Anda di halaman 1dari 2

ALUR PROSES PENGOLAHAN LIMBAH CAIR

1. Kolam Pendingin ( Cooling Pond )


Pada kola mini air dari Slugde Pit dipompa menuju Kolam Pendingin (Cooling Pond) untuk
didinginkan dan berfungsi juga untuk mengendapkan sludge dan pengutipan minyak apabila
masih terdapat kandungan minyak pada limbah cair.
Kolam pendingin (Cooling Pond) dibuat dengan ukuran 64 m x 25 m dengan kedalaman 2,5
m dinding kolam dibuat miring 1 : 1 ( 45 derajat ) dan dilapisi pasangan batu ( riprap )
dengan ukuran batu minimal 200 mm, demikian pula untuk lantainya dibuat dengan
landasan pasangan batu.
Pembuatan kolam pendingin dilakukan pada tanah yang konturnya tinggi sehingga limbah
cair dapat di alirkan secara gravitasi menuju proses selanjutnya atau ke kolam berikutnya.
Pengeluaran limbah cair yang sudah turun temperaturnya dengan pipa HDPE diameter 300
mm dialirkan ke Kolam Anaerobik (Anaerobic Pond), valve yang digunakan adalah stainless
steel ball valve.
2. Kolam Anaerobik ( Anaerobic Pond )
Limbah cair dari kolam pendingin dialirkan menuju Kolam anaerobik untuk menurunkan
BOD dan menaikan pH minimal 6 dengan perlakuan biologis terhadap limbah cair
menggunakan bakteri metagonik yang telah ada pada kolam.
Kolam Anaerobik terdiri dari 4 ( dua ) unit dengan ukuran 75 m x 40 m dengan kedalaman
kolam 5 m. Dinding kolam dilapisi dengan pasangan batu ukuran minimal 200 mm,
kemiringan dinding adalah 1: 1 ( 45 derajat ), lantai dasar kolam dilapisi dengan pasangan
batu. Elevasi tanah atas ( top level ) area kolam ini harus berbeda dengan elevasi tanah atas
kolam cooling pond adalah 3.500 mm, karena untuk dapat memungkinkan aliran proses
effluent treatment dengan aliran gravitasi. Aliran gravitasi dari kolam cooling pond ke kolam
anaerobic ini dengan menggunakan pipa HDPE diameter 300 mm dan valve jenis sounder
yang digunakan. Untuk proses sirkulasi umpan bakeri aktif ke kolam mixing ( back mixing )

dengan menggunakan pompa type centrifugal pump ( 2 unit ) dengan kapasitas minimal 40
m3 per jam, pipa yang digunakan adalah pipa HDPE diameter 152 mm.
a. Primery Anerobic Pond (Kolam Anaerobik Pertama)
Pada kolam ini limbah cair industri PKS yang mengandung senyawa organik kompleks
seperti lemak, karbohidrat dan protein akan dirombak oleh bakteri anaerobik menjadi
asam organik dan selanjutnya menjadi gas metana, karbondioksida, dan air.
b. Secondary Anaerobic Pond (Kolam Anaerobik Kedua)
Pada kolam ini proses anaerobik yang belum sempurna dari kolam anaerobik primer
disempurnakan.
3. Kolam Aerasi ( areasi pond )
Kolam Aerasi dipakai untuk memperkaya cairan limbah dengan oksigen dan membunuh
bakteri anaerob terdiri dari 2 ( dua ) unit.
Kolam tanah ini dibuat dengan kedalaman 5,2 m dan panjang 75 m x lebar 32 m, dinding
kolam dibuat dengan kemiringan 1: 1 ( 45 derajat ).
Untuk memperkaya pemasukan oksigen terhadap cairan limbah ini, maka di kolam ini
dilengkapi dengan 3 unit Arerator system 3 Kw. Elevasi tanah area kolam ini dibuat lebih
rendah dari area kolam anaerobik ( anaerobic pond ), karena aliran yang diharapkan adalah
dengan overflow.
4. Settling Pond
Pada Settling Pond limbah cair diendapkan dari zat-zat padat yang dikandung oleh cairan
yang berasal dari kolam aerobik. Apabila dijumpai pendangkalan akibat pengendapan zat-zat
padat, diadakan pembersihan/pengerokan