Anda di halaman 1dari 48

UMMAT ISLAM SAAT INI

Oleh: oneng Nurul Bariyah

Makna Ummah
ummah adalah kumpulan dari beberapa
kelompok masyarakat dengan budaya dan
agama yang berbeda yang dibangun secara
sadar di atas beberapa prinsip yang disepakati
bersama dengan batas-batas wilayah yang
jelas.
Dalam teks Piagam Madinah beberapa kata
penting muncul, kadang-kadang berulangulang: kebaikan yang disepakati dan keadilan
(bi-al-maru>f wa-al-qist}) dan kesamaan dan
keadilan (ala> sawa> wa-adl baynahum).
Artinya, keadilan, kesamaan, kepastian hukum,
kesamaan di depan hukum dan komitmen untuk
mewujudkan kebaikkan untuk semua orang
adalah nilai-nilai penting dalam menjaga
keutuhan ummah.

Makna Ummah Menurut Para Penulis


Modern
Makna Ummah di Mata Penulis Modern:
Islamic community, the community of Muslims,
community of believers, the community of the faithful
dan the Islamic nation
Dibangun atas dasar kesamaan iman
Tujuan pemerintahan Islam bukan mempertahankan
negara, tetapi keyakinan
Kesamaan iman akan menentukan:
keanggotaan seseorang (apakah orang itu ada di
dalam atau di luar kelompok)
posisi orang itu dalam masyarakat Muslim (apakah
dia itu menempati posisi tinggi atau rendah).
Akibatnya
sistem politik yang relatif tertutup: karena hanya
memasukkan orang-orang beriman ke dalamnya
Partisipasi terbatas: karena agama menjadi
tulangnya, maka hanya orang-orang yang mengerti
agama (ulama, kiayi) yang akan mendominasi
kekuasaan.

Kondisi Umat Islam


Negara2 yang berpenduduk muslim
pd umumnya berada pada tingkat
negara berkembang dan miskin.
Adanya peningkatan jumlah
penganut muslim di negara2 Eropa
dan Amerika
Sistem keuangan syariah sudah
dijadikan sbg sistem keuangan global

KEMAJUAN UMAT ISLAM


Islam mengalami puncak keemasan
pada masa Nabi Muhammad di
Madinah yang dilanjutkan oleh khalifah
Rasyidah. Dalam waktu 11 tahun
kenabian, Islam telah menyebar di
seluruh jazirah Arab dan beberapa
wilayah di Afrika dan wilayah Asia.

Umat Islam Pasca Nabi dan


Khulafaurrasyidin

Sistem
Kepemimpinan
Kerajaan
(Dinasti Bani Umayyah dan Abbasiyah).
Saat itu umat Islam pada masa bani
Umayyah dpt melakukan ekspansi
perluasan wilayah. Sedangkan pada
masa dinasti Abbasiyah umat Islam
mengalami kemajuan dalam ilmu
pengetahuan. Hal ini tampak dari hasil
karya dan ilmuwan2 yang lahir seperti
Ibnu Sina, al-Farabi, dll.

Pasca Dinasti Abbasiyah


Kerajaan Turki Usmani
Kerajaan Moghul
Kerajaan Fathimiyah
Setelah dinasti-dinasti di atas, umat
Islam mengalami kemunduran dan
dijajah negara-negara Barat

Faktor2 Penyebab Kemunduran


1. Faktor ekologis dan alami, yaitu kondisi wilayah
negara2 Islam berada pada wil yg gersang, atau semi
gersang, sehingga penduduknya tidak terkonsentrasi
pada suatu kawasan tertentu. Sehingga banyak
bergantung pd sungai2 besar, seperti Nil, Eufrat dan
Tigris. Secara agrikultural kondisi ekologis demikian
menunjukkan kondisi yg miskin. Hal ini juga rentan akan
pe serangan luar. Faktor alam yang cukup penting adalah
Pertama, Negara2 Islam seperti Mesir, Syria, Iraq dan
lain-lain mengalami berbagai bencana alam. Thn 10661072 di Mesir terjadi paceklik (krisis pangan) dg
rusaknya pertanian mereka. Tahun 1347-1349 terjadi
wabah penyakit yang mematikan di Mesir, Syria dan Iraq.
Kedua, letak geografis yang rentan terhadap serangan
musuh. Iraq, Syria, Mesir merupakan target serangan
luar krn berada di antara Barat dan Timur dan sewaktuwaktu bisa menjadi target invasi pihak luar.

Faktor2 Kemunduran
2. Faktor eksternal. Terjadi Perang Salib, dari
1096 -1270, dan serangan Mongol dari tahun
1220-1300an. Perang Salib, menurut Bernard
Lewis, pada dasarnya merupakan pengalaman
pertama imperialisme barat yang ekspansionis,
yang dimotivasi oleh tujuan materi dengan
menggunakan agama sebagai medium
psikologisnya. Sedangkan tentara Mongol
menyerang negara-negara Islam di Timur seperti
Samarkand, Bukhara dan Khawarizm, dilanjutkan
ke Persia (1220-1221). Pada tahun 1258 Mongol
berhasil merebut Baghdad dan diikuti dengan
serangan ke Syria dan Mesir. Dengan serangan
Mongol maka kekhalifahan Abbasiyah berakhir.

Faktor2 Kemunduran Umat Islam


3. Hilangnya Perdagangan Islam Internasional dan
munculnya kekuatan Barat. Thn 1492 Granada jatuh
dan secara kebetulan Columbus mulai petualangannya.
Dalam upayanya mencari rute ke India ia menempuh jalur
yang melewati negara-negara Islam. Saat itu Portugis juga
mencari jalan ke Timur dan juga melewati negara-negara
Islam dimana kekuatan ummat Islam baik di laut maupun di
darat sudah memudar. Akhirnya pos-pos pedagangan itu
dengan mudah dikuasai mereka. Akhir abad ke 16 Belanda,
Inggris dan Perancis menjadi kekuatan baru dalam dunia
perdagangan. Sisi lain abad ke 19 jumlah penduduk Eropa
telah meningkat dan melampaui jumlah penduduk Muslim
diseluruh wilayah kekhalifahan Turkey Usmani. Penduduk
Eropa Barat waktu itu berjumlah 190 juta, jika ditambah
dengan Eropa timur menjadi 274 juta; sedang jmlh
penduduk Muslim hanya 17 juta. Kuantitas yang rendah
inipun tidak dibarengi oleh kualitas yang tinggi.

Penyebab Kemunduran
Menurut Ibn Khaldun faktor2 penyebab runtuhnya
sebuah peradaban lebih bersifat internal daripada
eksternal. Suatu peradaban dapat runtuh karena
timbulnya materialisme, yaitu kegemaran penguasa dan
masyarakat menerapkan gaya hidup malas yang disertai
sikap bermewah-mewah. Sikap ini tidak hanya negatif
tapi juga mendorong tindak korupsi dan dekadensi moral.
Lebih jelas Ibn Khaldun menyatakan: Tindakan amoral,
pelanggaran hukum dan penipuan, demi tujuan mencari
nafkah meningkat dikalangan mereka. Jiwa manusia
dikerahkan untuk berfikir dan mengkaji cara-cara
mencari nafkah, dan untuk menggunakan segala bentuk
penipuan untuk tujuan tersebut. Masyarakat lebih suka
berbohong, berjudi, menipu, menggelapkan, mencuri,
melanggar sumpah dan memakan riba.

Faktor2 Kemunduran

Inkonsistensi
Kebodohan
Keterbelakangan dlm teknologi
Kemiskinan
Penguasa lemah
Setelah negara2 Islam dikuasai oleh
negara2 Eropa, maka lahirlah
kebangkitan kembali dunia Islam

ISLAM MENDUKUNG KEMAJUAN ILMU


Islam mrpk agama yg sangat mendukung
kemajuan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu,
Islam menghendaki manusia menjalankan
kehidupan yang didasarkanpada rasionalitas atau
akal dan iman. Ayat-ayat Al Quran banyak
memberi tempat yang lebih tinggi kepada orang
yang memiliki ilmu pengetahuan, Islam pun
menganjurkan agar manusia jangan pernah
merasa puas dengan ilmu yang telah dimilikinya
karena berapapun ilmu dan pengetahuan yang
dimiliki itu, masih belum cukup untuk dapat
menjawab pertanyaan atau masalah yang ada di
dunia ini. Firman Allah SWT:

KEMISKINAN
Istilah kemiskinan merupakan kata sifat
yang dibentuk dari kata miskin yang
ditambahkan dengan imbuhan ke- dan
an. Kata miskin berasal dari bahasa
Arab sakana yaskunu suknan (
) yang artinya lemah, rendah,
tunduk ( ) bentuk
mashdarnya yaitu al-maskanah yang
memiliki arti al-hjat (orang yang
membutuhkan) dan al-khudh
(kepatuhan).

Kemiskinan
Dalam pengertian istilah, kata miskin
memiliki beberapa arti, yaitu:
Kebutuhan manusia terhadap pihak lain
Fakir hati dan jiwa artinya ketidakrelaan
dan qanaah
Sedikit harta dalam hal ini ada dua
macam, yaitu: 1) sedikit harta disertai
adanya kemampuan ; 2) sedikit harta
serta tidak memiliki kemampuan

Istilah Miskin Dlm al-Quran


Dalam al-Quran ada bbrp bentuk kata miskin
yaitu: 1) Kata miskin (bentuk tunggal); 2. Kata almaskn (bentuk jamak); dan 3) kata almaskanah (bentuk mashdar). Istilah miskin
dengan lafazh al-miskn (isim marifat) dan
miskn (isim nakirah) dalam al-Quran disebut
dalam 11 tempat yaitu surat al-Baqarah ayat
184, al-Isr ayat 26, al-Qalam ayat 24, al-Hqqah
ayat 34, 40, surat al-Fajr ayat 18, al-Mn ayat
3, al-Mujdalah:4, al-Insn:8, dan surat al-Balad.
Kata miskin pada seluruh ayat tersebut memiliki
pengertian orang yang kekurangan makanan
dimana ungkapan-ungkapannya dihubungkan
dengan kalimat memberi makan.

lanjutan
Istilah miskin dengan ungkapan lafaz almaskanah terdapat dalam surat al-Baqarah/02
ayat 61 dan surat Ali Imran/03 ayat 112.
Sedangkan kata miskin dengan ungkapan lafaz
al-maskn terdapat dalam 12 tempat yaitu
QS. al-Baqarah ayat 83, 177, 215, surat al-Nisa
ayat 8 dan 36, surat al-Midah ayat 89 dan 95,
surat al-Anfl ayat 41, surat al-Taubah ayat 60,
surat al-Kahfi ayat 79, surat al-Nr ayat 22 dan
surat al-Hasyr ayat 7. Kata al-maskin dalam
beberapa ayat tersebut berhubungan dengan
masalah keharusan berbuat baik kepada
orang-orang miskin.

ORANG KAYA PERSPEKTIF HADIS


) : :
) : : (
) : : (
(

Artinya: Diriwayatkan dari Abi Dzar dia berkata:


Rasulullah saw bersabda: Wahai Abu Dzar apakah
menurut pendapatmu bahwa orang kaya itu adalah
orang yang banyak harta? Saya menjawab:Benar
ya Rasulullah. (Beliau) bersabda: Jadi, engkau
berpendapat bahwa orang yang sedikit harta itu
adalah orang fakir? Saya berkata: Benar, ya
Rasulullah. (Beliau) bersabda: Sesungguhnya
orang kaya itu adalah orang yang kaya jiwanya dan
orang fakir adalah orang yang kikir jiwanya.

LARANGAN MEMINTA-MINTA
:


)


(
Artinya:Diriwayatkan dari Abdullah bin
Umar ia berkata ;Nabi saw.
Bersabda:Seseorang yang selalu
meminta-minta kepada orang lain, akan
datang pada hari kiamat dengan muka
tanpa berbungkus dengan daging. (HR
)al-Bukhari

PERINTAH MANDIRI


) .
:

(
Artinya:
Dari
Rifa'at
bin
Rafi'
(diriwayatkan) bahwa Nabi saw., (pernah)
ditanya tentang apa pekerjaan yang
paling baik? Nabi menjawab: (pekerjaan
yang paling baik adalah) usaha seseorang
yang diperoleh dari hasil tangannya
sendiri dan setiap jual beli yang jujur. (HR.
al-Bazar dan dishahihkan oleh Hakim)

Keteguhan Dalam Bekerja





:
"
( ) .
Artinya: Hadits dari Abu Hurairah r.a ia
berkata:"Nabi saw., bersabda;" Seikat kayu
bakar di atas punggung salah seorang
diantaramu sungguh lebih baik daripada dia
meminta kepada orang lain lalu dia
memberinya
atau
menolak
(permintaannya)". (Diakhrij oleh al-Bukhari
dalam kitab al-Buyu').

KEMISKINAN
KemisKinan Dlm Pandangan Agama2
Agama-agama ardhi yang tdk mengenal kitab
suci atau yg memiliki kitab suci memiliki
perhatian terhadap orang miskin. Mis, dlm
Hammurabi (dilembah Eufrat Tigris 4000sm),
disebutkan bahwa Tuhan mengirimnya ke dunia
untuk mencegah tindakan kesewenang-wenangan
orang kaya terhadap orang miskin
Beberapa ribu thn SM orang-orang Mesir Kuno
merasa memiliki tugas menyandang agama,
mereka mengatakan:Orang lapar kuberi roti,
orang tidk berpakaian kuberi pakaian, kubimbing
kedua tangan orang-orang yang tdk mampu
berjalan ke seberang, dan aku adalah ayah bagi
anak-anak yatim

UPAYA MENGATASI
KEMISKINAN
Semua ajaran Rasul dan Nabi utusan
Allah menyerukan perlunya zakat
sebagai bagian dari kewajiban
agama.Mis:
Nabi Ibrahim, Ishaq & Yaqub: QS.alAnbiya/21:73
Nabi Ismail:QS.Maryam/19:54
Nabi Ismail dlm perjanjiannya dg Bani
Israil: QS.al-Baqarah/2:83

MENGATASI KEMISKINAN
1. Disyariatkan zakat
2. Disyariatkan wakaf
3. Peduli orang miskin sebagai bentuk
terpuji
4. Membiarkan orang miskin
mendustakan agama

MODERNISASI ISLAM
Modernisasi dlm bhs Arab dikenal dgn
istilah tajdid. Modernisasi (reformasi)
dalam Islam mencakup cara berfikir
serta upaya ijtihad yg dilakukan
dalam memberikan jawaban thdp
problematika yg dihadapi masyarakat
modern saat ini.

Ciri Peradaban Modern


1. Rasionalisasi (cara berfikir yang
rasional)
2. Teknikalisasi (cara bertindak yang
teknikal). Tumbuhnya sains dan
teknologi modern diikuti oleh
berbagai inovasi di segenap bidang
kehidupan.

PERADABAN ISLAM (ISLAMIC


CIVILIZATION)
Peradaban Islam di zaman modern yaitu
prinsip Islam yg dpt dijadikan rujukan dan
pegangan dlm kehidupan masyarakat
modern.
Modernisasi Islam diterapkan pd berbagai
bidang antara lain ekonomi spt konsep
bagi hasil dlm sistem perbankan, sistem
pendidikan serta pengkajian kembali thdp
pemikiran ulama masa lampau yg
dianggap sebagian umat sudah paten

DAMPAK MODERNISASI
THDP TATA NILAI ISLAM
Ajaran Islam (bid. Muamalah) bersifat
dinamis, fleksible, sesuai dengan segala
zaman (shlih likulli zamn wa makn)
oleh karena itu tdk menjadi terhalang krn
modernisasi. Namun pengaruh
modernisasi bagi umat Islam tergantung
dari tujuan serta kualitas keimanan dan
keislaman yg dimiliki umat.
Ada kemudahan dlm ibadah misal
transportasi yg mudah utk ibadah haji

PERPECAHAN /
PEPERANGAN
Natawan f m ittafaqn alayh, wa
yadzuru badhun badhan f m
ikhtalafn alayh (kita saling bekerja
sama dalam hal-hal yang kita
sepakati, dan saling menoleransi
dalam hal-hal di mana kita berbeda
pendapat).
WALAA TAFARRAQU

PERANG PEMIKIRAN
Al-Ghazwu Al-Fikri (Perang Pemikiran)
(QS. 61:8 , 9:32 )
QS. al-Shaff (61:8)


Mereka ingin memadamkan cahaya


Allah dengan mulut (tipu daya) mereka,
tetapi Allah (justru) menyempurnakan
cahaya-Nya, walau orang-orang kafir
membencinya".

Gazwul Fikr
Ifsaad al-Akhlaq (merusak Akhlak) (QS.
al-Hijr/ 15:29 )

(29)
15.29] Maka apabila Aku telah
menyempurnakan kejadiannya, dan
telah meniupkan ke dalamnya ruh
(ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu
kepadanya dengan bersujud.

lanjutan
Tahthim al-Fikrah (Menghancurkan
Fikrah) (QS. 4:60 )
Idzabah al-Syakhshiyah (Melarutkan
kepribadian) (QS. 68:6 , 4:89 )
Al Riddah (menumbangkan Akidah) (QS.
2:109 , 3:149 )

Ghazwul Fikr. QS. al-Taubah/9:32






[9.32] Mereka berkehendak
memadamkan cahaya (agama) Allah
dengan mulut (ucapan-ucapan)
mereka, dan Allah tidak
menghendaki selain
menyempurnakan cahaya-Nya,
walaupun orang-orang yang kafir
tidak menyukai.

lanjutan
Fase sebelum jatuhnya khilafah:
orientalisme,
kristenisasi,
pemutusan hubungan negeri-negeri
Islam dengan khilafah

lanjutan
Fase jatuhnya khilafah:
orientalisme,
kritenisasi,
memisahkan agama dari negara,
menyebarkan faham nasionalisme,
menjatuhkan khilafah

lanjutan
Fase sesudah jatuhnya khilafah:
Terjadi perubahan besar dalam
politik, sosial, dan moral. Sarananya
adalah:
orientalisme,
kristenisasi,
ateisme
nasionalisme
pembaratan

Sekulerisasi menjalar di bidang


pengajaran, penerangan, dan

Wasa'il Al-Ghazwu Al-Fikri ( Sarana Perang


Pemikiran )

1. Musuh-musuh Islam
Atheis, Yahudi (QS. 5:82 )
Musyrikun (QS.9:36 )
Nasrani (QS. 2:120 )
Munafikun (QS. 63:4 )
2. Mustakbirun (Orang-orang yang
sombong) (QS. 34:31 ,32 ,34 , 2:166 )

lanjutan
Mereka menggunakan berbagai
sarana (QS.17:64 ):
Penerangan
Pendidikan /pengajaran
Media cetak
Hiburan
Klub-klub
Olahraga
Yayasan,dll

lanjutan
Terhadap orang yang lemah (QS.
34:33 , 2:167 )
Orang-orang yang murtad (QS. 2:109
, 3:100 , 3:149 , 47:25 -26 )

Adhraar Al-Ghazwu Al-Fikri ( Bahaya


Perang Pemikiran )
- Tertipu (QS. 35:6 )
Cenderung pada orang kafir(QS. 11:13 )
Mencintai orang kafir (QS. 3:118 )
Menaati orang kafir (QS. 47:26 )
Mengikuti tatacara hidup mereka (QS. 2:120
)
Menyerupai perilaku dan penampilan
mereka (QS. 5:51 )
Memberikan loyalitas kepada mereka (QS.
5:51 )

lanjutan
Akibatnya:
Kehinaan
Mudah dikendalikan
Mendapat laknat dan cobaan Allah
Terjatuh dalam syirik
Allah berlepas diri darinya
Murtad dan azab

Timbullah kehidupan jahiliyah

Sebab-sebab kejahiliyahan:
- Prasangka buruk kepada Allah
(QS.48:6 , 24:50 )
Merasa cukup, tak perlu hidayah
(QS.96:6 - 7 , 5:104 , 31:21 )
Sombong (QS. 7:12 , 38:75 -76 ,
11:27 )
Pendeta yang mengajak bid'ah (QS.
6:31 ,9:31 )
Mengikuti hawa nafsu (QS. 45:23 )
Taklid buta (QS. 17:36 )

lanjutan
Jahil terhadap kebenaran
Persangkaan jahiliyah (QS. 48:6 , 3:154 )
Hukum jahiliyah (QS. 5:51 , 4:60 )
Ibadah /pengabdian jahiliyah (QS.39:64 )
Kebanggan jahiliyah (QS.48:26 )
Tradisi jahiliyah (QS. 28:55 , 25:63 )
Tingkahlaku /perhiasan jahiliyah (QS. 33:33
)

Akibat berada di dalam kegelapan


jahiliyah (QS. 2:257 , 24:39 -40 )

UPAYA MEMBENTENGI
GAZWUL FIKR
1.Berpegang pada agama Islam
(berpegang pada al-Quran dan Sunnah
Rasul). Firman Allah dlm surat Ali Imran
ayat:103







)(103

Artinya:
[3.103] Dan berpeganglah kamu semuanya
kepada tali (agama) Allah, dan janganlah
kamu bercerai berai, dan ingatlah akan
nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu
(masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka
Allah mempersatukan hatimu, lalu
menjadilah kamu karena nikmat Allah orangorang yang bersaudara; dan kamu telah
berada di tepi jurang neraka, lalu Allah
menyelamatkan kamu daripadanya.
Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu, agar kamu mendapat
petunjuk.

LANJUTAN
Berdasarkan ayat di atas, umat Islam
harus bersatu padu tidak boleh bercerai
berai. Umat Islam tidak boleh saling
mencela dan mencaci maki. Semua
umat bersaudara. Rasulullah saw
memberikan petunjuk agar umat Islam
berpegang pada al-Quran dan Sunnah
Rasul. Hal ini disebutkan dlm sabdanya:




Artinya:
Diriwayatkan dari Malik di
amenyampaikan bahwa Rasulullah
saw. bersabda: Telah aku tinggalkan
dua hal dimana kalian tidak akan
tersesat selamanya selagi berpegang
pada al-Quran dan Sunnah Nabinya.
(HR Malik dalam al-Muwaththa).

WASSALAM