Anda di halaman 1dari 50

TRAUMA

LISTRIK DAN
PETIR

Setiap dokter perlu memahami Ilmu Kedokteran


Forensik, agar tidak menemui kesulitan dalam
membantu kepentingan peradilan.
Khususnya dalam membantu penegak hukum
(penyidik), guna memecahkan kasus (yang
berkaitan dengan trauma listrik dan petir khususnya),
agar lebih terarah dan selektif di dalam melakukan
pemeriksaan terhadap para tersangka atau korban
tindak pidana di dalam proses penyidikan.

PENDAHULU

Gambar :FRANKLIN BENYAMIN


Sejak eksperimen Franklin dengan petir,
manusia telah terbiasa dengan listrik,
penggunaan listrik yang meluas dan aplikasi dari
tenaga listrik pada mesin telah menyebabkan
peningkatan jumlah pasien terluka akibat listrik.
Samuel W. Smith adalah orang pertama di USA
yang meninggal akibat luka listrik oleh
generator di Buffalo, New York, USA, pada
tahun 1881.

LATAR

BELAKANG

Eksekusi di kursi listrik

Hukuman mati dengan kursi listrik yang dilakukan di New


York State sejak tahun 1889 adalah sebagai berikut :
Kepala dan tungkai terhukum mati dicukur, kemudian ia diikat
pada suatu kursi. Satu elektrode ditempatkan di kepala dan yang
lain di tungkai. Listrik arus bolak-balik dengan tegangan 1700 V
dan arus 7 A dialirkan melalui tubuhnya selama 1 menit. Terhukum
mengalami kejang tetani dan langsung pingsan. Proses ini diulang
sekali lagi. Untuk kepastian terhukum sudah meninggal dunia,
hukum mengharuskan terhukum diautopsi segera setelah eksekusi
dilakukan.

Ada 2 jenis tenaga listrik,


yaitu:
Tenaga listrik alam seperti petir dan kilat
Tenaga listrik buatan meliputi arus searah/ DC
(telepon/ alat alat yang benggunakan batrai atau
accumotor)) dan arus bolak-balik/AC (listrik
rumah, pabrik atau PLN).
Arus listrik bolak-balik (AC =
alternating current) lebih sering
sebagai penyebab kecelakaan,
sedangkan arus listrik searah (DC
direct current) lebih jarang.

Manusia lebih sensitive (sekitar 4-6 kali) terhadap


arus listrik bolak-balik/ AC bila dibandingkan dengan
arus listrik yang searah/ DC.
Bila seseorang terkena arus listrik bolak-balik/ AC
dengan intentitas 80 mA, ia dapat mati. Akan tetapi
dengan arus listrik searah/ DC yang intentitasnya 250 mA
(umumnya) tidak akan berakibat kematian.

subatomik tertentu, seperti


elektron dan proton, yang
menyebabkan penarikan dan
penolakan gaya diantaranya.
Dapat juga diartikan sebagai sumber
energi yang disalurkan melalui
kabel.
Arus listrik timbul oleh karena
muatan listrik mengalir dari
saluran Reaksi
positif
ke
saluran
negatif.
eritema akibat
trauma listrik tegangan

Trauma listrik (electrical injuries)


merupakan trauma oleh benda fisik
karena, persentuhan dengan benda
bermuatan listrik sehingga menimbulkan
efek berupa luka bakar sebagai akibat,
berubahnya energi listrik menjadi panas.

Luka listrik akibat listrik


tegangan rendah

Kematian akibat kontak


dengan listrik teganan tinggi

Listrik merupakan bentuk energi yang


dapat menimbulkan luka yang
menyebabkan
kematian.
dimana listrik memiliki beda potensial
dan
mengalir melalui medium perantara
(konduktor),yang pada akhirnya menghilang
masuk ke dalam tanah.
Pada sisi lain, tubuh manusia merupakan
konduktor yang baik bagi listrik.

Konduktor dan Isolator


Zat-zat berbeda dalam kebebasan relatif elektronelektron untuk bergerak, di dalam zat tersebut.
Disebut konduktor jika elektron-elektron dapat bergerak
bebas.
Sebaliknya dikatakan isolator jika sedikit elektron yang dapat
bergerak bebas di dalam zat tersebut.
Semua logam adalah konduktor yang baik.
Kaca, karet, busa adalah isolator.
Di dalam isolator, setiap elektron terikat bebas pada
satu atom dan tidak bebas bergerak menjauh.
Sedangkan dalam suatu konduktor, paling tidak satu
elektron dipisahkan dari setiap atom dan bebas bergerak
kemana saja dalam konduktor tersebut.

Jika seseorang meletakkan


jarinya pada arus listrik, ketika
berdiri dengan menggunakan
sepatu lembab pada lantai yang
basah, kemudian arus listrik yang
lewat dari tangan ke kaki, akan
menghasilkan akibat yang fatal.
Sebaliknya orang yang berdiri di
atas karpet dengan lantai kayu,
hanya sedikit arus listrik yang
dapat melewati tubuh dan hanya
akan menimbulkan spasme pada
otot.

Proses aliran listrik dalam tubuh

Ada teori yang berkaitan dengan listrik :


Hukum Ohm : perbedaan potensial antara ujung
konduktor berbanding langsung dengan arus yang
melewati dan berbanding terbalik dengan tahanan
konduktor
V = I.R
R : tahanan ()
I : kuat arus (A)
V : tegangan (Volt)
Hukum Joule : arus listrik yang melewati konduktor
dengan perbedaan tegangan dalam waktu tertentu
akan menimbulkan panas
E = (V . I . t) : Joule (koefisien = 0, 239 kalori)
E: energi/ panas/ kalori I : kuat arus (A)
V: tegangan (Volt)
t : waktu (detik)

Menurut Moritz
Peristiwa trauma listrik disebabkan
kontak dengan penghantar listrik
tergantung pada : jenis arus listrik, kuat
arus listrik, lintasan arus listrik dan
lamanya arus mengalir.
Jika tegangan (V) tinggi atau jika tahanan
(R) rendah, kuat arus (I) listrik yang
mengalir dalam tubuh akan menjadi besar.
Pada umumnya tingkat keparahan dari
trauma listrik juga berhubungan langsung
dengan lamanya (T) terpapar arus listrik.

Charles Dalziel membuat suatu riset (pada


pertengahan abad ke dua puluh) mengenai respon
tubuh
manusia apabila dimasuki arus listrik. Riset ini
berguna bagi kita sehingga kita mengetahui batasbatas arus listrik yang tidak akan melukai kita.

Arus listrik (dalam

Efek terhadap tubuh

mA)
1

Ambang batas persepsi, sensasi tingling


pada lidah

Tremor otot

15

Kontraksi otot

40

Hilang kesadaran

75-100

Fibrilasi ventrikel

2000 (2 Amps)

Ventrikel berhenti berkontraksi (Ventrikel


arrest)

Sifat Fisika Kelistrikan


1 Arus Listrik
Adalah elektron yang bergerak pada suatu
penghantar listrik dengan kecepatan
tertentu.
Timbulnya arus listrik, karena
terdapatnya beda potensial pada dua ujung
penghantar. Sedangkan terjadinya beda
potensial pada dua tempat penghantar
disebabkan karena salah satu ujung
penghantar mendapatkan suatu tenaga yang
mendorong elektron-elektron untuk berpindah
tempat.

Kecepatan pemindahan sejumlah elektron


dalam waktu tertentu disebut kuat arus. Satuan
untuk ukuran arus listrik dinamakan Ampere.
1 Ampere adalah sejumlah listrik dari 1
Coulomb (6,25 x 1018 elektron) dipindahkan
melalui suatu penampang pada suatu tempat
dalam suatu rangkaian dalam satu detik.

2 Tegangan Listrik (V)


Menurut teori elektron, sebuah benda bermuatan
positif jika benda tersebut kehilangan elektron dan
sebuah
benda bermuatan negatif jika benda
tersebut
kelebihan elektron. Dalam keadaan
berbeda muatan
inilah munculnya tenaga potensial
yang berada diantara
benda-benda tersebut.
Besarnya tenaga potensial
tersebut diukur dengan
satuan volt.

3 Tahanan Listrik (R)


adalah gesekan atau rintangan yang diberikan
suatu bahan terhadap suatu aliran listrik.
Dengan
adanya gesekan atau rintangan ini
menyebabkan
gerak elektron berkurang.
Makin besar tahanan
listrik makin sedikit
arus listrik yang melewatinya.
Akibat adanya
gesekan atau rintangan pada aliran
elektron
maka sejumlah energi listrik berubah menjadi
energi panas.

4 Macam-Macam Gelombang Arus


Listrik
Terdapat dua macam gelombang arus listrik yang
berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu:
Gelombang bolak balik/ AC (sinusoidal) dan
Gelombang searah/ DC.

Disebut arus searah/ DC karena arah


arusnya selalu mengalir dalam satu arah.
Terjadinya arus searah adalah apabila
pada suatu sumber listrik memiliki muatan
kutub-kutubnya tetap atau tidak
berpindah-pindah. Contoh sumber listrik
searah misalnya batu baterai dan
accumulator. Sedangkan arus bolak balik/
DC jika arah arusnya berbalik setiap
setengah putaran. Contohnya adalah:
pembangkit listrik Perusahaan Listrik
Negara (PLN).

5 Frekwensi Arus Listrik


Sesuai dengan efek yang timbulkan arus listrik,
maka arus listrik dibagi dalam dua bentuk, yaitu :
Listrik berfrekwensi rendah dan listrik berfrekwensi
tinggi.
Frekwensi 20 Hz sampai dengan 500.000 Hz disebut
listrik frekwensi rendah.
Frekwensi ini mempunyai efek merangsang saraf
dan otot sehingga terjadi kontraksi otot.
Arus searah/ DC maupun arus bolak balik/ AC
dengan frekwensi rendah mempunyai kemampuan
yang serupa yaitu merangsang saraf sensoris, saraf
motoris dan otot. Contoh peralatan medis
memanfaatkan frekwensi ini adalah multivibrator.

Listrik berfrekwensi tinggi adalah frekwensi arus


listrik di atas 500.000 Hz.
Frekwensi ini tidak mempunyai sifat merangsang
saraf dan otot. Namun memiliki sifat mampu
memanaskan.
Contoh alat medis yang menggunakan frekwensi
tinggi adalah elektrocauter dan elektrosurgery.

2 Biolistrik
Pada dasarnya di seluruh sel tubuh terdapat
potensial listrik yang melintasi membran. Selain
itu, pada beberapa sel, misalnya sel saraf dan
sel otot, bersifat dapat dirangsang artinya,
mampu membangkitkan sendiri impuls
elektrokimia pada membrannya. Pada
beberapa keadaan, impuls ini dapat
digunakan untuk menghantarkan sinyal
sepanjang membran.

Faktor Yang Berperan Dalam Trauma


Listrik
Intensitas (I/ kuat arus)
Banyaknya arus listrik yang mengalir melalui
kawat atau tubuh manusia, ini menentukan
fitalitas seseorang.
Voltase/ tegangan (V)
Voltase rendah di bawah 60 V, voltase
tinggi di atas
100.000 V, (kematian
tergantung oleh banyak faktor yang
mempengaruhi).
Tahanan (R)
Besarnya tahanan pada manusia tergantung dari
banyak sedikitnya air yang terdapat pada bagian tubuh.
Tahanan yang paling besar adalah kulit, kemudian
tulang,
lemak, saraf, otot, darah dan yang rendah adalah cairan
tubuh.

Arah aliran
Manusia dapat mati bila terkena arus listrik bila aliran dari
arus listrik tersebut melintasi otak atau jantung, misalnya arah
aliran dari kepala ke kaki atau dari lengan kiri ke lengan kanan
(sebaliknya). Dengan sendirinya lebih lama arus listrik melalui tubuh,
lebih besar akibatnya.

Waktu
Waktu lamanya seseorang kontak dengan benda yang
beraliran listrik menentukan kecepatan datangnya
kematian. Sebagai contoh, bila intentitas sekitar 70-300 mA,
maka kematian akan terjadi dalam 5 detik, sedangkan
pada
intentitas sekitar 200-700 mA kematian akan terjadi dalam 1
detik. Cepat lambatnya arus listrik masuk ke
dalam tubuh juga
menjadi suatu faktor penentu kematian.

TRAUMA LISTRIK (elecrtrical injuries)


A.DEFINISI
merupakan jenis trauma atau kekerasan
yang disebabkan oleh adanya
persentuhan dengan benda yang
memiliki arus listrik, sehingga dapat
menimbulkan luka bakar sebagai akibat
berubahnya energi listrik menjadi energi
panas. Lewatnya arus listrik substansial
melalui jaringan dapat menyebabkan lesi
kulit, kerusakan organ dan kematian.
Cedera ini disebut electrocution.

JENIS-JENIS TRAUMA LISTRIK


Contact burn disebabkan kontak dengan benda hidup
(manusia, hewan) dan tingkat keparahannya bervariasi dari lesi yang
kecil dan superficial sampai ke dasar jika kontaknya berlangsung
lama.

Spark burn disebabkan kontak murni/ langsung dengan arus


listrik oleh kulit. Luka yang timbul berbentuk lingkaran dengan
dengan daerah pertengahan yang pucat dikelilingi daerah yang
hiperemis. Luka ini penting untuk membuktikan adanya kontak
murni dengan arus listrik

Flash burn menunjukkan tampilan yang bervariasi, mulai dari


bentuk seperti pohon, hingga tampilan seperti kulit buaya Crocodile
skin effect yang disebabkan kontak dengan loncatan arus yang
sangat tinggi (petir atau radisi arus tegangan tinggi).

BENTUK-BENTUK JEJAS
1. Electric mark.
Dijumpai pada tempat dimana arus listrik masuk ke
dalam tubuh, dengan tegangan rendah sampai sedang.

Electric mark berupa kerusakan lapisan tanduk


kulit atau berupa luka bakar dengan tepi yang
menonjol, di sekitarnya terdapat daerah yang pucat
dikelilingi oleh kulit yang hiperemi. Bentuknya sering
sesuai dengan bentuk benda penyebabnya.

2. Joule burn atau endogenous burn.


Terjadi bilamana kontak antara tubuh dengan
benda yang mengandung arus listrik yang cukup lama.
Gambaran jejas berupa elektric mark dengan bagian
tengah yang menjadi hitam hangus terbakar.

3. Exogenous burn.
Dapat terjadi bila tubuh manusia terkena benda
yang berarus listrik dengan tegangan tinggi dan benda
tersebut memang sudah mengandung panas.
Tubuh
korban akan hangus terbakar dengan kerusakan yang
sangat berat, yang tidak jarang disertai dengan patahnya
tulang-tulang.

Electric mark (spark burn =


kontak langsung dari arus
listrk)

Joule burn

Electrik
Mark

Exogenous burn

Trauma listrik tegangan


tinggi dengan patah tulang
(exogenous burn)

Multiple spark lesion


(Crocodile skin effect) = flash
burn

Crocodile skin effect


(flash burn)

Sikap
pugilistik

Gambaran khas
luka bakar listrik
intravital

Metalisasi
Dapat juga ditemukan pada jejas listrik. Gambaran
jejas ini juga dapat ditemukan akibat persentuhan kulit
dengan benda/ logam panas (membara).
Jejas listrik bukanlah tanda intravital karena dapat
juga ditemukan pada kulit mayat atau pasca
kematian
namun tanpa disertai daerah hiperemis disekitar jejas.

KEMATIAN AKIBAT SENGATAN LISTRIK


Arus listrik bisa menyebabkan terjadinya cedera
melalui 3 cara :
Henti jantung (cardiac arrest) akibat efek listrik
terhadap jantung.
Perusakan otot, saraf dan jaringan dan sel oleh arus
listrik yang melewati tubuh (gagal nafas).
Luka bakar termal/ panas tinggi akibat kontak
dengan sumber listrik.

Tanda elektrik dapat tidak begitu


jelas terlihat dari luar, karena arus
dapat pada daerah tubuh yang lembab
dan basah, seperti ditempelkan pada alat
genitalia, anus (pada beberapa kasus
penyimpangan seksual) atau abdomen
(karena mengandung banyak lemak) atau
melalui mulut (khususnya pada anak-anak
bayi), dapat memasukkan alat listrik
yang menyala di antara bibir dan
mengalami luka bakar elektrik di lidah
atau mukosa bukal, yang mungkin tidak
begitu jelas pada pemeriksaan luar

Beberapa gambaran yang merupakan


karakteristik dari penyebab trauma listrik
1.LEPUH (bekas lepuh tampak gambaran
cincin kelabu)
2.Lebam mayat berwarna biru
kemerahan
3.Spark lesion atau multiple spark lesion
(crocodile skin efect)
4.Luka bakar
5.Luka masuk berbentuk halo dengan
dikelilingi bagian hiperemis
6.Luka keluar berbentuk celah (split)
yang pinggirnya menonjol

TANDA PADA ORGAN DALAM


1. Tanda-tanda kongesti dan
asfiksia umum
2. Pethie epicardial, pethie intra
cerebral
3. Udema dan bintik perdarahan
4. Ruptur pembuluh
darah
GAMBARAN
HISTOLOGIS
1. Vacuola-vacuola kecil pada stratum
corneum Kulit
2. Pelebaran kelenjar keringat honeycomb
atau
swiss cheese like apperence
3. Gambaran epidermis seperti alur
melingkar (whorled)
4. Folikel rambut distorsi , seperti

Swiss cheese
appearance
Dikutip dari
members.fortuneci
ty.com

Honeycomb appearance Dikutip


dari indmedica.com

NTIK PERDARAHAN PADA JANTUNG

BINTIK PERDARAHAN PADA PARU

Bintik perdarahan
pada organ dalam (tanda kongesti)

TRAUMA PETIR/ LIGHTING


Petir terjadi karena
adanya loncatan arus
listrik di awan yang
tegangannya dapat
mencapai 10 mega Volt
dengan kuat arus sekitar
100.000 A ke tanah.

Kerusakan fisik pada kasus yang


fatal dapat bervariasi mulai dari nol
hingga terbakar seluruhnya, fraktur
dan kerusakan jaringan.
.

Tanda pada kulit mungkin ada, yang


disebut pola gambaran seperti
pakis = fernlike atau tanaman
menjalar = arborescent merupakan
gambaran dari pelebaran pembuluh
darah yang mengalami proses
radang (akibat adanya reaksi arus

Arborescent
mark

METALISASI
Bahan-bahan kaca dan metalik
seperti kunci kereta atau tali
pinggang yang dipakai korban akan
melengket, bahan-bahan logam akan
termagnetisir dan akan meninggalkan
impresi di kulit

PEMERIKSAAN POST MORTEM


1. Eksternal
Heat stifning
(keadaan kaku tubuh akibat suhu panas yang tinggi
menyerupai kaku mayat) : akan muncul setelah kematian dan
hilang dengan cepat. Lesi yang dijelaskan diatas biasanya
hadir di permukaan tubuh, tetapi sangat sukar dijumpai
dalam suatu kasus.
Sering juga ditemui bau hangus atau panas
disekitar tubuh dan pakaiannya. Rambut
hangus dan sering terdapat cedera kepala,
baik oleh karena tersambar halilintar itu

2. Internal : tidak begitu jelas.


Terdapat banyak pendarahan ekstensif dalam otak yang
kadangkala terlaserasi.
Perikardium menunjukkan pendarahan petekhie dan
jantung terdilatasi.
Darah yang seharusnya encer, sering dijumpai
menggumpal (akibat panas).
.

Petekhie akan dijumpai dalam permukaan paru-paru


yang terkongesti. Pembuluh darah akan dijumpai
trombosit atau teruptur dan organ-organ internal
terkoyak. Kongesti dari spleen, supralenal dan ginjal
dan nekrosis dalam pankreas pernah dilaporkan.
Pendarahan telinga tengah dan rupturnya gendang
telinga juga pernah dilaporkan

ASPEK MEDIKOLEGAL
A.KECELAKAAN
B.BUNUH DIRI
C.PEMBUNUHAN

KESIMPULAN
Cedera akibat listrik adalah kerusakan yang terjadi jika arus
listrik
mengalir ke dalam tubuh manusia dan membakar jaringan ataupun
menyebabkan terganggunya fungsi suatu
organ dalam.
Klasifikasi luka listrik secara garis besar dibagi dua yaitu luka
listrik akibat kontak dengan alat listrik dan luka listrik petir.
Hal-hal yang mempengaruhi trauma listrik, antara lain tipe
sirkuit (AC/DC), lama kontak, resistensi (R), tegangan (V), kuat
arus (I) jalannya arus dan luas area kontak.
Penanganan trauma listrik pertama-tama yang harus dilakukan
adalah memutuskan aliran listrik selekas mungkin.
Kematian akibat listrik dapat diklasifikasikan dalam tiga
golongan berdasarkan tinggi-rendahnya tegangan listrik, yaitu
tegangan listrik pada kisaran rumah tangga, industri dan karena
petir.

Fakta-fakta yang ditemukan pada kematian akibat


trauma listrik sangat bervariasi, termasuk
kemungkinan tidak ditemukannya luka luar pada
kulit sama sekali.
Karakteristik mikroskopis trauma listrik antara lain
adanya vakuola-vakuola kecil pada stratum korneum,
kebanyakan terjadi pada jari-jari, telapak tangan dan
telapak kaki yang mengandung lapisan keratin yang
tebal.

TERIMA
KASIH

Anda mungkin juga menyukai