Anda di halaman 1dari 5

PT.

BINATAMA
WIRAWREDHA
KONSULTAN

LAPORAN RINGKASAN
Fasilitasi Inspeksi Besar Bendungan Kalola

BAB VI
ANALISIS DAN EVALUASI
STABILITAS BENDUNGAN DAN BANGUNAN PELENGKAP

6.1. ANALISIS STABILITAS BENDUNGAN


Kajian stabilitas lereng bendungan menggunakan parameter yang digunakan pada
saat desain Bendungan Kalola, dimana parameter-parameter material tubuh
bendungan tidak dilakukan pengujian dan pengambilan sampel material karena akan
merusak kondisi alami bendungan saat ini. Sehingga dalam analisis pada evaluasi ini
masih tetap menggunakan parameter property material yang sama dengan desain.
Perbedaan

perhitungan

hanya

pada

besarnya

koefisien

gempa

yang

telah

menggunakan standard gempa Indonesia (Puslitbang 2004).


6.1.1. Analisis Kegempaan untuk Bendungan Kalola
Dalam analisa stabilitas bendungan Kalola ini, analisa beban gempa akan dilakukan
dengan menggunakan metode Pseudostatis, dimana dasar dari perhitungan ini
mengacu pada Keputusan Dirjen SDA tahun 2008 tentang Analisa Dinamis
Bendungan Urugan.
Besarnya faktor resiko total adalah:
FRtot = 6 + 4 + 8 + 8 = 26
Daerah Bendungan Kalola termasuk ke dalam kelas resiko gempa III (tinggi).
Berdasarkan pedoman analisa dinamis bendungan urugan dari Dirjen SDA, maka
pemilihan periode ulang gempa adalah sebagai berikut :
1). Kondisi OBE (Operation Basis Earthquake), tidak boleh ada kerusakan diambil
pada periode ulang 100 thn.
2). Kondisi MDE (Maximum Design Earthquake), apabila diperbolehkan terdapat
kerusakan tanpa keruntuhan, diambil periode ulang sebesar 5000 tahun.
Koefisien gempa design kondisi OBE, pada T = 100 Tahun adalah:
Untuk y/H = 0.25 ; K = Ko x (2.5 1.85 y/H) = 0.21 g
Untuk y/H = 0.50 ; K = Ko x (2.0 0.60 y/H) = 0.18 g
Untuk y/H = 0.75 ; K = Ko x (2.0 0.60 y/H) = 0.16 g
Untuk y/H = 0.25 ; K = Ko x (2.0 0.60 y/H) = 0.15 g

6-1

PT. BINATAMA
WIRAWREDHA
KONSULTAN

LAPORAN RINGKASAN
Fasilitasi Inspeksi Besar Bendungan Kalola

Koefisien gempa design kondisi MDE, pada T = 5000 Tahun adalah:


Untuk y/H = 0.25 ; K = Ko x (2.5 1.85 y/H) = 0.34 g
Untuk y/H = 0.50 ; K = Ko x (2.0 0.60 y/H) = 0.28 g
Untuk y/H = 0.75 ; K = Ko x (2.0 0.60 y/H) = 0.26 g
Untuk y/H = 0.25 ; K = Ko x (2.0 0.60 y/H) = 0.23 g
6.1.2. Kajian Stabilitas bendungan Kalola
Zonasi dan parameter desain tubuh bendungan seperti pada Tabel dibawah ini
Zona
1
2
3
4
5
6
7
Refilling

Saturated
Density (t/m3)

Deskripsi
Tanah Clay
Random
Random
Random
Random
Tanah Clay
Filter
Random

1.94
1.96
1,98
1,98
1,98
1,94
2,13
1,80

Sudut Geser
dalam
(derajat)
8
8
17
17
17
8
35
10

Cohesion
(t/m3)
5.0
3.0
3.0
3.0
3.0
5.0
0
1.0

Zone 7 (Filter)
Reservoir

Zone 3
Zone -5

Zone 2

Zone -1

Zone-4 (semi
impervious)

Refilling

Alluvial

Pondasi ( Batuan )

Gambar 6.2 Tipikal Zoning Perhitungan Stabilitas Bendungan

6-2

PT. BINATAMA
WIRAWREDHA
KONSULTAN

LAPORAN RINGKASAN
Fasilitasi Inspeksi Besar Bendungan Kalola

6.1.3.

Hasil Analisis Stabilitas Lereng Bendungan Kalola


(1) Hasil Analisis Stabilitas Lereng Hulu Bendungan Kalola untuk Gempa OBE
(0.208g)
Kondisi
Pembebanan
Muka Air
Normal

Muka Air
Turun TibaTiba
Kondisi Luar
Biasa

Tinjauan
Kedalama
n
0.25 H
0.50 H
0.75 H
1.00 H
0.25 H
0.50 H
0.75 H
1.00 H
0.25 H
0.50 H
0.75 H
1.00 H

Koefisien
Gempa
0.212
0.177
0.161
0.146
0.212
0.177
0.161
0.146
0.212
0.177
0.161
0.146

Syarat
Faktor
Keamanan
1.2
1.2
1.2
1.2
1.2
1.2
1.2
1.2
1.1
1.1
1.1
1.1

Faktor Keamanan Hasil


Perhitungan
SF-Hitung
Keterangan
6.541
Memenuhi
3.476
Memenuhi
2.938
Memenuhi
1.933
Memenuhi
Memenuhi
5.775
3.543
Memenuhi
Memenuhi
2.421
Memenuhi
2.121
6.334
Memenuhi
4.283
Memenuhi
2.170
Memenuhi
1.739
Memenuhi

(2) Hasil Analisis Stabilitas Lereng Hilir Bendungan Kalola untuk Gempa OBE
(0.208g)
Kondisi
Pembebanan
Muka Air
Normal

Muka Air
Turun TibaTiba (rapid
drow down)
Kondisi Luar
Biasa

Tinjauan
Kedalama
n
0.25 H
0.50 H
0.75 H
1.00 H
0.25 H
0.50 H
0.75 H
1.00 H
0.25 H
0.50 H
0.75 H
1.00 H

Koefisien
Gempa
0.212
0.177
0.161
0.146
0.212
0.177
0.161
0.146
0.212
0.177
0.161
0.146

Syarat
Faktor
Keamanan
1.2
1.2
1.2
1.2
1.2
1.2
1.2
1.2
1.1
1.1
1.1
1.1

Faktor Keamanan Hasil


Perhitungan
Keterangan
SF-Hitung
Memenuhi
2.045
Memenuhi
1.970
Memenuhi
1.850
1.651
Memenuhi
4.828
Memenuhi
4.308
Memenuhi
3.989
Memenuhi
3.325
Memenuhi
5.659
3.120
2.150
1.847

Memenuhi
Memenuhi
Memenuhi
Memenuhi

6-3

PT. BINATAMA
WIRAWREDHA
KONSULTAN

LAPORAN RINGKASAN
Fasilitasi Inspeksi Besar Bendungan Kalola

(3) Hasil Analisis Stabilitas Lereng Hulu Bendungan Kalola untuk Gempa MDE
(0.334g)
Kondisi
Pembebanan
Muka Air
Normal

Muka Air
Turun TibaTiba
Kondisi Luar
Biasa

Tinjauan
Kedalama
n
0.25 H
0.50 H
0.75 H
1.00 H
0.25 H
0.50 H
0.75 H
1.00 H
0.25 H
0.50 H
0.75 H
1.00 H

Koefisien
Gempa
0.340
0.284
0.259
0.234
0.340
0.284
0.259
0.234
0.340
0.284
0.259
0.234

Syarat
Faktor
Keamanan
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0

Faktor Keamanan Hasil


Perhitungan
SF-Hitung
Keterangan
Memenuhi
3.266
1.727
Memenuhi
1.330
Memenuhi
1.460
Memenuhi
5.047
Memenuhi
2.635
Memenuhi
1.485
Memenuhi
1.378
Memenuhi
3.809
Memenuhi
2.239
Memenuhi
1.499
Memenuhi
1.378
Memenuhi

(4) Hasil Analisis Stabilitas Lereng Hilir Bendungan Kalola untuk Gempa MDE
(0.334g)
Kondisi
Pembebanan
Muka Air
Normal

Muka Air
Turun TibaTiba
Kondisi Luar
Biasa

Tinjauan
Kedalama
n
0.25 H
0.50 H
0.75 H
1.00 H
0.25 H
0.50 H
0.75 H
1.00 H
0.25 H
0.50 H
0.75 H
1.00 H

Koefisien
Gempa
0.340
0.284
0.259
0.234
0.340
0.284
0.259
0.234
0.340
0.284
0.259
0.234

Syarat
Faktor
Keamanan
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0
1.0

Faktor Keamanan Hasil


Perhitungan
SF-Hitung
Keterangan
2.045
Memenuhi
1.970
Memenuhi
Memenuhi
1.853
1.651
Memenuhi
2.892
Memenuhi
1.935
Memenuhi
1.872
Memenuhi
1.651
Memenuhi
3.235
Memenuhi
2.187
Memenuhi
1.971
Memenuhi
1.567
Memenuhi

6.2. Kesimpulan
Dalam perhitungan stabilitas lereng bendungan masih menggunakan parameter
material timbunan dari perhitungan detail design Bendungan Kalola, karena
pengambilan sampel material timbunan dengan cara pengeboran tidak dapat
dilaksanakan. Analisa stabilitas yang berbeda adalah koefisien gempa telah

6-4

LAPORAN RINGKASAN
Fasilitasi Inspeksi Besar Bendungan Kalola

PT. BINATAMA
WIRAWREDHA
KONSULTAN

menggunakan/mengacu pada Keputusan Dirjen SDA tahun 2008 tentang Analisa


Dinamis Bendungan Urugan.
Adapun beberapa hasil kesimpulan adalah sebagai berikut:
(1) Analisis stabilitas lereng hulu dan lereng hilir bendungan dengan beban OBE,
dengan periode ulang gempa T=100 tahun, yaitu kh = 0,208 g, mempunyai faktor
keamanan stabilitas bendungan kalola memenuhi nilai yang disyaratkan.
(2) Analisis stabilitas lereng hulu dan lereng hilir bendungan dengan beban MDE,
yaitu kh = 0,334 g, mempunyai faktor kemanan stabilitas bendungan yang masih
memenuhi nilai yang disyaratkan.
Dari hasil Analisis stabilitas lereng bendungan sementara diperoleh faktor kemanan
perhitungan yang besar, dimana nilai terkecil sebesar 1,333 kali dari nilai yang
disyaratkan atau dengan kondisi parameter material timbunan sebesar 75 % dari
kondisi desain, maka stabilitas lereng bendungan masih cukup aman.
Sehingga dapat disimpulkan berdasarkan kajian Analisis stabilitas bendungan Kalola
dapat dikategorikan dalam klasifikasi baik.
6.3. Saran
Pada bagian lereng hilir bendungan yang ditumbuhi oleh rumput/ilalang agar dilakukan
pembersihan tanaman liar secara rutin pada setiap bulan.

6-5