Anda di halaman 1dari 3

Kemampuan numerik

Kemampuan menurut bahasa indonesia adalah kesanggupn,


kecakapan,kekuatan, kita berusaha dengan diri sendiri. Sedangkan kata numerik
dalam kamus besar bahasa indonesia berarti yang bersifat angka atau sistem
angka (Depdiknas, 2002:708). Angka atau sistem angka itu adalah lambang atau
simbol dari bilangan-bilangan.
Kemampuan numerik merupakan kemampuan matematika yang didalamnya
termuat kemampuan operasi hitung seperti penjumlahan, pengurangan,
perkalian, pembagian, pemangkatan, menarik akar, dan lainnya serta
kemampuan memanipulasi bilangan-bilangan dan lambang-lambang
bilangan(Samekto, 1987:9). Kemampuan numerik sangat penting dalam usaha
pemecahan masalah yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari temasuk
masalah yang berhubungan dengan matematika.
Pemecahan soal-soal matematika akan melibatkan perhitungan yang
membutuhkan suatu pemikiran yang menekan penalaran unutk menentukan
jenis operasi hitung yang diperlukan. Setelah tahap ini berjalan, baru siswa
melangkah ketahap berikutnya yaitu menentukan hasil dari operasi-operasi
hitung tersebut.
Kemampuan operasi hitung pada mulanya didapat dengan mempelajari caracara melakukan perhitungan. Selanjutnya kemampuan tersebut dikembangkan
siswa dengan jalan memperbanyak mengerjakan latihan soal-soal yang memuat
perhitungan. Tahapan tersebut jika dilakukan secara teraturmaka dengan
sendirinya kemampuan itu dapat cepat dilakukan tanpa menggunakan alat bantu
kalkulator atau komputer dan hasilnya akan tepat.
Dari uraian tersebut dapat disebutkan bahwa kemampuan numerik adalah
kemampuan matematis yang didalamnya terdapat kemampuan melakukan
operasi hitung. Kemampuan numerik dapat diperoleh siswa dengan cara banyak
mengerjakan latihan soal-soal dan menyelesaikan soal-soal yang memuat
perhitungan tanpa menggunakan alat bantu.

Kemampuan verbal
Menurut Erman S. Dan Udin W, matematika adalah bahasa, sebab matematika
merupakan bahasa simbol yang berlaku secara universal (internasional) dan
sangat padat makna dan pengertiannya (Erman S. Dan Udin W. , 1992:130).
Matematika dikatakan bahaa simbol karena persoalan yang ada dalam
matematika pada umumnya disajikan dengan kalimat matematika atau simbolsimbol. Tetapi selamanya persoalan yang ada dalam matematika berbentuk
kalimat matematika atau simbol-simbol, melainkan banyaknya yang disajikan
dengan bahasa sehari-harii dalam bentuk cerita sehingga pemahaman konsep
dan pemahaman bahasa yang tinggi.
Kekeliruan dalam membaca dan memahami suatu soal bentuk cerita berakibat
pada kesalahan dalam penyelesaian. Pemahaman merupakan langkah awal
untuk mendapatkan penyelesaian yang benar, dilanjutkan oleh kemempuan
logika, yaitu kegiatan berfikir yang mengandung penalaran kemudian
mengidentifikasi jenis soal dari pengalaman-pengalaman yang telah didapatkan
dari belajar. Demikian juga untuk memecahkan soal yang disajikan dalam
lambang matematika, maka dibutuhkan kemampuan memahami dan
mengidentifikasi jenis soal.
Untuk dapat menyelesaikan permasalahan matematika khususnya yang
berbentuk soal cerita, maka dibutuhkan kemampuan membaca dan kemampuan
memahami isi soal lalu mentransfernya dalam bahasa matematika dan
melakukan komputasi sehingga diperoleh hasi penyelesaiannya.
Kemampuan verbal yakni kemampuan dalam memahami arti kata atau istilah
matematika dan menyajikan dalam bahasa simbol sehingga dapat dicari
penyelesaiannya. Kemampuan verbal punya peranan penting dalam
menyelesaikan soal-soal matemaika khususnya soal berbentuk cerita. Karena
kesalahan dalam membaca dan memahami soal bisa menyebabkan kekeliruan
dalam menyelesaikan soal yang diberikan.