Anda di halaman 1dari 1

Aplikasi Kecerdasan Buatan Dalam Bidang Agronomi dan

Pertanian
Contoh aplikasi yang ingin saya jabarkan di sini sebagai contoh aplikasi
kecerdasan buatan dalam bidang agronomi dan pertanian adalah aplikasi Sistem Pakar
Budidaya Padi. SIPADI (Sistem Pakar Budidaya Padi) merupakan software (perangkat
lunak) dalam bentuk kuisioner Ms Excel yang bermanfaat sebagai analisis budidaya
tanaman padi. Sistem pakar ini walaupun masih harus disempurnakan, namun luar biasa
lengkap dari teknik budidaya hingga analisis biaya. Sistem pakar ini sangat berguna
sekali bagi yang terjun ke dunia pertanian terutama yang berkaitan dengan budidaya
tanaman padi.
Pengertian sistem pakar itu sendiri merupakan sistem yang berusaha mengadopsi
pengetahuan manusia ke komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan
menyelesaikan masalah seperti layaknya seorang pakar. Dengan sistem pakar ini, orang
awam pun dapat menyelesaikan masalahnya atau hanya sekedar mencari suatu
informasi berkualitas yang sebenarnya hanya dapat diperoleh dengan bantuan para ahli
di bidangnya. Sistem pakar ini juga akan dapat membantu aktivitas para pakar sebagai
asisten yang berpengalaman dan mempunyai asisten yang berpengalaman dan
mempunyai pengetahuan yang dibutuhkan. Dalam penyusunannya, sistem pakar
mengkombinasikan kaidah-kaidah penarikan kesimpulan (inference rules) dengan basis
pengetahuan tertentu yang diberikan oleh satu atau lebih pakar dalam bidang tertentu.
Kombinasi dari kedua hal tersebut disimpan dalam komputer, yang selanjutnya
digunakan dalam proses pengambilan keputusan untuk penyelesaian masalah tertentu.
Oleh sebab itu, dengan adanya Sistem Pakar Budidaya Padi ini pun memiliki
manfaat seperti memberi kemudahan bagi user untuk mendapatkan pengetahuan serta
informasi apa saja yang diperlukan mengenai teknik maupun biaya yang di inginkan
dalam melakukan budidaya padi. Disamping itu, dengan aplikasi sistem pakar user selain
diberi kemudahan juga dapat meghemat waktu dalam pengambilan keputusan.
Tapi tidak sepenuhnya sistem pakar hanya memberikan manfaat kepada user.
Sistem pakar itu sendiripun memiliki kelemahan pula yaitu biaya yang diperlukan untuk
membuat serta memeliharanya sangat mahal, sulit dikembangkan dikarenakan dengan
ketersediaan pakar di bidangnya serta sistem pakar sendiripun tidak memiliki nilai yang
100% benar.
BINTANG PUTRA PRATAMA
1111094000037
MATEMATIKA UIN JAKARTA