Anda di halaman 1dari 10

ACARA I

UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA DARI YAKULT


PENDAHULUAN

Latar Belakang
Antimikroba adalah senyawa yang digunakan untuk membunuh mikroba,
khususnya mikroba yang merugikan manusia. Antibiotik adalah zat yang dihasilkan
oleh suatu mikroba, terutama fungi yang dapat menghambat atau dapat membasmi
mikroba lain. Banyak antibiotik yang dibuat secara semisintetik atau sintetik penuh.
Antimikroba yang digunakan untuk membunuh mikroba, ditentukan haruslah
memiliki sifat toksisitas selektif setinggi mungkin. Artinya, antimikroba tersebut
haruslah bersifat sangat toksik terhadap mikroba. Pada minuman prebiotik YAKULT
digunakan kultur bakteri Lactobacillus casei yang berperan sebagai antibiotik dan
melawan bakteri bakteri patogen pada usus. Oleh karena itu perlu dilakukan
praktikum ini, untuk menguji aktivitas antimikroba dari YAKULT.
Tujuan Praktikum
Adapun tujuan praktikum ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antimikroba dari
YAKULT terhadap bakteri Staphylococcus aereus, Escherichia coli.

TINJAUAN PUSTAKA
Antibiotika adalah senyawa kimia khas yang dihasilkan atau diturunkan oleh
organism hidup, termasuk struktur analognya yang dibuat secara sintetik, yang
dalam kadar rendah mampu menghambat proses penting dalam kehidupan
mikroorganisme. Pada awalnya antibiotic diisolasi dari mikroorganisme, tetapi
sekarang beberapa antibiotika ditemukan dari tanaman tinggi atau binatang
(Soekardjo, 1995).
Suatu zat anti mikroba biotic kemoteurapeutik yang idealnya hendak memiliki
sifat- sifat sebagai berikut : harus mempunyai kemampuan untuk merusak atau
membunuh mikroorganisme patogen spesifik. Makin besar jumlah dan macam
mikroorganisme yang dipengaruhi makin baik. Tidak mengakibatkan berkembangnya
bentuk- bentuk resisten parasit. Tidak menimbulkan efek samping yang tidak
dikehendaki pada inang, seperti reaksi alergis, kerusakan pada saraf, iritasi pada
ginjal atau saluran gastrointestin. Tidak menlenyapkan flora mikrobia normal pada
inang. Gangguan pada flora normal dapat mengacaukan keseimbangan alamiah
sehingga memungkinkan mikroba yang biasanya non patogenik atau bentuk- bentuk
patogenik yang semula dikendalikan oleh flora normal, untuk menimbulkan infeksi
baru (Pelczar, 1996).
Minuman probiotik merupakan istilah lain untuk menyebut minuman
fermentasi asam laktat. Probiotik (Bahasa Yunani Probiotic = Untuk hidup) adalah
minuman kesehatan yang mengandung bakteri asam laktat hidup yang mampu

bertahan hidup dalam keasaman lambung sehingga dapat menempati usus dalam
kuantitas yang cukup besar (Waspodo, 1997).
Menurut Salmien (1993), syarat dari minuman probiotik adalah mengandung

lebih dari

108

sel bakteri Lactobacillus casei dalam satu mililiternya dalam

keadaan hidup.
Lactobacillus casei yang digunakan sebagai starter pada produk minuman
probiotik termasuk jenis bakteri asam laktat homofermentatif, yaitu bakteri yang
memfermentasi glukosa menjadi asam laktat dalam jumlah besar (90%). Selain
asam laktat juga dihasilkan asam sitrat, malat, suksinat, asetaldehid, diasetil dan
asetai dalam jumlah yang kecil, yang mempengaruhi citarasa minuman probiotik
(Speck, 1978).

PELAKSANAAN PRAKTIKUM
Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Senin, 12 Mei 2014 di Laboratorium
Mikrobiologi Pangan Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas
Mataram.
Alat dan Bahan Praktikum
A. Alat- alat Praktikum
Adapun alat- alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu cawan petri,
tabung reaksi, Paper disk, Bunsen, Bunsen, Vortex, Pipet Mikro dan Pinset.
B. Bahan- bahan Praktikum
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu minuman
probiotik YAKULT, Media Trypticase Soy Broth (TSB), Trypticas Soy Agar (TSA),
Kultur bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aereus dan alkohol

Prosedur Kerja
1. Dimasukkan kultur Eschericia coli dan Staphylococcus aereus pengenceran

107 CFU/ml
2. Diambil 1ml kultur dan dimasukkan kedalam cawan petri dan diberi media
TSA 100ml lalu dibekukan.
3. Dipasang paper disk dan ditetesi 0,75 ml YAKULT diatas paper disk
4. Diinkubasi pada suhu 37 C selaema 18 jam
5. Diukur zona penghambatannya dengan Rumus

Zp=

D1+ D 2
2

HASIL PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN


Tabel 1.1 Hasil Pengamatan Aktivitas Anti Mikroba dari YAKULT
Kelompok

Escherichia coli

Staphylococcus aereus

D1
0

D2
0

D1
0

D2
0

PEMBAHASAN
Awal abad kedua puluh, telah dinyatakan bahwa asam laktat dan produk lain
yang terdapat dalam susu yang difermentasi oleh bakteri asam laktat dapat
menghambat pertumbuhan dan pembentukan toksin bakteri bakteri yang berspora
yang anaerobic dalam usus besar. Keunggulan tersebut mengakibatkan produk susu
hasil fermentasi menjadi bahan pangan yang dikenal dan disukai masyarakat serta
dipercayai sebagai makanan kesehatan. Fermentasi susu menghasilkan produk
produk metabolik seperti asam laktat, asam asetat dan hidrogen peroksida serta
senyawa bakteriocin misalnya : aridofilin, asidolin, bulgarika, nisin, diplococcin dan
sebagainya, yang dapat mencegah dan menghambat pertumbuhan mikroba
patogentik dan mikroba perusak (Kilara, 1978).
Untuk mengetahui dan menguji keaktifan dari minuman probiotik YAKULT
dilakukan dengan mencampurkan kultur bakteri staphy lococcus aereus dan
eschericia coli pada media trypticase soy broth,lalu ditanamkan pada media
trypticase soy agar 100ml. kemudian diteteskan 0,75 ml YAKULT pada paperdist
yang sudah dimasukan pada media TSA yang sudah beku, lalu di inkubasi pada
suhu 37c selama 48 jam.
Dari hasil pengamatan yang dilakukan didapati hasil bahwa dalam waktu 48
jam, zona bening yang akan menandakan bahwa aktifitas anti mikroba dari YAKULT
bekerja tidak nampak sehingga diameter pada zona pengamatannya tidak dapat
untuk dihitung. Hal ini terjadi kemungkinan karna sampel YAKULT yang digunakan
sudah tidak dalam keadaan dingin, atau pada waktu perjalanan dari toko sampai

Laboratorium. Bakteri yang ada pada YAKULT sebagiannya tidak dapat aktif karena
kultur bakteri Lactobacillus casei

pada YAKULT haruslah dalam keadaan tetap

dingin, sehingga kultur bakteri tersebut dapat tetap aktif. Diketahui bahwa bakteri
vibrio dan bakteri kolera dalam YAKULT yang mengandung Lactobacillus casei akan
mati dalam 5 menit. Sedangkan bakteri disentri tifus dan Staphyiloccus aereus akan
mati dalam waktu yang lebih lama yaitu 30 40 menit. Semantara itu bakteri
koliform adalah bakteri paling tahan terhadap bakteri asam laktat, karena mati
setelah 60 menit (Anonim, 1990).

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan yang dilakukan dapat
ditarik beberapa kesimpulan :
1. Kultur bakteri yang digunakan adalah bakteri

Escherchia coli dan

Staphyloccus cereus.
2. Kultur bakteri ini dicampurkan dengan media Trypticase Soy Broth (TSB) lalu
ditumbuhi pada media Trypticase Soy Broth (TSA).
3. Antimikroba yang berperan untuk membunuh bakteri pada product YAKULT
yaitu bakteri asam laktat dengan jenis Lactobacillus casei.
4. YAKULT adalah minuman probiotik
5. Tidak dapat melakukan perhitungan untuk mengetahui aktifitas kerja
antimikroba dari YAKULT karena bakteriosin tidak dihasilkan dan zona
bening tidak terlihat.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 1990. Yakult Fermented Milk Drink To Promote Health. Yakult honsha Co.
Ltd. Tokyo, japan
Pelczar, 1998, Dasar Dasar Mikrobiologi 2. Universitas Indonesia Press. Jakarta.
Salmien, s, dan wright, A, V. 1993. Lactic Acid Bakteria. Marcel Decker Inc. New
York
Shanani dan kilara, 1978 Dalam Rose, AH, 1982. Fermented Food. Academic Press.
London.
Soekardjo, M.L, 1978. Development In Industrial Microbiology Dalam Rose,
A.H.1982. Economic Microbiology Fermented Food. Volume VII, Academic
Press London.
Waspodo, 1997, Probiotik Bakteri Penyebab Kanker. Intisari