah kuantitas oksigen yang


diperlukan oleh mikroorganisme aerob dalam menguraikan senyawa
organik terlarut. Jika BOD suatu air tinggi maka dissolved oxygen (DO)
menurun karena oksigen yang terlarut tersebut digunakan oleh bakteri.
Selain itu kemampuan air untuk membersihkan pencemaran juga
ditentukan oleh banyaknya oksigen dalam air. Oleh sebab pengukuran
parameter ini sangat dianjurkan disamping paramter lain seperti BOD dan
COD. Di dalam air, oksigen memainkan peranan dalam menguraikan
komponen-komponen kimia menjadi komponen yang lebih sederhana.
Oksigen memiliki kemampuan untuk beroksida dengan zat pencemar
seperti
komponen
organik
sehinggazat
pencemar
tersebut
tidak membahayakan. Oksigen juga diperlukan oleh mikroorganisme, baik
yang bersifat aerob serta anaerob, dalam proses metabolisme. Dengan
adanya oksigen dalam air, mikroorganisme semakin giat dalam
menguraikan kandungan dalam air (Rizki, 2010).
Untuk mengetahui kualitas air dalam suatu perairan, dapat
dilakukan dengan mengamati beberapa parameter kimia seperti aksigen
terlarut (DO). Semakin banyak jumlah DO (dissolved oxygen ) maka kualitas air
semakin baik. Jika kadar oksigen terlarut yang terlalu rendah akan
menimbulkan bau yang tidak sedap akibat degradasi anaerobik yang
mungkin saja terjadi.
Satuan DO dinyatakan dalam persentase saturasi.Oksigen terlarut
dibutuhkan oleh semua jasad hidup untuk pernapasan, proses
metabolisme atau pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi
untuk pertumbuhan dan pembiakan. Disamping itu, oksigen juga dibutuhkan untuk
oksidasibahan bahan organik dan anorganik dalam proses aerobik.
Sumber utama oksigen. dalam suatu perairan berasal dari suatu proses
difusi dari udara bebas dan hasilfotosintesis organisme yang hidup dalam
perairan tersebut (Salmin, 2000).

C.

Prinsip Percobaan
1. Penentuan kadar Dissolved Oxygen (DO)

Sejumlah tertentu, oksigen dalam air direaksikan dengan Mn2+


dalam suasana basa, MnO2 yang terbentuk direduksi oleh KI
berlebih, I2 yang terbentuk yang ekivalen dengan MnO2 serta O2
dititrasi dengan Na2S2O3 standar dengan bantuan indikator amylum
sampai warna biru tepat hilang. Pada TE, mEk I2 = mEk MnO2 = mEk
O2 = mEk S2O32-, sehingga ppm oksigen dapat dihitung.

2. Penentuan kadar Chemical Oxygen Demand (COD)


Zat organik dalam sampel air dioksidasi oleh larutan K2Cr2O7
standar berlebih dalam suasana asam dan panas. Kemudian K2Cr2O7
sisa dititrasi dengan larutan (NH4)2Fe(SO4)2 oleh bantuan indikator
ferroin sampai terjadi perubahan warna dari biru hijau menjadi
merah kecoklatan.

Makalah Kimia Air 10

D.

Langkah Kerja
a. Penentuan Kadar Dissolved Oxygen (DO)

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Masukkan sampel air kedalam sebuah labu iod yang telah diketahui
volumenya, isi hingga penuh dan tutup rapat (tidak terdapat
gelembung udara).
Dengan pipet ukur, tambahkan 2 mL larutan MnSO 4 dan 2 mL larutan
alkali iodida azida (penambahan zat-zat tersebut dimulai dari dasar
botol).
Tutup rapat labu dengan hati-hati dan kocok selama 1 menit lalu
biarkan endapannya turun.
Lalu tuangkan supernatan secara dekantasi kedalam labu yang lain,
kemudian tambahkan kedalam endapan melalui dinding botol 12 mL
H2SO4 6N.
Kocok, kemudian titrasi dengan larutan standar Na2S2O3 + 0,025 N.
Tambahkan 5 mL larutan kanji apabila titrasi hampir selesai, lanjutkan
titrasi sampai warna biru tepat hilang.
Tambahkan pula 12 mL H2SO4 6N kedalam supernatan, jika timbul
warna coklat dari I2, titrasi segera dengan larutan standar Na2S2O3 +
0,025 N.
Hitung ppm O2 dalam sampel.
Lakukan langkah 1-7 secara duplo.
b. Penentuan Kadar Chemical Oxygen Demand (COD)

1. Masukkan 50 mL sampel air ke dalam labu didih 500 mL.


2. Tambahkan 25,00 mL larutan K2Cr2O7 + 0,1 N kemudian tambahkan 10
mL H2SO4 pekat dengan hati-hati melalui dinding labu.
3. Masukkan beberapa butir batu didih, kemudian aduk campuran
dengan jalan menggoyangkan labu dengan hati-hati.
4. Kemudian refluks campuran selama 2 jam.
5. Dinginkan, bilasi alat reflux (pendingin) tiga kali dengan sedikit air
bebas zat organik dan cairan dipindahkan ke dalam labu erlenmeyer
500 mL kemudian encerkan hingga isinya menjadi 300 mL dengan air
bebas zat organik.
6. Tambahkan 15 tetes indikator ferroin, kemudian titrasi dengan larutan
standar (NH4)2Fe(SO4)2 + 0,1 N sampai terjadi perubahan warna dari
biru hijau menjadi merah kecoklatan.
7. Lakukan penetapan blanko terhadap K 2Cr2O7 dengan perlakuan seperti
di atas, dan sampel diganti dengan air bebas zat organik.
8. Lakukan langkah 1-7 secara duplo.

E. Reaksi dan perhitungan


a. Reaksi pada Penentuan Kadar Dissolved Oxygen (DO)
MnSO4(aq) + 2KOH(aq)
2Mn(OH)2(s) + O2(aq)

Mn(OH)2(s) + K2SO4(aq)
2MnO2(s) + 2H2O(l)
Makalah Kimia Air 11

MnO2(s) + 2I-(aq) + 4H+(aq)


I2(aq) + amylum(aq)
I2amyl(aq) + 2Na2S2C3(aq)
+amylum(aq)

Mn2+(aq) + I2(aq) + 2H2O(l)


I2amyl(aq)
Na2S4O6(aq)
+
2NaI(aq)

Perhitungan :
ppm O2

1000
VBotol - 4

x V Na2S2O3 x [Na2S2O3] x BE O2

b. Reaksi pada Penentuan Kadar Chemical Oxygen Demand (COD)


CxHyOz (aq) + Cr2O7 2-(berlebih)(aq)

Cr3+(aq) + CO2(g)

H2O(l)
Cr2O72-(aq) + 6Fe2+-(aq) + 14H+(aq)
(aq) +7H2O(l)
Fe2+(aq) + 3Ph(aq)

6Fe3+(aq)

[ FePh3 ]2+(aq)

+
2Cr3+

Perhitungan :
COD =

( V blanko V titrasi) x [FAS] x 8000

- fc

Volume Sampel
Fc = faktor koreksi klorida (ppm Cl- x 0,23)

BAB III

PENUTUP
A.

Simpulan
Oksigen terlarut ( DO ) adalah jumlah oksigen terlarut dalam air
yang berasal dari fotosintesa dan absorbsi atmosfer/udara. Oksigen
terlarut di suatu perairan sangat berperan dalam proses penyerapan
makanan oleh mahkluk hidup dalam air. Oksigen terlarut (dissolved
oxygen, disingkat DO) atau sering juga disebut dengan kebutuhan oksigen
(Oxygen demand) merupakan salah satu parameter penting dalam
analisis kualitas air (Ficca. 2009).
Dengan melihat kandungan oksigen yang terlarut di dalam air
dapat ditentukan seberapa jauh tingkat pencemaran air lingkungan telah
terjadi. Dapat diketahui dengan menggunakan uji COD dan BOD.
Makalah Kimia Air 12

Sedangkan COD (Chemical Oxygen Demand) adalah jumlah oksigen


(mg O2) yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat-zat organis yang ada
dalam 1 liter sampel air, dimana pengoksidasi K2,Cr2,O7 digunakan
sebagai sumber oksigen (oxidizing agent) (Agnes Anita, 2005). Dengan
kata lain COD merupakan jumlah oksigen terlarut yang digunakan untuk
mengurai bahan organik yang terkandung dalam perairan.
BOD singkatan dari Biochemical Oxygen Demand, atau kebutuhan
oksigen biologi untuk memecah (mendegradasi) bahan buangan didalam
air limbah oleh mikroorganisme. Dalam hal ini buangan organik akan
dioksidasi oleh mikroorganisme didalam air limbah, proses ini adalah
alamiah yang mudah terjadi apabila air lingkungan mengandung oksigen
yang cukup. Pemeriksaan BOD diperlukan untuk menentukan beban
pencemaran akibat air buangan dan untuk mendesain sistem pengolahan
secara biologis (Agnes Anita, 2005)
Kandungan oksigen terlarut (DO) minimum adalah 2 ppm dalam
keadaan normal dan tidak tercemar oleh senyawa beracun. Kandungan
oksigen terlarut ini sudah cukup untuk mendukung kehidupan organism.
Idealnya, kandungan oksigen terlarut tidak boleh kurang dari 1,7 ppm
selama waktu 8 jam dengan sedikitnya pada tingkat kejenuhan sebesar
70 %.
Dalam peraturan pemerintah no. 82 Thaun 2001 tentang
Pengelolaan Kualitas Air dan engendalian Pencemaran Air, kriteria kualitas
air untuk air baku air minum (air kelas 1) nilai BOD dan COD dibatasi
masing masing tidak boleh lebih dari 2 mg/L dan 10 mg/L sebagai nilai
KMnO4

B.

Saran
Penulis menyadari bahwa dari segi isi dan cara penulisan makalah
ini masih terdapat banyak kekurangan. Karenanya, saran dari pembaca
sangat diharapkan guna menyempurnakan isi makalah ini agar lebih baik
untuk dibaca.

DAFTAR PUSTAKA
Alexs, M Herman, dkk. 2010. Laporan Kimia Air : Analisis Kualitas Air.
SMKN 13 Bandung. Bandung.
Az, Hijrah Darwis. 2012. Laporan Praktikum COD BOD. http://hijrahdarwis.blogspot.com/2012/02/laporan-praktikum-cod-bod.html.
Diakses pada Kamis, 31 Oktober 2013 pukul 19.00
Sevendfive, Avenged. 2013. Analisa Do dan BOD.
http://avengedsevendfive.wordpress.com/author/avengedsevendfive/.
Makalah Kimia Air 13

Diakses pada Kamis, 31 Oktober 2013 pukul 19.00

Makalah Kimia Air 14