Anda di halaman 1dari 14

KEWENANGAN PEMERINTAH DAN PROPINSI

SEBAGAI DAERAH OTONOM

PRODI MATEMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2011

Pengertian otonomi
daerah

Perubahan sistem birokrasi


pemerintahan dari sentralisasi ke
disentralisasi
Hak, wewenang, dan kewajiban yang
diberikan kepada daerah otonom untuk
mengurus sendiri urusan pemerintahan
dan kepentingan masyarakat setempat

Masalah-masalah dalam otonomi


daerah

Sumber daya alam (SDA)


Sumber daya manusia
Perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi
Penyempurnaan dasar hukum otonomi
daerah

Pelaksanaan Otonomi Daerah


setelah Masa Orde Baru

Habibie menghadapi tantangan untuk


mempertahankan integritas nasional :
1. melakukan pembagian kekuasaan
2. Membentuk negara federasi
3.

membuat pemerintah provinsi sebagai


agen murni pemerintah pusat.

Hal-hal yang mendasari otonomi


daerah

UU NO.5 tahun 1974 (orde baru)


UU NO.22 tahun 1999
UU NO.25 tahun 2000

Tujuan Otonomi daerah

kesejahteraan rakyat
demokratisasi dan penghormatan
terhadap budaya lokal
memperhatikan potensi dan
keanekaragaman Daerah

Kewenangan pemerintah

UU NO.22 tahun 1999 pasal 5 ayat 1.


tentang Pemerintahan daerah, adalah
penyelenggaraan politik luar negeri,
pertahanan keamanan, peradilan,
moneter dan fiskal, agama serta
kewenangan bidang lainnya.

Kewenangan propinsi

sebagai daerah otonom,


penyelenggaraan kewenangannya
bersifat lintas Kabupaten/Kota
sebagai wilayah administrasi
pelaksanaan kewenangan Pemerintah
didekonsentrasikan kepada Gubernur.

Kewenangan Pemerintah,
Propinsi, Kabupaten dan
Kota dibidang
Penanaman Modal

UU NO.25 tahun 2000 tentang


kewenangan di bidang penanaman
modal

Kewenangan pemerintah di
bidang penanaman modal

Pemberian Izin dari pengendalian


penanaman modal untuk usaha
berteknologi strategis yang mempunyai
derajat kecanggihan tinggi dan beresiko
tinggi dalam penerapannya, meliputi
persenjataan nuklir dan rekayasa
genetika.

Kewenangan propinsi di bidang


penanaman modal

bersifat lintas Kabupaten/Kota dalam


bidang penanaman modal Propinsi
melakukan kerjasama dengan
Kabupaten/Kota.

Kewenangan kabupaten/kota di
bidang penanaman modal

Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor


130-67 tahun 2002 tanggal 20 Februari
2002 tentang Pengakuan Kewenangan
Kabupaten dan Kota di bidang
penanaman Modal ada 5

Kewenangan kabupaten/kota di
bidang penanaman modal

Kebijakan dan perencanaan


pengembangan penanaman modal
Promosi dan kerjasama intemasional
penanaman modal
Pelayanan perizinan penanaman modal
Pengendalian penanaman modal
Sistem informasi penanaman modal

DONE
TRIMAKASIH
ACARA INI DIPERSEMBAHKAN OLEH :
1111094000037 BINTANG PUTRA P.
1111094000048 MUHARMAN